cover
Contact Name
I Gde Dharma Atmaja
Contact Email
sangkareangmataram@gmail.com
Phone
+62818361014
Journal Mail Official
sangkareangmataram@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A, Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram
Published by Sangkareang Mataram
ISSN : 23559292     EISSN : 27752127     DOI : -
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram merupakan jurnal resmi yang memuat artikel ilmiah dari berbagai disiplin keilmuan (bunga rampai) seperti Kesehatan, Kedokteran Hewan, Seni, Teknologi, Teknik, Ekonomi, Kehutanan, Kependidikan dan lain sebagainya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 402 Documents
ANALISIS PRODUK DAN PASAR WISATA UNTUK OPTIMALISASI EMBUNG BUAL SEBAGAI DESTINASI WISATA LOMBOK TENGAH Kornelia Webliana; Maiser Syaputra; Indriyatno
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 4 (2018): Desember 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Aik bual merupakan salah satu destinasi wisata Pulau Lombok yang menarik dan menawarkan perpaduan antara atraksi alam dan budaya. Desa ini terletak di Kabupaten Lombok Tengah dengan atraksi utama Embung Bual yang berasal dari mata air yang bersumber dari wilayah hutan di sekitar desa Aik Bual. Dalam rangka mengembangkan Embung bual sebagai salah satu atraksi wisata dilakukan analisis terhadap dua komponen penting, yaitu produk (product) dan pasar wisata (market). Produk wisata terdiri dari atraksi wisata, dan landscape. Sedangkan pasar wisatwan berhubungan dengan persepsi dan preferensi wisatawan. Hasil penelitian menunjukan produk wisata berupa jenis atraksi wisata pendukung di desa Aik Bual terdiri dari atraksi alam berupa mata air, gua dan hutan serta traksi buatan seperti embung bual, makam keramat, areal berkemah, areal piknik, pengolahan aren, rumah produksi HHBK. Dengan Hasil penilaian landscape kawasan sekitar Embung Bual masih termasuk dalam kategori menarik dan relatif alami. Analisis pasar wisatawan (market) menunjukan wisatawan yang berkunjung didominasi oleh wisatawan lokal dengan motivasi kunjungan terbesar yaitu untuk berrekreasi (92%). Sejumlah 14% wisatawan merasa tidak puas berkunjung ke kawasan Embung Bual dan faktor ketidakpuasan dipengaruhi oleh beberapa permasalahan yaitu kurangnya fasilitas perdagangan (44%), kurang memadainya sarana penunjang (31%), kurangnya sarana akomodasi (17%) dan wisatawan merasa kesulitan dalam mencapai lokasi (8%). Sedangkan diperoleh hasil kepuasan pengunjung dalam berwisata yaitu 86% dan mendukung penataan kawasan wisata Embung Bual.
PEMBERIAN EKSTRAK RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) TERHADAP EKSPRESI CASPASE-8 DAN JUMLAH SEL TROPOBLAS PADA MENCIT (Mus musculus) BUNTING SEBELUM DIPAPAR PLUMBUM (Pb) Ika Wahyuni; Lalu Faesal Fajri
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 4 (2018): Desember 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian ekstrak E. cottonii pada plasenta mencit bunting sebelum dipapar plumbum berdasarkan ekspresi Caspase-8 dan jumlah sel tropoblas. Penelitian ini menggunakan 4 mencit bunting setiap perlakuan. Kelompok kontrol negatif diberi aquades. Kelompok kontrol positif diberi plumbum dengan dosis 0,011 mg/20 g BB dalam 1 ml aquades. Kelompok perlakuan (P1, P2, dan P3) diberi ekstrak E. cottonii dengan dosis yang berbeda yaitu 3 mg/20 g BB, 6 mg/20 g BB, dan 9 mg/20 g BB. Satu jam kemudian diberi plumbum 0,011 mg/20 g BB. K-, K+, P1, P2, dan P3 diberikan secara peroral pada kebuntingan ke 6-15 hari. Data dianalisis dengan Kruskall-Wallis dan Mann Whitney untuk ekspresi Caspase-8, ANOVA dan Duncan untuk jumlah sel tropoblas. Pewarnaan HE untuk mengetahui jumlah sel tropoblas dan IHK untuk ekspresi Caspase-8. Kedua analisis adalah signifikan. Kesimpulan penelitian ini yaitu kelompok P3 yang diberi E. cottonii 9 mg/20 g BB dapat menurunkan ekspresi Caspase-8 dan maningkatkan jumlah sel tropoblas.
ISOLATION AND IDENTIFICATION OF Escherichia coli ISOLATED FROM LAYER CHICKEN IN CHICKEN VILLAGE, NORTH LOMBOK Alfiana Laili Dwi Agustin; Kholik
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 4 (2018): Desember 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Escherichia coli in poultry can cause colibacillosis,If layer chicken in a poultry village is attacked by colibacillosis it will cause significant losses. Besides colibacillosis has become a concern in foodborne phatogen and stated risk of transmission to human. Based on this fact, we want to isolation and identification whether the cause of diarrehea in layer chickens in Kampung Unggas is E. coli because it’s risk to animal, human and environment health, and for effective medical treatment in layer chicken.The results of the recapitulation show that from 32 samples tested 27 positive (Prevalence positive samples 84%) of E. coli with biochemical test results such as previous studies
ANALISIS PENGARUH PEMANFAATAN ABU TERBANG DAN ABU SEKAM PADI TERHADAP KUAT TEKAN BETON RINGAN Khaerul Rijal; Sukandi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 4 (2018): Desember 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Light weight concrete is generally consists of lime stone, sand, silica, cement and water. Increasing demand and limited material resources lead to an expensive price and production. One of alternative materials which will be used to replace lime stone, silica and cement is the usage of fly ash and husk rice ash since they contain pozollan and silica. The usage of the above alternative materials as concrete forming materials contributes positive impact toward the environment in term of waste utilization. The character similarities enable fly ash and husk rice ash to be alternative material to reduce the amount of cement, lime stone and silica as light weight concrete’s forming materials, which has adequate pressure power. This research aims to find out the impact of the utilization of the waste of fly ash and husk rice ash toward pressure strength of light weight concrete. Sample of fly ash which used as research object is taken from the waste of coal combustion in PLTU (steam energy power plan) Jeranjang, West Lombok. Method applied in this research is pressure strength and weight content test in the laboratory. It resulted that the usage of fly ash material in the composition mixing of light weight concrete 0 -70 percent do not effecting the quality of light weight concrete since it equivalent to SNI or Indonesia’s national standard of pressure strength value of 22.08 kg/ cm2 – 43.37> 21 kg/cm2 . Moreover, husk rice material can be used as cement replacer material with minimum pressure strength value of 23.557 kg/ cm2 which contain 90 percent of husk rice material.
EFEKTIFITAS PENYELENGGARAAN PENGUATAN PROGRAM IMUNISASI BAGI PENGELOLA PROGRAM IMUNISASI DI DINAS KESEHATAN SE-PULAU LOMBOK PROVINSI NTB TAHUN 2018 I Gusti Ayu Rai Astarini
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 4 (2018): Desember 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Target imunisasi Indonesia dalam pembangunan berkelanjutan (Millennium Development Goals/MDGs) telah tercapai, namun masih perlu ditingkatkan cakupan imunisasi rutin. Untuk mendukung Subdit Imunisasi dalam rangka penguatan program imunisasi di Provinsi NTB, khusunya di pulau Lombok, Clinton Health Access Initiative (CHAI), dengan donasi dari Bill and Melinda Gates Foundation (BMGF), melakukan kerjasama untuk dapat memberikan technical assistance dalam bentuk kegiatan para pengelola program imunisasi di Lombok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penyelenggaraan penguatan program imunisasi bagi pengelola program imunisasi di Dinas Kesehatan se-pulau Lombok Provinsi NTB tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian penelitian deskriptif dengan analisis data secara kualitatif dan kuantitatif, rekapitulasi data didapatkan melalui data yang dikumpulkan melalui melalui instrument penelitian yang meliputi penilaian terhadap pengetahuan peserta, pendapat peserta tentang kemampuan peserta memahami materi yang diberikan, tingkat kepuasan peserta (terhadap metode materi, fasulitator, MOT, panitia, ruang kelas), pendapat peserta tentang hubungan antara materi yang dipelajari dengan tugas yang dibebankan. Penelitian ini dilakukan dalam waktu 3 hari dan memiliki beberapa tahap yaitu pembukaan, pre test, penyampaian materi, praktik lapangan, post test dan penutup. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan terhadap pengetahuan peserta ditunjukkan dari nilai dari peningkatan nilai pretest ke postest yakni dari 59,79 ke 82,5, kemudian penialian peserta terhadap penyelenggara kegiatan dengan perolehan sebagian besar ( 59,17 %) dalam katagori Baik, selain itu penilaian peserta mengenai metode, materi, pelatih, MOT, panitia, ruang kelas/akomodasi mendapat perolehan Katagori Puas dan Puas Sekali sebesar 57,24 % dan penilaian peserta tentang hubungan antara materi yang dipelajari dengan tugas yang dibebankan kepada mereka sebagian besar (68,93%) menyatakan berguna dan sangat berguna yang artinya responden dapat menerima informasi dengan baik. Hal ini membuktikan bahwa penyelenggaraan penguatan program imunisasi bagi pengelola program imunisasi di Dinas Kesehatan se-pulau Lombok Provinsi NTB tahun 2018 sudah dilakanakan secara efektif. Dengan demikian penelitian ini dapat dinyatakan berhasil.Disarankan pada waktu yang akan datang penyelenggaraan penguatan program imunisasi bagi pengelola program imunisasi di Dinas Kesehatan Provinsi NTB tahun 2018 terus ditingkatkan.
PEMETAAN DAYA DUKUNG TANAH BERDASARKAN DATA SONDIR DI KOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Sukandi; Pyo Apriliana Munawarah
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 4 (2018): Desember 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Mataram sebagai pusat pemerintahan Propvinsi Nusa Tenggara Barat mengalami pertumbuhan pembangunan yang signifikan. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya gedung bertingkat banyak, sehingga membutuhkan tingkat keamanan konstruksi yang bergantung pada kemampuan tanah mendukung beban pondasi dari struktur diatasnya. Daya dukung tanah diperlukan untuk menghitung dan merencanakan dimensi fondasi, stabilitas dan penuruan pondasi. Kemampuan tanah dalam mendukung beban struktur sangat bergantung pada jenis lapisan tanah. Sebagian besar wilayah Kota Mataram didominasi oleh endapan aluvium yang tebal dengan kekuatan yang rendah sehingga perlu dilakukan penyelidikan tanah berupa uji sondir. Metode yang dipakai penelitian ini adalah penyelidikan langsung di lapangan untuk mendapatkan data sondir. Titik-titik penyelidikan sondir disebar di semua wilayah kota mataram. Disamping itu, sumber data sondir berasal hasil penyelidikan instansi pemerintah atapun swasta. Data sondir yang sudah tersedia selanjutnya dianalisis untuk mengitung daya dukung tanah berdasarkan metode Mayerhof (1956) dan metode Bowles (1997). Hasil analisis yang sudah tersedia kemudian dilakukan pembuatan peta daya dukung tanah dengan menerapkan konsep spasial. Untuk mempermudah dalam menerapkan konsep spasial, maka digunakan software ArcGIS yang khusus mengelola data spasial sehingga dapat menjawab permasalahan dan tujuan dalam penelitian. Kapasitas dukung ijin pondasi telapak ditinjau kedalaman (Df) 1.0 m, ukuran pondasi 1.0 x 1.0 m dan kedalaman 2.0 m ukuran pondasi 2.0 x 2.0 m dengan mengambil qc dari hasil uji sondir. Desain pondasi disyaratkan pada Df/B ≤ 1.0, sehingga dibuatkan bujur sangkar. Hasil perhitungan kapasitas dukung ijin pondasi telapak (qa) maks. ukuran pondasi 1.0 x 1.0 m kedalaman 1.0 m berada di Kecamatan Sekarbela Tugu Bunderan (STB01) dengan nilai 4.39 kg/cm2 dan ukuran pondasi 2.0 x 2.0 m pada kedalaman 2.0 m berada di Kecamatan Sekarbela Tugu Bunderan (STB01) dengan nilai 5.29 kg/cm2, sedangkan kapasitas dukung ijin pondasi telapak (qa) minimum ukuran 1.0 x 1.0 m pada kedalaman 1.0 m berada di Kecamatan Sekarbela di Jempong Baru (SJP02) dan Kota Mataram (SKM01) dengan nilai 0.26 kg/cm2, untuk ukuran pondasi 2.0 x 2.0 m pada kedalaman 2.0 m berada di Kecamatan Sandubaya Gudang Bertais (SGB02) dengan nilai 0.32 kg/cm2. Kapasitas dukung ijin pondasi tiang pancang kedalaman pondasi (Df) diambil ≥ 5.0 meter. Untuk pondasi tiang, tahanan konus (qc) menggunakan metode Bowles yaitu dengan mengambil data qc pada kedalaman 8d di atas tiang dan 4d bawah tiang dengan d adalah diameter tiang. Hasil analisa menunjukkan kapasitas dukung pondasi tiang berada pada kisaran 9.95 - 43.68 ton dengan kedalaman bervariasi.
ASOSIASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR (FMA) PADA TANAMAN KEHUTANAN DI AREAL HUTAN TANAMAN RAKYAT KOPERASI MAJU BERSAMA DESA BATU JANGKIH KABUPATEN LOMBOK TENGAH Wahyu Yuniati Nizar; Mareta Karlin Bonita
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 4 (2018): Desember 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis tanaman kehutanan, ada atau tidaknya asosiasi FMA dengan tanaman kehutanan serta jenis spora yang menyusun asosiasi FMA tersebut. Penelitian ini menggunakan metode survey dimana variable yang diamati : persentase akar tanaman kehutanan yang terinfeksi FMA, identifikasi berdasarkan acuan morfologi yang diperoleh dari website INVAM, penghitungan jumlah spora mikoriza, kualitas tanah, identifikasi tanaman kehutanan pada program hutan tanaman rakyat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tanaman kehutanan yang menyusun hutan tanaman rakyat didominasi oleh Gmelina arborea, Swietenia macrophylla dan Albasia falcataria dan Tectona grandis. Hasil pengamatan rizosfer dari masing-masing tanaman, hanya pada tanaman Gmelina arborea yang berasosiasi dengan FMA dan jenis spora yang menyusun FMA adalah jenis Glomus sp.
