cover
Contact Name
Lutfatulatifah
Contact Email
jurnalequalita@syekhnurjati.ac.id
Phone
+6282217654100
Journal Mail Official
lutfatulatifah@syekhnurjati.ac.id
Editorial Address
Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi Kota Cirebon 45132
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak
ISSN : 27456641     EISSN : 27756327     DOI : http://dx.doi.org/10.24235/equalita.v2i2.
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak focuses on topics related to gender and child issues. We aim to disseminate research and current developments on these issues. We invite manuscripts on gender and child topics in any perspectives, such as religion, economics, culture, history, education, law, art, communication, politics, and theology, etc. We look forward to having contributions from scholars and researchers of various disciplines.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019)" : 10 Documents clear
PROSES PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA PADA ANAK USIA DINI: STUDI KASUS DI PAUD WADAS KELIR PURWOKERTO Umi Khomsiyatun
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v1i1.5160

Abstract

Abstract: The ability to acquire language in each child is different. Many factors in it that affect differences in acquisition of first language in children. One of them is gender differences. Girls are superior to boys. In this study discusses the process of first language acquisition in early childhood as a case study in PAUD Wadas Kelir-Purwokerto. The method used in this research is to use the case study method. This type of research is field research. Data collection techniques in this study were observation, interviews and documentation. Data analysis techniques in this study used descriptive analysis of the process of first language acquisition in early childhood as a case study in Wadas Kelir-Purwokerto PAUD. So get a description of how the process of obtaining first language in early childhood. From the results of this study it can be seen that the process of acquiring first language in early childhood in Wadas Kelir Purwokerto PAUD is that early childhood in PAUD Wadas Kelir-Purwokerto, nouns are more dominant and widely used by children.Keywords: Language acquisition, Early childhood, Language. Abstrak: Kemampuan pemerolehan bahasa pada setiap anak berbeda. Banyak faktor di dalamnya yang mempengaruhi perbedaan pemerolehan bahasa pertama pada anak. Salah satu diantaranya adalah perbedaan jenis kelamin. Anak perempuan lebih superior daripada anak laki-laki. Dalam penelitian ini membahas mengenai proses pemerolehan bahasa pertama pada anak usia dini sebuat studi kasus di PAUD Wadas Kelir-Purwokerto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode studi kasus. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deksriptif tentang proses pemerolehan bahasa pertama pada anak usia dini sebuat studi kasus di PAUD Wadas Kelir-Purwokerto. Sehingga mendapatkan suatu pendeskripsian mengenai bagaimana proses pemerolehan bahasa pertama pada anak usia dini. Dari hasil kajian ini dapat diketahui proses pemerolehan bahasa petama pada anak usia dini di PAUD Wadas Kelir Purwokerto yaitu bahwa anak usia dini di PAUD Wadas Kelir-Purwokerto, kata benda lebih dominan dan banyak digunakan oleh anak-anak.Kata Kunci: Pemerolehan bahasa, Anak usia dini, Bahasa.
REVITALISASI PERAN ORANG TUA DAN GURU DALAM MEMBERIKAN PENDIDIKAN SEKS PADA ANAK Jaja Suteja; Muhsin Riyadi
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v1i1.5154

