cover
Contact Name
Lutfatulatifah
Contact Email
jurnalequalita@syekhnurjati.ac.id
Phone
+6282217654100
Journal Mail Official
lutfatulatifah@syekhnurjati.ac.id
Editorial Address
Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi Kota Cirebon 45132
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak
ISSN : 27456641     EISSN : 27756327     DOI : http://dx.doi.org/10.24235/equalita.v2i2.
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak focuses on topics related to gender and child issues. We aim to disseminate research and current developments on these issues. We invite manuscripts on gender and child topics in any perspectives, such as religion, economics, culture, history, education, law, art, communication, politics, and theology, etc. We look forward to having contributions from scholars and researchers of various disciplines.
Articles 138 Documents
Analisis Pengambilan Keputusan Suami dan Istri untuk Mengikuti Program Keluarga Berencana di Kampung KB Rw 02 Krucuk Syifa Paujiyah; Anisul Fuad; Istiqomah Istiqomah; Anggi Yus Susilowati
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v5i1.13517

Abstract

Keluarga Berencana (KB) merupakan program nasional dengan tujuan untuk dapat meningkatkan kesehatan, kesejahteraan untuk anak, ibu maupun keluarga. Selain itu, nilai kehidupan masyarakat dapat meningkat dengan cara menurunkan angka kelahiran dengan tujuan agar pertumbuhan penduduk tidak melebihi batas, hal ini bisa dilakukan dengan program Keluarga Berencana. Pengambilan keputusan untuk mengikuti program Keluarga Berencana seharunya dilakukan secara musyawarah antara suami dan istri, sehingga akan tercipta kerjasama dan mencegah terjadinya koflik dan kesalahpahaman. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui bagaimana pengambilan keputusan suami dan istri untuk mengikuti program Keluarga Berencana di Kampung KB RW.02 Krucuk. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara yang dilakukan kepada masyarakat kampung KB.  RW.02 Krucuk yang mengikuti program KB. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas masyarakat Kampung KB RW.02 menggunakan jenis KB suntik dan dasar pengambilan keputusan yang digunakan oleh informan yang peneliti wawancarai yaitu intuisi, pengalaman, fakta dan logika/rasional. Sedangkan dalam pengambilan keputusan untuk mengikuti program KB dan jenis KB yang akan digunakan dilakukan secara demokratis, di mana suami dan istri sama-sama terlibat dalam proses pengambilan keputusan.Kata kunci: Pengambilan keputusan; Program Keluarga Berencana (KB); Kampung KB RW. 02 Krucuk.
Current Polarization: Religion and Sexual Wellbeing for Earning Equal Rights for Sexual Health and Reproductive Rights in Indonesia Novi Nur Lailisna
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v5i1.13559

Abstract

Indonesia has presented the Law (UU) on the Crime of Sexual Violence (TPKS), which was ratified by the People's Representative Council (DPR) on 13 April 2022. The TPKS Law is a complete, fair and formal basis for victims of sexual violence. In fact, sexual health and reproductive rights is a basic human right, so it must be recognized, protected, and everyone must be ensured to get it. This paper is conducted for answering question: what is the stories and its meaning about religion and sexual wellbeing for earning equal rights for sexual health and reproductive rights in Indonesia? Applying narrative research, this study has lived experiences of individuals and groups related to religion and sexual wellbeing. As the research result, the researcher concluded that whatever cases found, if there is contestation and polarization in the societal or political dynamics around this, there are probably two positions visible. One position can be called progressive and the other conservative. It could also be framed as secular and religious; and or pro-choice and pro-family. There may be certain language in context for showing and framing actors who disagree on issues of sexuality and gender. Polarization dynamics tend to make two positions visible.
Dampak Kehadiran Pabrik Bagi Pekerja Perempuan: Antara Kesejahteraan Ekonomi dan Perceraian Kharis Fadlullah Hana; Aryani Oktaviyanti
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v5i1.13302

Abstract

Kehadiran pabrik di Jepara memberikan dampak positif bagi perempuan karena mereka mensyaratkan penerimaan 90% karyawan adalah perempuan. Dengan jumlah penghasilan yang tinggi menjadikan banyak perempuan yang bekerja disana. Namun, hal itu tidak serta merta memberikan dampak kesejahteraan secara lahir dan batin. Hasilnya dari data Pengadilan Agama menunjukkan tingkat perceraian di Jepara semakin tinggi. Sampai september tahun 2021 ini, ada 2.097 perkara yang sebagian besar adalah cerai gugat oleh istri.  Hal itu diduga karena adanya ketimpangan penghasilan antara suami dan istri, perselisihan, masalah ekonomi dan adanya orang ketiga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kehadiran Pabrik di Jepara dari sisi Positif dan Negatif. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan paradigma feminisme. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dipilih berdasarkan metode purposive sampling yaitu dari para pekerja Pabrik Perempuan di Jepara. Peneliti menganalisis data melalui reduksi dan display data menggunakan QDA Miner 4 lite. Hasilnya kehadiran pabrik pada 10 tahun ini memberikan dampak positif dalam peningkatan ekonomi keluarga. Namun memiliki dampak yang negatif dalam hal ketimpangan penghasilan antara suami istri dan waktu luang yang menimbulkan ketidakharmonisan keluarga. Rekomendasi penelitian ini, perlu adanya edukasi perkawinan yang diprogram oleh pabrik untuk menjaga keharmonisan keluarga.
Fungsi Hadanah dan Kajian Rutin dalam Mendukung Peran Ganda Ibu Pekerja di SDIT Generasi Rabbani Kota Bengkulu Ramadhanita Mustika Sari; Adzkiyah Mubarokah
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v5i1.13287

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisa fungsi hadanah dan kajian rutin dalam mendukung peran ganda (sebagai pekerja/pegawai dan ibu rumah tangga) yang harus dijalani oleh ibu pekerja di SDIT Generasi Rabbani Kota Bengkulu. Penelitian ini difokuskan pada fasilitas hadanah dan kajian rutin yang diberikan oleh Lembaga SDIT Generasi Rabbani Kota Bengkulu dalam mendukung kinerja dari ibu pekerja serta memandangnya dengan perpektif Teori Fungsional. Penelitian ini menggunakan kajian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Data yang telah didapat kemudian dianalisa, untuk diambil kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fasilitas Hadanah yang diberikan oleh Lembaga SDIT Generasi Rabbani memberikan kemudahan bagi para ibu pekerja dalam menjalankan tugasnya sebagai wanita karir sekaligus ibu rumah tangga. Selain itu, kajian rutin yang diberikan juga berdampak pada emosional ibu pekerja, karena mereka merasa termotivasi kembali setelah mengikuti kajian rutin ini. Hadanah dan kajian rutin telah menyeimbangkan kedua peran ibu pekerja ini dengan baik sehingga teori fungsional masih tetap dapat dijalankan dengan baik oleh ibu pekerja.
Analisis Gender terhadap Unsur Maskulinitas Pertimbangan Hakim dalam Perkara Penodaan Agama Vivi Ariyanti
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v5i1.13007

Abstract

This research departs from a paradigm that questions whether there is something about masculinity that influences the way judges decide cases in court. To do this, we conduct an assessment of the attitude of independence of judges from the factors that can influence court decisions, both internal factors from the judges themselves and external factors related to the interests of certain groups. Based on the discussion and analysis of several cases of blasphemy, this research concludes that the judges' decisions in blasphemy cases do not reflect the masculine values of the judges who decided the cases. A judge in making a decision must be based on the ability to think and will freely (independently) but within the limits of responsibility and objectivity. Decision making based on intuition or feelings has a subjective nature, so it is easy to be influenced. The results of the analysis of decisions confirm that judges' decisions in several cases of blasphemy are more influenced by elements outside the court, both in the form of mass pressure and fatwas of religious institutions that have no legal force. The nature of masculinity that tends to be analytical and breaks down everything to examine the parts carefully is actually abandoned. The panel of judges tends to take advantage of femininity, namely having a style that is more comprehensive and more situation oriented.
Noble Character Development Through Child-Friendly School Programs Moh. Faiz Maulana; Aris Adi Leksono
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v5i1.13244

Abstract

The rise of cases of violence against children in schools is a strong reason for the need for the protection of children's rights. In this regard, an educational revolution is needed as an effort to reform the education system to be able to create a learning environment that is able to respect and fulfill children's rights. SMPN 52 Jakarta is one of the schools that implement the Child-Friendly School program to realize children's rights to quality education. This study aims to describe the programs, strategies, and impacts of implementing Child-Friendly Schools at SMPN 52 Jakarta. This study uses a qualitative research approach. The data in this study were collected using interview techniques using interview sheets, observation techniques using field notes, and documentation using checklist sheets. Data in this study were collected and analyzed through the following procedures or stages: compiling research instruments, arranging permits, conducting field surveys, selecting and determining informants, conducting simultaneous data collection, checking related to data completeness, classifying data, and analyzing data. This research succeeded in getting an overview of the development of noble character through a child-friendly school program. The Child-Friendly School Program at SMPN 52 Jakarta has also been implemented by integrating all existing school policies, school programs, and school activities.
Makna Keadilan Gender dalam Perspektif Warga Negara Muda di Pedesaan Wisnu Hatami
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v5i1.13512

Abstract

Isu gender selalu menarik untuk dibahas. Dengan luasnya cakupan yang dibahas dalam gender membuat berbagai hal dapat ditelaah melalui kacamata gender. Tidak kalah pentingnya untuk dibahas dalam gender adalah tentang bagaimana konsep gender pada masyarakat di pedesaan. Minimnya sosialisasi tentang gender tentu menarik untuk dielaborasi lebih jauh tentang sejauh mana pemahaman konsep gender di masyarakat pedesaan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna keadilan gender dalam perspektif warga negara muda di pedesaan tidak berbeda dengann makna keadilan gender secara umum. Hanya saja pada masyarakat pedesaan lebih menekankan tentang keadilan dalam mendapatkan akses pendidikan.
Upaya Pemenuhan Hak Anak Melalui Pencegahan Fatherless Dini Arifah Nihayati
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v5i1.13258

Abstract

Fatherless tidak bisa dianggap masalah sepele. Fatherless memberi dampak negatif bagi anak. dampak negatif tersebut nantinya dapat mempengaruhi kepribadian anak, tingkah laku dan perspektifnya terhadap peran ayah. anak dengan fatherless cenderung berpotensi melakukan kenakalan remaja dan memiliki pandangan buruk tentang peran ayah bagi anak. Sidak semua kasus fatherless bermula dari perceraian, perilaku kriminal yang dilakukan ayah atau single mom karena hamil diluar nikah. Sebagian fatherless juga terjadi karena meninggalnya sang ayah. namun dari keduanya cenderung menghasilkan pertumbuhan karater yangberbeda pada anak. atas keprihatinan pada fatherless, penulis ingin meneliti mengenai upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya fatherless. Penulis memilih teori kemitraan gender untuk mengungkap fungsi seimbang yang mestinya dibangun dalam keluarga dalam melaksanakan peran masing-masing anggote keluarga. Hak anak menjadi perhatian dalam masalah ini. Penelitian ini mencapai kesimpulan bahwa fatherless dapat dicegah melalui penguatan peran ayah bagi anaknya. Diperlukan sosialisasi untuk menguatkan kesadaran ayah terhadap kewajibannya untuk turut berperan aktif dalam mengasuh dan mendampingi tumbuh kembang anak baik secara fisik maupun psikis.
Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan dalam Perspektif Kebijakan Publik Dian Herdiana
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v5i1.13556

Abstract

Kekerasan seksual yang terjadi di beberapa lembaga pendidikan menjadi suatu paradoks antara pengembangan ilmu dengan moral dan perilaku sebagian anggotanya. Kondisi ini mengkonstruksikan akan perlunya suatu tindakan yang diambil agar peristiwa serupa tidak terulang di lembaga pendidikan lainnya, peran pemerintah melalui instrumen kebijakan menjadi salah satu upaya untuk mencegah kekerasan seksual yang dimungkinkan dapat terjadi di lembaga pendidikan lainnya. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini yaitu metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, data sekunder dijadikan sebagai bahan utama dalam menganalisis substansi penelitian kekerasan seksual di lembaga pendidikan. Hasil analisis menunjukan bahwa pemerintah menjadi institusi utama yang berperan untuk dapat menyelesaikan permasalahan kekerasan seksual di lembaga pendidikan, hal ini dikarenakan penyelenggaraan pendidikan merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah sehingga setiap lembaga penyelenggara pendidikan harus terikat kepada kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Atas dasar tersebut, maka rekomendasi kebijakan diorientasikan kepada 3 (tiga) hal utama yaitu promosi kebijakan penyelenggaraan pendidikan yang anti kekerasan seksual, peningkatan koordinasi antar pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan pendidikan anti kekerasan seksual, serta upaya mendorong nilai dan budaya anti kekerasan seksual di lingkungan pendidikan
Upaya Kesetaraan Gender dalam Pemikiran K.H. Husein Muhammad Mochamad Ziaul Haq; Audrey Diva Azzahra Arief; Lathifah Mumtazah; R.F. Bhanu Viktorhadi
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v5i1.12959

Abstract

Feminism is one of the most campaigned issues that happened because in reality, gender equality is not done properly. The womankind are often discriminated against and become the victim from this act violence so an urgency to uphold women’s rights. To spread the gender equality spirit, lots of efforts have been done. K.H. Husein Muhammad is one of the figures that has been fighting for gender equality in Indonesia by establishing the Fahmina Institute and writing articles and books containing certain messages to spread gender equality, specifically women’s rights. This writing will begin with an introduction followed by a biography and the results of K.H. Husein Muhammad’s thought to answer the question relating his contribution and the impact of said contribution to gender equality in Indonesia. The information contained in this writing is sourced from trusted sources such as journal articles, trusted sites and news.

Page 9 of 14 | Total Record : 138