cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2024): March" : 18 Documents clear
Analisis Peranan Usaha Pembenihan Bibit Ikan Lele Terhadap Kesejahteraan Masyarakat di Jorong Taratak Baru Nagari Padang Laweh Selatan Dewi, Ika Pharma; Ikhsan , Muhammad; Nando, Rianto Firman; Ramadhana, Aldo; Gunawan , Muhammad Rasyad; Orlanda, Pisha; Zainal , Hafiz
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i1.1381

Abstract

Kegiatan usaha pembenihan pada awalnya dilaksanakan sebagai usaha untuk memperkenalkan adanya ikan lele kepada masyarakat dan pembudidaya ikan di Sijunjung dan sekitarnya, yang pada saat itu belum banyak masyarakat membudidayakan ikan lele. Dalam hal ini digunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode deskriptif adalah metode yang memberikan gambaran umum, sistematik, deskriptif, dan nyata. Masalah yang terdapat pada program pembenihan yaitu masalah banyaknya bibit ikan lele yang mati dalam hal yang pertama yaitu ukuran daya tampung kolam terhadap banyaknya jumlah bibit yang akan di masukan, yang kedua, pemberian pakan bibit yang berlebihan yang dapat menyebabkan bibit ikan mati karena pakan yang tersisa yang menyebabkan air kolam menjadi kotor. Dalam mempersiapkan kolam harus memiliki wadah kolam yang dapat mempertahankan kuantitas dan kualitas air media, terbebas dari predator, hama dan penyakit ikan serta mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan didalam kolam. Pembenihan ikan lele ini ini juga termasuk kegiatan yang sulit dilakukan, tetapi bisa dilakukan ditempat yang sempit atau tempat yang tidak terlalu luas, sehinnga bisa dilakukan di tempat manapun. Analysis of the Role of Catfish Seed Hatchery Bussiness on Community Welfare in Jorong Taratak Baru Nagari Padang Laweh Selatan Abstract The hatchery business activity was initially carried out as an effort to introduce catfish to the community and fish cultivators in Sijunjung and its surroundings, where, at that time, not many people cultivated catfish. In this case, the descriptive method is used with a qualitative approach. Descriptive method is a method that provides an overview, systematic, descriptive, and real. The problem in the hatchery program is the problem of the large number of catfish seeds that die in the first case, namely the size of the pond's capacity for the number of seeds to be input; secondly, excessive feeding of seeds, which can cause fish seeds to die due to the remaining feed. Which causes pool water to become dirty. The initial stage, in this case, starts from the preparation of the pond and the selection of eggs and nursery. This catfish hatchery is also a difficult activity, but it can be done in a narrow place or a place that is not too wide, so it can be done anywhere.
Pemanfaatan Teknologi Shipon Terkontrol Water Level Sensor dalam Budidaya Lele Mutiara di Dusun Bakal, Argodadi, Sedayu, Bantul Yogyakarta Toifur, Moh.; Hanafi, Yahya; Okimustava, Okimustava; Agil, Mazani Azizan; Rahayu, Natika; Azizah, Annisa Nur; Fardanti, Aribah Chika; Rahayu, Fatonah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i1.1418

Abstract

Budidaya ikan lele Mutiara dengan menggunakan teknologi siphon termodifikasi masih dijumpai beberapa permasalahan yaitu ikan banyak yang mati dalam waktu singkat pada 2 minggu pertama karena serangan bakteri aeromonas, mitra belum memiliki pengetahuan mengenai cara menangani bakteri aeromonas, turunnya daya tahan ikan akibat air sumur yang dingin pada bulan Juli-September karena perubahan cuaca rutin tahunan, ikan banyak yang mati karena peningkatan kadar amoniak tidak seimbang dengan kadar oksigen dalam kolam disebabkan tidak adanya sirkulasi air untuk menambah kadar oksigen. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu penggunaan teknologi water level sensor agar terjadi aliran air kontinyu secara otomatis ke dalam kolam. Mitra kegiatan pengabdian yaitu Pokdakan Mina Mekar Jannah yang berlokasi di Dusun Bakal, Argodadi, Sedayu, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama 6 bulan (Juni-November 2023), melibatkan satu ketua, dua anggota dosen dan lima orang anggota mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukuran secara langsung bobot ikan, panjang ikan, suhu, pH, NH3. Jumlah responden yaitu 25 orang anggota Pokdakan Mina Mekar Jannah. Instrumen yang digunakan yang yaitu angket dan timbangan, penggaris,  serta sensor suhu, pH, NH3. Kegiatan PkM pemanfaatan teknologi shipon terkontrol water level sensor dalam budidaya lele mutiara telah mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan. Melalui kegiatan PkM telah transfer teknologi penggunaan siphon termodifikasi, sensor suhu, pH, NH3, dan water level sensor kepada mitra. Kegiatan PkM berdampak pada peningkatan pengetahuan, kemampuan, keterampilan mitra dalam budidaya ikan lele Mutiara. Mitra sasaran memperoleh manfaat dari kegiatan PkM yang dilakukan dan berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan budidaya ikan lele Mutiara yang telah dilakukan. Utilization of Shipon Technology Controlled Water Level Sensor in Hygienic Pearl Catfish Cultivation in Bakal Hamlet, Argodadi, Sedayu, Bantul, Yogyakarta Abstract: Pearl catfish farming using modified siphon technology still encountered several problems, namely, many fish died in a short time in the first two weeks due to Aeromonas bacteria attack, partners did not know how to deal with Aeromonas bacteria, decreased fish endurance due to cold healthy water in July-September due to annual routine weather changes, many fish died due to increased ammonia levels not balanced with levels Oxygen in the pool is caused by the absence of water circulation to increase oxygen levels. The solution to this problem is using water level sensor technology so that there is an automatic continuous flow of water into the pool. The partner of the service activity is Pokdakan Mina Mekar Jannah, located in Bakal Hamlet, Argodadi, Sedayu, Bantul Regency, D.I. Yogyakarta. The service activity will last six months (June-November 2023), involving one chairman, two lecturers, and five student members. Data collection techniques use questionnaires and direct fish weight, length, temperature, pH, and NH3 measurements. The number of respondents was 25 members of the Mina Mekar Jannah Pokdakan. The instruments used are questionnaires, scales, rulers, temperature sensors, pH, and NH3. PkM activities utilizing shippon technology-controlled water level sensors in pearl catfish cultivation have achieved the established success indicators. PkM has transferred technology using modified siphons, temperature sensors, pH, NH3, and water level sensors to partners through activities. PKM activities impact increasing partners' knowledge, abilities, and skills in pearl catfish farming. Target partners benefit from the PKM activities carried out and are committed to continuing the Mutiara catfish farming activities that have been carried out.
Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Guna Meningkatkan Jiwa Kewirausahaan bagi Masyarakat Desa Pabean Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo Oktaviani, Dewi Anggun; Candra, Sulis Dyah; Sulistiyowati, Retno; Lidyana, Novita; Susanto, Adi Eko; Rahmawati, Refi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1427

Abstract

Minyak jelantah merupakan limbah dari kegiatan menggoreng dengan mempergunakan minyak nabati. Hampir setiap hari masyarakat menghasilkan limbah minyak jelantah namun tisdak semua paham bagaimana konsekuensinya terhadap kesehatan dan dampak terhadap lingkungan jika dibuang sembarangan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pada masyarakat sebanyak 30 orang peserta yang dilaksanakan di Desa Pabean Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo; terutama dalam memahami dan mengimplementasikan pengelolaan minyak jelantah yang baik, salah satunya dengan pengolahan menjadi produk lilin aromaterapi yang berdaya guna dan dapat dikelola sebagai produk wirausaha. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian ini adalah: ceramah, diskusi, dan mempraktekkan langsung proses pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterpi. Dengan dilaksanakan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta, dengan nilai peningkatan terendah sebesar 50% terkait penyediaan bahan baku pembuatan, sedangkan nilai peningkatan tertinggi mencapai 183% terkait keuntungan yang dapat diperoleh dari pembuatan lilin aromaterapi. The Processing of Used Cooking Oil into Aromatherapy Candles in Order to Improve Household Entrepreneurship for the Villagers in Pabean, Dringu District, Probolinggo Regency Abstract: Used cooking oil is a waste residue from frying activities using vegetable oils. Almost every day, people produce used cooking oil waste, but not everyone understands the consequences for health and the impact on the environment if it is thrown away carelessly. This community service activity was carried out with the aim of increasing the knowledge and skills to 30 villagers of Pabean Village, Dringu District, Probolinggo Regency; especially in understanding and implementing good management of used cooking oil, one of which is by processing it into aromatherapy candles that is effective way of waste management, and can be used as an entrepreneurial product. The methods in carrying out this service were by using: lectures, discussions, and direct practice of the process used cooking oil into aromatherapy candles. By carrying out this activity, there was an increase in knowledge obtained by participants, with the lowest increase value of 50% related to the provision of manufacturing raw materials, while the highest increase value reached 183% related to the profits that could be obtained by making aromatherapic candles.
Sosialisasi Teknik Penulisan Artikel Ilmiah dan Proses Submission pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan FKIP Universitas Halu Oleo Arwih, Muhammad Zaenal; Mongsidi, Wolter; Marsuna, Marsuna
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i1.1434

