cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 286 Documents
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN KINERJA GURU TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA Wadu, Putri Jeaklin; Yewang, Markus U. K.; Fanggidae, Rolland E.
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9607

Abstract

The lack of optimization of student learning outcomes at SMA Negeri 10 Kupang is suspected to be rooted in the principal's leadership pattern that is not optimal in supporting the productivity of educators. This study aims to empirically test the influence of principal leadership and teacher performance on student academic achievement, both partially and simultaneously. Through a quantitative approach, 52 respondents were involved as samples with a structured questionnaire as the data collection instrument. The data analysis stages include multiple linear regression tests, t-tests, F-tests, and coefficient of determination analysis using SPSS 27 software. The results of the study indicate that leadership has a significant influence with a p-value of 0.017, while teacher performance also contributes significantly with a p-value of 0.012. Collectively, both independent variables have a positive effect on learning outcomes as evidenced by the acquisition of a significance value of 0.000 and a t-statistic of 3.923. Quantitative findings confirm the large contribution of influence of 43% through the regression equation Y = 44.573 + 0.174X1 + 0.322X2, while the remaining 57% is influenced by other external factors. The main conclusion confirms that the synergy between leadership policies and teaching competencies is a crucial determinant of educational success. Therefore, school principals are advised to improve managerial effectiveness to achieve the vision of quality education. ABSTRAK Kurangnya optimalisasi hasil belajar siswa di SMA Negeri 10 Kupang ditengarai berakar pada pola kepemimpinan kepala sekolah yang belum maksimal dalam menunjang produktivitas tenaga pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru terhadap prestasi akademik siswa, baik secara parsial maupun simultan. Melalui pendekatan kuantitatif, sebanyak 52 responden dilibatkan sebagai sampel dengan instrumen pengumpulan data berupa kuesioner terstruktur. Tahapan analisis data mencakup uji regresi linear berganda, uji t, uji F, serta analisis koefisien determinasi menggunakan perangkat lunak SPSS 27. Hasil studi menunjukkan bahwa kepemimpinan memiliki pengaruh signifikan dengan nilai p 0,017, sementara kinerja guru turut berkontribusi signifikan dengan nilai p 0,012. Secara kolektif, kedua variabel independen tersebut berpengaruh positif terhadap hasil belajar yang dibuktikan oleh perolehan nilai signifikansi 0,000 dan statistik t hitung sebesar 3,923. Temuan kuantitatif mengonfirmasi besarnya kontribusi pengaruh sebesar 43% melalui persamaan regresi Y = 44,573 + 0,174X1 + 0,322X2, sedangkan 57% sisanya dipengaruhi faktor eksternal lainnya. Kesimpulan utama menegaskan bahwa sinergi antara kebijakan pemimpin dan kompetensi mengajar merupakan determinan krusial keberhasilan pendidikan. Oleh sebab itu, kepala sekolah disarankan meningkatkan efektivitas manajerial demi pencapaian visi pendidikan berkualitas.
ANALISIS KOMPARATIF EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA ANTARA SEKOLAH PENGGERAK DAN SEKOLAH NON PENGGERAK JENJANG SMP Dillak, Naomi; Feliks, Tans; Robot, Marsel
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9608

Abstract

The implementation of the Independent Curriculum has resulted in differences in treatment between Driving Schools (SP) receiving intensive mentoring and Non-Driving Schools (SNP) implementing the curriculum independently. This study aims to comprehensively analyze the differences in the effectiveness of the curriculum's implementation at the junior high school level in Kupang City. The research focuses on three main determinants: principal management (MKS), teacher performance (KG), and student learning outcomes (HBS). Using an observational approach with 18 principals, 36 teachers, and 483 students, data were processed through unpaired t-tests and regression analysis. Quantitative findings indicate a significant advantage (p<0.05) in Driving Schools with an average MKS score of 92.13, KG 90.83, and HBS 84.31, surpassing Non-Driving Schools which recorded MKS scores of 80.78, KG 79.63, and HBS 65.32. Data analysis demonstrates that principal management positively contributes to teacher performance and academic achievement, with the influence of principal leadership on HBS being more pronounced in the SP environment. The main conclusion of the study confirms that the effectiveness of the Independent Curriculum implementation in the Leading Schools is significantly better than in the Non-Leading Schools. This indicates that systematic training support and additional operational assistance funds in the Leading Schools program have successfully created a higher-quality learning ecosystem that is more adaptable to change. ABSTRAK Implementasi Kurikulum Merdeka memunculkan perbedaan perlakuan antara Sekolah Penggerak (SP) yang menerima pendampingan intensif dan Sekolah Non Penggerak (SNP) yang melaksanakan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komprehensif perbedaan efektivitas implementasi kurikulum tersebut pada jenjang SMP di Kota Kupang. Fokus penelitian diarahkan pada tiga determinan utama: manajerial kepala sekolah (MKS), kinerja guru (KG), dan hasil belajar siswa (HBS). Menggunakan pendekatan observasi terhadap 18 kepala sekolah, 36 guru, serta 483 siswa, data diolah melalui uji-t tidak berpasangan dan analisis regresi. Temuan kuantitatif menunjukkan keunggulan signifikan (p<0,05) pada Sekolah Penggerak dengan rata-rata skor MKS sebesar 92,13, KG 90,83, dan HBS 84,31, melampaui Sekolah Non Penggerak yang mencatatkan skor MKS 80,78, KG 79,63, dan HBS 65,32. Analisis data membuktikan bahwa manajerial kepala sekolah berkontribusi positif terhadap kinerja guru dan prestasi akademik, dengan pengaruh KG terhadap HBS yang lebih nyata di lingkungan SP. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa efektivitas implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak jauh lebih baik dibandingkan Sekolah Non Penggerak. Hal ini mengindikasikan bahwa dukungan pelatihan sistematis dan dana bantuan operasional tambahan pada program sekolah penggerak berhasil menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih berkualitas dan adaptif terhadap perubahan.  
PELAKSANAAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SMA Faot, Yoti S F; Ola, Simon Sabon; Data, Ari
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9609

Abstract

The degradation of national character due to the flow of technology demands an educational solution through the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) to build students' moral values. This study aims to evaluate the implementation of P5 in character building at SMAN 6 Kupang, with a focus on module development and the implementation of character dimensions. Using a qualitative evaluation paradigm, data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed using the Marshall and Rossman model. The research steps included five planning stages: theme selection, time allocation, goal setting, module development, and assessment. The findings indicate that module development followed standard procedures, with an emphasis on the theme of Local Wisdom. Character implementation was analyzed through Albert Bandura's four stages of social learning theory: attention, retention, reproduction, and motivation. The results confirmed that ten intensive meetings on one theme were able to increase students' active participation and understanding of gratitude, environmental conservation, and cultural diversity. Although not optimal, this project had a positive impact on students' interpersonal development. The main conclusion confirms that the effectiveness of P5 is highly dependent on the systematic planning and students' ability to embody the six profile dimensions in their daily lives. The integration of Bandura's theory has been proven to help internalize characters that are in line with the school's vision and national ideology in a sustainable manner to create a superior, competent, innovative, religious, responsible, disciplined, honest, and tolerant generation. ABSTRAK Degradasi karakter bangsa akibat arus teknologi menuntut solusi edukatif melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) guna membangun nilai moral peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan P5 dalam pembentukan karakter di SMAN 6 Kupang, dengan fokus pada penyusunan modul serta implementasi dimensi karakter. Menggunakan paradigma kualitatif jenis evaluasi, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model Marshall dan Rossman. Langkah penelitian mencakup lima tahapan perencanaan: pemilihan tema, alokasi waktu, penentuan tujuan, pembuatan modul, dan asesmen. Temuan menunjukkan bahwa penyusunan modul telah mengikuti prosedur standar, dengan penekanan pada tema Kearifan Lokal. Implementasi karakter dianalisis melalui empat tahapan teori belajar sosial Albert Bandura, yakni perhatian, retensi, reproduksi, dan motivasi. Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa sepuluh pertemuan intensif pada satu tema mampu meningkatkan partisipasi aktif serta pemahaman siswa mengenai rasa syukur, pelestarian alam, dan keragaman budaya. Meskipun belum optimal, projek ini memberikan dampak positif terhadap perkembangan interpersonal peserta didik. Simpulan utama menegaskan bahwa efektivitas P5 sangat bergantung pada sistematika perencanaan dan kemampuan siswa mengejawantahkan enam dimensi profil dalam keseharian. Integrasi teori Bandura terbukti membantu internalisasi karakter yang selaras dengan visi sekolah dan ideologi nasional secara berkelanjutan demi mewujudkan generasi yang unggul, kompeten, inovatif, religius, bertanggung jawab, disiplin, jujur, serta toleran.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS MODEL PBL MATERI LARUTAN PENYANGGA UNTUK MELATIH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK FASE F SMA Deffa, Santri; Syolendra, Dwi Finna
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9610

Abstract

Buffer solutions are a chemistry topic in Grade XI Phase F senior high school that students often find difficult due to their abstract nature and the involvement of acid–base and equilibrium concepts. Interviews with chemistry teachers in two senior high schools in Pasaman Regency and an initial test showed that 85% of 40 students scored below the Minimum Mastery Criteria (80). These difficulties are caused by weak prior knowledge and the limited use of Student Worksheets (LKPD) that are not based on macroscopic, submicroscopic, and symbolic representations or the Problem Based Learning (PBL) model. This study aimed to develop PBL-based LKPD to train students’ critical thinking skills. The research used an Education Design Research (EDR) approach with the Plomp model, limited to the preliminary research and prototyping stages. The results showed that the developed LKPD was valid (0.94292) and very practical, with practicality scores of 94% from teachers and 88% from students. Therefore, the PBL-based LKPD is feasible for chemistry learning. ABSTRAK Larutan penyangga merupakan salah satu materi kimia kelas XI fase F SMA yang bersifat abstrak dan melibatkan konsep asam–basa serta kesetimbangan kimia, sehingga sulit dipahami oleh peserta didik. Hasil wawancara dengan guru kimia di dua SMA Kabupaten Pasaman menunjukkan bahwa peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami materi ini, yang diperkuat oleh hasil tes awal di mana 85% dari 40 peserta didik memperoleh nilai di bawah KKTP (80). Kesulitan tersebut dipengaruhi oleh lemahnya pengetahuan awal peserta didik serta keterbatasan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang belum memuat representasi makroskopik, submikroskopik, dan simbolik serta belum berbasis Problem Based Learning (PBL). Padahal, LKPD berbasis PBL berpotensi melatih kemampuan berpikir kritis peserta didik yang merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD berbasis model PBL pada materi larutan penyangga guna melatih kemampuan berpikir kritis peserta didik fase F. Penelitian ini menggunakan pendekatan Education Design Research (EDR) dengan model Plomp yang dibatasi sampai tahap preliminary research dan prototyping stage. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memiliki nilai validitas sebesar 0,94292 dengan kategori valid. Hasil uji praktikalitas menunjukkan nilai sebesar 94% oleh guru dan 88% oleh peserta didik dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian, LKPD berbasis PBL layak digunakan sebagai bahan ajar alternatif dalam pembelajaran kimia.  
SELF-REGULATION, SELF-EFFICACY, FEAR OF MISSING OUT (FOMO), DAN HASIL BELAJAR IPA: ANALISIS KORELASIONAL DAN KOMPARATIF PADA SISWA SMP Paramitha, Tristantia Kinanti; Aji, Septiko
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9611

Abstract

The success of students' science learning is not only determined by cognitive abilities, but also related to psychological factors and individual characteristics. This study aims to analyze the relationship between self-regulation, self-efficacy, Fear of Missing Out (FoMO), and science learning outcomes in pairs, as well as to examine the differences in these four variables based on gender in junior high school students. This study uses a non-experimental quantitative approach with a correlational-comparative design. The research subjects were 287 eighth-grade students at SMP Negeri 33 Semarang in the 2025/2026 academic year, selected using total sampling technique. Data were collected through a Likert scale questionnaire for the variables of self-regulation, self-efficacy, and FoMO, as well as documentation of final semester exam scores for science learning outcomes. Data analysis was performed using Spearman's correlation and the Mann–Whitney U test. The results showed a strong and significant positive relationship between self-regulation and self-efficacy (r = 0.654; p < 0.05). There was a weak but significant positive relationship between self-regulation and science learning outcomes (r = 0.137; p < 0.05), as well as between self-efficacy and FoMO (r = 0.131; p < 0.05). No significant relationship was found between self-regulation and FoMO, self-efficacy and science learning outcomes, or FoMO and science learning outcomes. The results of the comparative analysis showed significant differences in self-regulation and self-efficacy based on gender, with female students having higher self-regulation and male students having higher self-efficacy. However, there were no significant differences in FoMO and science learning outcomes based on gender. This study shows that the relationship between psychological and academic variables in junior high school students is diverse and influenced by specific contexts. ABSTRAK Keberhasilan belajar IPA siswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan kognitif, tetapi juga berkaitan dengan faktor psikologis dan karakteristik individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-regulation, self-efficacy, Fear of Missing Out (FoMO), dan hasil belajar IPA secara berpasangan, serta mengkaji perbedaan keempat variabel tersebut berdasarkan jenis kelamin pada siswa SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimen dengan desain korelasional dan komparatif. Subjek penelitian adalah 287 siswa kelas VIII SMP Negeri 33 Semarang tahun ajaran 2025/2026 yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert untuk variabel self-regulation, self-efficacy, dan FoMO, serta dokumentasi nilai Ujian Akhir Semester untuk hasil belajar IPA. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Spearman dan uji Mann–Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat dan signifikan antara self-regulation dan self-efficacy (r = 0,654; p < 0,05). Terdapat hubungan positif yang lemah namun signifikan antara self-regulation dan hasil belajar IPA (r = 0,137; p < 0,05), serta antara self-efficacy dan FoMO (r = 0,131; p < 0,05). Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara self-regulation dan FoMO, self-efficacy dan hasil belajar IPA, maupun FoMO dan hasil belajar IPA. Hasil analisis komparatif menunjukkan adanya perbedaan signifikan self-regulation dan self-efficacy berdasarkan jenis kelamin, dengan siswa perempuan memiliki self-regulation lebih tinggi dan siswa laki-laki memiliki self-efficacy lebih tinggi. Namun, tidak terdapat perbedaan signifikan pada FoMO dan hasil belajar IPA berdasarkan jenis kelamin. Penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan antarvariabel psikologis dan akademik pada siswa SMP bersifat beragam dan dipengaruhi oleh konteks tertentu.
PENGARUH BERMAIN PERAN KONTEKSTUAL TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR DAN KERJASAMA SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN PAK Putri, Dian Eka
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9667

Abstract

ABSTRACT Low student participation and collaboration in Christian Religious Education, which still heavily relies on lecture-based methods, results in limited active involvement and less meaningful learning experiences. This study aims to analyze the effect of contextual role-playing methods on learning activeness and collaboration skills of seventh-grade students at SMP Negeri 9 Palangka Raya. The main research question is whether contextual role-playing methods can significantly improve student activeness and collaboration compared to conventional teaching methods. This study employs a quantitative approach with a quasi-experimental design, involving an experimental class and a control class. Data were collected through observations as well as pre-test and post-test instruments, and analyzed using paired sample t-tests and independent sample t-tests. The novelty of this study lies in the application of role-playing methods integrated with a contextual approach in Christian Religious Education, enabling the simultaneous development of students’ cognitive, affective, and social aspects. The results reveal that the implementation of contextual role-playing methods has a significant effect on enhancing learning activeness and collaboration, indicating that this method is a feasible alternative instructional strategy that is both effective and aligned with the demands of 21st-century education. ABSTRAK Rendahnya partisipasi dan kerja sama siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen yang masih banyak menggunakan metode ceramah membuat siswa kurang terlibat secara aktif, sehingga pengalaman belajar menjadi kurang bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode role playing berbasis pembelajaran kontekstual terhadap keaktifan belajar dan kemampuan kerja sama siswa kelas VII di SMP Negeri 9 Palangka Raya. Permasalahan utama penelitian adalah apakah metode bermain peran kontekstual dapat meningkatkan keaktifan dan kerjasama siswa secara signifikan dibandingkan metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental design), yang melibatkan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi serta tes pre-test dan post-test, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dan independent sample t-test. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan metode bermain peran yang dipadukan dengan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen, sehingga dapat mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan sosial siswa secara bersamaan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penerapan metode bermain peran berbasis pembelajaran kontekstual memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan keaktifan belajar dan kerja sama siswa, sehingga metode ini layak dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
KONTRIBUSI PERILAKU PROKRASTINASI DALAM MEMPREDIKSI TINGKAT STRESS AKADEMIK PADA SISWA SEKOLAH MENEGAH PERTAMA Teena, Kezia Ayu; Loka, Lola Mustafa; Permatasari, Wulan Rahmalia; Deasyanti, Deasyanti
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9676

Abstract

ABSTRACT The high tendency of academic procrastination among students has become a serious concern because it has the potential to increase academic stress arising from academic demands and learning workload. This study aims to examine the influence of academic procrastination on academic stress among junior high school students. This research employs a correlational quantitative design with simple linear regression analysis as the data analysis method. Purposive sampling technique was used to select the sample, consisting of 73 students from grades 7 to 9 at a private junior high school in South Tangerang. Data were collected through questionnaires using the Academic Expectations Stress Inventory (AESI) developed by Ang & Huan (2006) and the General Procrastination Scale (GP Scale) developed by Ferrari (2015).  The results indicate a significant effect of academic procrastination on academic stress (R = 0.289; p = 0.013), where academic procrastination accounts for 8.4% of the variance in students' academic stress. Thus, the higher the level of academic procrastination among students, the higher the academic stress they experience, especially when facing school assignments and exams. ABSTRAK Tingginya kecenderungan prokrastinasi akademik pada peserta didik menjadi permasalahan serius karena berpotensi meningkatkan stres akademik yang bersumber dari tuntutan dan beban pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh prokrastinasi akademik terhadap stres akademik pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan analisis regresi linier sederhana sebagai metode analisis data. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 73 siswa SMP kelas 7 hingga 9 di salah satu sekolah swasta di Tangerang Selatan Pengumpulan data dilakukan dalam bentuk kuesioner dengan menggunakan instrumen Academic Expectations Stress Inventory (AESI) dan General Procrastination Scale (GP Scale). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara prokrastinasi akademik terhadap stres akademik (R = 0,289; p = 0,013), di mana prokrastinasi akademik mampu menjelaskan sebesar 8,4% variasi stres akademik siswa. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat prokrastinasi akademik siswa, maka semakin tinggi pula stres akademik yang mereka alami, terutama dalam menghadapi tugas dan ujian sekolah.
KECENDERUNGAN PERFECTIONISM SISWA SMA DALAM MENGHADAPI UJIAN AKHIR: PERAN MEDIASI KECEMASAN AKADEMIK TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK Setiyanti, Kornelia Erista; Pongsilurang, Sartika; Lakshmi, Putu Aninditha Veera; Vinata, Selvia
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9754

