cover
Contact Name
I Gde Dharma Atmaja
Contact Email
sangkareangmataram@gmail.com
Phone
+62818361014
Journal Mail Official
sangkareangmataram@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A, Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram
Published by Sangkareang Mataram
ISSN : 23559292     EISSN : 27752127     DOI : -
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram merupakan jurnal resmi yang memuat artikel ilmiah dari berbagai disiplin keilmuan (bunga rampai) seperti Kesehatan, Kedokteran Hewan, Seni, Teknologi, Teknik, Ekonomi, Kehutanan, Kependidikan dan lain sebagainya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 402 Documents
SIFAT FISIKA BAMBU TALI (Gigantochloa apus) BERDASARKAN ARAH AKSIAL Febriana Tri Wulandari
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 1 (2019): Maret 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bambu merupakan tanaman multi fungsi, disamping multi fungsi bambu yang tinggi maka terdapat beberapa kelemahan dari bambu antara lain : pengerjaan tidak mudah karena mudah pecah atau retak, mudah terserang serangga perusak kayu sehingga tidak tahan lama (tidak awet), variasi dimensi dan ketidakseragaman panjang ruasnya. Untuk mengatasi kelemahan dari bambu maka perlu dilakukan analisis fisika kayu. Salah satu jenis bambu yang banyak digunakan adalah bambu tali (Gigantochloa apus). Bambu tali banyak tersebar di Indonesia dan Asia Tropis dan biasanya digunakan sebagai bahan baku untuk kerajinan, furniture dan bahan konstruksi ringan pada bangunan termasuk pembuatan jembatan sederhana. Penelitian sifat fisika bambu tali (Gigantochloa apus)dikawasan kecamatan Gunung Sari belum pernah dilaksanakan, sehingga perlu untuk melakukan penelitian untuk mengetahui sifat fisika bambu tali (Gigantochloa apus)dikawasan tersebut sebagai informasi bagi pengrajin dan pengguna bambu agar tidak salah dalam penggunaannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sifat fisika bambu tali (Gigantochloa apus) berdasarkan arah aksial dikecamatan Gunung Sari kabupaten Lombok Barat. Data sifat fisika bambu tali (Gigantochloa apus) diharapkan dapat bermanfaat sebagai sumber informasi bagi masyarakat dikecamatan Gunung Sari dan masyarakat pada umumnya sebagai pengguna bambu agar tidak terjadi kesalahan dalam penggunaannya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode ekperimen.Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Oktober 2018 di Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pengujian Sifat Fisika dilakukan di Laboratorium Silvikutur dan Teknologi Hasil Hutan, Jurusan Kehutanan Universitas Mataram.
POSISI DAN LAMA KERJA SERTA UMUR DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PEKERJA PEMECAH BATU KALI DI BANTARAN SUNGAI MENINTING WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNUNG SARI TAHUN 2018 Alpian; Kardi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 1 (2019): Maret 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lama kerja sambil memukul batu yang dilakukan rata-rata lebih dari 2 jam sekali duduk, dari diselingi dengan berdiri sebentar, sangat berpeluang untuk terjadinya Nyeri Punggung Bawah nyeri punggung bawah pada pekerja pemecah batu kali. Keluhan pertama biasanya dirasakan pada usia 35 tahun dan tingkat keluhan akan terus meningkat sejalan dengan bertambahnya umur. Hal ini terjadi karena pada umur Sangat bahaya, kekuatan dan ketahanan otot mulai menurun, sehingga resiko terjadi keluhan.Hasil wawancara dan observasi awal yang dilakukan terhadap terdapat 30 orang pemecah batu, di sekitar bantaran sungai kali meninting, 28 pekerja pemecah batu mengalami nyeri punggung bawahdan2 orang tidak mengalami nyeri punggung bawah”Hubungan posisi dan lama kerja serta umur dengan keluhan nyeri punggung bawah pekerja pemecah batu kali di bantaran sungai kali meninting wilayah kerja puskesmas gunung sari Tahun 2018”. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik bersifat pendekatan cross sectional, jumlah populasi 47 pekerja pemecah batu di ambil dengan teknik sampel jenuh. Data penelitian diperoleh dari data primer dan data sekunder. Tehnik analisis univariat, bivariate (kooefisien kontingensi ).Berdasarkan hasil uji kooefisien kontingensi diperoleh nilai p = 0,024 dan OR = 2,120. Ada hubungan yang bermakna antara Posisi Kerja dengan keluhan Nyeri Punggung Bawah dengan Uji kooefisien kontingensi diperoleh nilai p = 0,002 dan OR = 4,847. Ada hubungan yang bermakna antara Umur dengan keluhan Nyeri Punggung Bawah dengan kooefisien kontingensi diperoleh nilai p = 0,001 dan OR = 9,947 hubungan antara variabel independent dengan variabel dependent adalah signifikan. Ada Hubungan Posisi Dan Lama Kerja Serta Umur Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pekerja Pemecah Batu Di Bantaran Sungai Kali Meninting Wilayah Kerja Puskesmas Gunungsari Tahun 2018. Disarankan kepala Puskesmas Gunungsari dan pimpinan perusahaan pemecah batu mengkoordinasi jam kerja yang normal 8 jam perhari jika melebihi 8 jam kerja perhari karena sangat berisiko terjadinya Nyeri Punggung Bawah.
