cover
Contact Name
Nur Ani
Contact Email
aninurk3@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aninurk3@gmail.com
Editorial Address
Jl. Letjen. S. Humardani No. 1 Sukoharjo, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services
ISSN : 27459438     EISSN : 27459446     DOI : 10.32585/ijecs.v1i2.801
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services is a journal of the results of community service with a multidisciplinary field of study. Education Agriculture Engineering Health Economic Social humanity and others
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 175 Documents
Pemberdayaan Disabilitas Melalui Peningkatan Kompetensi Berbasis Kebutuhan Industri dan Personal Branding di Kota Yogyakarta Rini, Poppy Laksita; Hamdi, Muhammad; Haryanti, Nunik; Naufalino, Muhammad Farel; Manganti, Endah Sari; Maulinda, Umi; Rusna, Medi
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi penyandang disabilitas di Kota Yogyakarta melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri dan penguatan personal branding. Latar belakang kegiatan berangkat dari rendahnya partisipasi angkatan kerja penyandang disabilitas yang hanya mencapai 40% pada tahun 2022, serta adanya stigma sosial dan keterbatasan keterampilan. Mitra kegiatan adalah Himpunan Disabilitas Muhammadiyah (HIDIMU) yang berperan dalam rekrutmen peserta dan fasilitasi kemitraan dengan industri hospitality. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, asesmen kebutuhan, pelatihan service excellence dan personal branding, pemanfaatan website portofolio, serta pendampingan magang di industri jasa. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, kuesioner, observasi, serta wawancara mendalam dengan peserta dan mitra. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan peserta sebesar 35%, peningkatan rasa percaya diri, serta terbukanya peluang kerja melalui kemitraan industri dan promosi portofolio digital. Dari sisi sosial, kegiatan ini mendorong kesadaran kolektif akan pentingnya inklusi tenaga kerja disabilitas. Kesimpulannya, program berhasil meningkatkan kapasitas penyandang disabilitas secara teknis dan sosial, meskipun masih terdapat tantangan berupa keterbatasan infrastruktur digital dan adaptasi materi pelatihan. Kata kunci: disabilitas, pemberdayaan, personal branding, service excellence, industri jasa
Pelatihan Active Learning dengan Media Pembelajaran Berbasis Gamifikasi untuk Meningkatkan Kompetensi Guru MA Islamiyah Malo Kabupaten Bojonegoro fauziah, zumrotul; Anisah, Giati; Manshur, Ahmad; Dharma Yanti, Putri; Nur Febriyanti, Siti
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v7i1.7515

Abstract

ABSTRACT MA Islamiyah Malo faces several learning problems, including monotonous learning methods, limited teacher competence in creating interactive learning media, and low student involvement in the learning process. Based on these problems, this community service activity aims to increase the knowledge and competence of Madrasah Aliyah Islamiyah Malo teachers regarding Active Learning methods and the creation of Gamification learning media. The method used in this community service activity was Participatory Action Research (PAR) with a problem-solving approach and participation as a form of empowerment, including training and mentoring. The results of this community service activity were: first, an increase in MA Islamiyah Malo teachers' knowledge of how to apply active learning methods to involve students in the learning process. Second, this community service activity has equipped MA Islamiyah Malo teachers with the skills to create gamified learning media using several website-based applications such as Wordwall, Bamboozle, and Superteachertool. This activity solves problems at MA Islamiyah Malo, making students more actively involved in the learning process through interactive and engaging media, such as various fun games or activities. Keywords: Active Learning, Gamification, Teachers’ Competences.  
"Pelatihan Edutechnoentrepreneurship untuk Guru dan Orang Tua TK dalam Membentuk Lingkungan Belajar Kreatif Berbasis Teknologi Sabariah; Rufi’i
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v7i1.7816

