cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
+6281329380937
Journal Mail Official
jurnalstupa@ft.untar.ac.id
Editorial Address
Jurusan Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara Kampus 1, Gedung L, Lantai 7 Jl. Letjend. S. Parman No. 1, Jakarta Barat 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa)
ISSN : 26855631     EISSN : 26856263     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/stupa
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal STUPA merupakan Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara sebagai wadah publikasi artikel ilmiah dengan tema: Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (STUPA)
Articles 1,332 Documents
EVALUASI PASCA HUNIAN RUSUNAWA CIBESEL,CIPINAG BESAR SELATAN, KECAMATAN JATINEGARA, KOTA JAKARTA TIMUR, DKI JAKARTA Feris Karel; Priyendiswara Agustina Bella; Liong Ju Tjung; I G. Oka Sindhu Pribadi
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i2.24359

Abstract

Rent Flats is a housing program that is used to overcome housing problems especially in urban areas. DKI Jakarta Government in development, has one of its visions, namely the realization of settlements that are sustainable. It is ensured that the purpose of building this flat cannot be separated from the aspects – aspects of sustainable housing which combines environmental, social and environmental aspects into the development strategy to ensure environmental integrity as well safety, capability, welfare, and quality of the current and future generations front. Therefore, this study aims to conduct a study of Rusunawa CIbesel is one of the flats built by DKI Jakarta based on the vision to see the form of implementation - the application of sustainable aspects that have been carried out and evaluate it so that in addition to conducting studies it can also be provide advice and recommendations on aspects of sustainable housing needs to be improved. The research method used is qualitative method descriptive. The research results obtained are that in the application of aspects sustainability, especially in Rusunawa Cibesel, environmental aspects are aspects which needs a lot of improvement. Because in this aspect Rusunawa Cibesel has have the system, but not running optimally. As for the social and the economy of Rusunawa Cibesel has been going quite well in its implementation. With As a result, Rusunawa Cibesel has implemented many aspects of sustainable housing although these various aspects need to be improved in order to achieve a stable settlement better sustainability. Keywords: sustainable housing; sustainable; rusunawa Abstrak Rumah Susun Sewa merupakan program perumahan yang digunakan untuk mengatasi masalah perumahan khususnya di daerah perkotaan. Pemerintah DKI Jakarta dalam pembangunannya, memiliki salah satu visinya yaitu dapat terwujudnya permukiman yang berkelanjutan. Dipastikan bahwa tujuan dibangunya rusunawa ini tidak lepas dari aspek – aspek hunian berkelanjutan yang dimana memadukan aspek lingkungan hidup, sosial, dan ekonomi kedalam strategi pembangunan untuk menjami keutuhan lingkungan hidup serta keselamatan, kemampuan, kesejahteraan, dan mutu generasi saat ini dan generas masa depan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi terhadap Rusunawa CIbesel salah satu rusunawa yang dibangun oleh DKI Jakarta dengan berlandaskan visi tersebut untuk melihat bentuk penerapan – penerapan aspek berkelanjutan yang telah dilakukan dan melakukan evaluasi terhadapnya sehingga selain melakukan studi juga dapat memberikan saran dan rekomendasi terhadap aspek – aspek hunian keberlanjutan yang perlu ditingkatkan. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian yang didapatkan adalah bahwa dalam penerapan aspek – aspek keberlanjutan khususnya di Rusunawa Cibesel, aspek lingkungan merupakan aspek yang perlu banyak ditingkatkan. Karena pada aspek tersebut Rusunawa Cibesel sudah memiliki sistemnya, tetapi belum berjalan optimal. Sedangkan untuk aspek sosial dan ekonomi Rusunawa Cibesel sudah berjalan cukup baik dalam penerapanya. Dengan hasil ini, Rusunawa Cibesel sudah menerapkan banyak aspek hunian berkelanjutan walaupun berbagai aspek tersebut perlu ditingkatkan agar tercapai suatu permukiman yang berkelanjutan yang lebih baik.
STUDI PENATAAN KAWASAN PARIWISATA MANGROVE DI KABUPATEN TANGERANG (OBJEK STUDI: URBAN AKUAKULTUR KETAPANG) Calvin Jonathan; Priyendiswara Agustina Bella; Liong Ju Tjung; I G. Oka Sindhu Pribadi
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i2.24360

