cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,165 Documents
Ethnomathematics in Papuan Indigenous Patterns Inggrid Marlissa; Turmudi Turmudi; Dadang Juandi; Wahyudin Wahyudin
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 3 (2024): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i3.1887

Abstract

Studi etnomatematika suku Malind telah mengidentifikasi berbagai materi matematika yang tertanam dalam budaya mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep-konsep matematika yang ada pada motif khas Papua yang terdapat pada alat musik Kandala. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Penelitian ini dilakukan di kampung Wasur Kabupaten Merauke Propinsi Papua Selatan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif model interaktif yaitu kondesasi data, tampilan data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat konsep-konsep matematika pada motif-motif yang terdapat pada bagian luar alat musik. Konsep matematika yang muncul pada motif-motif yang ada pada alat musik Kandala yaitu konsep bangun datar yaitu segitiga, persegi, persegi panjang, belahketupat dan lingkaran selain itu terdapat juga konsep transformasi geometri yaitu translasi, refleksi dan dilatasi.Ethnomathematics studies of the Malind tribe have identified various mathematical materials embedded in their culture. This research aims to identify the mathematical concepts embedded in Papuan cultural patterns found on the Kandala musical instrument. This is a qualitative research using an ethnographic approach. The research was conducted in Wasur Village, Merauke District, South Papua Province. Data collection techniques in this study include observation, interviews, and documentation. Data analysis uses an interactive qualitative data analysis model, namely data condensation, data display, and conclusion. The results show that there are mathematical concepts in the m-otifs found on the outer part of the musical instrument. The mathematical concepts that appear in the patterns on the Kandala musical instrument are the concepts of plane figures such as triangles, squares, rectangles, rhombus, and circles. In addition, there are also concepts of geometric transformations such as translation, reflection, and dilation.
SCL LEAD to Improve quality of Student-Centered Learning Process in the Class of Discrete Mathematics Adiwijaya Adiwijaya; Irma Palupi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2024): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i2.1947

Abstract

Semakin banyak mahasiswa yang kurang tertarik pada beberapa mata kuliah di universitas, terutama matematika. Studi ini meneliti dampak pendekatan Student-Centered Learning (SCL) dalam pembelajaran Matematika Diskrit. Kami memperkenalkan metode SCL - Lecture’s Encouragement, Assistance, and Stimulating-Deliverance (SCL LEAD) untuk meningkatkan keterampilan belajar dengan mendorong interaksi dan kerja sama mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pre-test dan post-test untuk mengukur keterlibatan dan kinerja mahasiswa. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, jaminan kesiapan, dan diskusi kelompok, kemudian dianalisis untuk menilai dampaknya terhadap keterampilan kognitif dan kolaboratif mahasiswa. Perbandingan antara ujian tengah dan akhir semester digunakan untuk mengukur efektivitas SCL LEAD, dengan statistik deskriptif dan inferensial untuk mengidentifikasi perubahan keterampilan dan pencapaian. Temuan menunjukkan bahwa SCL LEAD memotivasi mahasiswa untuk berpartisipasi aktif serta meningkatkan kompetensi dan kinerja dalam Matematika Diskrit, memberi wawasan berharga bagi pengembangan strategi pembelajaran berpusat pada mahasiswa di pendidikan matematika. The increasing disengagement of students in certain university courses, particularly in mathematics, is a growing concern. This study investigates the impact of the Student-Centered Learning (SCL) approach on the learning process for Discrete Mathematics. We introduce the Student-Centered Learning - Lecture’s Encouragement, Assistance, and Stimulating-Deliverance (SCL LEAD) method to enhance learning skills by fostering increased student interaction and cooperation. The study employs a quantitative approach, using pre-tests and post-tests to measure students’ engagement and performance. Data were gathered through structured observations, readiness assurance processes, and group discussions, all of which were documented and analyzed to assess their impact on students’ cognitive and collaborative skills. Comparative metrics between mid-term and final exams were used to determine the effectiveness of the SCL LEAD model, with descriptive and inferential statistics applied to identify changes in students' skills and achievements following the implementation of SCL LEAD. The findings suggest that SCL LEAD motivates active participation and enhances both competence and performance in Discrete Mathematics, offering valuable insights for advancing student-centered strategies in mathematics education.
Transpotition Didactic Design in Mathematics Learning: A Hermeneutic Phenomenology Ahmad Muzaki; Masjudin Masjudin; Pujilestari Pujilestari; Ita Chairun Nissa; Sri Yuliyanti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.1951

Abstract

Abstrak Meskipun banyak penelitian telah mengeksplorasi pentingnya pecahan dalam kurikulum sekolah dasar, penelitian mengenai topik ini di tingkat sekolah menengah pertama masih terbatas, terutama dalam mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa dan merancang pendekatan alternatif untuk mengatasi tantangan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kedua aspek tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi hermeneutik. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa SMPN 1 Narmada Lombok Barat yang terdiri dari 29 siswa kelas VIII. Peneliti berperan sebagai instrumen utama yang didukung dengan beberapa alat seperti tes operasi pecahan, pedoman wawancara mendalam. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa rendahnya kemampuan siswa dalam mengoperasikan bilangan bulat, khususnya perkalian dan pembagian, merupakan faktor utama kesulitan belajar. Rancangan didaktis terdiri dari 3 tahap. Tahap pertama meliputi beberapa kegiatan yaitu Ayo Tebak dan Ayo Baca. Tahap kedua meliputi kegiatan-kegiatan seperti Mari Mencari, Mari Berdiskusi, dan Mari Menyimpulkan. Tahap ketiga terdiri dari kegiatan Ayo Latihan dan Refleksi Diri. Tahapan ini dikembangkan untuk memperkuat pemahaman terhadap prasyarat tersebut melalui kegiatan yang melibatkan penentuan kelipatan persekutuan terkecil dan faktor persekutuan terbesar. Sebagai rekomendasi, penelitian ini menyarankan agar guru matematika mengadopsi berbagai situasi didaktik berbasis masalah dalam pembelajaran pecahan. Abstract Although numerous studies have explored the role of fractions in the elementary school curriculum, research at the junior high school level remains limited, especially in identifying factors contributing to students' learning difficulties and developing alternative instructional approaches to address these challenges. This study aimed to examine both aspects. A hermeneutic phenomenology method was employed, with participants consisting of 29 eighth-grade students from SMPN 1 Narmada in West Lombok. The researcher acted as the primary instrument, supported by tools such as fraction operation tests and in-depth interview guidelines. The findings indicated that students’ difficulties stemmed primarily from their weak understanding of integer operations, particularly multiplication and division. To address this, a three-stage didactic design was implemented. The first stage included activities like "Let’s Guess" and "Let’s Read." The second stage incorporated "Let’s Search," "Let’s Discuss," and "Let’s Conclude." The final stage consisted of "Let’s Practice" and "Self-Reflection." These stages were designed to strengthen prerequisite knowledge through exercises on determining the least common multiple and greatest common factor. The study recommends that mathematics teachers integrate problem-based didactic strategies into fraction instruction.
Conceptual Knowledge through Instruction Interactive Teaching Materials Integrated Augmented Reality Sudirman Sudirman; Irena Puji Luritawaty; Ebenezer Bonyah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2024): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i2.1957

Abstract

Konsep luas permukaan dan volume 3D merupakan salah satu konsep penting untuk membangun pengetahuan matematis lainnya yang lebih aplikatif. Namun, siswa kesulitan dalam memahami konsep tersebut. Perlu adanya teknologi yang dapat membantu siswa, misalnya Augmented Reality (AR). Penelitian ini bertujuan mengungkap peningkatan pemahaman konsep luas permukaan dan volume prisma melalui Instruction Interactive teaching materials integrated Augmented reality (I-ITMIAR). Desain penelitian yaitu exploratory case study terhadap 32 siswa dan satu guru matematika di salah satu sekolah menengah pertama di Kabupaten Indramayu. Data penelitian diperoleh dari wawancara, observasi, dan tes. Data dianalisis secara kualtiatif menggunakan analisis konten dan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan AR memberikan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap konsep-konsep geometri, khususnya luas permukaan dan volume prisma. Melalui visualisasi tiga dimensi yang dihasilkan, siswa dapat melihat dan berinteraksi dengan model prisma secara real-time. Penggunaan AR dapat menjadi alat bantu efektif umeningkatkan pemahaman konsep. The concept of 3D surface area and volume is one of the important concepts for building other more applicable mathematical knowledge. However, students have difficulty in understanding the concept. There needs to be technology that can help students, such as Augmented Reality (AR). This study aims to reveal the increase in understanding of the concept of surface area and volume of prisms through Instruction Interactive teaching materials integrated Augmented reality (I-ITMIAR). The research design is an exploratory case study of 32 students and one mathematics teacher at a junior high school in Indramayu Regency. Research data were obtained from interviews, observations, and tests. Data were analyzed qualitatively using content analysis and descriptive statistics. The results showed that the use of AR provided a significant increase in students' understanding of geometric concepts, especially the surface area and volume of prisms. Through the resulting three-dimensional visualization, students can see and interact with the prism model in real-time. The use of AR can be an effective tool to improve conceptual understanding.
Student Profile of Mathematical Communication Process of Prospective Mathematics Teachers Reviewed from Self-Confidence Gunawan Gunawan; Ferry Ferdianto; Reni Untarti; Lukmanul Akhsani
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.1958

Abstract

Abstrak Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek afektif yang penting dalam meningkatkan komunikasi matematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses komunikasi matematis calon guru matematika dalam memecahkan masalah berdasarkan kepercayaan diri. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Subyek penelitian adalah mahasiswa Pendidikan Matematika, Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Instrumen penelitian terdiri dari angket, tes, dan wawancara. Hasil angket kepercayaan diri dikategorikan dalam tinggi, sedang, dan rendah. Setiap kategori mengambil satu orang sebagai responden. Analisis data menggunakan tahap reduksi, penyajian, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan siswa kategori kepercayaan diri tinggi dan sedang memiliki karakteristik proses komunikasi yang baik. Siswa menggunakan simbol dengan tepat untuk menjelaskan informasi dan masalah yang diketahui serta menuliskan jawaban secara terperinci. Siswa kategori kepercayaan diri rendah membutuhkan bantuan untuk menerjemahkan informasi dan simbol matematika. Hal ini mengakibatkan kesulitan dalam menyelesaiakan masalah dengan tepat. Kondisi ini menunjukkan bahwa tahap identifikasi informasi dan representasi masalah sebagai kunci awal proses komunikasi matematika. Abstract Self-confidence is one of the important affective aspects in improving mathematical communication. This study aims to analyze the mathematical communication process of prospective mathematics teachers in solving problems based on confidence. The method used is qualitative. The subject of the study is a student of Mathematics Education, Universitas Muhammadiyah Purwokerto. The research instrument consisted of questionnaires, tests, and interviews. The results of the confidence questionnaire are categorized into high, medium, and low. Each category takes one person as a respondent. Data analysis uses reduction, presentation, and conclusion stages. The results showed that students in the high and medium confidence categories had the characteristics of a good communication process. Students use symbols appropriately to explain known information and problems and write down answers in detail. Students in the low confidence category need help translating mathematical information and symbols. This results in difficulties in solving problems appropriately. This condition shows that the stage of information identification and problem representation is the initial key to the mathematical communication process.
Exploring Students' Visualization Skills concerning Learning Styles Konstansia Hermiati; Nasri Tupulu; Siti Suprihatiningsih
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.1970

Abstract

Abstrak Kemampuan visualisasi merupakan aspek krusial dalam memahami materi dimensi tiga. Tujuan penelitian ini yaitu menggambarkan kemampuan visualisasi siswa sekolah menengah atas dalam pembelajaran materi dimensi tiga berdasarkan gaya belajar. Subjek penelitian kualitatif ini dipilih dengan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes essay berdasarkan indikator ketrampilan visualisasi. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, kategorisasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan visualisasi siswa berbeda berdasarkan gaya belajar. Siswa dengan gaya belajar visual menunjukkan kemampuan visualisasi yang sangat baik yaitu menyelesaian masalah, pencarian pola, pengonsepan, pengimajinasian, dan memvisualkan. Siswa dengan gaya belajar auditori menyelesaikan masalah, pencarian pola, dan memvisualkan, namun belum optimal dalam pengimajinasian dan pengonsepan. Siswa dengan gaya belajar kinestetik menyelesaian masalah dan pencarian pola, sedangkan mengimajinasikan hanya tercapai sebagian, dan pengonsepan serta memvisualkan belum terpenuhi secara memadai. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan erat antara gaya belajar dan pencapaian kemampuan visualisasi dalam memahami materi dimensi tiga. Abstract Visualization ability is a crucial aspect in understanding three-dimensional material. The purpose of this study is to describe the visualization ability of high school students in learning three-dimensional material based on learning styles. The subjects of this qualitative study were selected using the purposive sampling method. The data collection technique used an essay test based on visualization skill indicators. Data analysis techniques include data collection, data categorization, data presentation and drawing conclusions. The results of the study showed that students' visualization abilities differed based on learning styles. Students with a visual learning style showed very good visualization abilities, namely solving problems, finding patterns, conceptualizing, imagining, and visualizing. Students with an auditory learning style solved problems, finding patterns, and visualizing, but were not optimal in imagining and conceptualizing. Students with a kinesthetic learning style solved problems and searching for patterns, while imagining was only partially achieved, and conceptualizing and visualizing had not been adequately fulfilled. These findings indicate a close relationship between learning styles and the achievement of visualization abilities in understanding three-dimensional material.
Development of an Interactive Flipbook Oriented Towards TPACK and the Philosophy of KH. Ahmad Dahlan Arie Anang Setyo; Nika Fetria Trisnawati; Faida Musaad; Rya Andini; Regina Phricilia; Putri Dini Retno Pratiwi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 3 (2024): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i3.1971

Abstract

Media pembelajaran flipbook interaktif berbasis TPACK dan falsafah KH. Ahmad Dahlan merupakan buku digital yang memanfaatkan teknologi dengan mengintegrasikan berbagai modalitas pembelajaran seperti teks, gambar, audio, video/YouTube, dan tautan internet. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan flipbook interaktif yang berorientasi pada TPACK dan falsafah KH. Ahmad Dahlan dalam meningkatkan proses serta hasil belajar, terutama yang terkait dengan keterampilan berpikir kritis dalam matematika dan nilai-nilai yang terkandung dalam filsafah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan dengan menerapkan model ASSURE yang mencakup analisis peserta didik, penetapan tujuan, pemilihan media dan materi, penggunaan materi, partisipasi aktif peserta didik, serta evaluasi dan revisi. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi proses pembelajaran dan tes hasil belajar yang berfokus pada keterampilan berpikir kritis, dengan subjek penelitian terdiri dari 15 mahasiswa semester VI program studi matematika. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan menggunakan metode N-Gain. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan flipbook yang dikembangkan ini secara signifikan meningkatkan proses dan hasil belajar serta nilai-nilai yang dianalisis. Dengan demikian, flipbook interaktif berbasis TPACK dan falsafah KH. Ahmad Dahlan terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa dan layak digunakan dalam pembelajaran.The interactive flipbook learning media based on TPACK and the philosophy of KH. Ahmad Dahlan is a digital book that leverages technology by integrating various learning modalities such as text, images, audio, video/YouTube, and internet links. The purpose of this study is to evaluate the effectiveness of using an interactive flipbook oriented towards TPACK and the philosophy of KH. Ahmad Dahlan in enhancing the learning process and outcomes, particularly in relation to critical mathematical thinking skills and the values embedded in philosophy. The study employs a development research method using the ASSURE model, which includes analyzing learners, setting goals, selecting media and materials, utilizing materials, active learner participation, and evaluation and revision. The instruments used include observation sheets for the learning process and a critical thinking skills test, with the research subjects consisting of 15 sixth-semester mathematics students. The data obtained were analyzed descriptively and using the N-Gain method. The results show that the use of the developed flipbook significantly improves the learning process and outcomes, as well as the values analyzed. Therefore, the interactive flipbook is based on TPACK and the philosophy of KH. Ahmad Dahlan is proven to be effective in enhancing students' critical thinking skills and is suitable for use in learning.
Developing Interactive Learning Media Based on Realistic Mathematics Education for Merdeka Curriculum in Elementary Schools Nesta Olivia; Yanti Fitria; Syafri Ahmad; Rakimahwati Rakimahwati; Istiqomah As Sayfullooh
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 1 (2024): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i1.1976

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut perubahan pembelajaran di sekolah dasar agar menjadi lebih relevan dan interaktif. Sayangnya, masih banyak guru yang bergantung pada pembelajaran berbasis buku teks dan LKPD, tanpa menggunakan media yang dapat menggugah motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini ditujukan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Realistic Mathematics Education (RME) yang valid dan praktis. Jenis penelitian ini adalah pengembangan (R&D) dengan menggunakan model ADDIE. Total 79 siswa dari 3 sekolah dasar di Kota Padang menjadi subjek penelitian. Instrumen pengumpulan data yang digunakan mencakup observasi, wawancara dan kuisioner. Penelitian ini menghasilkan media pembelajaran interaktif berbasis RME untuk Kurikulum Merdeka yang sangat valid dan sangat praktis untuk digunakan pada kegiatan pembelajaran di kelas. The implementation of the Merdeka Curriculum demands a change in elementary school education to make it more relevant and interactive. Unfortunately, many teachers still rely on textbook-based learning and student worksheets (LKPD), without using media that can stimulate students' motivation to learn. This research aims to develop interactive learning media based on Realistic Mathematics Education (RME) that are valid and practical. This type of research is Research and Development (R&D) using the ADDIE model. A total of 79 students from 3 elementary schools in the city of Padang were the research subjects. Data collection instruments used include observations, interviews, and questionnaires. This study resulted in interactive RME-based learning media for the Merdeka Curriculum that are highly valid and highly practical for use in classroom learning activities.
Developing Remedial Learning Videos on Algebraic Expression Material in Junior High Schools Salsabila Khairani; Mailizar Mailizar; Mukhlis Hidayat; Rahmah Johar
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 1 (2024): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i1.1981

