cover
Contact Name
Zaedun Na'im
Contact Email
leadershipjurnal@gmail.com
Phone
+6282330512288
Journal Mail Official
zaedunnaim82@gmail.com
Editorial Address
https://e-journal.staima-alhikam.ac.id/index.php/mpi/pages/view/Editorial%20Team
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam
ISSN : 27217108     EISSN : 27150399     DOI : https:/doi.org/10.32478/leadership
Core Subject : Education,
Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam adalah jurnal ilmiah yang terbit berkala dan diterbitkan oleh STAI Ma`had Aly Al-Hikam Malang. Jurnal ini dikhususkan untuk mengkaji seputar ilmu Manajemen Pendidikan Islam. Pengelola sangat mengapresiasi atas kontribusi dalam bentuk artikel dari kalangan akademisi dalam disiplin ilmu manajemen pendidikan Islam untuk dipublikasikan dan disebarluaskan melalui mekanisme seleksi naskah, telaah dan penyuntingan. Seluruh artikel yang dipublikasikan merupakan pandangan dan gagasan yang bersifat individu dari para penulis tidak mewakili jurnal ini ataupun lembaga afiliasi penulis. LEADERSHIP: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam terbit dua kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember Fokus telaah di Jurnal Leadership sebagai berikut: 1. ilmu manajemen pendidikan Islam 2. Issue manajemen pendidikan di sekolah, madrasah atau pesantren 3. Peningkatan mutu pendidikan di sekolah, madrasah atau pesantren
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 139 Documents
TRANSFORMING COMMUNITY-BASED MADRASAS  IN THE DIGITAL ERA M. Amin Hasan; Hanun Asrohah; Keith Thong
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2026): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v7i2.4692

Abstract

Madrasah transformation is a long-term process requiring collective support from various stakeholders as essential social capital. Active community involvement is a key strategy for sustainable reform. This study aims to analyze the influence of community participation levels on the scale of organizational and digital transformation within madrasahs to ensure they thrive in the Society 5.0 era. The methodology employs Participatory Action Research (PAR) using a multi-case study design across four madrasahs. Findings indicate that community participation can be categorized into four levels: informing, involving, participating, and leading. The depth of this support determines the scale of organizational transformation at micro, institutional, and macro levels. Furthermore, the level of community engagement correlates directly with technological maturity, distinguishing digital transformation stages into predigital, digitally mature, and post-digital transformation. The primary findings reveal that higher levels of community participation are strongly linked to accelerated organizational and digital shifts. This demonstrates that community synergy serves as the main driver in creating educational institutions that are adaptive to the integration of technology and human values in the future. Keywords: Community Engagement; Organizational Transformation; Digital Transformation.   Abstrak Transformasi madrasah merupakan proses panjang yang membutuhkan dukungan kolektif dari berbagai pemangku kepentingan sebagai modal sosial utama. Keterlibatan aktif komunitas secara keseluruhan merupakan strategi kunci untuk reformasi berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat partisipasi masyarakat terhadap skala transformasi organisasi dan digital madrasah agar mampu berkembang di era Society 5.0. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research dengan desain studi multi-kasus pada empat madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dikategorikan menjadi empat tingkatan: memberi informasi, melibatkan, berpartisipasi, dan memimpin. Tingkat dukungan tersebut menentukan skala transformasi organisasi pada level mikro, institusional, dan makro. Selain itu, kedalaman keterlibatan masyarakat berkorelasi langsung dengan kematangan teknologi, yang membedakan tahapan transformasi digital menjadi: pra-digital, digital matang, dan pasca-transformasi digital. Temuan utama mengungkapkan bahwa semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat, semakin kuat akselerasi transformasi organisasi dan digital di madrasah. Hal ini membuktikan bahwa sinergi komunitas adalah penggerak utama dalam mewujudkan institusi pendidikan yang adaptif terhadap integrasi teknologi dan nilai kemanusiaan di masa depan. Kata kunci: Keterlibatan Komunitas; Transformasi Organisasi; Transformasi Digital.
PERFORMANCE OF PRIVATE ISLAMIC ELEMENTARY SCHOOL TEACHERS IN DEPOK CITY IN TERMS OF REWARD, SELF-EFFICACY, AND ORGANIZATIONAL COMMITMENT Lilis Badriah; Zaenul Muttaqin; Hendro Prasetyono; Syahfitri Purnama; Eigis Yani Pramularso; Rozita Che Rodi
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2026): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v7i2.4712

