cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN KEGIATAN POSYANDU REMAJA DI PUSKESMAS MUARA ENIM TAHUN 2023 Andriani, Aminah; Novitry, Fera; Lilia, Deli
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.19463

Abstract

According to data from the profile of the South Sumatra Regency health service, in 2020 the number of community health centers in Indonesia increased to 9,993 community health centers, of which the number of community health centers providing adolescent health services was 4,835 (48.4%) with the number of youth posyandu being 100,470. This research aims to determine the factors related to the implementation of youth posyandu activities at the Muara Enim health center in 2023. This research uses a quantitative research using a cross-sectional design. The population in this study were all teenagers in the Muara Enim Community Health Center working area, namely 12,152 teenagers and sampling was done using Cluster Random sampling, namely 96 teenagers. The statistical test used in this research is Chi-square. The results of this study state that there is a relationship between knowledge (p= 0.000), distance (p= 0.000), family support (p= 0.000) and social support (p= 0.000) with visits to youth posyandu activities at the Muara Enim health center in 2023. Suggestions for Public health centers in an effort to increase teenagers' interest in participating in posyandu activities need to carry out outreach in the form of health promotion
PENGARUH PEMANFAATAN DAUN KELOR DALAM FORMULASI MAKANAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING: STUDI LITERATUR Muda, Tasya Shafa Salsabila; Adi, Annis Catur; Oktaviani, Dhiyah Ariba; Tsaqifah, Hafizotun
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.19903

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan gizi yang cukup tinggi di Indonesia. Stunting dapat terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, baik faktor eksternal maupun faktor internal. Salah satu faktor terjadinya stunting yaitu ketidakcukupan asupan nutrisi yang dapat terjadi pada ibu sejak masa kehamilan, dan baru terlihat pada bayi usia 2 tahun. Protein dan kalsium sangat diperlukan oleh tubuh dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan pada balita. Daun kelor merupakan salah satu bahan pangan yang kaya akan kandungan protein dan kalsium yang dapat diolah dengan berbagai bentuk dan dapat dijadikan bahan pangan tambahan dalam formulasi makanan untuk mencegah terjadinya stunting. Tujuan literature review ini adalah menganalisis pengaruh kadar protein dan kalsium dalam formulasi makanan dengan memanfaatkan daun kelor sebagai bahan substitusi agar dapat meningkatkan asupan protein dan kalsium dalam upaya pencegahan stunting. Studi literatur ini dilakukan dengan cara mengkaji beberapa artikel penelitian yang menggunakan desain eksperimental dalam pembuatan produk makanan yang memanfaatkan daun kelor sebagai sumber protein dan kalsium. Hasil telaah dari 12 artikel menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap substitusi daun kelor dalam formulasi makanan. Kadar protein dan kalsium dari beberapa produk formulasi juga dipengaruhi dari bahan penunjang lainnya seperti tepung kedelai, tepung ikan kembung, tepung tulang ikan lele, tepung kerang putih, dan lainnya.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN STATUS GIZI BALITA: LITERATURE REVIEW Oktaviani, Dhiyah Ariba; Nadhiroh, Siti Rahayu; S.M, Tasya Shafa; Tsaqifah, Hafizotun
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.19904

Abstract

Status gizi seseorang yang dikendalikan oleh konsumsi makanan dan pemanfaatan zat gizi dalam tubuh sangat menentukan tingkat kesehatannya. Hasil suatu penyakit dan pencegahan dininya dapat diprediksi berdasarkan status gizi. Bayi (di bawah dua tahun/bayi) ditandai dengan pertumbuhan fisik yang pesat pada dua tahun pertama kehidupannya. Bayi di bawah usia dua tahun merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah gizi. Kebutuhan nutrisi anak sepanjang tahun-tahun awal kehidupannya sangatlah penting. Malnutrisi dapat menimbulkan dampak negatif yang parah, dan dampak terburuknya dapat mengakibatkan kematian. Status gizi balita merupakan permasalahan yang dipengaruhi oleh beberapa variabel langsung dan tidak langsung. Penyakit menular dan pola makan anak mempunyai dampak langsung pada status gizi anak, sedangkan kondisi sosial ekonomi dan rendahnya kesadaran dan pengetahuan orang tua terhadap kebutuhan gizi anak kecil—khususnya pengetahuan ibu—memiliki dampak tidak langsung. Tujuan literature review ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan status gizi.  Studi literature dilakukan dengan memilih artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi yang diberikan, Sebagian besar artikel menggunakan metode cross sectional dan sebagian lainnya menggunakan metode surved /wawancara. Hasil telaah dari 11 artikel menunjukkan bahwa 8 artikel memberikan hasil positif terhadap topik penelitian. Hal ini menunjukkan bahwa ibu balita dan calon ibu bayi perlu diberi edukasi agar dapat membantu meningkatkan status gizi anak.
LITERATUR REVIEW : PEMANTAUAN OBAT DAN PERBEKALAN KESEHATAN DI DALAM MANAJEMEN PERBEKALAN KESEHATAN DI INDONESIA Siregar, Gustina Sari; Ingraini, Chindy; Nurzannah, Siti; Handayani, Fitri; Adina, Nurul; Agustina, Dewi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.20054

