cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,573 Documents
Strategi Percepatan Kemandirian Keuangan Badan Layanan Umum Daerah RSUD Sidoarjo Barat Mawarni, Amelia Indah; Melda, Byba; Kusumawati, Prima Dewi; Abiddin, Andi Hayyun
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i3.21233

Abstract

ABSTRACT Unstable income, low Cost Recovery Rate, and high budget subsidies from the Regional Budget/National Budget are challenges faced by the West Sidoarjo Regional General Hospital, which disrupt health services. The purpose of this study is to explore the strategies implemented by the West Sidoarjo Regional General Hospital using the Balanced Scored Card. The research design employs a qualitative case study approach, utilizing a purposive sampling technique. The number of samples is 16 respondents, consisting of 12 main informants and 4 triangulator informants. The analysis was carried out using qualitative analysis based on the Balanced Scorecard, employing a 4-perspective approach: the Financial Perspective, Customer Perspective, Internal Business Perspective, and Learning and Growth Perspective. The results of the study show that the greatest weight in the strategy to accelerate financial independence is the customer perspective. The customer perspective describes the trend of increasing patient visits caused by the opening of new services, patient satisfaction with services, and the closure of competing hospitals for BPJS services. The Internal Business Perspective describes business growth from the health and non-health sectors such as asset optimization, cooperation, and acceptance of educational services. The learning and growth perspective describes the BERAKHLAK culture that has been implemented by employees, increasing employee competency through internal and external training, increasing work motivation through reward and punishment and support from the APBD budget for training. RSUD Sidoarjo Barat is not yet financially independent due to insufficient income to finance operational expenses. RSUD Sidoarjo has only been operational for 3 years; the health services that have been opened are not yet optimal, patient visits are still unstable, dependence on BPJS patients and inefficient financial management. Acceleration strategies in increasing BLUD's financial independence with service diversification, budget efficiency, asset optimization, promotion, and cooperation. Keywords : Regional Public Service Agency, Balance Scored Card, Cost Recovery Rate, Financial Independence, Revenue.    ABSTRAK Pendapatan yang belum stabil, Cost Recovery Rate rendah dan tingginya subsidi anggaran dari APBD/APBN menjadi tantangan yang dihadapi RSUD Sidoarjo Barat yang menyebabkan terganggunya pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplore strategi yang dilakukan RSUD Sidoarjo Barat menggunakann Balanced Scored Card. Desain penelitian  menggunakan kualitatif  pendekatan studi kasus dengan teknik purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 16 responden, terdiri dari 12 informan utama dan 4 informan triangulator. Analisa dilakukan dengan analisis kualitatif berdasarkan Balanced Score Card menggunakan pendekatan 4 perspektif yaitu Perspektif Keuangan, Perspektif Pelanggan, Perspektif Bisnis Internal dan Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bobot terbesar dalam strategi percepatan kemandirian keuangan adalah prespektif pelanggan. Perspektif pelanggan menggambarkan trend kenaikan kunjungan pasien yang disebabkan pembukaan layanan baru, kepuasan pasien atas layanan dan ditutupnya rumah sakit pesaing atas layanan BPJS. Perspektif Bisnis Internal menggambarkan pertumbuhan bisnis dari sektor kesehatan dan non kesehatan seperti optimalisasi aset, kerjasama dan penerimaan layanan pendidikan. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan menggambarkan budaya BERAKHLAK yang sudah diimplementasikan oleh pegawai, peningkatan kompetensi pegawai melalui pelatihan internal eksternal, peningkatan motivasi kerja melalui reward punishment dan dukungan anggaran APBD untuk pelatihan. RSUD Sidoarjo Barat belum mandiri secara keuangan yang disebabkan belum tercukupinya pendapatan untuk pembiayaan belanja operasioan, RSUD Sidoarjo masih 3 tahun beroperasional, belum optimalnya layanan kesehatan yang dibuka, masih belum stabilnya kunjungan pasien, ketergantungan pada pasien BPJS dan manajemen keuangan yang belum efisien. Strategi percepatan dalam meningkatkan kemandirian keuangan BLUD dengan diversifikasi layanan, efisiensi anggaran, optimalisasi aset, promosi dan kerjasama. Kata Kunci: Badan Layanan Umum Daerah, Balance Scored Card, Cost Recovery Rate, Kemandirian Keuangan, Pendapatan.
Hubungan Pengetahuan Metode Penugasan Asuhan Keperawatan terhadap Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Karya Medika II Tambun Kabupaten Bekasi Tahun 2024-2025 Anisah, Siti; Subaidi, Moh
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i2.20320

Abstract

ABSTRACT Nursing is an integral part of the healthcare system and plays an important role in improving the quality of hospital services. The nursing care model implemented by nurses directly contributes to patient satisfaction, in terms of communication effectiveness, continuity of care, and coordination within the medical team. Various nursing assignment methods have been applied, such as the functional method and the team method, each with its own strengths and weaknesses in influencing service quality. However, there is still a gap in the application of the optimal method, particularly related to the level of nurses’ knowledge in choosing and implementing the appropriate assignment method. Therefore, this study aims to analyze “The Relationship Between Knowledge of Nursing Care Assignment Methods and Patient Satisfaction at Karya Medika II Tambun Hospital.”  This study aims to determine the relationship between nurses’ level of knowledge regarding nursing care assignment methods and patient satisfaction at Karya Medika II Tambun Hospital. This study uses a quantitative approach with a cross-sectional design. The research instrument is a questionnaire distributed to nurses and patients in the inpatient ward of Karya Medika II Tambun Hospital. Data analysis was conducted using the chi-square statistical test to examine the relationship between the independent variable (knowledge of assignment methods) and the dependent variable (patient satisfaction). The results showed that 65% of respondents had good knowledge of the Functional Assignment Method. Bivariate analysis showed a p-value of 0.016, indicating a significant relationship between knowledge of the functional method and patient satisfaction. Meanwhile, 85% of respondents had good knowledge of the Team Assignment Method, with a p-value of 0.010, indicating a stronger relationship with patient satisfaction compared to the functional method. The results of the study indicate a significant relationship between knowledge of nursing care assignment methods and the level of patient satisfaction. The team assignment method is more effective in improving patient satisfaction compared to the functional method. Therefore, increasing knowledge and appropriate implementation of nursing methods is essential to improve the quality of healthcare services in hospitals. Keywords: Nursing Relationship, Nursing Assignment Method, Nursing Care Model, Patient Satisfaction, Quality of Health Services. ABSTRAK Keperawatan merupakan bagian integral dalam sistem pelayanan kesehatan yang memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu layanan rumah sakit. Model asuhan keperawatan yang diterapkan oleh perawat berkontribusi langsung terhadap kepuasan pasien, baik dari segi efektivitas komunikasi, kesinambungan perawatan, maupun koordinasi tim medis. Berbagai metode penugasan keperawatan telah diterapkan, seperti metode fungsional dan metode tim, yang masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan dalam mempengaruhi kualitas layanan. Namun, masih terdapat kesenjangan dalam penerapan metode yang optimal, terutama terkait dengan tingkat pengetahuan perawat dalam memilih dan menerapkan metode penugasan yang sesuai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis “Hubungan Pengetahuan Metode Penugasan Asuhan Keperawatan Terhadap Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Karya Medika II Tambun”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan perawat mengenai metode penugasan asuhan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien di Rumah Sakit Karya Medika II Tambun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada perawat dan pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit Karya Medika II Tambun. Analisis data dilakukan dengan uji statistik chi-square untuk melihat hubungan antara variabel independen (pengetahuan metode penugasan) dan variabel dependen (kepuasan pasien). Hasil menunjukan pengetahuan responden baik tentang Metode Penugasan Fungsional sebanyak 65%. Analisis bivariat menunjukkan nilai p-value sebesar 0.016, dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan metode penugasan fungsional dengan kepuasan pasien. Sedangkan pengetahuan Metode Penugasan Tim Sebanyak 85% responden dinyatakan "Baik" dengan nilai p-value sebesar 0.010, Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang lebih kuat dengan tingkat kepuasan pasien dibandingkan metode fungsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan metode penugasan asuhan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien. Metode penugasan tim efektif dalam meningkatkan kepuasan pasien dibandingkan metode fungsional. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan dan penerapan metode yang sesuai dalam keperawatan sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit. Kata Kunci: Hubungan Perawat, Metode Penugasan Keperawatan, Model Asuhan Keperawatan, Kepuasan Pasien, Mutu Pelayanan Kesehatan.
Gambaran Penggunaan Antibiotik pada Pasien Pneumonia Anak di RSUD H. Andi Sultan Daeng Radja Bulukumba Periode Januari–Juni 2024 Thalib, Andi Muhammad Nur Yazid AR; Mangarengi, Yusriani; Utami, Dian Fahmi; Irwan, Andi Alamanda; Dwiyanto, Abdi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i3.25077

Abstract

ABSTRACT Pneumonia is a common acute respiratory infection in children and a leading cause of mortality in developing countries. This study aims to describe the pattern of antibiotic usage in pediatric pneumonia cases treated at RSUD H. Andi Sultan Daeng Radja Bulukumba during January–June 2024. The study employed a descriptive retrospective design with total sampling from medical records. A total of 65 pediatric patients were included. Most patients were male and aged 1–3 years. The most widely used antibiotic combination was Ampicillin and Gentamicin. The dominant antibiotic classes were penicillin and cephalosporin. This pattern suggests alignment with empirical guidelines for pediatric pneumonia management. Keywords: Antibiotics, Pneumonia, Children, Pediatric Infection.  ABSTRAK Pneumonia merupakan infeksi saluran napas akut yang umum pada anak-anak dan menjadi salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotik pada pasien anak pneumonia yang dirawat di RSUD H. Andi Sultan Daeng Radja Bulukumba periode Januari–Juni 2024. Penelitian menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan total sampling dari data rekam medik. Total pasien anak sebanyak 65 orang. Mayoritas pasien adalah laki-laki dengan rentang usia 1–3 tahun. Kombinasi antibiotik yang paling banyak digunakan adalah Ampisilin dan Gentamisin. Kelas antibiotik dominan adalah penisilin dan sefalosporin. Pola ini menunjukkan kesesuaian dengan panduan empiris pengelolaan pneumonia anak. Kata Kunci: Antibiotik, Pneumonia, Anak, Infeksi Pediatrik.
Manajemen Penanganan Klaim Pending Rawat Inap Jaminan Kesehatan Nasional Sari, Dyah Indira; Imum, Sentot; Prasetyo, Joko; Anam, Agus Khoirul; Abiddin, Andi Hayyun
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i3.21039

Abstract

ABSTRACT Inpatient claims under the National Health Insurance (JKN) submitted to BPJS Health are not always fully approved for payment; some require further confirmation by the hospital (pending). The purpose of this study is to describe the pending inpatient claims, identify the contributing factors, and assess how Human Resource Management, Standard Operating Procedures, and Information Technology availability are applied in handling pending inpatient claims at Sidoarjo Barat Regional Public Hospital. This research uses a qualitative case study approach. The sampling technique applied was purposive sampling, involving 11 informants. Data were collected through interviews, observation, and document analysis. The findings indicated that pending inpatient claims at Sidoarjo Barat Hospital during 2024 and January 2025 accounted for 10% of the total inpatient claims submitted to BPJS Health. The causes of pending claims were predominantly due to coding issues (76%), followed by medical and administrative aspects (each 12%). Effective handling of pending claims requires complete and accurate medical record documentation, effective coordination between the Casemix Team and the Patient’s Attending Physician, enhancement of Casemix Team competencies, development and dissemination of inpatient claim management standard operating procedures, implementation of electronic medical records, alignment of understanding with BPJS Health, and optimization of SIMRS integration with the INA-CBGs e-claim system. Keywords: Pending Claims, Inpatient Care, Human Resources, Standard Operating Procedures, Information Technology.  ABSTRAK Klaim rawat inap Jaminan Kesehatan Nasional yang diajukan ke BPJS Kesehatan tidak sepenuhnya layak terbayar, sebagian masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut oleh rumah sakit (pending). Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran klaim pending rawat inap, mengidentifikasi faktor penyebabnya dan mengetahui bagaimana manajemen Sumber Daya Manusia, Standar Prosedur Operasional dan ketersediaan teknologi informasi dalam menangani klaim pending rawat inap di RSUD Sidoaro Barat. Desain penelitian kualitatif dengan menggunaka pendekatan studi kasus. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling sebanyak 11 informan. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kasus klaim pending rawat inap di RSUD Sidoarjo Barat selama tahun 2024 dan Januari 2025 sebesar 10% dari jumlah kasus rawat inap yang diajukan ke BPJS Kesehatan. Faktor penyebab klaim pending disebabkan oleh aspek koding sebesar 76% sedangkan aspek medis dan aspek administrasi masing - masing sebanyak 12%. Penanganan klaim pending diperlukan pendokumentasian rekam medis yang lengkap dan akurat, koordinasi efektif Tim Casemix dengan Dokter Penanggung Jawab Pasien, peningkatan kompetensi Tim Casemix, penyusunan dan sosialisasi standar prosedur operasional pengelolaan klaim rawat inap, implementasi rekam medik elektronik, penyamaan persepsi dengan BPJS Kesehatan, dan optimalisasi bridging SIMRS dengan e-klaim INA CBGs. Kata Kunci: Klaim Pending, Rawat Inap, Sumber Daya Manusia, Standar Prosedur Operasional, Teknologi Informasi.
Prediktor Hope Pada Pasien yang Sedang Menjalani Hemodialisis di Rumah Sakit Pamuji, Fajar Galih; Yosep, Iyus; Sriati, Aat
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i3.21906

Abstract

ABSTRACT Hope in hemodialysis patients is influenced by several factors, such as social support, quality of relationship with medical personnel, self-confidence, mental health, past experience in managing the disease, spiritual beliefs, as well as the availability of information, economic support, and adequate education. The type of research uses a quantitative method with a cross-sectional design. The sampling technique uses non-probability sampling using the total sampling method, the sample is 67 people. This study uses questionnaires, HHI, MSPSS, and SWBS. Data analysis uses multivariate analysis of ordinal regression tests. Multivariate analysis showed that social support was the most dominant factor in influencing hope, namely (p = 0.005; OR = 5.60), this shows that patients with higher social support are about 5.6 times more likely to be at a higher level of hope. Followed by spiritual well-being (p = 0.046; OR = 5.44), patients with higher spiritual well-being are about 5.4 times more likely to have a higher level of hope.Social support and spiritual well-being have a significant relationship to hope in hemodialysis patients. Social support was found to be the most dominant factor in increasing hope, with a greater contribution than other variables. Keyword: Hemodialysis, Hope, Predictor.  ABSTRAK Hope pada pasien hemodialisis dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti dukungan sosial, kualitas hubungan dengan tenaga medis, keyakinan diri, kesehatan mental, pengalaman masa lalu dalam mengelola penyakit, keyakinan spiritual, serta ketersediaan informasi, dukungan ekonomi, dan pendidikan yang memadai. Jenis penelitian menggunakan metode kuantitaf dengan desain cross-sectional. Teknik sampling menggunakan non-probability sampling dengan menggunakan metode total sampling, sampel berjumlah 67 orang. Penelitian ini menggunakan kuesioner, HHI, MSPSS, dan SWBS. Analisa data menggunakan analisis multivariat uji regresi ordinal. Analisis multivariat menunjukkan dukungan sosial merupakan faktor paling dominan dalam memengaruhi hope, yaitu (p = 0,005 ; OR = 5,60), ini menunjukan pasien dengan dukungan sosial lebih tinggi memiliki kemungkinan sekitar 5,6 kali lebih besar untuk berada pada tingkat hope yang lebih tinggi. Disusul oleh kesejahteraan spiritual (p = 0,046 ; OR = 5,44), pasien dengan kesejahteraan spiritual yang lebih tinggi memiliki kemungkinan sekitar 5,4 kali lebih besar untuk memiliki tingkat hope yang lebih tinggi. Dukungan sosial dan kesejahteraan spiritual memiliki hubungan yang signifikan terhadap hope pada pasien hemodialisis. Dukungan sosial ditemukan sebagai faktor yang paling dominan dalam meningkatkan hope, dengan kontribusi yang lebih besar dibandingkan variabel lainnya. Kata Kunci: Hemodialisis, Hope, Prediktor.
Hubungan Tingkat Stres dengan Munculnya Perilaku Bullying pada Siswa SMP Negeri 13 Bandar Lampung dan SMP Negeri 26 Bandar Lampung Safitri, Hilda Meilinda; Rilyani, Rilyani; Elliya, Rahma
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i4.17455

Abstract

ABSTRACT The city of Bandar Lampung is the city/district that ranks second with the most cases of violence occurring among junior high school students with 122 children, followed by elementary school students with 64 children and high school students with 60 children. Victims of violence including children were 79.2% of cases, while for adults it was 20.8%. Stress is thought to be a trigger for violence or bullying. So it is necessary to research the relationship between stress levels and the emergence of bullying behavior. To determine the relationship between stress levels and the emergence of bullying behavior in students at SMP Negeri 13 Bandar Lampung and SMP Negeri 26 Bandar Lampung in 2024. This type of research is quantitative with an analytical survey design using a cross-sectional approach. The number of samples was 244 respondents taken from 2 SMP Negeri 13 Bandar Lampung and SMP Negeri 26 Bandar Lampung with a purposive sampling technique. Data analysis was carried out univariately (frequency distribution) and bivariately using the chi square test. The results of the stress levels that occurred at SMP Negeri 13 Bandar Lampung were mild stress levels of 44 (78.6%), and low bullying behavior of 44 (56.4%). Meanwhile, at SMP Negeri 26 Bandar Lampung, moderate stress levels were 22 (41.5%) and mild bullying behavior was 38 (88.4%). Chi square analysis test of the relationship between stress levels and the emergence of bullying behavior in students at SMP Negeri 13 and SMP Negeri 26 Bandar Lampung p-value 0.000 (0.05). There is a relationship between stress levels and the emergence of bullying behavior in SMP Negeri 13 Bandar Lampung and SMP Negeri 26 Bandar Lampung. Keywords: Bullying Behavior, Stress Level, Students.  ABSTRAK Kota Bandar Lampung adalah kota/kabupaten yang menempati urutan kedua dengan kasus kekerasan terbanyak terjadi pada siswa SMP sebesar 122 anak disusul oleh siswa SD sebesar 64 anak dan SMA sebesar 60 anak. Korban kekerasan yang mencakup usia anak-anak sebesar 79,2% kasus sedangkan untuk orang dewasa sebesar 20,8%. Stres diperkirakan menjadi pemicu terjadinya pelaku kekerasan atau bullying. Sehingga perlu diteliti terkait hubungan Tingkat stres dengan munculnya perilaku bullying. Diketahui hubungan tingkat stres dengan munculnya perilaku bullying pada siswa di SMP Negeri 13 Bandar Lampung dan SMP Negeri 26 Bandar Lampung tahun 2024. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain survei analitik pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 244 responden yang diambil dari 2 SMP Negeri 13 Bandar Lampung dan SMP Negeri 26 Bandar Lampung dengan teknik purposive sampling. Analisa data secara univariat (distribusi frekuensi) dan bivariat menggunakan uji chi square. Didapatkan hasil tingkat stres yang terjadi di SMP Negeri 13 Bandar Lampung yaitu tingkat stres ringan sebanyak 44 (78,6%), dan perilaku bullyingrendah sebanyak 44 (56,4%). Sedangkan, di SMP Negeri 26 Bandar Lampung tingkat stres sedang sebanyak 22 (41,5%) dan perilaku bullying ringan sebanyak 38 (88,4%). Uji analisis chi square hubungan tingkat stres dengan munculnya perilaku bullying pada siswa di SMP Negeri 13 dan SMP Negeri 26 Bandar Lampung p-value 0,000 ( 0,05). Terdapat hubungan tingkat stres dengan munculnya perilaku bullying Di SMP Negeri 13 Bandar Lampung dan SMP Negeri 26 Bandar Lampung. Kata Kunci: Perilaku Bullying, Tingkat Stress, Siswa.
Pengaruh Kapabilitas, Peluang, dan Motivasi terhadap Perilaku Tenaga Kesehatan dalam Perawatan HIV/AIDS: Berbasis Model Com-B di Rumah Sakit Umum Daerah Kajen Kabupaten Pekalongan Harto, Dwi; Ernawati, Ernawati; Aisah, Siti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i4.21869

Abstract

ABSTRACTHIV/AIDS remains a public health burden globally. Health workers play a crucial role in care provision but often demonstrate discriminatory behaviors due to stigma, lack of training, or insufficient support. Objective to analyze the influence of capability, opportunity, and motivation on health workers’ behavior in providing HIV/AIDS care based on the COM-B model. A cross-sectional analytic study was conducted among 178 healthcare workers at a district general hospital in Pekalongan, Indonesia. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed with multiple linear regression to examine the effect of each component of the COM-B model on care behavior. capability opportunity, and motivation significantly influenced behavior (p 0.05). Motivation was the dominant factor (β = 0.398), followed by capability (β = 0.312) and opportunity (β = 0.257). Enhancing motivation through emotional support and professional reinforcement, along with strengthening capacity and institutional opportunities, is essential to improve HIV/AIDS care behavior. Implementation of the COM-B model provides a holistic framework to develop targeted interventions. Keywords: HIV/AIDS Care, COM-B Model, Health Worker Behavior, Motivation, Capability, Opportunity, Indonesia.  ABSTRAK HIV/AIDS masih menjadi beban kesehatan masyarakat secara global. Tenaga kesehatan memainkan peran krusial dalam penyediaan layanan kesehatan, tetapi seringkali menunjukkan perilaku diskriminatif akibat stigma, kurangnya pelatihan, atau dukungan yang tidak memadai. Tujuan untuk menganalisis pengaruh kapabilitas, peluang, dan motivasi terhadap perilaku tenaga kesehatan dalam memberikan layanan kesehatan HIV/AIDS berdasarkan model COM-B. Sebuah studi analitik potong lintang dilakukan terhadap 135 tenaga kesehatan di sebuah rumah sakit umum daerah di Pekalongan, Indonesia. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh setiap komponen model COM-B terhadap perilaku perawatan HIV/AIDS. Kapabilitas, peluang dan motivasi secara signifikan memengaruhi perilaku (p 0,05). Motivasi merupakan faktor dominan (β = 0,398), diikuti oleh kapabilitas (β = 0,312) dan peluang (β = 0,257). Peningkatan motivasi melalui dukungan emosional dan penguatan profesional, serta penguatan kapasitas dan peluang kelembagaan, sangat penting untuk meningkatkan perilaku perawatan HIV/AIDS. Implementasi model COM-B menyediakan kerangka kerja holistik untuk mengembangkan intervensi yang terarah. Kata Kunci: Perawatan HIV/AIDS, Model COM-B, Perilaku Tenaga Kesehatan, Motivasi, Kapabilitas, Peluang, Indonesia.
Formulasi Pengembangan Modifikasi Nugget Tempe dan Ikan Gabus sebagai Alternatifmakanan Tambahan untuk Mencegah Gizi Kurang Pada Anak Usia 3-4 Tahun di Desa Telogorejo Kecamatanrawa Jitu Utara Kabupaten Mesuji 2025 Anita, Evi Ayu; Djamil, Achmad; Kustiani, Ai
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i4.22024

Abstract

ABSTRACT Meeting the nutritional needs of preschool children is a crucial aspect that can be achieved through the provision of appropriate and high-quality supplementary foods. These supplementary foods are formulated to complement the nutritional intake that may not be fulfilled by daily meals, thereby supporting children’s cognitive and motor development. This study aimed to formulate and develop a modified nugget product made from tempeh and snakehead fish as an alternative supplementary food to prevent malnutrition among children aged 3–4 years in Telogorejo Village, Rawa Jitu Utara District, Mesuji Regency. This research employed a quantitative pre-experimental design involving 20 children aged 3–4 years with malnutrition. The intervention consisted of providing two pieces of tempeh–snakehead fish nuggets daily for 14 consecutive days. Data were collected through observation of changes in nutritional status and an organoleptic test involving 30 panelists, and analyzed using SPSS. The results showed p-values of 0.092 for color, 0.000 for aroma, and 0.062 for taste. This indicates no significant difference in color and taste (p 0.05), but a significant difference in aroma (p 0.05). Formula F1 (tempeh with 10% snakehead fish meat) achieved the highest scores for color (3.85), aroma (3.80), and taste (3.50), making it the best formulation. In conclusion, the tempeh–snakehead fish nugget formula F1 has the potential to serve as a high-protein supplementary food to prevent malnutrition in children aged 3–4 years, particularly in regions with high malnutrition prevalence such as Lampung Province. Keywords: Tempeh Nugget, Snakehead Fish, Malnutrition, Preschool Children.  ABSTRAK Pemenuhan kebutuhan gizi balita merupakan aspek krusial yang dapat dicapai melalui pemberian makanan tambahan yang tepat dan berkualitas. Makanan tambahan diformulasikan untuk melengkapi kecukupan gizi yang belum terpenuhi dari konsumsi harian, sehingga mendukung perkembangan kognitif dan motorik anak. Penelitian ini bertujuan merumuskan dan mengembangkan modifikasi nugget berbahan dasar tempe dan ikan gabus sebagai alternatif makanan tambahan guna mencegah gizi kurang pada anak usia 3–4 tahun di Desa Telogorejo, Kecamatan Rawa Jitu Utara, Kabupaten Mesuji.Penelitian menggunakan desain kuantitatif pre-eksperimen dengan subjek 20 anak usia 3–4 tahun yang mengalami gizi kurang. Intervensi dilakukan dengan pemberian 2 potong nugget tempe–ikan gabus per hari selama 14 hari. Data dikumpulkan melalui observasi perubahan status gizi dan uji organoleptik oleh 30 panelis, kemudian dianalisis menggunakan SPSS.Hasil menunjukkan nilai p-value sebesar 0,092 untuk warna, 0,000 untuk aroma, dan 0,062 untuk rasa. Artinya, tidak terdapat perbedaan signifikan pada warna dan rasa (p 0,05), namun terdapat perbedaan signifikan pada aroma (p 0,05). Formula F1 (tempe kedelai dengan 10% daging ikan gabus) memperoleh skor tertinggi pada parameter warna (3,85), aroma (3,80), dan rasa (3,50), sehingga dinyatakan sebagai formulasi terbaik. Kesimpulannya, nugget tempe–ikan gabus formula F1 berpotensi menjadi alternatif makanan tambahan bergizi tinggi untuk pencegahan gizi kurang pada anak usia 3–4 tahun, khususnya di wilayah dengan prevalensi gizi kurang tinggi seperti Provinsi Lampung. Kata Kunci: Nugget Tempe, Ikan Gabus, Gizi Kurang, Anak Usia 3–4 Tahun.
Faktor Resiko Stunting Pada Anak Usia 0-5 Tahun di Indonesia: Scoping Review Riansyah, Alvi; Ariestanti, Nurrachma; Rahmawati, Sri; Shabrina, R Maghfira Izzany; Gustiani, Ajeng; Kurnia, Mochamad Ilham; Maryati, Ida
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i4.18919

