cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
EKSPRESI DAN FUNGSI LONG NON-CODING RNA (lncRNA) PADA KARDIOMIOPATI: SYSTEMATIC REVIEW Sri Octa Handayani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58291

Abstract

Kardiomiopati merupakan kelompok penyakit miokardium yang ditandai oleh gangguan struktur dan fungsi jantung yang tidak disebabkan oleh penyakit arteri koroner, hipertensi, kelainan katup, maupun penyakit jantung kongenital. Meskipun tata laksana telah berkembang, angka mortalitas lima tahun pada stadium lanjut masih mencapai 20–50%. Dalam beberapa tahun terakhir, long non-coding RNA (lncRNA) diketahui memiliki peran penting dalam regulasi molekuler sistem kardiovaskular. lncRNA merupakan molekul RNA non-penyandi dengan panjang lebih dari 200 nukleotida yang mampu mengatur proses epigenetik, transkripsi, dan pasca-transkripsi. Systematic review ini bertujuan mengevaluasi bukti ilmiah terkini mengenai pola ekspresi, mekanisme molekuler, dan potensi klinis long non-coding RNA (lncRNA) pada kardiomiopati dilatasi (DCM), hipertrofik (HCM), dan iskemik (ICM). Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan MDPI untuk publikasi tahun 2018–2026 menggunakan pedoman PRISMA 2020. Dari 1.432 artikel yang teridentifikasi, 35 studi memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian mengidentifikasi 13 lncRNA yang teregulasi secara signifikan (|log2FC| ≥1,5; p<0,05), termasuk MHRT, Mhrt779, MALAT1, HOTAIR, KCNQ1OT1, dan CARMEN, yang bekerja melalui mekanisme competing endogenous RNA (ceRNA), modifikasi kromatin epigenetik, interaksi protein-RNA, dan regulasi pasca-transkripsi. Beberapa lncRNA menunjukkan potensi diagnostik non-invasif dengan AUC 0,82–0,91 pada spesimen plasma. Temuan ini mengindikasikan bahwa lncRNA berpotensi sebagai biomarker diagnostik dan target terapi inovatif pada kardiomiopati, meskipun validasi klinis prospektif berskala besar masih diperlukan.
POTENSI EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) SEBAGAI AGEN ANTIINFLAMASI PADA DERMATITIS ATOPIK: TINJAUAN LITERATUR Maya Ulfah; Andriansyah Andriansyah; M. Kevin Abdul Fathir; Nadia Asy-syifa Nugraha; Nabilla Putri Dinanti; Vika Aulia Royani; M. Hafizh Ramadhan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58293

Abstract

Dermatitis atopik merupakan penyakit kulit inflamasi kronik dan berulang yang prevalensinya terus meningkat pada berbagai kelompok usia di seluruh dunia. Pendekatan terapi berbasis bahan alam menjadi alternatif yang semakin diminati, salah satunya adalah pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera) yang mengandung senyawa aktif antiinflamasi. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi ekstrak daun kelor sebagai agen antiinflamasi dalam penatalaksanaan dermatitis atopik berdasarkan bukti ilmiah terkini. Tinjauan literatur dilakukan secara sistematis dengan menelusuri artikel pada basis data PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci Moringa oleifera, antiinflamasi, dan dermatitis atopik. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi mencakup studi in vitro, in vivo, dan tinjauan ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2014–2025. Ekstrak daun kelor terbukti menurunkan produksi mediator proinflamasi (NO, PGE2, TNF-α, IL-1β, IL-6) pada sel keratinosit HaCaT melalui penghambatan jalur NF-κB, MAPK, AP-1, dan inflammasome NLRP3. Pada model dermatitis atopik murine, ekstrak ini memperbaiki skor dermatitis, mengurangi infiltrasi sel mast, serta menurunkan kadar IgE. Formulasi nanospray yang dikombinasikan dengan minyak serai (Cymbopogon citratus) dinilai mampu meningkatkan penetrasi dan bioavailabilitas senyawa aktif secara topikal. Moringa oleifera memiliki potensi besar sebagai agen antiinflamasi alami untuk dermatitis atopik, dan pengembangan formulasi nanospray merupakan inovasi yang menjanjikan untuk meningkatkan efektivitas terapi topikal berbasis herbal.
PENERIMAAN PERAWAT DALAM PENDOKUMENTASIAN KEPERAWATAN MENGGUNAKAN RME (REKAM MEDIS ELEKTRONIK) BERDASARKAN TEORI TAM (TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL) Hoiriyah Arifa; Husnul Khotimah; Vivin Nur Hafifah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58294

