cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 546 Documents
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA TAMBAK UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) DI PT Bidayani, Endang; Kurniawan, Andri; Ramdhini, Reisza Varandry
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.8565

Abstract

The Bangka Belitung Islands Province has great potential in developing whiteleg shrimp cultivation, which contributes significantly to fisheries production and exports. PT. Merdeka Sarana Usaha is one of the largest whiteleg shrimp cultivation companies in Pangkalpinang City, implementing semi-intensive to intensive cultivation systems. This study aims to analyze internal and external factors that influence whiteleg shrimp cultivation and formulate appropriate business development strategies. The research method used is a survey method with data collection techniques through interviews, observations, and questionnaires with ten internal company respondents. Data analysis was carried out descriptively quantitatively using SWOT analysis. The results show the company is in Quadrant I (Aggressive) with an X-axis coordinate value of +0.782 and a Y-axis of +0.211. The company's main strengths are the supportive pond environment and strategic land area, while the biggest weakness is dependence on imported feed. The main opportunity comes from increasing demand for shrimp exports, while the biggest threat is fluctuations in feed and fry prices. The results of the SWOT coordinate calculation place PT. Merdeka Sarana Usaha in Quadrant I, which indicates an aggressive condition with dominant strengths and opportunities. Therefore, the recommended development strategy is the SO (Strength-Opportunities) strategy, namely maximizing internal strengths to take advantage of external opportunities through increasing production capacity, implementing modern cultivation technology, strengthening human resources, and developing export markets. ABSTRAK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki potensi besar dalam pengembangan budidaya udang vaname yang berkontribusi signifikan terhadap produksi dan ekspor perikanan. PT. Merdeka Sarana Usaha merupakan salah satu perusahaan budidaya udang vaname terbesar di Kota Pangkalpinang yang menerapkan sistem budidaya semi-intensif hingga intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi usaha budidaya udang vaname serta merumuskan strategi pengembangan usaha yang tepat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan kuesioner terhadap sepuluh responden internal perusahaan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan perusahaan pada posisi Kuadran I (Agresif) dengan nilai koordinat sumbu X sebesar +0,782 dan sumbu Y sebesar +0,211. Faktor kekuatan utama perusahaan adalah kondisi lingkungan tambak yang mendukung dan luas lahan yang strategis, sedangkan kelemahan terbesar adalah ketergantungan pada pakan impor. Peluang utama berasal dari meningkatnya permintaan ekspor udang, sementara ancaman terbesar adalah fluktuasi harga pakan dan benur. Hasil perhitungan koordinat SWOT menempatkan PT. Merdeka Sarana Usaha pada Kuadran I, yang menunjukkan kondisi agresif dengan kekuatan dan peluang yang dominan. Oleh karena itu, strategi pengembangan yang direkomendasikan adalah strategi SO (Strength–Opportunities), yaitu memaksimalkan kekuatan internal untuk memanfaatkan peluang eksternal melalui peningkatan kapasitas produksi, penerapan teknologi budidaya modern, penguatan sumber daya manusia, dan pengembangan pasar ekspor.  
PERAN DUKUNGAN SOSIAL DIGITAL MELALUI MEDIA SOSIAL TERHADAP KESEHATAN MENTAL MAHASISWA GENERASI Z Huang, Fransisca; Rostiana, Rostiana
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.8709