Abstract

ABSTRACT Nutritional deficiencies in children will impact their growth and development. Currently, one of the global nutrition problems is stunting. To determine the risk factors for stunting in children aged 0-5 years in Indonesia. Scoping review by searching for articles in English published from 2015 to 2025 from four international databases. The main keywords used were “stunting”, “growth disorder”, “children”, “risk factors” and “Indonesia”. Based on 6 selected articles, twelve factors were found to influence the incidence of stunting. The factors are child, mother, home, inadequate complementary feeding, inadequate breastfeeding, poor quality food, food and water safety, infection, inadequate care, political economy, health and health care, and water, sanitation and environment. All of these factors may contribute to the incidence of stunting in Indonesia. It is necessary to improve health by providing health services and conducting health promotion as a prevention effort based on the factors found. Keywords: Children, Risk Factors, Indonesia, Stunting. ABSTRAK Kekurangan nutrisi pada anak akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangannya. Saat ini, salah satu masalah gizi yang sedang mendunia adalah stunting. Untuk mengetahui faktor resiko stunting pada anak usia 0-5 tahun di Indonesia. Untuk mengetahui faktor resiko stunting pada anak usia 0-5 tahun di Indonesia. Scoping review dengan mencari artikel dalam Bahasa Inggris yang diterbitkan tahun 2015 hingga 2025 dari empat database internasional. Kata kunci utama yang digunakan adalah “Stunting”, “Growth disorder”, “Children”, “Risk Factor” dan “Indonesia”.Berdasarkan 6 artikel terpilih didapatkan dua belas faktor yang dapat mempengaruhi kejadian stunting. Faktornya yakni faktor anak, ibu, rumah, pemberian makanan pendamping ASI yang tidak memadai, pemberian ASI yang tidak memadai, makanan berkualitas buruk, keamanan makanan dan air, infeksi, perawatan yang tidak memadai, ekonomi politik, Kesehatan dan perawatan kesehatan, dan air, sanitas dan lingkungan. Semua faktor tersebut dapat menyebabkan kejadian stunting di Indonesia. Perlu dilakukannya peningkatan kesehatan dengan menyediakan layanan kesehatan dan melakukan promosi kesehatan sebagai upaya pencegahan berdasarkan factor yang ditemukan. Kata Kunci: Anak, Faktor Risiko, Indonesia, Stunting.
Challenges of Ergonomics In Hospitals : A Literature Review on The Prevention of Injuries and Work Fatigue Serumena, Gherice E.; Suhendi, Yatna; Haqa, Mirza Nafaru
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i4.22132