ANALISIS KEAUSAN AGREGAT DENGAN MESIN LOS ANGELES (Material Batuan di Tiga Kabupaten Pulau Lombok) I Gede Utama Hadi Sutrisna
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 1 (2019): Maret 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur seiring waktu terus berjalan, sehingga dibutuhkan material yang memenuhi syarat pengujian, dari Quary yang diketahui di ambil jenis batunya dan dipecah menjadi agregat kasar dengan ukuran tidak seragam, untuk dapat menetukan kualitas agregat tersebut salah satu dilakukan pengujian keausan agregat dengan mesin abrasi los angeles, mesin diputar sebanyak 500 kali putaran, setelah mencapai 500 putaran agregat dikeluarkan dan disaring menggunakan saringan No.12 dan yang tertahan ditimbang. Sehingga mendapatkan nilai keausan material batu Bongor mencapai 42,08 %, batu Pengkores keausan nya mencapai 38,75 %, batu Selowjan keausannya mencapai 28,17 %, dan untuk batu Pringga baya keausannya mencapai 19,86 %.Untuk batu bongor berdasarkan Spesifikasi Umum tahun 2010 (rev 3) untuk batasannya memcapai 40% berarti batu bongor tidak memenuhi syarat untuk digunakan sebagai material agregat kasar bahan bangunan karana 40 % < 42,08%. Sedangakan batu pengkores, selowjan, dan pringgabaya masih memenuhi syarat untuk dijadikan material agregat kasar sebagai bahan bangunan.
PENGARUH LAJU UDARA PEMANASAN OVEN TEMBAKAU TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR ALTERNATIF BIJI JARAK Ahamad Multazam
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 1 (2019): Maret 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laju udara pengopenan tembakau merupakan suatu hal yang dibutuhkan dalam proses pengopenan tembakau lombok(tembakau oven) dalam hal konsumsi bahan bakar. Laju udara pada proses pengopenan tembakau berdampak langsung terhadap kenaikan suhu udara didalam open tembakau dan konsumsi bahan bakar, tentu perlu dilakukan penelitian pengaruh laju udara pemanasan oven tembakau terhadap konsumsi bahan bakar alternatif biji jarak dengan tujuan membuktikan apakah variasi laju udara pengopenan tembakau tersebut penting atau tidak yang nantinya dibuktikan dengan jumlah konsumsi bahan bakar dan hasil krosok. Penelitian dilakukan secara experiment dengan pola variasi laju udar pengeringan. Dari hasil penelitian membuktikan bahwa pariasi laju udara pengeringan berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar dengan melakukan penyamaan waktu pembakaran. Pengaruh yang sangat nampak dibuktikan oleh jumlah konsumsi bahan bakar yaitu laju pengeringan dengan laju nol menghabiskan bahan bakar 22 kg. Laju pengeringan dengan laju 50 cm menghabiskan bahan bakar 39 kg dan laju pengeringan dengan laju 100 cm menghabiskan bahan bakar 31 kg. Jika dilihat dari lambat atau cepatnya kenaikan suhu pengopenan ternyata laju pengopenan dengan jarak 50 cm memilki tingkat kenaikan suhu paling cepat dan kenaikan suhu paling lambat adalah pola suhu dengan laju nol.
KUALITAS VISUAL LANSKAP DAN KESESUAIAN PENGEMBANGAN WISATA ALAM PULAU KENAWA PADA KAWASAN KPHL BRANG REA UNIT VII BKPH SEJORONG MATAIYANG BRANG REA Maiser Syaputra
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 1 (2019): Maret 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu potensi sumberdaya alam dan jasa lingkungan Provinsi NTB berada pada KPHL Brang Rea Unit VII BKPH Sejorong Mataiyang Brang Rea. Selain potensi hutan lindung, hutan produksinya juga memiliki potensi wisata alam perairan dan pulau yang khas pada blok pemanfaatan yang tersebar pada kelompok hutan pulau Panjang RTK.73 dsk (sebagian) yaitu Pulau Kenawa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan penilaian kualitas visual lanskap objek wisata yang ada di dalam kawasan Pulau Kenawa serta untuk mengetahui alternatif pengembangan wisata yang dapat dilakukan di dalamnya..Penelitian ini menggunakan metode Berau land of management untuk mengetahui potensi kualitas lanskap masing-masing objek wisata alam yang ada dalam pulau tersebut. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini antaralain: (1). Objek wisata alam yang terdapat di Pulau Kenawa antara lain: Pantai Tepung, savana, mangrove dan bukit Kenawa. (2). Kualitas visual lanskap tertinggi (kelas A) berada pada objek wisata bukit Kenawa sedangkan terendah (kelas C) berada pada objek wisata savana dan (3). Pengembangan wisata yang dapat dilakukan di Pulau Kenawa antara lain: wisata tirta, wisata mangrove tracking dan wisata petualangan
PENGARUH PERKUATAN DENGAN BILAH BAMBU TERHADAP KUAT LENTUR BALOK KAYU LAMINASI Muammar Khadafi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 1 (2019): Maret 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan kayu dan bambu sebagai bahan bangunan sangat menjanjikan untuk saat ini dan masa depan. Sebagai sumber terbarukan keduanya memiliki sifat mekanik yang tinggi, ringan, ramah lingkungan dan ekonomis. Pemanfaatan bambu sebagai material untuk kayu laminasi (glulam) jarang dipublikasikan. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada penguatan kapasitas lentur balok kayu laminasi dalam hal kekakuan, kekuatan dan daya dukung beban. Penelitian ini dilakukan di laboratorium untuk menguji kekuatan lentur balok kayu laminasi dengan menempelkan bilah bambu pada sisi tegang atau serat tarik balok kemudian dilakukan pemodelan dengan program ABAQUS sebagai validasi terhadap hasil eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan dalam hal kuat lentur balok yang diperkuat dengan bilah bambu dibandingkan dengan balok tanpa perkuatan. Peningkatan tertinggi pada uji laboratorium terjadi pada spesimen BLM02 sebesar 9,42 MPa sedangkan pada analisis model dengan program ABAQUS, peningkatan tertinggi juga terjadi pada spesimen BLM02 sebesar 9,07 MPa. Dari hasil eksperimen dan analisis model dengan program ABAQUS terjadi rasio perbandingan kuat lentur pada masing = masing spesimen BLM01, BLM02, BLM03, BLM04 dan BLM05 berturut –turut sebesar 15.06%, 12.64%, 14.21%, 6.39% dan 13.77%.
TARI GANDRUNG LOMBOK DALAM PENCIPTAAN SENI LUKIS Muhammad Masa’u; Lalu Aswandi Mahroni G
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 1 (2019): Maret 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari Gandrung Lombok adalah seni tari dari Lombok yang sudah terkenal di Suku Sasak. Tari Gandrung juga disebut juga Tari Tengger. Perkembangan Tari Gandrung menyebar dari Banyuwangi ke Bali dan Lombok, namun Tari Gandrung dari masing-masing daerah memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari pertunjukan hingga pakaiannya. Melalui penciptaan karya seni lukis diabadikan melalui pendekatan realis setiap gerakan dan busana yang dikenakan Tari Gandrung Sasak untuk memperkenalkan salah satu seni dan budaya ke masyarakat luas.
SIMILARITY ANALYSIS OF GENERA AQULARIA AND GYIRINOPS BASED ON VEGETATIVE STRUCTURE FEATURE USING DIFFERENT CLUSTERING METHOD I Gde Adi Suryawan Wangiyana
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 1 (2019): Maret 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to analysis similarity of Aquilaria group and Gyrinops group based on several feature of vegetative organ. Member of Aquilaria Group and Gyrinops group were selecting as OTU based on their validation nomenclature from international taxonomy database. Dendrograms were constructed using MVSP version 3.1A. UPGMA Algorithm were used for clustering method. Two similarity index, Simple Matching Coefficient and Jaccard Coefficient, were used for distance measurement on dendrogram. Cophenetic correlation analysis between similarity matrix were conducted by CoStat Cohort 6. Similarity matrix based on simple matching coefficient were different from similarity matrix based on Jaccard Coefficient on the aspect of OTU pair. Simple Matching coefficient also have higher similarity index then Jaccard coefficient. Moreover, Dendrogram topology based on simple matching coefficient were different from dendrogram topology based on Jaccard coefficient on aspect of sister taxa pairing complex. Cophenetic correlation analysis confirm that distortion data between all similarity matrix were not significant. That means, dendrogram based on these clustering methods were accurate and reliable. It could be concluded that Aquilaria group and Gyrinops group has high similarity index which make them randomly clustering in the same cluster based on its vegetative character feature.
PENGARUH PEKERJAAN RUMAH (PR) YANG DIKOMENTARI DAN DIBAHAS SETELAH DIKOREKSI TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA MATERI USAHA DAN ENERGI Alpiana Hidayatulloh
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 1 (2019): Maret 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Madrasah aliyah NW Kabar kelas X ipa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh pekerjaan rumah (PR) yang diberikan oleh guru kepada siswa untuk meningkat prestasi belajar siswa pada mata pelajaran fisika, dimana pekerjaan rumah yang sudah dikerjakan oleh siswa diperiksa oleh guru kemudian setelah itu pekerjaan akan dibahas untuk melihat alasan dari kekeliruan siswa dalam mengerjakan pekerjaan rumah tersebut. Kemudian untuk melihat hasil atau pengaruh dari metode pembelajaran tersebut, guru menggunakan tes evaluasi. Kemudian hasil evaluasi dari siswa di analisis dengan menggunakan analisis deskriptif dengan mencari nilai rata – rata siswa. Adapun hasil dari tes evaluasi siswa adalah 80 %.
IDENTIFIKASI JENIS BAMBU DIKAWASAN HKM DESA AIK BUAL Febriana Tri Wulandari; Irwan Mahakam Lesmono Aji; Dwi Sukma Rini
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 4 (2018): Desember 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bambu dikenal oleh masyarakat memiliki sifat-sifat yang baik untuk dimanfaatkan, antara lain batangnya kuat, ulet, lurus, rata, keras, mudah dibelah, mudah dibentuk dan mudah dikerjakan serta ringan sehingga mudah diangkut. Salah satu kawasaan yang menghasilkan bambu di Nusa Tenggara Barat adalah HKM desa Aik Bual. Informasi identifkasi bambu penting untuk mengetahui karateristik bambu pada kawasan tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis bambu dikawasan HKM desa Aik Bual. Data identifikasi jenis diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi HKM desa Aik Bual khususnya dan masyarakat pada umumnya sebagai pengguna bambu agar tidak terjadi kesalahan dalam penggunaannya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dan ekperimen.Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai dengan September 2018 di HKM Desa Aik Bual, Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan jenis bambu yang terdapat di kawasan HKM desa Aik Bual sebanyak empat jenis yaitu :(1).bambu Tali (Gigantochloa apus), bambu petung (Dendrocalamus asper Backer), bambu ampel (Bambusa vulgaris Scharder ex Wendland) dan bambu galah (Gigantochloa atter (Hassk) Kurz ex Munro. Keempat jenis bambu dikawasan HKM desa Aik Bual tersebut tersebar merata dibantaran atau pinggir sungai dan hanya sedikit terdapat dikawasan kebun masyarakat. (2).Jumlah rumpun terbanyak pada bambu tali dan yang terendah pada bambu ampel. Sedangkan untuk jumlah batang bambu per rumpun yang paling banyak pada bambu tali dan terendah pada bambu petung.

Page 7 of 41 | Total Record : 402