Abstract

The rapid development of social media has given rise to digital social support, which is increasingly utilized by Generation Z as active users of online platforms. This study examines the effect of digital social support on the mental health of Generation Z by adopting the digital social support theory proposed by Nick et al. (2018) and the three-dimensional mental health framework by Keyes (2002). A non-experimental quantitative approach with a correlational design was employed, in which primary data were collected through the Online Social Support Scale (OSSS) and the Mental Health Continuum–Short Form (MHC-SF) questionnaires distributed online to 150 Generation Z university students in the Greater Jakarta area. The analysis included descriptive statistics, classical assumption tests, and simple linear regression, revealing a positive and significant effect of digital social support on mental health (R = 0.483; p < 0.001) with a contribution of 23.3%. These findings indicate that higher levels of digital social support are associated with better mental health quality, thereby confirming the crucial role of social media as a source of emotional, social, and psychological well-being for Generation Z students. ABSTRAK Perkembangan pesat media sosial telah memunculkan dukungan sosial digital yang semakin dimanfaatkan oleh generasi Z sebagai pengguna aktif platform daring. Penelitian ini menguji pengaruh dukungan sosial digital terhadap kesehatan mental generasi Z, dengan mengadopsi teori dukungan sosial digital dari Nick et al. (2018) serta kerangka kesehatan mental tiga dimensi menurut Keyes (2002). Pendekatan kuantitatif non-eksperimental berbasis desain korelasional diterapkan, di mana data primer dikumpulkan melalui kuesioner Online Social Support Scale (OSSS) dan Mental Health Continuum–Short Form (MHC-SF) yang disebar secara online kepada 150 mahasiswa generasi Z di Jabodetabek. Analisis mencakup uji deskriptif, asumsi klasik, serta regresi linear sederhana, yang mengungkap pengaruh positif dan signifikan dukungan sosial digital terhadap kesehatan mental (R = 0,483; p < 0,001) dengan kontribusi 23,3%. Temuan ini mengindikasikan bahwa tingginya dukungan sosial digital yang diperoleh individu berkorelasi dengan peningkatan kualitas kesehatan mental, sehingga menegaskan peran krusial media sosial sebagai sumber kesejahteraan emosional, sosial, dan psikologis bagi mahasiswa generasi Z.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI KANTOR BPBD PROVINSI JAWA TIMUR Andriana, Shafira
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.8769

Abstract

ABSTRACT Employee performance is a crucial factor in determining the success of disaster management implementation, particularly at the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of East Java Province, which operates in areas with a high level of disaster vulnerability. One important internal factor influencing performance is organizational culture, as it shapes employees’ values, attitudes, and patterns of work behavior. This study aims to examine the extent to which organizational culture affects employee performance at the East Java Provincial BPBD. The research applies a quantitative approach with a causal design, in which respondents are selected through random sampling and data are collected using Likert-scale questionnaires. Data analysis is conducted using simple linear regression to assess the relationship between the two research variables. The findings reveal that organizational culture has a significant effect on employee performance, contributing 29.1 percent, while the remaining variance is explained by other variables outside the research framework. These results indicate that organizational culture serves as a strategic factor in fostering professionalism, discipline, and work effectiveness among employees. Therefore, strengthening an adaptive and collaborative organizational culture should become an important part of human resource management policies to support BPBD performance in disaster management. ABSTRAK Kinerja aparatur menjadi faktor krusial dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan penanggulangan bencana, terutama di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur yang berada di kawasan dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Salah satu faktor internal yang dianggap berperan penting terhadap kinerja adalah budaya organisasi, karena budaya tersebut membentuk nilai, sikap, dan pola perilaku kerja para pegawai. Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji sejauh mana budaya organisasi memengaruhi kinerja karyawan di BPBD Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan rancangan kausal, di mana responden dipilih melalui teknik random sampling dan informasi dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Pengolahan data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana guna menilai keterkaitan antara kedua variabel penelitian. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa budaya organisasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan sebesar 29,1 persen, sementara bagian selebihnya dijelaskan oleh variabel lain di luar kerangka penelitian ini. Temuan ini mengindikasikan bahwa budaya organisasi berperan sebagai faktor strategis dalam membangun profesionalisme, kedisiplinan, dan efektivitas kerja aparatur. Oleh karena itu, penguatan budaya organisasi yang adaptif dan kolaboratif perlu menjadi bagian penting dalam kebijakan pengelolaan sumber daya manusia guna mendukung kinerja BPBD dalam penanggulangan bencana.
PERAN SENSE OF BELONGING TERHADAP MOTIVASI BERPARTISIPASI DALAM KEGIATAN KOMUNITAS K-POP Aulia, Nazwa Rahma; Tiatri, Sri
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.8801

Abstract

The phenomenon of participation in K-pop fan communities in Indonesia indicates that individual involvement is not only driven by entertainment interests but also by psychological needs, particularly a sense of belonging. This study aims to analyze the role of sense of belonging in motivating members to participate in K-pop fan communities in the Greater Jakarta area. The study employed a quantitative approach with a correlational design. A total of 200 active members of K-pop fan communities aged 18–30 years were selected using purposive sampling. Data were collected online using two instruments, namely the Sense of Belonging Instrument (SOBI) and the Participation Motivation Questionnaire (PMQ). The data were analyzed using Pearson correlation and simple linear regression. The results showed a positive and significant relationship between sense of belonging and participation motivation (r = .741; p < .05). Furthermore, sense of belonging contributed 54.9% to participation motivation (R² = .549). These findings indicate that the higher the sense of belonging experienced by community members, the stronger their motivation to engage in various community activities. This study highlights the importance of psychological factors in shaping social engagement within fan communities in the digital era. ABSTRAK Fenomena partisipasi dalam komunitas penggemar K-pop di Indonesia menunjukkan bahwa keterlibatan individu tidak hanya didorong oleh ketertarikan terhadap hiburan, tetapi juga oleh kebutuhan psikologis, khususnya sense of belonging. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sense of belonging terhadap motivasi berpartisipasi anggota dalam komunitas penggemar K-pop di wilayah Jabodetabek. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan berjumlah 200 orang anggota aktif komunitas K-pop berusia 18–30 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan dua instrumen, yaitu Sense of Belonging Instrument (SOBI) dan Participation Motivation Questionnaire (PMQ). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linier sederhana. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara sense of belonging dan motivasi partisipasi (r = .741; p < .05). Selain itu, sense of belonging memberikan kontribusi sebesar 54,9% terhadap motivasi partisipasi (R² = .549). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi rasa memiliki yang dirasakan anggota komunitas, semakin tinggi pula dorongan mereka untuk terlibat dalam berbagai aktivitas komunitas. Penelitian ini menegaskan pentingnya aspek psikologis dalam membentuk keterlibatan sosial dalam komunitas penggemar di era digital.
PERAN GIZI SEIMBANG DALAM MENCEGAH MASALAH KESEHATAN DAN MENINGKATKAN IMUNITAS ANAK USIA DINI Budy, Gandhes Sembodro; Hidayah, Nur
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.8856

Abstract

ABSTRACT Balanced nutrition plays an important role in supporting the health and immune system of early childhood. This period is a critical stage of growth and development that requires adequate and balanced nutrient intake. This article aims to examine the role of balanced nutrition in preventing health problems and improving immunity in early childhood. The study uses a literature review method by analyzing relevant national and international journals, books, and reports from health institutions. The results indicate that balanced nutrition, including carbohydrates, proteins, fats, vitamins, minerals, and water, helps strengthen the immune system, reduce the risk of infectious diseases, and prevent nutritional problems such as stunting, wasting, and obesity. In addition, parents and educators play a key role in establishing healthy eating habits from an early age. Therefore, the consistent application of balanced nutrition is an effective preventive strategy to maintain health and support optimal growth and development in early childhood. ABSTRAK Gizi seimbang memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini, khususnya dalam mencegah berbagai masalah kesehatan serta meningkatkan sistem imunitas tubuh. Masa anak usia dini merupakan periode emas (golden age) yang membutuhkan asupan zat gizi yang cukup, seimbang, dan berkualitas agar fungsi tubuh berkembang secara optimal. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran gizi seimbang dalam pencegahan masalah kesehatan dan peningkatan imunitas pada anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah, seperti jurnal nasional dan internasional, buku teks, serta laporan lembaga kesehatan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemenuhan gizi seimbang yang meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air berkontribusi signifikan terhadap daya tahan tubuh anak, menurunkan risiko penyakit infeksi, serta mencegah gangguan gizi seperti stunting, wasting, dan obesitas. Selain itu, peran orang tua dan pendidik sangat menentukan dalam pembiasaan pola makan sehat sejak dini. Dengan demikian, penerapan gizi seimbang secara konsisten dapat menjadi strategi preventif yang efektif untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas anak usia dini, sehingga mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
PENGGUNAAN BAHAN ALAMI DALAM UPACARA JAMASAN PUSAKA DI PUNCAK SUROLOYO, KULON PROGO Purwanto, Tambak Sihno; Ratnaningtyas, Yohana Ari
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.8858

Abstract

ABSTRACT The jamasan ceremony is a Javanese cultural practice that persists. In practice, the jamasan ceremony is associated with the use of materials sourced from the surrounding environment. However, scientific studies specifically addressing the use of natural materials in the jamasan ceremony remain very limited, particularly those examining the types of materials, their contents, and application procedures. This study aims to explore the use of natural materials in the jamasan of the Kyai Manggolo Murti and Songsong Makutha Dewa at Puncak Suroloyo, Kulon Progo. The study employed a qualitative case study approach. The research stages include a preliminary survey (pre-survey), data collection, data analysis, and report preparation. Data were collected through participatory observation, interviews with caregivers and community members involved in the ritual, and documentation of the jamasan ceremony. The research was conducted at the jamasan location, namely Padukuhan Keceme, Garbosari, Samigaluh, Kulon Progo, DIY, on June 26–27, 2025. Data analysis was conducted descriptively and qualitatively through data reduction, data presentation, and concluding. The results of the study showed that the natural materials used in the jamasan of heirlooms include kawul bamboo rope (Gigantochloa apus), lime (Citrus aurantiifolia), noni fruit (Morinda citrifolia L.), green coconut water (Cocos nucifera var. viridis), and Sendang Kawidodaren water sprinkled with kantil, jasmine, rose, and cananga flowers. Each material has a specific function determined by its natural chemical composition. The application is carried out in accordance with the condition of the heirloom. The conclusion of this study is that the use of natural materials in jamasan at Puncak Suroloyo constitutes part of a spiritual ritual and represents traditional conservation practices. ABSTRAK Upacara jamasan pusaka merupakan salah satu praktik budaya Jawa yang masih bertahan hingga saat ini. Secara praktis, jamasan pusaka identik dengan penggunaan bahan-bahan yang berasal dari lingkungan sekitar. Namun, kajian ilmiah yang secara khusus membahas penggunaan bahan alami dalam upacara jamasan pusaka masih sangat terbatas. Terutama pengkajian tentang jenis bahan, kandungan, dan tata cara pengaplikasiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan bahan alami dalam upacara jamasan pusaka Tombak Kyai Manggolo Murti dan Songsong Makutha Dewa di Puncak Suroloyo, Kulon Progo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Tahapan penelitian meliputi studi pendahuluan (pra-survei), pengumpulan data, analisis data, dan penyusunan laporan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara dengan juru kunci dan masyarakat yang terlibat dalam ritual, serta dokumentasi pelaksanaan upacara jamasan. Penelitian dilakukan di lokasi jamasan yaitu Padukuhan Keceme, Garbosari, Samigaluh, Kulon Progo, DIY pada 26–27 Juni 2025. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan alami yang digunakan dalam jamasan pusaka meliputi kawul bambu tali (Gigantochloa apus), jeruk nipis (Citrus aurantiifolia), buah mengkudu (Morinda citrifolia L.), air kelapa hijau (Cocos nucifera var. viridis), serta air Sendang Kawidodaren yang ditaburi bunga kantil, melati, mawar, dan kenanga. Setiap bahan memiliki fungsi spesifik berdasarkan kandungan kimia alaminya. Pengaplikasiannya dilakukan sesuai kondisi bilah pusaka. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan bahan alami dalam jamasan pusaka di Puncak Suroloyo berfungsi sebagai bagian dari ritual spiritual dan representasi praktik konservasi tradisional.
EKONOMI MIKRO SYARIAH DAN MORALITAS PASAR: STUDI LITERATUR TENTANG ETIKA PRODUKSI DAN KONSUMSI DALAM ISLAM Marunta, Ristiyanti Ahmadul; Bayang, Tenri; Sutriani, Sutriani; Fatmawati, Fatmawati; Akbar, Akbar; Rivaldi, Ahmad Irfan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.8960

