cover
Contact Name
Ernyasih
Contact Email
ummi.rifali@gmail.com
Phone
+6281381032704
Journal Mail Official
jurnal_eohsj@umj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. KH. Ahmad Dahlan, Cireundeu, Ciputat Tangerang Selatan, 15419, email: jurnal_eohsj@umj.ac.id
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL
ISSN : -     EISSN : 27453863     DOI : 10.24853/eohjs.1.1.1-8
EOHSJ (Environmental Occupational Health and Safety) : merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta dalam bidang ilmu kesehatan masyarakat. Tujuan jurnal ini adalah untuk mempublikasikan artikel yang berkualitas untuk semua aspek perkembangan terkini di bidang kesehatan lingkungan dan kesehatan keselamatan kerja. Skala terbitan Jurnal dua kali Setahun pada Januari dan Juli. E-ISSN: 2745-3863 Ruang Lingkupnya mencakup lingkungan udara, air, tanah, sanitasi makanan, limbah, vektor dan hama, kesehatan dan keselamatan kerja. Jurnal ini terbit setiap enam bulan sekali (Juli dan Januari). Publikasi dijurnal ini terlebih dahulu dilakukan proses peer review.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2023): EOHSJ" : 10 Documents clear
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Ispa pada Balita di Puskesmas Cikuya Kabupaten Tangerang Tahun 2022 Salfa Billa Novina Suhada; Cornelis Novianus; Ikhwan Ridha Wilti
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 3, No 2 (2023): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.3.2.115-124

Abstract

ISPA merupakan suatu penyakit saluran pernafasan yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan faktor manusia yang dapat dipengaruhi adanya virus dan bakteri. Dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Cikuya Kecamatan Solear bahwa penyakit ISPA pada balita menduduki urutan pertama dari 10 besar penyakit di 3 tahun terakhir. Pada tahun 2020 penderita ISPA berjumlah 2.573, tahun 2021 terjadi kejadian ISPA pada balita sebesar 1.452 dan tahun 2022 berjumlah 2.312. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita. Dalam penelitian ini menggunakan data primer. Metode penelitian menggunakan metode Cross Sectional dengan pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling, sehingga mengasilkan sampel sebanyak 108 orang. Hasil analisis univariat menunjukan balita yang terkena penyakit ISPA sebanyak 76 (70.40%) balita, pada Umur balita yang berusia 12-59 bulan sebanyak 71 balita (65.70%), pada status imunisasi yang tidak lengkap sebanyak 68 balita (63.0%), pendidikan ibu yang rendah < SMP sebanyak 65 orang (60.20%), dan paparan asap rokok yang responden nya merokok di dalam rumah sebanyak 80 orang (74.10%). Hasil analisis bivariate yang menggunakan uji – Chi Square bahwa adanya hubungan signifikan antara Umur balita (p-value < 0.029), Status imunisasi (p-value < 0.000), Pendidikan Ibu (p-value 0.000), dan Paparan asap rokok ((p-value < 0.000).
Hubungan Beban Kerja dan Shift Kerja dengan Gejala Stres Kerja Perawat di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi Nila Kurnia Ilahi; Melda Yenni; Suroso Suroso
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 3, No 2 (2023): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.3.2.141-152

Abstract

Stres di tempat kerja merupakan perhatian yang tumbuh pada keadaan ekonomi sekarang, di mana para karyawan menemui kondisi-kondisi kelebihan kerja, ketidaknyamanan kerja, tingkat kepuasan kerja yang rendah, ketiadaan otonomi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan beban kerja dan shift kerja dengan stres kerja pada perawat di ruang rawat inap RS Jiwa Daerah Provinsi Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi. Sampel penelitian adalah perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi sebanyak 61 perawat. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Hasil penelitian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Anova. Sebanyak 68,9% responden mengalami stres kerja rendah, 57,4% memiliki beban kerja ringan, dan 47,5% bekerja shift malam. Hasil bivariat menunjukkan ada hubungan beban kerja dan shift kerja dengan stres kerja pada perawat di ruang rawat inap RS Jiwa Daerah Provinsi Jambi (p<0,05). Jika perawat mengalami beban kerja yang berat sebaiknya istirahat sejenak atau merilekskan diri, agar terhindar dari stres kerja dan pada saat melaksanakan tugas perawat akan merasa nyaman. Perawat hendaknya beristirahat / tidur yang cukup setelah bekerja pada shift malam dengan memperhatikan kuantitas dan kualitas tidur, jangan beraktifitas berlebih dipagi hari.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pengelolaan Sampah pada Pedagang di Pasar Sepatan Kabupaten Tangerang Tahun 2022 Erna Martiyani; Suherman Jaksa; Ernyasih Ernyasih; Andriyani Andriyani
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 3, No 2 (2023): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.3.2.125-140