Abstract

ABSTRACT Hospitals are complex work environments with a variety of ergonomic challenges. Medical personnel are often exposed to high workloads in static positions and long periods of time due to the use of medical tools and equipment that are not optimally ergonomic. In Indonesia, the prevalence of ergonomics-related diseases is 11.9% with 24.7% of diagnoses and symptoms. In addition, previous research has only focused on one aspect of ergonomics such as musculoskeletal injuries without looking at the relationship between other ergonomic factors thoroughly. The novelty of this research lies in its comprehensive approach in reviewing ergonomics challenges in hospitals. This study identifies ergonomic factors that contribute to workplace injuries and fatigue, as well as develops basic methods to analyze and address the problem of injuries and work fatigue that risk reducing worker productivity and welfare. This study uses a problem identification method based on the PICO (population. intervention, comparison, outcome) approach in order to produce a more targeted and selective study starting from the formulation of research problems and objectives, literature search strategies, literature selection and screening, data extraction, data analysis and synthesis as well as the preparation of reports and publications. This study shows that increased ergonomics knowledge and the application of proper working postures contribute to work efficiency and worker well-being. Unergonomic posture has been shown to be directly related to fatigue and low back pain. The shift work system also affects the health of workers. Overall, ergonomics has an important role to play in preventing injury and fatigue, as well as improving workers' productivity and quality of life. A literature review shows that ergonomics challenges in hospitals include three interrelated physical, cognitive, and psychosocial dimensions that affect the health and performance of medical personnel. The risk of musculoskeletal injuries, mental fatigue, and emotional stress is often triggered by unergonomic work schedules, high workloads, unsupportive environmental design, and lack of a humane work system. Comprehensive ergonomics interventions including physical design adjustments, educational training, and organizational policies have been proven to be effective in reducing work complaints by 30-50%. The success of the intervention is highly dependent on management support, program sustainability, and the active participation of medical personnel. Therefore, the systematic and integrated application of ergonomics is crucial to create a safe, comfortable, and productive hospital work environment. Keywords: Ergonomics, Hospital, Workload, Injury, Fatigue. ABSTRAK Rumah sakit merupakan lingkungan kerja yang kompleks dengan berbagai tantangan ergonomi. Tenaga medis sering terpapar beban kerja yang tinggi dalam posisi statis dan waktu yang lama karena menggunakan alat dan peralatan medis yang tidak ergonomis secara optimal. Di Indonesia prevalensi penyakit yang berhubungan dengan ergonomi yaitu 11,9% dengan diagnosis dan gejala sebanyak 24,7%. Selain itu penelitian terdahulu hanya berfokus pada satu aspek ergonomi seperti cedera muskuloskeletal tanpa melihat keterkaitan antara faktor ergonomic lainnya secara menyeluruh. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan komprehensif dalam meninjau tantangan ergonomi di rumah sakit. Penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor ergonomi yang berkontribusi terhadap cedera dan kelelahan di tempat kerja, serta mengembangkan metode dasar untuk menganalisis dan mengatasi permasalahan cedera dan kelelahan kerja berisiko menurunkan produktivitas maupun kesejahteraan pekerja. Penelitian ini menggunakan metode identifikasi masalah berbasis pendekatan PICO (population. intervention, comparison, outcome) agar dapat menghasilkan kajian yang lebih terarah dan selektif mulai dari perumusan masalah dan tujuan penelitian, strategi pencarian literatur, seleksi dan penyaringan literature, ekstraksi data, analisa dan sintesis data serta penyusunan laporan dan publikasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan ergonomi dan penerapan postur kerja yang tepat berkontribusi pada efisiensi kerja dan kesejahteraan pekerja. Postur tidak ergonomis terbukti berhubungan langsung dengan kelelahan dan low back pain. Sistem kerja shift juga memengaruhi kesehatan pekerja. Secara keseluruhan, ergonomi memiliki peran penting dalam mencegah cedera dan kelelahan, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup pekerja. Tinjauan literatur menunjukan bahwa tantangan ergonomi di rumah sakit mencakup tiga dimensi fisik, kognitif, dan psikososial yang saling berkaitan dalam memengaruhi kesehatan an kinerja tenaga medis. Risiko cedera musculoskeletal, kelelahan mental, hingga stres emosional banyak dipicu oleh pstur kerja tidak ergonomis, beban kerja tinggi, desain lingkungan yang kurang mendukung, serta kurangnya sistem kerja yang humanis. intervensi ergonomi yang menyeluruh meliputi penyesuaian desain fisik, pelatihan edukatif, dan kebijakan oranisasional terbukti efektif mengurangi keluhan kerja hingga 30-50%. Keberhasilan intervensi sangat bergantung pada dukungan manajemen, keberlanjutan program, serta partisipasi aktif tenaga medis. oleh karena itu, penerpan ergonomi secara sistematik dan terintegrasi sangat krusial untuk menciptakan lingkungan kerja rumah sakit yang aman, nyaman, dan produktif. Kata Kunci: Ergonomi, Rumah Sakit, Beban Kerja, Cedera, Kelelahan.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026) Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026) Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026) Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue