Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Iptek Bagi Masyarakat (IBM) Guna Penurunan Prevalensi Malaria di Kelurahan Tanah Merah Blego Sedionoto; Ade Rahmat Firdaus; Ismail AB
ABDIKESMAS MULAWARMAN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol.1 No.1 Oktober (2021) : ABDIMAS MULAWARMAN
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.341 KB)

Abstract

Penderita malaria di Kelurahan Tanah Merah Kecamatan Samarinda utara dengan proporsi responden yang tidak ada memiliki atau terdapat pemanfaatan insect proof secara lengkap yaitu sebesar 80.6%, dibandingkan dengan kondisi lengkap yakni sebesar 19.4%. Solusi iptek bagi masyarakat/IbM yang ditawarkan pada masyarakat yang berisiko meliputi metode kegiatan pengelolaan breeding pleace, resting place dan insect proof. Pada pelaksanaan intervensi program pada 31 breeding place (100%) dan 23 potensi insect proof dan atau resting proof rumah pada di RT 23 dan 09 dan pasca intervensi hasil observasi data prevalensi malaria tidak ada kasus baru atau angka kasus baru 0%. Program IbM yang bertumpu pada kegiatan perbaikan breeding place, resting place dan insect proof dapat diperluas dalam target jangkauan 2 KM kawasan kasus malaria dan melibatkan pemberdayaan masyarakat dalam kelanjutan program pengamdian pada masyarakat.
Factors Related to Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Bontang Kuala Sub- district, North Bontang District Shandy, Adelia Fitria; Badrah, Sitti; Sedionoto, Blego
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Vol 20 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Lingkungan Volume 20 No. 1, Januari 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Kesehatan Lingkungan Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkl.v20i1.597

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever is one of the leading public health problems in Indonesia. The number of DHF pain in Bontang Kuala Sub-district has increased over the past three years, namely 5 cases in 2019, 19 cases in 2020, and 33 cases in 2021. This study aims to determine several factors related to dengue disease in Bontang Kuala Sub-district, North Bontang District. This type of research used a cross-sectional study design. The population in this study was 1,791 households and a sample of 91 respondents. Samples were taken using the proportional random sampling method. The data analysis technique used a chi-square test with a degree of meaningfulness (p = 0.05). The results of this study showed that 68.1% of respondents had poor used goods management with (p = 0.000), 65.9% had good waste disposal facilities with (p = 0.164), 64.8% had a habit of hanging clothes less well with (p = 0.001) and 72.5% had a habit of using anti- mosquito lotion less well with (p = 0.002). This research advises people to make more frequent efforts to eradicate mosquito nests (PSN) coupled with avoiding the habit of hanging clothes and using mosquito-repellent lotions so that the transmission of DHF disease can be reduced.
Iptek Bagi Masyarakat (IBM) Guna Penurunan Prevalensi Malaria di Kelurahan Tanah Merah Sedionoto, Blego; Firdaus, Ade Rahmat; AB, Ismail
ABDIKESMAS MULAWARMAN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol.1 No.1 Oktober (2021) : ABDIMAS MULAWARMAN
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/abdikesmasmulawarman.v1i1.6

Abstract

Penderita malaria di Kelurahan Tanah Merah Kecamatan Samarinda utara dengan proporsi responden yang tidak ada memiliki atau terdapat pemanfaatan insect proof secara lengkap yaitu sebesar 80.6%, dibandingkan dengan kondisi lengkap yakni sebesar 19.4%. Solusi iptek bagi masyarakat/IbM yang ditawarkan pada masyarakat yang berisiko meliputi metode kegiatan pengelolaan breeding pleace, resting place dan insect proof. Pada pelaksanaan intervensi program pada 31 breeding place (100%) dan 23 potensi insect proof dan atau resting proof rumah pada di RT 23 dan 09 dan pasca intervensi hasil observasi data prevalensi malaria tidak ada kasus baru atau angka kasus baru 0%. Program IbM yang bertumpu pada kegiatan perbaikan breeding place, resting place dan insect proof dapat diperluas dalam target jangkauan 2 KM kawasan kasus malaria dan melibatkan pemberdayaan masyarakat dalam kelanjutan program pengamdian pada masyarakat.
GAMBARAN INSPEKSI SANITASI PEMUKIMAN DI KAWASAN KUMUH KELURAHAN SUNGAI PINANG LUAR, SAMARINDA Azzahra, Gasella Aurelia; Zalzabila Maharani, Siti Malikha; Rugayyah, Syarifah; Anastasya, Melisa; Utami, Reza Evelin; Rachmawati, Ayudhia; Elvira, Vivi Filia; Syamsir, Syamsir; Sedionoto, Blego
Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/rj.v18i2.4279

Abstract

Latar belakang: Permukiman kumuh yang belum memenuhi persyaratan kesehatan rumah tinggal dapat berpotensi meningkatkan risiko terjadinya penularan penyakit. Peranan sanitasi lingkungan dapat berpengaruh besar terhadap derajat kesehatan masyarakat yang tinggal atau bermukim di wilayah tersebut. Studi kasus penelitian ini di laksanakan pada Kelurahan Sungai Pinang Luar yang mana termasuk ke dalam permukiman berkategori kumuh. Adapun tujuan penelitian untuk mengetahui penilaian rumah sehat dalam rangka peningkaan kondisi permukiman kumuh yang memenuhi syarat di Kelurahan Sungai Pinang Luar berdasarkan pada persyaratan yang berlaku. Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif obervasional secara langsung dan inspeksi terhadap komponen rumah, sarana sanitasi, serta perilaku penghuni. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan November 2023. Penelitian ini berlokasi sekitaran bantaran Sungai Karang Mumus, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota, tepatnya pada RT 4-9. Populasi yang diambil sebagai sampel sebanyak 30 rumah dari proses pemilihan sampel yang representatif dari seluruh rumah yang ada pada permukiman kumuh tersebut. Hasil: Terdapat 29 rumah yang belum memenuhi syarat rumah sehat. Untuk rumah yang mendapatkan skor ≥ 1068, hanya ada 1 rumah yang memenuhi syarat rumah sehat, yaitu dengan nilai 1087. Dalam evaluasi perilaku terhadap 30 rumah, perilaku membuka jendela di kamar tamu dan ruang keluarga mendapat penilaian paling rendah. Simpulan: Sebanyak 90% rumah tidak memenuhi syarat sebagai kategori rumah sehat. Hal ini didominasi oleh faktor yang terkait dengan sarana sanitasi dan perilaku penghuni. Perlunya pemenuhan sarana dan edukasi sebagi rencana tindak lanjut perbaikan.
Perbandingan Kualitas Sanitasi Kapal Motor (Motor Vessel) Berbendera Asia dan Non-Asia di Pelabuhan PT. Kaltim Prima Coal Surianto, Heri; Sedionoto, Blego; Ningsih, Riyan; Wirapuspita Wisnuwardani, Ratih
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2025): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.5.2.63-74

Abstract

Pelabuhan merupakan area penting dalam lalu lintas barang dan manusia serta berisiko tinggi menjadi jalur masuk penyakit menular. PT. Kaltim Prima Coal (KPC) sebagai pelabuhan ekspor batu bara terbesar di Indonesia menerima ratusan kapal dari berbagai negara setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas sanitasi kapal berbendera Asia dan non-Asia yang bersandar di pelabuhan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif terhadap 41 kapal (16 Asia, 25 non-Asia) dan menilai 8 kompartemen: dapur, ruang makan, gudang, ruang kru, air minum, penyimpanan makanan, limbah cair dan limbah padat. Hasil uji t menunjukkan perbedaan signifikan pada kualitas sanitasi dapur, ruang makan, ruang kru, dan penyimpanan makanan (p<0,05), di mana kapal non-Asia memiliki nilai lebih tinggi. Tidak terdapat perbedaan signifikan pada kompartemen lainnya. Kapal berbendera non-Asia memiliki kualitas sanitasi yang relatif lebih baik dibanding kapal berbendera Asia. Kata kunci: sanitasi kapal, kapal asing, pelabuhan, kesehatan masyarakat --- Ports serve as critical hubs for goods and human movement, but also pose a high risk for the introduction of infectious diseases. PT. Kaltim Prima Coal (KPC), the largest coal export port in Indonesia, receives hundreds of ships from various countries annually. This study aims to compare the sanitation quality of Asia-flagged and non-Asia-flagged motor vessels docking at the port. A descriptive quantitative approach was used to observe 41 vessels (16 Asia, 25 non-Asia), assessing 8 compartments: kitchen, dining room, storage, crew quarters, drinking water, food storage, liquid waste, and solid waste. Independent t-test results showed significant differences in sanitation quality in the kitchen, dining room, crew quarters, and food storage compartments (p<0.05), with non-Asia-flagged vessels scoring higher. No significant differences were found in the remaining compartments.Non-Asia-flagged vessels tend to exhibit better sanitation quality compared to Asia-flagged vessels. Keywords: ship sanitation, foreign vessels, port, public health
Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pajanan Timbal Pada Air Depo Sumber Air Minum Di Komunitas Dhefiana, Tika; Andriani, Rima; Surianto, Heri; Sedionoto, Blego
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 25, No 1 (2026): Februari 2026 (In process)
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.74806

Abstract

Latar belakang : Senyawa Pb yang tertelan oleh manusia dalam konsentrasi yang tinggi dapat menyebabkan keracunan. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesadas) tentang proporsi sumber air minum rumah tangga menunjukkan bahwa air minum isi ulang merupakan sumber air minum yang paling banyak digunakan oleh masyarakat untuk dikonsumsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memprediksi kejadian akibat adanya kandungan logam berat timbal (Pb) pada air minum yang berasal dari depo air minum isi ulang di Kecamatan Tangen Kabupaten Sragen.Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan teknik analisa risiko kesehatan lingkungan (ARKL). Analisa dilakukan dengan menentukan intake (I) masing-masing sampel, yang kemudian di hitung tingkat risiko bagi kesehatan (RQ). Selanjutnya disimulasikan dengan variasi lama pajanan.Hasil: Berdasarkan ketiga sampel yang diambil pada masing-masing lokasi, didapatkan hasil kandungan Pb yang melebihi ambang batas ketentuan yaitu kadar Pb sebanyak 0,35 mg/L pada lokasi pertama, kadar logam berat Pb 0,17 mg/L pada sampel air yang di ambil di lokasi kedua dan kadar Pb sebesar 0,05 mg/L pada lokasi ketiga.  Hasil analisis didapatkan nilai RQ >1 adalah pada sampel air minum di lokasi pertama dan kedua dengan nilai RQ 2,57 dan 1,14. Kedua sampel yang berisiko tersebut disimulasikan dengan variasi lama pajanan dan didapatkan hasil RQ lokasi pertama adalah 1,1 dengan lama pajanan 15 tahun. Simpulan: Nilai RQ pada lokasi 1 dan lokasi 2 pada pajanan Pb yang terkandung dalam air minum isi ulang diperoleh nilaii RQ > 1 yang artinya bahwa pajanan lifetime beresiko menimbulkan efek kesehatan. Nilai pajanan real time yang beresiko terpajan logam berat Pb adalah selama 15 tahun di air minum yang diambil pada depo air minum dilokasi pertama. Disarankan adanya pemeriksaan kualitas air minum di depo air minum isi ulang di Desa tangen Kabupaten Sragen dilakukan secara rutin dan berkala.  ABSTRACT Title: Environmental Health Risk Analysis Of Lead Exposure In Drinking Water In The CommunityBackground: Heavy metals are one of the known hazardous environmental issues that are difficult to deal with. Pb compounds ingested by humans in high concentrations can cause poisoning. Along with the increasingly busy society, the provision of drinking water needs in the community has also changed. People prefer to fulfill their drinking water needs with cheap, practical, and easy to obtain. Basic Health Research (Riskesdas) data on the proportion of household drinking water sources shows that refill drinking water is the source of drinking water most widely used by the community for consumption. This has led to the need to monitor the content of heavy metals in drinking water from refill drinking water depots. The purpose of this study was to predict the incidence of heavy metal lead (Pb) in drinking water from refill drinking water depots in Tangen Sub-district, Sragen Regency.Method: The research method used is observational research with environmental health risk analysis techniques (EHRA). The analysis was carried out by determining the intake (I) of each sample, which then calculated the level of risk to health (RQ). Furthermore, it is simulated with variations in exposure durationResult: Based on the three samples taken at each location, the results obtained Pb content that exceeds the threshold provisions are Pb levels of 0.35 mg/L in the first location, Pb heavy metal levels of 0.17 mg/L in water samples taken in the second location and Pb levels of 0.05 mg/L in the third location. The results of the analysis obtained the RQ value> 1 is in drinking water samples in the first and second locations with RQ values of 2.57 and 1.14. The two risky samples were simulated with variations in exposure duration and the first location RQ result was 1.1 with an exposure duration of 15 years. Conclusion: The RQ value at location 1 and location 2 on exposure to Pb contained in refill drinking water obtained RQ> 1, which means that lifetime exposure is at risk of causing health effects. The real time exposure value at risk of exposure to heavy metal Pb is for 15 years in drinking water taken at the drinking water depot in the first location. It is recommended that drinking water quality checks at refill drinking water depots in Tangen Village, Sragen Regency be carried out routinely and periodically. (1 spasi, 10 pt)
Kombinasi Koagulasi-Filtrasi Berbahan Lokal Kepulauan dalam Mengurangi Kadar Kekeruhan Pada Air Sumur Gali Di Pulau Barrang Caddi, Kota Makassar Muhammad Aidil Fitrah; Agus Bintara Birawida; Ain Khaer; Blego Sedionoto; Budirman Budirman
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 20 No 1 (2025): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v20i1.1328

