cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 411 Documents
PENGARUH TEKNIK ROLE PLAYING TERHADAP SIKAP TANGGUNG JAWAB PADA SISWA KELAS XI Kusmawati, Ruhil; Astuti, Farida Herna; Huda, Khairul
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.9790

Abstract

ABSTRACT Responsibility is an important character trait that needs to be developed in students because it is closely related to discipline, commitment to tasks, and awareness in carrying out learning responsibilities. However, in educational practice, there are still students who demonstrate low levels of responsibility, such as failing to complete assignments on time and showing a lack of compliance with school regulations. One approach that can be used to help develop this attitude is group guidance using the role playing technique, which provides students with opportunities to understand various social situations through role-playing activities. This study aims to determine the effect of the role playing technique on improving the responsibility attitudes of eleventh-grade students at SMAN 7 Mataram in the 2021/2022 academic year. This research employed a quantitative approach with a one group pre-test–post-test design. The population consisted of 41 students, while the sample included 7 students who had low levels of responsibility and were selected using purposive sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed using a paired sample t-test to determine the difference between scores before and after the treatment. The results of the analysis showed that the calculated t-value (5.474) was higher than the t-table value (2.447) at a 5% significance level with 6 degrees of freedom. Based on these findings, it can be concluded that the application of the role playing technique in group guidance has a significant effect on improving the responsibility attitudes of eleventh-grade students at SMAN 7 Mataram. ABSTRAK Sikap tanggung jawab merupakan salah satu karakter penting yang perlu dikembangkan pada siswa karena berkaitan dengan kedisiplinan, komitmen terhadap tugas, serta kesadaran dalam melaksanakan kewajiban belajar. Namun dalam praktik pendidikan masih ditemukan siswa yang menunjukkan tingkat tanggung jawab yang rendah, seperti tidak menyelesaikan tugas tepat waktu dan kurang mematuhi aturan sekolah. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk membantu mengembangkan sikap tersebut adalah layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing, yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami berbagai situasi sosial melalui kegiatan bermain peran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik role playing terhadap peningkatan sikap tanggung jawab siswa kelas XI di SMAN 7 Mataram Tahun Pelajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pre-test–post-test. Populasi penelitian berjumlah 41 siswa, sedangkan sampel penelitian terdiri dari 7 siswa yang memiliki tingkat tanggung jawab rendah dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan uji paired sample t-test untuk mengetahui perbedaan skor sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai t-hitung sebesar 5,474 lebih besar dibandingkan dengan nilai t-tabel sebesar 2,447 pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan 6. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik role playing dalam layanan bimbingan kelompok berpengaruh signifikan terhadap peningkatan sikap tanggung jawab siswa kelas XI di SMAN 7 Mataram.
PENGARUH KONSELING RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY (REBT) DALAM MENINGKATKAN RESILIENSI KORBAN PERUNDUNGAN PADA SISWA KELAS VIII Pertiwi, Tata Badai; Mustakim, Mustakim; Sulastri, Ni Made
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.9791

Abstract

ABSTRACT A conducive school environment is essential for students’ development; however, bullying cases still frequently occur and negatively affect students’ psychological well-being, particularly their ability to cope with pressure. This study aims to determine the effect of Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) counseling in improving the resilience of bullying victims among eighth-grade students at SMPN 5 Mataram in the 2022/2023 academic year. This study employed a quantitative approach using a one-group pre-test and post-test design. The population consisted of 108 students, while the sample included 10 students selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires as the primary instrument, supported by observation, interviews, and documentation, while data analysis was conducted using the t-test. The results showed that the t-calculated value was 9.922, which was higher than the t-table value of 2.262 at a 5% significance level with 9 degrees of freedom (9.922 > 2.262). Therefore, it can be concluded that Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) counseling has a significant effect on improving the resilience of students who are victims of bullying in grade VIII at SMPN 5 Mataram for the 2022/2023 academic year. ABSTRAK Lingkungan sekolah yang kondusif sangat penting bagi perkembangan peserta didik, namun kasus perundungan masih sering terjadi dan berdampak negatif terhadap kondisi psikologis siswa, terutama terhadap kemampuan mereka dalam menghadapi tekanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam meningkatkan resiliensi korban perundungan pada siswa kelas VIII di SMPN 5 Mataram Tahun Pelajaran 2022/2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pre-test dan post-test design. Populasi penelitian berjumlah 108 siswa, dengan sampel sebanyak 10 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket sebagai instrumen utama serta observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai metode pelengkap, sedangkan analisis data menggunakan uji t-test. Hasil analisis menunjukkan nilai t-hitung sebesar 9,922 lebih besar daripada t-tabel sebesar 2,262 pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan (db) = 9 (9,922 > 2,262). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa konseling Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) berpengaruh signifikan dalam meningkatkan resiliensi siswa korban perundungan pada kelas VIII di SMPN 5 Mataram Tahun Pelajaran 2022/2023.
PENGARUH BIMBINGAN SOSIAL TERHADAP KEMAMPUAN BERADAPTASI SISWA Nuraini, Nuraini; Nuraeni, Nuraeni; Sulastri, Ni Made
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i4.9796

Abstract

ABSTRACT Students’ ability to adapt to the school environment is an important aspect that supports their social development and academic success. However, in practice, some students still experience difficulties in adjusting to the school environment and peer relationships, which negatively affects their social interaction and learning process.. This study aims to determine the effect of social guidance on the adaptability of Grade VIII students at SMPN 2 Batukliang, Central Lombok Regency. The study employed a one-group pre-test post-test experimental design. The population consisted of 54 students, while the sample was selected using purposive sampling, involving 8 students identified as having low adaptability. The data collection instrument was an adaptability questionnaire using a Likert scale (1–4), which was tested for validity using Product Moment correlation and reliability using Cronbach’s Alpha formula. Data were analyzed using a paired sample t-test. The results of the analysis showed a calculated t-value of 9.23, while the t-table value at a 5% significance level with degrees of freedom (N−1) = 7 was 2.365. Since t-count (9.23) > t-table (2.365), the null hypothesis was rejected and the alternative hypothesis was accepted. Thus, there is a significant effect of social guidance on students’ adaptability. Social guidance services have been proven effective in improving students’ ability to adjust to the school environment and peer relationships. ABSTRAK Kemampuan beradaptasi siswa di lingkungan sekolah merupakan aspek penting dalam mendukung perkembangan sosial dan keberhasilan akademik. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan siswa yang mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah maupun teman sebaya, sehingga berdampak pada interaksi sosial dan proses belajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan sosial terhadap kemampuan beradaptasi siswa kelas VIII SMPN 2 Batukliang Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian menggunakan desain eksperimen one group pre-test post-test design. Populasi berjumlah 54 siswa dan sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 8 siswa yang teridentifikasi memiliki kemampuan beradaptasi rendah. Instrumen pengumpulan data berupa angket kemampuan beradaptasi dengan skala Likert (1–4) yang telah diuji validitasnya menggunakan korelasi Product Moment dan reliabilitasnya menggunakan formula Alpha Cronbach. Data dianalisis menggunakan rumus t-test berpasangan. Hasil analisis menunjukkan nilai t hitung sebesar 9,23, sedangkan nilai t tabel pada taraf signifikansi 5% dengan derajat bebas (N−1) = 7 adalah 2,365. Karena t hitung (9,23) > t tabel (2,365), hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian, terdapat pengaruh yang signifikan bimbingan sosial terhadap kemampuan beradaptasi siswa. Layanan bimbingan sosial terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan penyesuaian diri siswa terhadap lingkungan sekolah dan teman sebaya.
HUBUNGAN KESTABILAN EMOSI DENGAN PENGELOLAAN DIRI SISWA Satriadi, M.; Nuraeni, Nuraeni; Najamuddin, M.
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i4.9797

Abstract

ABSTRACT Emotional stability is an important aspect of adolescent development that influences an individual’s ability to self-regulate in both academic and social contexts. At the junior high school level, adolescents often experience emotional instability that may affect their self-management abilities, such as behavior control, decision-making, and adaptation to environmental demands. This condition highlights the importance of examining the relationship between emotional stability and students’ self-management. This study aims to determine the relationship between emotional stability and self-management among Grade VIII students of SMPN 4 Lingsar in the 2020/2021 academic year. This study employed a quantitative approach with an ex post facto correlational design. The population consisted of all Grade VIII students of SMPN 4 Lingsar (N = 100 students), while the sample comprised 50 students selected using proportional random sampling. The instrument used was a Likert-scale questionnaire developed based on the dimensions of emotional stability (Azwar, 2010) and self-management (Goleman in Rinanda, 2006). Validity was tested using Pearson Product Moment correlation, and reliability was measured using Cronbach’s Alpha formula. Data were analyzed using Pearson Product Moment correlation analysis. The results showed that r-count = 0.567 > r-table = 0.281 at a 5% significance level with df = 49. The null hypothesis was rejected, indicating a positive and significant relationship between emotional stability and students’ self-management. It can be concluded that the higher the students’ emotional stability, the better their self-management ability. ABSTRAK Kestabilan emosi merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan remaja yang berpengaruh terhadap kemampuan individu dalam mengelola diri, baik dalam aspek akademik maupun sosial. Pada usia sekolah menengah pertama, remaja sering mengalami ketidakstabilan emosi yang dapat berdampak pada kurang optimalnya pengelolaan diri, seperti pengendalian perilaku, pengambilan keputusan, dan penyesuaian terhadap tuntutan lingkungan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kajian mengenai hubungan antara kestabilan emosi dan pengelolaan diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kestabilan emosi dengan pengelolaan diri siswa kelas VIII SMPN 4 Lingsar Tahun Pelajaran 2020/2021. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 4 Lingsar (N = 100 siswa) dan sampel berjumlah 50 siswa yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen berupa angket skala Likert yang dikembangkan berdasarkan aspek kestabilan emosi (Azwar, 2010) dan aspek pengelolaan diri (Goleman dalam Rinanda, 2006). Validitas diuji dengan korelasi Product Moment Pearson dan reliabilitas dengan Alpha Cronbach. Teknik analisis data menggunakan korelasi Product Moment Pearson. Hasil analisis menunjukkan rxy hitung = 0,567 > rtabel = 0,281 pada taraf signifikansi 5% dengan df = 49. Hipotesis nol ditolak sehingga disimpulkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kestabilan emosi dengan pengelolaan diri siswa. Semakin tinggi kestabilan emosi siswa, semakin baik kemampuan pengelolaan dirinya.
PENGARUH KONSELING REALITA DENGAN TEKNIK WDEP TERHADAP PENURUNAN PERILAKU DISKRIMINASI BUDAYA DI MEDIA SOSIAL SISWA Pratama, Eris Aji; Nuraeni, Nuraeni; Muzanni, Ahmad
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i4.9798

Abstract

ABSTRACT Cultural discrimination on social media among students, including expressions based on race, ethnicity, and religion, has the potential to undermine intercultural tolerance and disrupt the social climate in schools. This study aims to examine the effect of reality counseling using the WDEP (Wants, Doing, Evaluation, Planning) technique on reducing cultural discrimination behavior on social media among eighth-grade students of SMPN 5 Mataram. A quantitative approach with a one-group pre-test–post-test experimental design was employed. The population consisted of 224 students, with a sample of 15 students selected through purposive sampling based on pre-test results indicating a high level of cultural discrimination. The intervention was conducted through six sessions of group reality counseling using the WDEP technique. Data were collected using a validated and reliable Likert-scale questionnaire and analyzed using a paired sample t-test. The results showed that the calculated value was higher than the table value at the 5% significance level (df = 14). The mean score decreased from 87.60 to 65.27, indicating that reality counseling with the WDEP technique significantly reduced students’ cultural discrimination behavior on social media. ABSTRAK Perilaku diskriminasi budaya di media sosial yang dilakukan oleh siswa, seperti ujaran berbasis ras, suku, dan agama, berpotensi merusak toleransi antarbudaya serta mengganggu iklim sosial di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konseling realita dengan teknik WDEP (Wants, Doing, Evaluation, Planning) terhadap penurunan perilaku diskriminasi budaya di media sosial pada siswa kelas VIII SMPN 5 Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pre-test–post-test. Populasi berjumlah 224 siswa, dengan sampel 15 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan hasil pre-test yang menunjukkan tingkat diskriminasi budaya tinggi. Intervensi dilakukan melalui enam sesi konseling kelompok realita dengan teknik WDEP. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan nilai lebih besar dari pada taraf signifikansi 5% (db=14). Rata-rata skor diskriminasi budaya menurun dari 87,60 menjadi 65,27. Hasil ini menunjukkan bahwa konseling realita dengan teknik WDEP berpengaruh signifikan dalam menurunkan perilaku diskriminasi budaya di media sosial pada siswa.
PENANGGULANGAN KECEMASAN AKADEMIK SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK Sembiring, Mimpin; Simamora, Parlaungan; Situmorang, Vinsensius M. Junior
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9818

Abstract

This study aims to examine the forms of academic anxiety experienced by students and the role of Catholic Religious Education in overcoming such anxiety at SMA Negeri SMAK Samosir. This research employed a qualitative descriptive approach with data collected through observation, interviews, and documentation. Informants included the Catholic Religious Education teacher and ten purposively selected students. The findings indicate that students’ academic anxiety manifests in three main aspects: affective, physiological, and cognitive. The affective aspect is dominated by a lack of self-confidence; the physiological aspect is marked by rapid heartbeat; and the cognitive aspect is characterized by negative thoughts. Catholic Religious Education plays a significant role in alleviating academic anxiety through the topic of "Conscience," which fosters moral awareness, and the topic of "I Am a Unique Person," which encourages self-acceptance. The study concludes that Catholic Religious Education contributes meaningfully to shaping student character, enabling them to face academic pressure with greater self-awareness, confidence, and emotional resilience. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kecemasan akademik siswa serta peran pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dalam menanggulangi kecemasan tersebut di SMA Negeri SMAK Samosir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari guru Pendidikan Agama Katolik dan sepuluh orang siswa yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan akademik siswa muncul dalam tiga aspek, yaitu afektif, fisiologis, dan kognitif. Pada aspek afektif, gejala yang paling dominan adalah rasa tidak percaya diri; pada aspek fisiologis ditandai dengan detak jantung yang cepat; dan pada aspek kognitif muncul dalam bentuk pikiran negatif. Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik memainkan peran signifikan dalam menanggulangi kecemasan akademik melalui materi “Suara Hati” yang menumbuhkan kesadaran moral serta materi “Aku Pribadi yang Unik” yang mendorong penerimaan diri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Pendidikan Agama Katolik berkontribusi nyata dalam membentuk karakter siswa yang mampu menghadapi tekanan akademik dengan lebih reflektif, percaya diri, dan tangguh secara emosional.
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN PRESTASI AKADEMIK SISWA SMA KABUPATEN LEBAK PROVINSI BANTEN Setiani, Rafa Ghiyats Fitri
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.7528

Abstract

ABSTRACT Academic achievement at the secondary school level is influenced by various interacting factors, including psychological aspects such as self-concept. Academic self-concept plays a role in shaping how students evaluate their abilities and learning potential, which in turn can affect their academic performance. This study aimed to examine the relationship between self-concept and academic achievement among eleventh-grade students at SMA Negeri 2 Rangkasbitung. The research employed a quantitative approach with a correlational design. A total of 198 students were randomly selected from a population of 393 students. Self-concept data were collected using the Tennessee Self Concept Scale, Second Edition (TSCS-2), while academic achievement was measured based on the students’ average report card scores for the first semester of the 2024/2025 academic year. Data were analyzed using Pearson’s correlation test. The findings revealed a positive and statistically significant relationship between self-concept and academic achievement (r = 0.156; p = 0.028), although the strength of the correlation was low. These results indicate that self-concept contributes to academic performance, but not as a dominant factor. This study provides empirical evidence in the context of Indonesian secondary school students that improving academic achievement requires a comprehensive approach that integrates psychological reinforcement, learning motivation, and supportive school environments. ABSTRAK Prestasi akademik pada jenjang sekolah menengah dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi, termasuk aspek psikologis seperti konsep diri. Konsep diri akademik berperan dalam membentuk cara siswa menilai kemampuan dan potensi belajarnya, yang pada akhirnya dapat memengaruhi capaian akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara konsep diri dan prestasi akademik siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Rangkasbitung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 198 siswa yang dipilih secara acak dari populasi 393 siswa. Data konsep diri diperoleh melalui Tennessee Self Concept Scale versi dua (TSCS-2), sedangkan prestasi akademik diukur menggunakan nilai rata-rata rapor semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Analisis dilakukan dengan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara konsep diri dan prestasi akademik (r = 0,156; p = 0,028), dengan kekuatan hubungan tergolong rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa konsep diri berkontribusi terhadap capaian akademik, meskipun bukan sebagai faktor dominan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam konteks siswa sekolah menengah di Indonesia bahwa peningkatan prestasi belajar perlu dilakukan melalui pendekatan yang komprehensif dengan memadukan penguatan aspek psikologis, motivasional, dan dukungan lingkungan sekolah.
INOVASI ALAT PERAGA FISIKA BERBAHAN LIMBAH UNTUK MEMBANGUN KEMAMPUAN BERFIKIR TINGKAT TINGGI PADA PEMBELAJARAN FISIKA Parihin, Parihin; Almaoula, Anas Younis Abd; Zaidi, Zulfitria
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9231

Abstract

ABSTRACT Various challenges are still encountered in physics learning at the senior high school level, particularly related to students’ low conceptual understanding and higher order thinking skills (Higher Order Thinking Skills/HOTS). This condition highlights the need for instructional innovations that are able to provide more contextual and meaningful learning experiences for students. This study aims to develop and implement an instructional medium in the form of an interactive physics teaching aid simulation based on waste materials, integrated with the Problem Based Learning (PBL) model and the Teaching at the Right Level (TaRL) approach. The research was conducted using the Classroom Action Research (CAR) method at SMAN 2 Gunungputri Bogor, involving eleventh-grade students as the research subjects. The research process was carried out through several cycles consisting of planning, action implementation, observation, and reflection stages.The findings indicate that the use of innovative instructional media based on waste materials contributes to improving students’ conceptual understanding while also fostering the development of higher order thinking skills through contextual problem-solving activities. The implementation of the PBL model combined with the TaRL approach allows learning to be tailored to students’ ability levels, thereby providing more meaningful learning experiences. Thus, it can be concluded that physics instructional media innovations based on waste materials, integrated with PBL and TaRL, are effective in enhancing students’ conceptual understanding and HOTS in senior high school physics learning. ABSTRAK Berbagai permasalahan masih ditemukan dalam pembelajaran fisika di tingkat SMA, khususnya terkait rendahnya pemahaman konsep dan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) siswa. Situasi ini menunjukkan perlunya inovasi pembelajaran yang mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan serta menerapkan media ajar berupa simulasi alat peraga fisika interaktif berbasis bahan limbah yang dipadukan dengan model Problem Based Learning (PBL) dan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL). Penelitian dilaksanakan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di SMAN 2 Gunungputri Bogor dengan melibatkan siswa kelas XI sebagai subjek penelitian. Proses penelitian dilakukan melalui beberapa siklus yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media ajar inovatif berbasis bahan limbah berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman konseptual siswa sekaligus mendorong pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi melalui aktivitas pemecahan masalah kontekstual. Penerapan model PBL yang dikombinasikan dengan pendekatan TaRL memungkinkan pembelajaran berlangsung sesuai dengan tingkat kemampuan siswa, sehingga memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa inovasi media ajar fisika berbasis bahan limbah yang terintegrasi dengan PBL dan TaRL efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan HOTS siswa pada pembelajaran fisika di SMA.
PERBEDAAN MOTIVASI DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DAN TWO STAY TWO STRAY Khani, Nazri Maulana; Harahap, Wardyatul Fuady; Septian, Rizky
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9296

Abstract

ABSTRACT This study investigates differences in students’ learning motivation and critical thinking skills arising from the implementation of the Team Assisted Individualization (TAI) and Two Stay Two Stray (TSTS) cooperative learning models in mathematics instruction. The study is grounded in the need to strengthen learning motivation and critical thinking skills as essential components of 21st-century higher-order thinking competencies. A quantitative approach with a quasi-experimental design was employed, in which learning outcomes were measured through post-tests administered to two experimental groups. The participants consisted of 70 eleventh-grade students of MAS PAB 2 Helvetia, selected from a population of 106 students using cluster random sampling. One group received instruction using the TAI model, while the other was taught using the TSTS model. Data were collected through a validated critical thinking skills test and a mathematics learning motivation questionnaire. Statistical analysis was conducted using an independent samples t-test after the assumptions of normality and homogeneity were met at a significance level of α = 0.05. The findings reveal significant differences in students’ learning motivation and critical thinking skills on sequences and series topics, indicating that variations in cooperative learning models influence the quality of mathematics learning processes and outcomes. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji perbedaan motivasi belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa yang muncul akibat penerapan model pembelajaran kooperatif Team Assisted Individualization (TAI) dan Two Stay Two Stray (TSTS) dalam pembelajaran matematika. Kajian ini didasarkan pada kebutuhan untuk memperkuat motivasi belajar dan kemampuan berpikir kritis sebagai bagian dari keterampilan berpikir tingkat tinggi yang esensial pada abad ke-21. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen, di mana pengukuran hasil belajar dilakukan melalui pemberian postes pada dua kelompok eksperimen. Subjek penelitian melibatkan 70 siswa kelas XI MAS PAB 2 Helvetia yang dipilih dari populasi sebanyak 106 siswa menggunakan teknik cluster random sampling. Satu kelompok memperoleh pembelajaran dengan model TAI, sedangkan kelompok lainnya menggunakan model TSTS. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berpikir kritis dan angket motivasi belajar matematika yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji t setelah terpenuhinya asumsi normalitas dan homogenitas pada taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada motivasi belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi barisan dan deret, yang mengindikasikan bahwa perbedaan karakteristik model pembelajaran kooperatif berpengaruh terhadap kualitas proses dan hasil belajar matematika.
HUBUNGAN ANTARA GAYA BELAJAR VARK DENGAN PREFERENSI MEDIA DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS XII SMA NEGERI DI KOTA SINGARAJA Dewi, Ni Kadek Yun Yun Rosita; Adnyana, Putu Budi; Arnyana, Ida Bagus Putu
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9299

Abstract

ABSTRACT This study aims to examine the relationship between VARK learning styles and digital media preferences in biology learning, considering the limited empirical evidence linking these two variables among senior high school students. The study employed a quantitative approach with a correlational research design. Data were collected using a VARK learning styles questionnaire and a digital media preference questionnaire. Data analysis was conducted descriptively using cross-tabulation and inferentially using Pearson’s Chi-Square test and the contingency coefficient (C). The results indicate that students’ learning styles vary, with the majority classified as multimodal learners, while the read/write learning style showed the lowest percentage. Students’ digital media preferences also demonstrated diversity, with most students categorized as Multimodal Digital Learners, whereas e-module showed the lowest preference level. Although students tend to be flexible in utilizing various types of digital media, each learning style group still exhibits specific tendencies in selecting media that align with their learning characteristics. Hypothesis testing revealed a significant relationship between VARK learning styles and digital media preferences (Sig. = 0.013), with a weak strength of association (C = 0.32). These findings indicate that learning styles contribute to students’ digital media preferences; however, they are not the sole determining factor in the selection of learning media. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara gaya belajar VARK dan preferensi media digital dalam pembelajaran biologi, mengingat masih terbatasnya bukti empiris yang mengaitkan kedua variabel tersebut pada konteks siswa SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner gaya belajar VARK dan kuesioner preferensi media digital. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan tabulasi silang, serta secara inferensial menggunakan uji Pearson’s Chi-Square dan koefisien kontingensi (C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar siswa bervariasi, dengan mayoritas siswa termasuk dalam kategori multimodal, sedangkan gaya belajar read/write memiliki persentase terendah. Preferensi media digital siswa juga menunjukkan keragaman, di mana sebagian besar siswa tergolong sebagai Multimodal Digital Learner, sementara media e-modul memiliki tingkat preferensi terendah. Meskipun siswa cenderung fleksibel dalam memanfaatkan berbagai jenis media digital, setiap kelompok gaya belajar tetap memperlihatkan kecenderungan tertentu dalam memilih media yang selaras dengan karakteristik belajarnya. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara gaya belajar VARK dan preferensi media digital (Sig. = 0,013) dengan kekuatan hubungan yang tergolong lemah (C = 0,32). Temuan ini mengindikasikan bahwa gaya belajar berkontribusi terhadap preferensi media digital siswa, namun bukan merupakan satu-satunya faktor penentu dalam pemilihan media pembelajaran.