Abstract

Reward and self-efficacy are important factors in enhancing organizational commitment to optimize performance, including for private Islamic teachers who work to help shape a future generation of outstanding citizens. The purpose of this study is to examine how reward and self-efficacy influence teacher performance, mediated by organizational commitment, among teachers at private Islamic elementary schools in Depok. This quantitative study involved 105 teachers as respondents, utilizing a survey method for data collection. Data were collected via questionnaires and subsequently analyzed using the Partial Least Squares (PLS) method with the assistance of the SmartPLS 4.0 application. After data analysis, the results showed that teacher performance is partially and positively influenced by reward, although not significantly; self-efficacy has a partial, positive, and significant influence on teacher performance; and organizational commitment also has a partial, positive, and significant influence on teacher performance. Regarding the mediating relationship, it was demonstrated that organizational commitment partially mediates the effects of reward and self-efficacy on teacher performance. The theoretical implications of this study align with previous research, namely that if attention to reward and self-efficacy increases, organizational commitment will strengthen and teacher performance will improve. These findings highlight the importance of enhancing reward and self-efficacy to strengthen long-term commitment to the organization, thereby optimizing teacher performance. Keywords: organizational commitment, private Islamic elementary schools, reward, self-efficacy, teacher performance.   Abstrak Penghargaan dan efikasi diri merupakan faktor penting dalam meningkatkan komitmen organisasi agar kinerja menjadi lebih optimal, termasuk bagi guru swasta Islam yang bekerja untuk berkontribusi mencetak generasi penerus bangsa yang unggul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana reward dan efikasi diri memengaruhi kinerja guru yang dimediasi oleh komitmen organisasi para guru sekolah dasar Islam swasta di Depok. Penelitian kuantitatif ini melibatkan 105 guru sebagai responden dengan menggunakan metode survei dalam pengumpulan datanya. Data yang diperoleh dengan mengumpulkannya melalui kuesioner dan kemudian data dianalisis memakai metode Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan aplikasi SmartPLS 4.0. Setelah dilakukan pengolahan data diketahui hasil bahwa kinerja guru dipengaruhi oleh penghargaan secara parsial secara positif meski tidak signifikan, efikasi diri secara parsial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, dan komitmen organisasi juga secara parsial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Dalam hubungan mediasi, dapat dibuktikan bahwa komitmen organisasi secara parsial memediasi pengaruh penghargaan dan efikasi diri terhadap kinerja guru. Implikasi teoretis penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya, yaitu bahwa jika perhatian terhadap penghargaan dan efikasi diri meningkat, komitmen organisasi akan menguat dan kinerja guru akan meningkat. Temuan ini merekomendasikan pentingnya meningkatkan penghargaan dan efikasi diri guna memperkuat komitmen jangka panjang terhadap organisasi sehingga kinerja guru akan lebih optimal. Kata Kunci: efikasi diri, kinerja guru, komitmen organisasi, penghargaan, sekolah dasar Islam swasta.
DIGITAL-BASED CURRICULUM MANAGEMENT AT MADRASAH ALIYAH PONDOK PESANTREN AL-MUNAWWAROH, BANGKO DISTRICT, MERANGIN REGENCY, JAMBI PROVINCE weni; aris dwi nugroho; atika
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2026): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v7i2.4717

