cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN STIGMA TERHADAP PELAKSANAAN FUNGSI PERAWATAN KESEHATAN KELUARGA ODGJ DI RSJD Dr. SAMSI JACABOLIS KEPULAUAN BANGKA BELITUNG TAHUN 2025 Dwi Jeniska violita; Nurwijaya Fitri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58271

Abstract

Gangguan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup serius. Orang dengan Gangguan Jiwa  membutuhkan peran dan dukungan keluarga yang memadai untuk mendukung proses pemulihan serta menurunkan risiko kekambuhan. Akan tetapi, keberadaan stigma yang masih berkembang di masyarakat, termasuk dalam lingkungan keluarga, sering kali menjadi hambatan dalam optimalisasi pelaksanaan fungsi perawatan kesehatan keluarga. Tujuan:  penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan stigma dengan pelaksanaan fungsi perawatan kesehatan keluarga pada ODGJ di RSJD dr. Samsi Jacabolis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 88 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin dan teknik consecutive sampling. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga yang baik sebanyak 75 orang (85,2%), sedangkan 13 orang (14,8%) memiliki dukungan keluarga yang kurang baik dengan nilai p = 0,00. Selain itu, mayoritas responden menunjukkan tingkat stigma rendah sebanyak 63 orang (71,6%), sementara 25 orang (28,4%) mengalami stigma tinggi dengan nilai p = 0,00. Nilai p < 0,05 mengindikasikan adanya hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dan stigma dengan pelaksanaan fungsi perawatan kesehatan keluarga. Simpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan stigma terhadap pelaksanaan fungsi perawatan kesehatan keluarga pada ODGJ. Dukungan keluarga yang optimal berperan dalam meningkatkan kualitas dan efektivitas perawatan, sedangkan stigma yang tinggi dapat menjadi faktor penghambat dalam pelaksanaan fungsi perawatan kesehatan keluarga.  
ANALISIS MANAJEMEN PENGELOLAAN SAMPAH DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR TAHUN 2025 Siti Aisyah; Arnild Augina Mekarisce; Andree Aulia Rahmat; Oka Lesmana S.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58273

Abstract

Pengelolaan sampah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur menghadapi berbagai kendala ditandai meningkatnya timbulan sampah, adanya praktik pembakaran dan pembuangan sampah kesungai, berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, sehingga diperlukan manajemen pengelolaan sampah yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pengelolaan sampah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur menggunakan pendekatan PDCA. Penelitian ini metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Informan ditentukan menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari 10 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi kemudiaan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pengelolaan sampah telah mengacu pada peraturan dan dokumen Jakstrada Namun belum tersosialisasi ke masyarakat terkait perencanaan tersebut. Pelaksanaan pengelolaan sampah belum berjalan maksimal, ditandai dengan belum optimalnya kegiatan pengurangan sampah berbasis 3R, pemilahan sampah dari sumber, serta cakupan pelayanan yang belum menjangkau seluruh wilayah. Keterbatasan sumber daya manusia, anggaran, sarana prasarana, dan rendahnya partisipasi masyarakat menjadi kendala utama. Tahap pengecekan telah dilakukan melalui monitoring rutin, tetapi belum disertai pengukuran capaian target secara spesifik, sedangkan tindak lanjut masih berfokus pada penyelesaian masalah operasional dan belum menghasilkan perbaikan sistem yang berkelanjutan. Dapat disimpulkan bahwa manajemen pengelolaan sampah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur telah menerapkan siklus PDCA, namun implementasinya belum optimal sehingga diperlukan penguatan partisipasi masyarakat, penyediaan sumber daya, serta sistem evaluasi yang lebih terukur untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah.
DAMPAK PAPARAN POLUSI UDARA TERHADAP KESEHATAN : STUDI LITERATUR REVIEW Yana Afrina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58277

Abstract

Polusi udara merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia, yang berdampak signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas. Polusi udara dapat disebabkan oleh berbagai aspek seperti kegiatan industri, pembangkit listrik, musim kemarau, erupsi gunung berapi, dan pergerakan angin. Namun terdapat satu penyebab yang paling menunjang polusi udara adalah emisi kendaraan bermotor atau transportasi darat yang menyumbang emisi karbon monoksida (CO), sehingga memicu meningkatnya polusi udara. Menurut laporan World Health Organization paparan polusi udara menyebabkan sekitar tujuh juta kematian prematur setiap tahun, terutama akibat penyakit kardiovaskular, kanker paru, dan penyakit pernapasan kronis. Pada kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan, masalah pencemaran udara telah menjadi isu kesehatan masyarakat yang sangat mendesak. Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebutkan bahwa tingkat polusi udara di beberapa kota besar sering di atas nilai ambang batas yang ditentukan oleh WHO. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan dampak paparan polusi udara terhadap kesehatan manusia. Penelitian ini menggunakan metode review jurnal yang bersifat deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan adanya hubungan yang konsisten antara paparan polusi udara dengan penyakit saluran pernapasan, penyakit kardiovaskular, dan keluhan pada mata. Mekanisme biologis yang mendasari hubungan tersebut meliputi stres oksidatif, inflamasi sistemik, disfungsi endotel, dan gangguan metabolik. Kesimpulannya, paparan jangka panjang terhadap partikel halus (PM₂.₅ dan PM₁₀) serta polutan gas seperti NO₂, SO₂, dan O₃ terbukti meningkatkan kejadian, progresivitas, dan mortalitas penyakit kronis.
LITERATURE REVIEW : MAANFAAT PIJAT PERINEUM UNTUK MENGURANGI RISIKO TERJADINYA LASERASI PERINEUM SAAT PERSALINAN Ni Wayan Wirani; Ni Wayan Suarniti; I Komang Lindayani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58278

Abstract

Ruptur perineum merupakan komplikasi umum pada persalinan vaginal, terutama pada primipara, yang dapat terjadi secara spontan (laserasi) atau melalui episiotomi. Pencegahan dapat dilakukan dengan latihan kegel, posisi menahan yang optimal, yoga prenatal, serta pijat perineum. Pijat perineum adalah teknik memijat area perineum mulai trimester ketiga kehamilan hingga beberapa minggu sebelum persalinan untuk meningkatkan elastisitas jaringan. Pijat perineum dipercaya mampu meningkatkan elastisitas otot dan jaringan perineum sehingga dapat meminimalkan trauma saat persalinan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas pijat perineum dalam menurunkan risiko dan derajat ruptur perineum. Pencarian literatur elektronik dilakukan pada PubMed, Google Scholar, dan Scopus periode 2020–2025 menggunakan kata kunci "pijat perineum", "perineal massage", "ruptur perineum", dan "persalinan". Dari 7 jurnal yang dianalisis, pijat perineum terbukti secara signifikan mengurangi insiden ruptur perineum derajat 2–3 hingga 20–30% serta meningkatkan kepuasan ibu saat persalinan. Pijat perineum yang dilakukan secara rutin oleh ibu hamil trimester III mengalami penurunan kejadian ruptur perineum dibandingkan kelompok yang tidak melakukan pijat perineum. Pijat perineum efektif dalam menurunkan kejadian ruptur perineum pada persalinan normal. Pijat perineum dapat dijadikan salah satu intervensi nonfarmakologis yang direkomendasikan kepada ibu hamil trimester III untuk membantu mempersiapkan persalinan yang lebih aman dan nyaman.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TENTANG SLEEP HYGIENE TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA DI SMA NEGERI 2 TANJUNG PANDAN BELITUNG TAHUN 2024 susi susi; Rezka Nurvinanda; Agustin Agustin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58280

