cover
Contact Name
Yadi
Contact Email
yadi@fk.unmul.ac.id
Phone
+6285255690730
Journal Mail Official
jkm@fk.unmul.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Jalan Kerayan, Kampus Gn. Kelua, Samarinda, Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Mulawarman
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 24430439     EISSN : 27229521     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran Mulawarman (JKM) is the official journal publication that is published triennially (June, Sept, and Dec) by Faculty of Medicine Mulawarman University. JKM is a peer-reviewed and open access journal that points out encouraging biomedical sciences, clinical, public health and community medicine to conducting and improving behavior of human health. This journal publishes original research and case report. Subjects suitable for publication include, but are not limited to the following fields of : Anesthesiology and Intensive Care Anatomy Biochemistry Child Health Dermatology and Venerology Internal Medicine Histology Neurology Medical Education Microbiology Obstetrics and Gynecology Opthalmology Otorhynolaryngology Pharmacology Parasitology Physiology Physical medicine and rehabilitation Public Health and Community Medicine Pulmonology Radiology Surgery
Articles 97 Documents
GAMBARAN KEPATUHAN BEROBAT PASIEN HUMAN IMMUNE DEFICIENCY VIRUS (HIV) DI WILAYAH SEMPAJA SAMARINDA Yudia, Riries Choiru Pramulia; Wandik, Irma Novalin; Saputra, Shafa Dimas; Siregar, Monica Febriari; Briliant, Oldesta Zakly; Syammarhan, Tiara Ramadhani
Jurnal Kedokteran Mulawarman Vol 12, No 3 (2025): Jurnal Kedokteran Mulawarman
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v12i3.23506

Abstract

Human immunedeficiency virus (HIV) is a virus that infects white blood cells and causes a decrease in human immunity. The high number of HIV infections in Indonesia and the low number of patients taking ARVs so this research aims to determine the factors that influence the picture of treatment compliance in HIV patients.Method: This research used descriptive method, and obtained 43 research samples. Then the data is presented in table form. The variables of this study are social support, level of knowledge about antiretroviral therapy (ART), satisfaction with health facilities, and the level of treatment compliance.Results: Univariate analysis found that poor social support (37.2%), the knowledge about ART was good at (83.7), satisfaction with health facilities was very satisfied (95.3%) and the level of compliance was included in the category of compliance with treatment (76.7%). Keywords: HIV, ARV, Social Support, Knowledge, Satisfaction, Compliance
PROFIL HASIL SITOLOGI PAP SMEAR BERDASARKAN SISTEM BETHESDA PADA WANITA USIA SUBUR DI PUSKESMAS LOA IPUH TENGGARONG TAHUN 2024 Irawiraman, Hadi; Rosidah, Vivin; Maharani, Maura Dya
Jurnal Kedokteran Mulawarman Vol 12, No 3 (2025): Jurnal Kedokteran Mulawarman
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v12i3.25756

Abstract

Latar Belakang:Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada wanita, terutama di negara berkembang, termasuk Indonesia. Tingginya angka kematian sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan diagnosis, sehingga deteksi dini melalui pemeriksaan sitologi serviks, seperti Pap smear, menjadi strategi penting dalam pencegahan kanker serviks. Sistem Bethesda digunakan secara luas untuk mengklasifikasikan hasil sitologi Pap smear secara standar dan sistematis.Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil hasil pemeriksaan sitologi Pap smear berdasarkan Sistem Bethesda pada wanita usia subur di Puskesmas Loa Ipuh Tenggarong tahun 2024.Metode:Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan data sekunder berupa rekam medis rawat jalan dan hasil pemeriksaan Pap smear. Sampel penelitian terdiri dari 53 wanita usia subur yang menjalani pemeriksaan Pap smear pada kegiatan skrining tanggal 9 November 2024, yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Variabel yang dianalisis meliputi usia, paritas, gejala klinis, riwayat penggunaan kontrasepsi, serta klasifikasi hasil sitologi berdasarkan Sistem Bethesda.Hasil:Sebagian besar responden berusia ≥35 tahun (60,4%) dan memiliki paritas <3 anak (54,7%). Mayoritas responden tidak menunjukkan gejala klinis (56,6%). Riwayat kontrasepsi terbanyak adalah tidak menggunakan kontrasepsi (39,6%), diikuti penggunaan IUD (37,7%). Berdasarkan hasil sitologi Pap smear, seluruh sampel (100%) menunjukkan hasil negative for intraepithelial lesion or malignancy (NILM), tanpa ditemukannya lesi prakanker maupun keganasan serviks.Kesimpulan:Hasil pemeriksaan sitologi Pap smear pada wanita usia subur di Puskesmas Loa Ipuh Tenggarong tahun 2024 seluruhnya menunjukkan gambaran NILM. Temuan ini mencerminkan efektivitas kegiatan skrining sebagai upaya deteksi dini kanker serviks dan menegaskan pentingnya peningkatan cakupan serta keberlanjutan program skrining serviks di fasilitas pelayanan kesehatan primer.
DILEMA KORTIKOSTEROID : ASMA BRONKIAL TIDAK TERKONTROL AKIBAT DIGANTI DENGAN PEMAKAIAN STEROID SISTEMIK JANGKA PANJANG Sachio, Alvin; Silalahi, Mauritz; Siagian, Loly Rotua Dharmanita
Jurnal Kedokteran Mulawarman Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Kedokteran Mulawarman
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v13i1.26409

Abstract

AbstrakLatar Belakang : Asma adalah penyakit inflamasi kronik saluran napas yang menjadi masalah kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas yang signifikan. Kortikosteroid merupakan terapi lini pertama yang paling efektif untuk mengendalikan gejala dan menurunkan inflamasi melalui mekanisme molekuler transaktivasi dan transpresi. Meskipun demikian, tantangan klinis muncul dengan adanya fenomena resistensi atau sensitivitas rendah terhadap kortikosteroid pada kasus asma berat, yang sering dikaitkan dengan faktor stres oksidatif dan penurunan enzim histone deacetylase (HDAC). Kasus : Studi observasional deskriptif ini melaporkan satu kasus seorang pria usia 66 tahun dengan asma eksaserbasi akut berat dengan derajat asma tidak terkontrol di rumah sakit Dirgahayu Samarinda, Indonesia. Data klinis, radiologi, spirometri diambil dari rekam medis. Kesimpulan : Kortikosteroid adalah terapi jangka panjang paling efektif untuk asma Th2, namun sebagian pasien mengalami penurunan respons atau resistensi akibat faktor stres oksidatif dan penurunan enzim HDAC. Studi kasus ini menyoroti pasien dengan asma tak terkontrol, penggunaan jangka panjang kortikostreoid, dan efek samping yang terjadi, menunjukkan indikasi kuat resistensi kortikosteroid karena terapi lini pertama tidak lagi memberikan perbaikan klinis. 
PENGETAHUAN DAN SIKAP PETUGAS KESEHATAN TENTANG IKTERIK NEONATORUM DALAM PERSPEKTIF KESELAMATAN PASIEN Hilda, Hilda; Janah, Nur; Raihanah, Siti; Jasmawati, Jasmawati
Jurnal Kedokteran Mulawarman Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Kedokteran Mulawarman
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v13i1.27242

Abstract

Ikterus neonatorum merupakan kondisi klinis yang sering ditemukan pada awal kehidupan, tetapi dapat berkembang menjadi masalah keselamatan pasien apabila pengenalan risiko, pemantauan bilirubin, edukasi keluarga, dokumentasi, dan tindak lanjut klinis tidak dilakukan secara konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis asosiasi tingkat pengetahuan dan sikap petugas kesehatan dengan kejadian ikterus neonatorum di sebuah rumah sakit rujukan di Samarinda. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan potong lintang pada Februari 2024. Sebanyak 33 petugas kesehatan yang memenuhi kriteria inklusi diikutsertakan melalui total sampling. Pengetahuan dan sikap diukur menggunakan kuesioner berbasis Google Form, sedangkan kejadian ikterus neonatorum dinilai melalui lembar observasi pada hari kedua hingga ketiga kehidupan. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan uji Fisher Exact pada tingkat signifikansi 5%. Pengetahuan baik ditemukan pada 14 responden (42,4%), cukup pada 11 responden (33,3%), dan kurang pada 8 responden (24,2%). Sikap baik ditemukan pada 22 responden (66,7%), sedangkan sikap kurang pada 11 responden (33,3%). Kejadian ikterus ditemukan pada 10 bayi (30,3%). Pengetahuan berasosiasi secara signifikan dengan kejadian ikterus neonatorum (p < 0,001). Sikap juga berasosiasi secara signifikan dengan kejadian ikterus neonatorum (p < 0,001; OR = 94,5; 95% CI = 7,571–1179,529). Temuan ini mendukung pendidikan berkelanjutan, standardisasi observasi ikterus, penilaian bilirubin objektif bila tersedia, komunikasi keluarga, dokumentasi lengkap, dan alur eskalasi klinis sebagai komponen keselamatan pasien neonatal.
PERAN SYSTEMIC IMMUNE-INFLAMMATION INDEX DALAM MEMPREDIKSI GRADING HISTOPATOLOGI ADENOKARSINOMA KOLOREKTAL DI RSUP PROF. I.G.N.G. NGOERAH DENPASAR Aditya, I Gede; Mahayasa, I Made; Sueta, Made Agus Dwianthara
Jurnal Kedokteran Mulawarman Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Kedokteran Mulawarman
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v13i1.27785

Abstract

Kanker kolorektal (KKR) merupakan keganasan gastrointestinal dengan beban morbiditas dan mortalitas yang tinggi secara global. Systemic Immune-Inflammation Index (SII), yang diformulasikan dari jumlah trombosit, neutrofil, dan limfosit, telah dikemukakan sebagai biomarker prognostik potensial pada berbagai keganasan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kemampuan prediktif SII terhadap grading histopatologi adenokarsinoma kolorektal. Penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang dilaksanakan pada 37 subjek adenokarsinoma kolorektal di RSUP Prof. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar. Nilai SII dihitung menggunakan formula: (trombosit × neutrofil) / limfosit. Analisis statistik meliputi uji normalitas, perbandingan nilai median antar kelompok grading, analisis kurva Receiver Operating Characteristic (ROC), dan regresi logistik biner multivariat. Tidak ditemukan perbedaan bermakna nilai SII antara kelompok low grade dan high grade (p = 0,923). Analisis ROC menghasilkan Area Under the Curve (AUC) sebesar 0,667, menunjukkan kemampuan diskriminatif yang terbatas. Pada analisis regresi logistik multivariat, SII tidak terbukti sebagai prediktor independen grading histopatologi (p = 0,140). Model klasifikasi mencapai akurasi 83,8%, namun sensitivitas terhadap deteksi high grade hanya 16,7%. Disimpulkan bahwa SII tidak memiliki kekuatan prediktif yang bermakna terhadap grading histopatologi adenokarsinoma kolorektal. SII lebih sesuai dimanfaatkan sebagai parameter pelengkap dalam stratifikasi risiko dan evaluasi prognosis kanker kolorektal. 
UJI VALIDITAS INSTRUMEN DAN STUDI PENDAHULUAN: HUBUNGAN FAKTOR PREDISPOSISI KOGNITIF DAN SIKAP TERHADAP PRAKTIK PENGGUNAAN ANTIBIOTIK BERBASIS ONE HEALTH Nuryanto, Muhammad Khairul; Saptiani, Gina; Tarigan, Daniel; Yadi, Yadi; Tandirogang, Nataniel; Sukarti, Komsanah; Sawitri, Endang
Jurnal Kedokteran Mulawarman Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Kedokteran Mulawarman
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v13i1.28330

Abstract

Resistensi antimikroba (Antimicrobial Resistance/AMR) merupakan ancaman kesehatan lingkungan global. Mengukur dinamika perilaku komunitas secara presisi membutuhkan instrumen yang tepat. Penelitian ini bertujuan sebagai studi pendahuluan (pilot study) untuk menguji validitas instrumen kuesioner berbasis pendekatan One Health serta menganalisis korelasi awal antara faktor predisposisi kognitif dan sikap terhadap luaran praktik penggunaan antibiotik di tingkat rumah tangga. Desain studi kuantitatif belah lintang dilakukan terhadap 50 responden kepala keluarga di kawasan semiperkotaan Kota Samarinda, Indonesia pada April 2026. Analisis bivariat menggunakan Fisher’s Exact Test (α = 0,05). Hasil uji psikometri membuktikan instrumen kuesioner valid (r hitung > r tabel 0,279) dan reliabel (Cronbach's Alpha > 0,60). Hasil pemotretan awal menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan spesifik yang rendah (60% skor nol) dan terjebak dalam praktik berisiko tinggi terkait paparan antibiotik dan buruknya sanitasi (90%). Terdapat hubungan bermakna secara statistik antara pengetahuan dengan praktik berisiko (p = 0,028) serta antara sikap dengan praktik (p = 0,034). Namun, korelasi jenjang pendidikan formal umum dengan pengetahuan spesifik tidak signifikan (p = 0,762). Kesimpulannya, instrumen kuesioner yang dikembangkan terbukti handal untuk mengukur determinan perilaku AMR di kawasan sungai. Temuan awal ini mengonfirmasi adanya paradoks literasi kesehatan dan kedaruratan infrastruktur sanitasi, yang menjadi justifikasi krusial bagi pelaksanaan investigasi dan intervensi skala besar di masa mendatang.
HUBUNGAN SELF EFFICACY DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN MEKANISME COPING STRESS PADA KORBAN KEKERASAN DI RUMAH AMAN PANTI ASUHAN KASIH BUNDA UTARI SAMARINDA Ratnadilla, Riska Aulia; Hastati, Sri; Ramadhanny, Candra
Jurnal Kedokteran Mulawarman Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Kedokteran Mulawarman
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v13i1.18996

Abstract

Kasus kekerasan di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Provinsi Kalimantan Timur menempati posisi ke 7 dengan angka kekerasan terbanyak berada di Samarinda sebesar 548 kasus. Kekerasan adalah tindakan secara sengaja yang menimbulkan stres baik secara fisik maupun emosional kepada seseorang atau kelompok lain. Untuk mengatasi stres tersebut diperlukan strategi koping yang dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya berasal dari dalam seperti self efficacy dan dukungan sosial sebagai faktor eksternal. Penelitian ini dilakukan di Rumah Aman Panti Asuhan Kasih Bunda Utari Samarinda yang merupakan safe house bagi korban kekerasan. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study. Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil berdasarkan hasil pengisian kuesioner dengan melalui wawancara terpimpin. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan total sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 33 orang dari 35 total responden dengan 2 orang termasuk dalam kriteria ekslusi. Hasil uji analisis korelasi spearman self efficacy dengan mekanisme coping stress problem focused coping dan emotion focused coping masing-masing didapatkan nilai p-value sebesar 0,001 dan 0,000. Sedangkan hasil uji analisis hubungan dukungan sosial dengan mekanisme coping stress problem focused coping dan emotion focused coping masing-masing didapatkan nilai p-value sebesar 0,140 dan 0,147. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara self efficacy dengan mekanisme coping stress dan tidak terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan mekanisme coping stress.

Page 10 of 10 | Total Record : 97