cover
Contact Name
I Gde Dharma Atmaja
Contact Email
sangkareangmataram@gmail.com
Phone
+62818361014
Journal Mail Official
sangkareangmataram@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A, Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram
Published by Sangkareang Mataram
ISSN : 23559292     EISSN : 27752127     DOI : -
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram merupakan jurnal resmi yang memuat artikel ilmiah dari berbagai disiplin keilmuan (bunga rampai) seperti Kesehatan, Kedokteran Hewan, Seni, Teknologi, Teknik, Ekonomi, Kehutanan, Kependidikan dan lain sebagainya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 402 Documents
STABILISASI TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DENGAN CAMPURAN FLY ASH DAN KAPUR TERHADAP UJI BATAS-BATAS ATTERBERG (STUDI KASUS STABILISASI TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DENGAN CAMPURAN FLY ASH DAN KAPUR) Saepul Fahmi; Sukandi; I Gede Utama Hadi Sutrisna
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 11 No. 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini meneliti tentang pengaruh fly ash dan kapur terhadap stabilisasi tanah lempung ekspansif untuk mengetahui hasil pengujian batas-batas atterberg. Salah satu metode stabilisasi adalah dengan mencampur bahan tambah yang mampu merubah sifat-sifat tanah secara kimiawi. Fly Ash mengandung unsur kimia antara lain silika (SiO2), alumina (Al2O3), fero oksida (Fe2O3) dan kalsium oksida (CaO) yang dihasilkan dari pembakaran batu bara yang umumnya hanya dibuang dan tidak dimanfaatkan. Oleh karena sifat fisis dan mekanis tanah ekspansif tersebut, maka harus diperbaiki. Perbaikan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah mencampur bahan stabilisasi fly ash dan kapur dengan presentase penambahan fly ash 5%, 10%, dan 15% sedangkan kapur 5%, 10% dan 15% dengan pengujian Atterberg limits. Dari penelitian yang telah dilaksanakan yaitu menunjukan bahwa kadar fly ash 15% dan Kapur 15% merupakan presentase optimum, dengan hasil pengujian Batas cair (LL), Batas plastis (PL), dan Batas susut (SL) yaitu : 55.82 %, 35.00 % dan 6.63 %.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PENGEMBANGAN FASILITAS KAWASAN WISATA TAMAN SEJARAH NARMADA DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Muh. Hairul Anam; Baiq Susdiana Fibrianti; Eliza Ruwaidah
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 11 No. 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Narmada adalah salah satu Kecamatan yang ada di Kabupaten Lombok Barat, terletak kurang lebih 11 Km di sebelah timur Kota Mataram. Kecamatan Narmada terkenal dengan julukan “kota Air”. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa Narmada mempunyai banyak mata air. Mata air berasal dari simpanan air hutan di daerah Narmada yang terletak di Suranadi dan Sesaot. Moto kota Narmada yaitu “AIR” yang merupakan singkatan dari “Aman,Indah dan Rapi”. Sejalan dengan perkembangan di sekitar kawasan tersebut, mendorong tumbuhnya aktivitas yang begitu cepat. Sebagai ruang publik yang digunakan oleh komunitas sosial, kawasan wisata Taman Narmada harus mampu mengakomodir kebutuhan, keinginan, dan estetika yang juga beragam. Untuk itu, dalam rangka meningkatkan kawasan wisata Taman Sejarah Narmada, perlu dilakukan upaya pengembangan fasilitas kawasan untuk peningkatan kualitas dan pemanfaatan ruang publik di kawasam wisata Taman Sejarah Narmada yang ditujukan untuk melayani kegiatan rekreasi bagi kesejahteraan masyarakat.
DETEKSI KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (PB) PLASMA DARAH SAPI BALI (BOS SONDAICUS) METODE AAS DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) GILI TRAWANGAN Hairul Fatihi; Ni Luh Lasmi Purwanti; Candra Dwi Atma; Mariyam Al Haddar; Nur Rusdiana
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 11 No. 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tempat wisata di Lombok yang cukup terkenal adalah Gili Trawangan yang terletak di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Volume pengunjung yang banyak menghasilkan banyak sampah, baik organik maupun anorganik. Di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bank Sampah NTB Bintang Sejahtera, sampah Gili Trawangan diolah. Sapi bali dipelihara oleh masyarakat di tempat pembuangan sampah. Sapi bali mempunyai tingkat adaptasi lingkungan yang tinggi diantara banyak manfaat lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah plasma darah sapi bali di Gili Trawangan mengandung logam berat timbal (Pb). Berdasarkan hasil pemeriksaan sepuluh sampel plasma darah sapi bali dengan metode analisis AAS menunjukkan tidak terdapat kontaminasi logam berat timbal (Pb) pada plasma darah sapi bali (≤0,0036 mg/dL). Faktor internal yaitu umur dan bobot tubuh serta faktor eksternal yaitu jumlah zat toksik, konsentrasi dan lama paparan timbal yang mempengaruhi kadar logam timbal (Pb) dalam darah sapi bali.
PENANGANAN RANULA DAN SIALADENITIS PAROTIS PADA KUCING DI KLINIK HEWAN DR.B KOTA SIDOARJO Balqis Ria Putri; Bilqisthi Ari Putra
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 11 No. 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sialadenosis telah dideskripsikan pada manusia sebagai pembesaran kelenjar ludah yang bilateral, seragam, tanpa rasa sakit, dan tanpa peradangan; kadang-kadang memengaruhi kelenjar submandibular, tetapi lebih umum kelenjar parotis (Boydell et al. 2000). Sedangkan Ranula merupakan lesi kistik yang berkembang akibat ekstravasasi saliva yang disebabkan oleh trauma pada kelenjar sublingual atau terjadinya penyumbatan ductus (Saputra, R et al,. 2022). Studi kasus ini bertujuan melakukan diagnosa dan pengobatan sialadenitis dan ranula pada kucing. Studi kasus ini melaporkan seekor kucing domestik betina umur 3 tahun dengan berat badan 3 kg dengan keluhan ada benjolan pada bawah lidah kiri dengan area dibelakang telinga hingga mandibula kiri bengkak , hipersalivasi, bau mulut, nafsu makan menurun serta menderita radang gusi sejak sebulan lalu sebelum diperiksa. Diketahaui bahwa kucing oci pernah didiagnosa periodontitis pada tahun 2022 dan melakukan pengobatan sehingga sempat membaik. Kucing diperiksa secara fisik meliputi anamnesa, inspeksi terhadap area mulut, kondisi tubuh dan perilaku makan, palpasi terhadap benjolan dan permukaan tubuh lainnya, serta auskultasi pada daerah thorax dan abdomen. Sampel darah kucing oci diperiksa terhadap jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, jumlah leukosit dan diferensialnya. Pemeriksaan Radiologi dilakukan untuk melihat kondisi bagian dalam tubuh kucing terutama pada area benjolan. Pemeriksaaan Ultrasonografi juga dilakukan pada area parotis untuk melihat isi didalam benjolan tersebut. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan suhu tubuh kucing yang dibawah normal yaitu 37,3 C disertai adanya benjolan glandula sublingual parotis sinister bengkak, serta gingiva pada seluruh area mulut kemerahan. Hasil pemeriksaan darah menunjukkan trombositosis dan monositosis. Hasil pemeriksaan radiologi menunjukkan adanya peningkatan opasitas pada area kelenjar parotis. Hasil pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan cavitasi hypoechoic pada kelenjar parotis dan pelebaran ductus eksokrin. Berdasarkan hasil pemeriksaan kucing didiagnosis sialadenitis dan ranula dengan prognosis fausta. Kucing diberi penanganan pertama berupa lampu penghangat untuk mengembalikan ke suhu tubuh normal dan pemberian infus intravena dengan ringer laktat. Kucing selanjutnya diberikan tindakan berupa aspirasi cairan pada bengkak di area kelenjar parotis dan tindakan marsupialisasi pada benjolan di glandula sublingual. Hasil aspirasi diperiksa dibawah mikroskop menunjukkan bentukan calculi. Terapi pengobatan kucing oci berupa injeksi Atropine (®V-tropine) 0.03 mg/kg BB satu kali sehari, Amoxicillin clavunalate (®Claneksi) selama 7 hari dosis 10 mg/kg BB dua kali sehari secara oral, triamnicolone acetonide (®Kenalog) dua kali sehari dioleskan pada seluruh gusi. Penambahan terapi diberikan setelah tindakan marsupialisasi berupa meloxicam selama 5 hari dosis 0,1 mg/kg BB secara per oral, Chlorhexidine gluconate 0,2 % (®Minosep) dua kali sehari dioleskan pada jahitan marsupialisasi dan Oxyfresh Water Additive dicampurkan pada air minum dosis 1.25ml/250 ml/hari . Sialadenitis dan ranula pada kasus ini dapat disembuhkan namun dapat bersifat rekuren
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KATUK (Sauropus androgynus (L) Merr) SEBAGAI VERMISIDAL TERHADAP KEMATIAN CACING Fasciola sp SECARA in vitro Dwipal Tio Ikhsan Hadi; Mashur; Kholik; Katty Hendriana Priscilia Riwu
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 11 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasciolosis is a parasitic disease that attacks ruminants and often causes losses among farmers in the form of decreased livestock productivity levels and even causes death in livestock. this study aims to determine the vermicidal effect of katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) leaf extract against fasciola sp. in vitro in terms of the length of time of death. the samples used in this study were fasciola worms taken from the Majeluk Slaughterhouse (RPH). this study used a completely randomized design (CRD) with 7 treatments with 3 repetitions, the treatments in this study consisted of katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) leaf extract concentrations of 2.5%, 3.5% and 4.5%. Albendazole with concentrations of 2.5%, 3.5% and 4.5% and negative control using distilled water. the data obtained were analyzed by analysis of variance (ANOVA), further tested using the Duncan test. the results of this study showed that the treatment of katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) leaf extract with concentrations of 2.5%, 3.5%, 4.5% had a significantly different effect (P>0.05) in accelerating the death time of fasciola sp compared to the negative control (distilled water), but was still lower than the Albendazole treatment. Albendazole, even at the lowest concentration (2.5%), caused the death of worms faster than cotton leaf extract.
EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN BIDARA (Ziziphus mauritina) TERHADAP DAYA VERMISIDAL Fasciola sp Muhammad Agus Munandar Putra; Mashur; Katty Hendriana Priscilia Riwu; Septyana Eka Rahmawati
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 11 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasciolosis is a parasitic disease that often attacks ruminant livestock and causes losses for farmers in the form of reduced livestock productivity and can even cause death. This disease is caused by infection with the worm Fasciola sp. This study aims to determine the effectiveness of ethanol extract of bidara leaves (Ziziphus mauritina) on the vermicidal power of Fasciola sp. The samples used in this study were adult fasciola worms taken from the Majeluk Slaughterhouse (RPH) and bidara leaf extract. This research used a Completely Randomized Design (CRD) with seven treatments and three replications each. The treatment consists of bidara leaf extract with a concentration of 2.5%; 3.5%; 4.5%; Albendazole with a concentration of 2.5%; 3.5%; 4.5% as a positive control and use of distilled water as a negative control. The data obtained were analyzed using variance and continued with the Duncan test. The results of this study showed that the use of bidara leaf extract had a significant effect (P<0.05) on vermicidal fasciola sp. The higher the concentration of bidara extract and Albendazole, the faster the death of Fasciola sp. The use of bidara leaf extract and Albendazole 4.5% is the most effective concentration when compared with concentrations of 2.5% and 3.5%. However, of the bidara leaf extract and Albendazole, the most effective is Albendazole 4.5% with the fastest worm death time, namely 4.37 minutes.
ANALISIS KEAUSAN DAN PENYERAPAN AGREGAT (Study Kasus Material Selojan dan Material Pringga Baya) I Gede Utama Hadi Sutrisna; Fika Septina Pangaribuan
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 11 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infrastruktur umum saat ini mulai mengalami renofasi dengan seiring berjalannya waktu, untuk menentukan kemungkinan material yang digunakan mengalami perubahan, sehingga dibutuhkan evaluasi pengujian material untuk memenuhi syarat pengujian, dari dua Quary yang diketahui quary pringgabaya dan quary selojan di ambil jenis batunya dan dipecah menjadi agregat kasar dengan ukuran tidak seragam, untuk dapat menetukan kualitas agregat tersebut salah satu dilakukan pengujian keausan agregat dengan mesin abrasi los angeles, mesin diputar sebanyak 500 kali putaran, setelah mencapai 500 putaran agregat dikeluarkan dan disaring menggunakan saringan No.12 dan yang tertahan ditimbang. Sehingga mendapatkan nilai keausan 22,25 % material pringgabaya dan 28,41 % materialselojan berdasarkan Spesifikasi Umum tahun 2010 (rev 3) untuk batasannya memcapai 40% berarti batu dusun beburung memenuhi syarat untuk digunakan sebagai material agregat kasar bahan bangunan, untuk berat jenis 2,704 untuk batuan pringgabaya dan 2,610 untuk batuan selojan > 2,50 dan penyerapan 0,870 % untuk batuan pringabaya, 1,834 % batuan asal selojan < 3% untuk material tersebut dapat juga digunakan sebagai material Campuran Beraspal Panas.
PENGARUH PEMAKAIAN BAHAN BAKAR ALTERNATIVE TERHADAP TASTE/ RASA MASAKAN Ahmad Multazam; Khairul Rijal
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 11 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber energi utama bagi manusia adalah sumber daya alam yang berasal dari fosil karbon. Energi merupakan komponen utama bagi seluruh kegiatan makhluk hidup di bumi. Prediksi produksi minyak Indonesia menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM ) tahun 2010, akan mengalami kelangkaan yang sangat ekstrim 5-10 tahun lagi. Salah satu komoditas pertanian yang potensial saat ini untuk dijadikan bahan bakar nabati diantaranya jarak pagar. Pengembangan tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L.) sebagai bahan bakar alternatif mempunyai potensi yang sangat besar, selain menghasilkan minyak dengan produktivitas tinggi, dapat juga dijadikan bahan bakar untuk memasak (Budiman dkk, 2010). Maka daripada itu dalam penelitian ini kami mencoba melakukan penelitian dengan metode experiment dengan memanfaatkan nilai/kandungan kalor yang dimiliki oleh biji jarak tersebut untuk memasak kebutuhan dapur dengan memperhatikan hasil akhir masakan (rasa, aroma dan tampilan) dan veriabel pembeda adalah bahan bakar LPG, dari hasil penelitian menyimpulkan bahwa memasak dengan menggunakan bahan bakar alternative biji jarak memang tidak mempengaruhi hasil akhir masakan (bau,warna dan rasa) namun yang menjadi kendala waktu untuk mematangkan lama jika dibandingkan dengan bahan bakar LPG dan harus memiliki tungku rancangan khusus untuk supaya apinya nyala dengan konsisten
KAJIAN OPTIMASI SUPLESI AIR HLD BABAK-RENGGUNG-RUTUS TERHADAP INTENSITAS TANAM DAERAH IRIGASI PANDANDURI DI LOMBOK TIMUR Ida Bagus Geraldy WP; Fika Septina Pangaribuan; I Gde Dharma Atmaja
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 11 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Irigasi Pandanduri berada dalam sistem irigasi Pandanduri Suwangi, dengan kondisi keterbatasan ketersediaan sumberdaya air pada Sungai Palung terutama pada musim kemarau telah menyebabkan sebagian areal sawah tidak memperoleh air sesuai dengan kebutuhan. Sehingga adanya saluran suplesi HLD dapat memberikan debit air dari Sungai Babak hingga Waduk Pandanduri. Analisis dalam penelitian ini didahului oleh pengumpulan data curah hujan, data debit, data evapotranspirasi, data luas catchment area dan data luas area irigasi pada instansi terkait. Analisis awal dilakukan analisis Poligon Thiessen untuk mengetahui stasiun hujan atau ARR yang berpengaruh terhadap bendung yang berada di DAS Palung yaitu pada catchment area Rutus, Temusik dan Terara, serta melakukan analisis untuk stasiun iklim atau CR. Lalu melakukan analisis ketersediaan air menggunakan metode Mock, analisis kebutuhan air menggunakan metode NFR, analisis simulasi saluran suplesi HLD, dan analisis optimasi dan simulasi Waduk menggunakan program linear. Ketersediaan air sebelum ada suplesi berdasarkan debit yang berasal dari masing-masing catchment area lokal dimana debit rerata yang didapatkan pada segmen Sungai Babak adalah 1662 lt/dt, Sungai Renggung sebesar 2249 lt/dt, Sungai Rutus 2806 lt/dt, Sungai Bendung sebesar 1466 lt/dt, Sungai Gading sebesar 1185 lt/dt dan Sungai Palung 2278 lt/dt. Dalam analisis neraca air dilakukan perhitungan ketersediaan air dan kebutuhan air sehingga didapatkan neraca air tiap bangunan air baik berstatus surplus maupun defisit, dari 5 Bangunan air yang berada di HLD Babak-Renggung-Rutus terdapat 2 Bangunan air yang defisit dan 3 Bangunan air yang surplus, sehingga diperlukan pengoptimalan pemberian air dengan mengatur pertimbangan air antara bangunan yang surplus dan defisit yang terhubung secara hidrolis sehingga status defisit pada bangunan air dapat dikurangi
KAJIAN HUKUM RAPERDA KABUPATEN LOMBOK BARAT TENTANG PERUBAHAN ATAS PERDA NOMOR 13 TAHUN 2017 TENTANG PEMBANGUNAN PARIWISATA BERKELANJUTAN Sunandar PS
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 11 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui dasar kewenangan dan muatan materi Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Barat tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2017 tentang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan. Metode penelitian bersifat yuridis normatif. Pemerintah Daerah dan/atau DPRD memiliki kewenangan dalam membuat Peraturan Daerah sebagaimana telah dimuat dalam Pasal 18 UUD NKRI tahun 1945 dan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 11 ayat (1) dan Pasal 12 ayat (3) tentang Urusan Pemerintahan Konkuren, kemudian Pasal 65 ayat (2) huruf a dan b, Pasal 154 ayat (1) huruf a, dan Pasal 236 tentang kewenangan membentuk Peraturan Daerah. Muatan materi Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Barat tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2017 tentang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan perlu untuk dikaji ulang dan disesuaikan penormaanya antar pasal-pasal yang ada sehingga tidak terjadi tumpang tindih.