cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
HUBUNGAN PERSEPSI PERAWAT TENTANG PELAYANAN BPJS DENGAN KUALITAS PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT (X) Uswatun Hasanah; Husnul Khotimah; S. Tauriana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58253

Abstract

Pelayanan BPJS Kesehatan merupakan bagian dari sistem Jaminan Kesehatan Nasional yang bertujuan memberikan akses pelayanan kesehatan yang merata dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. Dalam pelaksanaannya, perawat sebagai tenaga kesehatan yang berada di garis depan pelayanan memiliki peran penting dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan. Persepsi perawat terhadap sistem pelayanan BPJS dapat memengaruhi motivasi kerja, profesionalisme, serta mutu pelayanan yang diberikan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi perawat tentang pelayanan BPJS dengan kualitas pelayanan keperawatan di Rumah Sakit Wonolangan Kabupaten Probolinggo. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 105 perawat aktif yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner persepsi perawat tentang pelayanan BPJS dan kuesioner kualitas pelayanan keperawatan berdasarkan dimensi SERVQUAL, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi sedang terhadap pelayanan BPJS sebanyak 88 responden (83,8%), sedangkan kualitas pelayanan keperawatan sebagian besar berada pada kategori cukup sebanyak 79 responden (75,2%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi perawat tentang pelayanan BPJS dengan kualitas pelayanan keperawatan (p=0,012; r=-0,243). Disimpulkan bahwa persepsi perawat terhadap pelayanan BPJS berhubungan secara signifikan dengan kualitas pelayanan keperawatan. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dan perbaikan sistem pelayanan BPJS serta dukungan manajemen rumah sakit untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.
FAKTOR-FAKTOR KUALITAS PELAYANAN YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN PASIEN PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA (FKTP): LITERATUR REVIEW Siti Nuraini; Kustia Anggereni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58256

Abstract

Hingga Desember 2024, jumlah peserta aktif program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia telah mencapai 222,67 juta jiwa, dengan total kunjungan layanan Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP) yang menembus angka 512,52 juta kunjungan. Tingginya volume pemanfaatan layanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) menuntut tersedianya mutu pelayanan prima sebagai prasyarat terwujudnya kepuasan pasien peserta JKN. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara mendalam faktor -faktor kualitas pelayanan yang berkontribusi terhadap kepuasan pasien pserta JKN di FKTP. Studi ini dirancang sebagai literatur review dengan menggunakan metode PRISMA (Pref erred Reporting Items f or Systematic Reviews and Meta-Analyses) sebagai kerangka seleksi artikel. Penelusuran literatur dilaksanakan melalui Google Cendekia menggunakan kata kunci “Kualitas Pelayanan, JKN, Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama” dan menghasilkan 12.200 artikel. Melalui proses penyaringan berdasarkan rentang waktu Januari 2024 hingga April 2026 serta penilaian kelayakan f ull-text, ditetapkan 5 artikel final yang selanjutnya dianlisis secara naratif. Hasil sintesa menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan secara agregat berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien peserta JKN di FKTP (p = 0,000). Ditinjau per dimensi SERQUAL, daya tanggap (responsiveness) dan jaminan (assurance) terbukti menjadi dimensi yang paling dominan dalam memengaruhi kepuasan pasien, disusul oleh empati (empathy), keandalan (reliability), dan bukti f isik (tangibles) yang bersifat kontekstual dan bergantung pada kondisi spesifik masing-masing FKTP. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan mutu layanan di FKTP terutama aspek ketanggapan petugas, kompetensi tenaga kesehatan, dan kecakapan komunikasi merupakan prioritas utama yang perlu dikedepankan dalam upaya meningkatkan kepuasan pasien peserta JKN.
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN SCABIES DAN PERSONAL HYGIENE PADA SANTRIWATI DENGAN KEJADIAN SCABIES DI PONDOK PESANTREN NURUL JADID Siti Jiyadatun Nafi'ah; Husnul Khotimah; Vivin Nur Hafifah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58259

Abstract

Penyakit kulit seperti scabies merupakan masalah kesehatan global yang masih sering terjadi, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Scabies disebabkan oleh infestasi tungau Sarcoptes scabiei. Di lingkungan dengan kepadatan tinggi seperti pondok pesantren, risiko penularan scabies menjadi lebih tinggi karena minimnya pengetahuan santri mengenai cara penularan, pencegahan, serta pentingnya menjaga personal hygiene, yang menjadi faktor utama dalam penyebaran scabies. Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan scabies dan personal hyiene dengan kejadian scabies pada santriwati. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan populasi para santriwati dipondok pesantren nurul jadid yang berjumlah 2974 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sebanyak 352 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah uji bivariat dengan Chi-Square. Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren nurul jadid pada bulan januari 2025. Tingkat pengetahuan berhubungan dengan kejadian scabies pada santriwati dengan P value : (0,000) dan personal hygiene berhubungan dengan kejadian scabies pada santriwati dengan P Value (0,000). semakin rendah tingkat pengetahuan tentang scabies dan personal hygiene maka semakin tinggi angka kejadian scabies pada santriwati, oleh karna itu diharapkan bagi pihak pondok untuk mencegah penularan scabies, maka perlu meningkatkan pengetahuan tentang scabies dan personal hygiene pada santriwati.
PENGARUH KUALITAS AIR DAN SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN DIARE DI PERMUKIMAN PADAT PENDUDUK : SUATU TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS Viyola Rahma; Muhammad Ghifari Karsa; Radhiah Zakaria
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58261

Abstract

Diare masih menjadi penyebab utama morbiditas di negara berkembang dan berkaitan erat dengan permasalahan kesehatan lingkungan, khususnya kualitas air dan sanitasi. Permukiman padat penduduk memiliki risiko tinggi terhadap penularan penyakit berbasis air akibat keterbatasan akses air bersih, sanitasi yang tidak memadai, serta tingginya kontaminasi feses di lingkungan. Kondisi tersebut diperburuk oleh saluran pembuangan terbuka, pengelolaan limbah yang buruk, dan rendahnya perilaku higiene masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kualitas air dan sanitasi dengan kejadian diare melalui tinjauan literatur terhadap berbagai studi empiris yang dipublikasikan pada tahun 2018–2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan literature review dengan penelusuran artikel pada basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci terkait kualitas air, sanitasi, dan diare. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, kemudian dianalisis secara naratif. Sebanyak enam artikel memenuhi kriteria dan dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa kadar Escherichia coli yang melebihi 0 CFU/100 mL, tingginya tingkat kekeruhan air, rendahnya kadar klorin residu, serta tidak tersedianya jamban sehat berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko diare dengan nilai OR berkisar antara 1,8–4,7. Selain itu, perilaku higiene yang buruk dan kondisi lingkungan permukiman yang padat turut memperkuat jalur penularan fekal–oral. Disimpulkan bahwa peningkatan akses air bersih, penyediaan sanitasi layak, dan promosi perilaku hidup bersih dan sehat merupakan intervensi penting dalam upaya menurunkan kejadian diare secara berkelanjutan.
EFEKTIVITAS ANKLE PUMP DAN ELEVASI KAKI 30º TERHADAP EDEMA PASIEN CKD DI ICU syakira maharani dewi; Azizah Khoiriyati; Enggar Rubidiyani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58262

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan masalah kesehatan global yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara progresif, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit. Retensi natrium dan air memicu perpindahan cairan ke ruang interstitial yang bermanifestasi sebagai edema, terutama pada pasien di ICU yang mengalami stasis sirkulasi akibat imobilisasi lama. Jika tidak ditangani, edema dapat menyebabkan komplikasi serius seperti Deep Vein Thrombosis (DVT) dan gagal jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi latihan ankle pump dan elevasi kaki 30º terhadap penurunan derajat edema pada pasien CKD di ruang ICU. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada seorang pasien Ny. M di ICU RSUD Tidar Magelang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi derajat edema dengan mengukur kedalaman pitting edema dan lingkar pergelangan kaki (ankle) selama tiga hari intervensi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah intervensi. Hasil studi menunjukkan penurunan derajat edema yang signifikan selama tiga hari. Pada hari pertama, pasien mengalami edema Derajat III (kedalaman 6 mm, lingkar ankle 49 cm). Setelah dilakukan intervensi rutin, pada hari ketiga edema menurun menjadi Derajat II (kedalaman 4 mm, lingkar ankle 47 cm). Penerapan kombinasi latihan ankle pump dan elevasi kaki 30 derajat terbukti efektif dalam menurunkan edema pada pasien CKD melalui mekanisme peningkatan aliran balik vena dan pengurangan tekanan hidrostatik.
GAMBARAN KETEPATAN PEMBERIAN OBAT OLEH PERAWAT DIBANGSAL MARWAH UNTUK KESELAMATAN PASIEN Miftah Fauziyah Rahmah; Ida Nurjayanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58263

Abstract

Keselamatan pasien menrupakan salah satu indikator utama mutu pelayanan kesehatan yang dipegaruhi oleh ketepatan pemberian obat dari perawat. Medication error masih sering terjadi dan dapat menimbulkan dampak serius terhadap kondisi pasien. Perawat memiliki tanggung jawab penting dalam menerapkan prinsip enam benar pemberian obat, yaitu benar pasien, benar obat, benar dosis, benar waktu, benar cara dan benar dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan ketepatan pemberian obat oleh perawat di Bangsal Marwah sebagai upaya meningkatkan keselamatan pasien. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan Teknik total sampling terhadap 16 perawat yang bekerja di Bangsal Marwah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berisi 20 item pertanyaan yang disusun berdasarkan indicator prinsip enam benar pemberian obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat telah melaksanakan prosedur pemberian obat dengan baik, terutama pada aspek pengecekan terapi, identifikasi alergi, pengecekan label obat, dan dokumentasi yang mencapai 100%. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang belum optimal, seperti pemberian obat oleh perawat yang menyiapkan sendiri (18,8%), identifikasi pasien dengan memanggil nama (62,5%), pengecekan kemampuan menelan (68,8%), ketepatan waktu pemberian obat (81,3%), serta dokumentasi segera setelah pemberian obat (68,8%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa ketepatan pemberian obat oleh perawat sudah baik, namun masih terdapat kesenjangan pada beberapa indikator yang berpotensi meningkatkan risiko medication error. Selanjutnya pelatihan dan pengawasan yang berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan keselamatan pasien.
FAKTOR LINGKUNGAN KUALITAS UDARA DALAM RUANG (PARAMETER CO DAN PM 2.5) SERTA KONDISI FISIK RUMAH DENGAN GEJALA ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAHTUL YAMAN KOTA JAMBI TAHUN 2025 Zidan Ar'razaaq; Fajrina Hidayati; Hendra Dhermawan Sitanggang; Adelina Fitri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58265

Abstract

nfeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi penyumbang utama tingginya angka kesakitan pada balita di negara berkembang. Secara nasional, kasus ISPA pada balita melonjak hingga mencapai angka 34,2% di tahun 2023. Di wilayah Kota Jambi sendiri, Puskesmas Tahtul Yaman secara konsisten mencatatkan persentase kejadian tertinggi yang mencapai 64,84% pada tahun 2024. Penelitian kuantitatif ini dilakukan dengan tujuan utama untuk mengkaji kaitan antara kualitas udara dalam rumah, kondisi fisik bangunan, dan faktor perilaku dengan munculnya gejala ISPA pada balita. Studi cross-sectional ini melibatkan sampel sebanyak 109 balita yang ditarik melalui metode cluster random sampling. Variabel lingkungan dinilai secara objektif lewat pengukuran langsung di lapangan, sementara pengumpulan data perilaku menggunakan instrumen kuesioner terstruktur. Hasil uji Chi-Square memperlihatkan bahwa terdapat 44,0% balita di area ini mengalami gejala ISPA. Temuan utama membuktikan adanya hubungan korelasi yang bermakna antara gejala ISPA balita dengan ketersediaan ventilasi rumah (p=0,042; PR=1,63) dan jenis bahan bakar untuk memasak (p=0,006; PR=2,08). Di sisi lain, faktor PM2.5, CO, suhu, kelembapan, kebiasaan merokok, membakar sampah, dan obat nyamuk tidak memiliki kaitan signifikan (p>0,05). Kesimpulannya, sirkulasi udara yang minim serta penggunaan bahan bakar memasak yang kotor merupakan faktor pemicu utama tingginya kasus ISPA balita. Oleh karena itu, direkomendasikan pentingnya membuka jendela rutin.
LITERATUR REVIEW : EVALUASI PELAKSANAAN TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG KESEHATAN DI PUSKESMAS Zenitha Rahma; Kustia Anggereni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58266

Abstract

Implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan di Puskesmas merupakan pilar utama dalam pemenuhan hak asasi dasar kesehatan masyarakat publik. Kendati regulasi teknis nasional sudah diatur secara kokoh melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 6 Tahun 2024, realitas empiris di tingkat akar rumput menunjukkan adanya variasi dan kesenjangan pemenuhan target indikator yang cukup kompleks. Penelitian ini dirancang secara sistematis dengan tujuan untuk menganalisis derajat ketercapaian target indikator pelayanan dasar kesehatan serta mengidentifikasi seluruh faktor determinan operasional yang menjadi penghambat di Puskesmas. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka kualitatif non-eksperimental dengan desain Systematic Literature Review (SLR) yang mengikuti pedoman diagram alir PRISMA. Proses penelusuran artikel ilmiah diakses melalui pangkalan data Google Scholar periode 2021–2026. Berdasarkan hasil uji kelayakan kriteria inklusi dan eksklusi ketat, diperoleh 5 artikel jurnal utama yang valid untuk dianalisis lebih lanjut menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil sintesis naratif mengonfirmasi adanya dinamika fluktuasi capaian kinerja program yang bervariasi antar daerah. Meskipun beberapa wilayah berhasil menyentuh angka kumulatif tinggi hingga 94,26%, sebagian besar puskesmas secara konsisten gagal memenuhi target mutlak 100% pada indikator pelayanan esensial, seperti deteksi dini HIV, lansia, dan penderita hipertensi. Hambatan struktural utama dilaporkan berakar pada masalah manajemen internal, meliputi kelangkaan kuantitas staf, beban ganda akibat rangkap jabatan, keterbatasan anggaran daerah, serta minimnya logistik. Hambatan tersebut diperumit oleh faktor eksternal berupa rendahnya partisipasi aktif masyarakat. Kesimpulannya, pencapaian target SPM membutuhkan penguatan komunikasi lintas sektor dan pembenahan fungsi manajemen internal yang komprehensif.
PENGARUH EDUKASI MENGGUNAKAN VIDEO ANIMASI 3D PENANGANAN CHOKING TERHADAP PENGETAHUAN PADA ANGGOTA PMR SMK NEGERI 1 YOGYAKARTA aminatuzzuhrah aminatuzzuhrah; Istiqomah Rosidah; Gatot Suparmanto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58269

Abstract

Tersedak (choking) merupakan kondisi kegawatdaruratan yang dapat menyebabkan obstruksi jalan napas dan berpotensi fatal jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Pengetahuan tentang penanganan choking masih terbatas pada siswa, sehingga diperlukan metode edukasi yang efektif, salah satunya melalui video animasi 3D yang menarik dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan video animasi 3D tentang penanganan choking terhadap tingkat pengetahuan anggota PMR di SMK Negeri 1 Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 35 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang sebanyak 34 orang (97,1%), dan setelah intervensi meningkat menjadi kategori baik sebanyak 31 orang (88,6%). Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 (<0,05) yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Terdapat pengaruh yang signifikan dari edukasi menggunakan video animasi 3D terhadap peningkatan pengetahuan tentang penanganan choking pada anggota PMR SMK Negeri 1 Yogyakarta.
PENGARUH KONSELING KOGNITIF TERHADAP ACADEMIC ANXIETY DAN EMOTIONAL INTELLIGENCE PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN NURUL JADID Siti Qurrotul Fuady; Handono Fatkhur R; Ahmad Kholid Fauzi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58270

Abstract

Santri di pondok pesantren sering menghadapi tuntutan akademik ganda yang berasal dari pendidikan formal dan kegiatan kepesantrenan, sehingga berpotensi meningkatkan academic anxiety (kecemasan akademik) dan menurunkan emotional intelligence (kecerdasan emosional). Kecemasan akademik yang tinggi dapat mengganggu proses belajar, konsentrasi, serta kemampuan santri dalam mengelola emosi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui konseling kognitif yang membantu individu mengidentifikasi dan mengubah pola pikir negatif menjadi lebih rasional dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konseling kognitif terhadap academic anxiety dan emotional intelligence pada santri di Nurul Jadid. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Sampel penelitian berjumlah 84 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling, terdiri dari 42 responden pada kelompok intervensi dan 42 responden pada kelompok kontrol. Kelompok intervensi mendapatkan konseling kognitif, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi terdapat pengaruh yang signifikan terhadap academic anxiety dan emotional intelligence setelah pemberian konseling kognitif dengan nilai p-value 0,000 (<0,05), sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh nilai p-value 0,180 (>0,05) yang menunjukkan tidak terdapat perubahan yang signifikan. Disimpulkan bahwa konseling kognitif efektif dalam menurunkan kecemasan akademik dan meningkatkan kecerdasan emosional pada santri, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi psikologis untuk mendukung kesehatan mental dan keberhasilan akademik di lingkungan pesantren