cover
Contact Name
Junaidi
Contact Email
sosiologifisip@fisip.unila.ac.id
Phone
+6285251738890
Journal Mail Official
sosiologifisip@fisip.unila.ac.id
Editorial Address
Jln. Sumantri Brojonegoro No 1, Gedong Meneng, Rajabasa, Bandar Lampung.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Published by Universitas Lampung
ISSN : 4110040     EISSN : 25497235     DOI : https://doi.org/10.23960/sosiologi
SOSIOLOGI merupakan Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya. Diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung berisikan makalah ilmiah dan hasil-hasil Penelitian. Terbit pertama kali pada tahun 1999 dan telah memiliki p-ISSN 1411-0040 dan e-ISSN 2549-7235.
Articles 164 Documents
TRANSFER OF KNOWLEDGE: BUKTI EKSISTENSI ADAT BEKUDUNG SUKU DAYAK GA’AI KAMPUNG TUMBIT DAYAK KABUPATEN BERAU Muhammad Fauzan Akbar; Mustangin Mustangin
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 24 No 1 (2022): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v24i1.240

Abstract

Upacara Bekudung Betiung merupakan bentuk upacara adat masyarakat Dayak Ga’ai yang ada sampai saat ini karena adanya transfer pengetahuan lokal dari generasi ke generasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses transfer pengetahuan upacara adat bekudung betiung masyarakat suku dayak ga’ai dari generasi ke generasi di Kampung Tumbit Dayak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitataif dengan jenis penelitian deskriptif karena sesuai dengan tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan proses transfer pengetahuan upacara adat bekudung betiung masyarakat suku dayak ga’ai. Subjek data wawancara berupa narasumber pada penelitian ini yaitu kepala suku dayak ga’ai, orang tua sebagai pemberi ilmu pengetahuan, dan anak muda. Subjek data observasi berupa tindakan secara langsung ke Kampung Tumbit Dayak untuk mengamati proses transfer pengetahuan pada upacara adat bekudung betiung. Subjek data studi dokumentasi berupa foto proses upacara adat bekudung betiung. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses transfer pengetahuan upacara adat bekudung betiung dari generasi ke generasi dilakukan dengan cara bercerita dari orang tua ke generasi selanjutnya dan melibatkan generasi selanjutnya dalam pelaksanaan upacara adat bekudung betiung di Kampung Tumbit Dayak Kabupaten Berau.
INTERNALISASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS BUDAYA SEKOLAH (STUDI PADA SMKN 2 MATARAM) Nurlaili Handayani; Basariah Basariah
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 24 No 1 (2022): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v24i1.242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola internalisasi pendidikan karakter yang berbasis budaya sekolah, dan memetakan nilai-nilai karakter yang dikembangkan di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan naturalistik. Teknik Pengumpuln data yang digunakan pada penelitian ini yaitu, observasi; wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik tringulasi. Untuk menganalisis data menggunakan model analisis interaktif yaitu: data reduction, data display, dan conclusion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai-nilai karakter kepada siswa dilakukan melalui berbagai cara, yaitu internalisasi pada kegiatan belajar mengajar, dan terintegrasi ke dalam seluruh mata pelajaran; proses internalisasi nilai karakter dapat dilakukan melalui pemanfataan nilai-nilai dasar dari budaya sekolah yang telah menjadi habit oleh seluruh warga sekolah. Budaya sekolah tersebut merupakan salah satu kekuataan dan ciri khas yang dimiliki sekolah, sehingga internalisasi nilai karakter menjadi lebih bermakna. Budaya sekolah yang diterapkan tercermin pada program sekolah 6K yaitu; a) keimanan, b) ketaqwaan, c) kedisiplinan, d) ketertiban, e) keamanan, f) kebersihan. Sementara itu, SMK Negeri 2 Mataram mengembangkan nilai karakter sebagai berikut: religius, disiplin, berprestasi, peduli lingkungan, mandiri, toleransi, kompetitif, saling menghargai. Nilai- nilai karakter ini yang berusaha untuk terus ditanamkan kepada seluruh warga sekolah, sehingga tujuan dari pembentukan karakter siswa dapat terwujud. Nilai-nilai karakter yang dikembangkan pihak sekolah seluruhnya diintegrasikan pada semua program-program dan kebijakan sekolah, baik dalam bentuk peraturan, tata tertib, kegiatan intrakurikuler dan ektrakulikuler, sehingga menjadi pedoman dalam pelaksanaan pendidikan karakter.
ANALISIS STIGMA SOSIAL TERHADAP PENYINTAS COVID – 19 DI KABUPATEN KLATEN Veronica Anggun Prastika; Abdul Rahman; Yosafat Hermawan
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 24 No 1 (2022): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v24i1.246