Abstract

Remaja sering kali memiliki kebiasaan yang dapat berdampak negatif atau dapat membentuk kebiasaan positif yang dapat membantu berkembang saat ini dan sepanjang hidup salah satunya kebiasaan tidur dan istirahat. Sleep hygiene merupakan rangkaian rekomendasi perilaku dan kondisi lingkungan yang mendukung dan memelihara durasi tidur sesuai rekomendasi. Global Insomnia Statistic pada 2 tahun terakhir (2022-2024) menunjukkan peningkatan gangguan tidur setiap malam pada usia remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh edukasi kesehatan tentang sleep hygiene terhadap pengetahuan remaja di SMA Negeri 2 Tanjung Pandan Belitung Tahun 2024. Desain penelitian ini merupakan kuantitatif dengan metode Pre Experimen dengan Pre test dan Post test one group design, dengan hasil berupa analisa univariat dan analisa bivariat. Populasi dan sampel dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa atau siswi kelas X4 di SMA Negeri 2 Tanjung Pandan Belitung Tahun 2024 dengan jumlah 36 remaja. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada perbedaan rata-rata antara hasil Pre test dengan Post test yang artinya ada pengaruh edukasi kesehatan tentang sleep hygiene selama 1 hari terhadap pengetahuan remaja di SMA Negeri 2 Tanjung Pandan Belitung Tahun 2024 dengan hasil Uji statistik didapatkan p value= 0,000 <0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peningkatan pengetahuan terjadi karena adanya proses pemahaman. Pemberian edukasi kesehatan mengenai sleep hygiene baik menggunakan media booklet dan power point yang disertai pemahaman sleep hygiene dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas tidur. Saran dari penelitian ini diharapkan remaja dapat lebih tepat dalam mempersiapkan tidur agar dapat mengatasi gangguan tidur dengan menerapkan sleep hygiene dan pola hidup yang sehat.
HUBUNGAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN Dara Alfita Fadia; Kustia Anggereni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58281

Abstract

Pelayanan rawat jalan rumah sakit sering mengalami hambatan berupa waktu tunggu yang melebihi Standar Pelayanan Minimal (SPM) 60 menit, sehingga memicu keluhan pasien. Kurangnya efisiensi administrasi di loket pendaftaran dan antrean farmasi menjadi masalah utama yang memengaruhi persepsi kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari secara rinci pengaruh lamanya waktu tunggu terhadap tingkat kepuasan pasien di poliklinik rawat jalan. Penelitian ini menggunakan desain tinjauan pustaka sistematis berdasarkan protokol PRISMA. Populasi data dikumpulkan secara elektronik melalui database Google Scholar untuk periode publikasi 2024-2025. Sampel penelitian terdiri dari 5 artikel ilmiah yang diperoleh melalui metode sampling berupa penyaringan kata kunci secara bertahap. Variabel independen dalam penelitian ini adalah waktu tunggu, sedangkan variabel dependennya adalah kepuasan pasien. Alat pengumpulan data menggunakan lembar ekstraksi data, dan metode analisis data menggunakan teknik sintesis deskriptif berdasarkan hasil uji bivariat. Waktu tunggu di bagian pendaftaran dan instalasi farmasi memengaruhi kepuasan pasien secara signifikan, sedangkan waktu pemeriksaan dokter tidak terlalu berpengaruh. Pasien merasa lebih puas jika durasi pelayanan sesuai standar SPM. Sikap ramah, komunikasi terapeutik, serta empati petugas terbukti mampu mengurangi penilaian buruk dan menenangkan pasien yang gelisah. Ketidakpuasan mayoritas pasien disebabkan oleh hambatan birokrasi dan administrasi, bukan kualitas pelayanan medis. Lamanya waktu tunggu pada proses pendaftaran dan pelayanan farmasi menjadi faktor utama yang menurunkan kepuasan pasien rawat jalan. Manajemen rumah sakit disarankan untuk menerapkan digitalisasi antrean, meningkatkan efisiensi apotek, serta memperkuat komunikasi petugas agar kepercayaan pasien tetap terjaga.
LITERATURE RIVIEW: PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT DI INDONESIA Davina Alfayza Khairan; Kustia Anggereni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58282

Abstract

Persaingan antar rumah sakit di Indonesia menuntut peningkatan kualitas pelayanan sebagai factor utama dalam menciptakan kepuasan pasien. Kepuasan pasien rawat jalan menjadi indikator penting keberhasilan pelayanan karena berhubungan dengan loyalitas, minat kunjungan ulang, serta citra rumah sakit di masyarakat. Permasalahan utama yang masih sering ditemukan adalah lamanya waktu tunggu, kurang ramahnya petugas, keterbatasan fasilitas, serta komunikasi tenaga kesehatan yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat jalan rumah sakit di Indonesia. Penelitian menggunakan desain literature review dengan pendekatan sistematis berdasarkan pedoman PRISMA. Populasi penelitian adalah seluruh artikel ilmiah mengenai kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Sampel penelitian sebanyak lima artikel yang memenuhi kriteria inklusi dari hasil pencarian Google Scholar periode 2025 hingga April 2026. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Variabel independen adalah kualitas pelayanan berdasarkan dimensi SERVQUAL yang meliputi bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati, sedangkan variabel dependen adalah kepuasan pasien. Data dikumpulkan melalui tabel ekstraksi data dan dianalisis menggunakan metode sintesis naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien pada seluruh artikel yang dianalisis. Dimensi empati, daya tanggap, dan jaminan menjadi faktor paling dominan dalam meningkatkan kepuasan pasien. Selain itu, kecepatan administrasi, kenyamanan fasilitas, dan keramahan petugas juga berkontribusi terhadap minat kunjungan ulang pasien. Disimpulkan bahwa semakin baik kualitas pelayanan yang diberikan rumah sakit, maka semakin tinggi tingkat kepuasan pasien rawat jalan. Oleh karena itu, rumah sakit perlu meningkatkan mutu pelayanan secara menyeluruh dan berkelanjutan.  
EVALUASI PENANGGULANGAN PNEUMONIA PADA BALITA DI PUSKESMAS TIPO KOTA PALU Rahmayani Haslan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58285

Abstract

Penanggulangan pneumonia pada balita sangat penting karena pneumonia merupakan salah satu penyakit yang paling membahayakan jiwa balita dibandingkan dengan infeksi saluran pernapasan lainnya. Penyakit ini masih menjadi penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian balita, khususnya di negara berkembang, termasuk Indonesia. Berdasarkan Profil Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, jumlah kasus dan kematian akibat pneumonia pada balita pada tahun 2013 tercatat sebanyak 10.877 kasus dengan 34 kematian, tahun 2014 sebanyak 11.208 kasus dengan 62 kematian, tahun 2015 sebanyak 10.371 kasus dengan 103 kematian, dan tahun 2016 sebanyak 10.499 kasus dengan 31 kematian. Data tersebut menunjukkan bahwa pneumonia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius. Puskesmas Tipo memiliki persentase cakupan penemuan penderita tertinggi di Kota Palu yaitu 300,00%, namun memiliki cakupan tatalaksana standar pneumonia terendah yaitu 88,85%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penanggulangan pneumonia pada balita di Puskesmas Tipo Kecamatan Ulujadi Kota Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek input, sumber daya manusia dan logistik masih kurang, serta tidak tersedia dana khusus untuk penanggulangan pneumonia. Pada aspek proses, alur tatalaksana masih kurang sesuai dengan pedoman yang berlaku. Sementara pada aspek output ditemukan kurangnya kedisiplinan dalam penyerahan laporan dari Pustu ke Puskesmas. Kesimpulan penelitian ini adalah penanggulangan pneumonia pada balita di Puskesmas Tipo belum sepenuhnya sesuai dengan pedoman yang ada. Oleh karena itu, disarankan agar Puskesmas Tipo dapat meningkatkan pelaksanaan program penanggulangan pneumonia pada balita sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan agar pelayanan kesehatan menjadi lebih optimal.
PENGARUH KAMPANYE KESEHATAN MENTAL DI MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU PENCARIAN BANTUAN PADA REMAJA : TINJAUAN LITERATUR Ishmah Mumtazah; Ira Nurmala
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58286