Abstract

This study aimed to examine the effect of academic perfectionism on academic procrastination, with academic anxiety as a mediating variable among twelfth-grade high school students in Tangerang City who were preparing for their final examinations. The study was motivated by the high academic demands faced during the final stage of secondary education, which may generate psychological pressure, particularly among students with maladaptive perfectionistic tendencies. A quantitative approach with a simple mediation design was employed. The participants consisted of 122 students selected using purposive sampling based on predetermined criteria. The instruments used included scales measuring maladaptive academic perfectionism, academic anxiety, and academic procrastination, all of which had been tested for validity and reliability. The results indicated that academic perfectionism had a positive and significant effect on academic anxiety. Academic anxiety also had a positive and significant effect on academic procrastination. In addition, academic perfectionism had a direct and significant effect on academic procrastination. Mediation analysis revealed that academic anxiety partially mediated the relationship between academic perfectionism and academic procrastination. These findings suggest that higher levels of maladaptive perfectionism are associated with increased academic anxiety, which in turn heightens students’ tendency to delay academic tasks. This study provides insight into the psychological dynamics experienced by twelfth-grade students in coping with high academic demands. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh perfeksionisme akademik terhadap prokrastinasi akademik dengan kecemasan akademik sebagai variabel mediasi pada siswa SMA kelas XII di Kota Tangerang yang sedang menghadapi ujian akhir sekolah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tuntutan akademik pada fase akhir pendidikan menengah yang dapay memunculkan tekanan psikologis, khususnya pada siswa dengan kecenderungan perfeksionisme maladaptif. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain mediasi sederhana. Partisipan berjumlah 122 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria penelitian. Instrumen yang digunakan meliputi skala perfeksionisme akademik maladaptif, kecemasan akademik, dan prokrastinasi akademik yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa perfeksionisme akademik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecemasan akademik. Kecemasan akademik juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap prokrastinasi akademik. Selain itu, perfeksionisme akademik memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap prokrastinasi akademik. Uji mediasi menunjukkan bahwa kecemasan akademik berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara perfeksionisme akademik dan prokrastinasi akademik. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kecenderungan perfeksionisme maladaptif pada siswa, semakin tinggi tingkat kecemasan yang dialami, yang pada akhirnya meningkatkan kecenderungan untuk menunda tugas-tugas akademik. Penelitian menjelaskan mengenai dinamika psikologis siswa kelas XII dalam menghadapi tuntutan akademik yang tinggi.  
PEMAHAMAN KEAGAMAAN DAN SIKAP MODERASI: BAGAIMANA HUBUNGANNYA DENGAN PESERTA DIDIK? Susanti, Agus
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9755

Abstract

This study aims to determine the relationship between religious understanding and religious moderation attitudes among students of SMP Negeri 11 Bandar Lampung. The main problem underlying this study is the continued presence of students with narrow and less moderate religious understanding, which has the potential to lead to intolerance in the school environment. This study measures the extent to which the level of religious understanding influences students' religious moderation attitudes. . The method used is a quantitative approach with a correlational design, using the Pearson Product Moment correlation analysis technique to determine the strength and direction of the relationship between the two variables. The study population was all students of SMP Negeri 11 Bandar Lampung, with a sample size of 117 students selected through a purposive sampling technique according to predetermined criteria. Data were obtained through a questionnaire designed based on indicators of religious understanding and religious moderation. The research instrument was validated through internal reliability analysis using the Corrected Item-Total Correlation indicator and reliability testing using the Cronbach's Alpha method to ensure item consistency. Furthermore, prerequisite analysis tests, including normality and linearity tests, were conducted before hypothesis testing. The results showed a positive and significant relationship between religious understanding and religious moderation. The Pearson correlation test yielded an r value of 0.815 with a significance level of p < 0.01, indicating that the higher a student's religious understanding, the higher their religious moderation. Thus, the research hypothesis was accepted, proving that a sound religious understanding plays a significant role in shaping religious moderation among students at SMP Negeri 11 Bandar Lampung. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemahaman keagamaan dengan sikap moderasi beragama pada siswa SMP Negeri 11 Bandar Lampung. Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih ditemukannya siswa dengan pemahaman keagamaan yang sempit dan kurang moderat sehingga berpotensi menimbulkan sikap intoleransi di lingkungan sekolah. Penelitian ini mengukur sejauh mana tingkat pemahaman keagamaan berpengaruh terhadap sikap moderasi beragama siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, menggunakan teknik analisis korelasi Product Moment Pearson untuk mengetahui kekuatan dan arah hubungan kedua variabel. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMP Negeri 11 Bandar Lampung, dengan jumlah sampel 117 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Data diperoleh melalui kuesioner yang disusun berdasarkan indikator pemahaman keagamaan dan sikap moderasi beragama. Instrumen penelitian diuji melalui uji validitas menggunakan analisis reliabilitas internal dengan indikator Corrected Item-Total Correlation dan uji reliabilitas menggunakan metode Cronbach’s Alpha untuk memastikan konsistensi item pertanyaan. Selanjutnya dilakukan uji prasyarat analisis yang meliputi uji normalitas dan uji linearitas sebelum pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara pemahaman keagamaan dan sikap moderasi beragama. Uji korelasi Pearson menghasilkan nilai r = 0,815 dengan signifikansi p < 0,01, yang berarti semakin tinggi pemahaman keagamaan siswa maka semakin tinggi pula sikap moderasi beragamanya. Dengan demikian, hipotesis penelitian diterima dan membuktikan bahwa pemahaman keagamaan yang baik berperan penting dalam membentuk sikap moderasi beragama di kalangan siswa SMP Negeri 11 Bandar Lampung..  
PENGARUH KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI SISWA KELAS XI TAHUN PELAJARAN 2023/2024 Sulastri, Melati; Huda, Khairul; Mustakim, Ichwanul
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.9789

Abstract

ABSTRACT Achievement motivation is one of the important factors influencing students’ academic success. However, in practice, there are still students who demonstrate low levels of achievement motivation, which can lead to less optimal academic performance. This study aims to examine the effect of group counseling using the Cognitive Behavioral Therapy (CBT) technique on the achievement motivation of eleventh-grade students at SMA Negeri 1 Taliwang, West Sumbawa Regency, in the 2023/2024 academic year. This study employed a quantitative approach using a one-group pre-test–post-test design. The population consisted of 163 eleventh-grade students, while the sample comprised 15 students who were identified as having low achievement motivation, selected through purposive sampling. Data were collected using a questionnaire as the primary instrument, supported by observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using a t-test to determine the difference between pre-test and post-test scores. The results showed that the t-count value of 9.461 was higher than the t-table value of 2.145 at a significance level of 5%, indicating that the alternative hypothesis was accepted. These findings indicate that the implementation of group counseling using the Cognitive Behavioral Therapy technique has a significant effect on improving students’ achievement motivation. Therefore, CBT-based group counseling services can serve as an effective strategy for school counselors in enhancing students’ achievement motivation. ABSTRAK Motivasi berprestasi merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan akademik siswa. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan peserta didik yang memiliki tingkat motivasi berprestasi rendah sehingga berdampak pada kurang optimalnya pencapaian akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok dengan teknik Cognitive Behavioral Therapy (CBT) terhadap peningkatan motivasi berprestasi siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat Tahun Pelajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pre-test–post-test. Populasi penelitian berjumlah 163 siswa kelas XI, sedangkan sampel penelitian terdiri dari 15 siswa yang memiliki tingkat motivasi berprestasi rendah yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket sebagai instrumen utama serta didukung oleh observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji t-test untuk mengetahui perbedaan skor sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 9,461 lebih besar dibandingkan ttabel sebesar 2,145 pada taraf signifikansi 5%, sehingga hipotesis alternatif diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan konseling kelompok dengan teknik Cognitive Behavioral Therapy berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan motivasi berprestasi siswa. Dengan demikian, layanan konseling kelompok berbasis CBT dapat menjadi salah satu strategi yang efektif bagi guru bimbingan dan konseling dalam membantu meningkatkan motivasi berprestasi peserta didik.