cover
Contact Name
Sulistiono
Contact Email
ecep_s@apps.ipb.ac.id
Phone
+6281317011347
Journal Mail Official
jurnalfpik.ipb@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor Jalan Agatis, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680, Indonesia
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan
ISSN : 20874871     EISSN : 25493841     DOI : https://doi.org/10.24319
Tujuan Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan yaitu menyebarluaskan informasi ilmiah tentang perkembangan teknologi perikanan dan kelautan antara lain: teknologi perikanan tangkap, teknologi kelautan, inderaja kelautan, akustik dan instrumentasi, teknologi kapal perikanan, teknologi pengolahan hasil perikanan, teknologi budidaya perikanan, bioteknologi kelautan, teknik manajemen pesisir dan kelautan, teknik manajemen lingkungan perairan, dan sosial ekonomi perikanan dan kelautan.
Articles 352 Documents
PRODUKSI DAN PRODUKTIVITAS TUNA OLEH KAPAL TUNA LONGLINE YANG BERBASIS DI PPN PALABUHANRATU Mohammad Imron; Roza Yusfiandayani; Mulyono S. Baskoro
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2821.779 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.10.173-181

Abstract

Tuna fishing productivity can be seen from the production of landed production per attempt. The archipelago fishing port Palabuhanratu has become one of the active fishing ports in the southern coastal region in Java Island and it’s one of the centers of capture fisheries in the area of West Java Province. Tuna longline is an industrial-scale fishing unit to catch tuna as an export commodity. Tuna production in PPN Palabuhanratu experienced had a significant increase from 2010 to 2014. In 2014-2018 tuna production in PPN Palabuhanratu experienced had a quite drastic decline. In 2019, production will increase to 1,091,612 tons. Landing Per Unit Effort (LPUE) is used in fisheries research to indicate the abundance of resources used to conduct stock assessments when estimating the relative abundance of an exploited species. The composition of tuna catches by longline tuna vessels consists of yellowfin tuna (Thunnus albacores), big eye tuna (Thunnus obesus), and albakor tuna (Thunnus alalunga). Tuna production which was landed at PPN Palabuhanratu from 2010-2019 experienced is fluctuative. In 2010 the production of yellowfin tuna was 444,952 tons, big eye tuna was 979,189 tons, albakor tuna was 122,671 tons. In 2019 the production of yellowfin tuna was 617,992 tons, big eye tuna was 240,487 tons, albakor tuna was 233,133 tons. The highest productivity occurred in yellowfin tuna in 2014 with a LPUE value of 6,09 with a production of 2,448,171 tons with a total effort of 402. Productivity has fluctuated every year.
RESPONS PENYU TERHADAP CAHAYA UNTUK MITIGASI BYCATCH DALAM SKALA LABORATORIUM Ronny Irawan Wahju; Mochammad Riyanto; Roza Yusfiandayani; Ganang Dwi Prasetyo
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3121.631 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.10.161-172

Abstract

Penelitian tentang respons penyu terhadap lampu Light Emitting Diode (LED) warna hijau untuk mengurangi bycatch penyu telah dilakukan dalam skala laboratorium. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis respons tingkah laku penyu terhadap lampu LED hijau pada skala laboratorium. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan melakukan observasi tingkah laku penyu terhadap cahaya hijau dalam kondisi yang terkontrol. Pengujian dilakukan dengan mengamati respons berupa pergerakan dan kecepatan tukik terhadap lampu LED hijau. Spesies penyu yang menjadi objek pada pengamatan ini adalah tukik penyu hijau (Chelonia mydas) sebanyak 11 ekor dengan ukuran panjang karapas CCL 45-50 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyu memiliki kondisi dan tingkat sensitivitas visual dan menunjukkan respons yang sama terhadap setiap perlakuan. Penggunaan Lampu LED hijau memberikan respons penghindaran terhadap penyu. Berdasarkan respons penghindaran tersebut, lampu LED hijau dapat digunakan sebagai alternatif dalam mereduksi bycatch penyu pada kegiatan perikanan gillnet.
STUDI PENANGANAN HASIL TANGKAPAN PURSE SEINE DI KM BINA MAJU KOTA SIBOLGA Roma Yuli Felina Hutapea; Liya Tri Khikmawati; Wahyu Gusfirmansyah
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2600.809 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.10.183-190

