cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
PERILAKU SEKS BEBAS PADA REMAJA Vonni Vintaria; Myrnawati Crie Handini; Laura M. Siregar; Kesaktian Manurung; Mido Ester J. Sitorus
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15740

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali lebih dalam tentang perilaku seks bebas remaja di Kota Batam. Yang melatar belakangi di lakukan penelitian ini di karenakan tingginya angka kehamilan di luar nikah dan tingginya kejadian aborsi di kota Batam serta bagaimana pengetahuan dan sikap mereka, bagaimana respon dan upaya apa yang dilakukan oleh lingkungan (teman, guru dan orang tua) terhadap perilaku seks bebas yang mereka lakukan. Jenis  penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan studi fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi terhadap subyek penelitian, yaitu remaja yang sudah pernah melakukan hubungan sekssual di luar ikatan pernikahan, informan penelitian, yaitu remaja, kerabat, sahabat dan teman sebaya informan sebenyak 4 oarang informan inti dan 6 informan pendukunng. Pengolahan dan analisis data menggunakan metode Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku seks bebas remaja di kota Batam sudah sangat sering terjadi. Kurangnya pengawasan orang tua, rendahnya nilai agama dan keyakinan, faktor ekonomi dan gaya hidup serta pengaruh teman sebaya merupakan faktor yang membuat perilaku seks remaja di kota Batam semakin meningkat. Diharapkan peran serta semua sektor untuk menurunkan angka kejadian seks bebas di Kota Batam, yang kalau tidak segera diwujudkan, pada akhirnya akan berakibat buruk pada masa depan generasi bangsa.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN SCABIES DI DESA KEBUN KELAPA, KEC. SECANGGANG, KAB. LANGKAT Nurhayati Nurhayati; Agil Maritho Lauchan; Dia Sari Narulita B r Manurung; Dwi Hirdanti; Dwi Melisa Putri; Elvina Elvina; Indah Rahayu Ritonga; Rifanny Ananta Dharma; Riri Anggraini; Saidana Wahyudi Putra MS; Salsabila Salsabila; Sarda Mauliyand; Sofyan Alri Ansyah Tanjung; Yulia Tri Utami; Putri Safira
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15763

Abstract

Penularan skabies yang disebabkan oleh tungau betina Sarcoptes scabei var. hominis, dapat terjadi karena kontak langsung atau tidak langsung dengan kulit penderita. Faktor risiko penyebab skabies yaitu sosial ekonomi, usia penderita, jenis kelamin, personal hygiene, sanitasi lingkungan, budaya, dan manajemen pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan personal hygiene dan sanitasi lingkungan dengan kejadian skabies serta perbedaan personal hygiene dan sanitasi lingkungan antara laki-laki dengan perempuan di Desa Kebun Kelapa, Kec. Secanggang Kab. Langkat.. Jenis penelitian adalah kuantitatif observasional menggunakan studi survei analitik dengan pendekatan cross sectional dengan total sampel 31 orang. Penelitian menggunakan instumen berupa tes dalam bentuk kusoiner yang berisikan soal-soal yang mengenai Hubungan Personal Hygiene dan Saintasi Lingkungan dengan Kejadian Scabies. Instrumen tes diberikan kepada warga Desa Kebun Kelapa, Kec. Secanggang Kab. Langkat. Analisis menggunakan analisis distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi Square dan Mann-Whitney Test dengan p-value kurang dari 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara subvariabel personal hygiene yang meliputi: kebersihan kulit, penggunaan antiseptik, kebersihan pakaian dan alat solat, kebersihan handuk, kebersihan tangan dan kuku, kebersihan tempat tidur, dan kebersihan genitalia, dengan kejadian skabies. Sub-variabel sanitasi lingkungan meliputi pencahayaan dan kebersihan air, berhubungan secara signifikan dengan kejadian skabies. Serta terdapat perbedaan yang signifikan personal hygiene dan sanitasi lingkungan antara laki-laki dengan perempuan yang bisa mempengaruhi kejadian skabies di Desa Kebun Kelapa, Kec. Secanggang Kab. Langkat.
MENGELOLA PERILAKU POLA HIDUP SEHAT MASYAKAT PESISIR DI DAERAH BELAWAN PROVINSI SUMATERA UTARA Nurhayati Nurhayati; Amelia Putri; Dina Dina; Ismi Larasati Hasibuan; Nadia Syaibah Nasution; Nadila Chairani; Rahmadani Sagala; Shelly Safira Maulia; Sofia Rahma Ujung; Supriati Munthe; Talitha zulaika; Widya Kinanti; Yasmine Anta Syahri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15767

Abstract

Pola hidup sehat perlu diterapkan sejak awal agar memberikan dampak positif bagi tubuh. Menjalani pola hidup sehat merupakan cara termudah untuk menjaga kebugaran badan dan mencegah tubuh terserang dari penyakit. Perilaku hidup bersih dan sehat adalah kumpulan perilaku dan kegiatan yang dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari baik bagi individu maupun di masyarakat sehingga terciptanya peningkatan derajat kesehatan di masyarakat. Kesehatan adalah harta paling berharga dari kehidupan, seluruh aktivitas hanya bisa dilakukan ketika kondisi badan sehat. Tujuan penelitian ini adalah mengedukasi masyarakat untuk membiasakan hidup bersih dan sehat, yang dimulai dari diri sendiri, lingkungan keluarga, dan masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif melalui wawancara secara langsung kepada setiap masyarakat dan juga dengan memberikan kuesioner yang diisi oleh masyarakat di daerah Belawan. Penelitian yang dilakukan ini menghasilkan jawaban yang relevan sehingga terdapatnya kesamaan jawaban informan, dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui kuesioner.  Beberapa kuesioner yang diisi meliputi pengguan air bersih, mencuci tangan dengan sabun dan memberikan jarak kurang lebih 10 meter antara rumah dengan jamban. Hasil yang dicapai melalui kuesioner tersebut yaitu masyarakat sudah menerapkan pola hidup sehat secara tepat secara rutin dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dapat dilihat dengan adanya peningkatan persentasi pola hidup bersih dan sehat, mulai dari penggunaan air bersih, mencuci tangan dengan sabun, dan memberikan jarak 10 meter antara rumah dengan jamban.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN PENDENGARAN PADA PEKERJA BAGIAN PENGOLAHAN MINYAK KELAPA SAWIT DI PT. SAMUDRA SAWIT NABATI SINGGERSING KOTA SUBULUSSALAM PROVINSI ACEH TAHUN 2022 Heriadi Sagala; Radhiah Zakaria; Dedi Andrian
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15773

Abstract

Gangguan pendengaran akibat bising merupakan gangguan pendengaran akibat terpajan oleh bising yang cukup keras, dalam jangka waktu yang cukup lama, dan biasanya diakibatkan oleh kebisingan di lingkungan kerja. Sifat gangguan pendengaran yang biasanya terjadi adalah gangguan pendengaran sensorineural koklea dan umumnya terjadi di kedua telinga. World Health Organization (WHO), pada tahun 2021 mencatat sekitar 466 juta orang di seluruh dunia mengalami gangguan pendengaran dan diperkirakan akan meningkat menjadi 630 juta pada tahun 2030. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan pendengaran pada pekerja bagian pengolahan minyak kelapa sawit di PT. Samudra Sawit Nabati Singgersing Kota Subulussalam Provinsi Aceh Tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja bagian produksi PT. Samudra Sawit Nabati Singgersing Kota Subulussalam sejumlah 35 orang dan menggunakan teknik propotional sampling yaitu menggunakan total populasi yang sama akan dijadikan sampel atau responden. Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa yang mengalami gangguan pendengaran (100%), intesitas bising yang tidak memenuhi syarat (57,1%), lama kerja <8 jam/hari (71,4%), umur kerja dengan kategori muda <40 tahun (48,5%), masa kerja dengan kategori baru <62,8%, pemakaian APT kadang-kadang (37,1%). Hasil uji statistic bivariate diperoleh lama kerja (p=value 0,036), umur kerja (p=value=0,006), masa kerja (p=value 0,016), penggunaan APT (p=value 0,43) berhubungan dengan kejadian gangguan pendengaran pada pekerja bagian pengolahan minyak kelapa sawit di PT. Samudra Sawit Nabati Singgersing Kota Subulussalam Provinsi Aceh Tahun 2022.
HUBUNGAN PERSEPSI TENTANG KOMPETENSI, TEKNOLOGI, DAN SISTEM DENGAN KINERJA PETUGAS PROMOSI KESEHATAN DI RSUD DAN PUSKESMAS SE-KOTA TOMOHON PADA MASA PANDEMI COVID-19 Winly Wenas; Harsali F. Lampus; Josef S. B. Tuda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15779

Abstract

Pandemi Covid-19 merupakan salah satu krisis global terburuk yang pernah dihadapi dunia sejauh ini dan dampaknya masih akan terasa selama beberapa dekade mendatang. Covid-19 telah meluas ke seluruh penjuru dunia sejak SARS-CoV-2 teridentifikasi pertama kali di Wuhan, Cina pada tanggal 31 Desember 2019. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui adanya hubungan persepsi tentang kompetensi, teknologi, dan sistem dengan kinerja petugas promosi kesehatan di RSUD dan Puskesmas se-Kota Tomohon pada masa Pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian survey analitik dan desain penelitian menggunakan cross sectional study. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2022 sampai dengan bulan April 2023 dengan lokasi penelitian di RSUD Anugerah Kota Tomohon, Puskesmas Tinoor, Puskesmas Kakaskasen, Puskesmas Matani, Puskesmas Rurukan, Puskesmas Lansot, Puskesmas Pangolombian, dan Puskesmas Tatatara. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode sensus, yaitu dengan mengambil semua populasi menjadi responden penelitian. Hasil penelitian mengenai hubungan persepsi tentang kompetensi, teknologi, dan sistem dengan kinerja petugas promosi kesehatan di RSUD dan Puskesmas se-Kota Tomohon pada masa Pandemi Covid-19 pada bulan Maret-April, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara persepsi tentang kompetensi intelektual dengan kinerja petugas promosi kesehatan di RSUD dan puskesmas se-Kota Tomohon, sehingga semakin tinggi persepsi tentang kompetensi intelektual semakin tinggi juga kinerja.
ANALISIS FAKTOR RISIKO GANGGUAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA KANTOR: SEBUAH TINJAUAN PUSTAKA Debby Nurtanti; Mila Tejamaya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15780

Abstract

Gangguan muskuloskeletal dapat terjadi pada semua jaringan, termasuk jaringan saraf dan tendon, dan paling sering terjadi pada bagian lengan dan punggung. Gangguan muskuloskeletal atau Musculoskeletal Disorders (MSDs) diderita oleh 1,71 miliar populasi seluruh manusia di dunia, umumnya ditandai dengan sakit yang menetap sehingga menyebabkan terbatasnya mobilitas, ketangkasan dan menurunnya fungsi otot rangka dalam bekerja. Pada tahun 2010, 45,9% pekerja di Uni Eropa melaporkan menderita nyeri punggung, 44,5% melaporkan menderita nyeri otot pada bahu, leher dan tungkai atas dan 33,8% melaporkan menderita nyeri otot pada tungkai bawah. Di Indonesia, prevalensi penyakit sendi atau gangguan muskuloskeletal adalah sebesar 7,30%, berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dalam RISKESDAS 2018. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menggunakan kata kunci faktor risiko, gangguan muskuloskeletal, dan pekerja kantor melalui database elektronik. Berdasarkan jurnal atau artikel yang diperoleh, faktor risiko gangguan muskuloskeletal pada pekerja kantor diantaranya yaitu postur kerja, jenis kelamin, umur, Indeks Masa Tubuh (IMT), pengalaman kerja, aktivitas fisik / kebiasaan olahraga, kebiasaan merokok, masalah kesehatan / penyakit komorbid, jam kerja, waktu rehat, desain tempat / peralatan kerja dan stress kerja. Dari faktor-faktor ini dapat menjadi masukkan bagi perusahaan dalam merumuskan kebijakan atau prosedur serta dalam membuat program promotif dan preventif-nya untuk mengurangi angka kejadian gangguan muskuloskeletal pada pekerja kantor.
HUBUNGAN ASUPAN GIZI DENGAN TINGKAT STRESS TERHADAP PENGELUARAN ASI PADA IBU MENYUSUI BAYI 0-6 BULAN DI POSYANDU MAWAR II Arifah Septiane Mukti; Sri Heryani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15781

Abstract

Air Susu Ibu merupakan sumber asupan nutrisi bagi bayi bayu lahir yang sangat baik dan penting bagi tumbuh kembang bayi. Selain tumbuh kembang bayi manfaat dari ASI adalah sebagai antibodi pada bayi yang membuat sistem kekebalan tubuh bayi lebih kuat dan bisa membantu untu melawan segala bakteri dan virus. Ibu yang sedang menyusui sangat memerlukan gizi yang cukup untuk kesehatan tubuh dan bayinya. Masa kini, banyak ibu yang sudah mulai sadar tentang pentingnya gizi saat hamil, namun ketika setelah melahirkan mereka langsung membatasi makanan yang dikonsumsi secara kualitas dan kuantitas tidak sama seperti saat hamil dengan alasan takut berat badannya bertambah. Dan setelah melahirkan ketika dalam masa menyusui banyak faktor yang meningkatkan tingkat stress pada ibu mnyusui sehingga produksi ASI tidak lanacar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara asupan gizi dengan tingkat stress pada ibu yang menyusui bayi 0-6 bulan terhadap pengeluaran ASI. Metode yang digunakan deskriptif kuantitatif, menggunakan pendekatan desain Cross sectional study,. Populasi dalam penelitian ini ibu yang memiliki bayi 0-6 bulan Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total Sampling dengan jumlah  sebanyak 15 responden. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS dan dilakukan uji Chi Square. Hasil dari penelitian ini ibu yang memiliki asupan gizi baik sebanyak 9 (83,3%) responden, dan untuk stress ringan sebanyak 8 (66%) orang dengan pengeluaran ASI lancar 8 (66%) responden. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terdapat hubungan antara Asupan gizi dengan tingkat stress terhadap ibu yang menyusui bayi 0-6 bulan di Posyandu Mawar II
PERBEDAAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENCEGAHAN ISPA PASCA DILAKUKAN PENDIDIKAN KESEHATAN Sandi Nugraha; Iis Aisyah; Ayu Prameswari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15797

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) aatau dikenal juga penyakit saluran pernapasan atas atau bawah, yang dapat menimbulkan berbagai spektrum penyakit yang berkisar dari penyakit tanpa gejala atau infeksi ringan sampai penyakit yang parah dan mematikan. Di Indonesia kematian akibat ISPA pada balita pada tahun 2019, menempati urutan pertama, dengan jumlah mencapai 1,473 balita dari 151 juta balita yang menderita ISPA. Untuk membantu mencegah masalah ini, hal yang paling tepat yaitu memberikan pendidikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan ibu tentang pencegahan ISPA sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif. Dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling sejumlah 52 responden. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan tingkat pengetahuan responden antara sebelum dan sesudah implementaasi pendidikan kesehatan ditandai dengan adanya perubahan tingkat pengetahuan yang sebelumnya kurang dan cukup menjadi meningkat baik. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan terkait pencegahan ISPA berdampak baik bagi pengetahuan ibu.  Simpulannya yaitu sebelum  diberikan pendidikan kesehatan dari  52 responden (100%)  didapatkan hasil sebanyak 31 responden (60%) kategori pengetahuan kurang, dan 21 responden (40%) dengan kategori pengetahuan cukup. Setelah diberikan pendidikan kesehatan, seluruh responden yang berjumlah 52 responden (100%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Adanya perbedaan tingkat pengetahuan responden antara sebelum dan sesudah Implementaasi pendidikan kesehatan ditandai dengan adanya perubahan tingkat yang pengetahuan yang sebelumnya kurang dan cukup menjadi meningkat baik.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) DAN KEBIASAAN SARAPAN PAGI TERHADAP PENINGKATAN KADAR HB PADA REMAJA PUTRI Cut Putri Balkis; Myrnawati Crie Handini; Taruli Rohana Sinaga; Frida Lina Tarigan; Toni Wandra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15814

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera) dan kebiasaan sararapan pagi terhadap peningkatan Hb remaja putri di SMAN 1 Darul Imarah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif bersifat analitik dan merupakan jenis studi eksperimental dengan desain treatment by level 2x2. Adapun responden dalam penelitian ini adalah remaja putri di SMAN 1 Darul Imarah yang memiliki dan tidak memiliki kebiasaan makan pagi sebanyak 60 orang. Hasil Uji two ways ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan kadar Hb remaja putri yang diberikan kapul kelor dengan Plasebo p-value = 0,000 (p<0,05), terdapat perbedaan kadar hemoglobin remaja yang memiliki kebiasaan makan pagi dengan remaja yang tidak memiliki kebiasaan makan pagi p-value = 0,000 (p<0,05), tidak terdapat interaksi antara kapsul kelor dengan kebiasaan makan pagi terhadap kadar Hb p-value = 0,989 (p>0,05) peningkatan kadar Hb pada remaja putri yang diberi kapsul ekstrak daun kelor (moringa oleifera) lebih tinggi pada mereka yang memiliki kebiasaan makan pagi p-value 0,010 (p>0,05), peningkatan kadar Hb pada remaja putri yang diberi kapsul Plasebo lebih tinggi pada mereka yang tidak memiliki kebiasaan makan pagi p-value = 0,010 (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian kapsul ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera) dapat meningkatkan kadar Hb remaja putri SMAN 1 Darul Imarah. Tidak adanya interaksi pada analisis statistik menunjukkan kebiasaan sarapan pagi tidak dapat digunakan sebagai variabel interaksi
KETIDAK PUASAN TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN Revelino Pangaribuan; Myrnawati Crie Handini; Janno Sinaga; Daniel Ginting; Frida Lina Tarigan; Mindo Tua Siagian
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15815

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk menggali lebih dalam masalah ‘Ketidak-puasan Pasien Penyintas COVID-19 terhadap Pelayanan Kesehatan di Ruang Rawat Inap di RS Martha Friska Multatuli Medan, Tahun 2022. Penelitian Kualitatif ini akan dilakukan di RS Martha Friska Multatuli Medan. Waktu penelitian mulai dari bulan Oktober 2021 sampai Agustus 2022 (10 bulan). Pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan observasi. Subjek penelitian adalah Penyintas COVID-19 dan informan yaitu Unsur Manajemen Rumah Sakit Martha Friska, Tim Penanggulangan Covid – 19, Komite Medik dan Pasangan / keluarga Subyek. Ternyata pasien penyintas COVID-19, merasa kurang puas dengan perawatan yang diperoleh selama di rawat di Rumah Sakit Martha Friska

Page 93 of 435 | Total Record : 4346