cover
Contact Name
-
Contact Email
akper.insada@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
akper.insada@gmail.com
Editorial Address
Jl. Letjen Sutoyo Gg. Jodhipati No.10, Mojosongo, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57127
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan
ISSN : 23385375     EISSN : 26559870     DOI : -
Core Subject : Health,
Intan Husada Jurnal Ilmiah Keperawatan menerbitkan tentang informasi ilmu yang berkenaan dengan ilmu kesehatan khususnya ilmu keperawatan, yang dapat digunakan dalam rangka pembelajaran pada jenjang Perguruan Tinggi Kesehatan.
Articles 202 Documents
Perbedaan Tingkat Akurasi dan Selisih Berbagai Rumus Taksiran Berat Janin dan USG dengan Berat Lahir Bayi di RSKIA Sadewa Yogyakarta -, Vitrianingsih; -, Hartini
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2017): Vol. 4. No. 1 Januari 2017
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan Tingkat Akurasi dan Selisih   Berbagai Rumus Taksiran Berat Janin dan USG dengan  Berat Lahir Bayi  di RSKIA Sadewa Yogyakarta  Vitrianingsih1, Hartini2 Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta vee.three080589@gmail.com  ABSTRAK  Latar  Belakang: Pencapaian  program  MDGS  (Management  Development  Goals) Indonesia  dalam  penurunan  angka  kematian  anak  diprediksikan  masih  belum  tercapai. Salah  satu  faktor  yang  mempengaruhi  adalah  angka  kematian  bayi  yang  tinggi  yang disebabkan oleh berat badan lahir rendah dan berat badan lahir lebih. Maka pemantauan berat badan lahir menjadi salah satu modal awal dalam  menentukan kesejahteraan janin. Salah  satu  cara  yang  paling  mudah  dalam  mengantisipasi  berat  badan  lahir  adalah pengukuran  tinggi  fundus  uteri  dan  penggunaan  rumus  taksiran  berat  badan  janin. Sehingga  hasil  taksiran  dan  rumus  yang  tepat  akan  sangat  menentukan  pemantauan kesejahteraan janin. Tujuan  Penelitian:  Mengetahui  perbedaan  tingkat  akurasi  dan  selisih  rumus taksiran berat janin dan USG terhadap berat badan lahir. Metode  Penelitian :  Jenis  penelitian  adalah  Uji  diagnostik  untuk  mengetahui  tingkat akurasi  dan Kappa untuk  mengetahui  selisih  rerata  masing-  masing  taksiran  dengan desain Cross Sectional. Sample penelitian terdiri dari 91 sample yang memenuhi kriteria inklusi di RSKIA SADEWA. Data diambil dengan melihat data rekam medis Hasil penelitian:USG memberikan selisih rerata berat badan  ± 61,813 gram Johnsons ± 40,967 gram  Risanto  ± 128,495 gram  dan  Niswander    ± 505,923 gram.  Hasil  uji diagnostik Johnson  memiliki  akurasi  terbaik  yakni  73,6%,  dan  Niswander  memiliki akurasi  terendah  46,2%.  Berdasarkan  uji  Kappa  tidak  ada  perbedaan  yang  signifikan antara  taksiran  USG,  rumus  Risanto dan  rumus  Johnson  dengan  berat  lahir,  sedangkan taksiran  berdasarkan  rumus  Niswander  terdapat  perbedaan  yang  signifikan  berat  lahir bayi.  Kesimpulan  : Urutan  rumus  dengan  akurasi  terbaik  adalah  Johnsons, USG,  Risanto dan Niswander.  Kata Kunci  :  Rumus  Johnson,  rumus  Risanto,  Rumus  Niswander,  USG,  tingkat akurasi
the testing tambah artikel: coba tambah artikel admininsada
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2017): Vol. 4. No. 1 Januari 2017
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

untuk percobaan tambah artikel.
GAMBARAN UPAYA DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DENGAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA MAHASISWI SEMESTER II DI AKADEMI KEPERAWATAN INSAN HUSADA SURAKARTA Trisnowati, Tatik; Lestari, Sri
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2017): Vol. 5. No. 1 Juli 2017
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hampir 86% benjolan pada payudara ditemukan oleh penderita sendi dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) maka sangat penting dianjurkan kepada masyarakat untuk bias melakukan SADARI dengan benar. Banyak cara dapat dilakukan untuk mendeteksi tumor pada payudara yaitu dengan mammographi, USG dan SADARI. Dianjurkan kepada wanita harus melakukan SADARI tiap 3 bulan untuk wanita usia > 20 tahun untuk skrining kanker payudara walau tidak dijumpai keluhan apapun. Pemeriksaan payudara sendiri merupakan salah satu langkah deteksi dini untuk mencegah terjadinya kanker payudara yang akan lebih efektif jika dilakukan sedini mungkin ketika wanita mencapai usia reproduksi, dan seorang mahasiswi sudah termasuk dalam golongan usia tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitiandeskriptif kualitatif. Penelitian ini bersifat deskriptif untuk memberikan gambaran perilaku pemeriksaan payudara dalam upaya deteksi dini kanker payudara mahasiswi Akper Insan Husada Surakarta. Penentuan sampel yaitu purposive random sampling, teknik purposive digunakan dengan alasan karena tujuan penelitian ini sendiri tidak bermaksud membuat suatu generalisasi karena setiap individu, budaya, latar adalah unik dan penting untuk mengapresiasi keunikan.Jumlah populasi 225 mahasiswi dengan purposive random sampling diambil 50 mahasiswi.Hasil penelitian didapatkan bahwa Gambaran Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara Dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Pada Mahasiswi Semester II Di Akademi Keperawatan Insan Husada Surakarta : yaitu : Berpengetahuan cukup sebesar 67 %, Bersikap baik sebesar78%, Tindakan yang kurang sebesar 54 %. Jadi kesimpulan Gambaran Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara Dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Pada Mahasiswi Semester II Di Akademi Keperawatan Insan Husada Surakarta 66 % mempunyai upaya yang cukup melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Diharapkan masyarakat berperan aktif akan kebutuhan pemeliharaan kesehatan individu dengan mengeksplorasi banyak sumber informasi agar terhindar terkena kanker payudara.Kata kunci : Deteksi dini, Sadari, kanker payudara
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN LINGKAR LENGAN ATAS PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI PUSKESMAS UMBULHARJO I YOGYAKARTA JUNI 2017 Hidayati, Ririn Wahyu
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2017): Vol. 5. No. 1 Juli 2017
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wanita hamil beresiko mengalami kekurangan energi kronik (KEK) apabila memiliki lingkar lengan atas (LILA) <23,5 cm. Ibu hamil KEK beresiko 8,24 kali melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Permasalahan KEK telah dialami oleh hampir semua negara berkembang di Asia dengan pravalensi KEK sebesar 15 -47%.Penelitian ini untuk mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Lingkar Lengan Atas (LILA) pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta. Jenis penelitian ini survey analitik dengan pendekatan retrospektif. Data diambil dari rekam medik ibu hamil trimester I di Puskesmas Umbulharjo I sebanyak73. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara IMT dengan LILA ibu hamil trimester I di Pusksmas Umbulharjo I Yogyakarta (p value 0,001(p<0,05)). Ibu hamil sebaiknya melakukan cek LILA secara rutin untuk mengetahui kondisinya terkait resiko KEK dan melakukan secara rutin pada saat kunjungan agar dapat memonitoring status gizi ibu.Kata kunci: indeks massa tubuh, lingkar lengan atas, ibu hamil
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP PERUBAHAN SKALA NYERI SEDANG PADA PASIEN GASTRITIS DI KLINIK MBOGA SUKOHARJOan Waluyo, Sunaryo Joko; Suminar, Saka
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2018): Vol 6. No.1 Januari 2018
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut WHO angka kematian di dunia akibat kejadian gastritis di rawat inap yaitu 17-21% dari kasus yang ada pada tahun 2012, Di Indonesia 40,8%. Angka kejadian gastritis pada beberapa daerah di Indonesia cukup tinggi dengan prevalensi 274.396 kasus dari 238.452.952 jiwa penduduk. 10 (Sepuluh) penyakit terbanyak pada pasien rawat inap di rumah sakit di Indonesia dengan jumlah 30.154 kasus (4,9%). Dan keluhan yang paling sering di keluhkan pasiean adalah Rasa nyeri, nyeri adalah suatu keadaan yang mampu yang mempengaruhi keberadaan seseorang yang mengalaminya.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimentar semu (quasi eksperimental) dengan desain pre dan post test without control design dan pencuplikan random sampling dimana peneliti memilih sampel berdasarkan pertimbangan(judgment) tertentu. Teknik analisis data diolah menggunakan program SPSS 21.0 for WindowsHasil : Berdasarkan pengujian statistik dengan uji Regresi Linear, dinyatakan ada pengaruh yang signifikan pemberian metode teknik relaksasi nafas dalam terhadap perubahan rasa nyeri pada pasien Gastritis yang dirawat inap yang ditunjukan dengan nilai R2sebesar 0.397 dengan signifikansi 0.004 atau kurang dari 0,05, pada taraf signifikan 95%. Hal itu menunjukkan bahwa setiap pasien yang melakukan teknik relaksasi nafas dalamakan mengurangi rasa nyeri sebesar 39.7%. sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa ada pengaruh metode teknik relaksasi nafas dalam terhadap perubahan nyeri pada pasien Gastritis yang dirawat inap terbukti atau diterima. Kesimpulan : Hasil analisa menunjukkan terdapat pengaruh yang kuat pemberian metode teknik relaksasi nafas dalam dalam mengurangi rasa nyeri pada pasien gastritisyang dirawat inap di Klinik Mboga, Sukoharjo dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0.397 yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel bebas( setelah latihan relaksasi nafas dalam) terhadap variabel terikat sebelum latihan relaksasi nafas dalam adalah sebesar 39.7%Kata kunci : tehnik relaksasi, skala nyeri, gastritis
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN OBESITAS PADA ANAK USIA 6 – 12 TAHUN DI SD MOJOSONGO V SURAKARTA Lestari, Sri; Solikah, Siti Nur
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2017): Vol. 5. No. 1 Juli 2017
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas merupakan keadaan patologis,yaitu dengan terdapatnya penimbunan lemak yang berlebihan dari yang di perlukan untuk fungsi tubuh yang normal,tetapi masih banyak pendapat yang menganggap bahwa kegemukan adalah sehat. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2010,prevalensi kegemukan pada anak balita secara nasional 14%.Terjadi peningkatan di banding hasi lriset serupa tahun2007,yakni12,2%.Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desainstudicase control. Sampel penelitian adalah anak-anak yang berus i 6-12 tahunsebanyak 42 sampel masing masing terdiri dari 21 kasus dan 21 kontrol.Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling, analisa datadilakukan dengan uj i statistik univariat dan bivariat ( childsquaredan regresilogistik sederhana).Hasil Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa faktor yang tidak berhubungan dengan obesitas pada anak usia 6 -12 tahun adalah jenis kelamin, pendidikan ibu, kebiasaan makan utama dan faktor yang berhubungan dengan obesitas pada anak usia 6 -12 tahun adalah kebiasaan makan fast food dan kebiasaan minum soft drink.Kata kunci : Obesitas, Anak usia 6-12 tahun, Kebiasaan makan
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA DENGAN PENCEGAHAN DISMENORE DI SMK EMPAT LIMA SURAKARTA Solikah, Siti Nur; Trisnowati, Tatik
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2017): Vol. 5. No. 1 Juli 2017
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap insan yang dilahirkan akan melalui tahap tumbuh kembang yang berbeda-beda. Tahap pertumbuhan dan perkembangan usia remaja pada seorang wanita ditunjukkan dengan munculnya tandatanda seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksual. Semua wanita normal akan mengalami haid sebagai tanda kematangan organ reproduksi. Dismenore merupakan rasa sakit di perut bagian bawah selama menstruasi dan juga dapat dirasakan di pinggul, punggung bawah, atau paha. Rasa sakit bersifat spasmodik (kram) yang dapat mengganggu aktivitas. Pengetahuan dan sikap remaja tentang dismenore mempengaruhi cara pencegahan dismenore yang dialaminya. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di SMK Empat Lima yang mayoritas anak didik perempuan mengalami dismenore dan mengalami gangguan aktivitas belajar saat haid.Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap siswa dengan perilaku pencegahan dismenore di SMK Empat Lima Surakarta.Metode: Jenis penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional, terhadap 70 responden siswi SMK Empat Lima Surakarta dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji statistik Korelasi Kendal Tau. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Pengetahuan siswi SMK Empat Lima Surakarta tentang dismenore yang termasuk dalam kategori kurang sebanyak 8,2%, kategori cukup 34,28%, kategori baik 57,15%. (2) Sikap siswa SMK Empat Lima Surakarta terhadap dismenore yang termasuk kategori kurang sebanyak 14,20%, kategori cukup 35,7%, kategori baik 50%. (3) Perilaku pencegahan siswa SMK Empat Lima Surakarta terhadap dismenore yang termasuk kategori kurang sebanyak 38,0%, kategori cukup 4,28%, kategori baik 57,15%. (4) Hasil analisis menunjukkan ada hubungan kuat antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan dismenore (r ; 0,712 p = 0,000) dan ada hubungan kuat antara sikap dengan perilaku remaja dalam pencegahan dismenore di SMK Empat Lima Surakarta (r ; 0,745 p = 0,000).Simpulan: Ada hubungan yang kuat antara pengetahuan dan sikap remaja dengan perilaku pencegahan dismenore di siswa SMK Empat Lima SurakartaKata kunci: Pengetahuan, Sikap, Penatalaksanaan Kesehatan, Dismenore
GAMBARAN STANDAR LAHAN PRAKTEK YANG DITERAPKAN OLEH LAHAN PRAKTIK KLINIK MAHASISWA KEBIDANAN Estri, Belian Anugrah; Fajarini, Nurbita; a, Mufdlilah
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2017): Vol. 5. No. 1 Juli 2017
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran standar lahan praktek yang diterapkan oleh lahan praktik klinik mahasiswa kebidanan 2013. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan waktu (metode cross sectional). Pada penelitian ini akan dilakukan survey dengan menggunakan kuesioner untuk mendapatkan gambaran standar lahan praktik mahasiswa kebidanan secara jelas yang akan dilakukan di BPS, Puskesmas, dan Rumah Sakit.Data-data penelitian ini akan di analisis secara diskriptif narative. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui standar lahan praktik mahasiswa kebidanan di BPS, Puskesmas, dan Rumah Sakit di Yogyakarta tahun 2013. Hasil penelitian menunjukan bahwa lahan praktik di yogyakarta ini memiliki nilai yang baik ,hal tersebut meliputi peran dan tugas mentor/ pembimbing klinik prinsip-prinsip bimbingan praktik klinik yang sudah berjalan baik dilahan , strategi bimbingan praktik klinik yang sudah dilakukan di lahan dengan berbagai metode, kasus dilahan cukup bervariasi, SDM ( mahasiswa, lahan, CI) yang sudah mencukupi, fasilitas, administrasi di lahan sudah terpenuhi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah standar lahan praktik yang digunakan mahasiwa sudah memenuhi persyaratan yang ada dan memang layak untuk dijadikan tempat praktik.Kata kunci : lahan praktik, mahasiswa, standar lahan praktik
HUBUNGAN ANTARA TINGKATAN PREEKLAMPSIA DENGAN KEJADIAN BBLR DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL YOGYAKARTA Khofiyah, Nidatul; Rokhanawati, Dewi; Rahmasari, Putri
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2017): Vol. 5. No. 1 Juli 2017
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BBLR berhubungan dengan keadaan medis yang menyebabkan kehamilan tidak memungkinkan untuk dipertahankan, baik dari keadaan janin, plasenta maupun ibu, termasuk hipertensi dan preeklampsia/eklampsia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat preeklamsi dengan kejadian BBLR di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta. Desain penelitian korelasi ini menggunakan pendekatan cross sectional. Responden penelitian ini sejumlah 90 ibu bersalin. Hasil penelitian menurut uji chi-square, p < α (0,044 < 0,05) yang berarti ada hubungan antara preeklampsia dengan kejadian BBLR dengan kekuatan hubungan yang lemah (C = 0,208). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan antara derajat preeklampsia dengan kejadian BBLR dengan kekuatan hubungan yang lemah sekali, serta preeklampsia berat memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan BBLR jika dibandingkan dengan preeklampsia ringan. Untuk mengurangi angka kejadian preeklampsia dan BBLR serta mencegah tingkat keparahan dari keduanya, perlu dilakukan pemeriksaan rutin dan deteksi dini pada setiap ibu hamil khususnya setelah usia kehamilan 20 minggu, sehingga ibu dan janin tetap berada pada kondisi sehat.Kata Kunci : preeklamsia, eklamsia, kejadian BBLR
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN GURU DENGAN PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI SISWA REMAJA TUNAGRAHITA RINGAN DI BAKTI SIWI DAN SLB WIYATA DHARMA II TAHUN 2017 Rahmasari, Putri
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2017): Vol. 5. No. 1 Juli 2017
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akses informasi kesehatan reproduksi bagi siswi remaja tunagrahita masih rendah. Hal tersebut disebabkan kurangnya kompetensi dan kapasitas guru untuk memberikan bimbingan mengenai seksualitas. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan guru dengan pemberian pendidikan kesehatan reproduksi bagi siswa remaja tunagrahita ringan di SLB Bakti Siwi dan Wiyata Dharma II. Jenis penelitian adalah observasional analitik melalui pendekatan cross sectional dengan 30 guru sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan guru dengan pemberian pendidikan kesehatan reproduksi bagi siswa remaja tunagrahita ringan (p value 0,894 (p>0,05)). Pandangan tabu, pengalaman diri dan kemampuan komunikasi efektif memainkan pengaruh ke peran guru dalam pemberian pendidikan kesehatan reproduksi. Alternatif untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas guru adalah bisa melalui kolaborasi dengan orang tua siswa, kerja sama dengan pihak Puskesmas atau swasta sesuai dengan spesifikasi materi. Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Guru, Pemberian Pendidikan Kesehatan Reproduksi, Siswa Remaja Tunagrahita

Page 4 of 21 | Total Record : 202