Abstract

Small islands often face challenges in providing clean water, including the poor quality of dug wells on Barrang Caddi Island. This study aims to evaluate the effectiveness of coagulation using moringa seeds and filtration using pumice and mangrove charcoal in reducing turbidity and improving water quality. The study design is a quasi-experimental study using a one-group pretest-posttest approach. Samples were purposively selected from one dug well with the highest TDS value that is actively used. The treatment was conducted in three replicates to ensure consistency and reliability of the results. The coagulation process used Moringa oleifera at a dose of 350 mg/l, while filtration used pumice and activated charcoal media with a thickness of 60 cm. Effectiveness was calculated based on the difference in turbidity levels before and after treatment and analyzed using the Kruskal-Wallis test and post hoc analysis. The results showed significant differences in all methods applied (p = 0.016). Moringa seed coagulation reduced turbidity by 26.85%, pumice filtration by 68.72%, activated carbon filtration by 79.96%, and the coagulation-filtration combination by 74.80%. Activated carbon filtration demonstrated the highest adsorption capacity. This study concluded that the combination of coagulation and filtration is a practical and applicable solution for addressing clean water issues in coastal and island regions. Keywords: Coagulation; Filtration; Moringa Seeds; Pumice; Activated Charcoal from Mangrove Wood
Efektifitas Tanah Liat Kutai dan Semen Putih sebagai Bahan Pereduksi Mikroba Pathogen pada Limbah Domestik Blego Sedionoto
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Limbah domestik mempunyai pengaruh terhadap kesehatan lingkungan karena limbah domestik dapat menjadi kontribusi pencemar cukup besar pada badan air Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan tanah liat Kutai dalam mereduksi mikroba pathogen yang terkandungdalam limbah domestik sampai di bawah konsentrasi yang ditetapkan baku mutu limbah cair, mendapatkan dosis konsentrasi ideal tanah liat Kutai yang paling efektif dalam mereduksi mikroba pathogen.Metode : penelitian ini menggunakan desain eksperimen, 4 formula perlakuan dengan volume murni tanah liat dan juga dengan penambahan semen putih; (4:0)100 gram:0gram , (3:1) 75gram:25gram, (2:2)50gram:50gram, (1:3) 25gram:75gram dengan mengambil konsentrasi total Mikroba Pathogen dalam limbah domestik.Hasil Penelitian : Hasil uji laboratorium perlakuan beberapa formula dibandingkan sebelum perlakuan atau control terlihat secara umum ada penurunan terutama pada formula FC Tanah liat:semen putih (3:1) dan FD Tanah liat:semen putih (1:3) dengan hasil uji MPN Coli rata-rata pengamatan 0. Formula yang paling efisien adalah formula FD Tanah liat:semen putih (1:3), dengan kemampuan degradasi 100% Hasil uji Mann- Whitney terlihat ada perbedaan yang sgnifikan pada perlakuan FB, dengan nilai p = 0,028 dan formula FD, p=0,014, yang menunjukkan pada kedua formula mempunyai perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan sebelum perlakuan/control. Hasil uji beda dua formula menunjukkan adanya tingkat perbedaan yang terbanyak signifikan adalah pada formula FD, uji Kruskal-Wallis dari seluruh perlakuan pada formula FA, FB, FC dan FD menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap penurunan MPN Coli dengan p=0,037. Penggunan formula teroptimum dalam absorbsi MPN Coli dengan media perlakuan pencampuran Tanah liat kutai dan semen putih pada perbandingan konsentrasi 2,5 gram tanah liat Kutai dan 7,5 gram semen putih (perbandingan 1:3) pada formula FD. Kesimpulan : Diperlukan analisis terapan pemanfaat formula dalam produk penyerap limbah dengan rancangan masa depan dengan pentabletan efferensce guna menyiapkan teknologi baru dalam penyerapan limbah. Key word : Reduksi, Mikroba pathogen, Limbah domestik, Tanah Liat Kutai