cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
PENGARUH JUS NANAS (ANANAS COMOSUS) TERHADAP KEPUTIHAN PADA WANITA USIA SUBUR Nurrahmaton Nurrahmaton; Novy Ramini Harahap; Sri Juliani; Aja Nisa Arisma
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58214

Abstract

Keputihan merupakan gangguan kesehatan reproduksi yang sering dialami wanita usia subur (WUS). Di Dusun III Desa Helvetia Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang ditemukan 15 wanita usia subur mengalami keputihan dengan gejala seperti keluarnya lendir berlebih, berbau tidak sedap, dan rasa gatal. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, ketidakseimbangan hormon, serta kurangnya pengetahuan dalam menjaga kebersihan organ intim. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi keputihan adalah jus nanas (Ananas comosus) karena mengandung bromelin dan flavonoid yang bersifat antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus nanas terhadap keputihan pada wanita usia subur di Dusun III Desa Helvetia Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 15 wanita usia subur yang mengalami keputihan dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi dilakukan dengan pemberian jus nanas sebanyak 100 ml per hari selama 14 hari. Data dikumpulkan melalui kuesioner pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan gejala keputihan setelah pemberian jus nanas dengan nilai p-value 0,002 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan pemberian jus nanas terhadap keputihan. Disimpulkan bahwa jus nanas efektif mengurangi keputihan pada wanita usia subur dan dapat dijadikan terapi komplementer untuk menjaga kesehatan reproduksi.  
PENGARUH TERAPI AKUPRESUR TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WENANG KOTA MANADO Fitria Nurmala Karepesina; Norman Alfiat Talibo; Rizkan Halalan Djafar
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58217

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang prevalensinya terus meningkat secara global dan nasional. Di Sulawesi Utara, Kota Manado mencatat prevalensi DM tertinggi sebesar 3,45%. Kondisi kronis yang tidak dapat disembuhkan ini sering kali memicu masalah psikologis pada penderitanya, terutama kecemasan. Terapi akupresur sebagai pengobatan komplementer dengan stimulasi titik meridian diyakini dapat merangsang hormon endorfin dan serotonin untuk menciptakan relaksasi dan menurunkan tingkat kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi akupresur terhadap tingkat kecemasan pada penderita Diabetes Melitus di wilayah kerja Puskesmas Wenang Kota Manado. Desain penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan rancangan one group pre-test and post-test. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 21 responden teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kecemasan adalah kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan SOP Teknik Akupresur. Penelitian dilaksanakan selama 3 minggu dan Analisis data menggunakan uji statistik Paired Sample t-test. Hasil penelitian di dapatkan nilai rata-rata skor kecemasan sebelum intervensi (pre-test) adalah 22.80 (kecemasan sedang) dan nilai rata-rata skor kecemasan sesudah intervensi menurun menjadi 17,52 (kecemasan ringan). Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian terapi akupresur terhadap penurunan tingkat kecemasan. Kesimpulan dalam penelitian ini terapi akupresur efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada penderita Diabetes Melitus dengan pemberian sesuai SOP selama 3 minggu. Kesimpulan Terapi ini dapat dijadikan sebagai intervensi non-farmakologis mandiri bagi penderita DM untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis dan membantu stabilitas kondisi fisiologis mereka.  
REVIEW ARTIKEL : MANAJEMEN TERAPI HIPERTENSI RESISTEN PADA PASIEN DENGAN BERBAGAI KOMORBIDITAS Noval Tunggal Arya Rezky; Naya Wahyu Anindiya; Febriana Putri Rohmayani; Haulya Razkianita; Siti Maesarah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58220