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran remedial yang terjadi saat ini dianggap belum sesuai dengan Permendikbud No 103 tahun 2014 karena guru mengalami keterbatasan waktu. Penggunaan video pembelajaran remedial berbasis e-learning merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam mengatasi keterbatasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video pembelajaran remedial berbasis e-learning pada materi bentuk aljabar yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE. Subjek dalam penelitian ini adalah 82 Siswa Kelas VIII dari tiga jenjang sekolah Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar validasi video, angket respon siswa, dan tes remedial menggunakan e-learning. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa video pembelajaran remedial diperoleh rerata validasi adalah 98.40% memiliki kriteria sangat valid, hasil respon siswa sebesar 83.28% memiliki kriteria praktis, dan efektif berdasarkan peningkatan hasil belajar siswa dilihat dari N-Gain pada tes diagnostik dan tes remedial sebesar 0.57 pada kategori sedang. The current implementation of remedial learning is considered not in accordance with Permendikbud (Regulation of the Minister of Education and Culture) No. 103 of 2014 because teachers experience time constraints. Using remedial learning videos based on e-learning is one of the efforts that can be made to overcome these constraints. This study aimed to develop remedial learning videos based on e-learning on algebraic forms material that met valid, practical, and effective criteria. This study used the research and development approach with the ADDIE development model. The subjects in this study were 82 Grade VIII students at three levels of school in Banda Aceh. The instruments used were a validation sheet, student response questionnaire, and remedial test using e-learning. Based on the results of the study, the validation average obtained is 98.40% with very valid criteria, student response obtained at 83.28% with practical criteria, and effective based on the increase in student learning outcomes seen from the N-Gain on the diagnostic test and remedial test of 0.57 in the moderate category.
Improving Mathematical Creativity Through Self-Regulated Learning in a Problem-Based Learning Model Supported by GeoGebra Ernita Ernita; Isnarto Isnarto; Amin Suyitno
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 1 (2024): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i1.1982

Abstract

Creative thinking is a crucial skill in the 21st century. However, creative thinking abilities are still lacking in Indonesia, with a global creativity index of just 0.202, indicating very low level. This study seeks to evaluate the quality of GeoGebra-assisted Problem-Based Learning in enhancing students' creative thinking skills and to describe students' creative thinking abilities in relation to Self-Regulated Learning. The research method used is a mixed method. The research sample includes students from grades VIII D and VIII E at SMP Negeri 2 Ungaran. The subjects of this study are 6 students categorized by their level of Self-Regulated Learning. Quantitative data analysis involves t-tests and z-tests, qualitative data analysis involves data reduction, presentation, interpretation, and drawing conclusions. The study finds that GeoGebra-assisted Problem-Based Learning effectively enhances creative thinking skills. Students with high, medium, and low Self-Regulated Learning levels showed very good, good, and poor mathematical creative thinking abilities, respectively. Berpikir kreatif merupakan kemampuan yang sangat diperlukan di abad 21. Akan tetapi kemampuan berpikir kreatif masih sangat kurang di Indonesia, ditunjukkan dengan indeks kreativitas global Indonesia yaitu 0,202 yang tergolong sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas Problem Based Learning berbantuan GeoGebra terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa dan mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa berdasarkan Self-Regulated Learning. Metode penelitian yang digunakan yaitu mixed method. Sampel penelitian yaitu siswa kelas VIII D dan VIII E SMP Negeri 2 Ungaran. Subjek penelitian yaitu 6 siswa berdasarkan tingkat Self-Regulated Learning. Analisis data kuantitatif menggunakan uji t dan uji z. Analisis data kualitatif mencakup penyederhanaan data, penyajian, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa Problem Based Learning yang didukung GeoGebra berkualitas dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif serta kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dengan tingkat self-regulated learning tinggi, sedang, dan rendah, masing-masing dengan hasil sangat baik, baik, dan kurang.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): January Vol. 14 No. 4 (2025): October Vol. 14 No. 3 (2025): July Vol. 14 No. 2 (2025): April Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol 12, No 1 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 3 (2020) Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue