cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
JURNAL P4I Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd Phone: 085239967417 Email: ardhysmart7@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ELEMENTARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar
ISSN : 27748014     EISSN : 27747034     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025)" : 22 Documents clear
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENENTUKAN KALIMAT UTAMA DALAM PARAGHRAF MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS V MAHMUD, SRI NOVITA; HALIDU, SALMA; HUSAIN, RUSMIN; PULUKADANG, WIWY TRIYANTY; HASIM, EVI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i1.4450

Abstract

This research aims to find out whether the application of the Problem Based Learning (PBL) model can improve students' ability to determine the main sentence in a paragraph in class V students at SDN 4 Kota Barat. The type of research used is Classroom Action Research (PTK), with data collection techniques in the form of observation, tests and documentation. Based on the results of initial observations, only 8 students (42%) were able to determine the main sentence in a paragraph well, while the other 11 students (58%) had not achieved this ability. In the implementation of cycle I, after implementing the PBL model, students' ability to determine the main sentence increased to 12 students (63%). In cycle II, the results increased, with 18 students (94%) succeeding in determining the main sentence well. The results in cycle II show that the expected performance indicators have been achieved. Thus, it can be concluded that the application of the PBL model is effective in improving the ability of fifth grade students at SDN 4 Kota Barat in determining the main sentence in a paragraph. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menentukan kalimat utama dalam paragraf pada siswa kelas V SDN 4 Kota Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil observasi awal, hanya 8 siswa (42%) yang mampu menentukan kalimat utama dalam paragraf dengan baik, sementara 11 siswa (58%) lainnya belum mencapai kemampuan tersebut. Pada pelaksanaan siklus I, setelah diterapkan model PBL, kemampuan siswa dalam menentukan kalimat utama meningkat menjadi 12 siswa (63%). Pada siklus II, hasilnya semakin meningkat, dengan 18 siswa (94%) yang berhasil menentukan kalimat utama dengan baik. Hasil pada siklus II menunjukkan bahwa indikator kinerja yang diharapkan telah tercapai. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa kelas V SDN 4 Kota Barat dalam menentukan kalimat utama dalam paragraf.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI MEDIA GAMBAR SERI DI KELAS III MAHMUD, PUTRI; HUSAIN, RUSMIN; HASIM, EVI; PULUKADANG, WIWY TRIYANTY; MONOARFA, FIDYAWATI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i1.4451

Abstract

This study aims to improve the speaking ability of third grade students of SDN 5 Bulango Selatan, Bone Bolango Regency through the use of picture series media. The method used is classroom action research (CAR) which is carried out in two cycles. Initial observations showed that students' speaking ability was still low, with many students having difficulty in conveying words according to the rules. In cycle I meeting I, out of 12 students observed, only 6 students (25%) were able to speak well using picture series media, while 14 students (75%) still had difficulties. After reflection and improvement of learning in cycle I meeting II, the number of students who were able to speak increased to 15 students (75%), while 5 students (25%) still had problems. Improvements continued to cycle II, where learning strategies were improved according to previous reflections. In cycle II meeting II, the results of the study showed a significant increase with 20 students (100%) being able to speak well, so the study was stopped because it had reached the success indicator. Thus, it can be concluded that the use of picture series media is effective in improving the speaking ability of third grade students of SDN 5 Bulango Selatan. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas III SDN 5 Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango melalui penggunaan media gambar seri. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Observasi awal menunjukkan bahwa kemampuan berbicara siswa masih rendah, dengan banyak siswa yang kesulitan dalam menyampaikan kata-kata sesuai kaidah. Pada siklus I pertemuan I, dari 12 siswa yang diamati, hanya 6 siswa (25%) yang mampu berbicara dengan baik menggunakan media gambar seri, sementara 14 siswa (75%) masih mengalami kesulitan. Setelah dilakukan refleksi dan perbaikan pembelajaran pada siklus I pertemuan II, jumlah siswa yang mampu berbicara meningkat menjadi 15 siswa (75%), sedangkan 5 siswa (25%) masih mengalami kendala. Perbaikan berlanjut ke siklus II, di mana strategi pembelajaran diperbaiki sesuai dengan refleksi sebelumnya. Pada siklus II pertemuan II, hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dengan 20 siswa (100%) telah mampu berbicara dengan baik, sehingga penelitian dihentikan karena telah mencapai indikator keberhasilan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media gambar seri efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas III SDN 5 Bulango Selatan.
ELEMEN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING PADA SISWA KELAS IV SD SUGIANTI, NI KADEK; HUSAIN, RUSMIN; PULUKADANG, WIWY T.; MONOARFA, FIDYAWATI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i1.4452

Abstract

This study aims to improve the reading comprehension skills of fourth grade students of SD Negeri 2 Kabila through the application of the Snowball Throwing learning model. This study uses a quantitative approach with the classroom action research (CAR) method. The subjects of this study were 20 fourth grade students. Data on students' reading comprehension skills were collected through tests and analyzed quantitatively descriptively. The results of the study showed a significant increase in students' reading comprehension skills from cycle I to cycle II. In cycle I, 13 students (65%) achieved the set performance indicators, but had not met the 75% success criteria. In cycle II, there was an increase to 20 students (100%) who achieved the performance indicators, exceeding the set success target. This study concludes that the Snowball Throwing learning model is effective in improving the reading comprehension skills of fourth grade students of SD Negeri 2 Kabila. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SD Negeri 2 Kabila melalui penerapan model pembelajaran Snowball Throwing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah 20 siswa kelas IV. Data kemampuan membaca pemahaman siswa dikumpulkan melalui tes dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kemampuan membaca pemahaman siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, 13 siswa (65%) mencapai indikator kinerja yang ditetapkan, namun belum memenuhi kriteria keberhasilan 75%. Pada siklus II, terjadi peningkatan menjadi 20 siswa (100%) yang mencapai indikator kinerja, melampaui target keberhasilan yang ditetapkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran Snowball Throwing efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SD Negeri 2 Kabila.
BUKU CERITA BERGAMBAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL KALIMANTAN BARAT SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR FATMAWATI, RISDIANA ANDIKA; AFRYANINGSIH, YUNIKA
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i1.4453

Abstract

Individual character will develop well, if it gets the right reinforcement, namely in the form of education. As many as 60% of schools in implementing the Character Education Program (PPK) seem to “just have time and remember” and are not conceptualized. So that character education, which should be fully implemented and have an impact on the development of student character, cannot be fully felt. Therefore, researchers tried to develop picture storybooks with a local wisdom approach to West Kalimantan as a feasible character education media. This study used a modified research development design from the ADDIE development model. The ADDIE development model consists of 5 stages, namely analysis, design, development, implementation, and evaluation. The results of this picture storybook development research have been declared worthy of contributing to the development of character education learning media for elementary school students. The feasibility of West Kalimantan local wisdom-based picture storybooks resulting from the validation test resulted in an average score of 3.4 with details of the media feasibility score of 3.1, material feasibility of 3.65 and language feasibility of 3.5. ABSTRAKKarakter individu akan berkembang dengan baik, apabila memperoleh penguatan yang tepat, yaitu berupa pendidikan. Sebanyak 60% sekolah dalam pengimplementasian Program Pendidikan Karakter (PPK) terkesan “asal sempat dan ingat” dan tidak terkonsep. Sehingga Pendidikan karakter yang seharusnya bisa terlaksana secara utuh dan berdampak pada perkembangan karakter siswa, menjadi tidak bisa dirasakan sepenuhnya. Oleh sebab itu peneliti mencoba untuk mengembangkan buku cerita bergambar dengan pendekatan kearifan lokal Kalimantan Barat sebagai media pendidikan karakter yang layak. Penelitian ini menggunakan modifikasi desain pengembangan penelitian dari model pengembangan ADDIE. Model pengembangan ADDIE terdiri dari 5 tahapan, yaitu analisis (Analysis), desain (Design), pengembangan (Development), penerapan (Implementation), dan evaluasi (Evaluation). Hasil penelitian pengembangan buku cerita bergambar ini  telah dinyatakan layak memberikan kontribusi terhadap pengembangan media pembelajaran pendidikan karakter bagi siswa sekolah dasar. Kelayakan buku cerita bergambar berbasis kearifan lokal Kalimantan Barat yang dihasilkan dari uji validasi menghasilkan skor rata-rata 3,4 dengan rincian skor kelayakan media 3,1, kelayakan materi 3,65 dan kelayakan bahasa 3,5.
METODE BERCERITA SEBAGAI ALAT PENDIDIKAN DI KB PELITA HATI YUSNITA, YUSNITA; KENCANA, RITA
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i1.4542

Abstract

Early childhood education is a foundational stage of education that plays a strategic role in human resource development. Early childhood is considered a crucial and significant period in the educational process, as it has a major impact on subsequent learning stages. At this stage, children are in an optimal condition to develop various abilities, including physical, cognitive, language, socio-emotional, and spiritual aspects. Storytelling is one of the approaches used in early childhood education. The implementation of this method plays an important role in developing children's language skills. Through storytelling, children can be trained to express their thoughts or opinions and develop skills in continuing a story or fairy tale presented by the teacher. Therefore, teachers need to understand the role and function of storytelling in supporting children's language development optimally. This research focuses on the use of storytelling as an educational tool at KB Pelita Hati, involving the stages of planning, implementation, and evaluation. Teachers apply storytelling methods by encouraging children to engage in meaningful learning. One way to do this is by asking them to retell the knowledge they have acquired, whether from the school environment or real-life experiences. This approach aims to make children more active in the learning process, making learning activities more enjoyable and beneficial for their development. This study is a descriptive research with a quantitative approach, conducted at KB Pelita Hati. The subjects of this study were 14 students from KB Pelita Hati. The data were then analyzed using the formula P = ????/???? × 100% to determine whether the storytelling method as a learning tool for children reached 81.42%, categorized as "Very Well Developed" (BSB). Therefore, the storytelling method in KB Pelita Hati has developed very well. ABTRAK Pendidikan anak usia dini adalah pendidikan dasar yang memiliki peran strategis dalam pengembangan sumber daya manusia. Masa usia dini dianggap sebagai periode krusial sekaligus penting dalam proses pendidikan, karena berpengaruh signifikan terhadap tahap pembelajaran selanjutnya. Pada tahap ini, anak berada dalam kondisi optimal untuk mengembangkan berbagai aspek kemampuan, termasuk fisik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan spiritual. Metode bercerita merupakan salah satu pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran anak usia dini. Penerapan metode ini memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berbahasa anak. Melalui bercerita, anak dapat dilatih untuk mengungkapkan pikiran atau pendapatnya serta mengembangkan keterampilan dalam melanjutkan cerita atau dongeng yang telah disampaikan oleh guru. Oleh karena itu, seorang guru perlu memahami peran dan fungsi metode bercerita dalam mendukung perkembangan bahasa anak secara optimal. Fokus penelitian ini adalah penggunaan metode bercerita sebagai alat Pendidikan di KB Pelita Hati dengan tahapan melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Guru menerapkan metode bercerita dengan mendorong anak untuk belajar secara lebih bermakna. Salah satu caranya adalah dengan meminta mereka menceritakan kembali pengetahuan yang telah diperoleh, baik dari lingkungan sekolah maupun pengalaman sehari-hari. Pendekatan ini bertujuan untuk membuat anak lebih aktif dalam proses pembelajaran, sehingga kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan dan memberikan manfaat bagi perkembangan mereka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pedekatan kuantitatif, yang dilakukan di KB Pelita Hati. subjek dalam penelitian ini adalah siswa KB Pelita Hati, sebanyak 14 siswa. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan P = ????/???? × 100% untuk melihat apakah metode bercerita sebagai alat pembelajaran anak berada pada angka 81,42% dengan kategori berkembangan sangat baik  (BSB), dengan demikian metode bercerita pada anak di KB pelita Hati berkembang sangat baik.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING SISWA KELAS 4 SDN 13 TELAGA BIRU KABUPATEN GORONTALO RENALDY BULANGO, MOHAMAD; HUSAIN, RUSMIN; TRIYANTY PULUKADANG, WIWY; HALIDU, SALMA; MONOARFA, FIDYAWATI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i1.4543

Abstract

The Study aims to improve procedure text writing skills through the Project-Based Learning model for fourth-grade students at SDN 13 Telaga Biru, Gorontalo Regency. This study employs a classroom action study approach. Data collection techniques used include obsercation, tests, and documentation. The subjects of the study consisto f 24 fourth-grade students. In the first cycle, the first meeting showed that 29% of students were categorized as capable, while 71% were categorized as not capable. In the second meeting of the first cycle, the percentage of capable students increased to 54%, while those categorized as not capable decreased to 46%. In the first meeting of the second cycle, 70% of students were categorized as capable, while 30% were categorized as not capable. In the second meeting of the second cycle, the percentage of capable. These result indicate that the success indicators of the intervention have been met. Thus, it can be concluded that the use of the Project-Based Learning model can improve the procedure text writing skills of fourth-grade students at SDN 13 Telaga Biru, Gorontalo Regency. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah “Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Prosedur Melalui Model Project Based Learning Siswa Kelas 4 SDN 13 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo”. Penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 4 dengan jumlah 24 orang. Pada siklus I pertemuan I kategori mampu berkisar 29% dan kategori tidak mampu berkisar 71%. Siklus I pertemuan II mengalami peningkatan kategori mampu berkisar 54% dan kategori tidak mampu berkisar 46%. Selanjutnya siklus II pertemuan I kategori mampu berkisar 70% dan kategori tidak mampu berkisar 30%. Siklus II pertemuan II mengalami peningkatan kategori mampu berkisar 91% dan tidak mampu berkisar 9%. Hal tesebut telah memenuhi indikator capaian keberhasilan Tindakan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model Project Based Learning maka dapat meningkatkan kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas 4 SDN 13 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo.
PENGUASAAN KOSAKATA MELALUI MEDIA TEKA-TEKI SILANG PADA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR H. IBRAHIM, NATALIYA; HUSAIN, RUSMIN; HALIDU, SALMA; T. PULUKADANG, WIWY; KATILI, SUKRI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i1.4550

Abstract

The research problem in this study is: "Can crossword puzzle media improve the vocabulary mastery of third-grade students at SDN 2 Talaga Jaya?" This study aims to enhance the vocabulary mastery of third-grade students at SDN 2 Talaga Jaya through the use of crossword puzzle media. The research method applied is Classroom Action Research (CAR), with data collection techniques including tests, observations, and documentation. The research subjects consist of 19 third-grade students.During the initial observation, 16 out of 19 students (84%) still had low vocabulary mastery. The improvement was demonstrated through the implementation of classroom action research, conducted over two cycles, each consisting of two meetings. In the first meeting of Cycle I, 4 students (21%) showed improvement in vocabulary mastery. In the second meeting of Cycle I, 8 students (42%) exhibited increased vocabulary mastery. In the first meeting of Cycle II, the number of students showing improvement increased to 14 (73%). By the second meeting of Cycle II, vocabulary mastery had further improved, reaching 89%, with 17 students successfully enhancing their vocabulary skills.The research findings reveal that the use of crossword puzzle media significantly contributes to improving the vocabulary mastery of third-grade students at SDN 2 Talaga Jaya. ABSTRAK Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu “Apakah media teka-teki silang dapat meningkatkan penguasaan kosakata siswa kelas III di SDN 2 Talaga Jaya?”. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa kelas III SDN 2 Talaga Jaya melalui penggunaan media teka-teki silang. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan teknik pengumpulan data yang mencakup tes, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 19 siswa kelas III. Pada observasi awal dari 19 siswa, 16 siswa (84%) masing kurang dalam penguasaan kosakata. Peningkatan tersebut dibuktikan dengan hasil pelaksanaan tindakan kelas siklus I sebanyak dua kali pertemuan dan siklus II dua kali pertemuan. Pertemuan pertama pada siklus I capaian 19 siswa penguasaan kosakata memperoleh (21%) atau 4 orang siswa yang meningkat. Siklus I pertemuan II penguasaan kosakata siswa memperoleh (42%) atau 8 orang siswa meningkat. Siklus II pertemuan I penguasaan kosakata siswa meningkat menjadi 14 orang (73%) dalam penguasaan kosakata. Pada siklus II pertemuan II mengalami peningkatan penguasaan kosakata menjadi (89%) atau 17 siswa sudah mampu dalam penguasaan kosakata. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pemanfaatan media teka-teki silang secara signifikan berkontribusi dalam meningkatkan penguasaan kosakata siswa kelas III SDN 2 Talaga Jaya.    
PENINGKATAN KREATIVITAS ANAK MELALUI PENGEMBANGAN MEDIA KREATIF DARI BAHAN ALAM PADA RUMAH BELAJAR UTOMO, YUDHI; YUDHA TRIWAHYUNI , RATRI; NURFADILLAH , RESTIN; DEWI ZUHRIYAH , UTIY; WAHYU SEPUTRI , VIA
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i1.4662

