cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,573 Documents
Hubungan Pola Asuh dan Pola Komunikasi Verbal Orang Tua dengan Risiko Keterlambatan Perkembangan Bahasa pada Anak Prasekolah Usia 3-6 Tahun di RA Bustanul Aulad Bekasi Anggraeni, Fadhilah Chika; Hamimah, Reny; Putri, Riska Subhianti; Mayangsari, Denny Novita
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i2.20404

Abstract

ABSTRACTThe background of children's difficulties in speaking is often associated with the parenting patterns applied by their parents as the main supporters of children's growth and development, parents who consistently communicate create learning opportunities for children through attentive interactions. This study aims to analyze the relationship between parenting patterns and verbal communication patterns of parents with the risk of delayed language development in preschool children aged 3-6 years at RA Bustanul Aulad Bekasi. This study adopted a quantitative approach with a cross-sectional design. The sampling technique applied was total sampling, with 39 respondents. The population of this study included all parents at RA Bustanul Aulad. The results of the Chi-Square test for the parenting pattern variable with a p-value of 0.019 (p 0.05) and the verbal communication pattern variable with a p-value of 0.000 (p 0.05). The results of this study show the relationship between parenting patterns and verbal communication patterns of parents with the risk of delayed language development in preschool children aged 3-6 years at RA Bustanul Aulad Bekasi. The suggestion from this study is the importance of stimulating children's language through daily interactions, the use of visual materials, and play methods in learning. This approach can help improve children's language development more effectively and enjoyably. Keywords: Language Development, Parenting Styles, Verbal Communication Patterns.  ABSTRAK Latar belakang kesulitan anak saat berbicara, kerap dikaitkan terhadap pola pengasuhan yang diterapkan orang tuanya sebagai pendukung utama tumbuh kembang anak, orang tua yang konsisten berkomunikasi menciptakan peluang belajar bagi anak melalui interaksi yang penuh perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara pola asuh serta pola komunikasi verbal orang tua dengan risiko keterlambatan perkembangan bahasa pada anak prasekolah berusia 3-6 tahun di RA Bustanul Aulad Bekasi. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan yakni total sampling, sejumlah 39 responden. Adapun populasi penelitian ini meliputi seluruh orang tua di RA Bustanul Aulad. Hasil penelitian dari uji Chi-Square untuk variabel pola asuh dengan nilai p-value 0.019 (p0.05) dan variabel pola komunikasi verbal dengan nilai p-value 0.000 (p0.05). Hasil penelitian ini memperlihatkan keterkaitan antara pola asuh serta pola komunikasi verbal orang tua dengan risiko keterlambatan perkembangan bahasa pada anak prasekolah berusia 3-6 tahun di RA Bustanul Aulad Bekasi. Saran dari penelitian ini yaitu pentingnya stimulasi bahasa anak melalui interaksi sehari-hari, penggunaan materi visual, dan metode bermain dalam pembelajaran. Pendekatan ini dapat membantu meningkatkan perkembangan bahasa anak secara lebih efektif dan menyenangkan. Kata Kunci: Perkembangan Bahasa, Pola Asuh, Pola Komunikasi Verbal.
The Impact of Virtual Reality Simulation Training on Nurses’ Competency in Disaster Management: A Scoping Review Pranata, Yodha; Winara, Winara; Susanti, Vera; Pratitis, Izzati Adha; Peni, Inggried Angelica Valentina Wiliyams; Maryam, Nina; Pamungkas, Sultan Muhammad Wahyu; Trisyani, Yanny
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i3.21312

Abstract

ABSTRACT Nurses are pivotal in disaster management. Suboptimal preparedness impairs response, communication, and patient safety. Virtual Reality-based training can enhance clinical skills, readiness, and decision-making, yet logistical and cost challenges persist. This scoping review aims to map evidence on the impact of Virtual Reality Simulation (VRS) in enhancing nurses’ competency in disaster management. The methodology framework utilized in this scoping review followed Arksey and O'Malley's approach. Literature was systematically searched across PubMed, Scopus, and EBSCO using keywords: nurses, Virtual Reality Simulation Training, nurses’ competency, and disaster management. Inclusion criteria required English-language publications. All extracted data were systematically tabulated to facilitate comparative analysis and thematic synthesis. A total of 164 articles were identified, nine studies met the inclusion criteria and were selected for this scoping review. VR training consistently improved nurses’ disaster preparedness, response capabilities, knowledge, and satisfaction compared to traditional methods. Immersive VR enhances practical skills, decision-making, and engagement, despite challenges related to resources, infrastructure, and standardization. VR-based training enhances nurses’ disaster preparedness more effectively than conventional methods. Despite its benefits, the widespread adoption of this approach is hindered by infrastructure, resource demands, and technical limitations in developing realistic simulation environments. Keywords: Disaster Management, Disaster Preparedness, Nurse’s Competency, Simulation Training, Virtual Reality.
Pengaruh Four Square Step Exercise terhadap Keseimbangan dan Risiko Jatuh pada Lansia di Banda Aceh Iskandar, Iskandar; Kamil, Hajjul; Rahayuningsih, Endang Mutiawati; Yani, M; Hasyin, Erli; Armiyadi, Muhammad
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i2.24156

Abstract

ABSTRACT Degenerative diseases in older adults often lead to decreased balance and mobility, increasing the risk of falls. Falls are a major health concern among the elderly and may result in serious injuries and functional decline. Four Square Step Exercise (FSSE) is a balance-training intervention that stimulates vestibular function, coordination, and postural muscle activation. This study aimed to examine the effect of Four Square Step Exercise (FSSE) on balance improvement and fall risk reduction among the elderly. A quasi-experimental study with a pre-test and post-test control group design was conducted from June 23 to July 4, 2025, in a nursing home. The sample included all elderly residents (n = 48), divided into intervention and control groups. Balance and fall risk were assessed using the Berg Balance Scale (BBS) and the Timed Up and Go Test (TUGT). Statistical analyses included paired t-tests, independent t-tests, Wilcoxon tests, and Mann–Whitney tests with a significance level of p 0.05. The intervention group showed a significant improvement in BBS scores after FSSE (p 0.001); however, no significant difference was found between groups (p = 0.670). TUGT results demonstrated a significant reduction in completion time in the intervention group (p 0.001), and a significant difference between the intervention and control groups (p = 0.018). Four Square Step Exercise (FSSE) effectively improves balance and reduces fall risk among the elderly. FSSE can be recommended as a simple and practical intervention for fall prevention in elderly care settings. Keywords: Berg Balance Scale, Four Square Step Exercise (FSSE), Elderly, Fall Risk, Timed Up and Go Test.  ABSTRAK Penyakit degeneratif pada lansia sering menyebabkan penurunan keseimbangan dan mobilitas sehingga meningkatkan risiko jatuh. Kejadian jatuh merupakan masalah kesehatan utama pada lansia karena dapat menyebabkan cedera serius, penurunan fungsi, dan menurunnya kualitas hidup. Four Square Step Exercise (FSSE) merupakan latihan keseimbangan yang menstimulasi fungsi vestibular, koordinasi, dan aktivasi otot postural. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Four Square Step Exercise (FSSE) terhadap peningkatan keseimbangan dan penurunan risiko jatuh pada lansia. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental study with a pre-test and post-test control group. Penelitian dilaksanakan pada 23 Juni–4 Juli 2025 di panti werdha. Sampel penelitian adalah seluruh lansia yang tinggal di panti werdha tersebut (n = 48), yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Pengukuran keseimbangan dan risiko jatuh dilakukan menggunakan Berg Balance Scale (BBS) dan Timed Up and Go Test (TUGT). Analisis data menggunakan uji paired t-test, independent t-test, uji Wilcoxon, dan uji Mann–Whitney dengan tingkat kemaknaan p 0,05. Terdapat peningkatan skor BBS yang signifikan pada kelompok intervensi setelah diberikan FSSE (p 0,001), namun tidak ditemukan perbedaan bermakna antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p = 0,670). Hasil TUGT menunjukkan penurunan waktu yang signifikan pada kelompok intervensi (p 0,001) serta perbedaan bermakna antara kedua kelompok (p = 0,018). Four Square Step Exercise (FSSE) efektif dalam meningkatkan keseimbangan dan menurunkan risiko jatuh pada lansia. Latihan FSSE dapat direkomendasikan sebagai intervensi yang sederhana, aman, dan mudah diterapkan dalam pencegahan jatuh pada lansia. Kata Kunci: Berg Balance Scale, Four Square Step Exercise (FSSE), Lansia, Risiko Jatuh, Timed Up and Go Test.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Pengendalian Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Pangkalan Kabupaten Karawang Werdaya, Puji; Barkah, Asep
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i2.20229

Abstract

ABSTRACT the incidence of diabetes mellitus has reached 800 million, namely around 830 million people. This figure has increased fourfold since 1990. Nationally, the incidence of diabetes mellitus has also increased. Several preventive steps can be taken to avoid diabetes mellitus, such as doing physical activity. Physical activity is one of the 5 pillars of diabetes mellitus management. Based on this, the researchers next wanted to know how the implementation of one of the pillars of diabetes mellitus management, namely physical activity, can affect the blood sugar levels of diabetes mellitus sufferers. To determine the relationship between physical activity and blood sugar control in diabetes mellitus patients at the Karawang Regency Base Health Center in 2025. This type of research is quantitative research with an analytical design. The approach in this research is cross-sectional. There are two variables in this study, namely physical activity and blood sugar in diabetes mellitus patients. To measure activity variables, the IPAQ instrument was used, while to measure patient blood sugar, a blood sugar meter was used in this study, 84 respondents were used using consecutive sampling technique. The research results showed that the majority of respondents with controlled GDP results were 43 (51.2%), with a light activity level of 39 (46.4%) respondents. The results of the analysis using the Chi-Square statistical test obtained a p value of 0.000 (p 0.05), which means that there is a relationship between activity and blood sugar control in the Pangkalan community health center, Karawang district. There is a relationship between physical activity and blood sugar levels in diabetes mellitus sufferers at the Pangkalan health center. For research respondents, it is very important to remember and get used to doing physical activity to maintain body health and regulate blood sugar levels. Keywords: Diabetes Mellitus, Physical Activity, Blood Sugar Levels.  ABSTRAK Angka kejadian diabetes melitus telah mengenai 800 juta yaitu sekitar 830 juta jiwa. Angka ini meningkat empat kali lipat sejak tahun 1990.Secara nasional, angka kejadian diabetes melitus juga meningkat. Beberapa langkah pencegahan dapat dilakukan agar terhindar dari penyakit diabetes melitus seperti melakukan aktivitas fisik.Aktivitas fisik merupakan salah satu pilar dari 5 pilar penatalaksanaan diabetes melitus. Berdasarkan hal ini, selanjutnya peneliti ingin mengetahui bagaimana pelaksanaan salah satu pilar penatalaksanaan diabetes melitus yaitu aktivitas fisik dapat mempengaruhi kadar gula darah penderita diabetes melitus. Mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan pengendalian gula darah pada pasien diabetes melitus di puskesmas pangkalan kabupaten karawang tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain analitik. Pendekatan dalam penelitian ini adalah crossectional. Terdapat dua variabel dalam penelitian ini yaitu aktivitas fisik dan gula darah pasien diabetes melitus. Untuk mengukur variabel aktivitas digunakan instrumen IPAQ sedangkan untuk mengukur gula darah pasien digunakan alat pengukur gula darah digunakan pada penelitian ini sebesar 84 responden dengan teknik pengambilan sampling consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden dengan hasil GDP terkendali sebanyak 43 (51,2%), dengan tingkat aktivitas ringan sebanyak 39 (46,4%) responden. Hasil analisis menggunakan uji statistik Chi-Square diperoleh nilai p value sebesar 0,000 (p 0,05), yang berarti bahwa terdapat hubungan antara aktivitas dengan pengendalian gula darah di puskesmas Pangkalan kabupaten Karawang. Ada hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di puskesmas Pangkalan. Bagi responden penelitian, sangat penting untuk diingat dan dibiasakan untuk melakukan aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan tubuh dan mengatur kadar gula dalam darah.  Kata Kunci: Diabetes Melitus, Aktifitas Fisik, Kadar Gula Darah.
Peran Tenaga Kesehatan, Edukasi Kesehatan dan Dukungan Suami terhadap Minat Penggunaan Kontrasepsi pada Pasangan Usia Subur Dwiwati, Endang; Puspitasari, Yenny; Kusumawati, Prima Dewi; Abiddin, Andi Hayyun
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i3.21166

Abstract

ABSTRACT Recently, high population is still a major problem faced by Indonesia. Controlling population growth through Long-Term Contraceptive Methods (LTMs) is one effort to realize quality families. However, users of LTMs in Indonesia have not yet met the target. The purpose of this study was to determine the effect of the roles of health workers, health education, and husbands' support on the interest in using Long-Lasting Mosquito Nets (LLMs) in fertile couples (PUS) in Palu City. This study used an observational research design with a cross-sectional approach. The population in this study consisted of fertile couples in Palu City, totaling 51,201 people. The sampling technique used was probability sampling with a simple random sampling approach, obtaining a sample of 381 respondents. Data analysis used logistic analysis. The results showed that the role of health workers, with a significance level of 0.011, husband's support with a significance level of 0.014 influenced the interest in using LTMs in Fertile Couples, while health education with a significance level of 0.111 did not influence the interest in using LTMs in Fertile Couples in Palu City. In shaping public perceptions of the use of contraceptives, health workers must have an active and positive role. A comprehensive approach is needed after providing education that not only focuses on delivering information but also on overcoming other obstacles. Involving husbands is essential to achieving effective family planning goals. Keywords: Health Workers, Health Education, Husband's Support, Interest in Use, Long-Term Contraceptive Methods.  ABSTRAK Jumlah penduduk yang masih tinggi masih menjadi masalah utama yang dihadapi Indonesia saat ini. Pengendalian pertumbuhan penduduk melalui Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) salah satu upaya mewujudkan keluarga berkualitas. Namun, pengguna Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Di Indonesia masih belum memenuhi target. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh peran tenaga kesehatan, edukasi kesehatan dan dukungan suami terhadap minat penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang pada pasangan usia subur (PUS) di Kota Palu. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasangan usia subur di Kota Palu sebanyak 51.201 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan pendekatan simple random sampling diperoleh sampel sebanyak 381 responden. Analisis data menggunakan analisis logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran tenaga kesehatan dengan tingkat signifikasi sebesar 0,011, dukungan suami dengan tingkat signifikasi sebesar 0,014 berpengaruh terhadap minat penggunaan MKJP pada Pasangan Usia Subur, sedangkan edukasi kesehatan dengan tingkat signifikasi sebesar 0,111 tidak berpengaruh terhadap minat penggunaan MKJP pada Pasangan Usia Subur di Kota Palu. Dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap penggunaan alat kontrasepsi, tenaga kesehatan harus memiliki peran yang aktif serta positif. Perlu pendekatan yang komperhensif setelah memberikan edukasi yang tidak hanya fokus pada penyampaian informasi saja, namun juga mengatasi hambatan-hambatan lainnya. Upaya melibatkan suami sangat penting untuk mencapai tujuan perencanaan keluarga efektif. Kata Kunci: Tenaga Kesehatan, Edukasi Kesehatan, Dukungan Suami, Minat Penggunaan, Metode Kontrasepsi Jangka Panjang.
Ventilasi Mekanik pada Pasien Prolonged Acute Respiratory Failure Due to Ards and Dka; A Case Report Risnianingsih, Nina; Susanti, Vera; Muhaemin, Muhaemin; Priambodo, Ayu Prawesti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i3.20957

Abstract

ABSTRACT Prolonged acute respiratory failure is a very challenging critical medical condition, especially with comorbidities of Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) and Diabetic Ketoacidosis (DKA). ARDS causes severe respiratory distress, while DKA in uncontrolled diabetes worsens metabolic and respiratory conditions. The complexity of managing prolonged respiratory failure lies in the need for intensive intervention, continuous monitoring, and careful adjustment of mechanical ventilation and multidisciplinary collaboration to achieve patient stability in the ICU. This report aims to describe the interventions given to patients with prolonged acute respiratory failure due to ARDS and DKA in the ICU of RSKK Bandung, and to explore the challenges in adjusting mechanical ventilation and managing these conditions. This study uses a descriptive approach by analyzing the case of a 37-year-old man who was admitted to the ICU with initial conditions of prolonged acute respiratory failure, ARDS, and Diabetic Ketoacidosis (DKA) characterized by shortness of breath, hypoxemia, and hyperglycemia. Data were collected through physical examination, laboratory results, blood gas analysis, and nursing interventions for respiratory and metabolic stabilization. Interventions provided included intensive monitoring, mechanical ventilation adjustment, blood glucose level regulation, and fluid and electrolyte balance monitoring. The patient experienced prolonged acute respiratory failure, which required mechanical ventilation with SIMV mode and pressure support, with dynamics of PEEP values given between 6-12 cmH2O. In addition, the patient showed high blood glucose levels (311 mg/dL) and ketonuria (+2), indicating DKA. Nursing interventions focused on adjusting mechanical ventilation (including SIMV and PEEP modes), regulating blood glucose through insulin drip, and monitoring fluids and electrolytes to reduce the risk of further complications. Management of patients with prolonged acute respiratory failure due to ARDS and DKA requires a very intensive and coordinated approach, including appropriate mechanical ventilation adjustments with special attention to SIMV mode and PEEP optimization and effective nursing interventions. This case highlights the uniqueness of managing prolonged acute respiratory failure, a challenge in ICU care, and the importance of team collaboration and the application of a personalized, evidence-based approach to critical care. Keywords: Nursing Interventions, Prolonged Acute Respiratory Failure, ARDS, Diabetic Ketoacidosis (DKA), Mechanical Ventilation.  ABSTRAK Prolonged acute respiratory failure merupakan kondisi medis kritis yang sangat menantang, terutama dengan komorbiditas Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) dan Diabetic Ketoacidosis (DKA). ARDS menimbulkan gangguan pernapasan berat, sementara DKA pada diabetes tidak terkontrol memperburuk kondisi metabolik dan respirasi. Kompleksitas penanganan gagal napas yang memanjang terletak pada kebutuhan intervensi intensif, pemantauan berkelanjutan, serta penyesuaian ventilasi mekanik yang cermat dan kolaborasi multidisipliner demi mencapai stabilitas pasien di ICU. Laporan ini bertujuan untuk menggambarkan intervensi  yang diberikan kepada pasien dengan gagal napas akut yang memanjang akibat ARDS dan DKA di ruang ICU RSKK Bandung, serta untuk mengeksplorasi tantangan dalam penyesuaian ventilasi mekanik dan pengelolaan kondisi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan menganalisis kasus seorang pria berusia 37 tahun yang dirawat di ruang ICU dengan kondisi awal gagal napas akut yang memanjang, ARDS, dan Diabetic Ketoacidosis (DKA) yang ditandai dengan sesak napas, hipoksemia, dan hiperglikemia. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan fisik, hasil laboratorium, analisis gas darah, serta intervensi keperawatan untuk stabilisasi pernapasan dan metabolisme. Intervensi yang diberikan meliputi pemantauan intensif, penyesuaian ventilasi mekanik, pengaturan kadar glukosa darah, dan pemantauan keseimbangan cairan serta elektrolit. Pasien mengalami gagal napas akut yang memanjang, yang memerlukan ventilasi mekanik dengan mode SIMV dan pressure support, dengan dinamika nilai PEEP yang diberikan antara 6-12 cmH2O. Selain itu, pasien menunjukkan kadar glukosa darah yang tinggi (311 mg/dL) dan ketonuria (+2), menandakan adanya DKA. Intervensi keperawatan difokuskan pada penyesuaian ventilasi mekanik (termasuk mode SIMV dan PEEP), pengaturan glukosa darah melalui insulin drip, serta pemantauan cairan dan elektrolit untuk mengurangi risiko komplikasi lebih lanjut. Penanganan pasien dengan gagal napas akut yang memanjang akibat ARDS dan DKA memerlukan pendekatan yang sangat intensif dan terkoordinasi, termasuk penyesuaian ventilasi mekanik yang tepat dengan perhatian khusus pada mode SIMV dan optimasi PEEP serta intervensi keperawatan yang efektif. Kasus ini menyoroti keunikan dalam mengelola kondisi gagal napas akut yang memanjang, yang menjadi tantangan dalam perawatan ICU, dan pentingnya kolaborasi tim medis serta penerapan pendekatan yang personal dan berbasis bukti dalam perawatan pasien kritis. Kata Kunci: Intervensi Keperawatan, Gagal Nafas Akut yang Memanjang, ARDS, Ketoasidosis Diabetikum (KAD), Ventilasi Mekanik.
Studi Fenomenologi: Pengalaman Siswa yang Mengalami Bullying di SMP Negeri 5 Cikarang Utara Seisha, Kikana Aulia; Nabilah, Nisa Marwa; Putri, Riska Subhianti; Kadang, Yulta
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i2.20481

Abstract

ABSTRACT Bullying is a social phenomenon that is increasingly receiving attention, especially the verbal, physical and psychological impacts experienced by victims. Bullying is divided into 2, namely, verbal bullying and physical bullying. This research aims to explore the experiences of students who experience bullying at SMPN 5 Cikarang Utara. Using a qualitative approach with a phenomenological design, the researcher conducted in-depth interviews. This research was carried out at North Cikarang 5 State Junior High School. The sampling technique used purposive sampling with a total of 8 respondents. There are 5 themes resulting from this research, namely: 1) Forms of bullying experienced by students who experience bullying 2) Verbal, physical and psychological impacts on students who experience bullying 3) Effects of bullying on students who experience bullying 4) The importance of social support for students who experience bullying 5) Coping mechanisms used by students against bullying. In addition, they expect social support from friends to help them overcome the experience. These findings reveal the importance of attention and support from the social environment in reducing the negative impact of bullying. Keywords: Bullying Experience, Impact of Bullying, Phenomenological.  ABSTRAK Bullying merupakan fenomena sosial yang semakin mendapat perhatian, terutama dampak verbal, fisik dan psikologis yang dialami korban. Bullying dibagi menjadi 2 yaitu, bullying verbal dan bullying fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman siswa yang mengalami bullying di SMPN 5 Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, peneliti melakukan wawancara mendalam (Indepth Interview).Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Cikarang Utara. Teknik sampelnya menggunakan purposive sampling dengan jumlah 8 responden. Hasil tema dari penelitian ini ada 5 yaitu: 1) Bentuk-bentuk bullying yang dialami oleh siswa yang mengalami bullying 2) Dampak verbal, fisik dan psikologis terhadap siswa yang mengalami bullying 3) Akibat bullying pada siswa yang mengalami bullying 4) Pentingnya dukungan sosial pada siswa yang mengalami bullying 5) Mekanisme koping yang dilakukan siswa terhadap bullying. Selain itu, mereka mengharapkan dukungan sosial dari teman untuk membantu mereka mengatasi pengalaman tersebut. Temuan ini mengungkapkan pentingnya perhatian dan dukungan dari lingkungan sosial dalam mengurangi dampak negatif bullying. Kata Kunci: Pengalaman Bullying, Dampak Bullying, Fenomenologi.
Self Care Management Pada Lansia Anggota Prolanis di Puskesmas Grogol Vicananda, Salma Azzah; Kartinah, Kartinah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i3.21472

Abstract

ABSTRACT Chronic diseases are a very serious health issue and are the biggest cause of death worldwide. The prolanis program is designed to maintain the health of individuals with chronic diseases and achieve the maximum quality of life through a health care system and a proactive approach. Self care management is a person's ability to do something independently in maintaining their quality of life. The elderly experience a decrease in physical ability and lack of knowledge about self-care management, which results in self-care management behavior in elderly prolanis members to be less effective. This study aims to understand how self-care management in the elderly who are members of prolanis at the Grogol Health Center. This study was conducted with a quantitative descriptive approach, using questionnaires. The Non Random Sampling (Non Probability) technique was used in this study, using the accidental sampling technique, namely elderly prolanis members who suffer from hypertension and diabetes with a total sample of 81 respondents. The analysis used was a frequency distribution test to obtain an overview of the characteristics of respondents and the results of self-care management from elderly prolanis members at the Grogol Health Center. The results of the characteristics in this study showed that the majority of the female gender was 58 respondents (93.5%). The majority of respondents were in retired jobs as many as 46 respondents (93.9%). The last education of the majority was in the undergraduate category with 41 respondents (97.6%). The majority of the elderly have a history of hypertension with 40 respondents (95.2%). This study shows that the results of self-care in the elderly members of prolanis are in the good category as many as 76 respondents (93.8%). The proposal for further research is to examine other variables related to self-care in the elderly. Keywords: Self Care Management, Elderly, Prolanis, Chronic Disease. ABSTRAK Penyakit kronis adalah isu kesehatan yang sangat serius dan merupakan penyebab terbesar kematian di seluruh dunia. Program prolanis dirancang untuk menjaga kesehatan individu dengan penyakit kronis serta mencapai kualitas hidup yang maksimal melalui sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan yang proaktif. Self care management adalah kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu secara mandiri dalam menjaga kualitas hidupnya. Para lansia mengalami penurunan kemampuan fisik dan kurangnya pengetahuan mengenai self care management, yang mengakibatkan perilaku self care management pada lansia anggota prolanis menjadi kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana self care management pada lansia yang tergabung dalam prolanis di Puskesmas Grogol. Studi ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan kuesioner.Teknik Non Random Sampling (Non Probability) digunakan dalam penelitian ini, dengan menggunakan teknik accidental sampling yaitu lansia anggota prolanis yang menderita hipertensi dan diabetes dengan total sampel sebanyak 81 responden. Analisis yang digunakan adalah uji distribusi frekuensi memperoleh gambaran tentang karakteristik responden serta hasil self care management dari lansia anggota prolanis di Puskesmas Grogol. Hasil karakteristik pada penelitian ini menunjukkan mayoritas pada jenis kelamin perempuan sebanyak 58 responden (93,5%). Mayoritas responden yaitu pada pekerjaan pensiunan sebanyak 46 responden (93,9%). Pendidikan terakhir mayoritas adalah pada kategori sarjana dengan 41 responden (97,6%). Lansia mayoritas memiliki riwayat penyakit hipertensi dengan 40 responden (95,2%). Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa self care pada lansia anggota prolanis yaitu pada kategori baik sebanyak 76 responden (93,8% ). Usulan bagi riset selanjutnya yaitu untuk meneliti variabel lain yang berhubungan dengan self care pada lansia. Kata Kunci: Self Care Management, Lansia, Prolanis, Penyakit Kronis.
Hubungan Aktivitas Fisik, Indeks Massa Tubuh, dan Tingkat Stres, dengan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri di SMAN 1 Praya Ananta, Made Bagus Arya Surya; Iing, Iing; Hidayati, Diani Sri; Shammakh, Adib Ahmad
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i7.18924

Abstract

ABSTRACT Menstruation is a periodic process of blood discharge from the vagina originating from the uterine lining. Issues related to the menstrual cycle are often overlooked but remain a serious concern, especially among women of reproductive age, including adolescents. The purpose of this study is to highlight the importance of maintaining reproductive health among adolescent girls by focusing on physical activity, body mass index (BMI), and stress levels. This research is an observational analytic study with a cross-sectional design. A questionnaire was used as the research instrument, with a total population of 854 individuals and a sample size of 99 participants selected using multistage random sampling techniques. Two sampling methods were applied in this study: proportionate stratified random sampling, followed by simple random sampling. The results of the study, analyzed using the Chi-Square test, revealed a significant relationship between physical activity and the menstrual cycle, with a p-value of 0.029 (p-value 0.05). Significant relationship was found between BMI and the menstrual cycle, with a p-value of 0.039 (p-value 0.05). Additionally, a significant relationship was observed between stress levels and the menstrual cycle, with a p-value of 0.001 (p-value 0.05). In conclusion, there is a relationship between physical activity, BMI, and stress levels with the menstrual cycle among adolescent girls at SMAN 1 Praya. Keywords : Menstrual cycle, Physical Activity, Body Mass Index (BMI), Stress Levels  ABSTRAK Menstruasi merupakan proses pengeluaran darah dari vagina yang berasal dari dinding rahim secara periodik. Masalah mengenai siklus menstruasi seringkali terabaikan namun tetap menjadi suatu hal yang serius, khususnya bagi kalangan usia subur, termasuk remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran pentingnya menjaga kesehatan reproduksi di kalangan remaja putri dengan lebih memperhatikan dari aktivitas fisik, indeks massa tubuh (IMT), dan tingkat stres. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian cross-sectional. Penelitian menggunakan kuesioner dengan jumlah populasi sebanyak 854 orang dan jumlah sampel sebanyak 99 orang dengan menggunakan teknik pemilihan sampel multistage random sampling. Pada penelitian ini, digunakan dua jenis pengambilan sampel yaitu proportionate stratified random sampling dan dilanjutkan dengan simple random sampling. Hasil penelitian ini menggunakan uji Chi Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan siklus menstruasi diperoleh nilai p-value = 0,029 (p-value 0,05) dan terdapat hubungan antara IMT dengan siklus menstruasi diperoleh nilai p-value = 0,039 (p-value 0,05) serta terdapat hubungan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi diperoleh nilai p-value = 0,001 (p-value 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu bahwa ada hubungan antara aktivitas fisik, IMT, dan tingkat stres dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMAN 1 Praya. Kata kunci: Siklus menstruasi, Aktivitas Fisik, Indeks Massa Tubuh (IMT), Tingkat Stres
Pengaruh Pemberian Edukasi Tingkat Stres dengan Kejadian Penyakit Hipertensi di RS Hastein Rengasdengklok Karawang Suara, Mahyar; Rohman, Abdul
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i2.20341

Abstract

ABSTRACT Stress is a common problem that occurs in human life, stating that stress that exists today is an attribute of modern life. This is because stress has become an inevitable part of life. Whether in the school, work, family, or anywhere else, stress can be experienced by someone. Stress can also happen to anyone including children, adolescents, adults, or the elderly. The problem is when the amount of stress is so much experienced by a person. The impact is that stress endangers his physical and mental condition. To find out the provision of education about stress levels with the incidence of hypertension in Hastein rengasdengklok karawang hospital. The research design used Quasi experiment with a pretest-posttest control approach of the design group. In this study there was one group, namely the intervention group. With a total of 21 respondents meeting the inclusion and inclusion criteria. 47.6% of respondents aged 50-60 years, 52.4% of respondents aged 61-75 years, and 61.9% of respondents had elementary school education, 4.8% had junior high school education, 14.3% had high school education, 19% had undergraduate education. The results of bivariate analysis on the P-Vlue T-test 0.0000.01 can be interpreted that providing education about stress levels can reduce stress levels at Hastein rengasdengklok karawang hospital. Nurses can apply stress level education on hypertension casein in healing. So that nursing care can be achieved. And researchers hope this study as a reference for future researchers. Keywords: Stress Levels And Hypertension.  ABSTRAK Stres merupakan masalah umum yang terjadi dalam kehidupan umat manusia, menyatakan bahwa stres yang ada saat ini adalah sebuah atribut kehidupan modren. Hal ini dikarenakan stres sudah menjadi bagian hidup yang tidak bisa terelakkan. Baik di lingkungan sekolah, kerja, keluarga, atau dimanapun, stres bisa dialami oleh seseorang. Stres juga bisa menimpa siapapun termasuk anak-anak, remaja, dewasa, atau yang sudah lanjut usia. Yang menjadi masalah adalah apabila jumlah stres itu begitu banyak dialami seseorang. Dampaknya adalah stres itu membahayakan kondisi fisik dan mentalnya. Untuk mengetahui Pemberian Edukasi Tentang Tingkat Stres Dengan Kejadian Penyakit  Hipertensi Di RS Hastein reengasdengklok karawang. Desain penelitian menggunakan Quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest control grup desain. Pada penelitian ini terdapat satu kelompok, yaitu kelompok intervensi. Dengan jumlah sempel sebanyak 21 responden dengan memenuhi kriteria inklusi dan eklusi.  Hasil analisis univariat 66,7% responden laki-laki 33,3% responden perempuan, 47,6% responden berusia 50-60 tahun 52,4% responden berusia 61-75 tahun dan 61,9% responden berpendidikan SD 4,8% berpendidikan SMP 14,3% berpendidkan SMA 19%berpendidikan sarjana. Hasil analisis bivariat  pada uji T-test p-Vlue 0,0000,01 hal ini dapat di artikan bahwa pengaruh pemberian eduksi tentang tingkat stress dapat mengurangi tingkat stress di rs hastein karawang. Perawat dapat mengaplikasikanya edukasi tingkat stress pada pasein hipertensi dalam penyembuhan. Sehingga dapat tercapainya asuhan keperawatan. Dan peneliti berharap penelitian ini sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya. Kata Kunci: Tingkat Stress dan Hipertensi.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026) Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026) Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026) Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue