cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 420 Documents
PERBANDINGAN PEMBERIAN PAKAN KOMERSIAL DAN LIMBAH ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN LELE DUMBO CLARIAS GERIEPHINUS Sirley, Norma Y; Samsi, Andi Nur; Bahar, Irnayanti
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8866

Abstract

The cultivation of African catfish (Clarias gariepinus) plays a strategic role in the national freshwater fisheries sector, but is often hampered by the high cost of artificial feed, which impacts profitability. This study aims to analyze the comparative effectiveness of commercial feed and organic waste utilization on the growth rate of African catfish raised using a semi-RAS (Recirculating Aquaculture System). Through an experimental approach conducted at the Mappaodang Armed Forces in Makassar, this study observed the average weight increase of fish in two different feed treatment groups. The research findings indicate that commercial feed has a significantly greater impact on growth than organic waste feed, with the average weight of fish in the commercial feed treatment increasing from 13.3 grams to 288 grams, while the average weight of fish in the organic waste treatment only increased from 18.3 grams to 163.3 grams. It was concluded that although commercial feed is superior in stimulating growth due to its complete and easily digestible nutritional composition, organic waste still has potential as an economical and environmentally friendly feed alternative, provided that further processing such as fermentation or nutrient reformulation is required to support optimal cultivation productivity. ABSTRAK Budidaya ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) memegang peranan strategis dalam sektor perikanan air tawar nasional, namun sering kali dihadapkan pada kendala tingginya biaya pakan buatan yang mempengaruhi profitabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efektivitas antara pemberian pakan komersial dan pemanfaatan limbah organik terhadap laju pertumbuhan ikan lele dumbo yang dipelihara menggunakan sistem semi-RAS (Recirculating Aquaculture System). Melalui pendekatan eksperimental yang dilaksanakan di Armed Mappaodang Makassar, studi ini mengamati parameter peningkatan bobot rata-rata ikan pada dua kelompok perlakuan pakan yang berbeda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pakan komersial memberikan dampak pertumbuhan yang jauh lebih signifikan dibandingkan pakan limbah organik, di mana bobot rata-rata ikan pada perlakuan pakan komersial melonjak dari 13,3 gram menjadi 288 gram, sedangkan pada perlakuan limbah organik hanya meningkat dari 18,3 gram menjadi 163,3 gram. Disimpulkan bahwa meskipun pakan komersial lebih unggul dalam memacu pertumbuhan karena komposisi nutrisi yang lengkap dan mudah dicerna, limbah organik tetap memiliki potensi sebagai alternatif pakan yang ekonomis dan ramah lingkungan, dengan catatan memerlukan pengolahan lebih lanjut seperti fermentasi atau reformulasi nutrisi agar dapat mendukung produktivitas budidaya secara optimal.  
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG KONSUMSI MAKANAN TRADISIONAL SEBAGAI BENTUK UPAYA BELA NEGARA Michiko, Runi; Gading, Yoanita Maria Putri Sekar; Sibuea, Rahel; Kumayas, Jacqualyne Gavrilla; Wijaya, Theresa Nadine; Dariyo, Agoes
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8867

Abstract

National defence is not limited to physical efforts but can also be strengthened through economic and cultural contributions, including the consumption of traditional food. Traditional dishes play a dual function: supporting the MSME sector and preserving cultural heritage. MSMEs account for 99% of business activities and contribute 60% to the national GDP. However, in the era of globalization, the consumption of traditional food has declined as people increasingly prefer non-traditional options influenced by trends, quality, and pricing. This situation shows the need for strategies that can maintain public interest in traditional cuisine. Using a qualitative approach with convenience sampling, this study explores Indonesians’ perceptions of traditional food. The interview results indicate that participants still consume traditional dishes in their daily lives, partly because these foods convey a sense of warmth and familiarity. All participants agreed that eating traditional food represents an act of national defence and a tangible expression of patriotism, a perspective that should be more widely understood by the public. Nonetheless, significant challenges remain, particularly in promoting traditional food to younger generations due to limited creative marketing and insufficient innovation. Therefore, more inventive efforts and broader support are needed to ensure traditional food remains appealing and relevant to society. ABSTRAK Bela negara tidak hanya berbentuk fisik melainkan juga melalui kontribusi ekonomi dan budaya yang diwujudkan melalui konsumsi makanan tradisional. Makanan tradisional memiliki peran ganda, yaitu sebagai penopang ekonomi UMKM dan melestarikan budaya bangsa. Data menunjukan bahwa UMKM mewakili 99% kegiatan bisnis dan berkontribusi 60% terhadap PDB, namun pada era globalisasi konsumsi makanan tradisional menurun. Masyarakat lebih memilih makanan non-tradisional yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti tren, kualitas, dan harga. Maka dari itu diperlukan strategi agar makanan tradisional tetap diminati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan convenience sampling untuk mengetahui persepsi masyarakat Indonesia mengenai makanan tradisional. Hasil wawancara menunjukan bahwa partisipan masih mengonsumsi makanan tradisional sebagai makanan sehari-hari dengan beberapa alasan, salah satunya adalah dikarenakan rasa kehangatan yang diberikan dari makanan tradisional tersebut. Dengan mengkonsumsi hidangan tradisional, semua partisipan setuju bahwa hal tersebut merupakan salah satu cara untuk membela negara sekaligus bentuk nyata cinta tanah air. Cara ini perlu diketahui oleh masyarakat luas. Namun, terdapat tantangan utama dalam mengenalkan makanan tradisional, khususnya kepada generasi muda, seperti kurangnya promosi kreatif dan terbatasnya inovasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya baru yang lebih kreatif serta dukungan dari berbagai pihak agar makanan tradisional semakin diminati oleh masyarakat luas.  
IMPLEMENTASI MAKNA SAKRAMEN EKARISTI DALAM KEHIDUPAN KELUARGA KATOLIK DI STASI SANTO TARSISIUS NAMO PULI PAROKI SANTO YOSEF DELITUA Tarigan, Putri Damiana Br; Fajariyanto, Tri Chandra
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8868

Abstract

The sacrament of the Eucharist holds a central position in the Catholic faith as a source of spiritual strength and a means of union with Christ. However, the reality on the ground often reveals a gap between theological understanding and the practical experience of the congregation in their daily lives. This study aims to explore in depth the implementation of the meaning of the Eucharist in the lives of Catholic families at the Santo Tarsisius Namo Puli Station, Santo Yosef Delitua Parish, amidst the challenges of modernization. The method used was descriptive qualitative, with data collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation studies of families at the station. The research findings indicate that the congregation has a strong liturgical understanding, reflected in their discipline and reverence during the celebration of the Eucharist. Concretely, these spiritual values ??are deeply ingrained and transformed into social piety, such as increased solidarity, empathy, and selfless acts of charity in the surrounding community. The Eucharist has also proven to be effective as a glue for social cohesion, uniting the congregation without barriers of status, and serves as a foundation for families instilling the moral values ??of honesty and a spirit of service. The main conclusion emphasizes that for this community, the Eucharist is not just a ritual, but the heart of spiritual life, empowering families to remain resilient, harmonious, and faithful in living out their faith amidst the dynamics of the times. ABSTRAK Sakramen Ekaristi menempati posisi sentral dalam iman Katolik sebagai sumber kekuatan spiritual dan sarana persatuan dengan Kristus, namun realitas di lapangan kerap menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman teologis dan penghayatan praktis umat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam implementasi makna Ekaristi dalam kehidupan keluarga Katolik di Stasi Santo Tarsisius Namo Puli, Paroki Santo Yosef Delitua, di tengah tantangan arus modernisasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap keluarga-keluarga di stasi tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa umat memiliki penghayatan liturgis yang tinggi, yang tercermin dari kedisiplinan dan kekhusyukan saat perayaan Ekaristi. Secara konkret, nilai spiritual ini tertanam kuat dan bertransformasi menjadi kesalehan sosial, seperti meningkatnya solidaritas, empati, serta tindakan amal kasih tanpa pamrih di lingkungan sekitar. Ekaristi juga terbukti berfungsi efektif sebagai perekat kohesi sosial yang menyatukan umat tanpa sekat status, serta menjadi fondasi bagi keluarga dalam menanamkan nilai moral kejujuran dan semangat pelayanan. Simpulan utama menegaskan bahwa bagi komunitas ini, Ekaristi bukan sekadar ritual, melainkan jantung kehidupan rohani yang memberdayakan keluarga untuk tetap tangguh, harmonis, dan setia menghidupi iman di tengah dinamika zaman.  
HUBUNGAN KONTROL DIRI DENGAN PERILAKU IMPULSIVE BUYING SECARA ONLINE PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PSIKOLOGI UNIVERSITAS NUSA CENDANA Riwu, Sherryn Trienanda; Weraman, Pius; Manafe, Rizky Pradita; Lerik, Mariana Dinah Charlota
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8869

Abstract

This study aims to determine the relationship between self-control and online impulsive buying behavior among students of the Psychology Study Program at Nusa Cendana University. This research employed a quantitative approach using a correlational method. The sample consisted of 234 active psychology students from Nusa Cendana University, selected through purposive sampling. Data were collected using an online questionnaire that included two scales: the Self-Control Scale adapted from Averill and the Impulsive Buying Scale adapted from Coley and Burgess. Data were analyzed using SPSS version 26.0 through the Kolmogorov-Smirnov normality test, linearity test, and Pearson Product Moment correlation test. The results showed that the data were normally distributed (Asymp. Sig. = 0,200) and revealed a significant negative relationship between self-control and online impulsive buying behavior (r = -0.631; p < 0.05). This indicates that the higher a person’s level of self-control, the lower their tendency to engage in impulsive online purchases. These findings suggest that self-control plays an important role in reducing consumptive behavior among students, particularly in the context of online shopping, which is often influenced by digital trends and marketing temptations. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan perilaku impulsive buying secara online pada mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Nusa Cendana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 234 mahasiswa aktif Program Studi Psikologi Universitas Nusa Cendana yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring menggunakan dua skala, yaitu skala kontrol diri yang diadaptasi dari Averill dan skala impulsive buying dari Coley dan Burgess. Analisis data dilakukan menggunakan program SPSS versi 26.0 dengan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, uji linearitas, dan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal (Asymp. Sig. = 0,200) dan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri dengan perilaku impulsive buying secara online pada mahasiswa psikologi Universitas Nusa Cendana (r = -0,631; p < 0,05). Artinya, semakin tinggi tingkat kontrol diri seseorang, semakin rendah kecenderungannya untuk melakukan pembelian secara impulsif.Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan mengendalikan diri berperan penting dalam menekan perilaku konsumtif di kalangan mahasiswa, terutama dalam konteks belanja daring yang sarat dengan godaan promosi dan tren digital.  
STRATEGI PROGRAM ELDERLY SCHOOL OF ‘AISYIYAH (ESA) AISYIYAH SURAKARTA DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN SOSIOEMOSIONAL LANSIA Shobahiya, Mahasri; Jihad, Fauzan Addinul
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8870

Abstract

The aging population in Indonesia has triggered an urgent need for community-based elderly services that focus not only on physical health but also on psychological well-being. This study aims to explore the program strategies of the Elderly School of ‘Aisyiyah (ESA) Surakarta in meeting the socioemotional needs of the elderly and to analyze implementation challenges through the lens of Socioemotional Selectivity Theory (SST). This research employed a qualitative method with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with program managers and intensive observation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The results indicate that ESA applies a flexible curriculum strategy integrated into four main pillars: Religion, Psychology, Health, and Arts and Sports. This strategy effectively facilitates the transition of elderly motivation from knowledge-related goals to emotion-related goals. This success is empirically validated through the phenomenon of color psychology, where a shift in participants' artwork preferences occurred from the spectrum of excitement (red-yellow) to the spectrum of tranquility (green-blue). However, program implementation faces internal challenges such as physical degradation, situational depression, and post-power syndrome resistance. This study concludes that a personalized approach adaptive to the elderly's perceived remaining time is the key to achieving inner peace and husnul khotimah. ABSTRAK Penuaan populasi di Indonesia memicu urgensi layanan lansia berbasis komunitas yang tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi program Elderly School of ‘Aisyiyah (ESA) Surakarta dalam memenuhi kebutuhan sosioemosional lansia serta membedah tantangan implementasinya melalui lensa Socioemotional Selectivity Theory (SST). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap pengelola program dan diobservasi secara intensif, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ESA menerapkan strategi kurikulum fleksibel yang terintegrasi dalam empat pilar utama: Agama, Psikologi, Kesehatan, serta Seni dan Olahraga. Strategi ini terbukti efektif memfasilitasi transisi motivasi lansia dari tujuan berbasis pengetahuan (knowledge-related goals) menuju tujuan berbasis emosi (emotion-related goals). Keberhasilan ini tervalidasi secara empiris melalui fenomena psikologi warna, di mana terjadi pergeseran preferensi karya seni peserta dari spektrum gairah (merah-kuning) menuju spektrum ketenangan (hijau-biru). Meskipun demikian, implementasi program menghadapi tantangan internal berupa degradasi fisik, depresi situasional, dan resistensi post-power syndrome. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan personalisasi yang adaptif terhadap sisa waktu hidup lansia adalah kunci utama dalam mewujudkan ketenangan batin dan husnul khotimah.
OVERVIEW; HUBUNGAN ANTARA ADVERSE CHILDHOOD EXPERIENCE, REGULASI EMOSI DAN NON-SUICIDAL SELF-INJURY Usfal, Veronika F.; Manafe, Rizky Pradita; Takalapeta, Theodora
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8871

Abstract

Adverse Childhood Experiences (ACEs) are traumatic events during childhood that have long-term impacts on mental health, often hindering emotional maturity and triggering maladaptive coping mechanisms such as Non-Suicidal Self-Injury (NSSI). This study aims to analyze the complex relationship between ACEs, emotion regulation, and NSSI, with a particular focus on the role of emotion regulation as a mediator linking traumatic experiences to self-injurious behavior. Using a narrative literature review, this study synthesized data from relevant scientific articles published between 2015 and 2025 through systematic searches of academic databases such as PubMed and ScienceDirect. Key findings demonstrate consistent evidence that exposure to ACEs is strongly correlated with emotion dysregulation, which subsequently significantly increases the risk of self-injurious behavior without suicidal intent. This study confirms that the inability to manage emotions adaptively is a key mechanistic pathway linking childhood trauma to NSSI behavior. It is concluded that psychological interventions focused on strengthening emotion regulation skills are crucial for mitigating the detrimental impact of ACEs and preventing NSSI behaviors in vulnerable individuals, particularly adolescents. ABSTRAK Adverse Childhood Experience (ACE) merupakan peristiwa traumatis masa kanak-kanak yang berdampak jangka panjang pada kesehatan mental, sering kali menghambat kematangan emosional dan memicu mekanisme koping maladaptif seperti Non-Suicidal Self-Injury (NSSI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kompleks antara ACE, regulasi emosi, dan NSSI, dengan fokus khusus pada peran regulasi emosi sebagai variabel mediator yang menghubungkan pengalaman traumatis dengan perilaku melukai diri. Menggunakan metode tinjauan literatur naratif (narrative literature review), penelitian ini menyintesis data dari artikel ilmiah relevan yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025 melalui penelusuran sistematis pada basis data akademik seperti PubMed dan ScienceDirect. Temuan utama menunjukkan konsistensi bukti bahwa paparan ACE berkorelasi kuat dengan disregulasi emosi, yang selanjutnya meningkatkan risiko perilaku melukai diri sendiri tanpa intensi bunuh diri secara signifikan. Studi ini menegaskan bahwa ketidakmampuan mengelola emosi secara adaptif menjadi jalur mekanistik utama yang menghubungkan trauma masa kecil dengan perilaku NSSI. Disimpulkan bahwa intervensi psikologis yang berfokus pada penguatan keterampilan regulasi emosi sangat krusial untuk memitigasi dampak buruk ACE dan mencegah perilaku NSSI pada individu yang rentan, khususnya populasi remaja.  
SELF-EFFICACY AND SOCIAL LOAFING BEHAVIOR AMONG MEMBERS OF EDUCATIONAL COMMUNITIES IN KUPANG CITY Ratu, Ester Melani Jeni; Mage, Mernon Yerlinda Carlista; Takalapeta, Theodora
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8872

Abstract

The phenomenon of social loafing, or the tendency to reduce individual contributions to group assignments, poses a real challenge to the effectiveness of non-formal educational communities. This study aims to analyze the relationship between self-efficacy and social loafing behavior among members of educational communities in Kupang City. Using a quantitative approach with a correlational design, the study involved 148 active participants from 17 educational communities selected through incidental sampling. Data were collected using an online questionnaire that included the Self-Efficacy Scale and the Social Loafing Scale, and then analyzed using the Spearman's rho statistical test. The findings showed a significant correlation between the two variables, with the majority of respondents at moderate levels for both aspects. Data analysis indicates that self-efficacy serves as a crucial internal factor; individuals with high self-efficacy tend to have greater engagement and lower levels of social loafing. In addition to psychological factors, external dynamics such as clear role allocation and supportive leadership also influence member participation. It is concluded that strengthening self-efficacy through structured community activities and providing feedback is essential to minimize passive behavior and increase collective organizational productivity. ABSTRAK Fenomena social loafing atau kecenderungan mengurangi kontribusi individu dalam tugas kelompok menjadi tantangan nyata bagi efektivitas komunitas pendidikan nonformal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-efficacy dan perilaku social loafing pada anggota komunitas pendidikan di Kota Kupang. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, studi ini melibatkan 148 partisipan aktif dari 17 komunitas pendidikan yang dipilih melalui teknik incidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner daring yang mencakup Skala Self-Efficacy dan Skala Social Loafing, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Spearman’s rho. Temuan penelitian menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara kedua variabel, di mana mayoritas responden berada pada tingkat sedang untuk kedua aspek tersebut. Analisis data mengindikasikan bahwa self-efficacy berfungsi sebagai faktor internal krusial; individu dengan keyakinan diri yang tinggi cenderung memiliki keterlibatan yang lebih besar dan tingkat social loafing yang lebih rendah. Selain faktor psikologis, dinamika eksternal seperti kejelasan pembagian peran dan kepemimpinan yang suportif turut memengaruhi partisipasi anggota. Disimpulkan bahwa penguatan self-efficacy melalui aktivitas komunitas yang terstruktur dan pemberian umpan balik sangat diperlukan untuk meminimalkan perilaku pasif serta meningkatkan produktivitas kolektif organisasi.
IDENTITAS SOSIAL ANGGOTA KOMUNITAS MAHASISWA MUSLIM PATANI THAILAND Laila, Aqim; Rahmawati, Dienita Dwi; Pratama, Muhammad Alaudin Candra; Haya, Suraida; Anas, Siti Hikmah
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8873

Abstract

Muslim Patani students studying in Indonesia face challenges as foreign students and a minority group, especially in forming their identity in a new environment. This study aims to understand how social identity is formed, maintained, and interpreted by members of the Muslim Patani student community through their experiences in the community. This study uses a qualitative approach with a phenomenological method to explore the subjective experiences of community members. Subjects were selected using purposive sampling, and data were collected through in-depth interviews. Data analysis was conducted using thematic analysis techniques to identify patterns of meaning that emerged from the participants' experiences. The results show that the Patani Muslim student community plays an important role as a safe social space and that social identity is formed through active involvement in the community, such as participation in decision-making, joint activities, and opportunities to express one's potential. In addition, social identity is maintained through consistent social, cultural, and religious practices, as well as discussions about the conditions of the Patani community in their home country. ABSTRAK Mahasiswa Muslim Patani yang menempuh pendidikan di Indonesia menghadapi tantangn sebagai mahasiswa rantau dan kelompok minoritas terutama dalam pembentukan identitas diri di lingkungan baru. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana identitas sosial terbentuk, dipertahankan, dan dimaknai oleh anggota komunitas mahasiswa Muslim Patani melalui pengalaman mereka dalam komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis untuk menggali pengalaman subjektif para anggota komunitas. Pemilihan subjek menggunakan purposive sampling dan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola makna yang muncul dari pengalaman partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas mahasiswa Muslim Patani berperan penting sebagai ruang sosial yang aman dan identitas sosial terbentuk melalui keterlibatan aktif dalam komunitas, seperti partisipasi dalam pengambilan keputusan, kegiatan bersama, serta kesempatan mengekspresikan potensi diri. Selain itu, identitas sosial dipertahankan melalui praktik sosial, budaya, dan keagamaan yang dijalankan secara konsisten, serta diskusi mengenai kondisi masyarakat Patani di negara asal.
PERAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI DI KANTOR LURAH 26 ILIR PALEMBANG Jailani, Jailani; Adiah, Masayu; Mirza, Tony
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8874