Abstract

Manajemen logistik obat merupakan rangkaian kegiatan yang menyangkut aspek perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian dan penghapusan obat yang dikelola secara optimal demi tercapainya ketepatan jumlah dan jenis obat dan perbekalan kesehatan. Obat dan perbekalan kesehatan diperlukan untuk pelayanan kesehatan di semua level organisasi kesehatan, terutama pada era desentralisasi. penelitian ini menggunakan metode literature review. Strategi pencarian data dilakukan dengan menggunakan situs internet yang kredibel melalui Google Scholar. Dalam pencarian artikel jurnal menggunakan kata kunci “Obat, Perbekalan Kesehatan dan Manajemen Perbekalan Kesehatan". di dalam perencaan menujukkan bahwa perencanaan obat dilakukan langsung oleh kepala disetiap instasi yang berbeda karena belum tersedianya atau terbentuknya pegawai atau staf  khusus untuk setiap perencanaan obat, serta masih kurang staf khusus dalam mengurus perencanaan obat. Selanjutnya untuk pengadaan dan penerimaan dimana metode pengadaan disetiap instansi yang berbeda sudah menggunakan pengadaan elekttronik seperti e-katalog dengan metode E-purchasing, serta surat pesan manual dan untuk penerimaan persediaan obat sudah sesuai dengan aturan di setiap instansi mereka. Sedangkan untuk penyimpanan dan pendistribusian obat semua sudah sesuai dengan peraturan kesehatan tapi pada bagian penyimpanan obat injeksi masih ada instalasi yang menyimpan di lemari saja tidak di lemari es dan untuk sistem penyimpanan obat kadaluarsa hanya di pisahkan lemarinya tetapi tidak di buat tanggal kadaluarsanya perencanaan obat sudah cukup baik, untuk pengadaan dan penerimaan obat sudah sesuai dengan aturan kesehatan yang ada. Sedangkan untuk penyimpanan dan pendistribusian sudah sesuai dengan peraturan kesehatan tetapi untuk bagian penyimpanan obat injeksi dan kadarluasa obat masih ada instalasi yang belum memenuhi peraturan kesehatan.
PENCEGAHAN DIABETES MELITUS TIPE II PADA PEKERJA USIA PRODUKTIF DI UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA Siahaan, Prestony Petra Habinsaran; Damanik, Anggi Oktavia; Purba, Sarah Putri Uli Endrianda Br; Manihuruk, Gresika Br Saragih; Siregar, Santy Deasy; Hartono, Hartono; Siagian, Masryna; Sihotang, Widya Yanti; Kurniawan, Muhammad Aditya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.20629

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi hormon insulin atau produksi insulin yang tidak efektif di dalam tubuh. Gaya hidup sedentary berpotensi menimbulkan gangguan metabolisme yang memicu timbulnya penyakit diabetes melitus. Pekerja kantoran tidak punya waktu untuk melakukan aktivitas fisik yang cukup dikarenakan kesibukan kerja di masa pandemi, sehingga pekerja membakar sedikit kalori. Pegawai yang bekerja secara monoton dengan duduk dalam waktu yang lama beresiko terkana resistensi insulin. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian treatment pada kelompok intervensi terhadap penurunan kadar gula darah pada pegawai di UNPRI. Metode dalam penelitian ini metode experimen dengan desain penelitian Two Gruop Design Pretest-Posttest WithControl Group. Sampel penelitian ini berjumlah 52 orang, yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Hasil pengukuran KGD kelompok intervensi pretest kategori normal sebanyak 13 responden (50%) kategori tidak normal sebanyak 13 responden (50%); pada saat postest kategori normal meningkat menjadi 20 responden (77%) saat postest kategori tidak normal menurun menjadi 6 responden (23%). Hasil pengukuran KGD kelompok kontrol pada saat pretest kategori normal sebesar 19 responden (73%) kategori tidak normal saat pretest sebanyak 7 responden (27%); saat postest kategori normal meningkat mejadi 21 responden (81%) dan kategori tidak normal menurun menjadi 5 responden (19%). Kesimpulan terdapat perbedaan hasil antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dan menunjukan bahwa pencegahan diabetes melitus tipe II yang dilakukan pada responden dengan penerapan treatment berupa pencegahan diabetes dengan cara (Exercise, Diet, Work) dapat menurunkan kadar gula darah dengan nilai signifikan < = 0,05.
UJI SIFAT FISIK MASKER GEL PEEL OFF DARI KULIT BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) Muldiyana, Tya; Pratiwi, Rosaria Ika; Fatikasari, Asri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.21076