Abstract

This study aims to examine digital-based curriculum management at Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Al-Munawwaroh, Bangko District, Merangin Regency, Jambi Province, and to identify the supporting and inhibiting factors in its implementation. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through observation, interviews, and documentation involving the principal, vice principal for curriculum, teachers, and students selected through purposive sampling. The results indicate that curriculum management is implemented through systematic stages of planning, implementation, and evaluation. Curriculum planning is conducted through deliberation between pesantren leaders, the principal, and the board of teachers by integrating the Ministry of Religious Affairs curriculum with pesantren programs. Implementation follows prepared lesson plans and has begun incorporating digital media including projectors, laptops, and educational videos. Evaluation is conducted periodically to improve learning quality. Supporting factors include principal leadership support, availability of technological infrastructure, and teachers' willingness to adapt. Inhibiting factors include limited digital competence among some teachers, suboptimal use of facilities, and insufficient electricity capacity. This study contributes to understanding digital curriculum management dynamics in pesantren-based madrasahs and offers recommendations for policy development and further research. Keywords: Management; Curriculum; Digital; Islamic Boarding School; Madrasah Aliyah     Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen kurikulum berbasis digital di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Al-Munawwaroh Kecamatan BangkoKabupaten Merangin Provinsi Jambi serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, guru, dan santri yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi secara sistematis. Perencanaan kurikulum dilakukan melalui musyawarah antara pimpinan pesantren, kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, dan dewan guru dengan mengacu pada kurikulum Kementerian Agama serta diintegrasikan dengan program kepesantrenan. Pelaksanaan kurikulum dilakukan sesuai perangkat pembelajaran dan mulai memanfaatkan media digital dalam proses pembelajaran, termasuk penggunaan proyektor, laptop, dan video pembelajaran. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala madrasah, ketersediaan sarana teknologi, serta kemauan guru untuk beradaptasi. Faktor penghambat meliputi keterbatasan kompetensi digital sebagian guru, pemanfaatan fasilitas yang belum optimal, serta keterbatasan daya listrik. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman dinamika manajemen kurikulum berbasis digital di madrasah berbasis pesantren serta menawarkan rekomendasi bagi pengembangan kebijakan dan penelitian selanjutnya. Kata Kunci: Manajemen; Kurikulum; Digital; Pondok Pesantren; Madrasah Aliyah
AGILE LEADERSHIP: A HYBRID SYSTEMATIC LITERATUREREVIEW AND BIBLIOMETRIC ANALYSIS Sari Febrianti; Rahmi; Madhakomala; Hazrat Shah Kayen
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2026): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v7i2.4722

Abstract

This study aims to map the global research landscape on Agile Leadership through the analysis of articles indexed in Scopus. The analysis categorizes publications by country, institutional affiliation, source title, and primary author, while network visualization and keyword co-occurrence are examined using VOSviewer. This study is motivated by the growing need for adaptive leadership in response to rapid technological change, digital transformation, and post-pandemic challenges, as well as the fragmented nature of the Agile Leadership concept in the existing literature. A systematic literature review combined with bibliometric analysis, reviewing 64 articles indexed in the Scopus database published between 2005 and 2026 using the PRISMA framework and VOSviewer. The results indicate that Agile Leadership research has shown a significant upward trend since 2019, with a peak in 2024 based on VOSviewer results, reflecting increasing academic interest. Moreover, Agile Leadership is closely related to organizational agility, innovation, digital transformation, and human resource management, highlighting its multidimensional nature. However, this study identified several research gaps, including limited empirical evidence and underexplored areas such as employee well-being and cross-cultural contexts. In summary, Agile Leadership emerges as a multidimensional and evolving construct that plays a strategic role in addressing contemporary organizational challenges, while offering significant opportunities for future research across diverse contexts. Keywords: Agile Leadership; Bibliometric Analysis; Systematic Literature Review   Abstrak Studi ini bertujuan untuk memetakan lanskap penelitian global tentang Kepemimpinan Agile melalui analisis artikel yang diindeks di Scopus. Analisis mengkategorikan publikasi berdasarkan negara, afiliasi institusional, judul sumber, dan penulis utama, sementara visualisasi jaringan dan kemunculan bersama kata kunci diperiksa menggunakan VOSviewer. Studi ini dimotivasi oleh meningkatnya kebutuhan akan kepemimpinan adaptif sebagai respons terhadap perubahan teknologi yang cepat, transformasi digital, dan tantangan pasca-pandemi, serta sifat fragmentasi konsep Kepemimpinan Agile dalam literatur yang ada. Tinjauan literatur sistematis yang dikombinasikan dengan analisis bibliometrik, meninjau 64 artikel yang diindeks dalam basis data Scopus yang diterbitkan antara tahun 2005 dan 2026 menggunakan kerangka kerja PRISMA dan VOSviewer. Hasil menunjukkan bahwa penelitian Kepemimpinan Agile telah menunjukkan tren peningkatan yang signifikan sejak tahun 2019, dengan puncaknya pada tahun 2024 berdasarkan hasil VOSviewer, yang mencerminkan peningkatan minat akademis. Selain itu, Kepemimpinan Agile terkait erat dengan ketangkasan organisasi, inovasi, transformasi digital, dan manajemen sumber daya manusia, yang menyoroti sifat multidimensionalnya. Namun, studi ini mengidentifikasi beberapa kesenjangan penelitian, termasuk bukti empiris yang terbatas dan area yang kurang dieksplorasi seperti kesejahteraan karyawan dan konteks lintas budaya. Singkatnya, Kepemimpinan Agile muncul sebagai konstruksi multidimensional dan berkembang yang memainkan peran strategis dalam mengatasi tantangan organisasi kontemporer, sekaligus menawarkan peluang signifikan untuk penelitian masa depan di berbagai konteks. Kata kunci: Kepemimpinan Tangkas; Tinjauan Literatur Sistematis; Analisis Bibliometrik.
INTEGRATED SCIENCE-ISLAMIC CURRICULUM MANAGEMENT STRATEGY Muhammad Nurhadi; Imam Suprayogo; Mulyono Hadi; Siti Marfuah
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2026): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v8i2.4726