Abstract

Abstract: This research was conducted with a qualitative approach to the type of case studies, where data collected in the form of opinions, responses, information, concepts and information in the form of a description in expressing problems, symptoms, and phenomena in elementary schools in a careful, factual, and reasonable manner. Data collection techniques are observation, interviews, and documentation with deliberately selected informants namely elementary school class teachers, parents of students and students of SDIT. The results of this study produce that the role of parents and teachers in sex education in children includes aspects: first, teaching, namely an explanation of the male and female reproductive organs, pregnancy, ihtilam (wet dreams), menstruation and vaginal discharge. Second, Awareness that is instilling shame in children, educating children to always maintain eye contact, educating children so as not to advertise and khalwat, separating children's beds, introducing visiting times instills soul masculinity in boys and femininity in girls, choose television shows that are good for children, and also advise children to listen to music or songs that do not trigger orgasm. Third, information that explains about STIs (Sexually Transmitted Infections and HIV-Aids, as well as socialization about the types of contraceptives.Keywords: Revitalization, Role of Parents, Child Sex Education Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif dengan jenis studi  kasus, dimana data yang dikumpulkan berupa pendapat, tanggapan, informasi, konsep-konsep dan keterangan yang berbentuk uraian dalam mengungkapkan masalah, gejala, maupun fenomena di sekolah dasar secara cermat, faktual, dan sewajarnya. Teknik pengumpulan datanya yakni dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang dipilih secara sengaja yakni guru kelas sekolah dasar, orang tua siswa dan siswa SDIT. Hasil penelitian ini menghasilkan bahwa peran orang tua dan guru dalam pendidikan seks pada anak meliputi aspek: pertama, pengajaran yakni penjelasan tentang organ reproduksi laki-laki dan perempuan, kehamilan, ihtilam (mimpi basah), haid dan keputihan. Kedua, Penyadaran yakni menanamkan rasa malu pada anak, mendidik anak agar selalu menjaga pandangan mata, mendidik anak agar tidak melakukan ikhtilat dan khalwat, memisahkan tempat tidur anak, mengenalkan waktu berkunjung menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki-laki dan jiwa feminitas pada anak perempuan, memilihkan tayangan televisi yang baik buat anak, dan juga menyarankan kepada anak untuk mendengarkan jenis musik atau lagu yang tidak memicu rangsangan syahwat. Ketiga, penerangan yakni menjelaskan tentang IMS (Infeksi Menular Seksual dan HIV-Aids, serta sosialisasi mengenai jenis-jenis alat kontrasepsi.Kata Kunci: Revitalisasi, Peran Orang Tua, Pendidikan Seks Anak
ANALISIS TUMBUH KEMBANG ANAK DITINJAU DARI ASPEK PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI Aip Saripudin
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v1i1.5161

Abstract

Abstract: The golden age of the humans is going on since a child was born until the age of eight years. In this case the growth and development of kids drove rapidly, so it needs an effective stimulation of parents and their environment. The growth is quantitative changes that happen to people in terms of the growing number and size of, the dimensions on a cellular level as well as organ which occurs on any individual. Temporary out growth qualitative which the process that refers to the improvement of social and psychological people and going on all his life human. In aspects of the development of early childhood, rough motor there will be growth and child development sustainable. Of course, hand in hand growth and development to the various aspects of an early age will walk in accordance with, phases of his age so parents need to have a comprehensive knowledge about various aspects in early childhood.Key Word: Growth and development, rough motor, early childhood Abstrak: Masa golden age pada manusia terjadi sejak anak dilahirkan hingga usia delapan tahun. Pada masa ini pertumbuhan dan pekembangan anak melaju pesat, sehingga perlu stimulasi yang efektif dari orang tua dan lingkungannya. Pertumbuhan merupakan perubahan yang bersifat kuantitatif yang terjadi pada manusia dalam hal bertambahnya jumlah dan ukuran, dimensi pada tingkat sel serta organ yang terjadi pada setiap individu. Sementara perkembangan yakni proses kualitatif yang mengacu pada penyempurnaan fungsi-fungsi sosial dan psikologis dalam diri seseorang dan berlangsung sepanjang hidupnya manusia. Dalam aspek perkembangan motorik kasar anak usia dini, maka akan terjadi pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkesinambungan. Tentunya secara beriringan, pertumbuhan dan perkembangan berbagai aspek pada anak usia dini akan berjalan sesuai dengan tahapan usianya, sehingga orang tua perlu memiliki pengetahuan yang menyeluruh tentang berbagai aspek pada anak usia dini.Kata Kunci: Tumbuh kembang, motorik kasar dan anak usia dini
TAFSIR AYAT-AYAT PEREMPUAN: KRITIK ATAS FATWA KEAGAMAAN BIAS GENDER (STUDI PEMIKIRAN HERMENEUTIKA KHALED M. ABOU EL FADL) Atika Atika; Muhammad Abdul Latif; Ahmad Syafi’i
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v1i1.5157

Abstract

Abstract: The rise of sexual violence cases and immoral acts experienced by women recently, convinced Khaled's ideas about women which based on him are important to be appreciated and developed. The research method used is library research which is combined with the analysis of studies related to Khaled's thought. The results of this study contributes to the development of science in: first, Khaled's scientific contribution which describes the idea of the position of women in Islam which is featured in the book In the Name of God. Khaled's thoughts enrich knowledge and discourse on contemporary Islamic legal thoughts. Through this book, Khaled adds to our insights that Islamic thought can also be applied in everyday life. Secondly, it contributes to the Study of Haditth which provides understanding and enlightenment on a variety of traditions that need to be understood textually and contextually. Debates related to the arguments originating from the Hadith should be studied deeply, so that the implied meaning can be conveyed appropriately.Keyword: Interpretation of women's verses, religious fatwa, gender bias Abstrak: Maraknya kasus kekerasan seksual dan tindakan asusila yang dialami kaum perempuan pada saat ini meyakinkan bahwa gagasan Khaled tentang perempuan penting untuk diapresiasi dan dikembangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah library research dengan cara menganalisis kajian-kajian yang berkaitan dengan pemikiran Khaled. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, yakni: pertama, kontribusi keilmuan Khaled yang mendeskripsikan gagasan tentang posisi perempuan dalam Islam yang ditampilkan dalam buku Atas Nama Tuhan. Pemikiran-pemikiran Khaled memperkaya pengetahuan dan wacana pemikiran-pemikiran hukum Islam kontemporer. Melalui buku ini, Khaled menambah wawasan kita dalam pemikiran Islam yang juga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, kontribusi bagi Studi Hadits yang memberikan pemahaman dan pencerahan atas beragam hadis yang perlu dipahami secara tekstual dan kontekstual. Perdebatan-perdebatan terkait dengan dalil-dalil yang bersumber dari Hadis hendaknya dikaji secara mendalam agar makna yang tersirat dapat tersampaikan secara tepat.Kata Kunci: Tafsir Ayat-Ayat Perempuan, Fatwa Keagamaan, Bias Gender
PERAN RUMAH KITAB DALAM PENCEGAHAN KAWIN ANAK DI INDONESIA Maimunah Mudjahid
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v1i1.5162

Abstract

Abstract: This study is to examines the role of Social organization, Rumah Kitab in bringing social change for eradicating child marriage in Indonesia. Yayasan Rumah Kitab is a research institute for policy advocacy to fight for human rights of marginalized people such as women, people with disabilities, religious-race-minorities who are discriminated against by gender-biased religious views. The organization focus study is devoted to policy advocacy and organizing using gender analysis. Rumah KitaB works through research, critical religious texts, empowerment of pesantren, organizing women through critical education, educational institutions and marginal people communities. This study is focus on (i) What programs are design for eradicating child marriage and (ii) what is the social force behind the programs.Keyword: eradicating child marriage, Yayasan Rumah Kitab  Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis peran dari organisasi sosial Rumah Kitab.  Yayasan Rumah Kitab adalah lembaga riset untuk kebijakan guna memperjuangkan hak-hak kaum termarjinalkan seperti perempuan, orang dengan disabilitas, minoritas suku ras agama yang mengalami diskriminasi akibat pandangan sosial keagamaan yang bias gender. Kajian Rumah KitaB ditujukan untuk advokasi kebijakan dan pengorganisasian dengan menggunakan analisis gender dan feminisme. Rumah KitaB bekerja melalui riset, kajian teks keagamaan kritis, pemberdayaan pesantren, pengorganisasian perempuan melalui pendidikan kritis, lembaga pendidikan dan komunitas warga marjinal. Fokus dari kajian ini adalah (i) program apa yang didesain untuk menghapuskan perkawinan anak dan (ii) apa yang melatar belakangi program tersebut.Kata Kunci: penghapusan perkawinan anak, Yayasan Rumah Kitab 
KAJIAN GENDER DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (Perempuan Berkarakter Perempuan Pendidik Di Jurusan Tadris IPS IAIN Syekh Nurjati Cirebon) Ratna Puspitasari
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v1i1.5158

Abstract

Abstract: The large gap between the goalsand the reality of equal rights is yhe condition of some Indonesian women. The disadvantaged position of Indonesian women and the continuing nasional education system indicate that Indonesia faces a long road to meet the goals of the United Nation millennium on gender equality and education sustainability. The number of Social Studies Tadris of Tarbiyah Faculty and Teacher Training IAIN Syekh Nurjati Cirebon who are still active in lectures are 520 people divided into female students for the 2019/2020 academic year 427 people while the number of male students as whole is a number of 193 people are both quantitative and qualitative potential for the Social Studies Tadris development to develop a gender equality-based curriculum with the representation of gender equality study subjects in social studies learning. The study of gender equality in social studies learning is not just a learning of transfer of values including values related to gender issuesKeyword: equality, gender, education  Abstrak: Kesenjangan yang besar antara tujuan dan kenyataan mengenai persamaan hak atas pendidikan merupakan kondisi sebagian perempuan Indonesia. Posisi perempuan Indonesia yang tidak menguntungkan dan terus berlangsungnya sistem pendidikan nasional menandakan bahwa Indonesia menghadapi jalan yang panjang untuk memenuhi tujuan milenium PBB tentang kesetaraan gender dan keberlanjutan pendidikan. Jumlah mahasiswa Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang masih aktif dalam perkuliahan sejumlah 520 orang terbagi dalam mahasiswa berjenis kelamin perempuan untuk tahun ajaran 2019/2020 sejumlah 427 orang  sementara jumlah mahasiswa berjenis kelamin laki-laki secara keseluruhan adalah sejumlah 193 orang merupakan potensi secara kuantitatif maupun kualitatif bagi jurusan Tadris IPS untuk mengembangkan kurikulum berbasis kesetaraan gender dengan keterwakilan mata kuliah Kajian Kesetaraan Gender dalam pembelajaran IPS. Kajian kesetaraan gender dalam pembelajaran IPS bukan hanya sekedar proses pembelajaran, tetapi merupakan salah satu ”nara sumber” bagi segala pengetahuan, instrumen efektif transfer nilai termasuk nilai yang berkaitan dengan isu gender.Keyword: kesetaraan, gender, pendidikan.
FEMINISME DALAM PESANTREN: NARASI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI PONDOK PESANTREN BUNTET CIREBON Wardah Nuroniyah
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v1i1.5163

Abstract

Abstract: Discourse about women in the pesantren environment is an exclusive issue to be presented both internally in the pesantren and public. Women with various problems in the pesantren environment are a reflection of the "face" of Indonesian Muslim women. The debate between men and women in the study of feminism is often a sensitive topic so it does not rule out discrimination against women. In line with that, the researcher was moved to participate in exploring and driving the empowerment of women in the pesantren environment through research, namely feminism in the pesantren. More real, at one pesantren in Cirebon, the Buntet boarding school. Using a qualitative approach and using the structural-functional theory the results of the research found the fact that the role of women in the Buntet Cirebon boarding school is still limited to participatory in a functional structural framework. This role still limits the capacity of men and women in the pesantren environment. Whereas the development of feminism values in the Buntet Cirebon boarding school applies formally. In the sense that there has been a formal recognition that women have room to develop their roles and participation in the pesantren environment. While culturally, there are still remnants of the patriarchal culture that are not easily removed from pesantren even though there have been changes little by little. The influence of feminist values on the doctrines and traditions of the pesantren in the Cirebon Buntet Islamic boarding school is the emergence of a more egalitarian understanding of the existence of women. Likewise, with the pesantren tradition, there began to be a shift from traditions that prioritized the role of men from women to the tradition of egalitarianism in looking at women. In the next stage, women are no longer considered as subordinate men but become free and independent persons.Keywords: Women, Feminism, Gender, Pesantren, CirebonAbstrak: Diskursus mengenai perempuan di lingkungan pesantren menjadi persoalan yang eksklusif untuk disajikan baik pada internal pesantren maupun di muka publik. Perempuan dengan berbagai problematikanya dalam lingkungan pesantren merupakan sebuah cerminan “wajah” perempuan Islam Indonesia. Perdebatan antara laki-laki dan perempuan dalam kajian feminisme sering menjadi topik yang sensitif sehingga tidak menutup kemungkinan adanya diskriminasi terhadap perempuan. Sejalan dengan itu, peneliti tergerak untuk ikut mendalami dan menggerakkan pemberdayaan perempuan dalam lingkungan pesantren melalui penelitian yaitu feminisme dalam pesantren. Lebih riilnya, pada salah satu pesantren di Cirebon yaitu pondok pesantren Buntet. Dengan Pendekatan kualitatif dan menggunakan teori struktural-fungsional hasil penelitan menemukan fakta bahwa peranan perempuan di pondok pesantren Buntet Cirebon masih sebatas partisipatoris dalam kerangka struktural fungsional. Peran tersebut masih membatasi antara kapasitas laki-laki dan perempuan di lingkungan pesantren. Sedangkan Pengembangan nilai-nilai feminisme di pondok pesantren Buntet Cirebon berlaku secara formal. Dalam artian telah ada pengakuan secara formal bahwa perempuan mendapatkan ruang untuk mengembangkan peranan dan partisipasinya di lingkungan pesantren. Sedangkan secara kultural, masih terdapat sisa-sisa budaya patriarkhi yang tidak mudah dihilangkan dari pesantren meskipun telah ada perubahan sedikit demi sedikit. Adapun Pengaruh nilai-nilai feminisme terhadap doktrin dan tradisi pesantren di pondok pesantren Buntet Cirebon adalah munculnya pemahaman yang lebih egaliter terhadap eksistensi perempuan. Begitu pula dengan tradisi pesantren, mulai ada pergeseran dari tradisi yang lebih mengutamakan peran laki-laki dari pada perempuan menjadi tradisi egalitarianisme dalam memandang perempuan. Pada tahapan selanjutnya, perempuan tidak lagi dianggap sebagai subordinat laki-laki tetapi menjadi pribadi yang bebas dan mandiri.Kata Kunci: Perempuan, Feminisme, Gender, Pesantren, Cirebon
JAVA COASTAL COMMUNITY EMPOWERMENT MODEL Abdul Aziz; Akhmad Shodikin; Mohammad Rana
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v1i1.5152

Abstract

Abstract: Speaking of the northern coastal communities of Java (Pantura), the first thing that comes to mind is the fishing community. The fishing community has always been an interesting object to learn. This is because the condition of the fishing area is different from the natural resources (SDA) of the sea owned by the northern coast of Java. The fishing area is always synonymous with poverty and backwardness in the midst of abundant marine wealth. However, this hypothesis is not entirely true, because not all northern coastal areas of Java are in that condition. This is of course because each region has different policies and concerns from the government of the shelter, but the most important factor is the willingness and determination of the local people in the northern coast to empower themselves.Keywords: Empowerment, Communities, Coastal, Java
PERILAKU PRAMUWISMA PEREMPUAN TERHADAP KESEJAHTERAAN ANAK DILIHAT DARI PERSPEKTIF GENDER Suniti Suniti
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v1i1.5159

Abstract

Abstract: Penelitian ini berangkat dari studi awal bahwa terdapat banyaknya kaum perempuan yang menjadi pramuwisma di kecamatan Harjamukti Kota Cirebon. Pramuwisma di sana kebanyakan adalah ibu-ibu, yang memiliki anak yang masih membutuhkan perhatian demi kesejahteraan anak itu sendiri, sehingga mereka juga mempunyai kewajiban memperhatikan kesejahteraan anaknya disamping harus bekerja menyelesaikan tugas-tugas yang dibebankan oleh majikannya. Padahal sebagai pramuwisma perempuan mempunyai waktu sedikit untuk berada di rumah dan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.Keyword: Pramuwisma perempuan, Kesejahteraan anak, Gender.
WANITA KARIR DALAM PRESPEKTIF PSIKOLOGIS DAN SOSIOLOGIS KELUARGA SERTA HUKUM ISLAM Afif Muamar
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v1i1.5153

Abstract

Abstract: The problem of career women does not only concern the normative aspects of Islamic teachings, but their existence also touches on the psychological and sociological aspects of the family. Therefore, this study has three objectives, namely first, to find out the psychological impact of career women in marriage and family. Secondly, knowing Islamic law about the activities of career women in the public domain. And third, knowing the reasons for allowing women to move in public areas. Using the method of library research, this study concludes that, first, psychologically, the existence of a career woman can influence the marital and family arrangements, which if not properly regulated is not impossible that will result in disharmony between marriage and family. Secondly, in Islam, no one has the right to forbid women to work outside the home, even though their husbands. This is related to the Islamic doctrine itself which never distinguishes between men and women in terms of gender. Third, the concept of a career woman does not mean a wife/mother is free to work abandoning the fate of her marriage and family.Keywords: Career Women, Psychological Family, Sociological Family and Islamic Law.Abstrak: Persoalan wanita karir sebenarnya tidak hanya menyangkut aspek normatif ajaran Islam semata, namun keberadaannya juga menyentuh aspek psikologis dan sosiologis keluarga. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki tiga tujuan, yaitu pertama, mengetahui dampak psikologis wanita karir dalam perkawinan dan keluarga. Kedua, mengetahui hukum Islam tentang aktivitas wanita karir di wilayah publik. Dan ketiga, mengetahui alasan diperbolehkannya wanita beraktivitas di wilayah publik. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan, penelitian ini menyimpulkan bahwa, pertama, secara psikologis, keberadaan wanita karir bisa mempengaruhi tatanan perkawinan dan keluarga, yang apabila tidak diatur dengan baik bukan mustahil akan berakibat pada disharmonisasi perkawinan dan keluarga. Kedua, dalam Islam tidak ada yang berhak melarang wanita untuk bekerja di luar rumah, termasuk suami sekalipun. Hal ini terkait dengan doktrin Islam sendiri yang sebenarnya tidak pernah membedakan antara laki-laki dan perempuan dari sisi jenis kelamin. Ketiga, konsep wanita karir tidak berarti seorang isteri/ibu bebas bekerja menelantarkan nasib perkawinan dan keluarganya.Kata Kunci: Wanita Karir, Psikologis Keluarga, Sosiologis keluarga dan Hukum Islam.

Page 1 of 1 | Total Record : 10