Abstract

Science and technology continue to develop over time. The field of education is also adapting to these advancements, one of which is by preparing an excellent future generation. To cope with these developments, children need skills that can be nurtured, one of which is creativity. Every child has the potential for creativity that can be developed. Creativity helps children innovate in various situations and is one of the essential skills that support their success in pursuing further education. However, children's creativity does not grow on its own; it needs to be further cultivated. The purpose of this study is to prove that the development of creative media using natural materials can be a solution to training children's creative thinking skills. This study employs a quasi-experimental research method conducted on a single experimental group, consisting of 20 children from the "Rumah Belajar" learning community in Tawangsari Village, Pasuruan Regency. The research design used is a pretest-posttest one-group design without a comparison group, with the sample selected randomly. Data collection techniques include a creativity test covering the indicators of flexibility, fluency, and originality, analyzed through activity documentation. The results of this study show that the N-gain score for the originality indicator falls into the high category, while flexibility and fluency are in the upper-medium category. This indicates that children have started practicing creative thinking and are capable of enhancing their level of creativity. ABSTRAK Ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang dari waktu ke waktu. Dunia pendidikan pun semakin menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut, salah satunya dengan mempersiapkan generasi penerus yang unggul. Untuk menghadapi perkembangan tersebut tentunya diperlukan keterampilan yang dapat dikembangkan dalam diri anak, salah satunya kreativitas. Setiap anak memiliki daya kreativitas yang dapat dikembangkan. Kreativitas membantu anak untuk dapat berinovasi dalam berbagai situasi. Kreativitas merupakan salah satu keterampilan yang bisa menunjang keberhasilan anak dalam mengenyam pendidikan selanjutnya. Namun, kreativitas anak tidak dapat tumbuh dengan sendirinya. Kreativitas tersebut perlu untuk dikembangkan lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk membuktikan bahwa pengembangan media kreatif dari bahan alam bisa menjadi salah satu solusi dalam melatihkan keterampilan berpikir kreatif anak. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experimental) yang dilaksanakan pada satu kelompok eksperimen dengan subjek 20 anak anggota bimbingan belajar “Rumah Belajar” Desa Tawangsari Kabupaten Pasuruan. Desain penelitian yang digunakan yakni pretest-posttest one group design tanpa adanya kelompok pembanding dengan sampel yang dipilih secara acak. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan tes kreativitas yang terdiri dari indikator flexibility, fluency, dan originality serta dianalisis melalui dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian ini didapatkan nilai N-gain pada indikator originality termasuk pada kriteria tinggi, sedangkan flexibility dan fluency dalam kategori medium atas. Hal ini menunjukkan jika anak sudah mulai berlatih dalam berpikir kreatif dan mampu dalam mengembangkan tingkat kreativitas dalam dirinya.  
KEMAMPUAN MEMBACA PUISI DENGAN METODE MODELLING THE WAY DI KELAS V SDN 1 TALAGA JAYA KABUPATEN GORONTALO ISMAWATI, KOMANG; HUSAIN, RUSMIN; HALIDU, SALMA; TRIANTY PULUKADANG, WIWY; KATILI, SUKRI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i1.4663

Abstract

Thus, the study aims to improve poetry reading skills using the Modelling the Way method in Class V at SDN 1 Talaga Jaya. This study followed a Classroom Action Research (CAR) model. Data collection techniques include tests and documentation with the sample consisted of 15 students of Class V. The initial observation showed that out of 15 students, 4 students (27%) were categorized as capable of reading poetry, while 11 students (73%) were categorized as incapable. After implementing action in Cycle I, the first meeting showed that 6 students (40%) were categorized as capable, while 9 students (60%) were incapable. In the second meeting of Cycle 1, 11 students (73%) were categorized as capable, while 4 students (27%) were incapable. In Cycle II, the results further improved, with 13 students (87%) categorized as capable and only 2 students (13%) still struggling or incapable. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca puisi dengan metode Modeling The Way di kelas V SDN 1 Talaga Jaya. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes dan dokumentasi. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas V dengan jumlah siswa 15 orang siswa. Hasil observasi awal adalah dari 15 orang siswa, siswa dengan kategori mampu membaca puisi berjumlah 4 orang siswa (27%) dan siswa dengan kategori tidak mampu membaca puisi berjumlah 11 orang siswa (73%). Setelah dilakukan Tindakan pada siklus I pertemuan pertama memperoleh hasil siswa dengan kategori mampu berjumlah 6 orang siswa (40%) dan siswa dengan kategori tidak mampu berjumlah 9 orang siswa (60%). Selanjutnya pada siklus I pertemuan kedua memperoleh hasil siswa dengan kategori mampu berjumlah 11 orang siswa (73) dan siswa dengan kategori tidak mampu berjumlah 4 orang siswa (27%). Selanjutnya pada siklus II memperoleh hasil siswa dengan kategori mampu bejumlah 13 orang siswa (87) dan siswa dengan kategori tidak mampu bejumlah 2 orang siswa (13%).
KEMAMPUAN MENENTUKAN IDE POKOK PARAGRAF MELALUI MODEL COOPERATIVE SCRIPT DI KELAS V SDN 1 BULANGO SELATAN KABUPATEN BONE BOLANGO WAYAN RUSMINI, NI; HUSAIN, RUSMIN; HALIDU, SALMA; TRIYANTY PULUKADANG, WIWY; KATILI, SUKRI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i1.4664

Abstract

This research aims to improve students' ability to determine main ideas of paragraphs through the Cooperative Script model. This research adopts a Classroom Action Research approach, utilizing test, observation, and documentation methods for data collection. The subjects of this research are 24 students of Grade V. The initial observation reveals that out of 24 students, 4 students (17%) are categorized as capable, while 20 students (83%) are categorized as incapable. After implementing classroom actions, an improvement is observed in students' ability to determine the main ideas of paragraphs. In Meeting I of Cycle 1, 8 students (33%) are categorized as capable, while 16 students (67%) are categorized as incapable. In Meeting II of Cycle I, the number of capable students increases to 14 (58%), while 10 (42%) remain incapable. Finally, in Cycle II, the final results show that 21 students (87%) are categorized as capable, while only 3 students (13%) are still categorized as incapable. Thus, based on these results, it can be concluded that the Cooperative Script model effectively improves students' ability to determine paragraph main ideas in Grade V at SDN 1 Bulango Selatan, Bone Bolango Regency. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menentukan Ide Pokok Paragraf melalui model Cooperative Script di Kelas V SDN 1 Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi dan dokomentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 24 orang. Hasil penelitian pada Siklus I Pertemuan I siswa dengan kategori mampu berkisar 33% dan kategori tidak mampu berkisar 67%. Selanjutnya pada Siklus I Pertemuan II siswa dengan kategori mampu berhasil meningkat berkisar 58% dan kategori tidak mampu berkisar 42%. Kemudian pada Siklus II siswa mengalami peningkatan yang signifikan dengan kategori mampu 87% dan kategori tidak mampu 13%. Hal ini, menunjukkan bahwa penelitian ini telah mencapai indikator keberhasilan tindakan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa melalui model Cooperative Script dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menentukan ide pokok paragraf di kelas V SDN 1 Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango.  

Page 2 of 3 | Total Record : 22