Mozaic : Islam Nusantara
Mozaic: Islam Nusantara publishes articles on the study of Islamic Nusantara in Indonesia from various perspectives, covering both literary and fieldwork studies multidisciplinary of Islamic Studies with various perspectives of Islamic Sharia, Islamic Education, Madrasah Studies, Islamic Banking, Islamic Economy, and much more.
Articles
162 Documents
JEJAK SYIAH DALAM KESENIAN TABOT BENGKULU; SUATU TELAAH SEJARAH
Lesi Maryani
Mozaic : Islam Nusantara Vol 4 No 1 (2018): Mozaic : Islam Nusantara
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nahdatul Ulama Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47776/mozaic.v4i1.121
Islam Nusantara is the one of many various Islamic paradigm in this world. This islamic expression tends on values and cultural structures of tradition that existed in Nusantara. One of the best way to study that case depicts in Tabot of City of Bengkulu. This cultural product is the result of the struggle of Islam and local culture. This celebration was held to remember the death of Sayyidina Husein, grandson of Muhammad SAW who died in Karbala. Shia sect is the one of the islamic sect that flourished in Indonesia. In it’s development, Shia element also adds many Islamic ritual in Nusantara. Nusantara’s Shia is not the same as the one in the middle east. In this archipelago, Shia melt in the general islamic view that called Ahlussunnah wal Jamaah. That phenomena can be seen in tabot celebration, where people are in it doet not have the Shia
GERAKAN ISLAM KEBANGSAAN MBAH MUQAYYIM; KAJIAN HISTORIS RELASI KERATON KANOMAN DAN PESANTREN BUNTET CIREBON
Yoyon Yoyon
Mozaic : Islam Nusantara Vol 4 No 1 (2018): Mozaic : Islam Nusantara
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nahdatul Ulama Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47776/mozaic.v4i1.122
The article talks about a relationship system between keraton and pesantren in Cirebon in the framework of the history of the 18th M century. It Refers to discussion tendency about pesantren and its authority. Both two institutions are interpreted in a separate manner. Whereas there is evidence that this relationship between pesantren and keraton as an institution power in Java has a close connection. This study is based on an argument that keraton and pesantren have a close relationship with a side lineage or in building Cirebon Islamic character. Except use a historical approach, this research also uses a multidimensional approach through many knowledge discipline approaches, such as Anthropology, Sociology, and Cultures. This article is not only revealing the historical element of keraton relationship but also discusses Islamic nationality movement by a mufti figure, Mbah Muqayyim. An against religion movement’s figure to colonialist which basically, is spirit protection the religion and nationality. The result can be concluded that keraton and pesantren relationship system in Cirebon is made through kinship, scientific transmission and tradition preservation concept Where Mbah Muqayyimas an important figure who contributes to saving the keraton’s religious tradition which is threatened by colonialist dominance in surroundings Keraton Kanoman
PROYEK IDENTITAS ISLAM NUSANTARA: ANALISIS PERILAKU SEMANTIK
Fariz Alnizar
Mozaic : Islam Nusantara Vol 4 No 1 (2018): Mozaic : Islam Nusantara
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nahdatul Ulama Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47776/mozaic.v4i1.123
Peneliti ingin menelisik serta membedah lebih jauh identitas Islam nusantara dalam konteks pemahaman masyarakat awam. Sebab diakui atau tidak, masyarakat luas, terutama awam, masih silang sengkarut bahkan banyak yang tidak “mengenal” istilah Nusantara. Pada penelitian ini, peneliti mengambil tajuk “Proyek Identitas Islam Nusantar: Suatu Pendekatan Semantics Habits”. Penelitian ini bermasuk mengupas sebuah pertanyaan besar bagaimana sesungguhnya identitas Islam Nusantara masyarakat Indonesia. Secara ringkas penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan: Pertama, Apa konsep Islam Nusantara menurut masyarakat awam?. Kedua, Seberapa jauh pemahaman masyarakat awam terhadap terma Islam Nusantara? Dan ketiga, Bagaimana identitas Islam Nusantara menurut masyarakat awam? Penelitian ini menggunkana pendekatan kulitatif dengan menggunakan perilaku semantic sebagai salah satu pisau analisis. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa konsep Islam Nusantara menurut awam adalah ritus-ritus agama Islam yang sudah mentradisi. Adapun pemahaman awam terhadap konsep Islam Nusantara sangat beragam. Islam Nusantara merupakan corak Islam yang luwes dan akomodatif terhadap budaya lokal. Identitas Islam Nusatara secara keseluruhan dapat disimpulkan adalah bangunan tradisi keagamaan yang berbasis komunalitas. Pada ritus-ritus ibadah yang berbasis jamaah dan mengedepankan komunalitas serta kebersamaan itulah identitas Islam Nusantara ada.
STRATEGI AKTIF UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Siti Rozinah
Mozaic : Islam Nusantara Vol 4 No 2 (2018): Mozaic : Islam Nusantara
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nahdatul Ulama Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47776/mozaic.v4i2.124
Pendidikan merupakan salah satu tolak ukur bagi kemajuan dan kualitas kehidupan suatu bangsa maka tak heran apabila upaya dalam peningkatan mutu serta pengembangannya banyak dilakukan. Peningkatan mutu pendidikan merupakan serangkaian usaha pemerintah yang sedang digalakkan pada saat ini. Hal ini merupakan pengejawantahan dari tujuan kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Di mana tercantum dalam pembukaan UUD 945 pada alinea ke 4, disebutkan bahwa salah satu tujuan kemerdekaan Indonesia adalah mewujudkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Upaya meningkatkan kualitas pendidikan terus menerus dilakukan baik secara konvensional maupun inovatif. Hal itu lebih terfokus lagi setelah diamanatkan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan pada setiap jenis dan jenjang pendidikan
PROBLEMATIKA VERIFIKASI DATA CALON PENGANTIN
Hayaturrohman Hayaturrohman
Mozaic : Islam Nusantara Vol 4 No 2 (2018): Mozaic : Islam Nusantara
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nahdatul Ulama Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47776/mozaic.v4i2.125
Tujuan perkawinan adalah untuk membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Perkawinan yang bahagia dalam kehidupan keluarga yang bahagia, Inilah cita-cita dan idaman bagi tiap-tiap manusia baik laki-laki maupun perempuan. Hanya saja kebahagiaan itu tidak bisa ditebak, kadang sering datang dan kadang sering pergi, kadang ketika kebahagiaan yang diharapkan, namun kadang juga ternyata kekecewaan yang datang. Di dalam Peraturan Pemerintah No. 9 tahun 1975 (yang selanjutnya disebut PP) pasal 3 ayat (1) menjelaskan bahwa “setiap orang yang akan melangsungkan perkawinan memberitahukan kehendaknya itu kepada pegawai pencatat di tempat perkawinan akan dilangsungkan. Hal ini menerangkan bahwa setiap orang yang ingin melangsungkan pernikahan harus melaporkan atau memberitahukan kehendaknya agar perkawinannya dicatatkan dan memiliki kekuatan hukum
DAMPAK PERCERAIAN TERHADAP PERILAKU ANAK DAN HASIL BELAJAR
Fatkhu Yasik;
Dewi Anggraeni;
Aulia Sahnaz
Mozaic : Islam Nusantara Vol 5 No 1 (2019): Mozaic : Islam Nusantara
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nahdatul Ulama Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47776/mozaic.v5i1.128
This study aims to examine the impact of divorce: (1) knowing the existence of a divorce factor. (2) how the impact of divorce on children's behavior. (3) what is the impact of divorce on children's learning outcomes. This study uses qualitative research. The subject of this study was MI Al Khairiyah students in Duri Kosambi Cengkareng, West Jakarta who were victims of their parents' divorce. Data collection methods used in this study are interviews, data analysis includes data reduction and coding. Validation of research data uses tringgulation where researchers conduct interviews with some of the subjects to analyze their validity with other supporters. The results of this study indicate that the impact of parental divorce on children's behavior and learning outcomes can have a negative impact. Many negative effects are expressed by emotional expressions that make the child, easily sad, irritable, naughty and sometimes become quiet and inferior to his friends whose parents are not divorced. So that there is no motivation for active learning and achievement in the class because there is no support and attention of both parents for children excited in the process of learning and growth and development
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM YANG TERKANDUNG DALAM IBADAH SHALAT BERJAMA’AH SANTRI USIA REMAJA DI YAYASAN AL-HIKMAH MUSTHOPA PLERED - PURWAKARTA
Saiful Bahri;
Hayaturrohman Hayaturrohman;
Mustaqim Mustaqim
Mozaic : Islam Nusantara Vol 5 No 1 (2019): Mozaic : Islam Nusantara
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nahdatul Ulama Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47776/mozaic.v5i1.129
Dalam shalat berjama’ah banyak nilai-nilai pendidikan Islam yang berorientasi terhadap kesuksesan seseorang dalam berikhtiar untuk kehidupan duniawinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan praktek shalat berjama’ah dan nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam ibadah shalat berjama’ah santri usia remaja di Yayasan Al-Hikmah Mustofa Plered Purwakarta. Jenis penelitian ini deskripstif kualitatif. Dengan teknik pengumpulan berupa teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian di Yayasan Al-Hikmah Mustofa Plered Purwakarta shalat berjama’ah dapat membentuk santri yang berakhlak, baik Akhlak terhadap Allah, akhlak terhadap manusia, maupun akhlak terhadap alam/lingkungan. Adapun faktor pendukung dalam pelaksanaan shalat berjama’ah diantaranya adanya dukungan yang baik dari orangtua, keteladanan yang baik dari guru, dan sikap semangat dari santri serta tanbih yang di tetapkan oleh Yayasan. Sedangkan faktor penghambatnya adalah lemahnya kesadaran santri akan manfaat dari melaksanakan shalat berjama’ah
PRAKTEK KHITAN PADA PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DI DESA RAWAKALONG KECAMATAN GUNUNG SINDUR KABUPATEN BOGOR
Nurahmansyah Nurahmansyah
Mozaic : Islam Nusantara Vol 5 No 1 (2019): Mozaic : Islam Nusantara
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nahdatul Ulama Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47776/mozaic.v5i1.130
Khitan perempuan yang dilaksanakan di Desa Rawakalong hanya sebagai simbol. Pelaksanaan khitan pada bayi perempuan di desa tersebut memiliki dua tahapan, yaitu: tahap persiapan yaitu bayi perempuan yang akan dikhitan diberi sarapan/tatakan dengan kain putih yang sudah disiapkan terlebih dahulu. Adapun tahap pelaksanaan dengan meletakan koin di bawah klitoris bersamaan dengan pembacaan doa atau jampe-jampe dengan Bahasa Sunda yang dibaca oleh paraji, lalu menorehnya dengan pisau kecil atau pisau lepit. Khitan perempuan tersebut merupakan sebuah tradisi yang sudah dilaksanakan sejak zaman dahulu (nenek-moyang mereka)
PERKAWINAN DI BAWAH UMUR AKIBAT ZINA MENURUT PERUNDANG – UNDANGAN DI INDONESIA DAN SYEKH NAWAWI AL BANTANI
Hamzah Hamzah;
Irfan Hasanudin;
Tazkia Asyifa
Mozaic : Islam Nusantara Vol 5 No 1 (2019): Mozaic : Islam Nusantara
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nahdatul Ulama Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47776/mozaic.v5i1.131
Penelitian ini menggunakan metode library research atau penelitian kepustakaan. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa Ketentuan batas umur tersebut dalam Pasal 7 ayat 1 UU No. 1 Tahun 1974 yang berbunyi bahwa perkawinan hanya diijinkan jika pria sudah mencapai umur 19 tahun, pihak wanita sudah mencapai umur 16 tahun. Walaupun dalam al-Qur’an dan as-Sunnah tidak menjelaskan tentang batasan itu. Apabila wanita yang hamil karena zina juga tidak mempunyai masa iddah karena hamil sebab zina tidak dihormati dalam agama, dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang dijadikan pedoman dalam praktik peradilan Agama, disebutkan dalam pasal 53, Menurut Syekh Nawawi anak apabila seorang perempuan berzina, wanita yang berbuat zina dengan sebab perbuatannya itu tidak mengharamkan pernikahannya dengan orang yang menikahinya, sehingga boleh bagi laki – laki yang menzinahinya untuk menikah ibu dari anak perempuan yang dizinahi. Dan boleh bagi anak dan bapak laki – laki yang menzinahi wanita tersebut untuk menikahi ibu dan anak perempuan , wanita yang dinikahi itu.Karena pernikahan tidak menetapkan nasab dan iddah. Lebih lanjut Syekh Nawawi , mengatakan bahwa kebolehan itu disertai dengan kemakruhan ( ma’al Karohah ) karena keluarkan dari khilaf , Imam Abu Hanifah yang mengatakan haram
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP AKHLAK SISWA
Dede Setiawan;
Arif Rahman;
Irfan Ramadhan
Mozaic : Islam Nusantara Vol 5 No 1 (2019): Mozaic : Islam Nusantara
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nahdatul Ulama Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47776/mozaic.v5i1.133
Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi semakin pesat dan masyarakat tidak dapat dipisahkan dari penggunaan internet. Seiring sejalan dengan perkembangan internet, perkembangan sosial media pun merambat luas di masyarakat. Perkembangan internet dan sosial media yang begitu pesat ini, membawa dampak yang cukup signifikan bagi seluruh masyarakat di seluruh belahan dunia, tidak terkecuali para siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Hasil penelitian ini menununjukan bahwa penggunaan media sosial memberikan dampak yang signifikan dengan berupa pengaruh negative dan positif, untuk meminimalisir dampak negative perlu adanya coching method dari pendidik dan control keluarga sehingga tidak berdampak kepada pembentukan akhlak