cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,573 Documents
Hubungan Mutu Pelayanan dengan Kepuasan Pasien di FDC Dental Klinik Rawamangun Barkah, Asep; Nurmalia, Alma
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i4.22468

Abstract

ABSTRACT The quality of healthcare services is a crucial factor influencing patient satisfaction. This study aims to analyze the relationship between the quality of nursing care services and patient satisfaction at FDC Dental Clinic Rawamangun in 2025. This research employed a quantitative method with a correlational design and a cross-sectional approach. A total of 50 respondents were selected using purposive sampling with inclusion criteria of patients aged over 17 years who had received nursing care services at FDC Dental Clinic. Data were collected using a Likert-scale questionnaire measuring service quality based on the five SERVQUAL dimensions (tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy) and patient satisfaction levels. Data were analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test. The results showed that most patients assessed the quality of care as good (64%), while the majority expressed satisfaction with the services received (70%). The Chi-Square test yielded a p-value of 0.014 ( 0.05), indicating a significant relationship between service quality and patient satisfaction at FDC Dental Clinic Rawamangun. These findings suggest that the better the quality of care provided, the higher the level of patient satisfaction. Keywords: Service Quality, Patient Satisfaction, Nursing Care, FDC Dental Clinic. ABSTRAK Mutu pelayanan kesehatan merupakan faktor penting yang memengaruhi tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mutu pelayanan perawatan dengan kepuasan pasien di FDC Dental Klinik Rawamangun tahun 2025. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 responden yang dipilih melalui teknik purposive samplingdengan kriteria inklusi pasien berusia di atas 17 tahun serta pernah mendapatkan pelayanan perawatan di FDC Dental Klinik. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert yang mengukur mutu pelayanan berdasarkan lima dimensi SERVQUAL (tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy) serta tingkat kepuasan pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien menilai mutu pelayanan dalam kategori baik (64%), sedangkan tingkat kepuasan pasien mayoritas berada pada kategori puas (70%). Hasil uji Chi-Square memperoleh nilai p = 0,014 ( 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara mutu pelayanan perawatan dengan kepuasan pasien di FDC Dental Klinik Rawamangun. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik mutu pelayanan yang diberikan, semakin tinggi tingkat kepuasan pasien. Kata Kunci: Mutu Pelayanan, Kepuasan Pasien, Perawatan, FDC Dental Klinik.
Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Tindakan Pencabutan Gigi Permanen oleh Mahasiswa Profesi Dokter Gigi di Departemen Bedah Mulut Rsgmp Unimus Aini, Afifa Nur; Arti, Dwi Windu Kinanti; Arimbi, Arimbi; Sholekhah, Nur Khamilatusy
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i4.21877

Abstract

ABSTRACT Healthcare services encompass activities aimed at fulfilling patient needs and desires of patients or to ensure their satisfaction. Patient satisfaction is an assessment or evaluation after using a selected service that has met or exceeded patient expectations. RSGM Unimus was established as a teacing hospital servings as a center for education, research, and community service in dentistry. Dental professional students carry out their professional education under the authority of the doctor in charge who is on duty at the teaching hospital. This study seeks to assess patient satisfaction with permanent tooth extraction procedures by dental professional students in the oral surgery department of RSGMP Unimus. A quantitative research using analytical cross-sectional design was conducted on 92 respondents undergoing permanent tooth extraction by dental professional students at the Oral Surgery Department of RSGMP Unimus, employing purposive sampling. Data were collected through a validated and reliable questionnaire assessing patient satisfaction based on five quality dimensions: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Data analysis was carried out using Chi-Square correlation and Fisher's Exact Test. Ethical approval was obtained prior to the study. Findings indicated that most respondents reported being very satisfied with the tangible dimensions (86.82%), reliability (89.67%), responsiveness (89.67%), assurance (88.94%), and empathy (90.49%). Chi-Square test results revealed no significant association between age category and patient satisfaction (p = 0.628, p 0.05) or gender with patient satisfaction (p = 0.208, p 0.05). Fisherer's Exact Test supported these findings, with significance values of 0.737 for age 0.242 for gender (p 0.05 for both). Correlation analysis further confirmed that neither age nor gender had a significant relationship with patient satisfaction. This study concludes that patient satisfaction with tooth extraction procedures by dental professional students in the Oral Surgery Department of RSGMP Unimus is categorized as very satisfied based on tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Additionally, no significant relationship was found between gender and patient satisfaction levels.  Keywords: Patient Satisfaction, Quality Dimension, Dental Students, Tooth Extraction, Rsgm Unimus.  ABSTRAK Pelayanan kesehatan mencakup berbagai aktivitas yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pasien guna mencapai kepuasan mereka. Kepuasan pasien yaitu evaluasi setelah menerima layanan yang dipilih telah melampaui harapan dari pasien. RSGM Unimus dibangun sebagai Rumah Sakit Pendidikan yang berfungsi sebagai pusat Pendidikan, penelitian dan pengabdian di bidang kedokteran gigi. Mahasiswa profesi dokter gigi melaksanakan pendidikan profesinya di bawah wewenang dokter sebagai penanggung jawab yang bertugas di rumah sakit pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kepuasan pasien terhadap prosedur pencabutan gigi permanen yang dilakukan oleh mahasiswa profesi kedokteran gigi di departemen bedah mulut RSGMP Unimus. Penelitian kuantitatif dengan desain analisis cross-sectional dilakukan terhadap 92 responden yang menjalani prosedur pencabutan gigi permanen oleh mahasiswa profesi kedokteran gigi di departemen bedah mulut RSGMP Unimus menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner valid dan reliabel, yang menilai kepuasan pasien berdasarkan lima dimensi mutu: tangibles (nyata), reliability (keandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan) dan empathy (empati). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. Sebelumnya, penelitian ini mendapatkan persetujuan etik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar responden menyatakan sangat puas terhadap dimensi tangible (86,82%), reliability (89,67%), responsiveness (89,67%), assurance (88,94%), dan empathy (90,49%). Uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kategori usia dengan kepuasan pasien (p = 0,628; p 0,05) maupun jenis kelamin dengan kepuasan pasien (0,208; p 0,05). Uji Fisher's Exact Test mendukung temuan ini dengan nilai signifikansi sebesar 0,737 untuk usia dan 0,242 untuk jenis kelamin (p 0,05 keduanya). Uji korelasi juga mengonfirmasi bahwa usia dan jenis kelamin tidak berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepuasan pasien terhadap prosedur pencabutan gigi oleh mahasiswa profesi dokter gigi di departemen bedah mulut RSGMP Unimus berada pada kategori sangat tinggi untuk semua dimensi yang dinilai, yaitu tangible (bukti fisik), realibility (keandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), dan empathy (empati). Selain itu, tidak ditemukan hubungan signifikan antara jenis kelamin dengantingkat kepuasan pasien. Kata Kunci: Kepuasan Pasien, Dimensi Mutu, Mahasiswa Profesi Dokter Gigi, PenCabutan Gigi, Rsgm Unimus.
Peran Customer Relationship Management dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan: Tinjauan Komprehensif Kristoforus, Josefus; Ernawaty, Ernawaty; Huwae, Lourenz Simon; Nafiah, Nilam Cahya
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i4.21678

Abstract

ABSTRACT Healthcare organizations are currently under significant pressure to maintain high standards of medical care, particularly in Indonesia, where the healthcare system faces challenges, with an HAQ index of 61.98, below the global average of 68.894. As the healthcare industry grows increasingly competitive, effective CRM practices are essential to foster patient loyalty and improve service delivery. This research aims to investigate how CRM practices, including E-CRM and Social CRM, can transform traditional healthcare services into more patient-centric models, thereby enhancing patient satisfaction and loyalty. This literature review was done by collecting sources from Google Scholar, PubMed, Science Direct and Proquest using specific keywords. The selection of articles was based on inclusion and exclusion criteria, resulting in the identification of 15 relevant journals. The study highlights the crucial role of service quality and CRM in enhancing patient satisfaction by addressing patient needs, providing timely information, and improving communication. Successful CRM implementation can enhance medical treatment outcomes, operational efficiency, and revenue for healthcare facilities. Critical success factors for CRM adoption, including data security, system interactivity, and staff involvement, are identified. Integrating CRM practices in healthcare organizations is essential for strengthening patient relationships, improving service quality, and ensuring superior patient care delivery. Further research is needed to optimize CRM strategies in healthcare. Keywords: CRM, Customer Relationship Management, Healthcare Environment.  ABSTRAK Organisasi kesehatan saat ini tengah menghadapi tekanan besar untuk mempertahankan standar perawatan medis yang tinggi, terutama di Indonesia, di mana sistem kesehatan menghadapi tantangan, dengan indeks HAQ sebesar 61,98, di bawah rata-rata global sebesar 68,894. Seiring dengan persaingan di industri kesehatan yang semakin meningkat, praktik CRM yang efektif menjadi penting untuk meningkatkan loyalitas pasien dan meningkatkan pengiriman layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana praktik CRM, termasuk E-CRM dan Social CRM, dapat mengubah layanan kesehatan tradisional menjadi model yang lebih berorientasi pada pasien, sehingga meningkatkan kepuasan dan loyalitas pasien. Tinjauan literatur ini dilakukan dengan mengumpulkan sumber dari Google Scholar, PubMed, Science Direct, dan Proquest menggunakan kata kunci tertentu. Pemilihan artikel didasarkan pada kriteria inklusi dan eksklusi, yang menghasilkan identifikasi 15 jurnal yang relevan. Studi ini menyoroti peran penting kualitas layanan dan CRM dalam meningkatkan kepuasan pasien dengan memenuhi kebutuhan pasien, menyediakan informasi tepat waktu, dan meningkatkan komunikasi. Implementasi CRM yang berhasil dapat meningkatkan hasil perawatan medis, efisiensi operasional, dan pendapatan untuk fasilitas kesehatan. Faktor keberhasilan kritis untuk adopsi CRM, termasuk keamanan data, interaktivitas sistem, dan keterlibatan staf, diidentifikasi. Mengintegrasikan praktik CRM dalam organisasi kesehatan penting untuk memperkuat hubungan dengan pasien, meningkatkan kualitas layanan, dan memastikan pengiriman perawatan pasien yang unggul. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan strategi CRM dalam layanan kesehatan. Kata Kunci: CRM, Customer Relationship Management, Healthcare Environment.
Hubungan Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Pengobatan Pasien HIV AIDS di UPTD Puskesmas Cilamaya Yuliani, Indah; Nurhayati, Ela
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i4.21956

Abstract

ABSTRACT HIV (Human Immunodeficiency Virus) is a health problem that requires serious attention. HIV is a virus that attacks the human immune system, thus disrupting the body's ability to fight various diseases. This virus infects white blood cells, resulting in decreased immunity, making individuals more susceptible to opportunistic infections and can develop AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Research Objective: To determine the relationship between family support and adherence to HIV/AIDS treatment in Cilamaya Community Health Center. Research Method: Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods using chi-square tests. Then, the data was processed using SPSS. Research Results: Of the 42 respondents who were most compliant with HIV/AIDS treatment, 29 respondents (33.8%) were those with good family support. Furthermore, of the 44 respondents who were most non-compliant with TB treatment, 43 respondents (51.1%) were those with poor family support. Conclusion: Based on the chi-square statistical test results, the p-value of this study was 0.020 0.05. H0 was rejected and Ha was accepted, indicating a relationship between family support and treatment adherence in HIV/AIDS patients at the Cilamaya Community Health Center. Keywords: HIV, AIDS, Family Support, Treatment Adherence.  ABSTRAK Penyakit HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan masalah kesehatan yang memerlukan perhatian serius. HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga mengganggu kemampuan tubuh untuk melawan berbagai penyakit Virus ini menginfeksi sel darah putih, yang mengakibatkan penurunan daya tahan tubuh, sehingga individu lebih rentan terhadap infeksi oportunistik dan dapat mengembangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Tujuan Penelitian: Diketahuinya Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Pengobatan Pasien HIV AIDS Di Puskesmas Cilamaya. Metode penelitian: Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi squre. Kemudian data akan di kelola dengan SPSS. Hasil Penelitian: dari 42 responden yang patuh dalam pengobatan HIV AIDS terbanyak pada responden dengan dukungan keluarga yang baik yaitu sebanyak 33,8%, kemudian yang tidak patuh dalam pengobatan HIV terbanyak pada responden dengan dukungan keluarga yang kurang yaitu sebanyak 51,1%. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Pengobatan Pasien HIV AIDS Di Puskesmas Cilamaya. Kata Kunci: HIV, AIDS, Dukungan Keluarga, Kepatuhan Pengobatan.
Gambaran Hasil Tes Cepat Molekuler (TCM) Pada Pasien Suspek TB Paru di RS Tk.II Dustira Priyadi, Drajat; Izzati, Arfa
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i4.21813

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis (TB) remains a major infectious disease and global health concern, particularly in Indonesia. The Molecular Rapid Test (TCM) plays a critical role in the early detection of tuberculosis and its resistance to rifampicin. This study aimed to describe the results of TCM testing among patients with suspected pulmonary TB at RS Tk.II Dustira. This study used a descriptive cross-sectional study design and analyzed  586 patient records obtained from the Tuberculosis Information System (SITB) and hospital medical records between January and March 2025. Data were analyzed descriptively and presented as frequency and percentage distributions. Most patients tested MTB-negative (85%), followed by MTB-rifampicin-sensitive (14%) and rifampicin-resistant (1%). The majority of patients were male (56%) and belonged to the adult age group (18-59 years; 59%). Comorbidity documentation showed a high proportion of unknown status, with 83% recorded as having an unknown Diabetes mellitus status and 89% an unknown HIV status.These findings highlight the need to improve comorbidity documentation to support more effective management of TB cases. Keywords: Pulmonary TB, TCM, Comorbidity, Age, Gender. ABSTRAK Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Deteksi dini menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM) berperan penting dalam diagnosis TB dan resistensinya terhadap rifampisin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran hasil pemeriksaan TCM pada pasien suspek TB Paru di RS Tk.II Dustira. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 586 pasien dari Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) dan rekam medis selama bulan Januari hingga Maret 2025. Analisis dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Mayoritas pasien menunjukkan hasil MTB negatif (85%), MTB rifampisin sensitif (14%), dan rifampisisn resisten (1%). Secara demografi, pasien mayoritas berjenis kelamin laki-laki (56%) dan kelompok usia dewasa (18-59 tahun ; 59%). Pada pencatatan status komorbid ditemukan prevalensi status tidak diketahui yang cukup tinggi dengan 83% tidak memiliki data status DM (83%) dan 89% tidak diketahui status HIV-nya. Temuan ini menekankan perlunya peningkatan pencatatan komorbiditas untuk mendukung penatalaksanaan kasus TB paru yang lebih efektif. Kata Kunci: TB Paru, TCM, Komorbiditas, Usia, Jenis Kelamin.
Perbandingan Tajam Penglihatan pada Wanita Hamil di Rumah Sakit Sitti Khadijah Makassar Putri, Rista Awanda; Hamsah, M.; Aulia, Nur; Kusumawardhani, Sri Irmandha; Harahap, Muhammad Wirawan
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i4.22038

Abstract

ABSTRACT Visual acuity is the eye's ability to distinguish fine details of an object or surface. Impairment in visual acuity is one of the most common symptoms reported by individuals experiencing visual disturbances. This study aims to compare visual acuity among pregnant women at Sitti Khadijah Hospital, Makassar. The research employed an observational analytic design with a longitudinal approach and was analyzed using the Wilcoxon and Mann-Whitney tests, as the data were not normally distributed. The target population included all pregnant women under the age of 40 who visited Sitti Khadijah Hospital. Data analysis was performed using SPSS.The results showed that in the examination of pregnant women from the first to the second trimester, the Wilcoxon test yielded a p-value of 0.102, indicating no significant difference. This is likely due to hormonal and physiological changes in early pregnancy not yet significantly affecting the structure and function of the eye, particularly the cornea and lens. However, in the examination from the second to the third trimester, the Wilcoxon test yielded a p-value of 0.042, indicating a significant difference. This may be attributed to increased corneal thickness and curvature due to fluid retention triggered by hormonal fluctuations during late pregnancy. Meanwhile, the Mann-Whitney test comparing the two groups (first to second trimester and second to third trimester) yielded a p-value of 0.379, indicating no statistically significant difference between the two groups of pregnant women. Keywords: Visual Acuity, Pregnancy, Trimester, Refractive Changes.  ABSTRAK Ketajaman penglihatan adalah suatu kemampuan mata dalam membedakan bagian-bagian yang sangat spesifik baik objek atau suatu permukaan. Kelainan pada ketajaman penglihatan merupakan gejala yang paling umum dikeluhkan oleh orang yang mengalami gangguan penglihatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tajam penglihatan pada wanita hamil di Rumah Sakit Sitti Khadijah Makassar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian longitudinal yang dianalisis dengan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney karena data tidak berdistribusi normal. Populasi yang ditargetkan dalam penelitian ini yaitu semua wanita hamil pada usia di bawah 40 tahun yang berkunjung ke Rumah Sakit Sitti Khadijah Makassar. Analisis dilakukan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan pada pemeriksaan wanita hamil trimester 1 ke 2 di Rumah Sakit Sitti Khadijah Makassar didapatkan nilai p value dari hasil uji Wilcoxon p=0.102 yang artinya tidak terdapat perbedaan signifikan antara TM 1 ke TM 2 hal ini disebabkan oleh perubahan hormonal dan fisiologis yang terjadi pada awal kehamilan belum cukup memengaruhi struktur dan fungsi mata, terutama pada bagian kornea dan lensa; Pada pemeriksaan wanita hamil trimester 2 ke 3 di Rumah Sakit Sitti Khadijah Makassar didapatkan nilai p value dari hasil uji Wilcoxon p=0.042 yangartinya terdapat perbedaan signifikan antara TM 2 ke TM 3 hal ini disebabkan oleh peningkatan ketebalan dan kelengkungan kornea akibat retensi cairan yang dipicu oleh fluktuasi hormon kehamilan; Pada hasil uji Mann-Whitney untuk membandingkan antara 2 kelompok TM 1 ke TM 2 dan TM 2 ke TM 3 didapatkan nilai p=0.379 yang artinya tidak terdapat perbedaan signifikan pada 2 kelompok wanita hamil. Kata Kunci: Tajam Penglihatan, Kehamilan, Trimester, Perubahan Refraksi.
Effectiveness of Bangle Rhizome Extract Gel Spray (Zingiber Purpureum Roxb.) on Healing Perineal Wounds in Postpartum Mothers Aritonang, Sri Wahyu; Komorowulan, Suryati; Sumarni, Sri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i4.21788

Abstract

ABSTRACT Childbirth is a physiological process that lead to complications such as perineal lacerations. One alternative to accelerate perineal wound healing is the use of a spray gel bangle rhizome (zingiber purpureum roxb), which has regenerative, antibacterial, anti-inflammatory and antioxidant properties. To determine the effectiveness of bangle rhizome extract spray gel in accelerating perineal wound healing in postpartum mothers. This quantitative study useda True Experimental with a pre-test and post-test control group. A sample of 36 postpartum mothers with second-degree perineal lacerations were divided into two groups: intervention group (bangle rhizome extract gel spray) and control group (dry cleaning treatment). The sampling was conducted using randomized sampling. Analysis used the Generalized Linear Model- Repeated Measures (GLM-RM). The bangle rhizome extract gel spray applied twice daily for 7 days was effective in accelerating perineal wound healing. The GLM-RM test showed a significant decrease REEDA scores in the intervention group (p=0.0000.050), while the control group only experienced a decrease in the posttest on day 7. Bangle rhizome extract gel spray given twice daily for 7 days is effective in accelerating perineal wound healing in postpartum mothers based on REEDA scores.  Keywords: Bangle Rhizome Extract Gel Spray, Perineal Wound, Postpartum Mothers. 
Perbedaan Length of Stay dan Severity Level Pasien dengan Gangguan Kardiovaskular di RSUD Cilacap dan Hospital Sultan Abdul Aziz Shah Malaysia sebagai Indikator Sistem Casemix Kinasih, Shalsa Sekar; Yektiningtyastuti, Yektiningtyastuti; Romodon, Dion; Fauzi, Harry; Rahim, Norizanne Binti Abd; Anggraeni, Okti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i4.24777

Abstract

ABSTRACT Inpatient care for individuals with cardiovascular diseases necessitates effective management due to significant clinical complexity and considerable usage of hospital resources. In the casemix system, Length of stay (LOS) and severity level are often utilized indicator to assess inpatient service performance and the efficacy of case management. Variations in the adoption of casemix systems among nations may affect inpatient care management and patient demographics. This study was to examine variations in Length of stay (LOS) and severity levels among patients with cardiovascular illnesses at RSUD Cilacap and Hospital Sultan Abdul Aziz Shah (HSAAS), Malaysia, as indications of case management within the casemix system. This study employs a quantitative methodology, characterized by a comparative-descriptive design and a retrospective approach. The study sample comprises secondary casemix data for cardiovascular patients during the Third Quarter (July–September 2025), including 473 patients from Cilacap Regional Hospital and 165 patients from HSAAS. The data analysis encompassed descriptive statistics, normality assessment, and comparison analysis employing the Mann–Whitney test for Length of stay and the Chi-Square test for severity level. The findings revealed disparities in Length of stay (LOS) and severity leveldistribution between RSUD Cilacap and HSAAS (p-value = 0.001). These variances indicate variations in inpatient care management and case characteristics within different casemix system frameworks. The duration of hospitalization and severity level are pertinent factors for assessing inpatient care management in cardiovascular patients. The examination of these indicators elucidates the function of case management in reconciling clinical complexity with service efficiency. Keywords: Cardiovascular Disease, Casemix System, Case Management, Length of Stay, Severity Level.  ABSTRAK Perawatan rawat inap bagi individu dengan penyakit kardiovaskular memerlukan manajemen yang efektif karena kompleksitas klinis yang signifikan dan penggunaan sumber daya rumah sakit yang cukup besar. Dalam sistem casemix, length of stay (LOS) dan tingkat keparahan sering digunakan sebagai indicator untuk menilai kinerja layanan rawat inap dan efektivitas case management. Perbedaan dalam penerapan sistem casemix di antara negara-negara dapat memengaruhi manajemen perawatan rawat inap dan demografi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi length of stay (LOS) dan tingkat keparahan di antara pasien dengan penyakit kardiovaskular di RSUD Cilacap dan Rumah Sakit Sultan Abdul Aziz Shah (HSAAS), Malaysia, sebagai indikator case management dalam sistem casemix.Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif, dengan desain komparatif-deskriptif dan pendekatan retrospektif. Sampel studi terdiri dari data casemix sekunder untuk pasien kardiovaskular pada triwulan ketiga (Juli–September 2025), meliputi 473 pasien dari RSUD Cilacap dan 165 pasien dari HSAAS. Analisis data mencakup statistik deskriptif, penilaian normalitas, dan analisis perbandingan menggunakan uji Mann–Whitney untuk length of stay dan uji Chi-Square untuk tingkat keparahan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan dalam durasi rawat inap (LOS) dan distribusi tingkat keparahan antara RSUD Cilacap dan HSAAS (nilai p = 0,001). Perbedaan ini menunjukkan variasi dalam manajemen perawatan rawat inap dan karakteristik kasus dalam kerangka sistem casemix yang berbeda. Length of stay dan tingkat keparahan merupakan faktor penting dalam menilai manajemen perawatan rawat inap pada pasien kardiovaskular. Analisis indikator-indikator ini menjelaskan peran case management dalam menyeimbangkan kompleksitas klinis dengan efisiensi layanan. Kata Kunci: Case Management, Length Of Stay, Penyakit Kardiovascular, Severity Level, Sistem Casemix.
Analisis Literasi Kesehatan terhadap Status Gizi Pada Remaja di Kota Pangkalpinang Azmy, Restu Amalia; Elni, Elni; Mareti, Silvia; Nasir, Novia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i4.21383

Abstract

ABSTRACT The aim of this study was to analyze the health literacy level in relation to the nutritional status of adolescents in Pangkalpinang City. This research is quantitative in nature using a descriptive method. The analysis in this study employed bivariate analysis using Pearson or Spearman statistical tests, and multivariate analysis using linear regression.The results showed that 50.9% of the participants had poor health literacy, while 49.1% had good health literacy. The analysis using the independent T-test revealed that there was no significant relationship between health literacy and BMI (adolescent nutritional status), with a p-value of 0.93 0.05. In conclusion, there is no relationship between health literacy and the nutritional status of adolescents. Keywords: Health Literacy, Adolescents, Adolescent Nutritional Status.  ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa kemampuan literasi kesehatan terhadap status gizi remaja di KotaPangkalpinang. Jenis penelitian ini adalah adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Analisis dalam penelitianini menggunakan analisis bivariat uji statistik person atau spearman dan anlisis multivariat regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingkat literasi kurang baik 50,9% dan Tingkat literasi Kesehatan baik 49,1%. Hasil analisis menggunakan uji T test independen didapatkan bahwa tidak ada hubungan antara literasi Kesehatan dengan IMT (status gizi remaja) dengan p value 0,93 p 0,05. Simpulan bahwa tidak ada hubungan antara literasi gizi dengan status gizi remaja.  Kata Kunci: Literasi Kesehatan, Remaja, Status Gizi Remaja
Pengaruh Pemberian Minuman Kunyit terhadap Kadar Prostaglandin dan Intensitas Nyeri Haid pada Remaja Putri (Dismenore Primer) Aprian, Bq. Yulia Sri; Hadisaputro, Suharyo; Sunarjo, Lanny
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i4.22130

Abstract

ABSTRACT Primary dysmenorrhea is a menstrual disorder often experienced by adolescent girls and is characterized by abdominal pain due to increased levels of prostaglandins that trigger uterine contractions. This condition can disrupt daily activities and reduce quality of life. The use of natural ingredients such as turmeric (Curcuma longa) containing curcumin is known to have anti- inflammatory and analgesic effects, and has the potential to reduce prostaglandin levels and the intensity of menstrual pain. This study aims to analyze the effect of providing turmeric drinks on prostaglandin levels and menstrual pain intensity in adolescent girls (primary dysmenorrhea). This research method is a quasi-experimental with a pretest and posttest with a control group design. Through a non-probability sampling technique, 40 respondents were divided into two groups: the intervention group was given a turmeric drink twice a day with a total dose of 30g of turmeric, 2 times a day, 5g dissolved in 200ml of water, given for 3 days, and the control group with warm compresses twice a day for 15 minutes for 3 days. The variables consisted of: the independent variable of turmeric drink, warm compress, the intermediate variable of prostaglandin levels, and the dependent variable of pain  intensity.  Data  analysis  used  the  Levene  Test,  Mann- Whitney, and Wilcoxon. The results of the study Giving turmeric drink 2 times a day with a total dose of 30gr drunk 2 times a day as much as 5gr dissolved in 200ml of water given for 3 days showed an effect seen from the decrease in the number of Numeric Rating Score NRS scores in the turmeric drink intervention group starting from posttest I, Posttest II and Posttest III which were lower with an average value of 0.25. The average score of prostaglandin levels in the intervention group in the pretest was 147.58 decreased to 94.27 in posttest III. Showing that turmeric drink drunk with a total dose of 30gr drunk 2 times a day as much as 5gr dissolved in 200ml of water given for 3 days has an effect on the intensity of menstrual pain in adolescent girls through prostaglandin levels. Keywords: Adolescent Girls, Dysmenorrhea, Prostaglandin Level, Turmeric Drink.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026) Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026) Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026) Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue