cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,165 Documents
Development of Digital Interactive Modules Based on Al Islam and Muhammadiyah in Basic Mathematics Courses Nika Fetria Trisnawati; Sundari Sundari; Faida Musa'ad
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.1649

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul digital interaktif yang menggabungkan konsep Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam mata kuliah Matematika Dasar, guna meningkatkan pemahaman konsep matematika serta menanamkan nilai-nilai moral dan karakter kepada mahasiswa. Penelitian dilakukan pada Mahasiswa PGSD semester 2 FKIP UNAMIN pada mata kuliah matematika dasar. Metode penelitian dan pengembangan (R&D) ini menggunakan model ADDIE (Analisa, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi). Pengumpulan data dilakukan melalui soal pretest-posttest, observasi, wawancara, dan kuesioner yang melibatkan mahasiswa dan dosen pengampu mata kuliah Matematika Dasar. Validasi modul dilakukan oleh ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul digital interaktif yang dikembangkan efektif dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep-konsep dasar matematika. Penilaian oleh dosen dan mahasiswa menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi, dengan integrasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang baik. Modul ini memberikan solusi inovatif dalam pembelajaran matematika yang relevan dengan kebutuhan pendidikan modern dan tuntutan moral. Pengembangan lebih lanjut dan implementasi secara luas dapat meningkatkan kualitas pendidikan matematika di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah. Abstract This research aims to develop an interactive digital module that combines the concepts of Al-Islam and Muhammadiyah in Basic Mathematics courses, to increase understanding of mathematical concepts and instill moral values ​​and character in students. The research was conducted on 2nd semester PGSD students of FKIP UNAMIN in the basic mathematics course. This research uses the Research and Development (R&D) method with the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) model. Data collection was carried out through pretest-posttest questions, observations, interviews and questionnaires involving students and lecturers teaching Basic Mathematics courses. Module validation is carried out by material experts, media experts and language experts. The research results show that the interactive digital module developed is effective in increasing students' understanding of basic mathematical concepts. Assessments by lecturers and students show a high level of satisfaction, with good integration of Al-Islam and Muhammadiyah values. This module provides innovative solutions in mathematics learning that are relevant to modern educational needs and moral demands. Further development and widespread implementation can improve the quality of mathematics education in Muhammadiyah higher education institutions.
Mathematics Teachers' Perceptions Towards Geometry Teaching Methods in Relation to Technological Transformations Rustam Rustam; Bistari Bistari; Metia Novianti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2024): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i2.1661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru matematika terhadap konsep geometri serta pembelajarannya dengan transformasi teknologi pada SMP Kalimantan Barat. Tantangan integrasi teknologi dalam pengajaran geometri masih sering dihadapi guru, terutama dalam konteks pengajaran yang membutuhkan visualisasi dan pemahaman spasial yang mendalam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan tes melalui pada 127 guru, sementara analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan persepsi guru matematika terhadap konsep geometri dikaitkan dengan transformasi teknologi pada jenjang SMP Kalimantan Barat. Terdapat kecenderungan bahwa konsep geometri diajarkan cukup dengan keterampilan guru apa adanya, tidak begitu melibatkan IT, dengan persepsi bahwa IT lebih memerlukan waktu dan usaha yang gigih. Selain itu, terdapat kecenderungan melakukan pembelajaran alami, di mana pembelajaran dilakukan sebatas pemahaman siswa tanpa upaya untuk memastikan bahwa materi geometri sesuai dengan kebutuhan kontekstual. Dalam hal ini, IT tidak begitu diaplikasikan dalam pembelajaran. This research aims to describe mathematics teachers' perceptions of geometry concepts and their learning with technological transformation in West Kalimantan junior high schools. The challenge of technology integration in teaching geometry is often faced by teachers, especially in contexts requiring visualization and deep spatial understanding. The research method used is qualitative with a descriptive approach. Data collection was done by distributing tests to 127 teachers, while data analysis was done qualitatively. The results showed teachers’ perceptions of geometry and technological transformation at the junior high school level in West Kalimantan. There is a tendency that geometry is taught with the teachers’ existing skills, without involving IT, due to the perception that IT requires more time and effort. Additionally, learning tends to focus on student understanding without ensuring the geometry material aligns with contextual needs, resulting in minimal application of IT in learning.
Leveraging Computer Assisted to Enhance the Effectiveness of Direct Instruction in Supporting Students' Mathematical Reasoning Ginda Maruli Andi Siregar; Wahyudin Wahyudin; Tatang Herman; Sufyani Prabawanto
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 1 (2024): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i1.1686

Abstract

Salah satu tantangan yang dihadapi mahasiswa adalah terbatasnya akses ke fasilitas laboratorium komputer, yang menghambat pembelajaran matematika, khususnya dalam metode numerik. Kelemahan ini sebagai penghambat kemampuan berpikir matematis yang krusial untuk keberhasilan memahami algoritma dan membangun program solusi numerik, sehingga pengembangan keterampilan ini perlu diprioritaskan. Pembelajaran direct instruction dianggap kurang efektif, sehingga perlu ditingkatkan dengan penggunaan media interaktif digital, berupa pembelajaran berbantuan komputer, dikenal dengan direct instruction-computer assisted (DI-CA). Penelitian menerapkan langkah research and development (RnD), bertujuan untuk menciptakan dan memvalidasi media instruksional digital guna meningkatkan penalaran matematis mahasiswa. Subjek penelitian pada mahasiswa calon guru matematika, data diperoleh dari validasi ahli, pengalaman pengguna, dan tes kemampuan penalaran matematis melalui pretes dan postes. Web ajar sebagai media dalam pembelajaran DI-CA divalidasi dari aspek yang berfokus pada kejelasan instruksi, kesesuaian materi, dan pengalaman pengguna, yang semuanya dinyatakan valid. Uji coba dengan 33 mahasiswa diperoleh rata-rata hasil tes kemampuan penalaran 61.21, dengan interval antara 56.59 - 65.84, mengindikasikan peningkatan keterampilan penalaran. Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi teknologi komputer dalam pembelajaran, yang dapat meningkatkan pengalaman belajar dan kinerja akademis mahasiswa dalam matematika. One of the challenges faced by students is the limited access to computer laboratory facilities, which hampers mathematics learning, particularly in numerical methods. This limitation impedes the development of critical mathematical thinking skills essential for understanding algorithms and constructing numerical solution programs, highlighting the need to prioritize the development of these skills. Direct instruction is less effective, necessitating an enhancement through the use of interactive digital media, specifically computer-assisted instruction, known as Direct Instruction-Computer Assisted (DI-CA). This research employs a research and development (RnD) approach to create and validate digital instructional media to improve students' mathematical reasoning. The research subjects are mathematics education students, and data are obtained from expert validation, user experience, and mathematical reasoning ability tests through pre-tests and post-tests. The web-based instructional media used in DI-CA was validated based on clarity of instructions, content appropriateness, and user experience, all of which were confirmed to be valid. The trial involving 33 students yielded an average mathematical reasoning test score of 61.21, ranging between 56.59 and 65.84, indicating an improvement in reasoning skills. This study underscores the importance of integrating computer technology into instruction, which can enhance learning experiences and academic performance in mathematics.
The Correlation of Junior High School Students’ Self-Confidence and Mathematical Problem-Solving Ability Lioni Anka Monalisa; Arika Indah Kristiana; Edy Wihardjo; Saddam Hussen; Fiorent Annastasia Putri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.1692

Abstract

Abstrak Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki oleh siswa, dan kepercayaan diri diyakini memiliki kontribusi signifikan terhadap pencapaiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri (self-confidence) dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian adalah 87 siswa kelas VIII di SMP Negeri 12 Jember pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Data dikumpulkan melalui angket kepercayaan diri dan tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Berdasarkan analisis deskriptif, nilai rata-rata kepercayaan diri siswa adalah 96,08 dengan kategori dominan berada pada tingkat sedang (74,71%). Hasil analisis korelasi menunjukkan terdapat hubungan yang positif antara kepercayaan diri dan kemampuan pemecahan masalah matematis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi tingkat kepercayaan diri siswa, maka semakin baik kemampuan mereka dalam menyelesaikan soal-soal matematika secara problematis. Implikasi dari temuan ini menunjukkan pentingnya strategi pembelajaran yang tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga afektif siswa, seperti penguatan rasa percaya diri guna mendukung keberhasilan akademik, khususnya dalam pembelajaran matematika. Abstract Mathematical problem-solving ability is one of the essential competencies students must possess, and self-confidence is believed to significantly contribute to its achievement. This study aims to determine the correlation between self-confidence and junior high school students’ mathematical problem-solving ability. The research employed a quantitative method with a correlational design. The subjects were 87 eighth-grade students at SMP Negeri 12 Jember during the even semester of the 2023/2024 academic year. Data were collected through a self-confidence questionnaire and a mathematical problem-solving test. Based on descriptive analysis, the average self-confidence score was 96.08, with the majority (74.71%) falling into the average category. The results of the correlation analysis showed a positive relationship between self-confidence and mathematical problem-solving ability. The conclusion of this study indicates that the higher the level of students’ self-confidence, the better their ability to solve mathematical problems. The implications of these findings highlight the importance of learning strategies that focus not only on cognitive aspects but also on students’ affective domains, such as enhancing self-confidence to support academic success, particularly in mathematics learning.
Statistics Learning Media Innovation B-Tube (Combination Blog and YouTube) Irvan Irvan; Alfauzan Ramadhanny Simangunsong; Marah Doly Nasution
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.1748

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan media pembelajaran digital dengan mengombinasikan web-blog dan YouTube. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) Level 1 oleh Sugiyono. Subjek dari penelitian ini 30 siswa kelas VIII SMP IT Mutiara tahun ajaran 2023/2024. Jenis data penelitian ini kuantitatif dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik. Instrumen penelitian berupa lembar validasi ahli media, materi, dan bahasa, angket respon pengguna guru dan siswa, serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk Kombinasi Blog dan YouTube (B-Tube) valid digunakan, praktis dan efektif meningkatkan hasil belajar matematika. Berdasarkan analisa hasil uji produk menunjukan skor ahli media 4.78 (sangat valid), ahli materi 4.50 (valid), ahli 4.67 (sangat valid). Respon pengguna guru dan siswa menunjukkan persentase kepraktisan sebesar 100% dengan kategori sangat praktis. Uji efektifitas  menggunakan N-Gain menunjukkan hasil N-Gain Skor sebesar 0.73 atau N-Gain (%) sebesar 73 dengan kriteria tinggi berdasarkan kriteria N-Gain menurut Melzer. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa media B-Tube dalam pembelajaran statistika valid digunakan, praktis dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika. Abstract The purpose of this research is to develop digital learning media by integrating web blogs and YouTube. The study follows the Research and Development (R&D) Level 1 method by Sugiyono. The subjects are 30 eighth-grade students at SMP IT Mutiara during the 2023/2024 academic year. The research data is quantitative and analyzed using descriptive and statistical methods. The instruments used include validation sheets for media, material, and language experts, as well as questionnaires for teacher and student user responses, and learning outcome tests. The results indicate that the combination of Blog and YouTube (B-Tube) is valid, practical, and effective in enhancing mathematics learning outcomes. Based on the product test analysis, the media experts rated it 4.78 (very valid), the material experts 4.50 (valid), and the language experts 4.67 (very valid). The response from teachers and students indicated a 100% practicality rate, categorizing it as very practical. The effectiveness test, using N-Gain, showed an N-Gain score of 0.73 or N-Gain (%) of 73, which falls under the high criteria based on Melzer's N-Gain criterion. This study shows the results that B-Tube media in statistics learning is valid, practical and effective in improving mathematics learning outcomes.
Development of Didactical Teaching Materials on Circle Concepts Based on Realistic Mathematics Education Ellis Salsabila; Mimi Nur Hajizah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.1785

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar desain didaktis materi lingkaran berbasis Pendidikan Matematika Realistik (RME) untuk peserta didik SMP kelas VIII. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah kurangnya bahan ajar yang mengintegrasikan pendekatan kontekstual seperti RME, yang dapat membantu siswa memahami konsep matematika dengan cara yang lebih relevan dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan dengan model 4D yang terdiri dari empat tahapan: define, design, develop, dan disseminate. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui validasi ahli, uji coba kelompok kecil dan kelompok besar. Data yang diperoleh dari validasi ahli dan uji coba tersebut kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk menilai kelayakan bahan ajar yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar desain didaktis materi lingkaran berbasis RME memperoleh penilaian yang sangat layak, dengan rata-rata penilaian sebesar 91,4% dari seluruh tahapan uji coba. Oleh karena itu, bahan ajar ini dinyatakan valid dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran matematika di sekolah menengah pertama. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa pengembangan bahan ajar berbasis RME dapat meningkatkan kualitas pembelajaran matematika yang lebih kontekstual dan efektif dalam membantu siswa memahami konsep-konsep matematika. Abstract This study aims to develop a didactical design of teaching materials on the topic of circles based on Realistic Mathematics Education (RME) for eighth-grade junior high school students. The problem addressed in this research is the lack of teaching materials that integrate contextual approaches such as RME, which can help students understand mathematical concepts in a more relevant and applicable way in everyday life. This research employs a development method using the 4D model, which consists of four stages: define, design, develop, and disseminate. Data collection techniques were conducted through expert validation and small and large group trials. The data obtained from these validations and trials were then analyzed descriptively and quantitatively to assess the feasibility of the developed teaching materials. The results of the study indicate that the didactical design of teaching materials on the topic of circles based on RME received a very feasible rating, with an average score of 91.4% from all trial stages. Therefore, these teaching materials are considered valid and feasible for use in mathematics learning at the junior high school level. The implications of this research suggest that the development of RME-based teaching materials can enhance the quality of mathematics learning, making it more contextual and effective in helping students understand mathematical concepts.
Analysis of Mathematical Logic and Computational Thinking Abilities of Informatics Engineering Students on Learning Achievement in Calculus Courses Triana Harmini; Siti Suprihatiningsih
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.1787

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kemampuan logika matematika dan berpikir komputasional dengan prestasi belajar mahasiswa dalam mata kuliah Kalkulus. Studi ini melibatkan 66 siswa semester pertama Program Studi Teknik Informatika pada tahun akademik 2022/2023.  Tes untuk mengukur kemampuan berpikir logika dan komputasional serta instruksi untuk mengumpulkan data tentang prestasi belajar adalah bagian dari metode pengumpulan data. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson bivariat dan regresi linear berganda, dengan pengujian prasyarat yang mencakup uji normalitas, homoskedastisitas, multikolinearitas, dan autokorelasi. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara berpikir komputasional dengan prestasi belajar (r = 0,715), antara logika matematika dengan prestasi belajar (r = 0,781), serta antara berpikir komputasional dan logika matematika (r = 0,661). Temuan ini mengindikasikan pentingnya integrasi kemampuan logika matematika dan berpikir komputasional dalam proses pembelajaran Kalkulus, yang dapat diupayakan melalui pendekatan pedagogis yang tepat serta pengembangan media pembelajaran yang mendukung. Abstract This study aims to examine the relationship between mathematical logic skills and computational thinking with students' academic performance in the Calculus course. This study involved 66 first-semester students of the Computer Engineering Study Program in the 2022/2023 academic year. Tests to measure logical and computational thinking abilities, as well as instructions for collecting data on learning achievements, are part of the data collection methods. Data analysis was conducted using bivariate Pearson correlation and multiple linear regression, with prerequisite tests including normality, homoscedasticity, multicollinearity, and autocorrelation tests. The analysis results show a significant relationship between computational thinking and academic achievement (r = 0.715), between mathematical logic and academic achievement (r = 0.781), as well as between computational thinking and mathematical logic (r = 0.661). These findings indicate the importance of integrating mathematical logic skills and computational thinking in the learning process of Calculus, which can be pursued through appropriate pedagogical approaches and the development of supportive learning media.
Design of Mathematics Teaching Materials Based on Local Wisdom for Strengthening Mathematical Literacy on Social Arithmetic Material Mega Nur Prabawati; Satya Santika; Eva Mulyani
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.1868

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil awal kemampuan literasi matematis siswa, merancang dan mengembangkan bahan ajar matematika berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan literasi matematis, dan mendeskripsikan hasil belajar siswa setelah menggunakan bahan ajar tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE, yang meliputi lima tahap yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pada tahap analisis, tingkat literasi matematika siswa kelas 9 di empat sekolah menengah pertama (SMPN 1 & 2 Sukahening, SMPN 6 & 14 Tasikmalaya) ditemukan pada level 2-3, berdasarkan kerangka kerja PISA. Pada tahap desain, dibuatlah rencana pembelajaran yang mengintegrasikan unsur-unsur kearifan lokal Tasikmalaya. Pada tahap pengembangan, handout interaktif dibuat dengan menggunakan Canva, dengan menggabungkan pilihan font, warna, dan grafik tematik. Soal pre-test/post-test dan kuesioner persepsi siswa juga dikembangkan dan divalidasi oleh ahli materi dan ahli media, yang menghasilkan nilai kelayakan sebesar 92% (sangat layak). Siswa menyelesaikan pre-test sebelum menggunakan handout dan post-test setelahnya, diikuti dengan kuesioner tentang kepraktisan dan persepsi. Analisis data menunjukkan peningkatan rata-rata penguasaan pembelajaran dari 50,84% (pre-test) menjadi 71,18% (post-test). Siswa memberikan tanggapan yang sangat positif mengenai isi, desain, dan relevansi budaya dari materi. Abstract This study aims to identify students' initial profiles of mathematical literacy skills, design and develop mathematics teaching materials based on local wisdom to enhance mathematical literacy, and describe students’ learning outcomes after using these materials. The research employs a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which includes five phases: analysis, design, development, implementation, and evaluation. In the analysis phase, the mathematical literacy level of 9th-grade students at four junior high schools (SMPN 1 & 2 Sukahening, SMPN 6 & 14 Tasikmalaya) was found to be at levels 2–3, based on the PISA framework. During the design phase, lesson plans were created that integrated elements of Tasikmalaya’s local wisdom. In the development phase, interactive handouts were created using Canva, incorporating thoughtful choices of fonts, colors, and thematic graphics. Pre-test/post-test questions and student perception questionnaires were also developed and validated by a content expert and a media expert, resulting in a feasibility score of 92% (highly feasible).The implementation took place over four class sessions across the selected schools. Students completed a pre-test before using the handouts and a post-test afterward, followed by a questionnaire on practicality and perception. Data analysis showed an increase in average learning mastery from 50.84% (pre-test) to 71.18% (post-test). Students gave highly positive responses regarding the content, design, and cultural relevance of the materials.
Problem Based-Learning Performance in Improving Students' Critical Thinking, Motivation, Self-Efficacy, And Students' Learning Interest Nofriyandi Nofriyandi; Dedek Andrian; Siti Nurhalimah; Febri Loska
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 1 (2024): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i1.1873

Abstract

Peningkatan mutu pendidikan harus senantiasa dilakukan melalui proses pembelajaran di kelas. Pembelajaran yang baik sangat bergantung pada interaksi siswa dengan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas PBL (problem-based learning) melalui media pembelajaran in-shot digital untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, motivasi, efikasi diri, dan minat belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Quasi Eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa sekolah menengah di Pekanbaru, Provinsi Riau. Sampel dalam penelitian ini dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes dan non tes. Tes berupa soal yang dirancang untuk level berpikir C4 dan C5, sedangkan non tes berupa lembar observasi untuk melihat motivasi belajar, efikasi diri, dan minat belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran PBL dengan media digital. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, yaitu tes untuk membandingkan kelas eksperimen dan kontrol. Penerapan media pembelajaran digital dalam pembelajaran kelompok dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, motivasi belajar, self-efficacy, dan minat belajar matematika siswa. Improving the quality of education must always be carried out through the learning process in the classroom. Good learning relies heavily on student interaction with the learning process. This research aims to determine the effectiveness of PBL (problem-based learning) through digital in-shot learning media to improve students' critical thinking skills, motivation, self-efficacy, and interest in learning. The research method used in this research is a Quasi-Experimental research method. The population in this study were all secondary school students in Pekanbaru, Riau Province. The sample in this study was chosen purposively. Data collection techniques in this research are test and non-test. The test is in the form of questions designed for C4 and C5 levels of thinking, while the non-test is in the form of an observation sheet to see students' learning motivation, self-efficacy, and interest in learning after participating in PBL learning activities with digital media. The data analysis technique used in this research is descriptive quantitative, a test to compare the experimental and control classes. Applying digital learning media in group learning can improve students' critical thinking skills, learning motivation, self-efficacy, and interest in mathematics.
Realistic Mathematics Assisted with Learning Management System in Improving Students' Reflective Thinking Ability Vepi Apiati
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.1874

