cover
Contact Name
-
Contact Email
akper.insada@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
akper.insada@gmail.com
Editorial Address
Jl. Letjen Sutoyo Gg. Jodhipati No.10, Mojosongo, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57127
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan
ISSN : 23385375     EISSN : 26559870     DOI : -
Core Subject : Health,
Intan Husada Jurnal Ilmiah Keperawatan menerbitkan tentang informasi ilmu yang berkenaan dengan ilmu kesehatan khususnya ilmu keperawatan, yang dapat digunakan dalam rangka pembelajaran pada jenjang Perguruan Tinggi Kesehatan.
Articles 191 Documents
PENGALAMAN PERAWAT DALAM PENERAPAN MODEL ASUHAN KEPERAWATAN PROFESIONAL(MAKP) DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT PANTI RINI YOGYAKARTA: NURSES' EXPERIENCE IN IMPLEMENTING THE PROFESSIONAL NURSING CARE MODEL (MAKP) IN THE INPATIENT ROOM OF PANTI RINI HOSPITAL YOGYAKARTA Pramidyasstuti, Chatarina Henny Pramidyastuti; Agustina Sri Oktri Hastuti; Bernadetta Eka Noviati
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 12 No. 02 (2024): Vol. 12 No.2 , Juli 2024
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v12i2.586

Abstract

Layanan keperawatan merupakan bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari layanan kesehatan, didasarkan pada pengetahuan dan prinsip-prinsip keperawatan. Model asuhan keperawatan profesional (MAKP), sangat tepat diterapkan untuk Rumah Sakit yang belum memiliki tenaga profesional(Ners) yang banyak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui secara mendalam pengalaman perawat dalam penerapan model asuhan keperawatan profesional (MAKP) di Rumah Sakit Panti Rini Yogyakarta. Rumah Sakit Panti Rini adalah Rumah Sakit tipe C yang belum memiliki cukup banyak tenaga profesional (Ners), dan saat ini model asuhan keperawatan yang diterapkan adalah MAKP, akan tetapi dalam pelaksanaannya belum optimal Penelitian ini menggunakan metode penelitian diskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini bejumlah enam orang, yang didapatkan melalui teknik purposive sampling. Teknik dan instrument menggunakan teknik wawancara mendalam dengan pedoman wawancara. Dari enam partisipan, masuk masa dewasa muda dengan masa kerja 11-27 tahun yang menghasilkan 4 tema yaitu :1. Kesan perawat dalam penerapan metode MAKP di Rumah Sakit Panti Rini Yogyakarta 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan metode MAKP di Rumah Sakit Panti Rini Yogyakarta. 3. Faktor yang mempermudah dan menghambat penerapan MAKP di Rumah Sakit Panti Rini Yogyakarta. 4.Sistem reward yang diberikan. Simpulan dalam penerapan metode MAKP ini perawat mempunyai kesan lebih efektif,efisien dan spesifik. Dalam pelaksanaannya ada faktor yang mempengaruhi pelaksanaan, mendukung dan menghambat. Dari sistem reward yang diberikan Rumah Sakit Panti Rini masih bersifat global dan belum spesifik.
HUBUNGAN TINGKAT STRESS DENGAN KUALITAS TIDUR LANSIA DI PEDUKUHAN CEPOKO TRIRENGGO BANTUL: THE RELATIONSHIP BETWEEN STRESS LEVELS AND SLEEP QUALITY OF THE ELDERLY IN CEPOKO TRIRENGGO, BANTUL Lucia Merry Wahyu Wikaningtyas; Agustina Sri Oktri Hastuti; Dwi Antara Nugraha
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 12 No. 02 (2024): Vol. 12 No.2 , Juli 2024
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v12i2.607

Abstract

Pendahuluan. Lansia ketika mengalami masalah stress menyebabkan ketegangan otot sehingga saraf simpatif bekerja aktif sehingga menjadi gelisah dan tidak rileks sulit untuk memulai tidur dan mengakibatkan seseorang mendapatkan kualitas tidur yang buruk. Ketika mengalami stres akan terjadi peningkatan pada hormon kortisol hal itu dapat berpengaruhi pada susunan saraf tubuh manusia dan mengakibatkan ganggan pada tidur. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat stress dan kualitas tidur lansia di Pedukuhan Cepoko Trirenggo Bantul. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat stress dan kualitas tidur lansia di Pedukuhan Cepoko Trirenggo Bantul. Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia berusia 60-70 tahun di Pedukuhan Cepoko Trirenggo Bantul. Sample yang digunakan didalam penelitian ini 119 responden dihitung menggunakan rumus Issac & Michael dan teknik pengumpulan sampel dengan Consecutive Sampling. Instrumen yang digunakan untuk tingkat stress menggunakan DASS-42 dan untuk kuesioner kualitas tidur menggunakan PSQI. Hasil Lansia dengan tingkat stress ringan 50,4% dan 74,8% lansia memiliki kualitas tidur buruk hasil penelitian uji statistic dengan (p = 0,000 atau p<0,05) menunjukkan ada hubungan yang signifikan anatara tingkat stress dengan kualitas tidur lansia di Pedukuhan Cepoko Trirenggo Bantul. Kesimpulan. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stress dengan kualitas tidur lansia di Pedukuhan Cepoko Trirenggo Bantul.
FORMULASI SERUM ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN MATOA (POMETIA PINNATA J.R FORST AND G. FORST) DENGAN VARIASI GELLING AGENT CARBOPOL 940 : ANTIOXIDANT SERUM FORMULATION OF MATOA LEAF ETHANOL EXTRACT (POMETIA PINNATA J.R FORST AND G. FORST) WITH VARIATIONS OF GELLING AGENT CARBOPOL 940 Anita Nilawati; Ayu Bainunniza; Reslely Harjanti
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 12 No. 02 (2024): Vol. 12 No.2 , Juli 2024
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v12i2.608

Abstract

Daun matoa (Pometia pinnata J.R Forst and G. Forst) mengandung flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Senyawa yang berasal dari bahan alam, terutama flavonoid banyak dimanfaatkan salah satunya sebagai komponen aktif dalam sediaan kosmetik. Serum adalah salah satu jenis sediaan kosmetik dengan konsentrasi kandungan zat aktif tinggi dan viskositas rendah, yang mampu menghantarkan film tipis dari bahan aktif pada permukaan kulit. Carbopol 940 digunakan sebagai gelling agent yang dapat mempengaruhi nilai viskositas dan daya sebar pada sediaan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh variasi basis carbopol 940 terhadap sifat fisik dan stabilitas serum ekstrak daun matoa yang berpotensi antioksidan. Metode. Ekstrak etanol daun matoa diperoleh melalui proses maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Selanjutnya ekstrak tersebut diformulasi menjadi sediaan serum dengan variasi konsentrasi carbopol 940 pada FI (0,4%), FII (0,5%) dan FIII (0,6%). Ekstrak dan sediaan tersebut kemudian dievaluasi sifat fisik dan stabilitasnya serta diuji potensi antioksidannya terhadap radikal DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya FII yang memenuhi persyaratan mutu fisik dan stabilitas. Variasi konsentrasi carbopol berpengaruh terhadap parameter pH, viskositas serta daya sebar sediaan serum. Semakin rendah konsentrasi carbopol akan menyebabkan penurunan viskositas dan peningkatan daya sebar. Serum FI menghasilkan potensi antioksidan terbaik dengan nilai IC50 sebesar 69,74 ppm±0,80. Kesimpulan. Serum ekstrak etanol daun matoa mempunyai potensi antioksidan dan variasi konsentrasi Carbopol berpengaruh terhadap mutu fisik sediaan serum.
KARAKTERISTIK REMAJA DENGAN KONSEP DIRI POSITIF DI SURAKARTA : CHARACTERISTICS OF ADOLESCENTS WITH POSITIVE SELF-CONCEPT IN SURAKARTA Mulyaningsih; Wahyuni; Erika Dewi Noorratri; Sukardi Sugeng Rahmad
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 12 No. 02 (2024): Vol. 12 No.2 , Juli 2024
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v12i2.610

Abstract

Pendahuluan. Masa remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa. Pada masa ini juga merupakan masa pembentukan konsep diri. namun, pada masa ini juga merupakan masa yang rentan terjadi krisis identitas. Remaja perlu mempersiapkan diri agar dapat membentuk konsep diri yang baik, karena ketidaksiapan remaja dapat memberikan dampak negatif pada kesejahteraan emosional dan sosial mereka, sehingga dapat mengganggu proses pembentukan konsep diri. Sehingga penting untuk menyediakan dukungan yang tepat, termasuk pendekatan yang menghargai perasaan mereka, memberikan informasi yang akurat tentang perubahan yang terjadi, dan membantu mereka mengembangkan keterampilan pengelolaan stres dan resiliensi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang karakteristik dan konsep diri remaja Metode. Studi ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Jumlah responden dalan penelitian ini sebanyak 365 remaja. Dalam penelitian ini, pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengkaji data karakteristik dan konsep diri. Karakteristik yang dikaji dalam penelitian ini yaitu jenis kelamin, usia, dan indeks massa tubuh (IMT). Hasil. Hasil penelitian menunjukkan 53,15% responden berusia 19 tahun, 90% perempuan, dan 183 remaja memiliki indeks massa tubuh (IMT) normal. Dalam penelitian ini juga didapatkan 55% remaja memiliki konsep diri positif. Kesimpulan. Remaja mayoritas berusia 19 tahun dengan jenis kelamin perempuan, memiliki IMT normal dan konsep diri yang positif.
EDUKASI BERBASIS KELUARGA TERHADAP PENANGANAN PERTAMA BAGI PENDERITA DIABETES MELLITUS DENGAN KETOASIDOSIS DIABETIKUM DI WILAYAH PUSKESMAS GONDANGREJO: FAMILY BASED EDUCATION ON THE FIRST TREATMENT FOR DIABETES MELLITUS PATIENTS WITH DIABETIC CETOASIDOSIS IN THE GONDANGREJO HEALTH CENTER AREA Windyastuti, Erlina; Mardiyah, Siti; Fitriana, Rufaida Nur
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 12 No. 02 (2024): Vol. 12 No.2 , Juli 2024
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v12i2.626

Abstract

Pendahuluan. Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit dengan pengobatan jangka Panjang dan seumur hidup. DM merupakan salah satu penyakit sistemik yang mampu memunculkan komplikasi. Salah satu komplikasi yang muncul pada penderita DM adalah Ketoasidosisi Diabetik. Ketoasidosis diabetik (KAD) merupakan komplikasi akut diabetes melitus tipe 1 yang ditandai dengan dehidrasi, kehilangan elektrolit, asidosis dan disebabkan oleh pembentukan keton yang berlebihan. Keadaan ini merupakan gangguan metabolisme yang paling serius dan mengancam jiwa. Tujuan penelitian. Penelitian ini untuk menganalisis edukasi berbasis keluarga terhadap penanganan pertama bagi penderita diabetes mellitus dengan ketoasidosis diabetikum di Wilayah Puskesmas Gondangrejo. Metode. Penelitian ini menggunakan desain Quasi eksperimen dengan pendekatan pre-posttest without control group. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang menderita DM berusia lebih dari 55 tahun yang tinggal serumah dengan anggota keluarga lainnya sejumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu 30 orang dengan kriteria inklusi lansia dan keluarga yang bersedia menjadi responden serta lansia dengan DM yang tinggal serumah dengan anggota keluarga lain. Intervensi edukasi dengan media booklet diberikan dua kali dalam seminggu dengan masing-masing waktu 45 – 60 menit melalui kunjungan rumah. Penilaian penanganan pertama bagi penderita diabetes mellitus dengan ketasidosis diabetikum dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk menganalisis pengaruh edukasi berbasis keluarga terhadap penanganan pertama bagi penderita diabetes mellitus dengan ketoasidosis diabetikum. Hasil. Analisis statistik dengan menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai p value = 0,01 lebih kecil dari alpha 0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh edukasi berbasis keluarga terhadap penanganan pertama bagi penderita diabetes mellitus dengan ketoasidosis diabetikum Kesimpulan. Pemberian edukasi berbasis keluarga memiliki pengaruh signifikan terhadap pengetahuan pada penanganan pertama bagi penderita diabetes mellitus dengan ketoasidosis diabetikum di Wilayah Puskesmas Gondangrejo. Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Edukasi berbasis keluarga, Ketoasidosis Diabetikum
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN TUBERCULOSIS (TB) PADA ANAK : THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE AND ATTITUDES WITH TUBERCULOSIS (TB) PREVENTION BEHAVIORS IN CHILDREN Wirakhmi, Ikit; Iwan Purnawan; Yuli Dwi Hartanto
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 12 No. 02 (2024): Vol. 12 No.2 , Juli 2024
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v12i2.633

Abstract

Background. Tuberculosis (TB) remains a significant public health issue both in Indonesia and internationally, making it one of the targets of sustainable health development goals (SDGs). The proportion of childhood tuberculosis cases in Central Java in 2022 was 19.5%, an increase compared to the 2021 proportion of 11.2%. This indicates that the transmission of tuberculosis cases to children is on the rise. Knowledge and attitudes are essential in promoting healthy behaviors, including efforts to prevent TB.Purpose. To determine the relationship between knowledge and attitudes with tuberculosis (TB) prevention behaviors in children.Methods.. This study is a quantitative correlational research. The study design is a cross-sectional study. The respondents were mothers with toddlers at Posyandu Mugi Slamet in Ledug Village, Kembaran Subdistrict, Banyumas Regency. The sample was taken using accidental sampling techniques, totaling 23 respondents. Data were collected on June 7, 2024. The research instrument used a questionnaire. The analysis used includes univariate and bivariate.Result. The majority had primary education (65.2%) and were unemployed (87%). Most respondents had good knowledge (56.5%), positive attitudes (91.3%), and positive behaviors (95.7%). The correlation between knowledge and behavior was not statistically significant (p = 0.184). A correlation value of 0.184 indicates a very weak positive correlation. The correlation between attitude and behavior was not statistically significant (p = 0.66). A correlation value of 0.752 indicates a strong positive correlation.Conclusion. There is no significant relationship between mothers' knowledge and attitudes with TB prevention behaviors in children.
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG MODIFIKASI GAYA HIDUP TERHADAP PENCEGAHAN STROKE BERULANG DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN TAHUN 2023: OVERVIEW OF KNOWLEDGE ABOUT LIFESTYLE MODIFICATION TO PREVENT REPEAT STROKE AT H. ADAM MALIK HOSPITAL, MEDAN, 2023 Jagentar P. Pane; Agustaria Ginting; Geba, Kresensia Anne Getrini
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 12 No. 02 (2024): Vol. 12 No.2 , Juli 2024
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v12i2.635

Abstract

Pendahuluan. Stroke merupakan salah satu penyakit serebrovaskular yang terjadi karena adanya penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah pada otak. Pengetahuan mengenai penyakit stroke sangat rendah, pemahaman dan kesadaran untuk faktor resiko timbulnya stroke, kurang pengetahuan mengenai gejala-gejala stroke, kurang optimalnya pelayanan untuk pasien stroke dan kurangnya ketaatan terhadap terapi untuk pencegahan stroke berulang adalah masalah yang muncul di Indonesia. Empat hal ini berkontribusi dalam meningkatnya kejadian stroke baru, makin tingginya angka kematian karna stroke, dan semakin tinggi kejadian stroke berulang. Tujuan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan pasien stroke tentang modifikasi gaya hidup terhadap pencegahan stroke berulang Metode. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode cross sectional menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel 39 orang Hasil. didapatkan hasil bahwa dari 39 responden pengetahuan kurang sebanyak 26 orang (66,7%), pengetahuan cukup sebanyak 7 orang (17,9%) dan baik sebanyak 6 orang (15,4%). Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan pasien tentang modifikasi gaya hidup terhadap pencegahan stroke berulang masih kurang.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET LANSIA PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS PAJANG SURAKARTA: THE RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY SUPPORT AND DIETARY ADHERENCE OF THE ELDERLY IN HYPERTENSIVE PATIENTS AT THE PAJANG HEALTH CENTER IN SURAKARTA Fadira Nindya Akhirana; marni; Marsudarinah
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 12 No. 02 (2024): Vol. 12 No.2 , Juli 2024
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v12i2.649

Abstract

Pendahuluan : Hipertensi merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Keluarga menjadi support system dalam kehidupan sehari-hari pasien hipertensi. Dukungan keluarga sangat penting dalam meningkatkan kepatuhan diet lansia pada penderita hipertensi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuahan diet lansia pada penderita hipertensi di Puskesmas Pajang Surakarta. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriftif corellational dan pendekatan cross sectional, penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 8 – 22 Maret 2024. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, dengan jumlah responden 60 orang, menggunakan teknik random sampling, data yang di peroleh di olah menggunakan uji statistik rank spearman. Hasil : Berdasarkan hasil analisis di peroleh data dari 60 lansia yang memiliki dukungan keluarga baik dengan kepatuhan dalam kategori patuh sebanyak 53 responden (88,3%), dukungan keluarga baik dengan kepatuhan dalam kategori tidak patuh sebanyak 7 responden (11,7%). Hasil uji rank spearman di dapatkan p-value = 0,000 (< 0,05). Kesimpulan : Ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet lansia pada penderita hipertensi di Puskesmas Pajang Surakarta
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 2-3 TAHUN DI DESA BALEREJO: THE RELATIONSHIP BETWEEN EXCLUSIVE BREASTFEEDING AND THE INCIDENT OF STUNTING IN TODDLERS AGED 2-3 YEARS IN BALEREJO VILLAGE Putri Alya Rifqi; marni; Dwi Lestari Mukti Palupi
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 12 No. 02 (2024): Vol. 12 No.2 , Juli 2024
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v12i2.650

Abstract

Pendahuluan.: Stunting merupakan sebuah masalah kurang gizi kronis yang disebakan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, menyebabkan adanya gangguan di masa yang akan datang yakni mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. Anak stunting memiliki Intteligent Quotient (IQ) lebih rendah dibandingkan rata-rata IQ anak normal. Stunting dapat disebabkan oleh banyak faktor diantaranya adalah BBLR, pengelolaan MP-ASI, sanitasi lingkungan, dan pemberian ASI eksklusif. Tujuan : untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita usia 2-3 tahun. Metode : jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif corellational dan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah balita usia 2-3 tahun, menggunakan teknik sampling purposive sampling, jumlah sampel 53 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisa univariat digunakan untuk mengetahui distribusi frekuensi dari karakteristik responden, sedangkan analisa bivariat digunakan untuk menguji hubungan pemberian asi eksklusif dengan kejadian stunting, menggunakan Uji Chi -Square. Hasil : hasil penelitian didapatkan balita yang mendapatkan ASI eksklusif berjumlah 42 (79,2%) dan yang tidak mendapatkan ASI eksklusif berjumlah 11 (20,8%) balita. Prevalensi kejadian stunting pada balita usia 2-3 tahun di Desa Balerejo sejumlah 8 balita. Hasil uji statistic Chi-square diperoleh nilai P-value 0,000 (<0,05). Kesimpulan : terdapat hubungan pemberian ASI ekkslusif dengan kejadian stunting pada balita usia 2-3 tahun di Desa Balerejo.
EVALUASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT (SIMRS) PADA BAGIAN RAWAT JALAN DENGAN METODE HOT-FIT: SYSTEMATIC REVIEW: EVALUATION OF HOSPITAL MANAGEMENT INFORMATION SYSTEMS (SIMRS) IN THE OUTPATIENT DEPARTMENT WITH HOT-FIT METHOD: A SYSTEMATIC REVIEW Fajar Suryo Putro; Aem Ismail; Amik Muladi
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 12 No. 02 (2024): Vol. 12 No.2 , Juli 2024
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v12i2.659

Abstract

Pendahuluan: Sistem informasi manajemen rumah sakit sebagai suatu sistem teknologi informasi dan komunikasi yang mengolah dan mengintegrasikan seluruh alur proses pelayanan rumah sakit ke dalam suatu jaringan koordinasi, pelaporan dan tata cara pengelolaan untuk memperoleh informasi yang tepat dan akurat. Namun ketika mencoba menerapkan SIMRS di bagian rawat jalan, terlihat masih banyak rumah sakit yang tidak berfungsi karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan karena berbagai faktor manusia, organisasi, dan teknologi. Tujuan: Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem informasi manajemen Rumah Sakit, pada bagian rawat jalan menggunakan model HOT-FIT. Metode: Tinjauan sistematis dilakukan dengan mencari artikel sesuai topik menggunakan database PubMed, Google Scholar dan Science Direct. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian adalah “Sistem informasi manajemen rumah sakit” dan “rawat jalan” dan “Metode HOT-Fit” dalam 6 tahun terakhir (2018-2024). Total artikel yang memenuhi syarat inklusi sebanyak 8 artikel pada tahun 2018-2024. Hasil: Pemanfaatan metode Hot-Fit untuk SIMRS pada bagian rawat jalan yang disebabkan karena adanya faktor manusia, khususnya penggunaan sistem dan kepuasan pengguna. Faktor organisasi meliputi kondisi fasilitas, dukungan pimpinan, manajemen proyek, lingkungan organisasi dan struktur organisasi. Kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan dan dukungan vendor adalah semua faktor teknologi. Kesimpulan: Berdasarkan temuan dari sejumlah penelitian yang telah dilakukan bahwa adanya pengaruh dari faktor, organisasi yaitu yang mengevaluasi sistem berdasarkan aspek struktur dan lingkungan organisasi. Sedangkan faktor yang tidak berpengaruh yaitu faktor manusia (Human) adalah evaluasi sistem informasi dari perspektif pengguna sistem, faktor teknologi (Technology), yang mengevaluasi sistem informasi berdasarkan kualitas sistem dan kualitas informasi, dan kualitas layanan.