Abstract

Hubungan antara manusia dan lingkungan dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan dapat pula menghasilkan sesuatu yang merugikan lingkungan. Sesuatu yang merugikan lingkungan disebut sebagai "environmental hazards" dan hal tersebut dapat mempengaruhi aktivitas manusia. Permasalahan kesehatan masyarakat yang sering ditemui di tempat-tempat umum terutama pasar adalah masalah sampah. Tempat-tempat umum mempunyai potensi penyebaran penyakit yang tinggi, pencemaran lingkungan, dan masalah kesehatan masyarakat lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengelolaan sampah pada pedagang di Pasar Sepatan Kabupaten. Penelitian ini merupakan penelitian kuatitatif dengan cross-sectional dengan sampel sebanyak 100 orang, pengambilan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Analisis data dengan uji univariat dan uji bivariat menggunakan chi-square (CI 95% pv=0,05). Variabel yang berhubungan dengan Perilaku pengelolaan sampah yaitu pengetahuan (p value = 0,000 dan OR = 0,587). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan pengelolaan sampah, yaitu jenis kelamin (p value = 0,356), usia (p value = 0,113), pendapatan (p value = 0,295), dan sikap (p value = 0,275). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah perilaku pengelolaan sampah pada pedagang karena terjadi kurangnya sosialisasi kepada pedagang pasar dan perlu adanya kerjasama dengan masyarakat terhadap peningkatan sosialisasi khususnya penanganan sampah di pasar melalui penyuluhan secara berkala, agar dapat mengetahui dan menerapkan cara-cara penanganan sampah yang memenuhi syarat.
Hubungan Sikap Kerja dengan Kejadian Keluhan Musculoskeletal pada Perawat di Rumah Sakit Praemordhia Ratna Maulina; Sri Darnoto; Dwi Astuti; Mitoriana Porusia
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 3, No 2 (2023): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.3.2.161-172

Abstract

Aktivitas kerja pada perawat pada saat menangani pasien banyak menggunakan manual handling serta gerakan yang berulang. Hal tersebut dapat menimbulkan terjadinya keluhan Musculoskeletal salah satunya pada perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap kerja pada aktivitas perawat dengan keluhan Musculoskeletal di Rumah Sakit UNS (Universitas Sebelas Maret Surakarta). Jenis penelitian ini observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sasaran dalam penelitian ini yaitu perawat rawat inap dengan jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 53 orang. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Alat ukur pada penelitian ini menggunakan kuesioner Nordic Body Map dan lembar observasi OWAS. Analisis data menggunakan uji statistik Spearman. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara sikap kerja dengan keluhan Musculoskeletal (p - value 0,011 < 0,05) dan nilai r 0,346. Penelitian ini terdapat hubungan antara sikap kerja dengan kejadian keluhan Musculoskeletal pada perawat di Rumah Sakit UNS. Upaya pencegahan dan pengendalian rumah sakit dapat membuat program sosialisasi mengenai sikap kerja ergonomi pada perawat, perawat dapat melakukan peregangan otot pada saat istirahat. Sehingga perawat atau tenaga kesehatan lainnya dapat melakukan pekerjaannya dengan nyaman dan semakin produktif.
Hubungan Risiko Postur Kerja dengan Keluhan Muskuloskeletal pada Pekerja Perkantoran Tisya Aulia; Tarwaka Tarwaka; Dwi Astuti; Rezania Asyfiradayati
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 3, No 2 (2023): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.3.2.153-160

Abstract

Pekerjaan administrasi yang dilakukan di dalam perkantoran biasanya dilakukan selama berjam-jam di depan layar komputer/laptop dengan posisi duduk. Jika pekerjaan ini dilakukan secara terus-menerus maka akan mengakibatkan risiko kesehatan kerja berupa postur kerja yang janggal dan keluhan muskuloskeletal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan risiko postur kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja perkantoran di PT. X. Metode penelitian ini yaitu observasional analitik dengan pendekatan belah lintang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu 50 responden yang diambil di PT. X. Pengukuran postur kerja menggunakan metode ROSA, dan pengukuran keluhan muskuloskeletal menggunakan kuesioner NBM. Analisis data menggunakan uji χ 2 . Hasil uji statistik menunjukkan nilai p value = 0, 001<0,05. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara risiko postur kerja dengan keluhan muskuloskeletal dan memiliki kekuatan hubungan cukup. Maka dari itu, diperlukan upaya pengendalian lebih lanjut mengenai aktivitas pekerjaan yang dapat menyebabkan terjadinya keluhan muskuloskeletal. Pencegahan yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan re-desain pada kursi terutama sandaran tangan agar postur kerja tidak alamiah dapat diatasi.
Keluhan Muskuloskeletal Ektremitas atas Berdasarkan Metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) pada Pekerja Bagian Produksi Pt Panca Karya Unggul Abadi (PKUA) Wiwin Listyowati; Muhammad Furqaan Naiem; Abdul Baktiansyah; Aragar Putri Deli
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 3, No 2 (2023): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.3.2.173-190

Abstract

Menurut data labor force survey UK, angka kejadian muskuloskeletal pekerja masih terlampau besar dengan jumlah kasus sebanyak 1.144 juta kejadian. Hasil studipendahuluan menyatakan bahwa 5 dari 7 pekerja pada operator mesin cutting di bagian produksi PT. PKUA mendapatkan nilai hasil akhir assessment adalah 7, sehingga pentingnya peneleitian ini dilakukan guna memberikan rekomendasi spesifik untuk menurunkan nilai akhir assessment RULA pada seluruh tim produksi. Menentukan Gambaran Keluhan Muskuloskeletal Ekstremitas Atas pada pekerja di bagian produksi berdasarkan metode RULA pada pekerja di bagian produksi di PT PKUA Bogor Jawa Barat. Penelitian observasional deskriptif dangan sampel 27 orang menggunakan sampel jenuh. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis Metode derajat RULA. Mayoritas responden berumur 25-34 tahun dengan jumlah 12 orang (44,4%), Sementara untuk tingkat pendidikan rmayoritas responden memiliki tingkat pendidikan SMK/SMA yaitu 23 orang (85,1%). Sebagian besar responden penelitian ini memiliki masa kerja ≥3 tahun sebanyak 18 orang (66,7%). Hasil akhir penelinaian RULA menyatakan responden memiliki level keluhan 5-6 yaitu sebanyak 19 orang (70,4%), lalu diikuti oleh kelompok responden dengan level keluhan ≥7 yaitu sebanyak6 orang (22,3%) dan level keluhan 3-4 yaitu sebanyak 2 orang (7,4%). Mayoritas pekerja pada tim produksi di PT. PKUA memiliki level keluhan ekstremitas atas 5-6 sebanyak 19 orang (70,4%). Mensupport kebutuhan pekerja dalam melakukan kegiatan kerja yang baik danpencegahan terhadap keluhan ekstremitas atas agar memiliki aturan baku sehingga pekerja terlindungi dari keluhan akibat pekerjaannya.
Analisis Perubahan Iklim dan Kesehatan Mental pada Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta Ernyasih Ernyasih; Fini Fajrini; Dadang Herdiansyah; Lutfiana Aulia; Andriyani Andriyani; Nurmalia Lusida; Munaya Fauziah; dihartawan dihartawan
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 3, No 2 (2023): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.3.2.95-102

Abstract

Perubahan iklim merupakan perubahan yang signifikan terhadap iklim dalam rentang waktu puluhan sampai ratusan tahun. Perubahan iklim dapat berdampak langsung berupa gelombang panas, banjir dan kekeringan, sedangkan dampak tidak langsung berupa Kesehatan manusia yang terganggu akibat adanya polusi udara, vektor penyakit, kekurangan gizi dan Kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap mahasiswa terkait kesehatan mental akibat dari perubahan iklim. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dengan menyajikan variable yang diteliti tanpa membandingkan antar variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta (PSKM FKM UMJ) pada bulan juni 2022 sebesar 213 responden. Perubahan iklim dapat gangguan psikologis, depresi dan kecemasan. Mahasiswa yang mempunyai respon cemas sebesar 151 orang (70,9%) dan mahasiswa yang mempunyai ketegangan terhadap perubahan iklim seperti cuaca ekstrim sebesra 120 orang (56,3%). Mahasiswa yang merasakan gangguan tidur akibat perubahan iklim sebesar 142 orang (66,7%) dan Sebagian besar tidak mengalami depresi sebesar 115 orang (54%). Oleh karena itu perlunya edukasi adaptasi perubahan iklim agar kesehatan mentalnya tetap baik.
Penerapan HIRADC di Pekerjaan Pembesian pada Pembuatan Saluran Pelimpah (Spillway) Proyek Bendungan “X” Bogor Tahun 2021 Gifari Raihan Al Rasya; Munaya Fauziah; Andriyani Andriyani; Ernyasih Ernyasih
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 3, No 2 (2023): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.3.2.191-198