Abstract

Perkembangan informasi yang pesat di berbagai bidang telah menjadi fenomena di seluruh dunia pada zaman modern tidak terkecuali bidang Kesehatan. Salah satu contohnya ialah  penggunaan sistem informasi dalam perawatan Kesehatan,Tujuan utama dari perubahan penggunaan dari manual ke elektronik adalah untuk meningkatkan kualitas layanan dengan berbagi informasi antara penyedia layanan Kesehatan, meningkatkan dokumentasi perawatan pasien dan menghemat biaya, meningkatkan produktivitas dan dapat menjadi pengambilan keputusan tepat waktu, dan juga membawa dampak positif bagi kemajuan dibidang penyimpanan berkas atau arsip berkas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologis. Yang bertujuan untuk mendalami dan memahami penerimaan perawat dalam pendokumentasian keperawatan menggunakan RME di Rs Rizani Paiton Probolinggo. Empat partisipan yang memenuhi kriteria. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam dan observasi. Analisa menggunakan Analisa colaizzi Penelitian ini menemukan bahwa perawat memandang RME membawa manfaat dan kemudahan bagi kualitas pendokumentasian keperawatan. Perawat menunjukkan sikap positif dan niat kuat untuk terus menggunakan walaupun masih banyak terdapat kendala. Secara kesuluruhan RME dapat membantu perawat membantu meningkatkan efektivitas kerja. Namun masih perlu adanya evaluasi untuk pengembangan RME kedepannya. Secara umum, perawat menerima penggunaan RME dalam pendokumentasian keperawatan dengan baik, didorong oleh persepsi manfaat dan kemudahan. Sikap positif dan pengalaman penggunaan aktual sehingga mendukung keberlanjutan implementasi RME di Rumah Sakit Rizani. Sekalipun system RME belum sempurna hal ini tidak menghalangi penerimaan RME dan pemakaian RME secara aktif.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN MENARCHE DINI PADA REMAJA SANTRI USIA 12-15 TAHUN Imamatus Zahrah; S. Tauriana; Zainal Munir
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58295

Abstract

Menarche merupakan indikator awal kematangan seksual pada remaja putri yang ditandai dengan perubahan fisiologis, biologis, serta emosional. Dalam beberapa dekade terakhir, usia Menarche mengalami penurunan signifikan, dari rata-rata 14 tahun menjadi di bawah 12 tahun. Fenomena Menarche dini ini menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko kesehatan jangka panjang seperti penyakit kardiovaskular dan kanker payudara. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian Menarche dini. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan populasi sebanyak 1179 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus slovin dan diperoleh sampel sebanyak 299 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Analisa data uji bivariat dengan Chi-Square dan uji multivariat menggunakan regresi logistik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2024. Hasil yang diperoleh setelah dilakukan dengan uji bivariat chi-square dan multivariate uji regresi logistic. Status Menarche ibu (genetik) p value = 0,997, status Gizi p value = 0,000, konsumsi junk food p value = 0,000 paparan meda massa p value = 0,000, konsumsi junk food merupakan faktor paling dominan terhadap kejadian Menarche dini pada Remaja santri Di Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo. Pondok pesantren diharapkan dapat lebih memperhatikan aspek pola makan dan konsumsi harian santriwati dengan menyediakan makanan bergizi seimbang dan membatasi akses terhadap makanan cepat saji (junk food). Selain itu, penting bagi pesantren untuk memberikan edukasi secara rutin tentang kesehatan reproduksi dan dampak negatif paparan media massa yang tidak sesuai usia, melalui kerja sama dengan tenaga kesehatan atau institusi pendidikan.
PERAN PSIKOTERAPI SUPORTIF PADA PASIEN SKIZOFRENIA PARANOID DI RAWAT INAP PSIKIATRI : TINJAUAN KASUS Ika Nur Fitriana; Dyani Pitra Velyani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58296

Abstract

Psikoterapi suportif adalah tatalaksana diadik yang menggunakan pendekatan langsung untuk mengurangi gejala dan mempertahankan perbaikan, memulihkan, atau meningkatkan harga diri, fungsi ego, dan keterampilan adaptif. Psikoterapi suportif efektif diberikan pada pasien dengan skizofrenia paranoid. Wanita 30 tahun dengan Skizofrenia Paranoid Episodik Berulang, perubahan perilaku muncul pertama kali saat usia 22 tahun dengan riwayat ketidakpatuhan pengobatan, kekambuhan, perawatan berulang, dan pernah mengalami durasi gangguan tanpa pengobatan selama beberapa tahun akibat pengetahuan kurang adekuat serta kepercayaan keluarga terhadap hal mistis. Pemberian tatalaksana multimodal berupa farmakologi dan psikoterapi suportif dilakukan pada pasien di rawat inap. Psikoterapi suportif dipilih dan dinilai sebagai modalitas psikoterapi yang tepat untuk pasien dengan skizofrenia. Dalam artikel ini, dijelaskan langkah berupa penilaian secara komprehensif untuk membuat formulasi kasus melalui pendekatan psikoanalitik, penetapan target sesuai masalah pasien, serta penggunaan beberapa teknik psikoterapi suportif. Didapatkan perbaikan pada skor total Positive and Negative Syndrome Scale (PANSS) lebih dari 50% pasca rawat inap, perbaikan tilikan, kemampuan mekanisme koping pasien lebih adaptif dalam mengelola rasa frustasinya, dan penurunan angka kekambuhan. Peran psikoterapi suportif mampu membantu pasien dengan skizofrenia paranoid membentuk aliansi terapeutik yang baik dengan terapi, mengurangi gejala klinis, meningkatkan self-esteem, memperbaiki fungsi ego, membentuk perilaku dan keterampilan yang lebih adaptif.
EFEKTIVITAS SIPPING ICE CUBES THERAPY TERHADAP RASA HAUS PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE ON HEMODIALISIS Nurhidayah Nurhidayah; Taufik Septiawan; Rusni Masnina; Faried Rahman Hidayat
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58301

Abstract

ABSTRAKChronic Kidney Disease (CKD) merupakan penyakit ginjal kronik yang bersifat progresif dan irreversibel serta memerlukan terapi hemodialisis jangka panjang. Pasien yang menjalani hemodialisis sering mengalami rasa haus akibat pembatasan asupan cairan, yang dapat menurunkan kenyamanan serta meningkatkan risiko ketidakpatuhan terhadap terapi. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi nonfarmakologis yang efektif, sederhana dan mudah diterapkan dalam praktik klinik keperawatan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sipping ice cubes therapy dalam menurunkan tingkat rasa haus pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Metode penelitian ini menggunakan desain analisis praktik klinik dengan pendekatan studi kasus pada satu pasien CKD stadium 5. Intervensi dilakukan sebanyak tiga kali dalam periode 31 Desember 2025 hingga 7 Januari 2026. Tingkat rasa haus diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor rasa haus secara konsisten pada setiap sesi, yaitu dari 4 menjadi 0 pada hari pertama, dari 6 menjadi 2 pada hari kedua dan dari 7 menjadi 3 pada hari ketiga serta disertai peningkatan kenyamanan pasien secara subjektif dan objektif. Simpulan sipping ice cubes therapy efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan rasa haus pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis serta berpotensi meningkatkan kepatuhan terhadap pembatasan cairan dalam pelayanan kesehatan.
SCOPING REVIEW: DETERMINAN KETIDAKLENGKAPAN DATA REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT Irish Zegenny mailuhuw; Untung Slamet Suhariyono; Achmad Jaelani Rusdi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58309

Abstract

Ketidaklengkapan pengisian rekam medis masih menjadi permasalahan yang sering ditemukan di rumah sakit, baik pada sistem rekam medis manual, elektronik, maupun hybrid. Kondisi ini dapat memengaruhi mutu pelayanan kesehatan, kesinambungan pelayanan pasien, aspek hukum, serta kualitas data yang digunakan dalam pelaporan dan pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan determinan ketidaklengkapan rekam medis berdasarkan aspek sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta metode atau kebijakan rumah sakit. Penelitian menggunakan metode scoping review dan penelusuran artikel dilakukan menggunakan Google Scholar dan Research Rabbit dengan rentang publikasi tahun 2020–2025. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi kemudian dianalisis dan dikelompokkan berdasarkan faktor-faktor yang memengaruhi kelengkapan rekam medis. Sebanyak 17 artikel terpilih dan digunakan sebagai sumber data dalam penelitian ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor sumber daya manusia merupakan determinan yang paling dominan, ditemukan pada 16 dari 17 artikel yang dianalisis. Faktor tersebut meliputi rendahnya pengetahuan dan pemahaman petugas, kurangnya kepatuhan terhadap prosedur, tingginya beban kerja, serta keterbatasan jumlah tenaga kesehatan. Faktor sarana dan prasarana mencakup keterbatasan fasilitas pendukung, gangguan sistem informasi, dan kurang memadainya perangkat yang digunakan. Sementara itu, faktor metode meliputi belum optimalnya penerapan standar operasional prosedur (SOP), kurangnya monitoring dan evaluasi, serta lemahnya pengawasan terhadap pengisian rekam medis. Disimpulkan bahwa ketidaklengkapan rekam medis dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, dengan aspek sumber daya manusia sebagai faktor dominan. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan berkelanjutan, penyediaan sarana yang memadai, serta penguatan kebijakan dan pengawasan untuk meningkatkan kelengkapan rekam medis dan mutu pelayanan kesehatan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MENYIKAT GIGI MELALUI EDUKASI MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI PADA ANAK Novarita Mariana Koch; Jean Henry Raule; Sheren Christina Dalisang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58311

Abstract

Pengetahuan dapat menciptakan perubahan tindakan bagi seseorang, terutama anak-anak.  Dalam konteks kesehatan oral, penguasaan teknik menyikat gigi pada kelompok usia 9–12 tahun menjadi strategi kunci untuk meningkatkan derajat kesehatan gigi. Video animasi memungkinkan anak-anak untuk dapat lebih memperhatikan informasi yang diberikan dan menangkap informasi yang disajikan. Maka, penting untuk dilakukan penelitian terkait edukasi menggunakan media animasi pada anak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode video animasi pada level pengetahuan menyikat gigi pada anak usia 9-12 tahun. Jumlah sampel pada penelitian adalah 35 anak. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan metode eksperimen semu (quasi-eksperimen) one-group pretest-posttest. Penelitian dilakukan pada anak Panti Asuhan Bakti Mulia, Manado. Klasifikasi pengetahuan dilakukan pada kriteria baik, dan kurang baik. Video animasi disajikan terkait dengan cara menyikat gigi. Hasil penelitian berdasarkan analisis menggunakan uji statistik Wilcoxon diperoleh perbedaan yang bermakna (signifikan) dilihat dari nilai p = 0,000 < α = 0,05.  Penelitian menunjukkan  sebagian besar mempunyai kriteria baik sebanyak 32 responden (91%) dan kriteria kurang baik sebanyak 3 responden (9%) pada pre-test, dan 100% anak mempunyai kriteria baik pada post-test. Video animasi memiliki kelebihan dalam menampilkan karakter serta visual yang menarik minat anak sekaligus belajar tentang kesehatan gigi. Kesimpulan penelitian ini adalah video animasi promosi kesehatan  gigi berpengaruh untuk meningkatkan pengetahuan menyikat gigi pada anak usia 9-12 tahun.
HUBUNGAN RELIGIUSITAS DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA REMAJA MUSLIM DI SMA MUHAMMADIYAH PURWODADI Nila Dyah Nur Bintih; Ratih Widayati; Bintang Tatius Nashrullah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58312

Abstract

Gangguan depresi pada usia remaja merupakan salah satu masalah psikologis yang dapat dipengaruhi oleh berbagai aspek kehidupan, salah satunya religiusitas. Kurangnya religiusitas pada diri seseorang mengakibakan rentan terjadinya depresi yang diawali dari stress yang berlebih sehingga mengaktifkan saraf simpatis tanpa perlawanan dari saraf parasimpatis. Dimana gangguan dari ketidakeimbangan neurotransmitter berupa serotonin, dopamin dan norepinefrin. Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat religiusitas dan tingkat depresi pada remaja Muslim di SMA Muhammadiyah Purwodadi. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kuantitatif observasional analitik dengan metode pendekatan desain cross sectional. Responden penelitian adalah 72 siswa kelas X SMA Muhammadiyah Purwodadi yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner religiusitas berdasarkan dimensi Margatot (2017) dan Beck Depression Inventory-II (BDI-II) untuk tingkat depresi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Korelasi Rank Spearman dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki religiusitas cukup (51,4%) dan tidak mengalami depresi (61,1%). Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara religiusitas dan tingkat depresi (p=0,000) dengan koefisien korelasi (r=-0,705), yang menunjukkan hubungan negatif kuat. Maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara religiusitas dan tingkat depresi pada remaja Muslim di SMA Muhammadiyah Purwodadi.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI MELALUI LEAFLET TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KEHAMILAN DILUAR NIKAH Siti Hajrianti; Nining Ariesti; Susiyanti Susiyanti; Rahmah Diani Safitri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58313

Abstract

Kehamilan di luar nikah pada remaja merupakan masalah kesehatan reproduksi yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi melalui leaflet terhadap pengetahuan remaja putri tentang kehamilan di luar nikah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi melalui media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang kehamilan diluar nikah di SMP Karya Bakti Kota Palu Sulawesi Tengah. Metode penelitian ini menggunakan menggunakan desain one group pretest-posttest dengan jumlah sampel 35 remaja putri. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah pemberian leaflet. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis menggunakan program statistik SPSS versi 24 dan dianalisis dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan sebelum intervensi sebesar 1,57 dan setelah intervensi menjadi 1,20. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah pemberian pendidikan kesehatan melalui leaflet. Disimpulkan bahwa media leaflet berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang kehamilan diluar nikah di SMP Karya Bakti Kota Palu Sulawesi Tengah.