Abstract

Hipertensi resisten merupakan kondisi tekanan darah tetap tidak terkontrol meskipun telah menggunakan tiga atau lebih obat antihipertensi dalam dosis optimal. Keadaan ini menjadi krusial dan kompleks bila disertai komorbiditas seperti diabetes melitus dan penyakit ginjal kronis, sehingga mempersulit strategi pengelolaan terapi. Tujuan penelitian ini adalah meninjau pendekatan terapi hipertensi resisten pada pasien komorbid untuk mengidentifikasi strategi pengelolaan yang paling efektif. Studi ini menggunakan metode literature review terhadap artikel ilmiah (original research) berbahasa Indonesia atau Inggris pada rentang tahun 2015–2025 yang tersedia dalam bentuk full-text. Hasil peninjauan menunjukkan pendekatan terapi kini bertumpu pada profil klinis spesifik pasien. Finerenon menjadi opsi ideal untuk pasien penyakit ginjal kronis karena menekan albuminuria dengan risiko hiperkalemia minim, sementara klortalidon dosis rendah dapat digunakan untuk target albuminuria tinggi dengan pengawasan kreatinin ketat. Pada diabetes melitus tipe 2, baxdrostat menunjukkan efektivitas tertinggi dalam menurunkan tekanan darah sistolik. Kasus renin rendah memerlukan spironolakton atau amilorid disertai pemantauan kalium. Aprocitentan efektif untuk kontrol jangka panjang jika efek edema awalnya dikelola dengan diuretik. Bagi pasien dengan aldosteronisme primer, tindakan bedah adrenalektomi unilateral memberikan tingkat kesembuhan hingga 98%. Simpulan dari studi ini adalah tata laksana terapi hipertensi resisten wajib disesuaikan dengan jenis komorbiditas pasien, mengingat setiap regimen pengobatan memiliki karakteristik, keunggulan, serta risiko klinis yang berbeda.
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS PADA IBU HAMIL TRIMESTER I Melda Melda; Mahfuzhah Deswita Puteri; Alit Suwandewi; Suryati Suryati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58228

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan salah satu masalah gizi yang berdampak pada kesehatan ibu dan janin. Prevalensi KEK di Indonesia mencapai 17,3% dan merupakan salah satu penyebab utama komplikasi kehamilan. Salah satu faktor risiko utama terjadinya KEK adalah rendahnya kadar hemoglobin (HB) pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar HB dengan kejadian KEK pada ibu hamil trimester I di wilayah kerja Puskesmas Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 186 responden ibu hamil trimester I. Data sekunder diperoleh dari rekam medis di dua Puskesmas, yaitu Kuin Raya dan Pekauman, yang meliputi kadar HB dan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA). Analisis data dilakukan dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian ini menunjukkan korelasi yang signifikan antara kadar hemoglobin pada kejadian KEK, dengan p-value 0,000 (p< 0,05). Simpulan penelitian menunjukkan bahwa kadar hemoglobin merupakan faktor yang berhubungan kuat dengan kejadian KEK pada ibu hamil.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN KEJADIAN PRE EKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS KOTA BANJARMASIN Wahdatun Nisa; Mahfuzhah Deswita Puteri; Rohni Taufika Sari; Pratiwi Puji Lestari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58229

Abstract

Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang berkontribusi besar terhadap morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. Status gizi ibu hamil yang tercermin melalui Indeks Massa Tubuh (IMT) diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kejadian preeklampsia. IMT berlebih dan obesitas dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik dan vaskular selama kehamilan, meskipun hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan ketidakkonsistenan. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di wilayah Puskesmas Kota Banjarmasin. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,418 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kejadian preeklampsia. Namun, secara proporsi terlihat adanya kecenderungan peningkatan kejadian preeklampsia pada ibu hamil dengan IMT lebih tinggi. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil. Meskipun demikian, IMT tetap perlu diperhatikan sebagai bagian dari pemantauan status gizi selama kehamilan karena adanya kecenderungan peningkatan risiko pada IMT berlebih. Penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar dan pengendalian faktor perancu diperlukan.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI DESA TENAM UPTD PUSKESMAS TENAM KABUPATEN BATANGHARI Muhammad Rizky; Fajrina Hidayati; Oka Lesmana S; Vinna Rahayu Ningsih
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Desa Tenam wilayah kerja UPTD Puskesmas Tenam Kabupaten Batanghari tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional dan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian sebanyak 220 balita dengan jumlah sampel 47 balita yang diperoleh menggunakan rumus Lemeshow dan dipilih dengan teknik simple random sampling. Variabel independen meliputi kadar PM₂.₅ udara rumah, suhu udara rumah, kelembaban udara rumah, aktivitas perokok serumah, penggunaan obat anti nyamuk, dan luas ventilasi rumah, sedangkan variabel dependen adalah kejadian ISPA pada balita. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara menggunakan kuesioner, serta pengukuran lingkungan menggunakan Particulate Dust Meter DAZ-400 dan roll meter. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% serta perhitungan Prevalence Ratio (PR). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kadar PM₂.₅ udara rumah (p<0,001), suhu udara rumah (p=0,023), dan aktivitas perokok serumah (p=0,013) dengan kejadian ISPA pada balita. Sementara itu, kelembaban udara rumah, penggunaan obat anti nyamuk, dan luas ventilasi rumah tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian ISPA pada balita. Faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Desa Tenam adalah kadar PM₂.₅ udara rumah, suhu udara rumah, dan aktivitas perokok serumah. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian kualitas udara dalam rumah dan peningkatan perilaku hidup sehat untuk mencegah kejadian ISPA pada balita.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN INJEKSI INSULIN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Rizky Maulidatul Hasanah; Husnul Khotimah; Baitus Sholehah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58236

Abstract

Diabetes melitus (DM) menjadi salah satu masalah kesehatan utama masyarakat global terbesar disebagian besar negara maju dan berkembang yang telah mencapai tingkat mengkhawatirkan. Penyakit DM tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dikontrol dengan meningkatkan kepatuhan pemberian insulin setiap hari untuk mengatur jumlah glukosa dalam darah sehingga dapat mencegah komplikasi yang mungkin akan timbul. Untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan pasien Diabetes melitus (DM) tipe 2 dalam penggunaan injeksi insulin di Rumah Sakit Umum Daerah Besuki. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan populasi pasien DM tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Besuki yang berjumlah 182. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus sampel dan diperoleh sampel sebanyak 125 orang. Analisa data yang digunakan adalah uji bivariat dengan Rank Spearman dan di uji multivariat menggunakan Regresi Logistic. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Besuki Pada Bulan Februari 2025. Hasil yang diperoleh setelah dilakukan uji bivariat dengan rank spearman dan uji multivariat menggunakan regresi logistic, menunjukkan pengetahuan dengan p value = 0,031, pendidikan dengan p value = 0,050, dan dukungan keluarga dengan p value = 0,005. Tidak terdapat hubungan antara usia dan ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan dengan kepatuhan penggunaan injeksi insulin. Dukungan keluarga merupakan faktor paling dominan terhadap kepatuhan penggunan injeksi insulin pada pasien Diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Besuki.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEKAMBUHAN PASIEN GANGGUAN JIWA DI RSJD DR. SAMSI JACABOLIS Endang Rahayu; Nurwijaya Fitri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58240

Abstract

Gangguan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan yang terus meningkat dan sering disertai kekambuhan yang berdampak pada kualitas hidup pasien serta beban keluarga dan fasilitas kesehatan. Kekambuhan pada pasien gangguan jiwa dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya dukungan keluarga, kepatuhan minum obat, dan dukungan lingkungan sekitar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kekambuhan pasien gangguan jiwa di RSJD dr. Samsi Jacabolis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode survei analitik dan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 88 responden menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner mengenai dukungan keluarga, kepatuhan minum obat, dukungan lingkungan sekitar, dan kejadian kekambuhan. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 47 (53,4%) responden memiliki dukungan keluarga kurang baik, dan 41 (46,6%) responden yang memiliki dukungan keluarga baik dengan (p=0,026), kepatuhan minum obat yaitu 34 (38,6%) responden yang tidak patuh dan 54 (61,4%) responden yang patuh dengan (p=0,030). Adapun dukungan lingkungan sekitar tidak mendukung yaitu 32 (36,4%) responden, dan 56 (63,3%) mendukung dengan (p=0,032). Karena p=value <0,05 maka disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga, kepatuhan minum obat serta hubungan antara dukungan lingkungan sekitar dengan kekambuhan.
HUBUNGAN ASUPAN MAKRONUTRIEN, MASSA TUBUH TANPA LEMAK, DAN VO₂ MAKS ATLET RENANG Muhammad Syaifuddin Nur Ramadhanu; Mahmud Aditya Rifqi; Satila Zalianty Zen
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58245