Abstract

Tourism development in an area has great potential or benefits for a region. The Ketapang Urban Aquaculture area is no exception in the Tangerang district, precisely in the Mauk District on Jl. Raya Tanjung Kait, Ketapang village. It is a tourist area of a mangrove conservation park and in it there is fish and shrimp cultivation. The development of the Ketapang Urban Aquaculture program focuses on mangrove forest conservation, but also organizes the area around the coastal area and builds several supporting infrastructures, and seeks to increase the economy of the people in the village so that it can become a new tourist area/destination in the coastal areas of the Tangerang district. This area has also been equipped with various supporting facilities to support tourism activities in the area, such as spots for taking pictures with mangrove views in the background, parking lots, jogging tracks, lighting for the night and others, but the facilities are still lacking to become a good tourism area. , such as the absence of a place to eat, the absence of a pavilion/gazebo for visitors to rest. Therefore the author wants to look for potentials and deficiencies so as to be able to provide an appropriate arrangement plan for the Ketapang urban aquaculture area. Where this arrangement is carried out using several analytical methods, such as location analysis, site analysis, attractiveness analysis, best practices analysis, and several other analyses. And some of this analysis is useful for looking for weaknesses and strengths that can support the arrangement of the urban aquaculture Ketapang area so that it becomes an even better tourism area and becomes superior tourism in the Mauk area. Keywords: urban aquaculture; mangroves; arrangement of tourism areas Abstrak Pengembangan pariwisata pada suatu kawasan memiliki potensi atau manfaat yang besar bagi sebuah wilyah. Tidak terkecuali pada kawasan Ketapang Urban Akuakultur berada di kabupaten Tangerang tepatnya di Kecamatan  Mauk di Jl. Raya Tanjung Kait, desa Ketapang. Merupakan sebuah Kawasan wisata taman konservasi mangrove serta didalamnya terdapat budidaya ikan dan udang. Pengembangan program Ketapang Urban Aquakultur berfokus pada konservasi hutan mangrove, namun juga melakukan penataan pada wilayah sekitar daerah pesisir serta membangun beberapa infrastruktur pendukung,dan berupaya menaikan ekonomi masyarakat didesa tersebut sehingga bisa menjadi kawasan/destinasi wisata baru di daerah pesisir laut kabupaten Tangerang. Kawasan ini juga sudah dilegkapi berbagai fasilitas pendukung guna Mendukung kegiatan pariwisata di Kawasan tersebut, seperti spot untuk berfoto dengan latar belakang pemandangan mangrove,tempat parkir,jogging track,lampu penerangan untuk malam hari dan lainnya namun fasilitasnya dirasa masih kurang untuk menjadi Kawasan pariwisata yang baik, seperti tidak adanya tempat makan, tidak adanya pendopo/gazebo untuk pengunjung beristirahat. Maka dari itu penulis ingin mencari potensi serta kekurangan sehingga mampu memberikan rencana penataan kepada Kawasan Ketapang urban akuakultur yang sesuai. Yang mana penataan ini dilakukan dengan beberapa metode analisis, seperti analisis lokasi, analis tapak, analisis daya tarik, analisis best practices, dan beberapa analisis lainnya. Dan beberapa analisis ini berguna untuk mencari kekurangan serta kelebihan yang bisa mendukung penataan Kawasan Ketapang urban akuakultur agar menjadi Kawasan pariwisata yang lebih baik lagi dan menjadi pariwisata unggul didaerah Mauk.
STUDI RUANG TERBUKA HIJAU DI SEMPADAN SUNGAI CISADANE KELURAHAN CILENGGANG, KECAMATAN SERPONG, KOTA TANGERANG SELATAN Elisabeth Gabriela Van Der Linde; Priyendiswara Agustina Bella
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i2.24361

Abstract

The City of Tangerang Selatan is an independent city which currently has a spatial planning objective as a service center for education, housing, trade and services. Green open space can be used as a guarantor for increasing land value, for adding value to the urban environment, for providing natural tourism spaces, for maintaining historical aspects, for providing spaces for community interaction, etc., and most importantly, for creating harmonious and balanced spaces between built and unbuilt areas. However, with the rapidly increasing population growth in the development of South Tangerang City, the area with the green open space function has decreased and has not yet reached 20% of the area of ​​South Tangerang City. With the arrangement of green open space at the study location, it is known that there are potential contributors to green open space in the City of South Tangerang as a fulfillment of the need for public open space by utilizing green open space on the border of the Cisadane River, Cilenggang Village, Serpong District, South Tangerang City, but still with due regard policies that apply in order to remain in accordance with its function and create an optimal arrangement. Keywords:  green open space, borders, rivers, space requirements Abstrak Kota Tangerang Selatan adalah kota mandiri yang memeiliki tujuan penataan ruang menjadi pusat pelayan bagi pendidikan, perumahan, serta perdagangan dan jasa. Ruang Terbuka Hijau bisa dijadikan sebagai pemberi nilai tambah bagi lingkungan kota, sebagai penambah jaminan peningkatan nilai tanah, sebagai penyediaan ruang untuk wisata alam, pemertahanan aspek historis, penyedia ruang interaksi masyarakat dll, serta yang terpenting dapat menjadi ruang yang seimbang serta serasi anytara area terbangun dan yang tidak. Namun dengan pertumbuhan penduduk yang meningkat pesat serta pembangunan di Kota Tangerang Selatan besar, menjadikan kawasan ruang terbuka hijau di dalamnya menurun dan belum mencapai 20% dari luas Kota Tangerang Selatan. Dengan adanya penataan ruang terbuka hijau pada lokasi studi, diketahui bahwa adanya potensi penyumbang ruang terbuka hijau di Kota Tangerang Selatan menjadi pemenuh kebutuhan ruang RTH publik dengan memanfaatkan ruang terbuka hijau di sempadan sungai cisadane Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong Kota tangerang Selatan, namun tetap dengan memperhatikan kebijakan yang berlaku agar tetap sesuai dengan fungsinya dan menjadikan penataan yang optimal.
STUDI PASAR PERUMAHAN MAYA RESIDENCE MUKTIWARI CIBITUNG, KABUPATEN BEKASI Satrio Wicaksono; Priyendiswara Agustina Bella; I G. Oka Sindhu Pribadi; Liong Ju Tjung
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i2.24362

Abstract

Maya Residence Muktiwari Housing is a newly developed housing complex in Muktiwari Village, Cibitung District, Bekasi Regency, West Java Province. Maya Residence Muktiwari housing is located in a residential area where there are already many other housing estates that have been built beforehand. With so many housing estates that have been built beforehand or are competitors, the author wants to conduct a study on Maya Residence Muktiwari Housing. The author uses the method of location analysis, site analysis and legality analysis to find the potential and constraints of Maya Residence Muktiwari Housing. By doing this analysis, it is hoped that the author can provide input or recommendations to the project owner so that this housing development project can run smoothly and benefit the community. Keywords: feasibility; housing; study Abstrak Perumahan Maya Residence Muktiwari merupakan perumahan yang baru dikembangkan di Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Perumahan Maya Residence Muktiwari berlokasi pada kawasan hunian yang sudah ada banyak perumahan – perumahan lainnya yang sudah dibangun terlebih dahulu. Dengan banyaknya perumahan – perumahan yang sudah dibangun terlebih dahulu atau kompetitor, penulis ingin melakukan studi terhadap Perumahan Maya Residence Muktiwari. Penulis menggunakan metode analisis lokasi, analisis tapak, analisis legalitas dan analisis pasar untuk mencari potensi dan kendala dari Perumahan Maya Residence Muktiwari. Dengan dilakukannya analisis ini, diharapkan penulis dapat memberikan masukan atau rekomendasi terhadap pemilik proyek agar proyek pembangunan perumahan ini dapat berjalan dengan lancar dan bermanfaat bagi masyarakat.
BEREMPATI TERHADAP BUKU FISIK SEBAGAI PENGGAGAS WADAH PEMINATAN AKTIVITAS MEMBACA Maulidani, Rahmat; Sutanto, Agustinus
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i1.27188

Abstract

Physical books are an important part of the development of a civilization, history has repeatedly shown the huge impact of knowledge, ideas, and information that was spread directly starting from the era of Mesopotamia, Ancient Greek, Baghdad, Renaissance, and continuing until the present day. Indonesia has a stigma of low interest in reading, but socio-culture is not a natural thing but something systematic and created slowly. Pondok Cina Station has a history of causing hundreds of scholars to demonstrate and hold up KRL due to the eviction of 35 secondhand book stalls to modernize the station. A strong inner bond between scholars and literature is a reminder that physical books are not dead and need to be studied to achieve quality and widely useful socio-culture. Secondhand Bookstore and Physical Books are closely related to various educational institutions, apart from their cheap prices, they also have easy access to read the books beforehand. Secondhand Bookstore become an interesting opportunity in an empathetic movement that pays attention to one of human primitive abilities, namely cognitive. Empathizing with Secondhand Bookstores and Physical Books aims to find and examine the sweet spot that can provide a place that encourages users to be interested in literature, by using the heterotopia design method and emptiness (suwung) philosophy to give birth to a place that ignites a new culture that can be developed systematically and progressively to achieve a new era of literature. Keywords: Architecture; Bookstore; Empathy Architecture; Heterotopia; Physical Books Abstrak Buku fisik merupakan bagian penting dalam perkembangan sebuah peradaban, sejarah telah berulang kali menunjukkan dampak besar dari pengetahuan, ide, dan informasi yang disebarkan secara langsung mulai dari era Mesapotomia, Yunani Kuno, Baghdad, Renaisans, dan terus begitu hingga masa kini. Indonesia memiliki stigma minat membaca yang rendah, namun sosio-kultur bukanlah hal yang natural melainkan sesuatu yang sistematis dan diciptakan secara perlahan. Stasiun Pondok Cina memiliki sejarah yang membuat ratusan mahasiswa berdemo dan menahan KRL akibat penggusuran 35 kios buku bekas untuk modernisasi stasiun. Sebuah ikatan batin yang kuat antara mahasiswa dan literasi menjadi sebuah pemantik bahwa buku fisik belum mati dan perlu dikaji untuk menggapai sosio-kultur yang berkualitas dan bermanfaat secara meluas. Toko Buku Bekas dan Buku Fisik sangat erat hubungannya dengan berbagai lembaga pendidikan, selain karena murahnya harga juga karena mudahnya akses untuk langsung membaca sebelum membeli. Toko Buku Bekas menjadi sebuah peluang dalam gerakan empatik yang merangkul sekaligus memperhatikan salah satu kemampuan primitif manusia yaitu kognitif. Berempati terhadap Toko Buku Bekas dan Buku Fisik bertujuan untuk mencari dan menelisik titik manis yang dapat menghadirkan wadah yang mendorong penggunanya untuk tertarik dengan literatur, dengan menggunakan metode desain heterotopia dan filsafat suwung untuk melahirkan sebuah wadah pemantik kultur baru yang dapat berkembang secara sistematis dan progresif untuk menggapai era literatur yang baru.
PERANCANGAN RUANG KELAS BAGI ANAK USIA SEKOLAH DASAR PENYANDANG ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER Surya, Claurent; Suteja, Mekar Sari
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i1.27189

Abstract

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) is a disorder that often appears in elementary school-age children (6-12 years). Its prevalence in Indonesia is estimated at around 5% (Dewi, 2011), reaching 26.2% among elementary school children in the DKI Jakarta area (Saputro, 2009). Global trends also show a significant increase in ADHD cases (Abdelnour et al., 2022). The impact greatly influences children's adaptation to various aspects of life, from academic contexts to social relationships and psychological aspects. At elementary school age (ages 6-12 years), children are at the beginning stages of learning to manage school with ADHD. Therefore, it is crucial to provide appropriate accommodation to facilitate their adaptation to the learning environment. One way is by modifying the classroom's learning environment according to their needs. This research uses qualitative methods (observation and in-depth interviews) to identify ideal classroom designs for elementary school-age children with ADHD. The research began by examining the behavior of children with ADHD and analyzing their space needs. From the research that has been carried out, good classroom design criteria for children with ADHD will be produced, along with applying these design criteria to the classroom design. It is hoped that the research will help examine the design of good learning spaces to help maintain the focus and mental well-being of children with ADHD. Keywords: attention deficit hyperactivity disorder; classroom; school-age children Abstrak Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan salah satu gangguan yang kerap muncul pada anak usia sekolah dasar (6-12 tahun). Prevalensinya di Indonesia diperkirakan sekitar 5% (Dewi, 2011), angka ini mencapai 26,2% di anak sekolah dasar wilayah DKI Jakarta (Saputro, 2009). Tren global juga menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kasus ADHD (Abdelnour et al., 2022). Dampaknya sangat memengaruhi adaptasi anak-anak dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari konteks akademik hingga hubungan sosial dan aspek psikologis. Pada usia sekolah dasar (usia 6-12 tahun), anak-anak berada pada tahap awal dalam belajar mengelola sekolah dengan ADHD. Maka dari itu, sangat penting untuk memberikan akomodasi yang tepat supaya mempermudah adaptasi mereka di lingkungan pembelajaran. Salah satunya, yaitu melalui modifikasi lingkungan belajar di ruang kelas sesuai dengan kebutuhan mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif (studi literatur dan in-depth interview) untuk mengidentifikasi desain ruang kelas yang ideal bagi anak usia sekolah dasar dengan ADHD. Penelitian dimulai dengan mengkaji perilaku anak dengan ADHD dan menganalisis kebutuhan keruangan mereka. Dari penelitian yang telah dilakukan, akan dihasilkan kriteria desain ruang kelas yang baik bagi anak dengan ADHD, beserta dengan penerapan kriteria desain tersebut terhadap perancangan sebuah ruang kelas. Penelitian diharapkan dapat membantu mengkaji desain ruang pembelajaran yang baik untuk membantu menjaga fokus dan kesejahteraan mental dari anak penyandang ADHD.
PENERAPAN METODE BERTAHAP DAN MEKANISME SEDERHANA UNTUK MENGGALI BAKAT ANAK-ANAK AUTISME Sulistyawan, Dominikus Martin; Liauw, Franky
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i1.27191

Abstract

Autism Spectrum Disorder (ASD) or autism is a group of neurological developmental disorders that impact social life and can manifest as difficulties in communication. The challenges faced by children with autism should not serve as a reason to treat them differently from parents or the surrounding community. They are entitled to a decent life and the same comfort as other typically developing children. Children with autism often exhibit remarkable potential and talent in various fields such as arts, music, mathematics, computer science, and more. Despite facing difficulties in communication and social interaction, they possess unique intelligence and creativity. According to a 2019 study conducted by the University of California, Davis, gradual methods such as observation, communication with parents, skills testing, collaboration with professionals, exploring activities, and providing support and praise have proven effective in uncovering the talents of children with autism. The ultimate goal of this research is to create an inclusive environment that supports the development of children with autism, enabling them to thrive and make meaningful contributions in various aspects of life. The study aims to discover the hidden talents and potentials of children aged 6-17 with autism, with the hope that it will contribute to enhancing their quality of life. Keywords: Autism; Potential; Talent Abstrak Autism Spectrum Disorder (ASD) atau autisme merupakan sekelompok gangguan perkembangan neurologis yang mempengaruhi kehidupan sosial yang dapat berupa sulit untuk berkomunikasi.  Gangguan autisme yang di alami oleh anak bukan menjadi alasan bagi mereka memperoleh perlakuan yang berbeda dari orang tua maupun masyarakat sekitar. Mereka berhak mendapatkan kehidupan yang layak dan memiliki kenyamanan yang sama dengan anak normal lainnya. Anak-anak penyandang autisme sering kali memiliki potensi dan bakat yang luar biasa dalam berbagai bidang seperti seni, musik, matematika, ilmu pengetahuan komputer dan lainnya. Meskipun menghadapi kesulitan dalam berkomunikasi dan berinteraksi sosial, mereka memiliki kecerdasan dan kreativitas yang unik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh University of California, Davis pada tahun 2019 menyatakan bahwa metode bertahap seperti observasi, komunikasi dengan orang tua, pengujian keterampilan, berkolaborasi dengan professional, eksplorasi kegiatan dan dukungan dan pujian, metode-metode tersebut terbukti efektif dalam menemukan potensi bakat pada anak penyandang autisme. Penelitian ini bertujuan akhir untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung anak penyandang autisme agar mereka dapat berkembang dan memberikan kontribusi yang berarti dalam berbagai aspek kehidupan tanpa dibatasi oleh spektrum autisme yang mereka miliki dan untuk menemukan bakat dan potensi anak penyandang autisme yang masih terpendam dari anak berusia 6-17 tahun dengan harapan penelitian ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup mereka.
PERTANIAN VERTIKAL SEBAGAI RESPONS PEDAGANG PASAR TRADISIONAL DI KECAMATAN KEMBANGAN TERHADAP PERUBAHAN POLA PERDAGANGAN DAN GAYA HIDUP MASYARAKAT Justin, Justin; Winata, Suwardana
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i1.27192

Abstract

Traditional markets are places for buying, selling and bargaining activities. However, currently people's interest in traditional markets is decreasing due to changes in people's lifestyles. This has a big impact on traditional market traders in urban areas, especially in the Kembangan District. Currently, people are starting to pay attention to their health through the quality of the food they consume so that the quality of the freshness of the fresh ingredients can determine consumer trust in traders. Apart from that, there has been a change in trading patterns, from initially conventional trading to now being completely digital, resulting in the loss of the role of traders who are distributors liaising between producers and consumers. This change in people's lifestyles has forced competitors such as modern markets and online traders to start selling fresh goods to attract people's interest. This sense of empathy for the problems of traditional market traders in the Kembangan area creates a desire to learn more about traditional traders and markets so that they can find solutions to these problems. In the process of empathy, an idea was discovered that could turn traders into "producers", namely by integrating vertical farming with traditional markets. By combining vertical farming with traditional markets, we can solve the problem of traders losing their function and the problem of increasing demands for the quality of fresh ingredients. The method used is to study the problems experienced by traditional market traders in the Kembangan District through literature studies and reviewing the data that has been obtained so that they can find the right strategy to respond to these problems. This research aims to enable traditional market traders in the Kembangan District to respond to changes in trading patterns which are included in changes in people's lifestyles. Key words: Empathy; Market; Sellers; Vertical farming Abstrak Pasar tradisional merupakan tempat untuk melakukan aktivitas jual beli dan tawar menawar. Namun, saat ini minat masyarakat terhadap pasar tradisional semakin berkurang akibat perubahan gaya hidup masyarakat. Hal tersebut sangat berdampak bagi pedagang pasar tradisional di kawasan perkotaan khususnya di Kecamatan Kembangan. Saat ini masyarakat mulai memperhatikan kesehatannya melalui kualitas makanan yang dikonsumsi sehingga kualitas bahan segar dapat menentukan kepercayaan konsumen terhadap pedagang. Selain itu, terdapat perubahan pola perdagangan yang awalnya perdagangan dilakukan secara konvensional kini menjadi serba digital sehingga terjadi hilangnya peran pedagang yang merupakan distributor penghubung antara produsen dengan konsumen. Perubahan gaya hidup masyarakat ini membuat para pesaing seperti pasar modern maupun pedagang online untuk mulai menjual bahan segar (fresh goods) untuk menarik minat masyarakat. Rasa empati terhadap permasalahan pedagang pasar tradisional di Kawasan Kembangan ini membuat adanya keinginan untuk mempelajari lebih dalam mengenai pedagang dan pasar tradisional sehingga dapat menemukan solusi atas masalah tersebut. Dalam proses berempati, ditemukan gagasan yang dapat menjadi pedagang menjadi “produsen” yaitu dengan mengintegrasikan pertanian vertikal dengan pasar tradisional. Dengan menggabungkan pertanian vertikal dengan pasar tradisional maka dapat memecahkan permasalahan pedagang yang kehilangan fungsinya dan permasalahan akan tuntutan kualitas bahan segar yang semakin meningkat. Metode yang digunakan adalah dengan mempelajari permasalahan yang dialami oleh pedagang pasar tradisional di Kecamatan Kembangan melalui studi literatur dan mengkaji data-data yang telah didapatkan sehingga dapat menemukan strategi yang tepat untuk menanggapi permasalahan ini. Penelitian ini bertujuan agar pedagang pasar tradisional di Kecamatan Kembangan dapat merespons perubahan pola perdagangan yang termasuk ke dalam perubahan gaya hidup masyarakat.
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR EMPATI DALAM MENGINTEGRASIKAN FASILITAS TERAPI DAN PENDIDIKAN BAGI PENYANDANG DOWN SYNDROME, JAKARTA UTARA Zulfikar, Hafizh; Solikhah, Nafiah
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i1.27193

Abstract

Individuals with Down syndrome are one of the special needs groups that require special attention, including the provision of an inclusive and supportive environment. Down syndrome is mentioned as the most common cause of intellectual disability, accounting for about 15-20% of the total population of individuals with intellectual disabilities. Down syndrome occurs in about 1 in 1,000 births. The most common cause of Down syndrome is trisomy 21, a condition in which body cells have 3 copies of chromosome 21, whereas there should only be 2 copies. Besides trisomy 21, Down syndrome can also be caused by genetic abnormalities such as chromosomal translocations and mosaicism. Individuals with Down syndrome have specific needs regarding physical accessibility, lighting, and visual elements. This research aims to design an inclusive and supportive built environment for children with Down syndrome using an empathetic architectural approach that prioritizes users' issues and needs, ranging from their physical to sensory needs. Based on the research findings, a built environment is designed with the concept of the Pillar of Growth, drawing inspiration from the philosophy that each individual is like a pillar supporting their own growth and potential. This building will serve as a visual metaphor and a concrete experience reflecting growth pillars for children with Down syndrome, emphasizing sustainability, growth, and support. Architectural explorations in this research include floor designs symbolizing growth stages, beautiful open spaces to stimulate physical and sensory growth, and environmentally friendly materials to create a healthy and safe environment. By combining the empathetic architectural approach and the Pillar of Growth concept, it is hoped to create an inclusive and supportive built environment for the optimal growth and development of children with Down syndrome and contribute to society. Keywords: down syndrome; empathic architecture; pillar of growth Abstrak Down syndrome terjadi pada sekitar 1 dari 1.000 kelahiran. Penyebab paling umum dari Down syndrome adalah trisomi 21, yaitu kondisi di mana sel-sel tubuh memiliki 3 salinan kromosom 21, padahal seharusnya hanya ada 2 salinan. Selain trisomi 21, Down syndrome juga dapat disebabkan oleh kelainan genetik berupa translokasi kromosom dan mosaik. Penyandang Down syndrome adalah salah satu kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk dalam hal penyediaan lingkungan yang inklusif dan mendukung. Down syndrome merupakan penyebab tersering dari kondisi tunagrahita (disabilitas intelektual), yakni sekitar 15-20% dari total populasi penyandang tunagrahita. Penyandang Down syndrome memiliki beberapa kebutuhan khusus dalam hal aksesibilitas fisik, pencahayaan, dan elemen visual. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah lingkungan binaan yang inklusif dan mendukung bagi anak-anak penyandang Down syndrome dengan menggunakan pendekatan arsitektur empati yang mengutamakan masalah dan kebutuhan pengguna mulai dari kebutuhan fisik hingga sensorik mereka. Berdasarkan hasil penelitian, maka dirancang sebuah lingkungan binaan dengan konsep Pillar of Growth, konsep ini mengambil inspirasi dari filosofi bahwa setiap individu adalah seperti pilar yang mendukung pertumbuhan dan potensi mereka sendiri. Bangunan ini akan menjadi metafora visual dan pengalaman konkret yang mencerminkan pilar-pilar pertumbuhan bagi anak-anak penyandang Down syndrome, menekankan keberlanjutan, pertumbuhan, dan dukungan. Eksplorasi arsitektural yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi; desain berlantai yang melambangkan tahapan pertumbuhan, ruang terbuka yang indah untuk merangsang pertumbuhan fisik dan sensorik, material ramah lingkungan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan aman. Dengan penggabungan pendekatan arsitektur empati dan konsep Pillar of Growth, diharapkan dapat menciptakan sebuah lingkungan binaan yang inklusif dan mendukung untuk tumbuh dan kembang anak-anak Down syndrome secara optimal, serta berkontribusi dalam masyarakat.
KONSEP ERGONOMI BARU TERKAIT LANSIA SEBAGAI PRINSIP PERANCANGAN PADA SENIOR FARMERS MARKET Kimberly, Kimberly; Darmady, Irene Syona
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i1.27194

Abstract

The sandwich generation phenomenon raises the stereotype that the elderly are a "burden" for the younger generation. This makes the elderly want to be active, independent and productive through self-actualization. One way to overcome this problem is to provide opportunities for the elderly to work and contribute to society. Projects created to help the elderly tend to be less friendly to the elderly such as work environments that are not ergonomic, limited accessibility and services that are not in accordance with the needs of the elderly. Lack of attention to the comfort of the elderly in projects for the elderly can have a negative impact on the health and well-being of the elderly. Based on these problems, the design of the Senior Farmers Market requires an ergonomic study so that the elderly can work comfortably. Thus, ergonomic work environment design is needed to create a comfortable and safe work environment for the elderly. Ergonomics study itself is a relevant approach to understanding and improving aspects of the design of a project that can affect the comfort and productivity of its users. This study aims to explore the ergonomics study approach as a design principle in the context of a senior farmers market that is friendly to its workers who are mostly elderly. This research uses a qualitative method with a literature study approach, observation, and ergonomic analysis to identify the ergonomic needs of the elderly. Keywords: Elderly; Ergonomics; Senior farmers market Abstrak Fenomena sandwich generation memunculkan stereotype bahwa lansia adalah beban bagi generasi dibawahnya. Stereotype ini kemudian membuat lansia berkeinginan untuk mencapai kemandirian dan menciptakan kesejahtraan mereka sendiri. Hal ini membuat lansia ingin menjadi aktif, mandiri dan produktif melalui aktualisasi diri. Salah satu metode untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan memberikan kesempatan bagi lansia untuk bekerja dan berkontribusi dalam masyarakat. Proyek yang di buat untuk membantu lansia cenderung kurang ramah bagi lansia seperti lingkungan kerja yang tidak ergonomis, aksesibilitas yang terbatas dan pelayanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan lansia. Kurangnya perhatian terhadap kenyamanan para lansia dalam proyek-proyek untuk lansia dapat berdampak negatif terhadap kesehatan dan kesejahteraan lansia. Berdasarkan permasalahan tersebut, perancangan Senior Farmers Market yang dibuat dalam rangka membantu lansia beraktualisasi diri ini membutuhkan studi ergonomi agar para lansia dapat bekerja dengan nyaman. Oleh karena itu, desain lingkungan kerja yang ergonomis sangat penting untuk membuat tempat kerja yang aman dan nyaman bagi orang tua. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi pendekatan studi ergonomi sebagai prinsip perancangan dalam konteks senior farmers market yang ramah bagi para pekerjanya yang sebagian besar merupakan lansia. Untuk menentukan kebutuhan ergonomi untuk orang lanjut usia, penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menggunakan metode studi literatur, observasi, dan analisis ergonomi yang sesuai untuk lansia.