cover
Contact Name
I Gde Dharma Atmaja
Contact Email
sangkareangmataram@gmail.com
Phone
+62818361014
Journal Mail Official
sangkareangmataram@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A, Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram
Published by Sangkareang Mataram
ISSN : 23559292     EISSN : 27752127     DOI : -
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram merupakan jurnal resmi yang memuat artikel ilmiah dari berbagai disiplin keilmuan (bunga rampai) seperti Kesehatan, Kedokteran Hewan, Seni, Teknologi, Teknik, Ekonomi, Kehutanan, Kependidikan dan lain sebagainya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 402 Documents
ANALISIS KEBIJAKAN KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS (KHDTK) DI SENARU KABUPATEN LOMBOK UTARA Markum; Sitti Latifah; Budhy Setiawan
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 4 (2017): Desember 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Senaru adalah ijin peruntukan kawasan hutan pendidikan yang dimandatkan kepada Universitas Mataram. Saat ini di KHDTK seluas 225,7 ha. Kawasan ini sudah dikukuhkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.392/Menhut-II/2004, tanggal 18 Oktober 2004. Namun dalam implementasinya, ditemui beberapa persoalan krusial, antara lain: terdapatnya bangunan tanpa ijin, perambahan, penebangan kayu illegal, bahkan klaim lahan oleh HTI. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengidentifikasi bentuk-bentuk pelanggaran di dalam kawasan KHDTK Senaru, 2) Mendeskripsikan peran dan tugas penanganan pelanggaran oleh para para pihak pemangku kehutanan, 3) Merumuskan langkah-langkah tindakan untuk mengatasi permasalahan yang ada. Metode yang digunakan adalah kaji dokumen dan survei. Teknik pengumpulan data menggunakan Rountable discussion, dan Focus Group Discussion kepada pengurus dan anggota kelompok tani yang ada di Senaru, sebanyak 30 orang. Analisis data dilakukan dengan uraian deskriptif, mengacu pada pertanyaan kunci yang telah disusun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) bentuk-bentuk pelanggaran yang terjadi adalah terjadinya pemindah tangan hak kelola masyarakat, dan ada indikasi overlapping ijin kawasan dengan HTI, (2) peran dan tugas para pihak perlu dideskripsikan kedalam surat perjanjian antara pengelola KHDTK Senaru dengan masyarakat sehingga ada kejelasan dalam pengelolaan, dan (3) instrumen pendukung yang dibutuhkan untuk tata kelola KHDTK Senaru adalah tersedianya kelembagaan pelaksana, instrumen perencanaan jangka panjang dan jangka pendek, skema kerjasama dengan masyarakat, dan dukungan SOP dan sarana prasarana pengawasan dan pengamanan hutan.
EFEKTIVITAS PUPUK ORGANIK CAIR ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) FERMENTASI Trichoderma spp. TERHADAP PERTUMBUHAN SELADA (Lactuca sativa L.) Wawan Apzani; H. Agung W. Wardhana; Baharuddin; Zainal Arifin
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 3 (2017): September 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan selada yang diberi perlakuan pupuk organik cair eceng gondok hasil fermentasi Trichoderma spp. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan percobaan di Green House. Penelitian ini dirancang menggunakan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan percobaan faktor tunggal yaitu pupuk organik cair eceng gondok fermentasi Trichoderma spp., yang terdiri dari 5 aras dan 5 kali ulangan. Data dianalisis dengan uji analisis ragam (ANOVA) dan apabila terdapat beda nyata maka dilakukan uji lanjut menggunakan Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan pemberian pupuk organik cair eceng gondok hasil fermentasi Trichoderma spp. dosis 16 ml/liter memberikan pengaruh yang signifikan serta hasil tertinggi terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan berat kering tanaman selada (Lactuca sativa L.).