Abstract

Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) memiliki kandungan senyawa yang dapat menghambat radikal bebas. Kulit merupakan pelindung tubuh paling luar dan kontak langsung dengan polusi lingkungan yang penuh dengan radikal bebas. Kulit secara alami dapat mengalami penuaan dini dan hal ini dapat disebabkan oleh sumber radikal bebas yang berasal dari lingkungan seperti polusi udara, sinar matahari, gesekan mekanik, suhu panas atau dingin dan reaksi oksidasi yang berlebihan dapat menyebabkan reaksi oksidatif. Seperti kerusakan sel atau kematian sel. Masker wajah peel off dapat digunakan untuk membersihkan dan melembabkan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik ekstrak kulit buah naga merah sebagai sediaan masker gel peel off. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium menggunakan analisis deskriptif. Pemilihan sampel dilakukan secara simple random sampling. Hasil penelitian ekstrak kulit buah naga merah sebagai sediaan masker gel peel off dilakukan evaluasi mutu fisik organoleptis, homogenitas, pH, viskositas dan waktu sediaan mengering. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan pengaruh konsentrasi ekstrak kulit buah naga merah terhadap uji sifat fisik sediaan masker gel peel off. Konsentrasi ekstrak yang paling baik terhadap uji sifat fisik terdapat pada formula III dengan konsentrasi ekstrak sebanyak 4%.
EFEKTIVITAS GAYA KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS DAN OTORITER TERHADAP MOTIVASI KERJA PERAWAT : LITERATURE REVIEW Hodijah, Alyah; Indah, Bunga Nur; Fitria, De Intan; Subagja, Syawalia Fitri; Hudaya, Ahmad Purnama
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.21613

Abstract

Rumah sakit yang merupakan lembaga pelayanan kesehatan menawarkan perawatan holistik berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan prinsip kemanusiaan. Faktor gaya kepemimpinan (leadership style) seorang pemimpin juga memegang peran penting dalam berjalannya sebuah organisasi. Kepemimpinan, baik dengan gaya demokratis ataupun otoriter, memiliki dampak yang bermakna terhadap motivasi perawat dalam bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih lanjut mengenai efektivitas gaya kepemimpinan demokratis dan otoriter terhadap motivasi perawat dalam bekerja. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dan analitik dengan pencarian menggunakan 4 database yakni Google Scholar, Open Alex, Crossref, dan Pubmed, artikel yang dianalisis adalah artikel yang memenuhi persyaratan peneliti dan sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil analisa menunjukkan gaya kepemimpinan demokratis lebih banyak digunakan oleh kepala ruangan, terutama dalam membuat keputusan yang melibatkan perawat. Gaya ini sering kali menciptakan lingkungan kerja yang mendukung, memotivasi perawat, dan menghasilkan motivasi kerja yang tinggi. Gaya kepemimpinan seharusnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan. menggabungkan elemen-elemen otoriter dan demokratis. Selain itu, menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai dapat meningkatkan motivasi perawat dalam bekerja, meningkatkan kualitas perawatan pasien, dan memberikan dukungan serta pengakuan kepada perawat. Gaya kepemimpinan demokratis cenderung membangun ikatan yang baik dan interaktif bersama perawat, sementara gaya kepemimpinan otoriter dapat memengaruhi motivasi kerja perawat pelaksana.
HUBUNGAN FUNGSI KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN SEBAGAI PENGARAH KINERJA PERAWAT DALAM PEMBERIAN ASUHAN KEPERAWATAN : SYSTEMATIC REVIEW Andini, Ayu; Drama, Banita Ihfatun; Rochmah, Febby Anggraeni; Imaduddin, Rahadian; Ridwan, Heri; Purnama, Ahmad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.21885

Abstract

Kepemimpinan dalam organisasi menentukan keberhasilannya, akan tetapi seorang perawat dapat menyebabkan ketidakpuasan pasien karena mereka cenderung lambat memberikan layanan, tidak terampil melayani pasien, dan kurang menanggapi keluhan pasien. Maka dari itu, untuk mencapai hal ini diperlukan seorang pemimpin atau kepala ruangan yang tegas dan memiliki kemampuan untuk mengarahkan anggota timnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan fungsi kepemimpinan kepala ruangan sebagai pengarah kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic review dengan melakukan review jurnal dari beberapa database. Hasil dari penelitian ini yaitu adanya hubungan yang signifikan terkait fungsi kepemimpinan kepala ruangan sebagai pengarah kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai penentu keberhasilannya terutama kepemimpinan yang baik dari kepala ruangan. Kesimpulan dari penelitian dari hasil review beberapa jurnal yaitu terdapat hubungan antara fungsi kepemimpinan kepala ruangan sebagai pengarah kinerja perawat dalam pemberian asuhan keperawatan.
LAPORAN KASUS: CROHN’S DISEASE Ananda, Muh. Pramudya; Tarigan, Cristina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.22220

Abstract

Crohn’s disease adalah inflamasi yang dapat mengenai sepanjang traktus gastrointestinal, dimulai dari mulut hingga anus, terjadi secara segmental dan dapat diselingi jaringan sehat diantaranya, ulserasi yang dalam (transmural), asimetris dan sering terjadi reaksi granulomatosa. Sampai saat ini etiologinya belum diketahui pasti. Manifestasi penyakit ini bervariasi tergantung kerusakan dari lokasi mukosa intestinal yang terkena. Crohn’s disease cenderung mempunyai puncak usia yang terkena pada usia muda (umur 25-30 tahun) dan tidak terdapat perbedaan bermakna antara wanita dan laki-laki. Ilustrasi kasus terdapat seorang pasien laki-laki usia 21 tahun datang dengan keluhan BAB cair disertai darah segar yang menetes sejak 1 minggu, keluhan diare berdarah disertai nyeri perut kram pada perut kanan bawah, demam tinggi, mual dan muntah serta timbul sariawan pada rongga mulut. Pasien juga memeiliki keluhan serupa 6 bulan sebelumnya dan dilakukan pemeriksaan kolonoskopi. Penegakan diagnosis pada pasien ini berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan kolonoskopi sebelumnya.Penatalaksanaan pada pasien ini dengan melakukan pemeriksaan laboratorium lengkap dan pemberian obat asam aminosalisilat (salofalk 500 mg), antibiotik dan transfusi darah. Hasil dari penatalaksanaan pada pasien yaitu adanya perbaikan klinis setelah pemberian terapi dan transfusi darah. Kesimpulan laporan kasus ini adalah Crohn’s disease merupakan kasus yang jarang terjadi sehingga memerlukan penatalaksanaan yang tepat agar morbiditas dan mortalitas tidak meningkat.
PENERAPAN KOMPRES TEPID SPONGE UNTUK PENURUNAN SUHU TUBUH PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH (3-6 TAHUN) DENGAN THYPOID Zulva, Siti; Wati, Risa Laras
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.22224

Abstract

Thypoid lebih rentan terjadi pada anak usia prasekolah karena cenderung lebih rentan terkena penyakit karena daya tahan tubuh yang tidak sekuat orang dewasa. Menurut hasil World Health Organization (WHO) 2018, setiap tahunnya thypoid masih banyak terjadi di negara berkembang, hal ini menghasilkan sekitar 21,5 juta setiap tahun yang terkena penyakit thypoid. Besarnya angka penyakit thypoid yang salah satu tanda dan gejalanya merupakan hipertermia dimana terjadinya peningkatan suhu tubuh dapat dilakukan tindakan untuk menurunkan suhu tubuh salah satunya yaitu kompres tepid sponge. Tujuan dari kompres tepid sponge yaitu memungkinkan aliran udara lembab dan membantu pelepasan panas tubuh dengan cara konveksi yang membantu menurunkan suhu tubuh lebih cepat. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu suatu metode penelitian yang membuat gambaran tentang suatu keadaan yang objektif. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan bahwa kompres tepid sponge efektif dilakukan pada hipertermia dan dapat  menurunkan suhu tubuh responden  0.9°C. Terrdapat penurunan suhu tubuh pada anak usia pra sekolahyang  dilakukan kompres tepid sponge pada kasus thypoid.