Abstract

Abstrak Kemampuan berpikir reflektif merupakan salah satu keterampilan yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika di abad ke-21. Salah satu pendekatan yang dinilai mampu mendorong pengembangan kemampuan ini adalah Realistic Mathematics Education (RME). Pendekatan ini menekankan pada keterkaitan antara konsep matematika dan konteks aktivitas harian siswa, hal ini memungkinkan siswa untuk tidak hanya menangkap materi secara konseptual, tetapi juga mengevaluasi proses berpikirnya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran matematika realistik berbantuan Learning Management System (LMS) untuk meningkatkan kemampuan berpikir reflektif siswa dan mengetahui kelayakan dari modul ajar tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan yang diadaptasi dari Borg dan Gall. Prosedur pengembangan terdiri atas beberapa tahapan, yakni: pengumpulan data awal, tahap perencanaan, pembuatan prototipe awal, uji coba terbatas, revisi berdasarkan hasil uji coba pertama, uji coba skala luas, revisi lanjutan, uji coba operasional akhir, dan penyempurnaan produk sebagai hasil akhir. Penelitian ini melibatkan siswa kelas XI di SMA Darussalam Tasikmalaya sebagai subjek. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen angket kelayakan modul ajar, dan soal kemampuan berpikir reflektif. Analisis data dilakukan dengan penilaian pada hasil tes kemampuan berpikir reflektif dan penskoran pada angket kelayakan modul ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan mendapat penilaian layak dari ahli materi dan ahli media. Selain itu, penggunaan modul ajar ini mampu meningkatkan kemampuan berpikir reflektif siswa, sebagaimana tercermin dari peningkatan skor tes kemampuan berpikir reflektif siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa modul ajar matematika realistik berbantuan LMS mampu menciptakan suasana belajar yang kontekstual, menarik, dan efektif dalam mendukung pemahaman matematika yang lebih dalam. Dengan demikian, modul ini dapat dijadikan referensi oleh para pendidik dalam merancang pembelajaran matematika yang bermakna dan sesuai dengan tuntutan pendidikan di era digital. Abstract Reflective thinking ability is one of the skills that need to be developed in mathematics learning in the 21st century. One approach that is considered capable of encouraging the development of this ability is Realistic Mathematics Education (RME). This approach emphasizes the relationship between mathematical concepts and the context of students' daily activities, this allows students to not only grasp the material conceptually, but also evaluate their own thinking process. This study aims to develop a realistic mathematics learning module assisted by the Learning Management System (LMS) to improve students' reflective thinking skills and determine the feasibility of the teaching module. The method used in this study is Research and Development (R&D) with a development model adapted from Borg and Gall. The development procedure consists of several stages, namely: initial data collection, planning stage, initial prototype creation, limited trials, revisions based on the results of the first trial, large-scale trials, further revisions, final operational trials, and product refinement as the final result. This study involved grade XI students at SMA Darussalam Tasikmalaya as subjects. Data collection was carried out using a questionnaire instrument for the feasibility of the teaching module, and reflective thinking ability questions. Data analysis was carried out by assessing the results of the reflective thinking ability test and scoring on the module feasibility questionnaire. The results of the study showed that the developed teaching module received a decent assessment from material experts and media experts. In addition, the use of this teaching module was able to improve students' reflective thinking abilities, as reflected in the increase in students' reflective thinking ability test scores. These findings indicate that the LMS-assisted realistic mathematics teaching module is able to create a contextual, interesting, and effective learning atmosphere in supporting a deeper understanding of mathematics. Thus, this module can be used as a reference by educators in designing meaningful mathematics learning that is in accordance with the demands of education in the digital era.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): January Vol. 14 No. 4 (2025): October Vol. 14 No. 3 (2025): July Vol. 14 No. 2 (2025): April Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 3 (2020) Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 1 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue