cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 758 Documents
ANALISIS KOMUNIKASI VISUAL DALAM E-POSTER UCAPAN SELAMAT OLEH KANTOR KESYAHBANDARAN DAN OTORITAS PELABUHAN KELAS IV LAURENTIUS SAY MAUMERE DI AKUN INSTAGRAM DJPL_KSOPLAURENTIUSSAYMOF Maria Khatarina Moa; Yonas Klemens Gregorius Dori Gobang; Lodowik Nikodemus Kedoh
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.10407

Abstract

The rapid development of social media, particularly Instagram, has encouraged government institutions to utilize visual communication as a medium for public messaging. One form of visual communication commonly used is the congratulatory e-poster published through official social media accounts. This study aims to analyze visual communication in congratulatory e-posters uploaded by the Office of the Harbormaster and Port Authority (KSOP) Class IV Laurentius Say Maumere on the Instagram account @djpl_ksoplaurentiussaymof. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through observation, documentation, and literature review, while data analysis focused on visual communication elements such as color, typography, illustration, and layout. The findings indicate that the congratulatory e-posters produced by KSOP Class IV Laurentius Say Maumere apply visual communication elements in a consistent and structured manner. The use of formal colors, clear typography, relevant illustrations, and well-organized layouts reflects institutional identity and supports message clarity. The e-posters function not only as a medium for formal greetings but also as a means of building institutional image and symbolic public communication on social media. This study is expected to contribute to the development of visual communication strategies for government institutions in digital media. ABSTRAK Perkembangan media sosial, khususnya Instagram, telah mendorong instansi pemerintah untuk memanfaatkan komunikasi visual sebagai sarana penyampaian pesan publik. Salah satu bentuk komunikasi visual tersebut adalah e-poster ucapan selamat yang dipublikasikan melalui akun resmi media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi visual dalam e-poster ucapan selamat yang diunggah oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Laurentius Say Maumere pada akun Instagram @djpl_ksoplaurentiussaymof. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan, sedangkan analisis data dilakukan dengan mengkaji elemen-elemen komunikasi visual seperti warna, tipografi, ilustrasi, dan tata letak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-poster ucapan selamat KSOP Kelas IV Laurentius Say Maumere telah memanfaatkan elemen komunikasi visual secara konsisten dan terstruktur. Pemilihan warna formal, tipografi yang jelas, ilustrasi yang relevan, serta tata letak yang rapi mencerminkan identitas kelembagaan dan mendukung kejelasan pesan. E-poster tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian ucapan formal, tetapi juga sebagai sarana pembentukan citra institusi dan komunikasi publik simbolik di media sosial. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan strategi komunikasi visual instansi pemerintah di platform media sosial.  
PELAKSANAAN TUGAS PENYIAPAN AGENDA PIMPINAN DI BAGIAN PROTOKOL SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN SIKKA Maria Ritkalivan; Markus Kristian Retu; Intan Mustafa
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.10409

Abstract

The implementation of leaders’ agenda management is a strategic function in supporting the effectiveness of local government administration. The Protocol Section of the Regional Secretariat of Sikka Regency plays an important role in managing leaders’ agendas through planning, coordination, protocol implementation, as well as documentation and publication of leaders’ activities. This study aims to describe and analyze the implementation of leaders’ agenda management in the Protocol Section of the Regional Secretariat of Sikka Regency and to identify the constraints encountered in its implementation. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, with informants selected purposively from officials directly involved in managing leaders’ agendas. The results indicate that the implementation of leaders’ agenda management has generally been carried out in accordance with the duties and functions of the Protocol Section, particularly in scheduling, protocol implementation, and coordination of leaders’ activities. However, several constraints were identified, including sudden changes in agendas, limited human resources, suboptimal inter-agency coordination, and limited information technology support This study concludes that strengthening human resource capacity, improving coordination among regional agencies, and optimizing the use of information technology are necessary to enhance the effectiveness of leaders’ agenda management within the Government of Sikka Regency. ABSTRAK Pelaksanaan tugas agenda pimpinan merupakan salah satu fungsi strategis dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan pemerintahan daerah. Bagian Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Sikka memiliki peran penting dalam mengelola agenda pimpinan melalui perencanaan, koordinasi, pelaksanaan keprotokolan, serta dokumentasi dan publikasi kegiatan pimpinan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan tugas agenda pimpinan di Bagian Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Sikka serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan informan yang dipilih secara purposive dari aparatur yang terlibat langsung dalam pengelolaan agenda pimpinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tugas agenda pimpinan pada dasarnya telah berjalan sesuai dengan tugas dan fungsi Bagian Protokol, khususnya dalam penyusunan jadwal, pelaksanaan keprotokolan, serta koordinasi kegiatan pimpinan. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti perubahan agenda secara mendadak, keterbatasan sumber daya manusia, koordinasi lintas perangkat daerah yang belum optimal, serta keterbatasan sarana pendukung berbasis teknologi informasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kapasitas aparatur, penguatan koordinasi, dan optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas agenda pimpinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sikka.
KOMUNIKASI DIGITAL SMRT DALAM PENYEBARAN INFORMASI PUBLIK KANTOR KESYAHBANDARAN DAN OTORITAS KELAS IV PELABUHAN LAURENTIUS SAY PADA AKUN INSTAGRAM @djpl@ksoplaurentiussaymof Anjelina Imelda Sara; Yonas Klemens Gregorius Dori Gobang; Lodowik Nikodemus Kedoh
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.10412

Abstract

This study aims to analyze digital communication using the SMRT strategy (Specific, Measurable, Relevant, Timely) in disseminating public information through the Instagram account @djpl_ksoplaurentiussaymof at the Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Laurentius Say. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews, observation of Instagram content, and documentation. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles and Huberman, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of the SMRT strategy in KSOP’s digital communication has been carried out but is not yet optimal. The Specific and Relevant aspects are relatively fulfilled through the clarity of messages and the alignment of content with institutional functions and public needs. However, the Measurable and Timely aspects still face challenges, particularly the low level of audience interaction and the timeliness of information publication. Furthermore, communication through Instagram tends to be one-way and has not fully encouraged public participation. This study concludes that the SMRT strategy can serve as an effective framework for improving the quality of digital communication in government institutions. The consistent application of the SMRT strategy is expected to enhance the effectiveness of public information dissemination, strengthen transparency, and promote public engagement in communication within the port and maritime sector. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi digital dengan strategi SMRT (Specific, Measurable, Relevant, Timely) dalam penyebaran informasi publik melalui akun Instagram @djpl_ksoplaurentiussaymof pada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Laurentius Say. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi konten Instagram, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi SMRT dalam komunikasi digital KSOP telah berjalan, namun belum optimal. Aspek Specific dan Relevant relatif terpenuhi melalui kejelasan pesan dan kesesuaian konten dengan tugas dan fungsi institusi serta kebutuhan publik. Namun, aspek Measurable dan Timely masih menghadapi kendala, terutama rendahnya tingkat interaksi audiens dan ketepatan waktu publikasi informasi. Selain itu, komunikasi yang dilakukan melalui Instagram masih cenderung bersifat satu arah dan belum sepenuhnya mendorong partisipasi publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi SMRT dapat menjadi kerangka yang efektif dalam meningkatkan kualitas komunikasi digital instansi pemerintah. Penerapan strategi SMRT secara konsisten diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penyebaran informasi publik, memperkuat transparansi, dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam komunikasi publik sektor kepelabuhanan.  
AKTIVITAS HUMAS POLRES SIKKA MELALUI MEDIA SOSIAL @humas_polressikka UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT Claudia Ndana Ndolu; Intan Mustafa; Markus Kristian Retu
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.10413

Abstract

This study aims to analyze the public relations activities of the Sikka Police Resort (Polres Sikka) through social media @humas_polressikka in enhancing public trust. This research employs a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The research informants consisted of public relations officers of Polres Sikka and social media users from the community. Data analysis was conducted using an interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through triangulation techniques. The results of the study indicate that the public relations activities of Polres Sikka through social media include dissemination of public information, legal education, interaction with the community, and issue clarification. These activities contribute to building a positive image of the police institution and increasing public trust through information transparency, communicative closeness, and institutional responsiveness. However, the study also identifies several obstacles, such as limited human resources, challenges in managing public interaction, and the potential spread of negative information on social media. This study concludes that social media is a strategic communication instrument for police public relations in building public trust. Therefore, strengthening structured and professional digital communication strategies is necessary to ensure that public relations activities through social media can be more effective in enhancing public trust. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas humas Polres Sikka melalui media sosial @humas_polressikka dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari personel humas Polres Sikka dan masyarakat pengguna media sosial. Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas humas Polres Sikka melalui media sosial meliputi penyebaran informasi publik, edukasi hukum, interaksi dengan masyarakat, serta klarifikasi isu. Aktivitas tersebut berkontribusi dalam membangun citra positif institusi kepolisian dan meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui transparansi informasi, kedekatan komunikasi, dan responsivitas institusi. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa hambatan, seperti keterbatasan sumber daya manusia, tantangan pengelolaan interaksi publik, dan potensi penyebaran informasi negatif di media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial merupakan instrumen komunikasi yang strategis bagi humas kepolisian dalam membangun kepercayaan publik. Oleh karena itu, diperlukan penguatan strategi komunikasi digital yang terstruktur dan profesional agar aktivitas humas melalui media sosial dapat berjalan lebih efektif dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KUALITAS TIDUR SELAMA MENYUSUN SKRIPSI PADA MAHASISWA DI PRODI PSIKOLOGI UNIVERSITAS NUSA CENDANA Ega Marsela Djoh; Apris A. Adu; Marselino K. P. Abdi Keraf
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.10442

Abstract

The thesis writing process is often an academic burden that triggers significant anxiety for final year students, which in turn has the potential to disrupt their sleep quality. This study aims to investigate the relationship between anxiety levels and sleep quality in Psychology students at Nusa Cendana University. Using quantitative analytical methods and a cross-sectional design, this study involved 169 respondents selected through a simple random sampling technique. Primary data were obtained through the Zung Self Rating Anxiety Scale questionnaire and the Pittsburgh Sleep Quality Index. The research findings showed that the majority of respondents (63.9%) experienced poor sleep quality, while students with mild anxiety levels (30.2%), moderate (21.3%), and severe (12.4%) consistently experienced sleep disturbances. The results of the bivariate analysis using the Chi-Square test showed a Pearson value of 169.000 with a significance of p = 0.000 (p < 0.05), confirming a strong relationship between the two variables. The main conclusion of this study is that there is a statistically significant relationship between anxiety and sleep quality in students during the final assignment period. The higher the level of anxiety experienced by students, the lower the quality of their sleep. Therefore, providing mental health support services on campus is crucial to help students manage academic stress, ensuring their physical health and academic success. ABSTRAK Proses penyusunan skripsi sering kali menjadi beban akademik yang memicu kecemasan signifikan bagi mahasiswa tingkat akhir, yang pada gilirannya berpotensi mengganggu stabilitas kualitas tidur mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Nusa Cendana. Dengan menggunakan metode kuantitatif analitik dan desain cross-sectional, studi ini melibatkan 169 responden yang ditentukan melalui teknik simple random sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner Zung Self Rating Anxiety Scale serta Pittsburgh Sleep Quality Index. Temuan riset menunjukkan mayoritas responden (63,9%) mengalami kualitas tidur buruk, sedangkan mahasiswa dengan tingkat kecemasan ringan sebesar 30,2%, sedang 21,3%, dan berat 12,4% secara konsisten memiliki gangguan tidur. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan nilai Pearson sebesar 169,000 dengan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang menegaskan adanya keterkaitan kuat antara kedua variabel tersebut. Kesimpulan utama penelitian ini adalah terdapat hubungan signifikan secara statistik antara kecemasan dan kualitas tidur mahasiswa selama masa pengerjaan tugas akhir. Semakin tinggi intensitas kecemasan yang dirasakan mahasiswa, maka semakin rendah kualitas tidur yang mereka dapatkan. Oleh karena itu, penyediaan layanan dukungan kesehatan mental sangat krusial di lingkungan kampus guna membantu mahasiswa mengelola stres akademik demi menjaga kesehatan fisik dan keberhasilan studi akademik mereka.  
ARAHAN PENATAAN KAWASAN BERBASIS MITIGASI BENCANA BANJIR DI SEMPADAN SUNGAI TAMIANG KECAMATAN SERUWAY Maghfira Khusnul Alia; Ferad Puturuhu; Rifyan Ruman
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10493

Abstract

ABSTRACT This research aims to determine the direction for area planning based on flood disaster mitigation along the banks of the Tamiang River in Seruway District, Aceh Tamiang Regency, Aceh Province. Specifically in the villages of Pekan Seruway and Muka Sungai Kuruk, which are the two villages most affected during floods caused by the overflow of the Tamiang River, resulting in the breaching of levees. The riverbank area in these two villages has a high level of flood vulnerability, thus requiring guidelines for area planning based on flood disaster mitigation. This study employs an Overlay method by combining 5 flood vulnerability parameters: slope steepness, elevation, land use, rainfall, soil type, and river buffer, to obtain the level of flood vulnerability, and then uses Triangulation analysis to determine the area planning direction. The research results show that the flood vulnerability level is divided into 3 classifications: high, medium, and low. The border area of the Tamiang River is at a high risk level, thus requiring guidance for area arrangement using Triangulation analysis, resulting in an area arrangement directive based on flood disaster mitigation, which includes rehabilitation and the construction of permanent embankments with public open space at the riverbank as a buffer zone. This research is expected to serve as a reference in determining directives for area arrangement based on flood disaster mitigation at the riverbank. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan arahan penataan kawasan berbasis mitigasi bencana banjir pada sempadan Sungai Tamiang di Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, Peovinsi Aceh. Khususnya di Desa Pekan Seruway dan Desa Muka Sungai Kuruk yang merupakan dua desa paling terdampak saat terjadi banjir akibat luapan air Sungai Tamiang sehingga menyebabkan jebolnya tanggul. Kawasan sempadan Sungai tamiang di kedua desa tersebut memiliki tingkat kerawanan banjir yang tinggi sehingga diperlukan arahan penataan kawasan berbasis mitigasi bencana banjir. Penelitian ini menggunakan metode Overlay dengan menggabungkan 5 parameter kerawanan banjir yaitu kemiringan lereng, ketinggian, penggunaan lahan, curah hujan, jenis tanah, dan buffer sungai untuk memperoleh tingkat kerawanan banjir dan kemudian menggunakan analisis Triangulasi untuk menentukan arahan penataan kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerawanan banjir terbagi menjadi 3 klasifikasi yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Kawasan sempadan Sungai Tamiang berada di tingkat kerawanan tinggi sehingga dibutuhkannya arahan penataan kawasan yang menggunakan analisis Triangulasi sehingga menghasilkan arahan penataan kawasan berbasis mitigasi bencana banjir yang berupa rehabilitasi dan pembuatan tanggul permanan dengan ruang terbuka publik di sempadan sungai sebagai zona penyangga. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam menentukan arahan penataan kawasan yang berbasis mitigasi bencana banjir pada sempadan sungai.
PEMAKNAAN HUMOR SEBAGAI PESAN KOMUNIKASI DALAM REALITY SHOW “ARE YOU SURE?” SEASON 1 Dina Mirda; Maulina Larasati Putri
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.9894

Abstract

ABSTRACT Humor is one form of communication message that is effective in attracting audience attention, particularly in entertainment programs such as reality shows. The reality show Are You Sure? season 1, featuring one of BTS members, presents light, natural, and spontaneous humor through interactions among the cast, which are interpreted in various ways by viewers. This study aims to analyze audience interpretations of humor as a communication message and the process of message reception based on Stuart Hall’s reception analysis. The research employs a qualitative method with a reception analysis approach that classifies audience positions into three categories: dominant, negotiated, and oppositional. Data were collected through online interviews with informants. The results show that both informants occupy a dominant-hegemonic position, meaning they fully accept the messages conveyed in the show. Humor is interpreted in line with the producers’ intentions, functioning not only as entertainment but also as a communication medium that represents authenticity, warmth of interaction, and social closeness between the cast and the audience. Additionally, differences in interpretation are influenced by factors such as cultural background, humor preferences, and emotional attachment to the performers. This study concludes that humor in reality shows plays a significant role as a medium for conveying social messages, shaping meaning, and strengthening symbolic bonds between idols and their fans. ABSTRAK Humor merupakan salah satu bentuk pesan komunikasi yang efektif dalam menarik perhatian penonton, khususnya dalam program hiburan seperti reality show. Reality show Are You Sure? season 1 yang diperankan oleh salah satu member BTS menampilkan humor ringan, alami, dan spontan melalui interaksi antar pemain yang dimaknai beragam oleh penonton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemaknaan penonton terhadap humor sebagai pesan komunikasi serta proses penerimaan pesan berdasarkan analisis resepsi Stuart Hall. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis resepsi yang mengklasifikasikan posisi penonton ke dalam tiga kategori, yaitu dominan, negosiasi, dan oposisi. Data diperoleh melalui wawancara daring terhadap narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua narasumber berada pada posisi dominan-hegemoni, yaitu menerima sepenuhnya pesan yang disampaikan dalam tayangan. Humor dimaknai sesuai dengan tujuan pembuat acara, tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana komunikasi yang merepresentasikan keaslian diri, kehangatan interaksi, dan kedekatan relasi sosial antara pemain dan penonton. Selain itu, perbedaan pemaknaan dipengaruhi oleh faktor latar belakang budaya, selera humor, dan kedekatan emosional dengan pemain. Penelitian ini menyimpulkan bahwa humor dalam reality show berperan penting sebagai media penyampaian pesan sosial yang mampu membentuk makna serta memperkuat ikatan simbolik antara idol dan penggemar.
PHILOSOPHICAL VALUES OF BRIDE AND GROOM ATTIRE IN THE TRADITIONAL MARRIAGE CEREMONY OF GORONTALO SOCIETY Wahidin R.V. Gobel; Harto S. Malik; Rahman Taufiqrianto Dako
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.9968

Abstract

ABSTRACT Traditional wedding attire is an important part of cultural heritage that functions not only as an aesthetic element but also as a symbol reflecting the values, identity, and worldview of a society. In Gorontalo culture, wedding attire embodies philosophical values related to moral principles, social status, cultural identity, and religious teachings, as reflected in the philosophy “Adat bersendikan syara’, syara’ bersendikan Kitabullah.” However, modernization and globalization have influenced the use and interpretation of traditional attire, leading to shifts in values within contemporary wedding practices. This study aims to examine the philosophical values embedded in the traditional wedding attire of both the bride and groom in Gorontalo traditional marriage ceremonies. The research employs a qualitative descriptive method with a literature review approach. Data were collected from books, academic journals, cultural archives, and relevant documentation, and analyzed using qualitative content analysis to identify symbolic meanings in elements such as colors, ornaments, accessories, and structural designs. The findings indicate that Gorontalo traditional wedding attire represents values of dignity, purity, prosperity, leadership, harmony, responsibility, and social balance. The bride’s attire (Bili’u) symbolizes elegance, honor, and the role of women in family life, while the groom’s attire reflects leadership, protection, and readiness to assume household responsibilities. Therefore, traditional wedding attire serves not only as ceremonial clothing but also as a medium for preserving cultural values and transmitting philosophical meanings to future generations. ABSTRAK Busana pengantin tradisional merupakan bagian penting dari warisan budaya yang tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga mengandung makna simbolik yang mencerminkan nilai, identitas, dan pandangan hidup masyarakat. Dalam budaya Gorontalo, busana pengantin pada upacara pernikahan mengandung nilai filosofis yang berkaitan dengan prinsip moral, status sosial, identitas budaya, serta ajaran agama yang berlandaskan falsafah “Adat bersendikan syara’, syara’ bersendikan Kitabullah.” Namun, modernisasi dan globalisasi telah memengaruhi penggunaan dan pemaknaan busana tradisional sehingga menimbulkan pergeseran nilai dalam praktik pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam busana pengantin pria dan wanita pada upacara pernikahan adat Gorontalo. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, arsip budaya, dan dokumentasi terkait, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi kualitatif untuk mengidentifikasi makna simbolik pada unsur warna, ornamen, aksesori, dan struktur busana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa busana pengantin adat Gorontalo merepresentasikan nilai martabat, kesucian, kemakmuran, kepemimpinan, keharmonisan, tanggung jawab, dan keseimbangan sosial. Busana pengantin wanita (Bili’u) melambangkan keanggunan, kehormatan, dan peran perempuan dalam keluarga, sedangkan busana pengantin pria mencerminkan kepemimpinan, perlindungan, dan kesiapan menjalankan tanggung jawab rumah tangga. Dengan demikian, busana pengantin tradisional tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap upacara, tetapi juga sebagai media pelestarian nilai budaya dan pewarisan makna filosofis kepada generasi berikutnya.
PENDEKATAN TEOLOGI KONTEKSTUAL UNTUK PENGUATAN KERUKUNAN WARGA GEREJA: ANALISIS IMPLIKASI MISI KRISTEN DI TENGAH TANTANGAN PLURALISME Surimawati Laia; Yeremia Hia
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10008

Abstract

ABSTRACT Indonesia, as a multicultural nation with diverse religions and cultures, presents real challenges for the church in carrying out its Christian mission in a relevant manner. This study aims to analyze the role of the contextual theology approach in strengthening church harmony amid the challenges of religious and cultural pluralism. This research employs a qualitative method with a literature study approach, drawing on the systematic review of 10 scientific journal articles selected from Google Scholar, Scopus, and ProQuest databases, using content analysis to identify key themes related to contextual theology, pluralism, and Christian mission. The study was conducted through four stages: source identification, selection based on relevance and recency criteria, content analysis, and synthesis of findings. The findings indicate three main themes: (1) the relevance of contextual theology in building the church’s response to pluralism; (2) dialogical Christian mission grounded in life witness; and (3) harmony as a tangible manifestation of Gospel witness in pluralistic society. The main conclusion affirms that contextual theology serves as an effective and urgent strategy for the church to foster interfaith cooperation, cultivate equal dialogue, and manifest an inclusive witness of faith in multicultural Indonesia. ABSTRAK Indonesia sebagai negara multikultural dengan keberagaman agama dan budaya menghadirkan tantangan nyata bagi gereja dalam menjalankan misi Kristennya secara relevan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendekatan teologi kontekstual dalam memperkuat kerukunan warga gereja di tengah tantangan pluralisme agama dan budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, melalui kajian terhadap 10 artikel jurnal ilmiah yang dipilih secara sistematis dari database Google Scholar, Scopus, dan ProQuest, menggunakan analisis isi untuk menemukan tema-tema utama terkait teologi kontekstual, pluralisme, dan misi Kristen. Kajian dilakukan melalui empat tahapan: identifikasi sumber, seleksi berdasarkan kriteria relevansi dan kekinian, analisis isi, dan sintesis temuan. Hasil penelitian menunjukkan tiga tema utama: 1) relevansi teologi kontekstual dalam membangun respons gereja terhadap pluralisme; 2) misi Kristen yang bersifat dialogis dan berbasis kesaksian hidup; serta 3) kerukunan sebagai manifestasi nyata dari kesaksian Injil. Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa teologi kontekstual merupakan strategi yang efektif dan mendesak bagi gereja untuk membangun kerjasama lintas iman, menumbuhkan dialog yang setara, serta menghadirkan kesaksian iman yang inklusif di tengah masyarakat multikultural Indonesia.
MISI GEREJA DAN TOLERANSI ANTARAGAMA: PENDEKATAN HARMONI DALAM KONTEKS MASYARAKAT MAJEMUK Yuslina Halawa
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10016

Abstract

ABSTRACT Indonesia, as a pluralistic nation with diverse religions, cultures, and ethnic groups, presents real challenges for the Church in carrying out its mission in a relevant and contextual manner. This study aims to examine the concept of the Church's mission within a pluralistic society in an interfaith context, identify the challenges faced by the Church, and formulate the Church's role and strategies in building interfaith harmony. This study employs a qualitative method with a literature study approach, through the review of 10 scientific journal articles systematically selected from the Google Scholar, Scopus, and ProQuest databases, using content analysis to identify key themes. The study was conducted in four stages: source identification, selection based on relevance and recency criteria (2020–2025), content analysis, and synthesis of findings. The results reveal three main themes: first, the theological foundations and concept of the Church's mission in a pluralistic society; second, the challenges faced by the Church, including exclusivism and interfaith prejudice; and third, the Church's role and strategies in building harmony through dialogue, cross-faith collaboration, and lived witness. The main conclusion affirms that the Church's mission is not only vertical-spiritual in nature, but also constitutes a tangible horizontal contribution to strengthening harmony and social cohesion in Indonesia. ABSTRAK Indonesia sebagai negara majemuk dengan keberagaman agama, budaya, dan suku bangsa menghadirkan tantangan nyata bagi Gereja dalam menjalankan misinya secara relevan dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep misi Gereja di tengah masyarakat majemuk dalam konteks antaragama, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi Gereja, serta merumuskan peran dan strategi Gereja dalam membangun kerukunan antaragama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur, melalui kajian terhadap 10 artikel jurnal ilmiah yang dipilih secara sistematis dari database Google Scholar, Scopus, dan ProQuest, menggunakan analisis isi untuk menemukan tema-tema utama. Kajian dilakukan melalui empat tahapan: identifikasi sumber, seleksi berdasarkan kriteria relevansi dan kekinian (2020–2025), analisis isi, dan sintesis temuan. Hasil penelitian menunjukkan tiga tema utama: pertama, landasan teologis dan konsep misi Gereja dalam masyarakat majemuk; kedua, tantangan yang dihadapi Gereja, termasuk eksklusivisme dan prasangka antaragama; serta ketiga peran dan strategi Gereja dalam membangun kerukunan melalui dialog, kolaborasi lintas iman, dan kesaksian hidup. Simpulan utama menegaskan bahwa misi Gereja tidak hanya berdimensi vertikal-spiritual, tetapi juga merupakan kontribusi nyata yang horizontal bagi penguatan kerukunan dan harmoni sosial di Indonesia.