cover
Contact Name
Florensius Tijan
Contact Email
admin@unka.ac.id
Phone
+6281227902049
Journal Mail Official
admin@unka.ac.id
Editorial Address
Jl.YC.Oevang Oeray Nomor 92 Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat 78612
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
PIPER
ISSN : 19070403     EISSN : 27755738     DOI : 10.51826/piper
PIPER merupakan salah satu media/wadah untuk mengembangkan kemampuan ilmiah civitas akademika Fakultas Pertanian, terutama kemampuan berkomunikasi secara tertulis sesuai kaidah-kaidah ilmiah. Sebagai wadah menampung hasil-hasil penelitian ilmiah, PIPER dapat memperkaya khasanah ilmu dan pengetahuan melalui berbagai aktivitas penelitian. PIPER diharapkan berisi konsep-konsep pemikiran yang objektif, kritis, maju, konstruktif dan mengandung upaya memecahkan berbagai masalah sektor pertanian terutama di wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat maupun di Indonesia bahkan dunia.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 2 (2021): JURNAL PIPER" : 14 Documents clear
STUDI JENIS LUMUT DI KAWASAN TAMAN WISATA ALAM BANING KABUPATEN SINTANG Kamaludin -
Publikasi Informasi Pertanian Vol 17, No 2 (2021): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v17i2.543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis lumut yang terdapat di kawasan hutan wisataalam Baning Kabupaten Sintang. Kegunaan penelitian untuk memberikan informasi dan pengetahuanmengenai jenis-jenis lumut yang terdapat di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Baning KabupatenSintang serta dapat dijadikan sebagai salah satu data bagi masyarakat dan pihak terkait dalam pengelolaanTWA Baning Kabupaten Sintang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode jalur, dimanapada jalur pengamatan dilakukan eksplorasi untuk mengamati dan mengidentifikasi setiap jenis lumutyang ditemukan. Hasil penelitian ditemukan 8 jenis lumut dari 4 famili yaitu Ectropothecium dealbatum(Reinw & Homsch), Leucophanes glaucum (Schwaegr). Mitt, Syrrhopodon refecens Hook & Grev,Syrrhopodon gardneri (Hook.) Schwaegr, Pyrrhobryum latifolium (Bosch & Sande Lae) Mitt,Leucobryum octoblephariodes Brid, Lumut daun dan Kurzia gonyotticha (Sande Lac) Grolle.Tumbuhan lumut ini banyak ditemukan tumbuh pada subtrat kayu mati dan satu jenis tumbuh pada kulitkayu/batang.
PENINGKATAN PERTUMBUHAN SERTA HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays, L) PADA TANAH PMK MELALUI PEMBERIAN PUPUK HAYATI CAIR Markus Sinaga; Rudi Rudi
Publikasi Informasi Pertanian Vol 17, No 2 (2021): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v17i2.534

Abstract

Meningkatkan hasil tanaman jagung (Zea mays, L) pada tanah yang kurang subur sepertipada tanah PMK perlu penanganan yang intensif salah satunya dengan pemberian pupuk dengan dosisyang tepat. Pada penelitian ini pupuk yang digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagungadalah pupuk hayati.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pertumbuhan serta hasiltanaman jagung PMK melalui pemberian pupuk hayati cair, dan mengetahui dosis pupuk hayati cairyang dapat meningkatkan pertumbuhan serta hasil yang tertinggi tanaman jagung pada tanah PMK.Lingkup dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel. Variabel bebas yaitu, pemberian pupuk hayaticair. Variabel terikat yaitu diameter batang, berat tongkol dengan kelobot, dan berat tongkol tanpakelobot.Percobaan ini dirancang secara tunggal dengan menggunakan rancangan lingkungan pola dasarRancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor perlakuan adalah pupuk hayati cair yang terdiri dari limataraf perlakuan, yaitu: b0 (tidak diberi pupuk hayati cair), b1 (7,5 cc pupuk hayati cair/ liter air), b2 (15cc pupuk hayati cair/ liter air), b3 (22,5 cc pupuk hayati cair/ liter air), dan b4 (30 cc pupuk hayati cair/liter air). Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F kemudian dilanjutkan dengan uji BNJ.Hasilpenelitian diketahui bahwa pertumbuhan vegetatif tanaman jagung pada tanah PMK tidak nyatapeningkatannya tetapi nyata terhadap peningkatan hasil hal ini terlihat dari parameter berat tongkolkotor, dan berat tongkol. Pemberian 22,5 cc pupuk hayati cair/liter air menghasilkan berat tongkoltertinggi baik tongkol kotor (dengan kelobot) dengan berat rata-rata 0,29 kg per tanaman maupuntongkol bersih (tanpa kelobot) dengan berat rata-rata 0,22 kg per tanaman.
PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN HASIL BUNCIS PADA TANAH PMK DENGAN PEMBERIAN BOKASHI SEKAM PADI Herlina Kurniawati; markus sinaga; Julius Janir Guntara
Publikasi Informasi Pertanian Vol 17, No 2 (2021): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v17i2.539

Abstract

Buncis (Phaseolus vulgaris, L) termasuk sayuran sangat penting karena sayuran ini banyakmengandung karbohidrat, lemak, protein, dan vitamin. Zat-zat tersebut sangat dibutuhkan manusiauntuk menjaga kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian bokashisekam padi terhadap pertumbuhan dan hasil buncis, dan untukmendapatkan dosis bokashi sekam padiyang sesuai dan dapat berpengaruh pada jumlah polong, berat polong, dan berat basah berangkasanbuncis. Penelitian inimenggunakan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor perlakuandalampenelitian ini adalah bokashi sekam padi, yang terdiri atas 5 ulangan, dengan dosisyang diberikansebanyak 5 taraf perlakuan yaitu, B0= tidak diberi bokashi sekampadi (kontrol), B1= 1,5 kg bokashisekam padi/m², B2= 3 kg bokashi sekampadi/m², B3= 4,5 kg bokashi sekam jadi/m², B4= 6 kgbokashi sekam padi/m².Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi sekam padiberpengaruhnyata terhadap pertumbuhan dan hasil buncis di tanah PMK, yang ditandai denganjumlahpolong, berat polong, dan berat basah berangkasan tanaman buncis.Pemberian 6 kg bokashi sekampadi menghasilkan pertumbuhan terbaik tanamanbuncis. Jumlah polong rata-rata 54,00 buah/tanaman,dan rata-rata berat polong283,20 gram/tanaman, sedangkan pemberian 6 kg bokashi jeramipadimenghasilkan berat basah berangkasan tertinggi dengan berat rata-rata 281,17gram/tanaman.
INVENTARISASI TEGAKAN HUTAN DESA MERPAK KECAMATAN KELAM PERMAI KABUPATEN SINTANG H.M.Kurniawan Candra
Publikasi Informasi Pertanian Vol 17, No 2 (2021): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v17i2.544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis tegakan yang terdapat padakawasan Hutan Desa Merpak Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang. Penelitian ini dilaksanakandengan menggunakan metode jalur/transek, sebanyak 2 buah dengan panjang jalur masing-masing 300meter. Pada setiap jalur dibuatkan petak pengamatan kontinyu dengan ukuran 2m x 2m untuk tingkatSemai, 5m x 5m untuk tingkat Pancang, 10m x 10m untuk tingkat Tiang dan 2 m x 20m untuk tingkatPohon, sehingga luas total petak pengamatan adalah 1,2 Ha. Secara keseluruhan terdapat 22 jenistegakan hutan, untuk tingkat semai secara berurutan jenis-jenis yang dominan adalah Medang Piawas,Garu Engkaras, Terentang, Entangor dan Engkerabang. Untuk tingkat pancang secara berurutan jenisjenisyang dominan adalah Medang Piawas, Majau, Garu Engkaras, Entangor dan Terentang. Untuktingkat tiang secara berurutan jenis-jenis yang dominan adalah Medang Piawas, Entangor, Majau,Terentang dan Garu Engkaras, Untuk tingkat pohon secara berurutan jenis-jenis yang dominan adalahMedang Piawas, Entangor, Majau, Terentang dan Rengas. Keanekaragaman jenis tegakan hutan untuktingkat semai, pancang, tiang dan pohon menurut kriteria Shannon-Wielner tergolong sedang dengannilai indeks keanekaragaman jenis tingkat semai sebesar H= 1,3043, tingkat pancang sebesar H=1,2447, tingkat tiang sebesar H= 1,2467 dan tingkat pohon sebesar H= 1,1801.
PERANAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) BONGGOL PISANG DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays L. Saccharata Sturt.) Syarif Nizar Kartana; Eudoksia Fatmawati; wawan wawan
Publikasi Informasi Pertanian Vol 17, No 2 (2021): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v17i2.535

Abstract

Jagung manis hingga kini dimanfaatkan oleh masyarakat dalam berbagai bentuk penyajian,seperti: tepung jagung (maizena), minyak jagung, bahan pangan, serta sebagai pakan ternak. Produksijagung manis di Kabupaten Sintang tahun 2019 masih tergolong rendah yaitu adalah sebesar 4,19ton/ha apabila dibandingkan dengan potensi hasilnya yang mencapain14-18 ton/ha. Salah satu penyebabrendahnya produksi tersebut dikarenakan kesuburan tanah yang rendah. Pemberian Pupuk OrganikCair (POC) dari bonggol pisang diharapkan dapat meningkatkan produksi tanaman jagung karenaselain mengandung berbagai unsur hara, bahan baku serta prsoses pembuatan POC dari bonggolpisang relatif mudah didapat dan dibuat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruhPOC bonggol pisang terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis. Rancangan yang digunakandalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 taraf perlakuan dandiulang sebanyak 5 kali serta dilaksanakan di Desa Jerora I Kecamatan Sintang Kabupaten Sintangdari bulan Februari sampai Mei 2021. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian POC bonggolpisang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis. Perlakuan terbaik dalammeningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis adalah pemberian POC bonggol pisang sebanyak300 ml/liter air dengan rerata diameter batang 23,68 mm dan rerata berat tongkol 303.80 gram.
RESPON TIGAVARIETASUBI JALAR (Ipomoea batatas L.) PADA BERBAGAI WAKTU PEMANGKASAN PUCUK Mangardi -; Eko Widaryanto; Nur Edy Suminarti
Publikasi Informasi Pertanian Vol 17, No 2 (2021): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v17i2.540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh waktu pemangkasan pucuk terhadappertumbuhan dan hasil pada 3 varietas ubi jalar. Penelitian dilaksanakan di Desa Landungsari, KecamatanDau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada bulan Januari sampai Mei 2019. Rancangan yang digunakanadalah Rancangan Petak Terbagi, varietas (V) sebagai petak utama terdiri dari 3 varietas, yaitu: (V1):Beta-1, (V2): Sari dan (V3): Antin-3. Sedangkan waktu pemangkasan pucuk(P) sebagai anak petak,terdiri dari 4 macam, yaitu: (P0): Tanpa Pemangkasan, (P45): Pemangkasan 45 HST, (P65):Pemangkasan 65 HST, (P85): Pemangkasan 85 HST Parameter yang diamati meliputi komponenpertumbuhan, analisis pertumbuhan tanaman, komponen hasil dan kualitas hasil. Data hasil pengamatandianalisis uji F, apabila terdapat interaksi nyata akan dilanjutkan dengan uji BNJ taraf 5%. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pemangkasan 45 dan 85 HST nyata meningkatkan pertumbuhan vegetatif padavarietas Beta-1, tetapi tidak dapat meningkatkan hasil ubi. Sementara, pemangkasan pucuk 45 HSTpada varietas Sari dapat meningkatkan diameter dan bobot ubi serta hasil panen. Demikian juga denganpemangkasan pucuk 45 dan 65 HST pada varietas Antin-3 secara nyata meningkatkan diameter danbobot ubi serta hasil panen.
TEMPAT TUMBUH BUAH GITAK (Wilughbeia angustifolia) PADA KAWASAN BERHUTAN DESA TANJUNG BUNGA KABUPATEN SINTANG Muhammad Syukur
Publikasi Informasi Pertanian Vol 17, No 2 (2021): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v17i2.545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tempat tumbuh Buah Gitak (Wilughbeiaangustifolia)pada kawasan berhutan Desa Tanjung Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Sintang.Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode petak tunggal. Petak pengamatan diletakkansecara sengaja (purposive sampling) pada areal yang paling banyak tumbuh dan berkembangnya BuahGitak. Petak Pengamatan dibuat sebanyak 6 (enam) buah dengan ukuran 20 x 20 m. Pada setiap petakpengamatan diambil sampel tanahnya, kemudian digabungkan menjadi sampel komposite yang selanjutnyadianalisis sifat fisik dan kimianya di laboratorium. Hasil penelitian diketahui bahwa Buah Gitak tumbuhdan berkembang dengan sangat baik di pinggir sungai yang masih berhutan dan didalam hutan. Tanahsebagai tempat tumbuh Buah Gitak relatif cukup subur karena unsur unsur hara makro seperti N, P danK berkategori sedang, sangat tinggi dan sedang, pH 5,6 (agak masam), meskipun terdapat juga unsurhara makro lainya kategori nilainya tergolong sangat rendah dengan tipe tanah Lempung berpasir.
APLIKASI PUPUK KOTORAN WALET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays L. Saccharata Strut.) Nurhadiah -; Ratri Yulianingsih; Kristian Feri; Melira Yola Putranti
Publikasi Informasi Pertanian Vol 17, No 2 (2021): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v17i2.536

Abstract

Budidaya jagung manis pada tanah PMK perlu dilakukan penambahan bahan organik tanah.Bahan organik yang dapat dimanfaatkan diantaranya pupuk kotoran walet. Tujuan penelitian ini adalahmengetahui pengaruh pupuk kotoran walet terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis sertamengetahui dosis pupuk kotoran walet yang optimal dalam menghasilkan pertumbuhan dan hasiljagung manis pada tanah PMK. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode Rancangan AcakKelompok yang terdiri atas 5 taraf perlakuan pupuk kotoran walet (w) dan masing-masing tarafperlakuan diulang 5 kali. Taraf perlakuan tersebut adalah: w0= Tanpa pupuk kotoran walet; w1=Pupuk kotoran walet 1000 g/m2; w2= Pupuk kotoran walet 2000 g/m2; w3= Pupuk kotoran walet3000 g/m2dan w4= Pupuk kotoran walet 4000 g/m2. Satuan pengamatan dalam penelitian ini sebanyak150 tanaman. Variabel pngamatan yaitu tinggi tanaman, berat tongkol kotor dan berat tongkol bersih.Data pengamatan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam rancangan acak kelompok dan dilanjutkandengan menggunakan uji BNJ. Hasil analisis menunjukan bahwa pemberian pupuk kotoran waletberpengaruh nyata terhadap ketiga variabel yang diamati. Dosis pupuk kotoran walet yang optimaldalam menghasilkan pertumbuhan dan hasil jagung manis sebanyak 4000 g/m2, ditunjukkan denganrerata tertinggi dari tinggi tanaman 141,37 cm, berat tongkol kotor 644,63 g, dan berat tongkolbersih 629,10 g
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN BERNILAI WISATA DI KAWASAN EKOBUDAYA PENAM SENGKUANG LEBUK DESA EMPAKA KEBIAU RAYA SINTANG Antonius -; Vincencia Septaviani Issera Sulistya Putri
Publikasi Informasi Pertanian Vol 17, No 2 (2021): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v17i2.541

Abstract

Kawasan Ekobudaya Penam Sengkuang Lebuk merupakan areal penggunaan lain berhutanyang dijaga oleh masyarakat, yang disebabkan oleh ketergantungannya pada berbagai potensisumberdaya alam yang terdapat di dalam kawasan. Konsekuensi dari keadaan tersebut adalah terjadinyaeksploitasi pada jenis-jenis bernilai wisata, ekonomi dan budaya. Terutama pemanfaatan tumbuhanpenghasil zat pewarna alam, antara lain jenis Rotan Jernang berbatang tunggal. Bila pemanfaatannyatidak terkendali, maka dikhawatirkan terjadinya degradasi berbagai potensi sumberdaya alam hayatibernilai wisata, endemik, dilindungi dan langka. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasitentang kondisi keanekaragaman hayati tumbuhan bernilai wisata di kawasan Ekobudaya PenamSengkuang Lebuk. Pengumpulan data vegetasi menggunakan metode eksplorasi. Hasil penelitianmemperlihatkan ditemuinya beberapa jenis tumbuhan bernilai wisata. Cukup tingginya kepedulianmasyarakat terhadap kelestarian sumberdaya alam dengan menetapkan areal penggunaan lain berhutanyang masih memiliki tutupan hutan menjadi kawasan Ekobudaya, telah menyelamatkan berbagai jenistumbuhan bernilai wisata di kawasan Ekobudaya Penam Sengkuang Lebuk.
PERAN PEREMPUAN DALAM PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (Studi Kasus di Desa Mekar Mandiri Kabupaten Sintang) Surya Aspita
Publikasi Informasi Pertanian Vol 17, No 2 (2021): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v17i2.547

Abstract

Melalui program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) maka peluang perempuanuntuk mendapatkan kesetaraan gender semakin terbuka. Kesetaraan gender adalah suatu kondisi dimanaporsi dan siklus sosial perempuan dan laki-laki setara, serasi, seimbang dan harmonis, kondisi ini dapatterwujud apabila terdapat perlakuan adil antara perempuan dan laki-laki. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui penilaian perempuan terhadap pengelolaan hutan dan pelaksanaan PHBM di Desa MekarMandiri melalui analisis terhadap tingkat kehadiran perempuan dalam kegiatan PHBM. Sasaran dalampenelitian ini yaitu rumah tangga Kelompok Tani Hutan (KTH) peserta program PHBM di Desa MekarMandiri. Variabel penelitian yang dikaji adalah penilaian perempuan tentang PHBM, Pelaksanaan,tingkatkehadiran perempuan dalam PHBM. Hasil penelitian menunjukan mayoritas perempuan telah memilikipenilaian yang sedang atau cukup terhadap keberadaan tentang PHBM sebanyak 93,33% respondendan pelaksanaan PHBM dengan persentase 63,33%. kegiatan pelaksaan PHBM mayoritas beradapada tingkat sedang dan tinggi, dengan persentase berurutan sebesar 40,00% dan 43,33%.

Page 1 of 2 | Total Record : 14