cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
The HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN TINDAKAN IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 24-59 BULAN Vicky Milenia Ramadhina Putri; Muhammad Arsyad; Safrullah Amir; Muhammad Rachmat
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57099

Abstract

Stunting atau kerdil merupakan keadaan dimana balita mempunyai panjang badan ataupun tinggi pada badan kurang ketika usia menjadi pembanding. Perilaku ibu yang memiliki anak usia 24-59 bulan merupakan salah satu faktor terjadinya stunting pada anak usia 24-59 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan tindakan ibu dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Samaenre, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian kuantitatif menggunakan metode cross sectional study. Populasi yaitu ibu yang memiliki anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Samaenre yang berjumlah 879 orang. Besar sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin berjumlah 276 ibu yang didapat dengan metode Accidental Sampling. Data dikumpulkan dengan membagikan kuesioner kepada responden kemudian dianalisis menggunakan analisis chi square. Pengetahuan (p=0,013) dan tindakan (p=0,198) ibu memiliki hubungan terhadap kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan. Sedangkan sikap (p=0,041) ibu tidak memiliki hubungan terhadap kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan. Terdapat hubungan antara pengetahuan dan tindakan ibu terhadap kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Samaenre, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan.
POLIFARMASI PADA PASIEN PENYAKIT DALAM DENGAN MULTIMORBIDITAS : DAMPAK KLINIS, RISIKO, DAN STRATEGI DEPRESCRIBING Muhammad Iqbal Cahyana Eka Putra; I Komang Surya Mertayasa; Ketut Artawan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57100

Abstract

Polifarmasi merupakan masalah yang semakin sering ditemukan dalam praktik ilmu penyakit dalam, terutama pada pasien dengan multimorbiditas yang memerlukan terapi jangka panjang untuk berbagai penyakit kronis. Penggunaan banyak obat secara bersamaan meningkatkan risiko adverse drug reactions, interaksi obat, ketidakpatuhan pengobatan, rawat inap, serta penurunan kualitas hidup. Selain itu, penggunaan potentially inappropriate medications masih sering ditemukan pada pasien penyakit dalam sehingga diperlukan strategi yang efektif untuk mengoptimalkan terapi dan meningkatkan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak klinis polifarmasi serta peran deprescribing dalam praktik ilmu penyakit dalam. Penelitian ini menggunakan metode narrative review dengan penelusuran literatur melalui PubMed, Scopus, dan Google Scholar terhadap artikel yang dipublikasikan tahun 2014–2025. Literatur yang dipilih meliputi narrative review, systematic review, meta-analisis, randomized controlled trial, dan studi observasional yang berkaitan dengan polifarmasi, multimorbiditas, deprescribing, dan penyakit dalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa polifarmasi berhubungan dengan peningkatan adverse drug reactions, gangguan kognitif, jatuh, rawat inap, dan mortalitas. Berbagai studi juga menunjukkan bahwa intervensi deprescribing dapat menurunkan beban pengobatan dan penggunaan potentially inappropriate medications tanpa meningkatkan efek samping serius. Simpulan penelitian ini adalah deprescribing berpotensi meningkatkan kualitas peresepan dan keselamatan pasien melalui pendekatan yang terstruktur, individual, dan berpusat pada pasien.
PENGARUH KOMBINASI SENAM KAKI DENGAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP QUALITY OF LIFE PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS SUKASADA I Putu Ayu Oktavia Kusuma Dewi; Agus Ari Pratama; Putu Indah Sintya Dewi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57107

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat gangguan kerja insulin. Diabetes Melitus tipe 2 dapat menurunkan kualitas hidup pasien akibat komplikasi fisik dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi senam kaki dan aromaterapi lavender terhadap quality of life pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Sukasada I pada 29 Desember 2025 hingga 29 Januari 2026. Sampel penelitian berjumlah 86 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dari total populasi 110 penderita Diabetes Melitus (DM) tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan pretest–posttest control group dan teknik purposive sampling. Intervensi berupa senam kaki yang dikombinasikan dengan aromaterapi lavender, sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner DQOL-BCI. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon pada kelompok intervensi menunjukkan bahwa nilai p-value 0,001 (p<0,05), maka dapat diartikan terdapat pengaruh yang signifikan. Sedangkan pada kelompok kontrol  menunjukkan bahwa nilai p-value 0,951 (p>0,05), maka dapat diartikan tidak ada pengaruh yang signifikan. Hasil uji Mann–Whitney pada variabel Quality of Life pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Sukasada I, diperoleh nilai signifikansi posttest sebesar p-value 0,005 (p<0,05). Intervensi non-farmakologis ini telah terbukti sebagai metode yang bermanfaat dalam membantu pasien mengelola dampak penyakit mereka secara lebih holistik, sehingga sangat disarankan untuk diimplementasikan sebagai bagian dari perawatan pemeliharaan berkelanjutan di fasilitas perawatan kesehatan primer.
HUBUNGAN LENGTH OF STAY (LOS) DENGAN TINGKAT STRESS PADA PASIEN DEWASA Naura Aryani; Nur Isnaini
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57109

Abstract

Length of Stay (LOS) merupakan salah satu indikator penting dalam menilai efisiensi dan kualitas pelayanan rumah sakit karena dapat menggambarkan keberhasilan proses perawatan pasien selama menjalani rawat inap. Selama masa perawatan, pasien dewasa dapat mengalami stres yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi penyakit, lingkungan rumah sakit, prosedur medis, serta keterbatasan aktivitas selama dirawat. Namun, hubungan antara lama rawat inap dengan tingkat stres pasien masih menunjukkan hasil yang belum konsisten pada berbagai penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Length of Stay (LOS) dengan tingkat stres pada pasien dewasa di Rumah Sakit Islam Purwokerto. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 54 pasien dewasa yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data tingkat stres dikumpulkan menggunakan kuesioner DASS-42, sedangkan data lama rawat inap diperoleh dari rekam medis pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki LOS pendek (1–3 hari) sebesar 83,3% dan tingkat stres normal sebesar 79,6%. Hasil uji statistik memperoleh nilai p-value 0,974 (p>0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Length of Stay dengan tingkat stres pada pasien dewasa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor lain seperti kondisi penyakit, dukungan sosial, dan karakteristik individu diduga lebih berpengaruh terhadap tingkat stres pasien selama menjalani perawatan di rumah sakit.
PENGARUH EKSTRAK BIJI SRIKAYA (ANONNA SQUAMOSA) DENGAN LARUTAN ETHANOL TERHADAP FERTILITAS MENCIT BETINA Pelalgia Sarsadek baranafe
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57115

Abstract

Pencarian global terhadap obat antifertilitas terus dilakukan untuk mengatasi masalah ledakan populasi. Terdapat beberapa tanaman obat yang dapat digunakan sebagai pengobatan antifertilitas, salah satunya adalah buah Srikaya (Annona squamosa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antifertilitas dari ekstrak biji srikaya dengan pelarut etanol pada mencit betina putih. Penelitian ini merupakan studi randomized control trial yang dilakukan pada 12 ekor mencit, dibagi menjadi 4 kelompok (T1, T2, T3, dan kontrol) dengan 3 kali replikasi. Pada kelompok kontrol negatif, 3 ekor mencit diberi perlakuan akuades. Kelompok T1, T2, dan T3 masing-masing diberikan ekstrak biji srikaya dengan dosis 0,03 mg/hari, 0,07 mg/hari, dan 0,14 mg/hari. Setiap kelompok diberikan 0,5 ml/hari ekstrak biji srikaya secara oral selama 14 hari. Variabel dependen adalah infertilitas yang diukur berdasarkan jumlah janin. Perbedaan rata-rata antar kelompok diuji menggunakan uji ANOVA. Terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik pada rata-rata jumlah janin antara kelompok kontrol (rata-rata = 8,33), kelompok T1 (rata-rata = 6,33), kelompok T2 (rata-rata = 4,33), dan kelompok T3 (rata-rata = 1,00), dengan nilai p < 0,05. Semakin tinggi dosis ekstrak biji srikaya yang diberikan kepada mencit, semakin sedikit jumlah janin yang dihasilkan. Ekstrak biji srikaya (Annona squamosa) menurunkan jumlah janin pada mencit betina putih.
LITERATURE REVIEW : INTERVENSI PENCEGAHAN DELIRIUM PADA PASIEN DI ICU Anita Sari; Wardah Wardah; Sri Yanti; Angga Arfina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57116

Abstract

Delirium merupakan gangguan neurokognitif akut yang sering terjadi pada pasien kritis di Intensive Care Unit (ICU) dan berisiko menimbulkan dampak serius seperti peningkatan mortalitas, perpanjangan lama rawat, serta penurunan fungsi kognitif jangka panjang apabila tidak dicegah secara optimal, sehingga diperlukan pendekatan pencegahan yang komprehensif dan berbasis bukti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas intervensi pencegahan delirium pada pasien ICU. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan pendekatan PRISMA melalui penelusuran artikel pada database PubMed menggunakan kerangka PICOS. Artikel yang direview merupakan penelitian primer dengan desain randomized controlled trial dan quasi-eksperimental yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025 serta memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis menunjukkan bahwa intervensi nonfarmakologis multikomponen seperti penerapan ABCDEF bundle, mobilisasi dini, manajemen tidur, reorientasi pasien, dan keterlibatan keluarga memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan insiden dan durasi delirium, pengurangan lama penggunaan ventilasi mekanik, serta perbaikan luaran klinis pasien kritis. Pendekatan berbasis bundle juga meningkatkan kualitas perawatan melalui pengelolaan faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Intervensi farmakologis seperti melatonin belum menunjukkan efektivitas yang konsisten, sedangkan ramelteon memiliki potensi manfaat terbatas. Penerapan ABCDEF bundle secara terstruktur terbukti lebih efektif dibandingkan intervensi tunggal karena mampu mengatasi berbagai faktor risiko delirium secara komprehensif. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa ABCDEF bundle merupakan intervensi paling efektif dan direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam praktik keperawatan kritis sebagai upaya pencegahan delirium pada pasien ICU.
ANALISIS PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN DENGAN INTERVENSI INOVASI PEMBERIAN RELAKSASI GENGGAM JARI TERHADAP NILAI TEKANAN DARAH PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DIRUANG HEMODIALISA RSUD AJI MUHAMMAD PARIKESIT shalsa amirah fitri; Taufik Septiawan; Rusni Masnina; Faried Rahman Hidayat
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57120

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) seringkali dikaitkan dengan hipertensi, terutama pada individu yang menjalani hemodialisis. Situasi ini menekankan pentingnya peran perawat dalam mengelola tekanan darah melalui berbagai tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kontribusi perawat dalam memberikan intervensi non-obat, yaitu teknik relaksasi jari, guna menurunkan tekanan darah pada pasien CKD di ruang hemodialisis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi langsung, pemeriksaan fisik, pengukuran tekanan darah, serta analisis dokumen. Teknik relaksasi jari diterapkan secara teratur bersamaan dengan perawatan standar yang diberikan kepada pasien. Hasil penelitian mengindikasikan adanya penurunan tekanan darah, baik yang sistolik maupun diastolik, setelah intervensi diterapkan. Selain itu, pasien melaporkan peningkatan kenyamanan dan ketenangan saat menjalani prosedur hemodialisis. Hal ini menunjukkan bahwa teknik relaksasi jari dapat membantu mengurangi aktivitas saraf simpatis, yang berdampak pada penurunan tekanan darah. Dengan demikian, metode ini bisa dijadikan pilihan intervensi yang efektif, mudah diimplementasikan, dan praktis untuk pasien PGK dengan hipertensi di ruang hemodialisis.
TERAPI PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION KOMBINASI SLOW DEEP BREATHING TERHADAP FATIGUE PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE Nadilla Aissya Nanda; Taufik Septiawan; Rusni Masnina; Faried Rahman Hidayat
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57123

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan penyakit progresif dan irreversibel yang memerlukan terapi hemodialisis jangka panjang. Pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisis sering mengalami Fatigue akibat anemia, akumulasi toksin uremik, ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, serta dampak prosedur hemodialisis itu sendiri. Fatigue menjadi salah satu keluhan utama yang berdampak signifikan terhadap kemampuan aktivitas dan kualitas hidup pasien, sehingga diperlukan intervensi keperawatan nonfarmakologi yaitu Progressive Muscle Relaxation kombinasi Slow Deep Breathing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa intervensi terhadap fatigue pada pasien Chronic Kidney Disease di ruang Hemodialisa RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong. Intervensi inovasi yang diberikan berupa terapi Progressive Muscle Relaxation Kombinasi Slow Deep Breathing yang dilakukan secara terstruktur selama sesi hemodialisa sesuai dengan standar prosedur, disertai pemantauan tingkat Fatigue sebelum dan sesudah intervensi. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan dan kuesioner FAS sebagai alat ukur fatigue. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan tingkat fatigue pada pasien Chronic Kidney Disease setelah diberikan terapi Progressive Muscle Relaxation Kombinasi Slow Deep Breathing. Pasien melaporkan perasaan lebih rileks, penurunan fatigue fisik, serta peningkatan kenyamanan selama dan setelah hemodialisis. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terapi Progressive Muscle Relaxation Kombinasi Slow Deep Breathing efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologi dalam menurunkan fatigue pada pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisis dan dapat diaplikasikan sebagai tindakan mandiri perawat di ruang hemodialisa.
IMPLEMENTASI ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN ASFIKSIA RINGAN Nuramirah Nuramirah; Sumaifa Sumaifa; Isnaeny Isnaeny; Rika Rika; Hijrawati Hijrawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57153

Abstract

Asfiksia ringan pada bayi baru lahir memerlukan penanganan yang tepat untuk mencegah gangguan adaptasi neonatal dan komplikasi lanjutan, asfiksiasi ringan ditandai pada menit pertama 4-6 karena penurunan APGAR skor dan biasanya dapat ditingkatkan penanganannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan asfiksia ringan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui pendekatan 7 langkah varney dan pendokumentasian SOAP yaitu melakukan pengkajian kepada bayi baru lahir dengan asfiksia ringan secara komprehensif. Pengumpulan data dilakukan melalui asuhan bayi baru lahir asfiksia ringan dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi dan rekam medik bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan asuhan kebidanan yang sistematis mampu memperbaiki kondisi bayi yang ditandai dengan peningkatan skor APGAR dan stabilisasi pernapasan. Intervensi utama yang diberikan meliputi penghangatan, pembersihan jalan napas, dan stimulasi taktil yang dilakukan secara tepat dan berkesinambungan. Kesimpulan menunjukkan bahwa By NY D  dalam keadaan Asfiksia ringan, By saat ini sedang dalam pengawasan oleh dokter dan bidan untuk memantau asfiksia tersebut. perawatan yang diberikan bayi tersebut adalah dengan penaganan awal seperti mengeringkan dan memanaskan, memastikan jalan napas tetap terbuka, serta memberikan stimulasi taktil dan kondisi bayi saat ini terlihat membaik dengan tangisan yang kuat dan otot lebih kencang.
EVALUASI PERENCANAAN DAN PENGADAAN BEBERAPA OBAT NSAID DI APOTEK X KOTA MATARAM Adila Rizkika; Mahacita Andanalusia; Amira Amira
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57165

Abstract

Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) merupakan golongan obat yang umum digunakan untuk mengatasi nyeri, demam, dan peradangan, sehingga ketersediaannya di fasilitas pelayanan kefarmasian seperti apotek harus terjamin. Permasalahan yang sering terjadi dalam manajemen logistik obat adalah ketidaksesuaian antara perencanaan dan pengadaan yang dapat menyebabkan kekosongan atau kelebihan stok. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat ketepatan perencanaan dan pengadaan obat golongan NSAID di Apotek X Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan desain retrospektif dan pendekatan kuantitatif. Data yang dianalisis meliputi penggunaan obat NSAID periode Januari 2025 dan pengadaan periode Februari 2025, dengan perhitungan kebutuhan menggunakan metode konsumsi. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Shapiro–Wilk dan dilanjutkan dengan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara hasil perencanaan menggunakan metode konsumsi dengan jumlah pengadaan obat (p > 0,05), yang menunjukkan bahwa metode tersebut cukup akurat dalam memperkirakan kebutuhan obat. Meskipun demikian, masih ditemukan selisih jumlah pada beberapa item obat yang dipengaruhi oleh faktor seperti fluktuasi kebutuhan dan perubahan pola penyakit. Disimpulkan bahwa metode konsumsi merupakan pendekatan yang efektif dan rasional dalam perencanaan kebutuhan obat NSAID, namun tetap diperlukan evaluasi dan monitoring secara berkala untuk meningkatkan ketepatan pengadaan serta menjamin ketersediaan obat secara optimal.