Abstract

Penelitian stigma sosial terhadap penyintas Covid-19 di Kabupaten Klaten bertujuan untuk mengkaji perkembangan stigma dan dampak stigma sosial yang dialami oleh penyintas Covid-19. Dengan pendekatan studi kasus dan metode kualitatif, data dikumpulkan dengan wawancara mendalam dan melibatkan 20 informan yang dipilih secara purposive sampling. Teori stigma Erving Goffman digunakan sebagai pisau analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para penyintas Covid-19 dan keluarganya mengalami variasi bentuk stigma sosial. Pertama, setelah dinyatakan positif covid-19, mereka dilabeli sebagai penyebar dan penular virus Covid-19. Kedua, muncul massive stereotype yang menghakimi mereka sebagai individu berbahaya, menakutkan, dan terus menularkan virus. Ketiga, mereka telah dikucilkan secara terencana dan terpisahkan dalam interaksi sosial. Keempat, berkembang juga tindakan diskriminatif dalam kegiatan sosial dan pekerjaan dalam kehidupan sehari-hari. Kelima, stigma sosial telah menjadi penyebab utama para penyintas Covid-19 telah mengidap stress, cemas, khawatir, sakit hati, emosi tinggi, dan trauma. Tindakan stigma sosial kepada penyintas Covid-19 dan dampaknya perlu segera dihentikan agar masyarakat bangkit menjalani kehidupan keluarga yang harmonis dan interaksi sosial yang normal. Kata Kunci: Stigma Sosial, Penyintas Covid-19, Dampak, Erving Goffman
PENDEKATAN SISTEMIK UNTUK ANALISIS DAN TRANSFORMASI KONFLIK: STUDI KASUS KONFLIK SOSIAL DI DESA BALINURAGA Susetyo Susetyo; Ikram Ikram; Anita Damayantie
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 24 No 1 (2022): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v24i1.247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengembangkan pemahaman konflik yang lebih dalam dengan menggunakan teori kompleksitas dan transformasi konflik sebagai panduan teoritis, dan juga mengajukan cara hipotetis untuk memulai usaha peace building menurut teori transformasi konflik. Jenis penelitian yang akan diterapkan yaitu penelitian kualitatif eksploratif berdasarkan studi kasus ilustratif tunggal. Penelitian ini akan bergantung sepenuhnya pada data sekunder. Pendekatan analisis sistemik terdiri dari dua bagian; salah satunya adalah pemetaan konflik, atau analisis konflik itu sendiri, dan yang kedua menggunakan analisis ini untuk menyusun strategi proses transformasi merupakan lensa dalam penelitian ini. Analisis sistemik, sebuah metode yang menekankan pentingnya hubungan dan efek yang dimiliki masing-masing pihak terhadap semua subsistem yang berbeda. Studi ini telah menunjukkan analisis tentang multiple sistem mengenai konflik di Balinuraga melalui lensa transformasi konflik dan teori kompleksitas. Temuan-temuan menunjukkan bahwa transformasi konflik dapat membawa suatu wilayah, kelompok menjadi maju, menuju demokrasi, pembangunan dan perdamaian. Ini membutuhkan implementasi yang hati-hati dan pemantauan sistematis serta komitmen dari semua pemangku kepentingan yang berkonflik dan bantuan eksternal potensial. Transformasi konflik, termasuk rekonsiliasi, perubahan tata kelola, transformasi sikap dan perilaku serta pembangunan kepercayaan adalah proses untuk mengungkap dalam waktu yang cukup lama, bahkan puluhan tahun dan orang seharusnya tidak mengharapkan hasil segera.
SOSIALISASI PENDIDIKAN SEKSUAL TERHADAP REMAJA OLEH KELUARGA DESA GELAP KECAMATAN LAREN KABUPATEN LAMONGAN iif Aisyah; Sugeng Harianto
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 24 No 2 (2022): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v24i2.280

Abstract

ABSTRAK Meningginya kasus kehamilan pranikah dan kasus penyampaian sangat sulit bagi orangtua di Desa Gelap untuk melindungi anak-anak mereka dari perilaku seksual yang menyimpang. Masalah ini adalah poin menjadi ketertarikan yang diperbincangkan oleh para analis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apa saja jenis sosialisasi pelatihan seks dewasa muda pada keluarga binaan elastis di Desa Gelap Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan. Untuk menguji informasi tersebut, analis penelitiannya menggunakan teori peran George Herbert Mead. Metodologi dalam penelitian ini adalah kualitatif yang semacam analisis kontekstual. Peneltian ini menggunakan proses observasi dan wawancara mendalam dengan 6 informan. Keabsahan data memanfaatkan strategi triangulasi. Informasi yang diperoleh diselidiki menggunakan model pemeriksaan intuitif Miles dan Huberman dengan tiga tahap, yaitu penurunan informasi, tampilan informasi, penarikan/konfirmasi akhir. Mengingat dampak dari pemeriksaan di bidang sosialisasi pelatihan seks dewasa muda yang dilakukan oleh orangtua di Desa Gelap, jenis sosialisasi primer mengenai seks remaja dipisahkan menjadi tiga aspek, khususnya 1) sosialisasi biologis, menghadirkan perubahan aktual dan baru, hal-hal yang dapat dilakukan oleh anak-anak 2) sosialisasi norma dan batasan seksual, menunjukkan kepada anak-anak ada standar yang harus dijaga sebagai manusia 3) sosialisasi peran dan fungsi sosial, membantu anak-anak untuk mengalami pekerjaan mereka sebagai wanita dan pria. Hambatan yang dialami oleh orangtua untuk melakukan pembinaan pergaulan bebas adalah pergaulan anak-anak dan penggunaan ponsel. Kata Kunci: Hamil Pranikah; Sosialisasi; Keluarga. ABSTRACT The increase in cases of premarital pregnancy and cases of submission is very difficult for parents in Desa Gelap to protect their children from deviant sexual behavior. This issue is a point of interest discussed by analysts. The purpose of this study was to find out what types of socialization of sex training for young adults in the elastic target family in the Gelap Village, Laren District, Lamongan Regency. To test this information, his research analyst used George Herbert Mead's role theory. The methodology in this research is qualitative which is a kind of contextual analysis. This research uses a process of observation and in-depth interviews with 6 informants. The validity of the data utilizes a triangulation strategy. The information obtained was investigated using Miles and Huberman's intuitive examination model with three stages, namely information decline, information display, withdrawal/final confirmation. Considering the impact of the examination in the field of socialization of young adult sex training carried out by parents in the Dark Village, the type of primary socialization regarding adolescent sex is separated into three aspects, in particular 1) biological socialization, presenting actual and new changes, things that can be done by children -children 2) socialization of sexual norms and boundaries, showing children there are standards that must be maintained as human beings 3) socialization of social roles and functions, helping children to experience their work as women and men. Barriers experienced by parents to foster free association are the association of children and the use of cell phones. Keywords: Premarital Pregnancy; Socialization; Family.
DIPLOMASI BUDAYA INDONESIA MELALUI BATIK DI KOREA SELATAN Faradiba Fadhilah Wijaya; Adiasri Putri Purbantina
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 24 No 2 (2022): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v24i2.311