Abstract

The problem of suboptimal employee performance at the 26 Ilir Village Office in Palembang, characterized by service inefficiencies and administrative errors, is often rooted in barriers in the interpersonal communication process. This study aims to analyze in depth the role of interpersonal communication in improving employee performance using Joseph A. DeVito's theoretical framework, which includes the elements of communicator, message, channel, feedback, context, interference, and effect. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies. The results indicate that interpersonal communication plays a crucial role, not only as a means of transmitting information but also as a key catalyst in building coordination, motivation, and work commitment. Effective communication is supported by an open leadership style, a family-like work culture, and intense face-to-face interactions, although obstacles such as differences in perception and technical glitches remain. It is concluded that the implementation of adaptive and collaborative interpersonal communication can minimize these barriers, thereby significantly improving employee discipline and the quality of public services in the village. ABSTRAKPermasalahan kinerja pegawai yang belum optimal di Kantor Lurah 26 Ilir Palembang, yang ditandai dengan inefisiensi pelayanan dan kesalahan administrasi, sering kali berakar pada hambatan dalam proses komunikasi interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran komunikasi interpersonal dalam meningkatkan kinerja pegawai dengan menggunakan kerangka teori Joseph A. DeVito yang meliputi elemen komunikator, pesan, saluran, umpan balik, konteks, gangguan, dan efek. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan lewat wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal memegang peranan krusial, tidak hanya sebagai sarana transmisi informasi, tetapi juga sebagai katalisator utama dalam membangun koordinasi, motivasi, dan komitmen kerja. Efektivitas komunikasi didukung oleh gaya kepemimpinan yang terbuka, budaya kerja kekeluargaan, dan intensitas interaksi tatap muka, meskipun masih terdapat kendala berupa perbedaan persepsi dan gangguan teknis. Disimpulkan bahwa implementasi komunikasi interpersonal yang adaptif dan kolaboratif mampu meminimalisir hambatan tersebut, sehingga secara signifikan meningkatkan kedisiplinan pegawai serta kualitas pelayanan publik di lingkungan kelurahan.  
PERANCANGAN SISTEM SMARTHOME DENGAN KONSEP IOT BERBASIS ESP32 DI PERUMAHAN CITRALAND MANADO Mamengko, Marcelino Michel Fredrik; Ticoh, Janne Deivy; Mahendra, I Gede Budi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8875

Abstract

The advancement of Internet of Things (IoT) technology has spurred the development of smart home systems that enhance security, comfort, and energy efficiency in residential environments. This study aims to design and develop a smart home prototype based on the ESP32 microcontroller, implemented within the context of Citraland Manado housing. The system integrates multiple sensors, including PIR for motion detection, DHT22 for temperature and humidity monitoring, and MQ-2 for hazardous gas detection, with actuators such as relays, solenoid locks, and buzzers. Data communication between devices and users is facilitated via the MQTT protocol using the HiveMQ Cloud broker, while the user interface is developed as a web-based Progressive Web App (PWA) accessible in real time from both mobile and desktop devices. The research employs a Research and Development (R&D) methodology with an iterative system development approach. Testing results demonstrate that all components function as designed, data communication remains stable with latency under one second, and the PWA interface is responsive and user-friendly. Nevertheless, the system still faces limitations regarding push notifications and long-term data storage. Overall, this prototype proves to be a viable, affordable, and self-reliant smart home solution with potential for further development and real-world implementation. ABSTRAK Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) mendorong hadirnya sistem smarthome yang mampu meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan efisiensi energi di lingkungan perumahan. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan prototipe sistem smarthome berbasis mikrokontroler ESP32 yang diimplementasikan dalam konteks Perumahan Citraland Manado. Sistem ini mengintegrasikan berbagai sensor, seperti PIR untuk deteksi gerakan, DHT22 untuk pemantauan suhu dan kelembapan, serta MQ-2 untuk deteksi gas berbahaya, dengan aktuator seperti relay, solenoid lock, dan buzzer. Komunikasi data antara perangkat dan pengguna dilakukan melalui protokol MQTT dengan broker HiveMQ Cloud, sedangkan antarmuka pengguna dibangun sebagai Progressive Web App (PWA) berbasis web yang dapat diakses secara real-time dari perangkat mobile maupun desktop. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan pengembangan sistem secara iteratif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh komponen berfungsi sesuai rancangan, komunikasi data berjalan stabil dengan latensi di bawah 1 detik, dan antarmuka PWA responsif serta mudah digunakan. Meski demikian, sistem masih memiliki keterbatasan dalam hal notifikasi push dan penyimpanan data jangka panjang. Secara keseluruhan, prototipe ini terbukti layak sebagai solusi smarthome yang terjangkau, mandiri, dan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk implementasi skala nyata.