cover
Contact Name
Yadi
Contact Email
yadi@fk.unmul.ac.id
Phone
+6285255690730
Journal Mail Official
jkm@fk.unmul.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Jalan Kerayan, Kampus Gn. Kelua, Samarinda, Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Mulawarman
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 24430439     EISSN : 27229521     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran Mulawarman (JKM) is the official journal publication that is published triennially (June, Sept, and Dec) by Faculty of Medicine Mulawarman University. JKM is a peer-reviewed and open access journal that points out encouraging biomedical sciences, clinical, public health and community medicine to conducting and improving behavior of human health. This journal publishes original research and case report. Subjects suitable for publication include, but are not limited to the following fields of : Anesthesiology and Intensive Care Anatomy Biochemistry Child Health Dermatology and Venerology Internal Medicine Histology Neurology Medical Education Microbiology Obstetrics and Gynecology Opthalmology Otorhynolaryngology Pharmacology Parasitology Physiology Physical medicine and rehabilitation Public Health and Community Medicine Pulmonology Radiology Surgery
Articles 87 Documents
Management of Patients with Gastrointestinal Stromal Tumor (GIST) : Serial Case Report Munir, Sirajul; Ompusunggu, Mangalindung; Suprapto, Bambang
Jurnal Kedokteran Mulawarman Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Kedokteran Mulawarman
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v11i2.10444

Abstract

Gastrointestinal stromal tumors (GISTs) are the most common mesenchymal tumors of the gastrointestinal tract. These are rare representing approximately 0.1-3% of all GI. The management of GIST is carried out using a multidisciplinary approach. Standard treatment of localized GIST is complete surgical resection associated (or not) with adjuvant Imatinib therapy. We reported 4 cases of GISTs with different management. We performed the surgical excision in three female patients with a median age of 44.7 years and 1 male patient get neoadjuvant imatinib due to unresectable mass. In our series, clinical manifestations are variable among patients, abdominal discomfort is the most primary symptoms. All of our patients received one year of Imatinib 400 mg daily therapy after the surgery and follow up based on Algorithm Treatment For GISTs.
Hubungan Intervensi Terapi Mindfulness Terhadap Tingkat Gejala Depresi pada Pasien Gangguan Depresif di Poli Psikiatri RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Nurmadana, Arya Tarakanatha; Riastiti, Yudanti; Wibowo, Hutomo Judhi Christanto
Jurnal Kedokteran Mulawarman Vol 11, No 3 (2024): Jurnal Kedokteran Mulawarman
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v11i3.8146

Abstract

Gangguan depresi adalah gangguan mood yang dapat menyebabkan seseorang mengalami kesedihan, kehilangan semangat, pesimisme, serta rasa putus asa. Pada penatalaksanaannya gangguan depresi dapat diberikan psikoterapi sebagai terapi non-farmakologis. Terapi Intervensi Mindfulness merupakan psikoterapi yang dapat diberikan untuk menurunkan gejala depresi pada pasien dengan gangguan depresi. penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan penerapan terapi intervensi mindfulness terhadap tingkat gejala depresi pada pasien gangguan depresi di poli psikiatri RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini menggunakan desain studi eksperimental sebenarnya pretest-posttest control group design. Data yang didapatkan berasal dari data primer berupa kuisoner, pretest, dan post test di poli psikiatri RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Teknik sampling dengan metode quota sampling dengan total 20 pasien yang terbagi rata dalam 2 kelompok yaitu intervensi dan kontrol. Terapi intervensi mindfulness diberikan pada kelompok intervensi selama 4 minggu. Skor HDRS (Hamilton Depression Rating Scale) dan CAMS-R (Cognitive Affective Mindfulness Score-Revised) diukur di awal dan akhir penelitian pada setiap kelompok. Terdapat hubungan antara tingkat mindfulness dengan tingkat gejala depresi (p<0,05). Hubungan berlawanan ditemukan antara tingkat skor CAMS-R yang tinggi dengan penurunan tingkat gejala depresi. Hasil penelitian diperoleh terdapat hubungan penerapan terapi intervensi mindfulness terhadap tingkat gejala depresi.
HASIL UJIAN PRAKTIKUM HISTOLOGI METODE LURING DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MULAWARMAN TIDAK BERBEDA DENGAN METODE DARING Dewi, Ratna; Hasanah, Nurul; Riastiti, Yudanti
Jurnal Kedokteran Mulawarman Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Kedokteran Mulawarman
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v11i1.9673

