cover
Contact Name
Sunny Wangko
Contact Email
sunnypatriciawangko@gmail.com
Phone
+628124455733
Journal Mail Official
sunnypatriciawangko@gmail.com
Editorial Address
medscopej@gmail.com
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Medical Scope Journal (MSJ)
ISSN : -     EISSN : 27153312     DOI : https://doi.org/10.35790/msj
Core Subject : Health, Science,
Medical Scope Journal (MSJ) diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (PAAI) Komisariat Manado bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Tulisan yang dimuat dapat berupa artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris.
Articles 231 Documents
Gambaran Perilaku Penggunaan dan Perawatan Lensa Kontak pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado Gowidjaya, Emily N.; Rares, Laya M.; Umboh, Anne M. S.
Medical Scope Journal Vol. 7 No. 1 (2025): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v7i1.53547

Abstract

Abstract: The use of contact lens is currently increasing, especially among young people. Contact lens is safe to use, however if behavior and contact lens care are not appropriate it can pose a risk of complications. This study aimed to obtain the overview of behaviors in using and taking care of contact lenses among students of Medical Faculty Universitas Sam Ratulangi Manado. This was a descriptive study with a cross sectional design involving 57 students. The results showed that based on age, the highest percentage of contact lens users was 20 years (35.1%) and the lowest percentage was 17 and 23 years (each of 1.8%). Based on sex, female students were predominant than male students  (80.7% vs 19.3%). The most common behavior was removing contact lenses while sleeping (100%) and the least frequently performed was taking medication reducing tear production (3.5%). In conclusion, more than half of the students who wear contact lenses have good behavioral category in using and taking care of contact lenses. Keywords: contact lens; use; taking care; behavior of contact lens user     Abstrak: Penggunaan lensa kontak saat ini meningkat terutama di kalangan anak muda. Lensa kontak aman digunakan namun jika perilaku dan perawatan lensa kontak tidak tepat dapat menimbulkan risiko komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran perilaku penggunaan dan perawatan lensa kontak pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang, yang melibatkan 57 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Hasil penelitian mendapatkan mahasiswa pengguna lensa kontak terbanyak berusia 20 tahun (35,1%) dan paling sedikit yang berusia 17 dan 23 tahun (masing-masing 1,8%), sedangkan berdasarkan jenis kelamin lebih banyak mahasiswa perempuan yang menggunakan lensa kontak (80,7%) dibandingkan mahasiswa laki-laki (19,3%). Perilaku yang paling banyak dilakukan oleh mahasiswa yaitu melepas lensa kontak saat tidur (100%) dan paling sedikit dilakukan yaitu mengosumsi obat yang menurunkan produksi air mata (3,5%). Simpulan penelitian ini ialah lebih dari setengah mahasiswa pengguna lensa kontak memiliki perilaku pengguaan dan perawatan lensa kontak termasuk dalam kategori baik. Kata kunci: lensa kontak; penggunaan; perawatan; perilaku pengguna
Hubungan Emotional Quotient dengan Indeks Prestasi Kumulatif Mahasiswa Angkatan 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Winengko, Livia C.; Homenta, Heriyannis; Berhimpon, Siemona L. E.
Medical Scope Journal Vol. 7 No. 1 (2025): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v7i1.53552

Abstract

Abstract: Emotional quotient (EQ) is the ability to understand and control emotions in oneself and others. The essentials to develop EQ are superior in medical students due to future work professions that require skills to maintain interactions with patients and other medical workers. This study aimed to evaluate the correlation between EQ and the Cumulative Achievement Index in medical students class of 2020, Faculty of Medicine, Universitas Sam Ratulangi. This was an observational  and analytical study with a cross-sectional design. Samples were 160 students from the class of 2020 at the Faculty of Medicine, Universitas Sam Ratulangi. The EQ value was measured using the TEIQue-SF instrument, while the Cumulative Achievement Index was obtained from the student transcripts. The result showed that most of the students have moderate EQ (77.5%) and Cumulative Achievement Index that predicated with a compliment (55%). There was an insignificant correlation between EQ and the Cumulative Achievement Index (p=0.506; r=0.053), and the correlation was positive and very weak. In conclusion, there is a positive but insignificant correlation between EQ and Cumulative Achievement Index among students class of 2020, Faculty of Medicine, Universitas Sam Ratulangi. Keywords: Emotional Quotient; Cumulative Achievement Index; Trait Emotional Intelligence Questionnaire-Short Form   Abstrak: Emotional Quotient (EQ) adalah kemampuan memahami dan mengendalikan emosi pada diri sendiri dan orang lain. Kebutuhan untuk mengembangkan EQ yang lebih tinggi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran karena profesi kinerja ke depannya membutuhkan keterampilan guna membangun interaksi dengan pasien dan tenaga medis lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan EQ dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa angkatan 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (FK Unsrat). Penelitian ini menerapkan pendekatan observasional analitik dan studi potong lintang. Sampel penelitian ialah 160 mahasiswa angkatan 2020 FK Unsrat. Nilai EQ diukur menggunakan instrumen TEIQue-SF dan nilai IPK diperoleh dari transkip nilai mahasiswa. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki EQ kategori sedang (77,5%) dan predikat IPK dengan pujian (55%). Terdapat hubungan tidak bermakna antara EQ dengan IPK kekuatan korelasi sangat lemah dan arah korelasi positif (p=0,506; r=0,053). Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan positif yang tidak bermakna antara Emotional Quotient dengan Indeks Prestasi Kumulatif mahasiswa angkatan 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Kata kunci: Emotional Quotient; Indeks Prestasi Kumulatif; Trait Emotional Intelligence Questionnaire-Short Form
Hubungan Usia, Pendidikan dan Pekerjaan dengan Kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga di Kota Manado Hutahaean, Yunita; Kristanto, Erwin G.; Mallo, Nola T. S.
Medical Scope Journal Vol. 7 No. 1 (2025): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v7i1.53565

Abstract

Abstract: Violence often occurs in personal relationships where the abuser is the person closest to the victim, and can involve anyone, including wife, children, and even people who live with the perpetrator. This study aimed to evaluate the relationship between age, education, and occupation with cases of domestic violence in Manado. The results showed that there were 49 victims of domestic violence cases with the overall gender of the victims was female (100%). Majority of victims were aged 15-64 years (87.76%), had high educational background (83.7%) and occupation status not working (81.6%). The chi-square analysis showed that age (p=0.016), education level (p=0.05), and occupational status (p=0.011) had significant relationships with the incidence of domestic violence cases in Manado city. In conclusion, there is a significant relationship between age, education, and occupation with the incidence of domestic violence in Manado. Keywords: age; education; occupation; domestic violence   Abstrak: Kekerasan kerap terjadi dalam hubungan personal dimana pelaku kekerasan ialah orang terdekat dengan korban, dan bisa melibatkan siapa saja termasuk istri, anak-anak, dan bahkan orang yang tinggal bersama pelaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan usia, pendidikan dan pekerjaan terhadap kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Manado. Hasil penelitian memperlihatkan sebanyak 49 korban kasus KDRT dengan keseluruhan jenis kelamin korban yaitu perempuan (100%). Mayoritas korban tergolong kategori usia produktif yaitu 15-64 tahun (87,76%) dengan latar belakang pendidikan yang tinggi (83,7%) dan status pekerjaan tidak bekerja (81,6%). Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa usia (p=0,016), tingkat pendidikan (p=0,05), dan status pekerjaan (p=0,011) memiliki hubungan bermakna terhadap kejadian kasus KDRT di Kota Manado. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara usia, pendidikan, dan pekerjaan dengan kejadian kasus kekerasan dalam rumah tangga di Kota Manado. Kata kunci: usia; pendidikan; pekerjaan; kekerasan dalam rumah tangga
Profil Gangguan Pendengaran Berdasarkan Pemeriksaan Audiometri di Instalasi Rawat Jalan Telinga Hidung Tenggorok dan Bedah Kepala Leher RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Firdaus, Septiana; Pontoh, Valentini M.; Pelealu, Olivia C. P.
Medical Scope Journal Vol. 7 No. 1 (2025): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v7i1.53643

Abstract

Abstract: Hearing loss is a person's inability to hear sound in one or both ears in either part of the auditory system or the whole. Hearing loss can occur in all age groups due to organ structure damage or certain medical conditions. This study aimed to obtain the profile of outpatiens’ hearing loss based on audiometry examination at Installation of Ear Nose Throat and Head Neck Surgery Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital. This was a retrospective and descriptive study with a cross sectional design. The results showed that there were 207 patients with hearing loss based on audiometry examination. The highest number of cases was in 2022 (59%). Hearing loss was more frequently experienced by males (55%), and occured at the age of 20-60 years (57%). Symptoms that arised in hearing loss patients include decreased hearing, ear pain, difficulty in communicating, and tinnitus. The most common type of hearing loss was conductive hearing loss (CHL) (43.6%). In conclusion, hearing loss is often experienced by male patients, and occurs at the age of 20-60 years. The most common causes of hearing loss are untreated wax buildup in the ear canal and exposure to high-intensity noise. Using audiometric examination can determine advanced management according to the type of hearing loss. Keywords: hearing process; hearing loss; audiometry   Abstrak: Gangguan pendengaran merupakan ketidakmampuan seseorang untuk mendengarkan suara pada salah satu atau kedua telinga baik pada sebagian sistem pendengaran atau keseluruhan. Gangguan pendengaran dapat terjadi pada semua kelompok usia, akibat kerusakan struktur organ atau kondisi medis tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan profil gangguan pendengaran berdasarkan pemeriksaan audiometri di Instalasi Rawat Jalan Telinga Hidung Tenggorok dan Bedah Kepala Leher RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou tahun 2020-2022. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif dengan desain potong lintang. Hasil penelitian mendapatkan sampel 207 penderita gangguan pendengaran yang dilakukan pemeriksaan audiometri. Penderita terbanyak pada tahun 2022 (59%).  Gangguan pendengaran lebih sering dialami oleh laki-laki dengan total 114 kasus (55%), dan terjadi pada usia 20-60 tahun sebanyak 117 kasus (57%). Gejala yang sering timbul pada penderita gangguan pendengaran antara lain penurunan pendengaran, nyeri telinga, sulit berkomunikasi, dan telinga berdenging. Jenis gangguan pendengaran tersering yaitu conductive hearing loss (CHL) (43,6%). Simpulan penelitian ini ialah gangguan pendengaran sering dialami oleh laki-laki dan terjadi pada usia 20-60 tahun. Penyebab tersering gangguan pendengaran yaitu penumpukan serumen pada saluran telinga dan paparan dari kebisingan intensitas tinggi. Dengan pemeriksaan audiometri maka dapat ditentukan manajemen lanjutan sesuai jenis gangguan pendengaran. Kata kunci: proses mendengar; gangguan pendengaran; audiometri
Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Penggunaan Tabir Surya pada Mahasiswa Program Studi Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Siregar, Angel R. F.; Kairupan, Tara S.; Mawu, Ferra O.
Medical Scope Journal Vol. 7 No. 1 (2025): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v7i1.53652