Abstract

Kesehatan mental masih menjadi salah satu isu kesehatan global dan rentan terjadi khususnya pada kelompok remaja. Masalah lain muncul melihat rendahnya tingkat perilaku pencarian bantuan akibat stigma masyarakat serta kurangnya literasi dan pemahaman mengenai kesehatan mental. Sejalan dengan berkembangnya zaman, perkembangan teknologi digital dan tingginya penggunaan media sosial menjadikan platform tersebut sebagai salah satu sarana potensial dalam penyebaran informasi serta kampanye kesehatan mental. Persebaran informasi di era digital melalui platform media sosial dinilai memiliki pengaruh yang signifikan pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kampanye kesehatan mental di sosial media terhadap perilaku pencarian bantuan pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian tinjauan literatur dengan pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar dan Pubmed dalam rentang tahun 2021-2026. Pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan kata kunci yang relevan dengan kesehatan mental, media sosial, dan perilaku pencarian bantuan. Didapatkan 9 artikel yang relevan dengan menggunakan metode penelitian studi kualitatif maupun kuantitatif pada berbagai platform di media sosial. Hasil kajian pada penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan potensi perubahan perilaku pencarian bantuan pada remaja namun terdapat kesenjangan di mana peningkatan pengetahuan tidak selalu berkorelasi linear dengan peningkatan perilaku pencarian bantuan. Media sosial memiliki potensi yang efektif sebagai instrumen edukasi awal, namun memerlukan integrasi dengan layanan kesehatan untuk mengubah kesadaran menjadi tindakan nyata.
REVIEW ARTIKEL : EFEKTIVITAS OBAT ANTIEMETIK DALAM TATA LAKSANA TERAPI MUAL DAN MUNTAH PADA GANGGUAN GASTROINTESTINAL Firdaus Artha Wangsyah; Triliana Octaviani; Adrianova Ramadhan; Ida Ayu Ninda Sintya Dewi; Baiq Narhea Genna Armaeristya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58287

Abstract

Mual dan muntah merupakan gejala yang sering terjadi pada berbagai gangguan gastrointestinal dan dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup, gangguan status nutrisi, serta menghambat keberhasilan terapi yang sedang dijalani. Beragam mekanisme patofisiologi yang terlibat dalam timbulnya gejala tersebut menyebabkan pemilihan antiemetik yang tepat menjadi tantangan dalam praktik klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai golongan obat antiemetik dalam tata laksana mual dan muntah akibat gangguan gastrointestinal berdasarkan mekanisme kerja dan efektivitas terapinya. Penelitian dilakukan menggunakan metode literature review dengan pendekatan naratif. Data diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah pada basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar yang dipublikasikan sesuai kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Artikel yang memenuhi kriteria kemudian dianalisis secara deskriptif-komparatif untuk membandingkan efektivitas berbagai golongan antiemetik. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas antiemetik dipengaruhi oleh kesesuaian antara mekanisme kerja obat dan patofisiologi yang mendasari terjadinya mual dan muntah. Agen prokinetik seperti domperidone dan cisapride menunjukkan efektivitas paling baik pada gangguan motilitas gastrointestinal, terutama gastroparesis, karena mampu memperbaiki pengosongan lambung sekaligus mengurangi gejala. Sebaliknya, antagonis reseptor 5-HT3, antihistamin, antimuskarinik, dan antagonis NK1 memiliki manfaat yang lebih terbatas pada gangguan gastrointestinal kronis karena umumnya hanya berperan sebagai terapi simptomatik. Dengan demikian, pemilihan antiemetik perlu disesuaikan dengan mekanisme patofisiologi yang mendasari penyakit agar diperoleh hasil terapi yang lebih efektif dan rasional.