cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 372 Documents
PENGARUH BELANJA DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA PARIAMAN Habibani, Rhaysya Admmi; Asnil, Asnil; Frinaldi, Aldri; Putri, Nora Eka
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7823

Abstract

Regional expenditure is one of the main fiscal instruments of local governments that plays a crucial role in driving economic development and improving public welfare. Through effective and efficient allocation of public budgets, local governments are expected to strengthen local economic capacity and enhance the performance of productive sectors. This study aims to analyze the effect of regional expenditure on economic growth in Pariaman City during the period 2015–2023. The study employs a quantitative approach using a simple linear regression method, in which the independent variable is total regional expenditure, and the dependent variable is economic growth measured by the growth rate of Gross Regional Domestic Product (GRDP) at constant prices. Data were obtained from the official publications of the Regional Financial Agency (BKD) and the Central Bureau of Statistics (BPS) of Pariaman City. The analysis results show that regional expenditure has a positive and significant influence on economic growth, with a regression coefficient value of 0.312 and a coefficient of determination (R²) of 0.61. This indicates that approximately 61% of the variation in economic growth can be explained by changes in regional expenditure. These findings support Keynesian economic theory, which posits that an increase in government spending can stimulate the expansion of economic activity through the multiplier effect mechanism. Nevertheless, the effectiveness of regional expenditure in Pariaman City remains influenced by the structure of budget allocation, which tends to be dominated by operational spending and delays in the realization of capital expenditures. Therefore, improving the quality of public spending is essential to ensure that every rupiah of the budget spent generates tangible impacts on economic growth and public welfare. This study recommends increasing the proportion of productive capital expenditures, implementing result-based budgeting, and strengthening fiscal accountability as key strategies to reinforce the linkage between local fiscal policy and economic performance in the future. ABSTRAKBelanja daerah merupakan salah satu instrumen fiskal utama pemerintah daerah yang berperan dalam mendorong pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui alokasi anggaran publik yang efektif dan efisien, pemerintah daerah diharapkan mampu memperkuat kapasitas ekonomi lokal dan meningkatkan kinerja sektor-sektor produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Pariaman selama periode 2015–2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier sederhana, di mana variabel independen yang digunakan adalah total belanja daerah dan variabel dependen adalah pertumbuhan ekonomi yang diukur berdasarkan laju Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan. Data diperoleh dari publikasi resmi Badan Keuangan Daerah (BKD) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pariaman. Hasil analisis menunjukkan bahwa belanja daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,312 dan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,61. Hal ini berarti bahwa sekitar 61% variasi pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan oleh perubahan belanja daerah. Temuan ini mendukung teori ekonomi Keynesian yang menyatakan bahwa peningkatan pengeluaran pemerintah dapat mendorong ekspansi aktivitas ekonomi melalui mekanisme multiplier effect. Meskipun demikian, efektivitas belanja daerah di Kota Pariaman masih dipengaruhi oleh struktur alokasi anggaran yang cenderung didominasi oleh belanja operasional dan keterlambatan realisasi belanja modal. Oleh karena itu, peningkatan kualitas belanja publik menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan setiap rupiah anggaran yang dikeluarkan benar-benar memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan proporsi belanja modal produktif, perencanaan berbasis hasil (result-based budgeting), serta penguatan akuntabilitas fiskal sebagai strategi untuk memperkuat hubungan antara kebijakan fiskal daerah dan kinerja ekonomi lokal di masa mendatang.
DETEKSI DINI GANGGUAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 0–72 BULAN: EKSPLORASI PERAN ORANG TUA DAN KADER POSYANDU Khadijah, Khadijah; Nasution, Homsani; Salna, Ijar; Fitriani Munthe, Aulia; Sabrina Ramdhani Hasibuan, Alya
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.8084

Abstract

This study aims to explore the extent of parents' and Posyandu cadres' understanding of the importance of early detection of growth and development in children aged 0 - 72 months as a preventive measure against developmental disorders. The research employed a qualitative approach through in-depth interviews and direct observation at the Silindit Posyandu. Participants included 15 parents of young children, two professional healthcare workers, and several active Posyandu cadres. The findings indicate that while the educational sessions provided at the Posyandu have increased parental awareness, their understanding of developmental disorder indicators remains limited. Several factors influence the effectiveness of early detection programs, including parental knowledge, the accessibility of Posyandu services, and the family's socioeconomic conditions. On the other hand, although Posyandu plays a crucial role, its implementation still faces challenges such as limited human resources, low parental engagement, and the lack of ongoing training for cadres. Therefore, the study recommends enhancing parental education on normal child development stages, providing intensive training for cadres, and improving access to Posyandu services. These findings offer valuable insights for policy formulation and the development of more effective early intervention strategies to support optimal child development. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menggali sejauh mana pemahaman orang tua dan kader Posyandu mengenai pentingnya deteksi dini terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak usia 0–72 bulan sebagai langkah preventif terhadap gangguan perkembangan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi langsung di Posyandu Silindit. Partisipan meliputi 15 orang tua yang memiliki anak usia dini, dua tenaga medis profesional, serta sejumlah kader posyandu yang aktif. Hasil studi menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan di Posyandu telah meningkatkan kesadaran orang tua, namun pemahaman mereka terkait tanda-tanda gangguan perkembangan masih terbatas. Beberapa faktor yang memengaruhi keberhasilan deteksi dini meliputi pengetahuan orang tua, ketersediaan dan kemudahan akses ke layanan Posyandu, serta kondisi sosial ekonomi keluarga. Di sisi lain, meskipun Posyandu memainkan peran penting, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan tenaga kader, rendahnya keterlibatan orang tua, dan kurangnya pelatihan berkala bagi kader. Oleh karena itu, studi ini merekomendasikan peningkatan edukasi bagi orang tua mengenai tahapan perkembangan anak, penyelenggaraan pelatihan intensif untuk kader, serta perbaikan akses terhadap layanan Posyandu. Temuan ini memberikan kontribusi berarti dalam perumusan kebijakan serta pengembangan strategi intervensi dini yang lebih efektif untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.