cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 420 Documents
REPRESENTASI KEBUDAYAAN KAWASAN PERBUKITAN DI DESA WOLOAN DALAM ARSITEKTUR RUMAH ADAT WALEWANGKO Runtuwene, Maria; Nuchri, Asni Amaliah; Dariwu, Claudia Talita
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8877

Abstract

Indonesian vernacular architecture, particularly the Walewangko Traditional House in Woloan Village, North Sulawesi, is a concrete manifestation of the close relationship between community culture and the hilly environment. This study aims to analyze cultural representation and ecological adaptation in Walewangko architecture amidst the challenges of modernization. Using a case study method with a qualitative descriptive approach, data were collected through field observations, in-depth interviews, and literature review to examine the form, function, and symbolic meaning of the building. The research findings indicate that the stilt structure, the orientation of the building's mass, and the use of local wood materials represent the Minahasan people's adaptive response to the local contoured topography and humid climate. Spatially, elements such as the lesar, sekey, pores, and double staircases convey profound philosophies regarding social hierarchy, openness, and the value of mapalus solidarity. However, the pressures of globalization have triggered a transformation in function from a communal ritual center to a more pragmatic private residence, characterized by the substitution of modern materials and the reduction of symbolic ornamentation. It is concluded that despite experiencing physical and functional shifts, the Walewangko Traditional House remains a vital symbol of cultural identity and local wisdom, which is now preserved through the integration of traditional values ??into wooden house industry practices and the ongoing socio-economic dynamics of the Woloan Village community. ABSTRAK Arsitektur vernakular Indonesia, khususnya Rumah Adat Walewangko di Desa Woloan, Sulawesi Utara, merupakan manifestasi nyata hubungan erat antara kebudayaan masyarakat dan lingkungan perbukitan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi budaya dan adaptasi ekologis pada arsitektur Walewangko di tengah tantangan arus modernisasi. Menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi literatur guna membedah aspek bentuk, fungsi, serta makna simbolik bangunan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa struktur panggung, orientasi massa bangunan, dan penggunaan material kayu lokal merupakan respons adaptif masyarakat Minahasa terhadap topografi berkontur dan iklim lembap setempat. Secara spasial, elemen-elemen seperti lesar, sekey, pores, dan tangga ganda mengandung filosofi mendalam mengenai hierarki sosial, keterbukaan, serta nilai solidaritas mapalus. Namun, desakan globalisasi telah memicu transformasi fungsi dari pusat ritual komunal menjadi hunian privat yang lebih pragmatis, ditandai dengan substitusi material modern dan reduksi ornamen simbolik. Disimpulkan bahwa meskipun mengalami pergeseran fisik dan fungsional, Rumah Adat Walewangko tetap bertahan sebagai simbol identitas kultural dan kearifan lokal yang vital, yang kini dilestarikan melalui integrasi nilai tradisional dalam praktik industri rumah kayu serta dinamika sosial-ekonomi masyarakat Desa Woloan yang berkelanjutan.
MAKNA SIMBOLIK ELEMEN ARSITEKTUR GEREJA : KAJIAN VISUAL PADA GEREJA GMIM SION TOMOHON Najoan, Stephanie Jill; Runtuwene, Maria; Dariwu, Claudia Talita
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8878

Abstract

The GMIM Sion Church in Tomohon, a national cultural heritage site with neo-classical architecture, holds not only historical value but also a rich visual richness that shapes the identity of the sacred space. This research is motivated by the urgency of examining the visual elements of this historic church, which have not been systematically studied as constructs of symbolic meaning from an architectural perspective. Aiming to uncover the interaction between physical form and spiritual experience, this research employs a descriptive qualitative method with a case study approach. Data were collected through in-depth visual observation, architectural documentation, and interviews, then analyzed using a semiotic approach and existential space theory. Key findings indicate that visual elements such as the bell tower, symmetrical facade, tall window openings, and the integration of the local symbol of the manguni bird function beyond mere aesthetic ornamentation; these elements serve as signifiers that construct a sacred atmosphere and guide the congregation's spiritual orientation. It is concluded that the visual characteristics of the GMIM Sion Tomohon Church are a crucial symbolic communication medium for strengthening the cultural identity and theological experience of the community. Therefore, preservation efforts must include a deep understanding of the symbolic values ??inherent in the physical structure. ABSTRAK Gereja GMIM Sion Tomohon, sebagai cagar budaya nasional berarsitektur neo-klasik, tidak hanya menyimpan nilai historis tetapi juga kekayaan visual yang membentuk identitas ruang sakral. Penelitian ini didasari oleh urgensi untuk menelaah elemen visual gereja bersejarah yang selama ini belum banyak dikaji secara sistematis sebagai konstruksi makna simbolik dalam perspektif arsitektur. Bertujuan mengungkap interaksi antara bentuk fisik dan pengalaman spiritual, penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi visual mendalam, dokumentasi arsitektural, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan semiotika dan teori ruang eksistensial. Temuan utama menunjukkan bahwa elemen visual seperti menara lonceng, fasad simetris, bukaan jendela tinggi, serta integrasi simbol lokal burung manguni, berfungsi lebih dari sekadar ornamen estetis; elemen-elemen tersebut hadir sebagai penanda (signifier) yang membangun atmosfer kesakralan dan mengarahkan orientasi spiritual jemaat. Disimpulkan bahwa karakteristik visual Gereja GMIM Sion Tomohon merupakan medium komunikasi simbolik yang krusial dalam memperkuat identitas kultural dan pengalaman teologis masyarakat, sehingga upaya pelestariannya harus mencakup pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai simbolik yang melekat pada fisik bangunannya.  
RANCANG BANGUN ALAT PENGUKUR DENSITAS LINIER BENANG DENGAN KENDALI MIKROKONTROLLER ARDUINO & SISTEM TRACKING LOT Astrini, Galuh Yuli; Wijayono, Andrian; Rumiyati, Valentina Sri Pertiwi; Mohadi, Mohadi; Chaq, Usaid Syawahidul; Pujianto, Hendri; Adeawardani, Ernestia Cheisya
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8879

Abstract

This study aims to design and develop a yarn linear density measurement device based on an Arduino Uno microcontroller integrated with an online database recording system (Google Sheet). Conventional measurement of yarn linear density is still carried out manually using a standard reeling device, which requires a relatively long time and is prone to recording errors. Therefore, this research offers an automated and digitized testing solution. The research method includes the mechanical and electronic design of the measuring device, validation of measurement results against a calibrated standard instrument, and the development of a database system and Android application for recording test results. The tests were conducted on three types of yarns (Ne? 19, Ne? 23, and Ne? 31) with ten repetitions each. The two-way ANOVA results indicated no significant differences between the prototype and the standard instrument (F(1,9) = 0.305; p = 0.594), among the tested yarn types (F(2,18) = 2.061; p = 0.156), and in their interaction (F(2,18) = 1.870; p = 0.183), confirming that the prototype is statistically valid. The database-based tracking system also demonstrated a 100% data transmission success rate with a response time of less than two seconds. This study successfully integrates physical measurement and laboratory digitalization, resulting in a prototype of an IoT-based yarn linear density testing system that can be implemented in modern textile testing laboratories, supporting the transformation toward Textile Industry 4.0. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan alat ukur densitas linear benang berbasis mikrokontroler Arduino Uno yang terintegrasi dengan sistem pencatatan hasil uji berbasis database daring (Google Sheet). Pengukuran densitas linear benang secara konvensional masih dilakukan secara manual menggunakan alat reeling standar yang membutuhkan waktu relatif lama dan rentan terhadap kesalahan pencatatan. Oleh karena itu, penelitian ini menawarkan solusi berbasis otomasi dan digitalisasi pengujian. Metode pelaksanaan meliputi tahap perancangan mekanik dan elektronik alat ukur, pengujian dan validasi hasil alat terhadap alat standar terkalibrasi, serta pengembangan sistem database dan aplikasi Android untuk pencatatan hasil pengujian. Pengujian dilakukan pada tiga jenis benang (Ne? 19, Ne? 23, dan Ne? 31) dengan sepuluh kali pengulangan masing-masing. Hasil analisis ANOVA dua arah menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara alat rancangan dan alat standar (F(1,9) = 0,305; p = 0,594), maupun antarjenis benang yang diuji (F(2,18) = 2,061; p = 0,156), serta tidak ada interaksi signifikan antara keduanya (F(2,18) = 1,870; p = 0,183), sehingga alat dapat dikatakan valid. Sistem tracking berbasis database juga menunjukkan tingkat keberhasilan pengiriman data mencapai 100% dengan waktu respon kurang dari dua detik. Penelitian ini berhasil mewujudkan integrasi antara sistem pengukuran fisik dan digitalisasi laboratorium tekstil, serta menjadi prototipe awal sistem pengujian densitas linear berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat diimplementasikan di laboratorium pengujian tekstil modern dan mendukung transformasi menuju industri tekstil 4.0.  
KESIAPAN INTERNAL PERUSAHAAN DALAM TRANSFORMASI DIGITAL MELALUI IMPLEMENTASI ERP: STUDI KASUS PT DELTA JAYA MAS BERBASIS KERANGKA TOE Darmayanti, Nadia Eka; Maghfiroh, Refiana Dwi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8880

Abstract

Digital transformation in the industrial landscape demands increased data accuracy and operational efficiency, prompting PT Delta Jaya Mas to implement an Enterprise Resource Planning (ERP) system. This study aims to analyze the company's internal readiness for ERP implementation by reviewing the challenges and benefits arising from the Technology-Organization-Environment (TOE) framework. Using qualitative descriptive methods, data was collected through in-depth interviews and four months of field observations with relevant divisions. The analysis reveals that the company's readiness still faces multidimensional challenges, including technological infrastructure and network stability constraints, organizational barriers such as lack of inter-divisional communication and resistance to adaptation due to age, and environmental challenges related to reliance on vendor responses. Nevertheless, the system has proven to provide significant benefits in the form of data centralization on a single platform, increased information transparency, and minimized human error and data duplication. It is concluded that despite facing technical and adaptation challenges, ERP implementation has had a positive impact on work effectiveness, with the company targeting full system optimization by 2026 through continuous infrastructure improvements. ABSTRAK Transformasi digital dalam lanskap industri menuntut peningkatan akurasi data dan efisiensi operasional, yang mendorong PT Delta Jaya Mas untuk mengimplementasikan sistem Enterprise Resource Planning (ERP). Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesiapan internal perusahaan dalam penerapan ERP dengan meninjau tantangan dan manfaat yang muncul melalui pendekatan kerangka Technology-Organization-Environment (TOE). Melalui metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan lewat wawancara mendalam dan observasi lapangan selama empat bulan terhadap divisi-divisi terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesiapan perusahaan masih menghadapi tantangan multidimensi, meliputi kendala infrastruktur teknologi dan stabilitas jaringan, hambatan organisasional berupa kurangnya komunikasi antar-divisi serta resistensi adaptasi akibat faktor usia, hingga tantangan lingkungan terkait ketergantungan pada respon vendor. Meskipun demikian, sistem ini terbukti memberikan manfaat signifikan berupa sentralisasi data dalam satu platform, peningkatan transparansi informasi, serta minimalisasi human error dan duplikasi data. Disimpulkan bahwa walau menghadapi kendala teknis dan adaptasi, implementasi ERP telah memberikan dampak positif pada efektivitas kerja, di mana perusahaan menargetkan optimalisasi sistem sepenuhnya pada tahun 2026 melalui perbaikan infrastruktur berkelanjutan.  
QUALITY CONTROL SEBAGAI SISTEM PREVENTIF ANALISIS AKAR PENYEBAB DEFECT PRODUK PADA PT DELTA JAYA MAS Rahman, Randy Daiva; Maghfiroh, Refiana Dwi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8881

Abstract

PT Delta Jaya Mas is facing difficulties in maintaining the quality of its hose products, after discovering a number of defective items that disrupted the smooth production process. The most visible problems include bubbles (65%), kinks or bends (28%), and barbells (7%). This study aims to identify the root causes of these problems using a fishbone diagram and design appropriate improvement strategies. The analysis revealed that the causes of the defects stem from six key elements. Human factors are influenced by a lack of operator accuracy and training; machine factors are caused by a lack of regular maintenance; material factors are caused by varying raw material quality; method factors are caused by unclear work procedures; measurement factors arise from infrequently calibrated equipment; and environmental factors are affected by unstable temperature and humidity. As solutions, this study recommends improvements through intensive employee training programs, the implementation of routine machine maintenance schedules, strict supervision of raw material suppliers, and improvements to operational standards and work environment conditions. Implementation of these measures is expected to significantly reduce the rate of defects and improve the quality of the company's products. ABSTRAK PT Delta Jaya Mas menghadapi kesulitan dalam mempertahankan mutu produk selang, setelah ditemukan sejumlah barang yang mengalami kerusakan (cacat) yang mengganggu kelancaran proses produksi. Masalah yang paling terlihat mencakup cacat gelembung (65%), kink atau tekukan (28%), dan barbel (7%). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber utama dari permasalahan ini dengan menggunakan teknik diagram tulang ikan (fishbone diagram) serta merancang strategi perbaikan yang sesuai. Analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa penyebab kerusakan berasal dari enam elemen kunci. Faktor manusia dipengaruhi oleh minimnya ketelitian dan pelatihan bagi operator, faktor mesin disebabkan oleh kurangnya perawatan secara berkala, faktor material disebabkan oleh kualitas bahan baku yang variatif faktor metode terdapat karena prosedur kerja yang tidak terlalu jelas faktor pengukuran muncul akibat alat yang tidak sering dikalibrasi, sementara faktor lingkungan terpengaruh oleh suhu dan kelembapan yang tidak stabil. Sebagai langkah solutif, penelitian ini merekomendasikan perbaikan melalui program pelatihan intensif untuk karyawan, penerapan jadwal perawatan mesin yang rutin, pengawasan ketat terhadap pemasok bahan baku, dan perbaikan standar operasional serta kondisi lingkungan kerja. Implementasi langkah-langkah ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi tingkat kerusakan dan meningkatkan kualitas produk perusahaan.  
PEMANFAATAN DATA OPERASIONAL HARIAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS DATA DI PT DELTA JAYA MAS Nainggolan, Enjel One; Maghfiroh, Refiana Dwi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8882

Abstract

Digital transformation is driving the manufacturing industry to optimize the use of operational data as a foundation for accurate and responsive decision-making. This study aims to analyze the effectiveness of daily operational data utilization in managerial processes at the Mandrel Division of PT Delta Jaya Mas, while also evaluating the challenges faced. Using a descriptive qualitative approach, data was collected through interviews, observations, and documentation studies. The research findings reveal that operational data has become a vital instrument in production monitoring, quality control, and strategic planning. However, the current hybrid recording system—combining manual forms and the AppSheet digital platform—often leads to inefficiencies such as input errors, data latency, and reliance on manual validation. Variations in human resource competencies and the lack of holistic system integration also impact the consistency of data quality. The study's conclusions confirm that although the Mandrel Division is on the transition path toward Data-Driven Decision Making (DDDM), data quality optimization and digital system integration are essential to improve the accuracy of managerial decisions. These findings contribute to the academic literature on operational management and provide practical recommendations for companies to strengthen data governance. ABSTRAK Transformasi digital mendorong industri manufaktur untuk mengoptimalkan penggunaan data operasional sebagai fondasi pengambilan keputusan yang akurat dan responsif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemanfaatan data operasional harian dalam proses manajerial di Divisi Mandrel PT Delta Jaya Mas, sekaligus mengevaluasi tantangan yang dihadapi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa data operasional telah menjadi instrumen vital dalam pemantauan produksi, pengendalian mutu, dan perencanaan strategis. Namun, sistem pencatatan yang masih bersifat hibrida—memadukan formulir manual dan platform digital AppSheet—kerap memicu inefisiensi berupa kesalahan input, latensi data, dan ketergantungan pada validasi manual. Variasi kompetensi sumber daya manusia dan belum terintegrasinya sistem secara holistik turut memengaruhi konsistensi kualitas data. Simpulan studi ini menegaskan bahwa meskipun Divisi Mandrel telah berada pada jalur transisi menuju Data-Driven Decision Making (DDDM), optimalisasi kualitas data dan integrasi sistem digital mutlak diperlukan untuk meningkatkan akurasi keputusan manajerial. Temuan ini berkontribusi secara akademis dalam memperkaya literatur manajemen operasional dan memberikan rekomendasi praktis bagi perusahaan untuk memperkuat tata kelola data.
ANALISIS PERAN CORE-TAX DALAM TRANSFORMASI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN DAN TRANSPARANSI PT DELTA JAYA MAS Syahrin, Febyan Cahya Alfi; Maghfiroh, Refiana Dwi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8883

Abstract

Digital transformation in tax administration is now a strategic necessity for the manufacturing sector to improve the efficiency and accountability of data management. This study aims to analyze the role of the Core-Tax Administration System implementation in supporting digital transformation at PT Delta Jaya Mas, with a primary focus on improving tax compliance and transparency during the transition from a manual system. This study employed a qualitative method through a case study approach. Data were collected through in-depth interviews, observations of the reporting process, and document analysis, then processed using the Miles and Huberman interactive analysis model. The research findings indicate that the implementation of Core-Tax significantly improved operational effectiveness through automated data validation, digital archiving, and reporting efficiency, minimizing the risk of duplication and administrative errors. Furthermore, the system strengthened internal transparency through real-time data access and reduced the risk of regulatory non-compliance. Despite challenges with human resource adaptation during the initial stages, it was concluded that Core-Tax contributed significantly to strengthening the company's tax governance to be more modern, accurate, and structured. ABSTRAK Transformasi digital dalam administrasi perpajakan kini menjadi kebutuhan strategis bagi sektor manufaktur guna meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas pengelolaan data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran implementasi Core-Tax Administration System dalam mendukung transformasi digital di PT Delta Jaya Mas, dengan fokus utama pada peningkatan kepatuhan dan transparansi perpajakan selama masa transisi dari sistem manual. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan lewat wawancara mendalam, observasi proses pelaporan, dan analisis dokumen, kemudian diolah menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan Core-Tax secara signifikan meningkatkan efektivitas operasional melalui validasi data otomatis, pengarsipan digital, dan efisiensi pelaporan yang meminimalkan risiko duplikasi serta kesalahan administrasi. Selain itu, sistem ini memperkuat transparansi internal melalui akses data real-time dan menurunkan risiko ketidakpatuhan regulasi. Meskipun terdapat tantangan adaptasi sumber daya manusia pada tahap awal, disimpulkan bahwa Core-Tax berkontribusi vital dalam memperkuat tata kelola perpajakan perusahaan yang lebih modern, akurat, dan terstruktur.
APPLICATION OF SWOT ANALYSIS FOR FORMULATING PRODUCTION QUALITY IMPROVEMENT STRATEGY AT PT DELTA JAYA MAS Prasojo, Nando Janitra; Maghfiroh, Refiana Dwi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8884

Abstract

This research is motivated by the urgency of addressing the high product defect rate at PT Delta Jaya Mas, which is weakening its competitiveness in the global hose industry. The primary objective of this study is to formulate a comprehensive strategy for improving production quality by mapping the company's internal and external factors. Using qualitative descriptive methods, data were obtained from participant observation, in-depth interviews, and documentation, which were then analyzed using the IFAS, EFAS, and TOWS matrices. The analysis revealed that despite the company's strong business reputation and raw material certification, operational performance was still hampered by a reactive machine maintenance system and supply fluctuations. As a solution, this study recommends an aggressive strategy focused on export market expansion and product customization. Operationally, the company is encouraged to transform its maintenance system into a preventive one, as well as diversify its suppliers and train its workforce across functions. These strategic steps are crucial for minimizing product damage, addressing price pressures from imported products, and ensuring the long-term sustainability of production quality. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi penanganan tingginya tingkat cacat produk di PT Delta Jaya Mas yang melemahkan daya saing di tengah kompetisi industri selang global. Tujuan utama studi ini adalah merumuskan strategi komprehensif untuk peningkatan kualitas produksi dengan memetakan faktor internal dan eksternal perusahaan. Melalui metode deskriptif kualitatif, data diperoleh dari observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan matriks IFAS, EFAS, serta TOWS. Hasil analisis mengungkapkan bahwa meskipun perusahaan memiliki fondasi kuat dalam reputasi bisnis dan sertifikasi bahan baku, kinerja operasional masih terhambat oleh penerapan sistem pemeliharaan mesin yang bersifat reaktif dan fluktuasi pasokan. Sebagai solusi, penelitian ini merekomendasikan strategi agresif yang berfokus pada ekspansi pasar ekspor dan kustomisasi produk. Secara operasional, perusahaan didorong untuk mentransformasi sistem pemeliharaan menjadi preventif, serta melakukan diversifikasi pemasok dan pelatihan tenaga kerja lintas fungsi. Langkah-langkah strategis ini krusial untuk meminimalkan kerusakan produk, menghadapi tekanan harga dari produk impor, serta menjamin keberlanjutan kualitas produksi jangka panjang.  
ANALISIS PENERAPAN PURCHASING DALAM MENDUKUNG KINERJA OPERASIONAL (STUDI KASUS PT INDO BISMAR ) Fatimatuzzahro, Silviana; Adiwati, Mei Retno
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8885

Abstract

Purchasing strategy plays a crucial role in maintaining the stability of a company's operational performance through effective procurement and supplier relationship management. This study aims to analyze the implementation of purchasing strategy at PT Indo Bismar, with a primary focus on requirements planning, Purchase Order (PO) procedures, internal coordination, and supplier management. This study employed a qualitative descriptive method, where data were obtained through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies, then analyzed using a data reduction and presentation model. The results revealed that although the purchasing strategy at PT Indo Bismar has contributed to meeting operational needs, its implementation has not been fully optimized. Key obstacles identified include delays in supplier deliveries, discrepancies in inventory data between physical warehouse and administrative records, and a lack of systematic integration in inter-divisional coordination. These findings confirm that the effectiveness of the current strategy is still limited by weaknesses in information management and performance evaluation. It is concluded that improving information system integration and strengthening cross-functional coordination are essential to ensure data accuracy and timely procurement to support the company's sustainable operational performance. ABSTRAK Strategi purchasing memegang peranan krusial dalam menjaga stabilitas kinerja operasional perusahaan melalui pengelolaan pengadaan dan hubungan pemasok yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi purchasing pada PT Indo Bismar, dengan fokus utama pada perencanaan kebutuhan, prosedur Purchase Order (PO), koordinasi internal, serta manajemen pemasok. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif, di mana data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model reduksi dan penyajian data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa meskipun strategi purchasing di PT Indo Bismar telah berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan operasional, implementasinya belum sepenuhnya optimal. Kendala utama yang teridentifikasi meliputi keterlambatan pengiriman pemasok, ketidaksesuaian data stok antara fisik gudang dan catatan administrasi, serta kurangnya integrasi sistematis dalam koordinasi antar divisi. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas strategi saat ini masih dibatasi oleh kelemahan dalam pengelolaan informasi dan evaluasi kinerja. Disimpulkan bahwa peningkatan integrasi sistem informasi dan penguatan koordinasi lintas fungsi sangat diperlukan guna menjamin akurasi data dan ketepatan waktu pengadaan demi mendukung kinerja operasional perusahaan secara berkelanjutan.  
ANALISIS NEGOSIASI HARGA DAN KELANGKAAN SUKU CADANG DALAM ADMINISTRASI SERVIS DI PT INDO BISMAR Nabila, Ikfina Salsa; Adiwati, Mei Retno
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8886

Abstract

Laptop service administration at PT Indo Bismar faces major challenges in the form of high price negotiations by customers and limited availability of spare parts, especially for older generation laptops that are no longer produced by the manufacturer. These conditions impact the administrative process and service delays. This study aims to analyze price negotiation patterns and strategies for handling spare parts shortages in laptop service administration at PT Indo Bismar. This study uses a descriptive qualitative method with data collection techniques through semi-structured interviews with two key informants: the service admin and the service head. Interviews were conducted directly using research question guidelines. The data obtained were analyzed using thematic analysis to identify key themes related to price negotiations, spare parts shortages, and their impact on service administration. The results show that approximately 40-60% of customers negotiate prices, especially for repairs of key components such as motherboards. Substandard price negotiations are handled through coordination with managers in accordance with company Standard Operating Procedure (SOP). To address spare parts shortages, PT Indo Bismar relies on local Surabaya suppliers with a fast ordering system and the use of spare parts cannibalized from other units with limited warranties. This study concludes that the implementation of dynamic price lists and selective stock provision of key spare parts such as Solid State Drives (SSD) and Random Access Memory (RAM) can improve administrative efficiency and service quality. ABSTRAK Administrasi servis laptop di PT Indo Bismar menghadapi permasalahan utama berupa tingginya negosiasi harga oleh pelanggan serta keterbatasan ketersediaan suku cadang, khususnya pada laptop generasi lama yang sudah tidak lagi diproduksi oleh pabrikan. Kondisi tersebut berdampak pada keterlambatan proses administrasi dan pelayanan servis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola negosiasi harga dan strategi penanganan kelangkaan suku cadang dalam administrasi servis laptop di PT Indo Bismar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur terhadap dua informan utama yaitu admin servis dan kepala servis. Wawancara dilakukan secara langsung menggunakan pedoman pertanyaan penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi tema utama terkait negosiasi harga, kelangkaan suku cadang, serta dampaknya terhadap administrasi servis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 40-60% pelanggan melakukan negosiasi harga, terutama pada perbaikan komponen utama seperti motherboard. Negosiasi harga di bawah standar ditangani melalui koordinasi dengan manajer sesuai standar operasional prosedur (SOP) perusahaan. Dalam mengatasi kelangkaan suku cadang, PT Indo Bismar mengandalkan supplier lokal Surabaya dengan sistem pemesanan cepat serta penggunaan suku cadang hasil kanibalisasi unit lain dengan garansi terbatas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan daftar harga dinamis dan penyediaan stok selektif suku cadang utama seperti Solid State Drive (SSD) dan Random Access Memory (RAM) dapat meningkatkan efisiensi administrasi dan kualitas layanan servis.