Abstract

HIRADC merupakan elemen penting dalam sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja karena berkaitan langsung dengan upaya pencegahan dan pengendalian bahaya yang digunakan untuk menentukan objektif dan rencana K3. Sistem Manajemen K3 yang diterbitkan oleh pemerintahan Indonesia dan wajib diterapkan oleh beberapa industri adalah Sistem Manajemen K3 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Diketahuinya Penerapan HIRADC Di Pekerjaan Pembesian Pada Pembuatan Saluran Pelimpah (SpillWay) Proyek Bendungan “X” Bogor tahun 2021. Penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi deskriptif observasional yaitu melakukan wawancara mendalam (indepth interview) menggunakan pedoman wawancara dan observasi langsung dengan pengisian checklist serta telaah dokumen, hasil wawancara di analisis secara verbatim dan matriks, terdiri dari 1 informan kunci, dan 2 informan utama di lakukan pada bulan Maret – April 2021. Potensi bahaya yang ada di proses pembesian adalah seperti terjepit pada saat pemasangan besi, terpotong oleh bar cutter dan bar bending, tertusuk oleh kawat bendrat pada saat pengikatan, terkena mata dari percikan gerinda, dan yang terakhir itu terpeleset atau tergelincir. Potensi bahaya yang didapat telah sesuai dengan OHSAS 18001 Klausal 4.3.1, dan lembar orientasi yang ada pada proyek ini, tapi hasil mendapatkan nilai tidak sesuai dengan dokumen pembuatan HIRADC yang telah di buat sebelumnya karena kurangnya pekerjaan pengelasan pada proses pembesian pada dokumen tersebut. Perlu adanya penerapan alat pelindung diri (APD) yang lebih baik dalam pengendalian, dan perlu adanya subtitusi.
Analisis Potensi dan Penilaian Risiko Bahaya Lingkungan Kerja di Perusahaan Furniture Jepara David Laksamana Caesar; Fitriani Sholikhah; Muhammad Husni Mubaroq
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 3, No 2 (2023): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.3.2.103-114

Abstract

Potensi bahaya lingkungan kerja yang tidak terkendali dapat menimbulkan risiko kecelakaan kerja. Kasus kecelakaan kerja ini menimbulkan kerugian yang cukup besar sehingga perlu dilakukan analisis potensi bahaya dan penilaian risiko. Perusahaan furniture merupakan jenis usaha yang mempunyai potensi bahaya dan dapat menimbulkan kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi bahaya dan penilaian risiko yang ada di perusahaan tersebut. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif analitik, dengan rancangan penelitian mix metodh. Dengan menggunakan teknik purposive sampling di dapatkan sejumlah 7 informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan semi kuantitatif. Hasil penelitian diketahui setiap tahapan proses produksi yang ada memiliki potensi bahaya yang terdiri dari potensi bahaya mekanik, kimiawi, fisik dan ergonomi. Dari potensi bahaya tersebut memiliki level risiko dari yang terendah hingga ekstrim. Memiliki level risiko low yang berjumlah 3 potensi bahaya, memiliki level risiko moderate yang berjumlah 1 potensi bahaya, memiliki level risiko high yang berjumlah 6 potensi bahaya, memiliki level risiko very high yang berjumlah 5 potensi bahaya dan memiliki level risiko extreme yang berjumlah 6 potensi bahaya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di perusahaan furniture diketahui bahwa potensi bahaya yang ada adalah potensi bahaya kecelakaan kerja meliputi bahaya mekanik, fisik, kimiawi dan ergonomi dengan penilaian level risiko dari yang terendah hingga ekstrim.
Permasalahan Sanitasi di Pemukiman Pesisir Jakarta serta Rekomendasi Teknologi Pengelolaannya Elsa Try Julita Sembiring; Aliya Safithri
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 3, No 2 (2023): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.3.2.199-214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan kondisi sosial, ekonomi, budaya, serta lingkungan terkait air dan sanitasi di salah satu pemukiman nelayan pesisir Jakarta Utara yakni Kawasan Kali Adem Muara Angke RW 001 Kelurahan Pluit. Melalui wawancara mendalam (indepth interview) pada penduduk sebanyak 127 orang pada September 2020, observasi serta pengelolaan data sekunder digunakan untuk memahami kondisi masyarakat dan lingkungan. Data yang bersifat kualitatif dianalisis secara deskriptif. Selanjutnya, dilakukan analisis alternatif teknologi sanitasi sesuai kondisi eksisting dengan metode rangking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa a) kondisi rumah belum memenuhi kriteria rumah sehat, b) penggunaan air sungai untuk keperluan mandi, cuci dan kakus (MCK), c) kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS) di sungai/laut, d) limbah cair yang tidak terkelola. Faktor penghambat utama memiliki jamban pribadi antara lain: a) keterbatasan lahan, b) keterbatasan ekonomi. Adapun rekomendasi pengelolaan sanitasi di lokasi ini adalah pembuatan MCK komunal yang dilengkapi dengan pengolahan air limbah komunal anaerobic baffle reactor dan penyedian jamban yang disertai dengan pengolahan setempat tripikon-S.

Page 1 of 1 | Total Record : 10