Abstract

Abstrak Diakuinya Batik Indonesia sebagai Warisan Budaya TakBenda oleh UNESCO pada tahun 2009 menandai pengakuan dunia terhadap budaya dan komitmen Indonesia dalam melestarikan Batik. Hal ini sekaligus menjadikan Batik sebagai salah satu alat penting dalam keberlanjutan soft diplomacy Indonesia. Perwakilan-perwakilan Indonesia di mancanegara ditugaskan sebagai duta Batik Indonesia untuk memperkenalkannya pada masyarakat internasional. Korea Selatan merupakan salah satu mitra strategis Indonesia dengan hubungan diplomatik yang telah dibangun selama bertahun-tahun di mana aspek sosial budaya memegang peran yang penting bagi keberlanjutan hubungan kedua negara. Dengan metode penelitian kualitatif, peneliti akan menganalisa diplomasi budaya Indonesia melalui Batik di Korea Selatan pada tahun 2010-2021 dalam kerangka alat-alat diplomasi budaya menggunakan data primer dan sekunder yang diperoleh melalui wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menemukan bahwa diplomasi budaya Indonesia melalui Batik di Korea Selatan telah berhasil meningkatkan awareness dan minat akan Batik Indonesia hingga menguntungkan bagi sektor industri kreatif terutama batik bahkan di masa pandemi Covid-19. Kata kunci: Diplomasi Budaya; Batik; Indonesia; Korea Selatan Abstract The recognition of Indonesian Batik as an Intangible Cultural Heritage by UNESCO in 2009 marked the world’s recognition of Indonesian culture and commitment to preserving Batik. Batik becomes an essential tool in the continuity of Indonesia’s soft diplomacy. Indonesia’s representatives abroad were assigned as ambassadors for Indonesian Batik to introduce it to the international community. South Korea’s one of Indonesia’s strategic partners with diplomatic relations built for years where culture plays a vital role in the continuity of both countries’ relations. This paper evaluated Indonesia’s cultural diplomacy through Batik in South Korea (2010-2021) within the framework of cultural diplomacy’s tools using qualitative research method with primary and secondary data obtained through interviews and literature studies. The paper argues Indonesia’s cultural diplomacy through Batik in South Korea has succeeded in increasing awareness and interest in Indonesian Batik to the point of benefiting the creative industry sector, especially Indonesian Batik, particularly during the Covid-19 pandemic. Keywords: Cultural Diplomacy; Batik; Indonesia; South Korea
KEPERCAYAAN MASYARAKAT TERHADAP TRADISI KENDURI POMPONG BARU DI DESA AIR GLUBI KECAMATAN BINTAN PESISIR KABUPATEN BINTAN Mardiana Mardiana; Sri Wahyuni; Marisa Elsera
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 24 No 2 (2022): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v24i2.314

Abstract

This study aims to describe how beliefs and what things influence the community so that they still carry out and not carry out the new pompong kenduri tradition for fishermen in Air Glubi Village, Bintan Pesisir District. This research uses a qualitative research method with a descriptive approach. The results of this study showed that there were fishing communities in Air Glubi Village that still and did not practice the new pompong kenduri tradition. People who believe in and perform this new pompong kenduri tradition are influenced by a historical story or past tragedy and the advice of their parents. Moreover, things that affect the community so that they don't carry out traditions because they don't believe in ancestral traditions, developed ways of thinking and there are no legal sanctions. Thus, it is believed that if performing this tradition will have a good impact on their lives but on the contrary, if they don't perform it, it will have a bad impact on their lives.
MELAWAN ANCAMAN IMIGRAN ILEGAL DAN TERORISME: KEBIJAKAN IMIGRASI PRANCIS ERA EMMANUEL MACRON TAHUN 2017-2021 Azrul Azis; Devita Prinanda
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 24 No 2 (2022): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v24i2.329

Abstract

Pada masa pemerintahan Presiden Emmanuel Macron, Prancis menghadapi berbagai permasalahan imigran, mulai dari adanya kasus kekerasan, imigran ilegal, hingga berkaitan dengan terorisme, sehingga menimbulkan instabilitas di masyarakat. Merespon adanya permasalahan tersebut, Presiden Macron mengabil langkah untuk semakin mengetatkan kebijakan imigrasi Prancis. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menggambarkan bagaimana implementasi kebijakan imigran Prancis pada masa Pemerintahan Presiden Emmanuel Macron. Metode penelitian yang dipakai yaitu deskriptif kualitatif, dengan menggunakan Konsep National Security dan Konsep Kebijakan Kontrol Imigrasi untuk menggambarkan kebijakan imigrasi era Presiden Macron. Hasil yang didapatkan yaitu kebijakan imigrasi pada masa Pemerintahan Emmanuel Macron menjadi lebih ketat seperti disahkan-nya Asylum and Immigration Act 2018, menguatkan perbatasan Prancis, dan menggusur kamp-kamp imigran ilegal di Prancis. Berbagai kebijakan yang diambil tersebut dilatarbelakangi oleh adanya tingkat kasus kekerasan dan terorisme di Prancis yang berkaitan dengan imigran ilegal, sehingga untuk mencapai kepentingan stabilitas kemaanan dan sosial di Prancis, maka diperlukan kontrol kebijakan imigrasi yang ketat tersebut.
MAKNA DAN FUNGSI NILAI KEKERABATAN PADA MASYARAKAT ADAT LAMPUNG SAIBATIN MARGA LEGUN, DI DESA BULOK, KECAMATAN KALIANDA, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Suwarno Suwarno; Damar Wibisono; Pairul Syah
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 24 No 2 (2022): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v24i2.341