Abstract

The dichotomy between science and Islam remains a fundamental issue in Islamic education, necessitating a curriculum management strategy capable of holistically integrating the two. This study aims to analyze the concept, implementation, and implications of an integrated science and Islam curriculum management strategy in realizing graduates with Ulul Albab character at the Faculty of Islamic Studies (FITK) of UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. This study uses a qualitative approach with a case study type. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews, observation, and documentation studies. Data analysis used the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana which includes data condensation, data presentation, and conclusion drawing, while data validity was carried out through triangulation of sources and techniques. The results of the study indicate that the curriculum management strategy underwent a transformation from a dichotomous paradigm to a monotheism-based integration through three phases, namely pre-integration, transition, and post-integration which emphasizesembedded integrationbased on Ulul Albab's values ​​and nurturing effect. The curriculum implementation takes place holistically throughvalue-based curriculum, hidden curriculum, digital technology-based learning, RPS integration, Islamic academic culture, Ma'had development, and institutional strengthening based on the Tree of Knowledge paradigm. The implications of curriculum implementation show the formation of Ulul Albab characters through the integration of dhikr, thinking, and good deeds that build spiritual awareness, integrative thinking skills, noble morals, social responsibility, and ethical use of technology. Thus, the integrated curriculum is able to produce graduates who have spiritual depth, breadth of knowledge, noble morals, and professional maturity in an adaptive and sustainable manner according to the demands of contemporary Islamic education, although it still requires systemic strengthening so that its implementation is more equitable and consistent. Keywords: Curriculum Management; Embedded Integration.   Abstract Dikotomi antara sains dan Islam masih menjadi persoalan mendasar dalam pendidikan Islam, sehingga diperlukan strategi manajemen kurikulum yang mampu mengintegrasikan keduanya secara holistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, implementasi, dan implikasi strategi manajmeen kurikulum terintegrasi sains dan Islam dalam mewujudkan lulusan berkarakter Ulul Albab di FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen kurikulum mengalami transformasi dari paradigma dikotomis menuju integrasi berbasis tauhid melalui tiga fase, yaitu pra-integrasi, transisi, dan pasca-integrasi yang menegaskan embedded integration berbasis nilai dan nurturing effect Ulul Albab. Implementasi kurikulum berlangsung secara holistik melalui value-based curriculum, hidden curriculum, pembelajaran berbasis teknologi digital, integrasi RPS, budaya akademik Islami, pembinaan Ma’had, serta penguatan kelembagaan berbasis paradigma Pohon Ilmu. Implikasi penerapan kurikulum menunjukkan terbentuknya karakter Ulul Albab melalui integrasi dzikir, fikir, dan amal shalih yang membangun kesadaran spiritual, kemampuan berpikir integratif, akhlak mulia, tanggung jawab sosial, serta etika pemanfaatan teknologi. Dengan demikian, kurikulum terintegrasi mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kedalaman spiritual, keluasan ilmu, keluhuran akhlak, dan kematangan profesional secara adaptif dan berkelanjutan sesuai tuntutan pendidikan Islam kontemporer, meskipun masih memerlukan penguatan sistemik agar implementasinya lebih merata dan konsisten. Kata kunci: Manajemen Kurikulum; Embedded Integration.
QUALITY OF LEARNING IN ELEMENTARY SCHOOLS: INTEGRATION OF TECHNICAL, HUMAN RELATIONS, AND PRINCIPAL CONCEPTUAL SKILLS DENY LESTARI; Erny Roesminingsih; Nunuk Hariyati
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2026): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v8i2.4732

Abstract

Learning quality is a crucial indicator of educational success in elementary schools, influenced by the effectiveness of principal leadership. However, research on principal skills tends to be partial and has not examined the integration of technical, human relations, and conceptual skills in improving learning quality. This study aims to analyze the influence of principals' technical skills, human relations skills, and conceptual skills on learning quality in elementary schools, both partially and simultaneously. The study used a quantitative approach with explanatory research. The study population was public elementary school teachers in Puncu District, Kediri Regency, with data collected using a Likert-scale questionnaire. Data were analyzed using multiple linear regression with the help of SPSS 27 after meeting prerequisite analysis tests, including normality, linearity, heteroscedasticity, and multicollinearity. The results indicate that principals' technical skills, human relations skills, and conceptual skills have a positive and significant effect on learning quality, both partially and simultaneously. Conceptual skills are the variable with the most dominant influence on learning quality. Furthermore, the results indicate that these three skills are integrated in shaping effective principal leadership. Conceptual skills serve as policy makers, human relations skills drive collaboration and work motivation, while technical skills play a role in the operational implementation of learning. The integration of these three skills has been proven to optimally improve learning quality. This research provides theoretical contributions to the development of educational leadership concepts and practical contributions for school principals in continuously improving learning quality. Keywords: technical skills; human relations skills; conceptual skills; learning quality; leadership integration Abstrak Mutu pembelajaran merupakan indikator penting keberhasilan pendidikan di sekolah dasar yang dipengaruhi oleh efektivitas kepemimpinan kepala sekolah. Namun, penelitian mengenai keterampilan kepala sekolah masih cenderung dilakukan secara parsial dan belum banyak mengkaji keterpaduan keterampilan teknis, hubungan manusia, dan konseptual dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh keterampilan teknis, keterampilan hubungan manusia, dan keterampilan konseptual kepala sekolah terhadap mutu pembelajaran di sekolah dasar, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis explanatory research. Populasi penelitian adalah guru SD Negeri se-Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri dengan pengumpulan data menggunakan angket skala Likert. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda melalui bantuan program SPSS 27 setelah memenuhi uji prasyarat analisis meliputi normalitas, linearitas, heterokedastisitas, dan multikolinearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan teknis, keterampilan hubungan manusia, dan keterampilan konseptual kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu pembelajaran, baik secara parsial maupun simultan. Keterampilan konseptual menjadi variabel yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap mutu pembelajaran. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga keterampilan tersebut saling terintegrasi dalam membentuk kepemimpinan kepala sekolah yang efektif. Keterampilan konseptual berfungsi sebagai penentu arah kebijakan, keterampilan hubungan manusia sebagai penggerak kolaborasi dan motivasi kerja, sedangkan keterampilan teknis berperan dalam implementasi operasional pembelajaran. Integrasi ketiga keterampilan tersebut terbukti mampu meningkatkan mutu pembelajaran secara lebih optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis terhadap pengembangan konsep kepemimpinan pendidikan serta kontribusi praktis bagi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran secara berkelanjutan. Kata kunci: keterampilan teknis; keterampilan hubungan manusia; keterampilan konseptual; mutu pembelajaran; integrasi kepemimpinan
ADMISSION SYSTEMS IN ISLAMIC SECONDARY SCHOOLS: A COMPARATIVE STUDY BASED ON STUDENTS ACHIEVEMENT AND CONSENT Endah Winarti; Binti Nasukah; Raheb Sulaiman o Alturki
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2026): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v7i2.4738

Abstract

Admission policies are increasingly recognized as strategic tools through which educational institutions project their values and define desired student profiles. While extensive research has examined admissions based on academic achievement, equity, or socio-economic background, little attention has been paid to the affective and aspirational dimensions of student selection, particularly in non-Western and faith-based contexts. This study addresses that gap by exploring how two kinds of Islamic secondary schools in Indonesia (Madrasah and Pesantren), construct and operationalize their admission logics. Employing a qualitative comparative case study design, data were gathered through interviews, observations, and document analysis. Findings reveal two divergent approaches: Madrasah privileges measurable academic excellence, while Pesantren emphasizes student consent, defined as a student’s expressed willingness to undertake a long-term educational commitment. These criteria reflect not only institutional visions but also produce distinct graduate outcomes. By introducing student consent as a novel analytical construct, this study expands existing frameworks of admission policy. The findings offer theoretical insight into the ideological dimensions of student selection and practical guidance for designing mission-aligned admission strategies. Keywords: Admission Policies; Student enrollment; Islamic Education; Students Consent; Students achievement; secondary school.       Abstrak Kebijakan penerimaan siswa semakin dipahami sebagai alat strategis bagi lembaga pendidikan untuk menampilkan nilai-nilai yang mereka anut sekaligus menentukan profil siswa yang diharapkan. Selama ini, banyak penelitian membahas sistem penerimaan yang bertumpu pada prestasi akademik, aspek keadilan, atau latar belakang sosial ekonomi. Namun, perhatian terhadap dimensi afektif dan aspiratif dalam proses seleksi siswa masih sangat terbatas, terutama dalam konteks non-Barat dan lembaga pendidikan berbasis keagamaan. Penelitian ini mengisi kekosongan tersebut dengan mengkaji bagaimana dua jenis lembaga pendidikan Islam jenjang menengah di Indonesia (Madrasah dan Pesantren), merancang dan menerapkan alur logika penerimaan siswa mereka. Menggunakan desain studi kasus komparatif dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua pendekatan yang berbeda. Madrasah lebih mengutamakan keunggulan akademik yang dapat diukur, sementara Pesantren menekankan kesediaan siswa (student consent), yang dimaknai sebagai kemauan siswa untuk menjalani komitmen pendidikan jangka panjang. Perbedaan kriteria ini tidak hanya mencerminkan visi kelembagaan masing-masing sekolah, tetapi juga melahirkan karakter lulusan yang berbeda. Dengan memperkenalkan konsep student consent sebagai konstruk analitis baru, penelitian ini memperluas kerangka kajian tentang kebijakan penerimaan siswa. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dalam memahami dimensi ideologis dari proses seleksi siswa, sekaligus menawarkan panduan praktis bagi lembaga pendidikan dalam merancang sistem penerimaan yang selaras dengan misi. Kata kunci: Kebijakan Penerimaan; Pendaftaran Siswa; Pendidikan Islam; Persetujuan Siswa; Prestasi Siswa; Sekolah Menengah.
THE ROLE OF THE PRINCIPAL'S DIGITAL LEADERSHIP IN DECISION MAKING MUHAMMAD FAISHAL HAQ; Abd. Haris; Moh. Padil; Aqiela Mahannada
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2026): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v7i2.4746

Abstract

This study aims to examine the digital leadership practices of madrasah principals in digital-based decision making and their implications for the effectiveness of management and learning quality at Madrasah Tsanawiyah Sains Salahuddin Wahid Jombang. The research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. Data analysis was conducted interactively and continuously through data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the madrasah principal implements digital leadership through four main roles: innovator and agent of digital change, role model for educators and education staff, facilitator of digital collaboration, and technology-based performance supervisor. Digital decision-making strategies are carried out through data-based open discussions, multi-platform communication, and structured capacity building programs. The implementation of this digital leadership has a significant impact on improving the madrasah's operational efficiency, learning quality, organizational culture change towards digital literacy, as well as policy transparency and accountability. Keywords: digital leadership, principal, digital-based decision making, digital transformation, Islamic educational leadership   Abstrak Penelitian ini bertujuan mengkaji praktik kepemimpinan digital kepala madrasah dalam pengambilan keputusan berbasis digital serta implikasinya terhadap efektivitas pengelolaan dan mutu pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah Sains Salahuddin Wahid Jombang. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif dan berkesinambungan melalui tahap kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah menjalankan kepemimpinan digital melalui empat peran utama: inovator dan agen perubahan digital, teladan bagi pendidik dan tenaga kependidikan, fasilitator kolaborasi digital, serta supervisor kinerja berbasis teknologi. Strategi pengambilan keputusan digital dilakukan melalui diskusi terbuka berbasis data, komunikasi multi-platform, dan program capacity building terstruktur. Implementasi kepemimpinan digital ini berdampak signifikan terhadap peningkatan efisiensi operasional madrasah, kualitas pembelajaran, perubahan budaya organisasi menuju literasi digital, serta transparansi dan akuntabilitas kebijakan. Kata Kunci: digital leadership, kepala sekolah, pengambilan keputusan berbasis digital, transformasi digital, kepemimpinan pendidikan Islam.
THE TRANSFORMATION OF THE ONE STOP INTEGRATED SERVICE MANAGEMENT (PTSP) IN IMPROVING THE QUALITY OF PUBLIC SERVICES AT THE MINISTRY OF RELIGIOUS AFFAIRS IN MALANG CITY Zainal Anwar; Umi Sumbulah; M. Fahim Tharaba; Sutiah Sutiah; Obaidul Hoque
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2025): Desember
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v7i1.4801

Abstract

This study examines the management transformation of the One-Stop Integrated Service (PTSP) at the Ministry of Religious Affairs in Malang City, which achieved a 92% Public Satisfaction Index (IKM) in 2023 from 78% in 2020, with service time reduced from 4.7 to 1.9 working days. Despite growing literature on PTSP efficiency, no study has comprehensively examined the full management transformation cycle within a religious institution while integrating Islamic values as its normative governance foundation. Using a qualitative case study design, data were collected from key informants comprising structural officials, PTSP staff, service users, and public service experts through in-depth interviews, participatory observation, documentation, and focus group discussions, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana interactive model. Four novel conceptual constructs emerged: the TRUST model (Transformational Religious-based Unified Service Trust), SMART model (Strategic Management Assessment Responsive Transformation), SERVE model (Service Excellence and Responsive Value Engagement), and ETHIC model (Ethical Transparency and Human-centered Institutional Governance), integrating into the overarching SDG–PTSP model (Spiritual Digital Governance for Public Service Transformation). A key theoretical contribution is the extension of Lewin’s (1947) organizational change model from three to four stages, adding Re-Freeforming as a phase of continuous spiritual-digital renewal unique to religious bureaucracies. Keywords: PTSP transformation; public service quality; digital governance; Islamic values; SDG–PTSP; religious bureaucracy.   Abstrak Studi ini meneliti transformasi manajemen Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSP) di Kementerian Agama Kota Malang, yang mencapai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 92% pada tahun 2023 dari 78% pada tahun 2020, dengan waktu pelayanan berkurang dari 4,7 menjadi 1,9 hari kerja. Meskipun literatur tentang efisiensi PTSP semakin berkembang, belum ada studi yang secara komprehensif meneliti siklus transformasi manajemen secara menyeluruh dalam sebuah lembaga keagamaan sambil mengintegrasikan nilai-nilai Islam sebagai landasan tata kelola normatifnya. Dengan menggunakan desain studi kasus kualitatif, data dikumpulkan dari informan kunci yang terdiri dari pejabat struktural, staf PTSP, pengguna layanan, dan pakar pelayanan publik melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi, dan diskusi kelompok fokus, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Empat konstruksi konseptual baru muncul: model TRUST (Transformational Religious-based Unified Service Trust), model SMART (Strategic Management Assessment Responsive Transformation), model SERVE (Service Excellence and Responsive Value Engagement), dan model ETHIC (Ethical Transparency and Human-centered Institutional Governance), yang terintegrasi ke dalam model SDG–PTSP (Spiritual Digital Governance for Public Service Transformation) yang lebih luas. Kontribusi teoritis utama adalah perluasan model perubahan organisasi Lewin (1947) dari tiga menjadi empat tahap, dengan menambahkan Re-Freeforming sebagai fase pembaruan spiritual-digital berkelanjutan yang unik untuk birokrasi keagamaan. Kata kunci: transformasi PTSP; kualitas publik; digital governance; nilai Islami; birokrasi religius.