Abstract

Histologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang struktur mikroskopis jaringan baik jaringan hewan maupun jaringan tumbuhan. Praktikum histologi merupakan salah satu bentuk pembelajaran histologi dan setelah kegiatan tersebut mahasiswa akan dievaluasi melaui ujian praktikum histologi. Selama pandemi Covid-19, sistem pembelajaran histologi di Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman berubah dari luring menjadi daring. Ujian praktikum histologi secara luring adalah mahasiswa mengamati preparat histologi secara langsung di mikroskop sedangkan ujian praktikum histologi secara daring adalah mahasiswa mengamati preparat histologi melalui tayangan foto. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan perbedaan hasil ujian praktikum histologi metode luring dan daring di Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman. Penelitian ini merupakan penelitian analitik retrospektif yang termasuk dalam penelitian kuantitaif. Data yang didapatkan berasal dari data sekunder hasil ujian praktikum histologi angkatan 2019 yang mewakili ujian praktikum luring dan angkatan 2020 mewakili yang ujian praktikum daring. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling yaitu dengan mengambil semua data hasil ujian praktikum histologi blok 2 dan 3. Hasil uji statistik Independent Sample T-test didapatkan p=0.52 (p>0.05) yang berarti tidak terdapat perbedaan antara hasil ujian praktikum histologi metode luring dan daring di Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman. Kata Kunci : Histologi, Hasil Ujian, Luring, Daring
GAMBARAN PASIEN ANAK DENGAN COVID 19 DI RSUD AJI MUHAMMAD PARIKESIT TENGGARONG KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2020 Magdaleni, Agustina Rahayu; Buchori, Muhammad; Wardhana, Ahmad Wisnu; Muhyi, Annisa; Ningrum, Indras Panca Kusuma; Lambe, Grace Maychale
Jurnal Kedokteran Mulawarman Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Kedokteran Mulawarman
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v11i2.16012

Abstract

COVID-19, caused by the SARS-CoV-2 virus, has become a global pandemic since late 2019. In Indonesia, data shows that 11% of cases occur in children, but information on clinical and radiological features in children in East Kalimantan, especially Kutai Kartanegara Regency, is still limited. This study aims to determine the characteristics, clinical features, chest radiographs, and laboratory findings of pediatric patients with COVID-19 at Aji Muhammad Parikesit Hospital, Tenggarong in 2020. This study used a descriptive observational research method. The study sample was selected using purposive sampling technique with a total of 139 pediatric patients confirmed with COVID-19 from medical records and digital chest radiograph data. The results showed that the age group of 10-18 years was the most confirmed with COVID-19 (54%), females had the highest number of confirmed COVID-19 cases (53.2%), asymptomatic symptom criteria were obtained in 61.2% and mild in 38.3%. Symptoms were dominated by fever, cough, runny nose, and anosmia. The results of chest radiographs were dominated by abnormal findings (59%) and all on bilateral lungs with consolidation. In blood laboratory, ANC, NLR, Leucocyte, and Thrombocyte levels were dominated by the normal category, while ALC and Hemoglobin levels were dominated by the low category. This study describes the clinical manifestations, laboratory findings, and chest radiographs that are generally found in COVID-19 patients.
MANAJEMEN PERIOPERATIF PADA PASIEN HIPERTENSI Jimah, Cristine Triana; Susilo, Astrid Pratidina
Jurnal Kedokteran Mulawarman Vol 11, No 3 (2024): Jurnal Kedokteran Mulawarman
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v11i3.8276

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit utama yang menyebabkan kematian di dunia. Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi hipertensi sebesar 34,11% pada penduduk berusia >18 tahun di Indonesia. Komplikasi hipertensi berdampak pada pembuluh darah, jantung, otak, ginjal, mata, dan organ lainnya. Pasien dengan hipertensi tidak terkontrol dan menjalani operasi dapat mengalamipenurunan tekanan darah yang besar selama pemberian anestesi yang menyebabkan kerusakan organ. Laporan ini bertujuan mendiskusikan kasus seorang pria berusia 67 tahun dengan Batu Renal Staghorn disertai hipertensi yang menjalani operasi. Dokter layanan primer berperan dalam mendiagnosis pasien hipertensi, mengupayakan tekanan darah pasien tetap terkontrol, mengoptimalkan kondisi pasien pada persiapan perioperatif guna menurunkan kemungkinan timbulnya komplikasi akibat hipertensi.
HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MPASI) DENGAN KEJADIAN STUNTING DI KELURAHAN GUNUNG KELUA SAMARINDA Noviandri, Tia; Iskandar, Abdillah; Buchori, Muhammad
Jurnal Kedokteran Mulawarman Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Kedokteran Mulawarman
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v11i1.7977

Abstract

Stunting yaitu kondisi gangguan pertumbuhan karena gizi kurang kronis yang ditunjukkan dengan tinggi badan <-2 SD pada hasil penilaian tinggi badan menurut umur. Kelurahan Gunung Kelua merupakan wilayah dengan kejadian balita stunting tertinggi tahun 2020 di Samarinda. Permasalahan pertumbuhan masa awal kehidupan dapat disebabkan karena pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI) yang tidak mencukupi dan tidak tepat. Tujuan penelitian ini yaitu hubungan antara frekuensi MPASI, porsi MPASI, dan variasi MPASI dengan kejadian stunting di Kelurahan Gunung Kelua Samarinda. Desain penelitian ini yaitu analisis observasional menggunakan pendekatan kasus kontrol. Data penelitan ini adalah data primer dari kuesioner dan sekunder dari data balita di Puskesmas Juanda dengan teknik total sampling pada sampel kasus dan simple random sampling pada sampel kontrol didapatkan 24 kasus serta 24 kontrol. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Analisis data didapatkan terdapat hubungan antara frekuensi MPASI (p=0,016) dan porsi MPASI (p=0,008) dengan kejadian stunting, serta tidak terdapat hubungan antara variasi MPASI (p=0,057) dengan kejadian stunting. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan terdapat hubungan antara frekuensi dan porsi MPASI dan tidak terdapat hubungan antara variasi MPASI dengan kejadian stunting.  
PENGARUH KEMOTERAPI NEOADJUVAN BERBASIS TAKSAN DAN ANTRASIKLIN TERHADAP UKURAN TUMOR, STATUS KELENJAR GETAH BENING DAN KADAR ESTRADIOL PADA KASUS KANKER PAYUDARA STADIUM LOKAL LANJUT DENGAN HORMON RESEPTOR POSITIF (LUMINAL A) PADA USIA PREMENOPOSE Fajar, Erwin; Thabry, Rudy; Yadi, Yadi
Jurnal Kedokteran Mulawarman Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Kedokteran Mulawarman
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v11i2.17574

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Kanker yang paling banyak menyerang wanita di Indonesia adalah kanker payudara, menduduki peringkat satu di Indonesia, Tingginya angka kejadian kanker payudara sebagai penyebab kematian adalah akibat dari banyaknya jumlah pasien kanker yang baru datang dengan stadium lanjut. Locally Advanced Breast Cancer atau Kanker payudara stadium lokal lanjut meliputi tumor dengan ukuran T3 dan T4, yang memiliki keterlibatan luas nodus regional (N2 atau N3), dan kanker payudara inflamasi. Dimana pada kasus tersebut membutuhkan penanganan agresif, termasuk kemoterapi neoadjuvan berbasis taksan dan antrasiklin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kemoterapi tersebut terhadap ukuran tumor, status kelenjar getah bening, dan kadar Estradiol.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan kohort prospektif. Data diperoleh dari anamnesis, pemeriksaaan fisik, dan lembar rekam medik pasien di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda pada rentang waktu Mei-Agustus 2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan didapatkan 30 sampel.Hasil: Hasil analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon didapatkan variabel ukuran tumor payudara (p=0.000), status kelenjar getah bening (p=0.000), dan kadar Estradiol (p=0.000).Simpulan: terdapat perubahan yang signifikan antara ukuran tumor, status kelenjar getah bening, dan kadar Estradiol sebelum dan sesudah pemberian kemoterapi neoadjuvan berbasis taksan dan antrasiklin pada kasus kanker payudara stadium lokal lanjut Hormonal Positif. Kata kunci: kanker payudara stadium lokal lanjut, kemoterapi neoadjuvan, taksan, antrasiklin
SEORANG ANAK USIA 13 TAHUN PENDERITA DIABETES MILLITUS TIPE 1 DAN HIPERTIROID DENGAN KENDALI GLIKEMIK BURUK Amir, Rajibsman
Jurnal Kedokteran Mulawarman Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Kedokteran Mulawarman
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v12i1.14304

Abstract

Type 1 Diabetes Mellitus due to mediated autoimmune destruction of pancreatic βcell leading to absolute insulin deficiency. This disorder is close related to thyroid autoimmunedisease. Both of them shared autoimmune and genetic predisposition which contribute to cooccurence of Type 1 Diabetes and thyroid disease. T1D is one of the most frequent chronicdiseases in children but can have its onset at any age. In adults, new-onset type 1 diabetesmay be misdiagnosed as type 2 diabetes and is more common than youth-onset T1D. Whenhyperthyroidism occurs in patients with DM, they are at an elevated risk of severehyperglycemia and poor glycemic control
Manajemen Pasien Kritis Dengan Ketoasidosis Diabetik Disertai Dengan Multiple Organ Disfunction Putra, Indra Sukmana
Jurnal Kedokteran Mulawarman Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Kedokteran Mulawarman
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v12i2.22069

Abstract

AbstrakKetoasidosis diabetik (KAD) merupakan komplikasi akut diabetes mellitus yang mengancam nyawa, ditandai dengan hiperglikemia, asidosis metabolik, dan ketonemia. Pada kondisi berat, KAD dapat berkembang menjadi multiple organ dysfunction syndrome (MODS). Dilaporkan pasien perempuan 26 tahun dengan diabetes mellitus tipe 1, datang dengan gagal napas yang memerlukan ventilasi mekanik, syok sepsis, pneumonia bilateral, hiperglikemia, hiperkloremia, dan KAD berat. Sebelum masuk ICU, pasien telah mendapat resusitasi 3.000 mL NaCl 0,9%. Pemeriksaan awal menunjukkan asidosis metabolik (pH 6,82; HCO₃ 4,2 mmol/L), hiperkloremia (Cl⁻ 129 mmol/L), hipokalemia (K⁺ 2,1 mmol/L), dan fluid non-responsiveness (PPV 10%, SVV 9%). Perawatan di ICU meliputi strategi ventilasi protektif paru, vasopressor norepinefrin, koreksi kalium, titrasi insulin intravena, penggunaan kristaloid seimbang untuk maintenance, serta antibiotik spektrum luas (meropenem). Terapi continuous renal replacement therapy (CRRT) modalitas CVVHDF dilakukan untuk mengatasi asidosis metabolik refrakter, hiperkloremia, acute kidney injury (AKI) stadium 2, dan fluid overload. Setelah 48 jam CRRT, kadar klorida turun dari 129 mmol/L menjadi 109 mmol/L, pH meningkat menjadi 7,30, bikarbonat naik menjadi 11,8 mmol/L, dan base excess membaik dari −21,8 menjadi −14,8. Produksi urin meningkat dari 19 mL/jam menjadi 45 mL/jam, disertai perbaikan hemodinamik dan penurunan kebutuhan vasopressor. Prokalsitonin menurun dari 0,89 ng/mL menjadi 0,39 ng/mL, leukosit menurun dari 45.260/mm³ menjadi 25.570/mm³. Pasien berhasil weaning ventilator pada hari ke-7 dan keluar dari ICU setelah 9 hari perawatan. Penatalaksanaan komprehensif di ICU—meliputi dukungan ventilasi, optimasi hemodinamik, kontrol infeksi, koreksi gangguan metabolik dan elektrolit, serta penggunaan CRRT tepat waktu—berperan penting dalam keberhasilan perawatan pasien KAD dengan MODS.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Hipertensi pada Lanjut Usia (Lansia) di Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda Tahun 2024 Sungkono, Indari Yayuk; Pakki, Irfansyah Baharuddin
Jurnal Kedokteran Mulawarman Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Kedokteran Mulawarman
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v12i1.18499

Abstract

Salah satu masalah kesehatan yang paling sering dijumpai pada lanjut usia adalah hipertensi, dimana rasio prevalensi lanjut usia yang terkena hipertensi lebih dari 50% dan menjadikannya sebagai penyakit terbanyak pada lanjut usia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian hipertensi pada lanjut usia (lansia) di Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Kota Samarinda tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Data yang diperoleh dari kuesioner, data puskesmas dan pengamatan lapangan dengan jumlah sampel 111 (total responden). Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square (tingkat kemaknaan 95%, α 0,05), analisis multivariat menggunakan regresi logistic. Variabel yang dianalisis meliputi IMT, aktivitas fisik, riwayat merokok, kebiasaan minum kopi, konsumsi buah dan sayur serta depresi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat merokok (p = 0,006) dengan kejadian hipertensi pada lanjut usia, tidak terdapat hubungan antara IMT (p = 0,626), aktivitas fisik (p = 0,848), kebiasaan konsumsi kopi (p = 0,828), konsumsi buah dan sayur (p = 1,000) dan depresi (p = 0,335) dengan kejadian hipertensi pada lanjut usia. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat merokok dengan kejadian hipertensi pada lanjut usia di Panti Sosial Tresna Werdha wilayah kerja Kota Samarinda tahun 2024. Disarankan dilakukan edukasi penyakit tidak menular kepada para lanjut usia Kata kunci : faktor risiko, hipertensi, lanjut usia