ADAT KAWIN LARI “MERARIQ” PADA MASYARAKAT SASAK (Studi Kasus di Kabupaten Lombok Tengah) Farida Ariany
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 3 (2017): September 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawin lari dalam masyarakat pada umumnya menjadi suatu yang tabu. Akan tetapi pada masyarakat Sasak kawin lari atau merariq adalah suatu adat istiadat yang sudah menjadi identitasbagi mereka. Selain karena merupakan adat, merariq dilakukan sebagai pembuktian kelaki-lakian, keberanian, keseriusan dan tanggung jawab seorang laki-laki pada calon istrinya. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: 1) Mengapa masyarakat Sasak khususnya masyarakat Sakra melakukan merariq?, 2) Apa perbedaan merariq pada kaum bangsawan dengan masyarakat biasa?. Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui alasan-alasan yang melatar belakangi masyarakat Sasak khususnya masyarakat desa Sakra melakukan merariq, 2) Untuk mengetahui apakah ada perbedaan merariq yang dilakukan oleh kaum bangsawan dengan masyarakat biasa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif di mana metode ini adalah suatu metode yang tidak menggunakan angka-angka melainkan suatu deskripsi mengenai kehidupan maupun permasalahan yang terdapat pada masyarakat yang diteliti. Lokasi penelitian dalam penelitian ini adalah di Kabupaten Lombok Tengah, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa alasan-alasan yang melatarbelakangi masyarakat Lombok Tengan melakukan merariq adalah karena dengan pelarian yang mereka lakukan akan menunjukakan kemampuan mereka memegang tanggung jawab untuk mandiri menjalankan kehidupan mereka bersama. Adapun alasan yang lain karena ketidak setujuan dari orang tua dengan pasangan yang dipilih oleh anak mereka dan karena adanya suatu paksaan atau bisa dikatakan ketidaktahuan dari pihak perempuan kalau dia ternyata dibawa lari oleh pasangannya. Selain dalam praktik merariq didapatkan beberapa kemudahan dan tidak beresiko untuk tidak direstui oleh orang tua dari pihak perempuan. Terdapat perbedaan antara merariq yang dilakukan oleh kaum bangsawan dengan masyarakat biasa. Pada zaman dahulu perbedaan itu terlihat dari pakaian, paying agung yang digunakan akan tetapi pada masa sekarang sudah tidak bisa terlihat lagi karena antara bangsawan dan masyarakat biasa sama saja, yang membedakannya hanya pada besarnya aji krame yang disebutkan dalam prosesi sorong serah, yang mana kaum bangsawan yakni lalu atau baiq 66 selakse sedangkan masyarakat biasa 33 selakse.
ANALISA SITUS ASAM BRONSTED PADA KERAMIK BERPORI DARI LUMPUR LAPINDO M. Ali Ilyas
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 3 (2017): September 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lumpur Lapindo merupakan material dengan kandungan alumina dan silika yang tinggi dan bahan ini tersedia cukup melimpah, sedangkan tanin merupakan senyawa organik polifenol hasil metabolit sekunder tanaman hijau. Karena kandungan alumina dan silika yang tinggi, maka lumpur Lapindo bisa sebagai kandidat bahan pembuatan keramik. Keramik yang baik adalah keramik dari bahan yang tidak mengandung garam-garam larut air, sehingga sebelum melakukan pembuatan keramik terlabih dahulu menghilangkan garam-garam larut air. Dalam penelitian ini keramik yang dibuat adalah keramik berpori dengan metode pembuatan yang mirip dengan metode die pressing, sedangkan kadar tanin yang digunakan dalam pembuatan keramik dari lumpur Lapindo adalah 30%. Pokok pada penelitian ini adalah analisa sifat kimia yaitu keasaman Bronsted permukaan. Berdasarkan hasil uji SEM pada berbagai perbesaran tampak adanya berbagai bentuk dan ukuran pori, yang didominasi oleh ukuran makropori. Berdasarkan hasil analisa dengan FT-IR pada panjang gelombang 775 – 735 cm-1 menunjukkan bahwa terdapat vibrasi Si-O-Al yang memperlihatkan situs asam Bronsted.
POTENSI JENIS DAN KEPADATAN POPULASI SATWA LIAR DI OBYEK WISATA ALAM AIR TERJUN BENANG KELAMBU DAN BENANG STOKEL DI KAWASAN HUTAN LINDUNG GUNUNG RINJANI DUSUN PEMOTOH DESA AIK BERIK SEPAGE KECAMATAN BATU KLIANG UTARA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Raden Roro Narwastu Dwi Rita; Yulia Ratnaningsih
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 3 (2017): September 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui potensi jenis-jenis satwa (nama-nama satwa dan kepadatan satwa) yang berada di kawasan Wisata Alam Air Terjun Benang Kelambu dan Air Terjun Benang Stokel. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan skunder, untuk inventarisasi satwa liar menggunakan transek jalur. Dari hasil tansek jalur sejauh 2,3 km dan lebar 4 m ditemukan satwa 2 jenis primate, 5 jenis mamalia, 2 jenis reptile, 12 jenis aves dan 3 jenis aves, baik itu secara langsung ataupun secara tidak langsung. Terdapat beberapa jenis satwa yang dilindungi yaitu lutung, trenggiling, biawak, elang flores, ayam hutan hijau sesuai SK Menhutbun No. 733/Kpts-II/1999 merupakan satwa yang dilindungi keberadaannya yang sudah hampir punah. Satwa yang banyak di jumpai di kawasan benang stokel dan benang Kelambu adalah Monyet Ekor panjang. (Macaca fascicularis), Dari 3 transek jalur yang dilakukan ditemukan kepadatannya adalah 0,006 m².
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN LUKA PERINEUM DI UPT BLUD PUSKESMAS GUNUNGSARI TAHUN 2017 Amelia Kandisa; Megawati
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 3 (2017): September 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2015 data yang didapatkan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat kasus kematian ibu sebanyak 5 kasus dan pada tahun 2016 didapatkan sama dengan tahun 2015 sebanyak 5 kasus, artinya tahun 2015 dengan tahun 2016 AKI tidak ada kenaikan dan penurunan, jadi Angka Kematian Ibu (AKINO) belum tercapai. Untuk mengetahui bagaimana pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka perineum di UPT BLUD Puskesmas Gunungsari Tahun 2017. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan rancangan penelitian croos sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 98 orang dan sampelnya adalah sebagian ibu nifas di UPT BLUD Puskesmas Gunungsari sebanyak 49 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Sampling Aksidental. Data primer diperoleh dari responden menggunakan alat bantu kuesioner. Tingkat pengetahuan Ibu nifas tentang perawatan luka perineum di UPT BLUD Puskesmas Gunungsari mempunyai kategori tingkat pengetahuan baik sebanyak 7 orang (14,3%), kategori cukup sebanyak 31 orang (63,3%), dan kategori kurang sebanyak 11 orang (22,4%) dan pengetahuan terbanyak yaitu kategori cukup sebanyak 31 orang (63,3%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden mempunyai tingkat pengetahuan cukup sebanyak 31 orang (63,3%). Maka dari itu perlu upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka melalui pendidikan/ penyuluhan.
TINGKAT CEMARAN BAKTERI DAN DETEKSI RESIDU ANTIBIOTIK PADA TELUR AYAM LAYER DARI PETERNAKAN GEMAS KABUPATEN LOMBOK UTARA Alfiana Laili Dwi Agustin
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 3 (2017): September 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan pangan yang dikonsumsi harus memiliki mutu yang baik, aman dikonsumsi dan tidak mengandung residu antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada cemaran mikroba dan residu antibiotik pada telur ayam yang baru dikeluarkan oleh ayam yang diambil dari peternakan GEMAS Kabupaten Lombok Utara. Tingkat cemaran mikroba dibedakan menjadi dua, yaitu dari putih dan kuning telur yang diperiksa menggunakan metode Total Plate Count (TPC) sedangan deteksi residu menggunnakan metode uji tapis (screening test) secara bioassay. Sampel diuji di Laboratorium Veteriner Unit Pelaksana Teknis Daerah Ruma Sakit Hewan Labortorium Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sebanyak 6 sampel masing-masing digunakan untuk uji, hasil pemeriksaan menunjukan tidak adanya cemaran dan tidak adanya residu antibiotik pada telur yang diambil dari petrnakan Gemas Kabupaten Lombok Utara.
PENGARUH PEMBERIAN MINYAK BUAH MERAH (Pandanus conoideus Lam.) TERHADAP HISTOPATOLOGI FOLIKEL DE GRAAF PADA MENCIT (Mus musculus) MODEL INFERTIL Novarina Sulsia Ista’in Ningtyas
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 3 (2017): September 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infertilitas merupakan gangguan pada sistem reproduksi yang salah satunya disebabkan oleh gangguan hormon. Hormon yang berperan dalam sistem reproduksi salah satunya adalah FSH. FSH berfungsi terhadap perkembangan folikel sehingga jika terjadi gangguan pada sekresi hormon akan menyebabkan gangguan perkembangan folikel sehingga tidak matang dan tidak dapat diovulasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian minyak buah merah terhadap pematangan folikel pada mencit infertil. Mencit pada penelitian ini dibagi menjadi empat grup yaitu kontrol negatif (mencit normal), kontrol positif (mencit infertil), mencit infertil yang diberi minyak buah merah 0,05 ml selama 14 hari, dan mencit infertil yang diberi minyak buah merah 0,1 ml selama 14 hari. Penghitungan jumlah folikel didapatkan dengan membaca preparat HE ovarium setelah perlakuan. Pada penelitian ini pemberian minyak buah merah dapat memperbaiki jumlah folikel de Graaf.
METODE RESITASI DENGAN MEDIA POWERPOINT PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Bq Malikah Hr
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 3 (2017): September 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) Implementasi metode resitasi dengan media powerpoint pada pembelajaran matematika; (2) Dampak positif pengunaan metode resitasi dengan media powerpoint pada pembelajaran matematika; dan (3) Kendala yang ditemukan dalam penerapan metode resitasi dengan media powerpoint pada pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Lokasi penelitian di MA NW Wanasaba Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2017. Subjek dalam penelitian ini adalah guru matematika dan siswa kelas X dan XI MIA. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara mendalam dan analisis dokumen. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa: (1) Implementasi metode resitasi dengan media powerpoint pada pembelajaran matematika dimulai dari fase pemberian tugas, pelakasanaan dan pertanggungjawaban tugas yang telah dibuat; (2) Dampak positif pengunaan metode resitasi dengan media powerpoint pada pembelajaran matematika diantaranya: meningkatkan kreativitas siswa, menumbuhkan tanggung jawab siswa, meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa, dan memberikan pengalaman baru pada siswa; (3) Kendala yang ditemukan dalam penerapan metode resitasi dengan media powerpoint pada pembelajaran matematika nampak pada kurangnya partisipai siswa, sulit mengontrol dan mengawasi tugas yang dikerjakan oleh siswa, tingkat intelegensi siswa yang berbeda, dan terbatasnya daya dukung.
SEROEPIDEMIOLOGY OF AVIAN INFLUNENZA H5N1 SUBTYPE IN BATS AS RESERVOIR THAT WILD LIVE IN LOMBOK ISLAND Kholik; Lalu Faesal Fajri
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 2 No. 4 (2016): Desember 2016
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Avian Influenza is a zoonotic disease. Bat had been reported as reservoir of Avian Influenza disease. The Purpose of this research is to explain about the Bats as reservoir of Avian Influenza H5N1 subtype Virus that wild live in Lombok Island. Descriptive Cross sectional Study with purposive sampling method was used in this research. The Population Targets in this research are the Four Bat Caves in Lombok (Tanjung Ringgit Bat Cave, Lembah Sempage Bat Cave, Pujut Bat Cave, and Ganggelang Bat Cave). The Bats was cuptured by net trap and sera was collected from Brachialis vein and than examination by Haemaglutination Inhibition Test (HI Test) to known Geometric Mean Titer (GMT) of Avian Influenza H5N1 subtype titer in RSHV Banyumulek. The Result showed 53 antibody positive against Avian Influenza H5N1 subtype Virus among 55 sera of bats was collected (96%) with GMT value is 23.68 - 29.32. This research describe that antibody of Avian Influenza H5N1 subtipe was detected in sera in the bats in Lombok Island with high titer. It is possible false positives when HI testing for their sialic acid residues on serum. serum treatment with Receptor Destroyer Enzyme (RDE) was needed for inactivation of non-specific inhibitors like Non-antibody molecules present in serum that are capable of binding to the influenzavirus HA.