Abstract

Abstract: Excessive exposure of skin to sunlight without protection can lead to skin damage such as sunburn, pigmentation disorders, premature aging, and increased risk of skin cancer. Sunscreen application is an effective method to protect the skin from adverse effects of sunlight. The proper selection and correct application of sunscreen significantly influence its effectiveness in protecting the skin. This study aimed to assess the knowledge, attitude, and action related to sunscreen usage among medical students of Universitas Sam Ratulangi. This was a descriptive study with a cross-sectional design. Primary data were collected by distributing questionnaires to the medical students. The results showed that the knowledge level of the respondents was categorized as fair (44.2%); the attitude towards sunscreen usage was considered good (57.4%); and the action of sunscreen application was poor (48.6%). In conclusion, related to sunscreen usage, medical students of Universitas Sam Ratulangi have fair knowledge and action meanwhile the attitude is in the good category. Keywords: sunscreen; ultraviolet radiation; medical students   Abstrak: Paparan sinar matahari berlebihan pada kulit tanpa perlindungan dapat menimbulkan kerusakan kulit seperti sunburn, gangguan pigmentasi, penuaan dini, serta meningkatkan risiko kanker kulit. Tabir surya merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk melindungi diri dari dampak negatif sinar matahari. Cara pemilihan tabir surya yang ideal dan penggunaan tabir surya yang baik dan benar sangat memengaruhi efektivitas tabir surya dalam melindungi kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan tindakan penggunaan tabir surya pada mahasiswa Program Studi Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (FK Unsrat). Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Data primer dikumpulkan dengan membagikan kuesioner kepada mahasiswa FK Unsrat. Hasil penelitian mendapatkan tingkat pengetahuan responden berada di kategori cukup (44,2%), tingkat sikap penggunaan tabir surya responden berada di kategori baik (57,4%) dan tingkat tindakan penggunaan tabir surya responden berada di kategori cukup (48,6%). Simpulan penelitian ini ialah pengetahuan serta tindakan responden berada pada kategori cukup, sedangkan sikap responden pada kategori baik. Kata kunci: tabir surya; sinar ultraviolet; mahasiswa kedokteran
Gambaran Faktor yang Memengaruhi Tren Angka Kejadian dan Keparahan Demam Berdarah Dengue pada Anak di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode 2020-2022 Windhasari, Siti C.; Waworuntu, David S.; Tatura, Suryadi N. N.
Medical Scope Journal Vol. 7 No. 1 (2025): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v7i1.53689

Abstract

Abstract: Dengue infection remains as a significant global health issue due to its rapid spread and increasing number of cases each year. Dengue hemorrhagic fever (DHF) and its severity, dengue shock syndrome (DSS), can be caused by various factors, namely the host, behavior, environment, vectors, health services, and agents. This study aimed to determine the factors that influenced the trend of incidence and severity of DHF at Prof. R. D. Kandou Hospital, Manado. This was a descriptive and analytical study with a cross sectional design. The statistical analysis showed a significant correlation with a negative direction between air temperature and DHF incidence rate (p = 0.029, r = -0.363). Air humidity and rainfall did not have a significant relationship with DHF incidence. Based on the place of residence, a significant association was found with the severity of DHF (p=<0.001, OR=234.103). No significant association was found between economic level and the severity of the disease. In conclusion, there are significant relationships between air temperature and the incidence of DHF, and between the place of residence and the severity of the disease. It is expected that the government and the community can include these factors as indicators in efforts to prevent and control DHF and its severity. Keywords: dengue hemorrhagic fever; dengue shock syndrome; risk factors; children    Abstrak: Infeksi dengue masih menjadi salah satu isu kesehatan global yang signifikan oleh karena penyebarannya yang cepat serta peningkatan jumlah kasus tiap tahunnya. Demam berdarah dengue (DBD) dan keparahannya yakni dengue shock syndrome (DSS) dapat diakibatkan oleh berbagai faktor, yakni faktor pejamu, perilaku, lingkungan, vektor, pelayanan kesehatan, dan agen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dari faktor-faktor yang memengaruhi tren angka kejadian dan keparahan DBD di RSUP Prof. R. D. Kandou Manado. Jenis penelitian ialah analitik deskriptif dengan desain potong lintang. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi bermakna dengan arah negatif antara suhu udara dengan angka kejadian DBD (p=0,029; r=-0,363). Kelembaban udara dan curah hujan tidak memiliki hubungan bermakna terhadap angka kejadian DBD. Berdasarkan tempat tinggal, didapatkan hubungan bermakna dengan tingkat keparahan DBD (p=<0,001; OR=234,103). Tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat ekonomi dengan tingkat keparahan penyakit. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara suhu udara dengan kejadian DBD, dan antara tempat tinggal dengan tingkat keparahan penyakit. Diharapkan bagi pemerintah dan masyarakat dapat mengikutsertakan faktor-faktor tersebut sebagai indikator dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan DBD serta keparahannya. Kata kunci: demam berdarah dengue; dengue shock syndrome; faktor risiko; anak
Profil Acute Kidney Injury pada Anak yang Dirawat di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Ango, Putri C.; Umboh, Adrian; Salendu, Praevilia M.
Medical Scope Journal Vol. 7 No. 1 (2025): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v7i1.53862

Abstract

Abstract: Acute kidney injury (AKI) is a clinical condition as evidenced by elevated levels of creatinine and urea, as well as a decrease in glomerular filtration rate (GFR). This study aimed to determine the profile of AKI in children admitted to the Pediatric Department of Prof. Dr. R. D. Kandou General Hospital, Manado, during the period from January 2020 to August 2023. This was a retrospective and descriptive study with an observational approach and a cross-sectional design. Samples included all children who were diagnosed with AKI. The results obtained 121 patients with AKI, aged 1 month to 18 years, comprising 53.7% males, 46.3% females. Pre-renal AKI accounted for 61.1%, while renal AKI was 38.9%. Common clinical features included fever (75.3%), respiratory distress (61.2%), edema (49.7%), oliguria (93.3%), proteinuria (54.5%), azotemia (100.0%), microscopic hematuria (61.2%), leukocyturia (43.8%), hyponatremia (53.0%), hypocalcemia (47.2%), hypochloremia (48.0%), sepsis (42.1%), septic shock (17.3%), and metabolic acidosis (2.4%). In conclusion, AKI was most commonly found in the age group of 11-15 years, with a higher prevalence in males than females. The most common etiology was pre-renal AKI, with oliguria, fever, and respiratory distress being the most common clinical symptoms. Laboratory examinations commonly showed azotemia, hematuria, proteinuria, and leukocyturia. Keywords: acute kidney injury; children; clinical features; complication   Abstrak: Acute Kidney Injury (AKI) adalah sebuah keadaan klinis dimana terjadi peningkatan kreatinin dan urea serta penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil AKI pada anak yang dirawat di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Januari 2020-Agustus 2023. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif dan observasional dengan desain potong lintang. Sampel penelitian ini ialah semua anak yang dirawat dan didiagnosis AKI. Hasil penelitian mendapatkan 121 pasien dengan diagnosis AKI, usia 1 bulan-18 tahun, laki-laki 53,7%, perempuan 46,3%. AKI pre-renal 61,1%, AKI renal 38,9%. Demam 75,3%, sesak napas 61,2%, edema 49,7%, oliguria 93,3%, proteinuria 54,5%, azotemia 100,0%, hematuria mikroskopis 61,2%, leukosituria 43,8%, hiponatremia 53,0%, hipokalsemia 47,2%, hipokloremia 48,0%, sepsis 42,1%, syok sepsis 17,3%, dan asidosis metabolik 2,4%. Simpulan penelitian ini ialah AKI ditemukan tersering pada rentang usia 11-15 tahun, lebih sering pada laki-laki dibandingkan perempuan, etiologi terbanyak ialah AKI pre-renal, gejala klinis tersering ialah oliguria, demam dan sesak napas. Pemeriksaan laboratorium tersering ditemukan azotemia, hematuria, proteinuria, serta leukosituria. Kata kunci: acute kidney injury; anak; gangguan ginjal akut; komplikasi
Torsades de Pointes Akibat Bradikardia Kurniawan, James C.; Setiadi, Benny M.; Rampengan, Starry H.
Medical Scope Journal Vol. 7 No. 1 (2025): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v7i1.54391

Abstract

Abstract: Torsades de pointes (TdP) is a fatal tachyarrhythmia that has the potential to degenerate into ventricular fibrillation. The occurrence of TdP is associated with prolongation of the QT interval on the electrocardiogram (ECG), which is often found in bradycardia patients. We reported an 86-year-old female who experienced recurrent fainting episodes in the past month. From the ECG we recorded sinus rhythm was bradycardia with a heart rate of 43 bpm with a high degree of atrioventricular block, with a prolongation of the QT interval reaching 640 milliseconds. The patient was not taking any medications known to have the effect of prolonging the QT interval. The patient underwent a series of examination. Blood and electrolyte tests were within normal limit. Echocardiography examination showed good heart pump function and no structural abnormalities were found. The 24-hour Holter examination recorded a TdP rhythm with a heart rate of 180 bpm which was spontaneos termination. The patient underwent a permanent dual chamber pacemaker implantation. At post-insertion follow-up, the patient never experienced another fainting episode. In conclusion, bradycardia on ECG is known to prolong the QT interval thereby predisposing to torsades de pointes. Implantation of a permanent pacemaker was done and was successful in treating bradycardia, shortening the QT interval thereby suppressing the occurrence of torsades de pointes. Keywords: torsades de pointes; bradycardia; atrioventricular block    Abstrak: Torsades de pointes (TdP) merupakan takiaritmia fatal yang berpotensi berdegenerasi menjadi fibrilasi ventrikel. Kejadian TdP dikaitkan dengan pemanjangan interval QT pada elektrokardiogram (EKG), yang seringkali dijumpai pada pasien bradikardia. Kami melaporkan kasus seorang pasien wanita berusia 86 tahun yang mengalami episode pingsan berulang dalam satu bulan terakhir. Dari gambaran  EKG didapatkan irama sinus bradikardia dengan laju jantung 43x per menit dengan blok atrioventrikular derajat tinggi, dengan pemanjangan interval QT mencapai 640 milidetik. Pasien tidak mengonsumsi obat-obatan yang diketahui memiliki efek memperpanjang interval QT. Pasien menjalani serangkaian penunjang. Pemeriksaan darah dan elektrolit hasilnya normal. Pemeriksaan ekokardiografi menunjukkan fungsi pompa jantung baik dan tidak ditemukan adanya abnormalitas struktur jantung. Pemeriksaan Holter 24 jam berhasil merekam irama TdP dengan laju jantung 180x per menit yang mengalami terminasi spontan. Pada pasien dilakukan pemasangan alat pacu jantung permanen dual chamber. Pada follow up paska pemasangan, pasien tidak pernah mengalami episode pingsan lagi. Simpulan kasus ini ialah bradikardia pada elektrokardiogram diketahui memperpanjang interval QT sehingga memredisposisi terjadinya TdP. Pemasangan alat pacu jantung permanen pada pasien dipilih sebagai langkah tatalaksana, dan terbukti berhasil mengatasi bradikardia, memperpendek interval QT sehingga mensupresi terjadinya torsades de pointes. Kata kunci: torsades de pointes; bradikardia; blok atrioventrikular
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pria terhadap Penggunaan Kontrasepsi Kondom di Kecamatan Tuminting Tahun 2023 Rampengan, Derren D. C. H.; Turalaki, Grace L. A.; Tendean, Lidya E. N.
Medical Scope Journal Vol. 7 No. 1 (2025): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v7i1.54476

Abstract

Abstract: The government's efforts to control the rate of population growth is inter alia the family planning program using contraceptives; one of the them is condom. This study aimed to determine the relationship between men’s knowledge and attitudes with condom use at Tuminting in 2023. This was a quantitative and descriptive study with a cross-sectional design. Data were analyzed using the Pearson correlation test and regression analysis. The results showed that there were 394 men as respondents. Knowledge and attitude scores were higher in the group using condoms (46.8±0.79 and 20.11±2.39). Based on education level, the highest knowledge score was in the respondents of senior high school (4.67±0.91). Meanwhile, the highest behavior score was in the respondents of elementary school education (21.80±2.59). The correlation test obtained an r-value of 0.542 and a p-value of <0.005, indicating that there was a positive moderate significant correlation between knowledge and attitude towards the use of condom as contraceptive. In conclusion, there is a significant positive correlation between level of knowledge and attitude towards condom use among men at Tuminting in 2023. Keywords: condom contraception; knowledge; attitude   Abstrak: Upaya pemerintah untuk mengendalikan laju pertumbuhan pendudukan ialah antara lain melalui program Keluarga Berencana (KB) dengan menggunakan kontrasepsi; salah satunya ialah penggunaan kondom. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap pria dengan penggunaan kontrasepsi kondom di Kecamatan Tuminting tahun 2023. Jenis penelitian ialah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik dan desain potong lintang. Uji statistik menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linier. Hasil penelitian mendapatkan 394 pria dewasa sebagai responden. Skor pengetahuan dan perilaku lebih tinggi pada kelompok responden yang menggunakan kontrasepsi kondom (46,8±0,79 dan 20,11±2,39). Berdasarkan tingkat pendidikan, skor pengetahuan paling tinggi berada pada kelompok responden dengan tingkat pendidikan tertinggi SMA/SMK (4,67±0,91), sedangkan skor perilaku paling tinggi berada pada kelompok responden dengan tingkat pendidikan SD (21,80±2,59). Hasil uji korelasi Pearson mendapatkan nilai r=0,542 dengan nilai p<0,005, yang menunjukkan terdapat korelasi positif kekuatan sedang yang bermakna antara pengetahuan dan sikap terhadap penggunaan kontrasepsi kondom. Simpulan penelitian ini ialah terdapat korelasi positif yang bermakna antara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap penggunaan kontrasepsi kondom pada pria di Kecamatan Tuminting tahun 2023. Kata kunci: kontrasepsi kondom; pengetahuan; sikap
Hubungan Kadar Alpha Fetoprotein dengan Derajat Keparahan Karsinoma Hepatoseluler Fadillah, Favian R.; Rotty, Linda W. A.; Sugeng, Cerelia E. C.
Medical Scope Journal Vol. 7 No. 1 (2025): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v7i1.54829

Abstract

Abstract: Hepatocellular carcinoma (HCC) is the most common primary liver tumor and ranks third as the highest cause of cancer-related mortality. Hepatitis B virus infection is a risk factor found in 50% of subjects, while the remaining 50% have non-hepatitis B and non-hepatitis C etiologies. Alpha-fetoprotein (AFP) and the Barcelona Clinic Liver Cancer (BCLC) are the most widely used biological marker and disease staging system. This study aimed to determine the relationship between AFP levels and BCLC stages in HCC patients at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital, Manado. This was a retrospective and analytical study with a cross-sectional approach using patient medical records as samples. The results showed a total of 56 HCC patients, consisting of 43 males and 13 females, obtained using consecutive sampling techniques. Each variable was categorized into two groups: ≤200 ng/ml and >200 ng/ml for AFP; and operable (BCLC 0/A) and non-operable (BCLC B/C/D) for BCLC staging. There were two patients (3.6%) in the operable category and 54 patients (96.4%) in the non-operable category. Fisher's exact test results showed no significant relationship between AFP levels and disease severity in HCC patients (p=0.228). In conclusion, there is no significant relationship between alpha-fetoprotein levels and disease severity in hepatocellular carcinoma patients. Keywords: alpha-fetoprotein levels; hepatocellular carcinoma; BCLC staging    Abstrak: Karsinoma hepatoseluler (KHS) merupakan tumor primer pada hati yang paling umum terjadi dan menyandang peringkat ke-3 sebagai penyumbang angka kematian tertinggi yang disebabkan oleh kanker. Infeksi virus hepatitis B merupakan faktor risiko yang ditemukan pada 50% subjek dan sisanya (50%) memiliki etiologi non hepatitis B dan non hepatitis C. Alpha fetoprotein (AFP) dan Barcelona Clinic Liver Cancer (BCLC) merupakan penanda biologis dan sistem pemeringkatan derajat penyakit yang paling banyak digunakan saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar AFP dengan derajat BCLC pada subjek KHS di RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini merupakan retrospektif analitik dengan pendekatan potong lintang yang menggunakan rekam medis pasien sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian mendapatkan 56 pasien KHS terdiri dari 43 laki-laki dan 13 perempuan dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Masing-masing variabel dikategorikan menjadi dua kelompok, yaitu ≤200 ng/ml dan >200 ng/ml untuk AFP, serta operable (BCLC 0/A) dan non-operable (BCLC B/C/D) untuk staging BCLC. Terdapat dua subjek (3,6%) untuk kategori operable dan 54 subjek (96,4%) untuk kategori non-operable. Hasil uji Fisher’s exact menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara kadar AFP dengan derajat keparahan penyakit pada pasien KHS (p=0,228). Simpulan penelitian ini ialah tidak terdapat hubungan bermakna antara kadar alpha fetoprotein dengan derajat keparahan penyakit pada pasien karsinoma hepatoseluler. Kata kunci: kadar alpha-fetoprotein; karsinoma hepatoseluler; BCLC staging