PEMETAAN TINGKAT RESIKO KEKUMUHAN DI DESA PRAPEN LINGKUNGAN 3 KABUPATEN LOMBOK TENGAH Indah Arry Pratama
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 4 (2018): Desember 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kota sangat dipengaruhi oleh tingkat pertumbuhan penduduknya. Dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk ini maka semakin tinggi pula kebutuhan lahan diperkotaan. Oleh karena itu, tingkat kepadatan di kawasan perkotaan cenderung lebih tinggi dari pada dikawasan rural karena tingkat aktivitas penduduk diperkotaan yang cenderung lebih tinggi. Perkembangan daerah urban mengubah lahan dengan tutupan vegetasi menjadi permukaan yang kedap air dengan kapasitas penyimpanan air yang kecil atau tidak ada samasekali. Aktivitas yang paling dominan terhadap penggunaan lahan adalah aktivitas bertempat tinggal (pemukiman). Aktivitas ini memakan lebih dari 50% dari total lahan yang ada, sehingga sekarang banyak bermunculan kawasan pemukiman dengan konsep vertikal untuk mengurangi permasalahan akan keterbatasan lahan pemukiman. Sebagai Daerah yang sedang berkembang DesaPrapenLingkungan3 Kabupaten Lombok Tengah akan menghadapi permasalahan yang umum dijumpai oleh wilayah kota/perkotaan, yaitu munculnya kawasan permukiman umuh. Penelitian ini dilakukan dalam Tiga (3) Tahap, yaitu Identifikasi Risiko, Pembuatan Peta Risiko, Mitigasi Risiko. Berdasarkan hasil pemetaan potensi risiko permukiman kumuh Desa Prapen Lingkungan 3 berada pada Tingkat Kekumuhan Berat, dan pemetaaan potensi risiko diharapkan pola penanganan tingkat kekumuhan dilakukan Pemukiman kembali atau Peremajaan. Program penanganan risiko dari tingkat kekumuhan yang ada dilakukan dengan pembangunan drainase dan penyediaan bak sampah.
MEDAN MAKNA AKTIVITAS KAKI DALAM BAHASA SASAK DI DESA SAKRA LOMBOK TIMUR PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Lalu Purnama Zulkarnain
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 4 (2018): Desember 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian dibidang semantic yang bertujuan untuk mengungkapkan medan makna tentang aktivitas kaki dalam bahasa sasak di Desa Sakra. Data diambil dari pemakai Bahasa Sasak di Desa Sakra. Masalah yang diangkat dalam tulisan ini adalah: (1) bagaimanakah bentuk leksem verbal yang tergolonh aktivitas kaki beregerak dan tidak bergerak dalam Bahasa Sasak di Desa Sakra, (2) bagaimanakah komponen makna yang terdapat dalam seperangkat leksem aktivitas kaki dalam Bahasa Sasak di Desa Sakra (3) bagaimanakah formulasi seperangkat leksem verbal aktivitas kaki jika dilihat dari submedan. Metode pengumpulan data menggunakan metode linguistic lapangan, metode documenter, metode simak, dan metode introspelsi data.
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DAN TIPE ROUNDTABLE PADA MATERI FUNGSI KOMPOSISI DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA Bq Malikah Hr
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 4 (2018): Desember 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) manakah model pembelajaran yang menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik, model pembelajaran kooperatif tipe NHT atau tipe roundtable. (2) manakah tipe gaya belajar siswa yang memiliki prestasi belajar yang lebih baik. (3) pada masing-masing tipe gaya belajar, manakah model pembelajaran yang menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik. (4) pada masing-masing model pembelajaran, manakah tipe gaya belajar yang memiliki prestasi belajar matematika yang lebih baik. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan faktorial 2x3. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa tingkat SMA di Kecamatan Wanasaba tahun pembelajaran 2018/2019 dengan sampel yaitu SMA Maraqitta’limat Wanasaba dan SMA NW Wanasaba. Uji hipotesis menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, disimpulkan bahwa: (1) model pembelajaran kooperatif tipe NHT menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik daripada tipe roundtable. (2) siswa dengan gaya belajar tipe visual memiliki prestasi belajar matematika lebih baik daripada siswa tipe auditorial dan kinestetik, serta siswa tipe auditorial memiliki prestasi lebih baik daripada siswa tipe kinestetik. (3) Pada masing-masing tipe gaya belajar, penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe NHT menghasilkan prestasi lebih baik daripada tipe roundtable. (4) Pada masing-masing model pembelajaran, siswa tipe visual memiliki prestasi matematika lebih baik daripada siswa tipe auditorial dan kinestetik, serta siswa tipe auditorial memiliki prestasi matematika lebih baik daripada siswa tipe kinestetik.

Page 8 of 41 | Total Record : 402