Abstract

VO₂ Maks merupakan indikator utama daya tahan kardiorespirasi yang mencerminkan kemampuan tubuh dalam mengangkut dan memanfaatkan oksigen selama aktivitas fisik. Pada atlet renang remaja, kapasitas aerobik dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk asupan zat gizi dan komposisi tubuh. Kecukupan makronutrien berperan dalam menyediakan energi dan mendukung proses adaptasi latihan, sedangkan Massa Tubuh Tanpa Lemak (Lean Body Mass/LBM) berhubungan dengan kapasitas metabolik tubuh. Namun, penelitian yang mengkaji hubungan antara asupan makronutrien, LBM, dan VO₂ Maks pada atlet renang remaja di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan energi, karbohidrat, protein, lemak, serta Massa Tubuh Tanpa Lemak dengan VO₂ Maks pada atlet renang remaja. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 70 atlet renang berusia 12–19 tahun dari Klub Renang Petrokimia Gresik dan Suryanaga Surabaya dipilih menggunakan teknik total sampling. Asupan makronutrien diukur menggunakan metode food recall 3×24 jam, komposisi tubuh diukur melalui skinfold thickness, dan VO₂ Maks diestimasi menggunakan Multistage Fitness Test (MFT). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan karbohidrat (p=0,041) dan protein (p=0,025) memiliki hubungan signifikan dengan VO₂ Maks. Sebaliknya, asupan energi (p=0,609), lemak (p=0,784), persentase lemak tubuh (p=0,341), dan Massa Tubuh Tanpa Lemak (p=0,816) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Disimpulkan bahwa kecukupan asupan karbohidrat dan protein berperan penting dalam mendukung daya tahan kardiorespirasi atlet renang remaja, sedangkan komposisi tubuh dan asupan energi maupun lemak tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan VO₂ Maks.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN RETENSIO PLASENTA: TINJAUAN LITERATUR Rini Gustina Sari; Ulfa Audia; Angel Laura Sukma
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58251

Abstract

Retensio plasenta merupakan salah satu komplikasi obstetri yang berkontribusi terhadap tingginya Angka Kematian Ibu akibat perdarahan postpartum. Kondisi ini terjadi ketika plasenta belum lahir lebih dari 30 menit setelah bayi lahir dan dapat menyebabkan perdarahan hebat, syok, infeksi, hingga kematian Ibu apabila tidak segera ditangani. Berbagai faktor predisposisi diduga memengaruhi kejadian retensio plasenta, seperti usia Ibu, paritas, riwayat abortus, riwayat curettage, anemia, kehamilan ganda, jenis persalinan, kontraksi uterus, dan riwayat persalinan sebelumnya. Namun, hasil penelitian terkait faktor-faktor tersebut masih menunjukkan variasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kejadian retensio plasenta berdasarkan kajian literature review. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan menelaah enam belas artikel ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 2021–2025. Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil penelitian dari masing-masing artikel untuk mengidentifikasi faktor yang paling dominan terhadap kejadian retensio plasenta. Hasil kajian menunjukkan bahwa usia Ibu, riwayat curettage, anemia, kehamilan ganda, jenis persalinan, kontraksi uterus, dan riwayat persalinan sebelumnya memiliki hubungan signifikan terhadap kejadian retensio plasenta. Sementara itu, paritas dan riwayat abortus menunjukkan hasil yang tidak konsisten dan cenderung tidak memiliki hubungan bermakna secara statistik. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa retensio plasenta merupakan komplikasi multifaktorial sehingga diperlukan deteksi dini faktor risiko, peningkatan kualitas antenatal care, serta penatalaksanaan persalinan yang optimal untuk menurunkan risiko komplikasi dan kematian Ibu.