Abstract

ABSTRACT The development of modern economics, which emphasizes free market mechanisms, tends to prioritize efficiency and profit maximization while often neglecting moral and ethical dimensions. This condition has led to various issues, including exploitation of production factors, excessive consumption, income inequality, and the erosion of social justice. Islamic microeconomics emerges as an alternative paradigm that integrates economic rationality with Islamic moral and spiritual values. This study aims to analyze market morality from the perspective of Islamic microeconomics, focusing on production and consumption ethics and the integration of moral values into market mechanisms. This study employs a qualitative approach using a narrative literature review method. Data were collected from accredited national journals, reputable international journals, and classical as well as contemporary Islamic economics books relevant to market morality, production ethics, and consumption ethics. The data were analyzed using a thematic approach to identify conceptual and normative patterns within the selected literature. The findings indicate that, in Islamic microeconomics, the market functions not only as a mechanism for exchanging goods and services but also as a moral institution grounded in justice, honesty, transparency, and public welfare. Production ethics emphasize product permissibility (halal), fairness in the use of production factors, and social and environmental responsibility. Meanwhile, consumption ethics are guided by the principles of moderation (wasathiyah), the prohibition of extravagance and wastefulness, and an orientation toward achieving mashlahah and falah rather than mere material utility. The integration of moral values into market mechanisms enables Islamic microeconomics to promote markets that are both efficient and socially just and sustainable. ABSTRAK Perkembangan ekonomi modern yang berorientasi pada mekanisme pasar bebas cenderung menempatkan efisiensi dan maksimalisasi keuntungan sebagai tujuan utama aktivitas ekonomi, sering kali dengan mengesampingkan dimensi moral dan etika. Kondisi ini memunculkan berbagai permasalahan seperti eksploitasi faktor produksi, konsumsi berlebihan, ketimpangan distribusi pendapatan, serta melemahnya nilai keadilan sosial. Ekonomi mikro syariah hadir sebagai alternatif konseptual yang mengintegrasikan rasionalitas ekonomi dengan nilai-nilai moral dan spiritual Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis moralitas pasar dalam perspektif ekonomi mikro syariah, dengan fokus pada etika produksi dan konsumsi serta integrasi nilai moral dalam mekanisme pasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengandalkan metode Narrative Literature Review sebagai teknik pengumpulan data. Data penelitian bersumber dari jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional bereputasi, serta buku-buku klasik dan kontemporer ekonomi Islam yang relevan dengan tema moralitas pasar, etika produksi, dan etika konsumsi. Analisis data dilakukan melalui pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola konseptual dan normatif dalam literatur yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ekonomi mikro syariah, pasar tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pertukaran barang dan jasa, tetapi juga sebagai institusi moral yang berlandaskan nilai keadilan, kejujuran, transparansi, dan kemaslahatan. Etika produksi menekankan kehalalan produk, keadilan dalam penggunaan faktor produksi, serta tanggung jawab sosial dan lingkungan. Sementara itu, etika konsumsi diarahkan pada prinsip kesederhanaan (wasathiyah), larangan israf dan tabdzir, serta orientasi pada pencapaian mashlahah dan falah, bukan sekadar utilitas material. Integrasi nilai moral dalam mekanisme pasar menjadikan ekonomi mikro syariah mampu membentuk pasar yang efisien sekaligus berkeadilan dan berkelanjutan.
MONSTROUS MATERNAL FIGURES: FEMINIST HORROR ANALYSIS OF EVIL DEAD RISE PRODUCED BY SAM RAIMI Julian, Darien
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.8984

Abstract

ABSTRACT The representation of mothers in horror cinema frequently embodies ambivalence by presenting maternal figures that depart from idealized constructions of motherhood. This study examines the character of Ellie in Evil Dead Rise (2023), directed by Lee Cronin, as a monstrous maternal figure that signifies the inversion of maternal roles within the domestic sphere. Employing a qualitative descriptive–interpretative approach, the analysis draws on visual scenes and dialogues as primary data, supported by feminist horror theory as secondary sources. The findings demonstrate that Ellie is constructed as a monstrous maternal figure through the distortion of nurturing functions, the collapse of maternal protection, and the portrayal of the maternal body as a locus of horror and violence. Her transformation into a demonic entity fractures familial bonds and reconfigures the domestic space as a site of terror. The study concludes that Evil Dead Rise situates motherhood at the core of horror to articulate cultural anxieties surrounding maternal roles and responsibilities, illustrating how contemporary horror mobilizes the maternal figure as a vehicle for feminist critique. ABSTRAK Representasi ibu dalam film horor kerap menghadirkan ambivalensi dengan menampilkan figur maternal yang menyimpang dari idealisasi peran keibuan. Penelitian ini menganalisis karakter Ellie dalam Evil Dead Rise (2023) karya sutradara Lee Cronin sebagai figur ibu monstrus yang merefleksikan pembalikan fungsi-fungsi maternal dalam ruang domestik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif–interpretatif, penelitian ini mengkaji adegan visual dan dialog sebagai data utama, yang didukung oleh teori horor feminis sebagai data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ellie direpresentasikan sebagai figur maternal monstrus melalui pembalikan peran pengasuhan, pengikisan fungsi perlindungan ibu, serta penggambaran tubuh maternal sebagai sumber kengerian dan kekerasan. Transformasinya menjadi entitas demonik merusak relasi kekeluargaan dan mengubah ruang domestik menjadi medan teror. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Evil Dead Rise menempatkan sosok ibu sebagai pusat horor untuk mengekspresikan kecemasan kultural terkait peran dan tanggung jawab keibuan, sekaligus menunjukkan bagaimana horor kontemporer memanfaatkan figur maternal sebagai medium kritik feminis.
PENERAPAN TEKNOLOGI DI AIK DESIMINATIF: MENGOPTILMAKAN PROSES PENYEBARAN NILAI KEAGAMAAN Sahara, La; Amin, Mukayat Al
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9009

Abstract

The development of digital technology presents both challenges and opportunities in the dissemination of Al-Islam and Kemuhammadiyahan (AIK) values. This study aims to analyze the application of digital technology and to formulate an optimization model for disseminating AIK values that aligns with the characteristics of digital society. A qualitative case study approach was employed, with data collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation from institutions actively utilizing digital platforms. The findings indicate that effective dissemination of AIK values is achieved through an integrated multi-platform digital ecosystem rather than reliance on a single medium. Social media functions to expand outreach, application-based platforms facilitate personalized interaction, and long-form video channels support in-depth learning. The effectiveness of this strategy is strengthened by a hybrid team model that integrates religious expertise and digital literacy in content management and audience engagement. The study concludes that optimizing the dissemination of AIK values requires the integration of technology, layered content strategies, collaborative human resources, and interactive community-based approaches. These findings contribute a conceptual framework that may serve as a reference for educational and religious institutions in developing sustainable digital-based religious value dissemination. Perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang dalam diseminasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan teknologi digital serta merumuskan model optimalisasi diseminasi nilai AIK yang sesuai dengan karakteristik masyarakat digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi pada institusi yang aktif memanfaatkan platform digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diseminasi nilai AIK yang optimal dicapai melalui ekosistem digital multi-platform yang terintegrasi, bukan melalui satu media tunggal. Media sosial berperan dalam memperluas jangkauan, platform aplikasi mendukung interaksi personal, dan kanal video berdurasi panjang berfungsi untuk pendalaman materi. Keberhasilan strategi ini diperkuat oleh model tim hibrida yang mengombinasikan kompetensi keagamaan dan literasi digital dalam pengelolaan konten dan interaksi audiens. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi diseminasi nilai AIK memerlukan integrasi teknologi, strategi konten berlapis, kolaborasi sumber daya manusia, serta pendekatan komunitas yang interaktif. Temuan ini memberikan kontribusi konseptual berupa kerangka strategis yang dapat dijadikan acuan bagi institusi pendidikan dan dakwah dalam mengembangkan diseminasi nilai keagamaan berbasis digital secara berkelanjutan.
KORELASI NORMALIZED DIFFERENCE VEGETATION INDEX (NDVI) DAN TUTUPAN KANOPI PADA EKOSISTEM MANGROVE DI TELUK KENDARI Herman, Boi; Sawaludin, Sawaludin; Tahir, Tahir; Alfiyan, Arif Nur; Alfirman, Alfirman
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9045

Abstract

Mangrove ecosystems play a crucial role in maintaining coastal environmental stability, requiring accurate spatial information on their distribution, density, and canopy cover conditions. This study aims to assess the extent and spatial distribution of mangrove ecosystems, vegetation density levels, canopy cover conditions, and the relationship between Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) values and mangrove canopy cover percentages in the coastal area of Kendari City. Mangrove distribution and density were analyzed using Sentinel-2A imagery through the NDVI approach, while canopy cover was measured using the Hemispherical Photography method processed with ImageJ software. Satellite imagery was obtained from the Copernicus platform, and a total of 33 sampling stations or plots were determined based on mangrove density classification criteria. The results indicate that the total mangrove area along the coast of Kendari City is approximately 275.67 hectares, distributed across eight sub-districts. NDVI analysis classified mangrove vegetation into three density categories: low density covering 30.69 ha, medium density covering 68.28 ha, and high density covering 176.70 ha. Mangrove canopy cover varied in accordance with vegetation density, ranging from 16.56% to a maximum of 88.08%. Correlation analysis revealed a very strong relationship between NDVI values and canopy cover percentage, with a correlation coefficient (r) of 0.93. These findings demonstrate that Sentinel-2A-derived NDVI is a reliable indicator for estimating mangrove canopy cover conditions in coastal environments. ABSTRAKEkosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi pesisir, sehingga diperlukan informasi spasial yang akurat terkait sebaran, kerapatan, dan kondisi tutupan tajuknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis luas dan distribusi ekosistem mangrove, tingkat kerapatan vegetasi, kondisi tutupan kanopi, serta hubungan antara nilai Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan persentase tutupan tajuk mangrove di wilayah pesisir Kota Kendari. Analisis kerapatan dan sebaran mangrove dilakukan menggunakan citra Sentinel-2A melalui pendekatan NDVI, sedangkan tutupan kanopi dianalisis menggunakan metode Hemispherical Photography yang diolah dengan perangkat lunak ImageJ. Data citra diperoleh dari laman Copernicus, kemudian ditentukan sebanyak 33 stasiun atau plot sampel berdasarkan klasifikasi tingkat kerapatan mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total luasan mangrove di pesisir Kota Kendari mencapai sekitar 275,67 hektar yang tersebar di delapan kecamatan. Berdasarkan nilai NDVI, ekosistem mangrove diklasifikasikan ke dalam tiga tingkat kerapatan, yaitu kerapatan rendah seluas 30,69 ha, kerapatan sedang 68,28 ha, dan kerapatan tinggi 176,70 ha. Persentase tutupan tajuk mangrove bervariasi mengikuti tingkat kerapatan vegetasi, dengan nilai tertinggi sebesar 88,08% dan terendah 16,56%. Analisis korelasi menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara nilai NDVI dan persentase tutupan kanopi dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,93. Temuan ini menegaskan bahwa NDVI citra Sentinel-2A dapat digunakan secara efektif untuk menduga kondisi tutupan kanopi mangrove di wilayah pesisir.