Abstract

Pelatihan Edutechnoentrepreneurship meningkatkan kompetensi digital guru-orang tua, memanfaatkan teknologi kreatif, memperkuat kolaborasi sekolah-rumah, menciptakan pembelajaran interaktif, aman, mendorong kreativitas dan perkembangan optimal anak usia dini. Analisis kebutuhan, penyusunan materi, pelatihan interaktif melalui seminar dan praktik, pendampingan implementasi teknologi, serta evaluasi-refleksi berkelanjutan guna meningkatkan kompetensi digital dan kreativitas pembelajaran anak usia dini. Pelaksanaan pelatihan Edutechnoentrepreneurship bagi guru dan orang tua TK menunjukkan hasil yang signifikan dalam peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta terkait pemanfaatan teknologi pada pembelajaran anak usia dini. Berdasarkan pengamatan dalam kegiatan praktik, peserta mampu mengoperasikan berbagai aplikasi edukatif ramah anak dan mulai merancang media pembelajaran digital sederhana seperti video, lembar kerja interaktif, serta permainan yang mendukung perkembangan kognitif dan bahasa anak. . Selain itu, kemampuan peserta dalam memahami keamanan digital juga meningkat, ditunjukkan dengan penerapan fitur parental control dan pengaturan waktu layar di rumah maupun di sekolah. Pembahasan lebih lanjut menunjukkan bahwa pelatihan ini mampu mengubah mindset guru dan orang tua dari sekadar pengguna teknologi menjadi fasilitator kreatif yang mendorong anak berkarya dan berekspresi melalui media digital. Sinergi sekolah dan keluarga semakin kuat melalui komunikasi berbasis platform digital yang efektif. Anak terlihat lebih antusias, percaya diri, serta aktif dalam mengikuti pembelajaran karena kegiatan yang diberikan lebih interaktif dan sesuai gaya belajar masa kini. Meskipun demikian, ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan perangkat di beberapa keluarga dan kebutuhan pelatihan lanjutan untuk memperdalam kemampuan desain media digital. Oleh karena itu, kesinambungan program menjadi penting agar ekosistem pembelajaran digital yang inovatif dapat terjaga dan terus berkembang. Pelatihan Edutechnoentrepreneurship meningkatkan kompetensi digital guru dan orang tua, mendorong kreativitas anak, memperkuat kolaborasi sekolah–rumah, menciptakan pembelajaran aman, interaktif, inovatif, serta membentuk generasi adaptif dan berkarakter di era digital.
Nurturing Global Synergy Through Education, Culture, And Community Enggagement Sabariah; Rufii; Bandono, Adi; Suhari; Dani
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v7i1.7852

Abstract

Pendidikan berperan strategis dalam membangun kohesi sosial dan sinergi global melalui penguatan kompetensi antarbudaya, dialog, dan kolaborasi lintas komunitas. Integrasi pendidikan inklusif, nilai budaya lokal, dan keterlibatan masyarakat terbukti meningkatkan kewargaan global serta ketahanan sosial. Namun, kesenjangan akses dan partisipasi masih menjadi tantangan yang memerlukan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan.Sinergi global dibangun melalui pendekatan partisipatif yang mencakup identifikasi kebutuhan, perencanaan kolaboratif, implementasi berbasis budaya, evaluasi partisipatif, serta penguatan jejaring berkelanjutan. Pendekatan ini memastikan program relevan, inklusif, dan berdampak dalam pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat di Sekolah At-Toyyibah menunjukkan sinergi kuat antara Universitas PGRI Adi Buana, sekolah, mahasiswa, guru, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis budaya dan keterlibatan komunitas. Melalui penyuluhan, sesi berbagi, kolaborasi guru–mahasiswa, serta simbol kerja sama institusional, program ini memperkuat literasi global, nilai lokal, dan partisipasi masyarakat. Evaluasi menunjukkan dampak positif, sekaligus menegaskan pentingnya keberlanjutan, kolaborasi lintas sektor, dan penguatan kapasitas guru serta komunitas. Program ini memperkuat sinergi pendidikan, budaya, dan keterlibatan masyarakat melalui pendekatan kolaboratif dan partisipatif. Dengan peningkatan kapasitas guru, pelibatan komunitas, pelatihan berkelanjutan, dan jejaring multipihak, program mendorong keberlanjutan serta daya saing masyarakat di tingkat global.Kata kunci: Pendidikan Inklusif, Sinergi Global, Keterlibatan Masyarakat, Budaya Lokal, Pemberdayaan Komunitas
Infrastructure Revitalization, MSME Empowerment, and Socio-Cultural Education through the Community Outreach Program (COP) in Rejosari Village, Mojokerto Aplonia Nelci; Jellytha Tani, Fransiska; Shintya Namu Ago, Kristina; Verouden, Meike; Yanagimoto, Yuna; Candra Sanjaya, Vania; Djuanda, Evelyn; odriques, Servatius
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v7i1.7931

Abstract

ABSTRACT This community service program was conducted through the Community Outreach Program (COP) in Rejosari Village, Mojokerto, East Java. The program aimed to support village development through integrated activities focusing on infrastructure revitalization, micro small and medium enterprise (MSME) empowerment, and socio-cultural education. Using a multinational service-learning approach, the program involved 26 students from six countries who collaborated with local stakeholders to address community needs through both physical and non-physical interventions. Key activities included the revitalization of community facilities, improvement of fishpond infrastructure, environmental arrangement, MSME rebranding, and socio-cultural and cultural exchange activities for children and community members. The results indicate improvements in the functionality of village infrastructure, increased readiness of local MSMEs to market their products, and enhanced community participation in social, educational, and cultural activities. The program also fostered cross-cultural understanding and collaboration between local residents and international participants. Although the implementation period was relatively short, the outcomes demonstrate that an integrated and multicultural community service model can contribute positively to local capacity building and community engagement. The COP Rejosari program offers a practical and replicable model for holistic community development in rural areas with similar characteristics. Keywords: Product Rebranding; Rural MSMEs; Community Empowerment; Infrastructure Revitalization; Community Outreach Program