cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
DETEKSI KASUS DAN TINGKAT KEBERHASILAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS : STUDI EPIDEMIOLOGIS DI BANDAR LAMPUNG DAN METRO TAHUN 2024 Khorina Fatin Bilqis
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56458

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan pengendalian berkelanjutan melalui peningkatan penemuan kasus dan keberhasilan pengobatan. Perbedaan capaian indikator antarwilayah dapat memengaruhi efektivitas program eliminasi TBC. Di Provinsi Lampung, variasi capaian antara Kota Bandar Lampung dan Kota Metro penting dikaji untuk menilai kinerja program secara komparatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan angka penemuan dan pengobatan TBC serta angka keberhasilan pengobatan di kedua kota terhadap rerata provinsi tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-komparatif. Populasi mencakup seluruh data indikator program TBC tingkat kabupaten/kota di Provinsi Lampung tahun 2024, dengan sampel berupa data agregat Kota Bandar Lampung dan Kota Metro menggunakan total sampling berbasis data sekunder. Variabel yang dianalisis meliputi angka penemuan dan pengobatan TBC (%) serta angka keberhasilan pengobatan TBC (%). Data bersumber dari publikasi resmi Lampung Dalam Angka 2025 oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung. Analisis dilakukan secara deskriptif melalui tabel komparatif, perhitungan selisih (gap analysis), dan rasio keberhasilan terhadap cakupan penemuan kasus. Hasil menunjukkan Kota Metro memiliki angka penemuan dan pengobatan tertinggi (127,90%) dibandingkan Bandar Lampung (82,60%) dan rerata provinsi (63,00%). Keberhasilan pengobatan di Metro (95,00%) dan Bandar Lampung (93,00%) juga berada di atas rerata provinsi (92,00%). Secara keseluruhan, program TBC di kedua kota tergolong efektif, dengan Metro unggul dalam deteksi kasus dan kedua kota mempertahankan keberhasilan terapi di atas standar.
GAMBARAN PROFIL LIPID DAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA YANG MENGIKUTI SENAM JANTUNG SEHAT DI BANJAR KEDEWATAN UBUD Ni Wayan Sri Ekayanti; Putu Ayunda Trisnia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56547

Abstract

Proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi fisiologis tubuh yang meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti hipertensi dan dislipidemia. Aktivitas fisik secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan kardiovaskular pada lansia. Salah satu bentuk aktivitas fisik yang dapat dilakukan adalah senam jantung sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran profil lipid dan tekanan darah pada lansia yang mengikuti senam jantung sehat di Banjar Kedewatan, Ubud. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional. Sampel penelitian berjumlah 24 lansia berusia ≥60 tahun yang mengikuti kegiatan senam jantung sehat. Parameter yang diukur meliputi tekanan darah sistolik dan diastolik serta profil lipid yang terdiri dari kolesterol total, HDL, LDL, dan trigliserida. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan penyajian dalam bentuk rerata, nilai minimum, maksimum, dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan rerata tekanan darah sistolik sebesar 129,58 mmHg dan diastolik sebesar 83,75 mmHg. Rerata kadar kolesterol total sebesar 169,21 mg/dl, HDL 52,88 mg/dl, LDL 82,96 mg/dl, dan trigliserida 172,67 mg/dl. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kadar kolesterol total dalam kategori normal dan LDL dalam kategori optimal, meskipun kadar trigliserida masih berada pada kategori perbatasan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa lansia yang mengikuti senam jantung sehat memiliki profil lipid yang relatif baik serta tekanan darah yang berada pada kategori prehipertensi. Senam jantung sehat dapat menjadi salah satu aktivitas fisik yang bermanfaat dalam menjaga kesehatan kardiovaskular pada lansia.
HUBUNGAN KATARAK TERHADAP KEMANDIRIAN DAN RISIKO JATUH PADA LANSIA DI WILAYAH PUSKESMAS AIRGEGAS TAHUN 2025 Uni Permata; Arjuna Arjuna; Ardiansyah Ardiansyah; Maryana Maryana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56557

Abstract

Katarak adalah penyakit mata yang ditandai dengan mengeruhnya lensa mata, sehingga membuat penglihatan kabur. WHO menegaskan bahwa katarak terjadi pada individu berusia di atas 50 tahun secara global, gangguan penglihatan akibat katarak tidak hanya menurunkan kualitas visual, tetapi juga berdampak pada meningkatnya risiko jatuh, depresi, gangguan kognitif, serta menurunnya kapasitas intrinsik dan kemandirian lansia dalam aktivitas sehari-hari. Menurut WHO, pada tahun 2023 terdapat sekitar 1,1 miliar orang berusia 60 tahun ke atas atau sekitar 13–14% populasi dunia, dan di Indonesia jumlah lansia mencapai 11,75% dari total penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan katarak terhadap kemandirian dan resiko jatuh pada lansia di Wilayah Puskesmas Airgegas Tahun 2025. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross – sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunkan kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah semua lansia Di Wilayah Puskesmas Airgegas Tahun 2025 yang telah didiagnosa katarak sebanyak 45 orang. Sampel dalam penelitian ini yaitu 45 responden. Data di analisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa ada Hubungan Katarak Terhadap Kemandirian Pada Lansia Di Wilayah Puskesmas Airgegas Tahun 2025 dengan nilai p value 0,000 dan ada Hubungan Katarak Terhadap Resiko Jatuh Pada Lansia Di Wilayah Puskesmas Airgegas Tahun 2025 dengan nilai p value 0,000.Saran dari penelitian ini yaitu Puskesmas Airgegas diharapkan dapat lebih aktif dalam mencegah katarak pada lansia dengan mengadakan pemeriksaan mata secara rutin dan memberikan penyuluhan yang mudah dipahami.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN DURASI PERILAKU SEDENTARI PADA ANAK USIA 9–10 TAHUN DI BANDAR LAMPUNG Ayu Tiara Fitri; Dwi Widyawati; Eka Putri Rahmadhani; Putri Damayanti; Shellya Puti Sudesty
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56586

Abstract

Pada masa anak usia sekolah, gerak tubuh yang teratur menjadi penopang utama tumbuh-kembang motorik dan keseimbangan metabolik. Sebaliknya, kombinasi rendahnya aktivitas dengan menguatnya kebiasaan duduk berkepanjangan kini diakui sebagai ancaman kesehatan masyarakat yang nyata pada kelompok usia ini. Data lokal mengenai pola aktivitas dan perilaku sedentari pada anak usia 9-10 tahun di Indonesia masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat aktivitas fisik dan perilaku sedentari serta menganalisis hubungan keduanya. Pendekatan studi yang diterapkan bersifat observasional cross-sectional dengan analisis korelasional. Sebanyak 50 peserta direkrut secara purposif dari populasi siswa kelas IV di SD Darma Bangsa Bandar Lampung. Aktivitas fisik dan perilaku sedentari diukur menggunakan kuesioner IPAQ-SF dengan bahasa yang di sederhanakan. Analisis dilakukan menggunakan deskriptif nonparametrik, uji korelasi Spearman, dan uji Kruskal-Wallis. Hasil yang didapat mayoritas responden memiliki tingkat aktivitas fisik dengan kategori sedang (50%) dan tinggi (46%), dengan rata-rata 2960,44 MET-menit/minggu. Sedangkan untuk rata-rata waktu sedentari mencapai 416,70 menit/hari. Terdapat hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara tingkat aktivitas fisik dan durasi duduk harian (ρ = −0,765; p < 0,001). Uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara waktu duduk dengan kategori aktivitas fisik (p=0,057). Sehingga penelitian ini menyimpulkan anak usia 9-10 tahun pada penelitian ini umumnya memiliki aktivitas fisik sedang-tinggi, namun durasi perilaku sedentari relatif panjang. Terdapat korelasi negatif yang kuat antara aktivitas fisik dengan waktu duduk harian. Intervensi berbasis sekolah diperlukan untuk meningkatkan aktivitas fisik dan mengurangi perilaku sedentari.
PETA PERSEBARAN BALITA GIZI KURANG BERDASARKAN IMD DAN ASI EKSKLUSIF DI JAWA TIMUR 2021–2023 anggita putri Muliasari; Lutfi Fajar Nuraidah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56595

Abstract

Gizi kurang pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Timur. Rendahnya cakupan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan ASI eksklusif sebagai bagian dari intervensi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) diduga berkontribusi terhadap tingginya kasus gizi kurang. Selain itu, distribusi kasus yang tidak merata antarwilayah memerlukan identifikasi daerah prioritas untuk intervensi yang lebih tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan persebaran kasus balita gizi kurang berdasarkan cakupan IMD dan ASI eksklusif di Provinsi Jawa Timur tahun 2021–2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain studi ekologi menggunakan data sekunder dari Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2021–2023 dengan unit analisis 38 kabupaten/kota. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui penyajian grafik menggunakan Microsoft Excel dan pemetaan menggunakan aplikasi QGIS. Hasil penelitian menunjukkan adanya fluktuasi cakupan IMD, cakupan ASI eksklusif, dan jumlah kasus gizi kurang selama periode penelitian. Distribusi kasus cenderung lebih tinggi pada wilayah dengan cakupan IMD dan ASI eksklusif yang rendah. Kabupaten Jember, Kabupaten Bondowoso, dan Kabupaten Probolinggo secara konsisten menjadi wilayah dengan jumlah kasus tinggi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa variasi cakupan IMD dan ASI eksklusif berhubungan dengan distribusi kasus gizi kurang antarwilayah. Oleh karena itu, diperlukan intervensi prioritas melalui peningkatan cakupan IMD dan ASI eksklusif, edukasi, serta penguatan dukungan kebijakan dan layanan kesehatan.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN INFORMASIONAL KELUARGA DAN MOTIVASI DIRI DENGAN KEPATUHAN DIET RENDAH GULA PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA PASIRLANGU Puspita, A.R; Manalu, L.O; Yudha, E.K; Ramadhan, M.D
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56642

Abstract

Diabetes Mellitus tipe II merupakan penyakit gangguan metabolik kronis yang dengan peningkatan kadar glukosa darah dan memerlukan pengelolaan jangka panjang agar tetap bearada pada batas normal. Salah satu upaya pengendalian kadar glukosa darah adalah penerapan diet rendah gula. Namun, kepatuhan pasien dalam menjalankan diet tersebut masih menjadi permasalahan, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya dukungan informasional keluarga dan motivasi diri pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan informasional keluarga dan motivasi diri dengan kepatuhan diet rendah gula pada pasien Diabetes Mellitus tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Pasirlangu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain non – eksperimental, bersifat deskriptif korelasional dengan rancangan metode cross – sectional. Populasi penelitian berjumlah 50 responden seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji fisher’s exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan informasional keluarga dalam kategori tinggi sebesar (66%), motivasi diri tinggi (92%), dan kepatuhan diet rendah gula (90%). Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan antara dukungan informasional keluarga dengan kepatuhan diet rendah gula (p-value = 0,040) serta hubungan antara motivasi diri dengan kepatuhan diet rendah gula (p-value = 0,002). Dapat disimpulkan bahwa dukungan informasional keluarga dan motivasi diri berhubungan dengan kepatuhan diet rendah gula pada pasien Diabetes Mellitus tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Pasirlangu.
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DAN JUMLAH LEUKOSIT DARAH DENGAN KEJADIAN DIARE AKUT PADA BALITA DI RSUD MUHAMMAD ZEIN KABUPATEN BELITUNG TIMUR Nabillah Deviani; Arif Yusuf Wicaksana; Sri Martuti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56650

Abstract

Diare akut Kondisi ini kerap disebut gastroenteritis, yakni gangguan buang air besar yang timbul secara tiba-tiba dengan keluhan mual, muntah, demam, serta rasa sakit pada perut yang berlangsung kurang dari dua minggu. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan kadar hemoglobin dan jumlah sel darah putih terhadap kasus diare akut pada anak usia bawah lima tahun. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan rancangan retrospektif, sedangkan data diperoleh dari hasil pemeriksaan laboratorium pasien balita di RSUD Muhammad Zein Kabupaten Belitung Timur selama tahun 2023–2024, dengan total 152 sampel. Pengolahan dan pengujian data dilaksanakan melalui metode statistik Chi-Square Hasil yang didapatkan dari distribusi karakteristik responden sebagian besar pasien memiliki kadar hemoglobin <10,5 g/dL (56,6%) dan jumlah leukosit 4000 – 12000 µl (54%). Temuan analisis statistik memperlihatkan adanya keterkaitan bermakna antara kadar hemoglobin dengan kejadian diare akut (p = 0,001) dan antara jumlah leukosit dengan kejadian diare akut (p = 0,018). Hal ini menunjukkan bahwa kadar hemoglobin rendah dan kondisi leukositosis berasosiasi dengan meningkatnya risiko diare akut. Hasil analisis Odds Ratio (OR) kadar hemoglobin didapatkan 0,79 kali sdangkan untuk jumlah leukosit didapatkan 50,67 kali. Kesimpulan dalam penelitian ditemukan keterkaitan bermakna antara konsentrasi hemoglobin denganjumlah leukosit darah dengan kejadian diare akut pada balita. Berdasarkan perhitungan nilai Odds Ratio menunjukan bahwa Leukositosis memiliki hubungan yang sangat kuat dan positif sebagai faktor risiko terhadap kejadian diare akut, sedangkan anemia memiliki hubungan negatif sebagai faktor protektif.
HUBUNGAN TINGKAT STRES AKADEMIK DENGAN KUALITAS TIDUR MAHASISWA Ulfa Fauziah; Fitra Nurul Herlisnawaty; Kasandra Ratu Utara; Daira Alifia Rosidi; M. Dodik Prastiyo
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56654

Abstract

Mahasiswa sering menghadapi tuntutan akademik tinggi serta beban tugas klinis yang padat, yang berpotensi memicu stres akademik dan menurunkan kualitas tidur. Permasalahan ini penting diteliti karena kualitas tidur yang buruk dapat berdampak negatif terhadap konsentrasi belajar, daya ingat, serta kesehatan fisik dan mental mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres akademik dengan kualitas tidur mahasiswa S1 Keperawatan STIKes Permata Nusantara. Jenis penelitian adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 202 mahasiswa aktif tingkat 1-3 melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner The Perception Academic Stress Scale (PASS) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), kemudian dianalisis secara bivariat dengan uji Spearman Rank. Mayoritas responden mengalami stres akademik tinggi sebesar (81,2%) dan memiliki kualitas tidur buruk (75,2%). Uji statistik menghasilkan nilai signifikansi p = 0,031 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi 0,153, yang menunjukkan hubungan signifikan dengan arah positif namun berkekuatan lemah antara stres akademik dan kualitas tidur. Lemahnya hubungan ini mengindikasikan bahwa kualitas tidur bersifat multidimensional dan dipengaruhi oleh faktor lain seperti regulasi hormon, ritme sirkadian, serta strategi koping individu. pentingnya penguatan manajemen stres dan edukasi sleep hygiene bagi institusi pendidikan untuk membantu mahasiswa dalam meningkatkan kesehatan mental dan kualitas istirahat di tengah beban akademik yang tinggi.
STUDI KASUS : PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI FINGER HOLD UNTUK MENGURANGI TINGKAT NYERI PADA PASIEN POST APENDIKTOMI DI RUANG DAHLIA RSUD dr. T.C HILLERS MAUMERE Arkam Arkam; Anggia Riske Wijayanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56673

Abstract

 Apendisitis merupakan suatu keadaan dimana terjadinya suatu peradangan yang diakibatkan infeksi pada usus buntu atau umbai cacing yang menyebabkan peradangan akut sehingga dibutuhkan tindakan operasi segera untuk  mencegah komplikasi, karena infeksi ini dapat mengakibatkan peradangan akut. Apendiks adalah organ kecil berbentuk kantung, yang berukuran antara 5 cm sampai 10 cm yang berhubungan dengan usus besar. Apendiks yang terinfeksi dapat membuat cairan (nanah) masuk ke rongga perut yang menyebabkan peritonitis. Pengobatan untuk mencegah infeksi adalah dengan melakukan tindakan pembedahan yang disebut Apendiktomi. Efek dari pembedahan ini adalah respon ketidaknyamanan berupa nyeri. Adapun tujuannya yaitu untuk mengetahui penurunan skala nyeri menggunakan Teknik Relaksasi Finger Hold pada pasien post operasi Apendiktomi di Ruang Dahlia RSUD dr. T.C Hillers Maumere. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan instrumen NRS (numeric rating scale). Metode pengambilan data dalam penelitian ini dengan wawancara, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Instrumen pengumpulan data menggunakan Format Asuhan Keperawatan yang berlaku dengan analisis data yang disajikan secara deskriptif. Setelah dilakukannya tindakan teknik relaksasi finger hold selama 3x8 jam didapatkan hasil adanya penurunan intensitas skala nyeri pada kedua pasien. Dimana pada pasien 1 dari skala nyeri 6 (nyeri sedang) turun menjadi skala nyeri 3 (nyeri ringan). Sedangkan pasien 2 dari skala nyeri 5 (nyeri sedang) turun menjadi skala nyeri 2 (nyeri ringan). Teknik Relaksasi Finger Hold dapat menurunkan intensitas skala nyeri pada pasien apendisitis.  
LITERATUR REVIEW : PENGARUH FAKTOR PENGETAHUAN, LINGKUNGAN SERTA SOSIAL PADA PERILAKU SEKSUAL REMAJA Maya Dewi Hapsari; Meilia Rahmawati Kusumaningsih
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56674

Abstract

Terjadi peningkatan prevalensi Infeksi Menular Seksual (IMS) setiap tahun, dengan prevalensi sifilis tertinggi pada kelompok usia 15–24 tahun (1,2%) dan HIV/AIDS sebesar 0,3%. Kondisi ini menunjukkan bahwa remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap perilaku seksual berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif berbagai faktor yang memengaruhi perilaku seksual remaja, khususnya yang berkaitan dengan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi, lingkungan sosial, serta peran jaringan sosial. Metode yang digunakan adalah literature review dengan sumber artikel dari jurnal nasional dan internasional yang diperoleh melalui PubMed dan Google Scholar. Kata kunci pencarian meliputi “perilaku seksual remaja”, “pengetahuan”, dan “lingkungan”. Kriteria inklusi meliputi artikel yang dapat diakses secara penuh, menggunakan bahasa Indonesia atau Inggris, serta diterbitkan dalam lima tahun terakhir (2021–2025). Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan yang rendah, pengaruh teman sebaya, peran orang tua, serta paparan media informasi memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku seksual remaja. Sementara itu, faktor tempat tinggal menunjukkan hubungan yang relatif kecil. Temuan ini mengindikasikan bahwa perilaku seksual remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor multidimensional yang saling berinteraksi. Kurangnya sosialisasi dan edukasi kesehatan reproduksi menjadi salah satu penyebab utama rendahnya pemahaman remaja.