Abstract

Catches handling is one of the factors that affect the freshness and quality of fish catches. The effort made by the government in maintaining the quality of fishery products is by issuing KEPMEN-KP 52A/2013 concerning in Quality Assurance and Safety Requirements for Fishery Products in the Production, Processing, and Distribution Process. Government alignments by issuing KEPMEN-KP 52A/2013 are expected to produce good, safe, and healthy fishery products. The purpose of this reseacrh is to determine the activities of catches handling and determine the suitability of handling activities in KM Bina Maju with KEPMEN KP 52A/2013. The research method is a case study. The object or location of fish handling activities in KM Bina Maju that have implemented the 3C1Q Clean, Careful, Cold, and Quick principles. The suitability of handling activities in KM Bina Maju with KEPMEN KP 52A/2013, is the availability of hatch used for storage of catches that are separate from the engine room and ABK room. It's just that the hatch is not yet equipped with a sea water cooling engine and automatic air temperature control. The suitability of the workers with KEPMEN KP 52A/2013 is a condition of ABK that is healthy, does not smoke, and not spits in the storage area. The discrepancy is in the case of lack of awareness in the use of work clothes and hand washing activities before catch handling activities.
STRATEGI PENGEMBANGAN PANGKALAN PENDARATAN IKAN CISOLOK, KABUPATEN SUKABUMI: PENDEKATAN ANALISIS SWOT Ayang Armelita Rosalia; Anwar Bey Pane; Iin Solihin; Roma Yuli Felina Hutapea; Aprilia Syah Putri; Denta Tirtana
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2634.176 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.10.191-204

Abstract

Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Cisolok tidak dapat digunakan secara maksimal, karena fasilitas pokok dermaga pendaratan ikan dan kolam pelabuhan yang ada sudah tidak layak dan tidak dapat menampung seluruh kapal ikan nelayan Cisolok. Kondisi dermaga pendaratan dan kolam pelabuhan yang tidak berfungsi secara optimal, menyebabkan diperlukannya pengembangan fasilitas pokok di PPI Cisolok. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh strategi penting dalam pengembangan fasilitas dan aktivitas pendaratan ikan, yang berkaitan dengan pengembangan fasilitas pokok pelabuhan bagi pengelola PPI Cisolok yaitu; dermaga pendaratan ikan dan kolam pelabuhan. Metode yang digunakan adalah studi kasus. Analisis data yang dilakukan menggunakan Analisis SWOT. Strategi penting dalam pengembangan fasilitas-aktivitas di PPI Cisolok meliputi: (1) Melakukan pembangunan secara bertahap fasilitas pokok (dermaga pendaratan ikan dan kolam pelabuhan), (2) Melakukan perbaikan breakwater dengan menambah panjang breakwater di sepanjang pantai sebelah kiri dan kanan pelabuhan, (3) Melakukan pengerukan sedimentasi sehingga Kapal Motor (KM) dapat masuk ke PPI Cisolok, dan (4) Peningkatan ukuran dan jumlah armada penangkapan ikan.
STRATEGI PENGEMBANGAN PELABUHAN PERIKANAN NIZAM ZACHMAN DALAM MENDUKUNG INDUSTRI PERIKANAN TUNA Roma Yuli Felina Hutapea; Iin Solihin; Tri Wiji Nurani; Ayang Armelita Rosalia; Aprilia Syah Putri
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2643.256 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.10.233-245

Abstract

The role of fishing ports required in tuna fishing industries. Oceanic Fishing Port Nizam Zachman is a tuna fishing port in Indonesia, which includes the tuna fishing industrty. The increasing role of Nizam Zachman Oceanic Fishing Port is needed by tuna stakeholders to optimize the performance and services provided by the port. The aimed of the research was to formulate the development strategy of tuna industries, which is competitive with used the role of Nizam Zachman Oceanic Fishing Port. The analysis methods that used in this research was SWOT analysis by comparing the internal factors and external factors tuna fisheries development. The results showed that there were 6 tuna fisheries development strategy by optimizing the role of Nizam Zachman Oceanic Fishing Port.
ASURANSI KERANGKA KAPAL PERIKANAN SEBAGAI STRATEGI MANAJEMEN RISIKO (STUDI KASUS: PERUSAHAAN UMUM PERIKANAN INDONESIA) Bunga Mega Aprilia; Fis Purwangka; Akhmad Solihin
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2662.772 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.10.217-231

Abstract

Fishing vessel operational activities have a high risk of accidents, those causing losses to the ship owner. The government has required fishing vessel frame insurance to the ship owner through a mandatory circular for the removal of the ship's framework and/or compensation protection. This study aims to describe the rules of ship insurance in Indonesia with a normative juridical law. Next, identify fishing vessel requirements for submission of insurance with a descriptive analysis and find out the gap in the implementation of fishing vessel frame insurance at Perum Perindo and provide recommendations for implementation with gap analysis. The results of this study, it is known that the rules regarding fishing vessel frame insurance contained in Law No. 17/2008 (Article 203), PP No. 5/2010 (Article 119), and PermenHub No. 71/2013 (Article 18). Required insurance requirements are grosse akta, surat ukur, and pas besar. The implementation gap for fishing vessel frame insurance at Perum Perindo is 40%. Recommendations for implementing insurance are suggested that the ship owner completes the document of ownership of the ship which is the insurance requirement and the preparation of funds to pay premiums to third parties.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN KECIL DI PPN PEKALONGAN Abdul Kohar Mudzakir; Agus Suherman
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2712.507 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.10.205-215

Abstract

Nelayan kecil (artisanal) merupakan kelompok nelayan yang dinilai rentan secara sosial dan ekonomi, dengan tingkat kesejahteraanya yang rendah, salah satunya dilihat dari kepemilikan barang dan semua tingkat pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Salah satu indikator untuk menilai tingkat kesejahteraan tersebut adalah dengan indikator BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan nelayan kecil di PPN Pekalongan. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kuantitatif. Pengambilan responden berdasarkan puposive sampling, dengan kriteria responden adalah nelayan kecil dengan kepemilikan kapal di bawah 10 GT, didapatkan jumlah responden 159 orang. Dengan menggunakan regresi linier berganda faktor yang mempengaruhi tingat kesejahteraan nelayan (Y) antara lain: X1 (tingkat pendapatan), X2 (pengeluaran rumah tangga), X3 (keadaan tempat tinggal), X4 (fasilitas tempat tinggal), X5 (kesehatan anggota keluarga), X6 (kemudahan mendapat pelayanan kesehatan), X7 (kemudahan memasukkan anak ke jenjang pendidikan), dan X8 (kemudahan mendapat fasilitas transportasi). Hasil penelitian didapatkan hanya 4 faktor secara signifikan mempengaruhi tingkat kesejahteraan nelayan, antara lain keadaan tempat tinggal, kesehatan anggota keluarga, kemudahan memasukkan anak kejenjang pendidikan, dan kemudahan mendapatkan fasilitas transportasi dimana hubungan pengaruhnya semua positif kecuali faktor kemudahan mendapat fasilitas transportasi. Dengan pengaruh terbesar adalah pada fasilitas tempat tinggal, sehingga dengan perbaikan fasilitas tempat tinggal bagi nelayan kecil akan memperbaiki tingkat kesejahteraannya.
INDEKS PERTUMBUHAN IKAN KAKAP MERAH DAN KERAPU LUMPUR PADA PERIKANAN BUBU DASAR DI PERAIRAN BUNYU Muhammad Firdaus; Gazali Salim; Jimmy Cahyadi; Encik Weliyadi
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 1 (2020): MEI 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2520.291 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.11.29-43

Abstract

Bunyu Island in the North Kalimantan province has abundant and economically valuable marine aquatic ecosystem resources, where Bunyu Island communities utilize the potential of marine aquatic ecosystems to be used as fishery potential in terms of fishing using bottom fish pots. Fishing catch is economically valuable in the form of red snapper and grouper fish found in the marine ecosystems of Bunyu Island. The research objective was to analyze the growth and size structure of the Red Snapper fish (Lutjanus argentimaculatus) and Grouper fish (Epinephalus malabaricus) originating from the waters of the island of Bunyu. Retrieval of data in the form of growth parameters are the total length and standard length, total weight, gender, gonad maturity level, and gonad weight. The results of the study of most snapper caught the length of 40,49-47,61 cm and a weight of 990,05-1.451,68 grams. While the results of the grouper study most caught were 43,73-50,13 cm in length and weights of 800,94-1.308,70 grams. The nature of growth of Red Snapper fish (Lutjanus argentimaculatus) are negative allometry. The condition index value is skinny of Red Snapper fish (Lutjanus argentimaculatus). Grouper fish (Epinephalus malabaricus) of total length and total weight is positive allometry and on the standart and fork length with total weight is negative allometri.
ANALISIS KESESUAIAN UKURAN KONSTRUKSI UTAMA KAPAL PERIKANAN DI BEBERAPA PELABUHAN PERIKANAN DI PULAU JAWA Mohammad Imron; Sulaeman Martasuganda; Anshar Kurniawan
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 1 (2020): MEI 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2432.397 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.11.1-10

Abstract

Kapal perikanan di Indonesia khususnya kapal penangkap ikan dan kapal pengangkut ikan secara umum dibangun oleh galangan kapal tradisional. Pembangunan kapal yang dilakukan oleh galangan kapal tradisional biasanya tidak dilengkapi dengan perencanaan teknis. Perencanaan teknis dalam pembangunan kapal diantaranya adalah general arrangement, lines plan, construction plan, dan perhitungan hidrostatis dan stabilitas. Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) adalah badan klasifikasi nasional yang memiliki wewenang dalam mengatur ukuran konstruksi, cara penyambungan, dan penentuan jenis kayu pada kapal. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan kajian terhadap kesesuaian ukuran konstruksi utama kapal dengan aturan BKI. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesesuaian ukuran konstruksi utama kapal perikanan dengan aturan Biro Klasifikasi Indonesia, dan mendeskripsikan faktor-faktor yang dapat memengaruhi kesesuaian ukuran konstruksi utama kapal perikanan dengan aturan Biro Klasifikasi Indonesia di Beberapa Pelabuhan Perikanan di Pulau Jawa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian survei. Ukuran konstruksi kapal dibandingkan dengan ukuran konstruksi berdasarkan aturan BKI. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif komparatif dan analisis deskriptif. Ukuran konstruksi kapal di beberapa pelabuhan perikanan di pulau Jawa beragam, tergantung pada dimensi utama kapal. Rata-rata ukuran konstruksi 47,68% lebih besar dari standar BKI, 52,16% lebih kecil dari standar BKI, dan 0,19% sesuai dengan standar BKI. Rata-rata tingkat selisih ukuran konstruksi sebesar 9,25% lebih besar dari standar BKI. Konstruksi yang rata-rata ukurannya masih di bawah standar BKI adalah galar balok, galar kim, dan kulit luar.
MARGIN DAN TINGKAT EFISIENSI PEMASARAN IKAN TENGGIRI (Scomberomorus commerson) DI PPI TANJUNGSARI KABUPATEN PEMALANG Hendrik Anggi Setyawan; Bambang Argo Wibowo; Abdul Kohar Mudzakir
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 1 (2020): MEI 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2512.854 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.11.53-62

Abstract

Ikan Tenggiri menjadi salah satu target tangkapan utama bagi nelayan gill net multifilament di PPI Tanjungsari dikarenakan harganya yang tinggi dan juga permintaan pasar dari dalam maupun luar Kabupaten Pemalang yang banyak. Usaha pemasaran ikan Tenggiri dilakukan dan dikembangkan oleh berbagai pihak, diantaranya adalah nelayan, pedagang besar, pedagang pengecer, dan pedagang luar kota. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk saluran pemasaran serta menganalisis nilai marjin pemasaran dan efisiensi pemasaran ikan Tenggiri di PPI Tanjungsari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, dan metode pengambilan sampel adalah metode purposive sampling. Analisis data yang dilakukan berupa analisis marjin pemasaran, fisherman’s share, dan analisis efisiensi pemasaran. Terdapat dua bentuk saluran pemasaran ikan tenggiri, yaitu dari nelayan-pedagang sedang-pedagang kecil-konsumen akhir dan dari nelayan-pedagang besar-pedagang luar kota-konsumen. Total marjin pemasaran pada saluran kedua lebih besar dibandingkan saluran pertama, yaitu sebesar Rp 33.243,-/kg dikarenakan biaya pemasaran yang lebih besar. Analisis efisiensi pemasaran yang didapatkan pada kedua saluran termasuk dalam kategori tidak efisien dengan nilai 20% pada saluran 1 dan 33% pada saluran 2.