Abstract

Salah satu unsur kearifan lokal masyarakat adat Lampung adalah sistem kekerabatan. Secara harfiah kata kekerabatan memiliki makna antara lain kerabat, bersaudara dan satu hubungan garis keturunan. Jadi kekerabatan berarti hubungan dua orang atau lebih yang dianggap memiliki ikatan persaudaraan. Sedangkan fungsi kekerabatan dalam kehidupan masyarakat antara lain adalah memelihara kepedulian dalam pelayanan kepada masyarakat, memelihara rasa tanggungjawab, meningkatkan disiplin kerja, dan menumbuhkan toleransi sosial dalam masyarakat multikultural serta memperkuat ikatan solidaritas sosial. Sementara itu ada beberapa strategi penerapan prinsip kekerabatan diantaranya adalah membuat sanggar budaya dan memperkuat sumber daya masyarakat. Kekerabatan dalam masyarakat adat Lampung pada umumnya terdiri dari 4 (empat) bentuk, yaitu: kerabat atas dasar garis keturunan, kerabat atas dasar perkawinan, kerabat atas dasar ikatan persabatan dan kerabat atas dasar angkon muari (angkat saudara). Sedangkan beberapa faktor yang dapat menghambat pelestarian nilai-nilai kekerabatan, diantaranya adalah masuknya budaya asing, perubahan pola pikir masyarakat dan kesalahpahaman terhadap nilai-nilai kekerabatan. Kata Kunci: Sistem Kekerabatan, Fungsi Kekerabatan, Pelestarian Nilai Kekerabatan
PARADIPLOMASI LAMPUNG: Harapan dan Realitas Hasbi Sidik
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 21 No 2 (2019): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v21i2.352

Abstract

The Lampung provincial government, in accordance with Lampung Province regulation No. 14 of 2013 concerning regional cooperation, can establish foreign cooperation. Provincial involvement in this international dimension has also been supported by the foreign cooperation guidelines issued by the Ministry of Foreign Affairs of Indonesia in 2006 and the Ministry of Home Affairs in 2008. Although the legal and technical provisions for implementation already exist, exploration of how regional foreign cooperation decisions are designed and taking into account the global-regional intersection dimension is an important matter that must be understood. Using a descriptive qualitative approach with interviews and literature methods, the primary and secondary data obtained were analyzed with the framework of the concept of regional foreign cooperation and paradiplomacy. The study shows that the initiation of paradiplomacy at the regional level has not been designed with the same understanding of the international and domestic dimensions. Although pioneering foreign cooperation has been carried out, the absence of policy integration has made the sustainability of these initiatives not very successful

Page 11 of 17 | Total Record : 164


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 27 No. 2 (2025): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol. 27 No. 1 (2025): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 26 No 01 (2024): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol. 26 No. 01 (2024): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol. 26 No. 2 (2024): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 25 No 2 (2023): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol. 25 No. 2 (2023): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 25 No 1 (2023): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 24 No 2 (2022): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 24 No 1 (2022): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 23 No 2 (2021): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 23 No 1 (2021): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 22 No 2 (2020): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 22 No 1 (2020): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 21 No 2 (2019): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 21 No 1 (2019): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 20 No 2 (2018): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 20 No 1 (2018): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 19 No 1 (2017): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 18 No 1 (2016): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 17 No 2 (2015): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 17 No 1 (2015): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 16 No 2 (2014): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 16 No 1 (2014): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 14 No 1 (2012): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya More Issue