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa saat menulis artikel ilmiah dan mengikuti proses pengiriman (submission) ke jurnal ilmiah yaitu kurangnya pengalaman yang cukup dalam menulis artikel ilmiah dan tidak familiar dengan aturan dan pedoman penulisan ilmiah. Kemampuan menulis ilmiah memerlukan keterampilan khusus. Mahasiswa kesulitan dalam merumuskan argumen, merancang metodologi penelitian, atau menyusun artikel dengan struktur yang baik. Tujuan pengabdian kepada masyarakat yaitu memberikan sosialisasi teknik penulisan artikel ilmiah dan proses submission pada mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan. Metode pelaksanaan dilaksanakan dengan menggunakan metode demonstrasi yaitu tim PKM langsung memberikan arahan terkait sosialisasi teknik penulisan artikel ilmiah dan proses submission pada mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan FKIP Universitas Halu Oleo yang diikuti sebanyak 60 mahasiswa angkatan 2021. Pelaksanaannya melalui beberapa tahap yaitu melalui tahap Persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dalam bentuk sosialisasi teknik penulisan artikel ilmiah dan proses submission pada mahasiswa dilaksanakan pada tanggal 9 September 2023. Sosialisasi teknik penulisan artikel ilmiah dan proses submission pada mahasiswa memiliki dampak yang signifikan dalam pengembangan pengetahuan dan keterampilan mereka. Sehingga dari proses pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat 60% mahasiswa paham tentang cara penulisan artikel ilmiah dan proses submission, sedangkan 40% masih bingung pada teknik penulisan, sehingga Dengan dukungan yang tepat dari institusi pendidikan dan dosen, mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan penulisan yang kuat dan menjadi kontributor berharga dalam dunia ilmiah. Socialization of Scientific Article Writing Techniques and Submission Process for students majoring in sports science FKIP Halu Oleo University Abstract: The problems faced by students when writing scientific articles and following the submission process to scientific journals are lack of sufficient experience in writing scientific articles and unfamiliarity with the rules and guidelines for scientific writing. The ability to write scientifically requires special skills. Students have difficulty formulating arguments, designing research methodologies, or compiling articles with a good structure. The aim of community service is to provide socialization on scientific article writing techniques and the submission process to students of the Sports Science Department. The implementation method was carried out using a demonstration method, namely the PKM team directly provided direction regarding the socialization of scientific article writing techniques and the submission process to students of the Sports Science Department, FKIP, Halu Oleo University, which was attended by 60 students from the class of 2021. The implementation went through several stages, namely through the Preparation, Implementation and evaluation. The results of the implementation of Community Service (PKM) in the form of socialization of scientific article writing techniques and the submission process to students were carried out on September 9 2023. Socialization of scientific article writing techniques and the submission process to students had a significant impact on developing their knowledge and skills. So that from the process of implementing community service, 60% of students understand how to write scientific articles and the submission process, while 40% are still confused about writing techniques, so that with the right support from educational institutions and lecturers, students can develop strong writing skills and become contributors. valuable in the scientific world.
Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Sebagai Bahan Baku Pembuatan Biochar Bakti, Lalu Arifin Aria; Iemaaniah, Zuhdiyah Matienatul; Sukartono, Sukartono; Selvia, Siska Ita; Salsabil, Haidir Ali; Jasrodi, Jasrodi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i1.1467

Abstract

Banyaknya limbah pertanian yang tidak dimanfaatkan oleh petani dapat menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Salah satu limbah pertanian yang biasa dibuang dilahan pertanian yaitu limbah sekam padi. Sekam padi merupakan kulit pembungkus padi yang dipisahkan dari biji padinya. Limbah sekam padi ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembenah tanah dengan mengubahnya menjadi biochar. Biochar limbah sekam padi dapat meningkatkan kandungan karbon dan nitrogen dalam tanah. Desa Sukadana merupakan salah satu desa yang memiliki potensi pertanian yang baik, disisi lain Masyarakat belum memanfaatkan limbah pertaniannya. Oleh karena itu kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam memanfaatkan limbah sekam padi sebagai bahan baku pembuatan biochar. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode edukatif dan sosialisasi aktif dengan diskusi dan sharing yang melibatkan seluruh peserta pengabdian. Dari kegiatan pengabdian yang dilakukan telah diketahui bahwa kelompok tani 1.) Sebagian besar anggota kelompok tani belum bisa baca tulis; 2.) kegiatan pretest dan posttest perlu dilakukan dalam bentuk diskusi tanpa adanya kegiatan tulis menulis; 3.) Pengetahuan tentang pemanfaatan limbah pertanian yang rendah; 4) Setelah adanya sosialisasi ini, masyarakat semakin paham dalam mengelola limbah pertanian, terutama sekam padi; 5.) Perlu adanya tindak lanjut praktik pembuatan biochar limbah pertanian. Socialization of the Use of Rice Husk Waste as Raw Material for Making Biochar Abstract: The large amount of agricultural waste that is not utilized by farmers can cause environmental pollution. One of the agricultural wastes that is usually disposed of on agricultural land is rice husk waste. Rice husks are the skin covering the rice which is separated from the rice grains. This rice husk waste can be used as a soil amendment by turning it into biochar. Rice husk waste biochar can increase carbon and nitrogen content in the soil. Sukadana Village is one of the villages that has good agricultural potential, on the other hand, the community has not utilized its agricultural waste. Therefore, this service activity was carried out with the aim of increasing farmers' knowledge in using rice husk waste as raw material for making biochar. Service activities are carried out using educational methods and active socialization with discussions and sharing involving all service participants. From the community service activities carried out, it is known that the farmer groups 1.) Most of the members of the farmer groups cannot read and write; 2.) pretest and posttest activities need to be carried out in the form of discussions without any writing activities; 3.) Knowledge about low utilization of agricultural waste; 4) After this socialization, people understand more about managing agricultural waste, especially rice husks; 5.) There needs to be follow-up on the practice of making biochar from agricultural waste.
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Desa Sungai Nibung Kabupaten Kubu Raya dalam Penyediaan Tanaman Obat Keluarga Sofiana, Mega Sari Juane; Warsidah, Warsidah; Safitri, Ikha
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i1.1504

Abstract

Desa Sungai Nibung terletak di pesisir Kubu Raya, ditempuh selama 2-3 jam perjalanan air, dari Pelabuhan Rasau. Akses transportasi yang cukup sulit menyebabkan perlunya dilaksanakan edukasi tentang penyediaan tanaman obat keluarga yang dapat dijadikan sebagai salah satu pertolongan pertama saat ada warga Masyarakat yang menderita penyakit. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mensosialisasikan pembuatan Taman Obat Keluarga sebagai usaha pengobatan mandiri dalam keluarga, dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Hal ini secara langsung akan berdampak pada meningkatnya derajat kesehatan Masyarakat Desa Sungai Nibung. Kegiatan dihadiri sebanyak 25 orang perwakilan warga masyarakat yang terdiri dari ibu rumah tangga dan tim penggerak pendidikan kesejateraan keluarga (PKK). Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah edukatif terkait pemanfaatan tanaman berpotensi obat yang dapat dibudidayakan di pekarangan, dilanjutkan dengan praktek pembuatan taman obat keluarga menggunakan rak bersusun 3, untuk menghindari terendamnya media tanam dengan air laut pada saat terjadinya pasang. Hasil evaluasi menunjukkan terjadinya peningkatan pemahaman masyarakat dalam menyebutkan jenis tanaman obat keluarga, khasiat, bagian tanaman yang berkhasiat  dan cara mengolahnya sebelum dikonsumsi. Empowerment of the Sungai Nibung Village Community, Kubu Raya Regency in Providing Family Medicinal Plants Abstract: Sungai Nibung Village is located on the coast of Kubu Raya, a 2-3 hour water journey from Rasau Harbor. Access to transportation is quite difficult, which makes it necessary to carry out education regarding the provision of family medicinal plants which can be used as first aid when a member of the community suffers from illness. The aim of this community service is to socialize the creation of a Family Medicine Park as an independent medical business within the family, by utilizing yard space. This will directly have an impact on increasing the health status of the Sungai Nibung Village Community. The activity was attended by 25 representatives of community members consisting of housewives and the family welfare education team (PKK). The activity was carried out using an educational lecture method regarding the use of potentially medicinal plants that can be cultivated in the yard, followed by the practice of creating a family medicine garden using 3-tiered shelves, to avoid submerging the planting medium in sea water during high tide. The evaluation results show that there has been an increase in public understanding of the types of family medicinal plants, their properties, the parts of the plant that are useful and how to process them before consuming them.
Peningkatan Kemampuan Merias Pengantin Solo Puteri, Upacara Adat Perias Pengantin di Kabupaten Gresik Maspiyah, Maspiyah; Windayani, Novia Restu; Wibowo, Joni Susilo; Mahardika, Mutiara; Putri, Fadila Wimala
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i1.1510

Abstract

Perias pengantin memiliki berbagai acam karakteristik maupun keunikannya, dalam hal ini memiliki suatu organisasi yaitu Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI MELATI) Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Gresik. Seperti halnya dengan sanggar lainnya, sanggar rias pengantin di Kabupaten Gresik juga mengalami pasang surut dalam melaksanakan bisnis usaha mereka. Para wirausaha sanggar rias selain memiliki perkembangan mode dalam merias, juga melakukan manajemen usaha. Dalam melaksanakan usaha para periasjuga memiliki beberapa permasalahan dalam melangsungkan usaha mereka. Tujuan dalam kegiatan ini dilaksanakan (1) Memberikan pengetahuan dan ketrampilan tata rias pengantin Solo Puteri. (2) Memberikan pengetahuan dan ketrampilan upacara adat pengantin Solo Puteri, Tujuan PKM ini adalah melatih para pengusaha tata rias pengantin di Kabupaten Gresik agar dapat mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan tentang aspek produksi tata rias pengantin terutamapengantin Solo Puteri, serta dari aspek manajemen usaha diharapkan dapat mengelola usaha mereka dengan baik dengan cara membuat laporan keuangan unit usahanya sesuai dengan prosedur yang sesuai. Improvement Of Solo Puteri Bridal Makeup Ability, Traditional Ceremonies, Bridal Makeup In Gresik Regency Abstract: Bridal makeup has various characteristics and uniqueness, in this case it has an organization, namely the Association of Indonesian Bridal Makeup Experts (HARPI MELATI) Gresik Regency Branch Leadership Council. As is the case with other studios, bridal makeup studios in Gresik Regency also experience ups and downs in carrying out their business business. The makeup studio entrepreneurs in addition to having fashion developments in makeup, also do business management. The makeup studio entrepreneurs in addition to having fashion developments in makeup, also do business management. In carrying out business, the makeup also has some problems in carrying out their business. The objectives of this activity are carried out (1) Provide knowledge and skills in bridal makeup Solo Puteri. (2) Providing knowledge and skills of the traditional bridal ceremony of Solo Puteri, the purpose of this PKM is to train bridal makeup entrepreneurs in Gresik Regency in order to develop knowledge and skills about the production aspects of bridal makeup, especially Solo Puteri brides, and from the aspect of business management are expected to be able to manage their business well by making financial statements of their business units in accordance with appropriate procedures.
Peningkatan Hygiene Dan Sanitasi Depot Air Minum Di Kelurahan Jemur Wonosari Kecamatan Wonocolo Kota Surabaya Marlik, Marlik; Kriswandana, Ferry; Thohari, Imam; Nurmayanti, Demes
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i1.1530

Abstract

Air minum bersumber PDAM yang dikonsumsi masyarakat belum memenuhi persyaratan apabila diminum/dikonsumsi secara langsung oleh masyarakat. Upaya peningkatan kualitas air minum melalui Depot Air Minum (DAM) melalui Penyuluhan Kesehatan Masyarakat bertujuan untuk mendorong dan mengkondisikan pengusaha atau pengelola Depot Air Minum melakukan upaya perbaikan kualitas air minum sehingga mampu menyediakan air minum yang memenuhi syarat kesehatan di masyarakat di Kelurahan Jemur Wonosari, Surabaya, dengan cara meningkatkan hygiene dan sanitasi Depot Air Minum. Pendekatan kegiatan PKM melalui sosialisasi dan penyuluhan yang diberikan kepada 15 pemilik Depot Air Minum dan masyarakat sekitar selanjutnya menggunakan metode analisis data secara deskriptif dan paired t-test. Sebagai indikator keberhasilan dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan Kesehatan masyarakat ini adalah terjadinya perubahan perilaku pengelola/pengusahan Depot Air Minum sehingga akan meningkatkan hygiene sanitasi DAM, sehingga dapat menghilangkan kontaminasi Coliform dan E. coli dalam air minum yang diidentifikasi melalui pemeriksaan rutin kualitas air minum setiap 6 bulan dan pemeliharaan peralatan Depot secara rutin. Dengan demikian masyarakat akan mendapatkan kualitas air minum yang memenuhi persyaratan dan terhindar dari resiko penyakit akibat penyediaan air minum yang kurang sehat. Meningkatnya kepercayaan masyarakat akan kualitas air minum yang dihasilkan oleh Depot Air Minum akan memberikan keuntungan finansial bagi pengusaha/pengelola. Improving Hygiene and Sanitation of Drinking Water Depots in Jemur Wonosari Village, Wonocolo District, Surabaya City Abstract: Drinking water sourced from PDAM consumed by the community does not meet the requirements if it is drunk/consumed directly by the community. Efforts to improve the quality of drinking water through Drinking Water Depots (DAM) through Public Health Education aim to encourage and condition entrepreneurs or managers of Drinking Water Depots to make efforts to improve the quality of drinking water so that they are able to provide drinking water that meets health requirements in the community in Jemur Wonosari Village, Surabaya , by improving hygiene and sanitation at the Drinking Water Depot. The approach to PKM activities is through socialization and counseling given to 15 Drinking Water Depot owners and the surrounding community, then using descriptive data analysis methods and paired t-test. As an indicator of success in implementing this public health education activity, there is a change in the behavior of the management/operator of the Drinking Water Depot so that it will improve the sanitation hygiene of the DAM, so that it can eliminate Coliform and E.coli contamination in drinking water which is identified through routine checks of drinking water quality every 6 months. and routine maintenance of Depot equipment. In this way, people will get quality drinking water that meets the requirements and avoid the risk of disease due to unhealthy drinking water supplies. Increasing public confidence in the quality of drinking water produced by the Drinking Water Depot will provide financial benefits for entrepreneurs/managers.
Rehabilitasi Ekosistem Mangrove di Kawasan Destinasi Wisata Pantai Batu Burung Kota Singkawang Tavita, Gusti Eva; Ashari, Asri Mulya; Helena, Shifa
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i1.1548

Abstract

Pantai Batu Burung adalah salah satu destinasi wisata berbasis lingkungan pantai di Singkawang yang di tepian pantainya dikeiling pohon mangrove. Salain sebagai tempat wisata, wilayah ini juga digunakan sebagai jalur transportasi dan wilayah penangkapan ikan. Dengan aktivitas tersebut, memungkinkan terjadinya perubahan garis pantai, dan tentunya berpengaruh terhadap kualitas ekosistem mangrove yang dimilikinya. Pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan rehabilitasi mangrove di pantai Batu Burung dengan tujuan untuk mengedukasi peserta kegiatan melalui ceramah edukatif tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem mangrove, dirangkaikan dengan giat langsung penanaman mangrove di kawasan tersebut.  Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta yaitu mahasiswa bersama masyarakat setempat untuk bersinergi dalam rehablitasi mangrove di kawasan Pantai Batu Burung. Edukasi tentang bagaimana memelihara lingkungan pesisir agar tidak terdegradasi akibat aktivitas manusia, dilakukan di areal penanaman mangrove dengan metode ceramah. Selanjutnya dilakukan penanaman pohon mangrove Rhizopora sp. sebanyak 33 batang bibit untuk setiap peserta. Evaluasi kegiatan ini menunjukkan keberhasilan penanaman 1000 pohon mangrove Rhizopora di pantai Batu Burung, dan kuisioner yang dibagikan di awal dan akhir kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mahasiswa dalam memahami  pentingnya melakukan rehabilitasi terhadap \ ekosistem pesisir dan menjaganya dari kerusakan terutama diakibatkan oleh aktivitas manusia. Rehabilitation of the Mangrove Ecosystem in the Batu Burung Beach Tourism Destination Area, Singkawang City Abstract: Batu Burung Beach is one of the environmentally based coastal tourist destinations in Singkawang, with mangrove trees lining its shoreline. Apart from serving as a tourist attraction, this area is also used for transportation routes and fishing activities. With these activities, it is possible for changes in the coastline to occur, which, of course, have an impact on the quality of its mangrove ecosystem. In this Community Service activity, mangrove rehabilitation is carried out at Batu Burung Beach with the aim of educating participants through informative lectures on the importance of preserving the mangrove ecosystem, coupled with direct mangrove planting in the area. This activity is attended by 30 participants, including students and local residents, to work together in rehabilitating the mangroves at Batu Burung Beach. The evaluation of this activity shows the successful planting of 1000 Rhizophora mangrove trees at Batu Burung Beach. Education on how to maintain the coastal environment so that it is not degraded due to human activities is carried out in mangrove planting areas using the lecture method. Next, 33 Rhizopora mangrove seeds were planted for each participant and questionnaires distributed at the beginning and end of the activity show an increase in students' ability to understand the importance of rehabilitating the condition of coastal ecosystems and protecting them from damage, especially caused by human activities.
Pelatihan Pengolahan Kukis Berbasis Pangan Lokal Daun Kelor Sebagai Snack MPASI Guna Menurunkan Prevalensi Stunting Katmawanti, Septa; Paramita, Farah; Rakhmawati, Yunita; Aflah Samah, Dea; Sri Wahyuni, Oktavia; Yasmin Amira, Muthia; Salsabila Fitriani, Amelia; Rizqia Az Zahra, Aulia
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i1.1550

Abstract

Desa Wonorejo menjadi desa prioritas percepatan penanganan stunting di Kabupaten Malang. Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya prevalensi stunting adalah pemberian MPASI yang tidak adekuat karena rendahnya pengetahuan akan pemenuhan gizi anak. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan keterampilan terkait pembuatan MPASI berupa kukis dengan memanfaatkan bahan pangan lokal Desa Wonorejo yakni daun kelor karena mengandung nutrisi yang dapat mencegah malnutrisi. Hal ini sebagai upaya peningkatan keterampilan ibu terkait pemberian MPASI yang bernutrisi, sehingga dapat mencegah kejadian stunting. Metode yang dilakukan diantaranya koordinasi dengan mitra, percobaan dan penyusunan resep kukis, penyusunan media, dan pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan dengan mempraktikkan langsung cara pembuatan kukis kelor kepada 30ia, dan pelaksanaan kegiatan yang  kegiatan.a,BERBAHAN KELOR, SEHINGGA BUTUH DIJADIKAN SNACK YANG MANISrjausui dan waktu luai s ibu yang memiliki balita di Desa Wonorejo serta sosialisasi terkait menu MPASI menggunakan bahan lokal guna menurunkan angka stunting di Desa Wonorejo. Seluruh peserta menyambut baik dan antusias dalam mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir. Training on Processing Cookies Based on Local Food Moringa Leaves as MPASI Snacks to Reduce the Prevalence of Stunting Abstract: Wonorejo Village is a priority village for accelerating the handling of stunting in Malang District. One of the factors causing the high prevalence of stunting is inadequate complementary feeding due to low knowledge of child nutrition fulfillment. The purpose of this community service activity is to improve skills related to making complementary food in the form of cookies by utilizing local food ingredients in Wonorejo Village, namely Moringa leaves because they contain nutrients that can prevent malnutrition. This is an effort to improve mothers' skills related to providing nutritious complementary foods, so as to prevent stunting. The methods used included coordination with partners, experimentation and preparation of cookie recipes, preparation of media, and implementation of activities carried out by practicing directly how to make moringa cookies to 30 mothers who have toddlers in Wonorejo Village and socialization related to the complementary food menu using local ingredients to reduce stunting rates in Wonorejo Village. All participants welcomed and were enthusiastic in participating in the series of activities from start to finish.

Page 1 of 2 | Total Record : 18