cover
Contact Name
Florensius Tijan
Contact Email
admin@unka.ac.id
Phone
+6281227902049
Journal Mail Official
admin@unka.ac.id
Editorial Address
Jl.YC.Oevang Oeray Nomor 92 Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat 78612
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
PIPER
ISSN : 19070403     EISSN : 27755738     DOI : 10.51826/piper
PIPER merupakan salah satu media/wadah untuk mengembangkan kemampuan ilmiah civitas akademika Fakultas Pertanian, terutama kemampuan berkomunikasi secara tertulis sesuai kaidah-kaidah ilmiah. Sebagai wadah menampung hasil-hasil penelitian ilmiah, PIPER dapat memperkaya khasanah ilmu dan pengetahuan melalui berbagai aktivitas penelitian. PIPER diharapkan berisi konsep-konsep pemikiran yang objektif, kritis, maju, konstruktif dan mengandung upaya memecahkan berbagai masalah sektor pertanian terutama di wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat maupun di Indonesia bahkan dunia.
Articles 258 Documents
Studi Habitat dan Pola Persebaran Belimbing Darah ( Baccaurea angulata ) Pada Kawasan Berhutan Di Desa Pelimping Kabupaten Sintang Sri Sumarni; Ria Rosdiana Hutagaol; Oki Saputra
Publikasi Informasi Pertanian Vol 16, No 30 (2020): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v16i30.379

Abstract

Belimbing Darah (Baccaurea angulata) atau umin merupakan salah satu jenis endemik yang ada di Kalimantan. Manfaat dari belimbing darah yaitu selain buah sebagai edible , bagian lain dari tumbuhan ini juga dapat digunakan sebagai obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Habitat dan Pola Persebaran Belimbing Darah (Baccaurea angulata) pada kawasan Berhutan di Desa Pelimping Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan wawasan tentang habitat dan pola persebaran Belimbing Darah yang terdapat pada kawasan Berhutan di Desa Pelimping Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang khususnya, serta menjadi database dalam upaya memanfaatkan dan melestarikan Belimbing Darah umumnya. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Jalur. Penentuan jalur dilakukan dengan sytematis sampling with random start. Adapun jumlah jalur dibuat sebanyak 4 buah, berjarak 200 m pada tiap jalur dengan panjang jalur disesuaikan dengan kondisi dilapangan. Pengamatan analisa vegetasi digunakan petak pengamatan ukuran 20 m x 20 m secara kontinyu. Hasil penelitian diketahui 24 jenis tumbuhan yang tumbuh di sekitar Belimbing Darah yaitu Omak/Tampoi, Mentawak, Jambu Monyet/ Jambu Tengkalak, Kemayau, Manggis Hutan, Asam Kandis, Kelampai, Keranji, Petai, Kepuak/Benda, Tapang/Menggiris, Pelaik/Pulai, Gaharu/Engkaras, Mawang, Langsat/Duku, Bungkang/Buah Ubah, Asam Pelam, Kemantan/Bacang, Lilinang, Durian, Kapur, Cempedak, Kedondong Hutan, Meranti, dan Nyatoh. Jenis tanah pada lokasi penelitian tergolong tanah Debu/Lempung berpasir. Rerata curah hujan bulanan pada saat penelitian adalah 226,60 mm, suhu udara bulanan 27 °C, rerata Kelembaban Relatif bulanan 89 %. Pola persebaran Belimbing Darah dari perhitungan Indeks Morisia dari seluruh jalur pengamatan didapatkan hasil indeks yang < 1 , dari hasil tersebut maka diketahui bahwa pola persebaran Belimbing Darah adalah acak. Belimbing Darah yang tumbuh secara acak menunjukkan adanya interaksi yang saling menguntungkan diantara individu-individu yang ada, namun demikian tumbuhan dengan pola pertumbuhan acak justru dapat meningkatkan kompetisi dalam hal unsur hara, cahaya matahari, dan air. Sehingga faktor lingkungan tempat tumbuh menjadi hal yang penting dalam pola penyebaran yang secara acak ini. Hal ini menjadi informasi bagi masyarakat setempat guna menjaga kawasan berhutan di Desa Pelimping ini untuk tetap lestari dan menjadi habitat yang sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan Belimbing Darah di wilayahnya.
ANALISIS KUALITAS AIR SUNGAI KAYAN KABUPATEN SINTANG Ria Rosdiana Hutagaol
Publikasi Informasi Pertanian Vol 14, No 27 (2018): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v14i27.201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air Sungai Kayan Kabupaten Sintang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-Juli 2018 di lima desa yang berada di sepanjang aliran Sungai Kayan yaitu Desa Lintang Tambuk dan Desa Nanga Tebidah yang terdapat di Kecamatan Kayan Hulu dan Desa Nanga Mau, Desa Mentunai, dan Desa Sungai Ranap yang terdapat di Kecamatan Kayan Hilir untuk pengambilan sampel air. Analisa sampel air sungai dilakukan di Laboratorium Lingkungan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang. Berdasarkan hasil analisis air sungai Kayan sesuai PP No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air secara keseluruhan tampak bahwa kelima desa yang menjadi titik sampling di sepanjang aliran sungai Kayan menunjukkan bahwa untuk parameter Chemical Oxygen Demand (COD), Biologycal Oxygen Demand (BOD), Warna, Kekeruhan, kandungan logam besi (Fe), dan logam timbale (Pb) telah melebihi ambang batas baku mutu kualitas air kelas 1 dan 2. Air sungai Kayan sudah tidak memenuhi kriteria baku mutu air kelas 1 sehingga tidak layak untuk menjadi bahan baku air minum bagi masyarakat setempat.
Pengaruh MOL Bekicot Terhadap Hasil Kacang Panjang (Vigna sinensis, L.) Pada Tanah Podsolik Merah Kuning Herlina Kurniawati
Publikasi Informasi Pertanian Vol 13, No 25 (2017): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v13i25.90

Abstract

Meningkatkan produksi kacang panjang masih dapat diupayakan karena tanah yang masih cukup tersedia meskipun kondisi tanah kurang subur, namun melalui pemberian MOL Bekicot diharapkan dapat mengatasi kekurangan unsur hara pada tanah Podsolik Merah Kuning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Mol Bekicot terhadap hasil kacang panjang pada tanah Podsolik Merah Kuning, dan mengetahui dosis Mol Bekicot yang menghasilkan hasil kacang panjang pada tanah Podsolik Merah Kuning. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan MOL Bekicot sebagai perlakuan yang terdiri dari lima taraf dan diulang lima kali yaitu: b0 (tidak diberi Mol), b1 (1 ml MOL Bekicot), b2 (2 ml MOL Bekicot), b3 (3 ml MOL Bekicot), dan d4 (4 ml MOL Bekicot). Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis sidik ragam kemudian dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasil penelitian diketahui bahwa MOL Bekicot berpengaruh nyata terhadap hasil tanaman kacang panjang pada tanah PMK, pengaruh ini diketahui melalui hasil analisis statistik terhadap peubah berat polong, tetapi pada peubah jumlah polong pemberian MOL Bekicot berpengaruh tidak nyata. Hasil analisis data diketahui bahwa pemberian 3 ml MOL Bekicot menghasilkan berat polong tertinggi dengan berat rata-rata 0,76 kg per tanaman.
PENGARUH RAPID ROOT TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KARET (Hevea brasiliensis M) KLON PB 260 DI POLYBAG DENGAN MEDIA TANAH PMK Sumartoyo MP
Publikasi Informasi Pertanian Vol 1, No 22 (2016): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v1i22.9

Abstract

Perkebunan karet 2006 = 109.667,99 ha, tahun 2007 = 114.937,31 ha, tahun 2008 = 115.233,50 ha, tahun 2009 = 539.122,58 ha, dan tahun 2010 = 547.122,58 ha. Perkembangan luas kebun karet di kabupaten Sintang untuk masa mendatang perlu disikapi dengan penyediaan bibit yang cukup dan berkualitas. Angka tersebut menunjukkan bahwa perkebunan karet di kabupaten Sintang menglami perkebanagan yang cukup pesat. Perkembangan perkebunan karet tersebut perlu diimbangi dengan penyediaan bibit yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Rapid Root terhadap pertumbuhan bibit karet Klon PB 260 di Polybag Dengan Media Tanah PMK”, dan untuk mendapatkan dosis Rapid Root yang akan menghasilkan pertumbuhan bibit karet Klon PB 260 di Polybag Dengan Media Tanah PMK tertinggi. Penlitian ini bermanfaat untuk menambah khasanah pengetahuan tentang pengaruh Rapid Root terhadap pertumbuhan bibit karet Klon PB 260 di Polybag Dengan Media Tanah PMK dan diharapkan dapat memberi pedoman bagi para petani yang akan berusaha membuat bibit karet Klon PB 260 di Polybag Dengan Media Tanah PMK. Penelitian ini menggunakan metode percobaan lapangan, dilaksanakan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri atas 5 taraf perlakuan, masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Lima taraf perlakuan yang dimaksud adlah: r0 = Tanpa Rapid Root. r1 = 1 g Rapid Root per liter air. r2 = 2 g Rapid Root per liter air. r3 = 3 g Rapid Root per liter air. r4 = 4 g Rapid Root per liter air. Pengamata dilakukan terhadap peubah tinggi tanaman, tinggi tunas, diameter batang, dan jumlah daun. Hasil penlitian menunjukkan bahwa Rapid Root dapat meningkatkan pertumbuhan bibit karet klon PB 260 di Polybag. Pertumbuhan tertinggi akibat pemberian Rapid Root dicapai pada konsentrasi 3,0 g Rapid Root per liter air, pada konsentrasi tersebut menghasilkan rerata tinggi tunas (34.400 cm) dan diameter tunas (5.230 mm).
PEMANFAATAN KULIT RAMBUTAN SEBAGAI BOKASHI UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL BAYAM CABUT (Amaranthus tricolor, L) Herlina Kurniawati
Publikasi Informasi Pertanian Vol 14, No 27 (2018): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v14i27.191

Abstract

Bayam merupakan salah satu jenis sayuran hijau yang banyak manfaat bagi kesehatan. Bayam banyak memiliki kandungan berupa vitamin dan meneral, seperti vitamin A, B, dan C, protein, kalsium dan zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menɡetahui pengaruh pemberian bokashi kulit rambutan terhadap pertumbuhan dan hasil bayam cabut dan dosis bokashi kulit rambutan yang memberikan hasil tertinggi. Penelitian ini dilakukan dengan metode percobaan lapanɡan. Rancangan percobaan yanɡ digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan bokashi kulit rambutan sebagai perlakuan yang terdiri dari lima taraf dan lima ulanɡan yaitu : tidak diberi bokashi kulit rambutan (NO), 0,5 kg bokashi kulit rambutan (N1), 1 kg bokashi kulit rambutan (N2), 1,5 kg bokashi kulit rambutan (N3) dan 2 kg bokashi kulit rambutan (N4). Hasil penelitian diketahui bokashi kulit rambutan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil bayam cabut pada tanah PMK, yang ditandai tinggi tanaman dan berat segar tanaman. Pemberian 2 kg bokashi kulit rambutan menghasilkan tinggi tanaman dan berat segar tanaman tertinggi dengan rata-rata 23,40 cm dan 77,50 ɡram pertanaman.
Pemberian Pupuk Organik Granular Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Tanah (Arachis hypogea,L) Pada Tanah Ultisol Markus Sinaga
Publikasi Informasi Pertanian Vol 13, No 24 (2017): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v13i24.65

Abstract

Pemberian pupuk organik granular mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanahpada tanah ultisol,hal ini dikarenakan bahan dasar pembuatannya berasal dari bahan-bahan organik sehingga mampu menambah bahan orgaik tanah. Membaiknya kondisi tanah akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman dalam hal ini kacang tanah, sehinggahasil yang diberikan menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pemberian pupuk granular terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah pada tanah ultisol. (2) Dosis pupuk organik granular yang memberikan pengaruh tertinggi terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah pada tanah ultisol. Variabel bebas yaitu, pupuk organik granular.Variabel terikat terdiri atas tinggi tanaman, jumlah polong isi, dan berat biji. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan lima ulangan,perlakuan dalam penelitian ini adalah pemberian pupuk organik granular yang terdiri dari lima taraf perlakuan, yaitu: p0 = tidak diberi organik granular, p1 = 25 g organik granular per m2, p2= 50 g organik granular per m2, p3 = 75 g organik granular per m2, p4 = 100 g organik granular per m2. Data dianalisis dengan analisis ragam dan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada selang kepercayaan 95 dan 99%. Hasil penelitian diketahui bahwa Pupuk organik granular berpengaruh terhadap hasil tanaman kacang tanah pada tanah ultisol yang ditandai dari jumlah polong isi dan berat polong isi, tetapi tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman yang ditandai dengan tinggi tanaman. Dosis organik granular yang menghasilkan jumlah polong isi dan berat biji tanaman kacang tanah pada tanah ultisol adalah 100 gram per m2 tetapi tidak lebih baik dari pemberian 75 gram.
Pemberian LCC Mucuna Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Sawi Hijau (Brassica juncea L.) Pada Tanah PMK Nurhadiah -
Publikasi Informasi Pertanian Vol 16, No 31 (2020): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v16i31.464

Abstract

Upaya meningkatkan hasil sayuran sawi hijau di Kabupaten Sekadau dapat dilakukan dengan cara menambahkan bahan organik berupa pembenaman tanaman LCC pada tanah. Ini dilakukan karena sebagian besar kondisi tanah di Kabupaten Sekadau kesuburannya rendah seperti kandungan hara dan bahan organik rendah, serta jumlah mikro organisme sedikit, sementara ketersediaan LLC cukup banyak.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian LCC Mb terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah PMK; serta mengetahui dosis pemberian LCC Mb yang menghasilkan pertumbuhan serta hasil sawi hijau tertinggi pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Perlakuan pada penelitian ini adalah LCC Mb yang terdiri atas 7 (tujuh) taraf perlakuan dan tiap taraf diulang 4 (empat) kali. Taraf perlakuan yang dimaksud yaitu: kontrol (L0); 0,5 kg LCC Mb per m2 (L1); 1 kg LCC Mb per m2 (L2); 1,5 kg LCC Mb per m2 (L3); 2 kg LCC Mb per m2 (L4); 2,5 kg LCC Mb per m2 (L5); dan 3 kg LCC Mb per m2 (L6). Peubah yang diamati adalah tinggi tanman, jumlah daun dan berat segar tanaman. Data dianalisis dengan analisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji BNJ pada selang kepercayaan 0,05 dan 0,01. Hasil penelitian diketahui bahwa pemberian LCC Mb berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau pada tanah PMK. Pemberian 3 kg LCC Mb menghasilkan pertumbuhan dan hasil tertinggi tanaman sawi hijau dengan rerata tinggi tanaman 26,58 cm, jumlah daun 13,25 helai, dan berat segar tanaman 0,092 kg per tanaman.
Pemberian Bokashi Sekam Padi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Sawi Ladang (Nasturtium montanum Wall.) Diah Nurhadiah
Publikasi Informasi Pertanian Vol 15, No 29 (2019): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v15i29.339

Abstract

Sawi ladang adalah sawi yang ditanam oleh petani padi lahan kering pada saat musim berladang yang hanya ditanam untuk konsumsi sehari-hari. Untuk mendapatkan sawi ladang diluar musim berladang maka perlu pengelolaannya yang intensif, mengingat sebagian besar lahan di Kabupaten Sintang kurang kandungan bahan organiknya. Salah satu pupuk organik yang dapat digunakan yaitu bokashi sekam padi. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh bokashi sekam padi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi ladang pada tanah PMK dan mengetahui dosis bokashi sekam padi yang memberikan pengaruh pertumbuhan dan hasil tanaman sawi ladang yang terbaik pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan yang digunakan adalah bokashi sekam padi yang terdiri dari 5 taraf perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali. Taraf perlakuan yang dimaksud yaitu: B0 = tanpa pemberian bokashi sekam padi (kontrol), B1 = pemberian bokashi sekam padi sebanyak 1 kg per petak, B2 = pemberian bokashi sekam padi sebanyak 2 kg per petak, B3 = pemberian bokashi sekam padi sebanyak 3 kg per petak, dan B4 = pemberian bokashi sekam padi sebanyak 1 kg per petak. Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman per tanaman (cm), jumlah daun per tanaman (helai) dan berat segar tanaman (gram). Data dianalisis dengan Analisis Sidik Ragam dan Uji Lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 0,05 dan 0,01. Hasil penelitian diketahui bahwa bokashi sekam padi berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi ladang pada tanah PMK. Dosis 3 kg bokashi sekam padi per petak memberikan pertumbuhan dan hasil yang terbaik tanaman sawi ladang pada tanah PMK dengan tinggi tanaman 15,04 cm, jumlah daun 5,50 helai dan berat segar tanaman 50 gram. Kata Kunci: Bokashi Sekam Padi, Sawi Ladang, Pertumbuhan, Hasil.
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS SEKAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG (Solanum melongena, L.) PADA TANAH PMK Markus Sinaga
Publikasi Informasi Pertanian Vol 12, No 23 (2016): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v12i23.27

Abstract

Pemberian bahan organic seperti kompos sekam perlu dilakukan dalam mencukupi bahan organik tanah, terutama pada tanah PMK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos sekam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah PMK, dan mengetahui dosis pemberian kompos sekam yang memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah PMK. Lingkup penelitian ini terdiri variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas pada penelitian ini adalah kompos sekam. Variabel terikat meliputi, tinggi tanaman, diameter batang, dan berat buah. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen lapangan dan menggunakanrancangan lingkungan dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor perlakuan pada penelitian ini adalah kompos sekam padi yang terdiri dari sembilan taraf perlakuan, yaitu: k0 = tidak diberi kompos sekam; k1 = 0,5 kg kompos sekam per m2; k2 = 1 kg kompos sekam per m2; k3 = 1,5 kg kompos sekam per m2; k4 = 2 kg kompos sekam per m2; k5 = 2,5 kg kompos sekam per m2; k6 = 3 kg kompos sekam per m2; k7 = 3,5 kg kompos sekam per m2; k8 = 4 kg kompos sekam per m2. Data dianalisa dengan uji F dan uji BNJ. Hasil penelitian diketahui bahwa Pemberian kompos sekam berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah PMK. Pemberian kompos sekam 2 kg per m2 pada tanah PMK menghasilkan berat buah tertinggi dengan berat rata-rata 0,33 kg atau 330 gram per tanaman.
Peranan Pemberian Bokashi Sekam Padi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum.Mill.) Nining Sri Sukasih
Publikasi Informasi Pertanian Vol 16, No 31 (2020): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v16i31.444

Abstract

Tanaman tomat merupakan tanaman sayuran banyak mengandung vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh manusia untuk melengkapi keperluan gizi dalam hidupnya. Hasil tomat di Kalimantan Barat masih rendah, oleh karenanya perlu ditingkatkan. Salah satu kendala dalam meningkatkan pertumbuhan dan tomat di Kalimantan Barat adalah tanahnya yang didominasi oleh tanah PMK. Tanah PMK merupakan jenis tanah yang miskin bahan organik, oleh karenanya perlu penambahan pupuk organik, antara lain dengan pemberian bokashi sekam padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bokashi sekam padi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman toma. .Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola rancangan acak kelompok (RAK), terdiri dari lima taraf yaitu N0 = Tanpa bokashi sekam padi (kontrol) N1 = Bokasi sekam padi= 1,5 kg/m2N2 = Bokashi sekam padi= 2 kg m2 N3= Bokashi sekam padi=2,5 kg/m2N4=Bokashi sekam padi=3 kg/m2. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah buah, dan berat buah (gram).Data dianalisis dengan sidik ragam kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada selang kepercayaan 95% dan 99%.Hasil penelitian menunjukan bokashi sekam padi berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Pemberian 3 kg/m2 bokashi sekam padi memberikan rerata pertumbuhan dan hasil tertinggi yang ditunjukan oleh peubah tinggi tomat 89,80 cm, jumlah buah 7,85, dengan rata-rata 31,75 buah pertanaman, berat buah 307,048 gram dengan rata-rata 1076,75 gram pertanaman. Kata Kunci : Pertumbuhan, Hasil, Tomat , Bokashi Batang Pisang, Tanah Podsolik Merah kuning (PMK)

Page 7 of 26 | Total Record : 258