cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,573 Documents
Hubungan Ibu Preeklamsia dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Rozani, Leni; Ferasinta, Ferasinta; Panzilion, Panzilion; Novitasari, Selvia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.669 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i5.10285

Abstract

ABSTRACT Preeclampsia is hypertension accompanied by proteinuria that occurs during pregnancy, childbirth or the puerperium. Low birth weight (LBW) is a baby weighing 2500 grams or less at birth regardless of gestational age. These newborns are considered to have intrauterine growth rates less than expected or a shortened gestational age. The purpose of this study was to determine the frequency distribution of preeclampsia and low birth weight, and the relationship between preeclampsia and low birth weight. The research design used in this study was a case control design, namely a research design consisting of a control group and a case group, the respondents in this study totaled 94 people, 47 people in the control group and 47 people in the case group. From the results of the study, the univariate analysis obtained the results of each variable, 48 mothers who experienced preeclampsia with a percentage of 51.1% and 46 mothers who did not experience preeclampsia with a percentage of 48.9%, in the LBW frequency distribution table there were 47 babies who experienced LBW babies (case group), and babies who did not have LBW babies totaled 47 babies (control group). In the bivariate analysis, the results of the chi square test showed that the p value = 0.000 < , so there is a strong relationship, Ho is rejected and Ha is accepted. This means that there is a relationship between the incidence of preeclampsia and low birth weight (LBW), so that with research explaining that preeclampsia mothers can give birth to babies with LBW babies, it is hoped that mothers can maintain their health during pregnancy until delivery, examine their pregnancies from the start until delivery, recognize symptoms early -symptoms of diseases that arise during pregnancy so that treatment can be carried out optimally. Keywords: Preeclampsia, and LBW  ABSTRAK Preeklamsia adalah hipertensi disertai proteinuria yang timbul selama kehamilan, persalinan atau masa nifas. Berat badan lahir rendah (BBLR) adalah berat bayi 2500 gram atau kurang pada saat lahir tanpa memandang usia kehamilan. Bayi baru lahir ini dianggap mengalami kecepatan pertumbuhan intrauterine kurang dari yang diharapkan atau pemendekan masa gestasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui distribusi frekuensi kejadian preeklamsia dan BBLR, dan hubungan antara kejadian preeklamsia dengan BBLR. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain case control yaitu rancangan penelitian yang terdiri dari kelompok kontrol dan kelompok kasus, responden dalam penelitian ini berjumlah 94 orang, 47 orang kelompok kontrol dan 47 orang kelompok kasus. Dari hasil penelitian, pada analisis univariat didapatkan hasil dari masing-masing variabel, 48 ibu yang mengalami preeklamsia dengan persentase 51,1%  dan 46 ibu yang tidak mengalami preeklamsia dengan persentase 48,9%, pada tabel distribusi frekuensi BBLR terdapat 47 bayi yang mengalami BBLR (kelompok kasus), dan bayi yang tidak mengalami BBLR berjumlah 47 bayi (kelompok kontrol). Pada analisis bivariat  didapatkan hasil uji chi square, nilai p value = 0.000 < , jadi ada hubungan yang kuat, Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya ada hubungan kejadian preeklamsia dengan berat badan lahir rendah (BBLR), sehingga dengan adanya penelitian yang menjelaskan bahwa ibu preeklamsia dapat melahirkan bayi yang BBLR diharapkan para ibu dapat menjaga kesehatan selama hamil sampai persalinan, memeriksa kehamilan sejak awal sampai persalinan, mengenali sejak dini gejala-gejala penyakit yang timbul saat hamil agar penanganan dapat dilakukan dengan maksimal.         Kata Kunci: Preeklamsia, dan BBLR   
Pengaruh Senam Asma Terhadap Kekambuhan pada Penderita Asma di Wilayah Kerja Puskesmas Muka Kabupaten Cianjur Dewi, Sri Kurnia; Lutiyah, Lutiyah; Martini, Eva; Hamidah, Ernawati; Alamsyah, Azhar Zulkarnain; Feresia, Shinta; Salsabila, Salwa
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.535 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i4.10245

Abstract

ABSTRACT  Asthma gymnastics is a type of exercise therapy that is carried out in groups (exercise groups) involving body movement activities or is an essential activity to assist the respiratory rehabilitation process in asthma sufferers and is one of the supporting elements in asthma treatment. Asthma is a lung disease with the following characteristics: airways that are reversible (but incomplete in some patients) spontaneously or with treatment; airway inflammation; Increased airway response to various stimuli (hyperactivity). This study aims to determine whether asthma exercise can reduce the frequency of recurrences in the Working Area of the Muka Public Health Center Cianjur. The method used in this research is experimental research with the research design used is the Pre and Post Test with Control Group Design. The sample of this study were 30 people with asthma, 15 people with asthma were used as the treatment group and 15 people with asthma were used as the control group, selected randomly. This study showed that the treatment group experienced an increase in well-controlled relapses and decreased uncontrolled relapses. Based on the Mann Whitney test, a p value = 0.008 was obtained, this means that asthma exercise can reduce recurrence in bronchial asthma patients. The conclusion of this study states that giving asthma exercise training three times a week for eight weeks can reduce the frequency of recurrences and increase oxygen saturation in asthma sufferers. Asthma exercise is expected to be carried out by asthma sufferers on a regular basis in an effort to control the frequency of asthma attacks effectively. The conclusion of this study states that giving asthma exercise training three times a week for eight weeks can reduce the frequency of recurrences and increase oxygen saturation in asthma sufferers. Asthma exercise is expected to be carried out by asthma sufferers on a regular basis in an effort to control the frequency of asthma attacks effectively. Keywords: Asthma Exercise, Recurrence Frequency, Asthma Sufferers  ABSTRAK Senam Asma adalah salah satu jenis terapi latihan yang dilakukan secara berkelompok (exercise group) yang melibatkan aktifitas gerakan tubuh atau merupakan kegiatan esensial untuk membantu proses rehabilitasi pernafasan pada penderita asma dan merupakan salah satu bagian penunjang terapi asma. Penyakit asma adalah penyakit paru dengan karakteristik : saluran napas yang reversible (tetapi tidak lengkap pada beberapa pasien) secara spontan maupun pengobatan; Inflamasi saluran napas; Peningkatan respons saluran napas terhadap berbagai rangsangan (hipereaktivitas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah senam asma dapat mengurangi frekuensi kekambuhan di Wilayah Kerja Puskesmas Muka Kabupaten Cianjur. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan  rancangan  penelitian yang digunakan adalah Pre and Post Test with Control Group Design. Sampel penelitian ini adalah 30 orang penderita asma, 15 orang penderita asma dijadikan kelompok perlakuan dan 15 orang penderita asma dijadikan kelompok kontrol dipilih secara random”. Menunjukkan bahwa kelompok perlakuan mengalami peningkatan kekambuhan terkontrol baik dan mengalami penurunan kekambuhan tidak terkontrol. Berdasarkan uji Mann Whitney diperoleh nilai p = 0,008, hal ini berarti senam asma dapat mengurangi kekambuhan pada pasien asma bronkiale. Menyatakan bahwa pemberian pelatihan senam asma dilakukan tiga kali seminggu selama delapan minggu mampu menurunkan frekuensi kekambuhan dan meningkatkan saturasi oksigen pada penderita asma. Senam asma diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin guna mengontrol frekuensi serangan asma secara efektif”. Kata Kunci: Senam Asma, Frekuensi Kekambuhan, Penderita Asma 
Hubungan Antara Diet Tinggi Natrium dan Kalium Terhadap Jenis Kelamin Anak Laki-Laki pada Keluarga di Wilayah Kua Rajabasa Dan Kedaton Kusmiati, Reva; Dalfian, Dalfian; Hatta, Muhammad; Putri, Devita Febriani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.53 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i5.10376

Abstract

ABSTRACT The desired sex of the child is influenced by diet selection and nutritional strategies.. Modifying nutritional needs and nutrient intake during pregnancy is done for 9-12 weeks before sex on the child sex pregnancy program. Determine the relationship between a diet high in sodium and potassium on the sex of the boy in families in the KUA Rajabasa and Kedaton areas in 2022. This type of research is quantitative research in the form of an analytic survey with a cross sectional approach with purposive sampling technique. In the results of the chi-square test of the relationship between high sodium and potassium diets for the sex of boys, the p-value result was 0.695 (P>0.05). It is known that there is no significant relationship between a diet high in sodium and potassium to the sex of boys in the working area of KUA Rajabasa and Kedaton. Keywords: Diet, Gender  ABSTRAK Pada diet jenis kelamin anak yang diinginkan, dipengaruhi pemilihan diet dan strategi nutrisi. Memodifikasi kebutuhan nutrisi dan asupan nutrisi selama kehamilan dilakukan selama 9-12 minggu sebelum berhubungan sex pada program kehamilan jenis kelamin anak. Mengetahui hubungan antara diet tinggi natrium dan kalium terhadap jenis kelamin anak laki-laki tersebut pada keluarga di wilayah KUA Rajabasa dan Kedaton Tahun 2022. Jenis penelitian yaitu penelitian kuantitatif berupa survei analitik dengan pendekatan cross sectional dengan teknik purposive sampling. Pada hasil uji chi-square hubungan diet tinggi natrium dan kalium untuk jenis kelamin anak laki-laki, didapatkan bahwa hasil p-value sebesar 0,695 (P>0.05). Diketahui tidak ada hubungan yang signifikan antara diet tinggi natrium dan kalium terhadap jenis kelamin anak laki-laki di wilayah kerja KUA Rajabasa dan Kedaton. Kata Kunci: Diet, Jenis Kelamin
Pengaruh Pemberian Orientasi Terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien yang Menjalani Terapi Oksigen Hiperbarik di Rumah Sakit Advent Bandung Nababan, Longgam; Haro, Masta
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.876 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i4.10197

Abstract

ABSTRACT Anxiety due to closed spaces or claustrophobia is one of the side effects of hyperbaric oxygen therapy, if the anxiety is not treated it will inhibit the therapy process. This study was conducted with the aim of determining the effect of orientation on anxiety levels in patients who will undergo hyperbaric oxygen therapy at Bandung Adventist Hospital. The sampling technique used was purposive sampling and a research sample of 20 respondents was obtained. The independent variable is the provision of orientation to the patient. The dependent variable is the level of anxiety. Data collection method using questionnaires. Based on the questionnaire, data tabulation and analysis were then carried out using statistical tests T-test paired samples with a confidence level of 95% or α=5% (0.05).The results of the paired sample t-test statistical test yielded P = 0.000 with α = 0.05. Based on the results of further statistical tests, it was found that there was an influence of orientation on the anxiety level of patients who would undergo hyperbaric oxygen therapy in the HBOT room of Bandung Adventist Hospital. Based on the results of the study, it can be concluded that if the nurse conducts orientation to the patient in accordance with the procedure, the patient's anxiety level will decrease. Further research needs to be done on the effect of orientation on the anxiety level of more specific patients. Keywords: Anxiety, Orientation, Hyperbaric Therapy.  ABSTRAK Kecemasan akibat ruang tertutup atau claustrophobia merupakan salah satu efek samping dari terapi oksigen hiperbarik, apabila kecemasan tersebut tidak ditangani maka akan menghambat proses terapi tersebut.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian orientasi terhadap tingkat kecemasan pada pasien yang akan menjalani terapi oksigen hiperbarik di Rumah Sakit Advent Bandung. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan diperoleh sampel penelitian 20 responden. Variabel independennya adalah pemberian orientasi kepada pasien. Variabel dependennya adalah tingkat kecemasan. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Berdasarkan kuesioner tersebut selanjutnya dilakukan tabulasi dan analisis data dengan menggunakan uji statistik T-test sampel paired dengan tingkat kepercayaan 95% atau a=5% (0.05).Hasil uji statistik t-test sampel paired menghasilkan P = 0,000 dengan α = 0,05. Berdasarkan hasil uji statistik lanjut, diperoleh hasil bahwa ada pengaruh orientasi terhadap tingkat kecemasan pasien yang akan menjalani terapi oksigen hiperbarik di ruang HBOT Rumah Sakit Advent Bandung. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa apabila perawat melaksanakan orientasi kepada pasien sesuai dengan prosedur maka tingkat kecemasan pasien akan menurun. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh orientasi terhadap tingkat kecemasan pasien yang lebih dispesifikkan. Kata Kunci: Kecemasan, Orientasi, Terapi Hiperbarik
Efektifitas Psikoedukasi Terhadap Tingkat Burnout Caregiver Klien Skizofrenia di Desa Kersamanah Kabupaten X Maharani, Rahayau; Amir, Nurhidayah; Tornoto, Koko Wahyu; Molintao, Winarsih Pricilta; Muftadi, Muftadi; Said, Fathia Fakhri Inyati; Yusrini, Yusrini
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.659 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i5.10326

Abstract

ABSTRAK Prevalensi burnout pada caregiver skizofernia menunjukkan angka yang cukup tinggi dibandingkan dengan penyakit kronis lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas terapi psikoedukasi terhadap burnout caregiver klien skizofrenia. Desain penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan model two grup pre and post-test with control design. Sampel yang digunakan dengan berjumlah 32 orang dengan 16 orang kelompok kontrol dan 16 orang kelompok intervensi Kelompok intervensi mendapatkan terapi psikoedukasi sebanyak 5 sesi, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Tingkat burnout caregiver diukur dengan menggunakan Maslach Burnout Inventory-Human Services Survey (MBBI-HSS Uji hipotesis yang digunakan Uji Mann Withney untuk mengetahui perbedaan skor tingkat burnout caregiver pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi setelah intervensi psikoedukasi, dan repeated measures untuk mengetahui skor tertinggi pada setiap sesi intervensi. Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan skor yang berarti antara pre dan post-test pada kelompok intervensi dengan U = 24 dan p-value=0.01. Pada sesi psikoedukasi didapatkan bahwa sesi 3 dapat menurunkan tingkat burnout caregiver yang tinggi diikuti sesi 5, sesi 4, sesi 2 dan sesi 1. Menunjukan bahwa psikoedukasi efektif dalam menurunkan tingkat burnout caregiver, sehingga dapat diterapkan dalam menangani masalah psikososial yang dialami oleh caregiver klien skizofrenia.                                                                     Kata Kunci : Burnout, Caregiver, Psikoedukasi, Skizofrenia.  ABSTRACT The prevalence of burnout in schizophrenia caregivers shows a fairly high number compared to other chronic diseases. The purpose of this study was to determine the effectiveness of psychoeducational therapy on burnout caregivers of schizophrenic clients. The research design was a quasi-experimental model with two groups pre and post-test with control design. The sample used was 32 people with 16 people in the control group and 16 people in the intervention group. The intervention group received 5 sessions of psychoeducational therapy, while the control group was not given any intervention. Caregiver burnout levels were measured using the Maslach Burnout Inventory-Human Services Survey (MBBI-HSS). intervention session. The results showed that there was a significant difference in scores between the pre and post-test in the intervention group with U = 24 and p-value = 0.01. In the psychoeducation session it was found that session 3 could reduce the high level of caregiver burnout followed by session 5, session 4, session 2 and session 1. Shows that psychoeducation is effective in reducing caregiver burnout levels, so that it can be applied in  dealing with psychosocial problems experienced by caregivers of schizophrenic clients. Keywords: Burnout, Caregiver, Psychoeducation, Schizophrenia.
Peningkatan Kesadaran Guru Wanita dalam Deteksi Dini Kanker Payudara Era Kegawatdaruratan Covid-19 di SMAN 4 Tanjungpinang, Kepulauan Riau Rianda, Dewi Puspa; Deliana, Muthia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.707 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i5.10253

Abstract

ABSTRACT The prevalence of cancer diagnosed by doctors is more common in women 2.9 per mil compared to men, and occurs in productive ages ranging from 25-34 years as much as 1.21 per mil and increases at 55-64 years old, which is 4.62 per mil. Likewise in the Riau Islands, it is one level higher than the average prevalence throughout Indonesia. The sooner cancer is detected, the easier it will be to treat it. Early cancer diagnosis and treatment can improve overall cancer patient outcomes. The goal after this activity is to increase knowledge of female teachers in the Covid-19 emergency era in detecting breast cancer early. The activities carried out were in the form of health promotions, video screenings and demonstrations using manikins. The results of the dedication of 30 participants showed an increase in knowledge in the form of an average pretest score of 79 to an average post test score of 96. There was an increase in the knowledge of female teachers at SMAN 4 Tanjungpinang, Riau Archipelago. Conclusion: this service activity increases the knowledge and independence of female teachers at SMAN 4 Tanjungpinang so that they can teach it to SMAN 4 students in early detection of breast cancer Keywords: Awareness, Female Teachers, Early Detection, Breast, Cancer  ABSTRAK Prevalensi penyakit kanker yang terdiagnosa dokter lebih banyak terjadi pada perempuan 2,9 permil dibandingkan laki-laki, dan terjadi pada usia produktif mulai dari 25- 34 tahun sebanyak 1,21 permil dan meningkat pada usia 55-64 tahun yaitu 4,62 permil. Begitu juga di Kepulauan Riau berada satu tingkat lebih tinggi dibandingkan prevalinsi rata-rata diseluruh Indonesia. Semakin cepat kanker terdeteksi maka semakin mudah juga penanganan yang akan diberikan. Adanya diagnosis kanker dini dan perawatannya dapat meningkatkan outcome pasien kanker secara umum. Tujuan setelah kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan dan motivasi pada guru Wanita di era kegawatdaruratan covid-19 dalam mendeteksi dini kanker payudara. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa promosi Kesehatan, pemutaran video sadari dan demonstrasi sadari menggunakan manikin. Hasil pengabdian dari 30 peserta didapatkan adanya peningkatan pengetahuan berupa nilai rerata pretest 79 menjadi nilai rerata ost test 96. Terdapat peningkatan pengetahuan guru Wanita di SMAN 4 Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Kesimpulan: kegiatan Pengabdian ini menambah pengetahuan dan kemandirian guru Wanita di SMAN 4 Tanjungpinang sehingga dapat mengajarkannya pada siswi SMAN 4 dalam melakukan deteksi dini kanker payudara. Kata Kunci: Kesadaran, Guru Wanita, Deteksi Dini, Kanker, Payudara
Penerapan Skrining Stunting Education Terhadap Kemampuan Orang Tua Balita di Rsia Siti Khadijah Kota Gorontalo Modjo, Dewi; Indriyaningsih, Sofiyah Tri; Nai, Ramlawaty
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.647 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i4.10228

Abstract

ABSTRACT Stunting is a condition where there is a lack of nutrient intake during the golden period, not caused by growth hormone disorders or caused by certain diseases. Parents play a role in the maturity of the growth and development of children and are important for the early development of a child by stimulating children's development from an early age. This study aims to analyze the application of stunting education screening to the abilities of parents of toddlers at RSIA Siti Khadijah, Gorontalo City. This research is a quantitative study using the One group pre-test and post-test design which provides treatment or intervention to research subjects and then the effect of the treatment is measured and analyzed. This sampling uses total sampling with a total of 6 samples.The results of the analysis of the ability of parents of toddlers before and after being given stunting screening education. From the results of statistical tests on the variable ability of parents of toddlers before being educated, the value is obtained with a difference in mean value of 1.33 and after being given stunting screening education is 2.00 with a standard deviation value before being given education is 0.516 and the standard deviation value after is 0.632. Keywords: Application, Education, Stunting, Parental Abilities  ABSTRAK Stunting merupakan keadaan kondisi kurangnya asupan zat gizi pada masa periode emas, bukan disebabkan oleh kelainan hormon pertumbuhan maupun yang diakibatkan oleh penyakit tertentu. Orang tua berperan dalam kematangan pertumbuhan dan perkembangan anak dan penting untuk perkembangan awal seorang anak dengan melakukan stimulasi perkembangan anak sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan skrining stunting education terhadap kemampuan orangtua balita Di RSIA Siti Khadijah Kota Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain One group pre-test and post-test design yang memberikan perlakuan atau intervensi pada subyek penelitian kemudian efek perlakuan tersebut diukur dan dianalisis. Pengambilan sampel ini menggunakan total sampling dengan jumlah 6 sampel. Hasil analisis Kemampuan orang tua balita sebelum dan sesudah diberikan edukasi skrining stunting Dari hasil uji statistik pada variabel Kemampuan Orang tua balita sebelum dilakukan edukasi di dapatkan nilai dengan perbedaan nilai mean adalah 1.33 dan setelah diberikan edukasi skrining stunting adalah 2.00 dengan nilai standar deviasi sebelum diberikan edukasi adalah 0.516 dan nilai standar deviasi setelah adalah 0.632. Kata Kunci: Penerapan, Education,Stunting, Kemampuan Orang Tua 
Kompres Hangat, Relaksasi Nafas Dalam, dan Rebusan Daun Salam dapat Menurunkan Rasa Nyeri Kronis pada Pasien Asam Urat (Studi Kasus) Rahmatica, Farah Desya; Yuniastini, Yuniastini; Kohir, Dedek Saiful; Kodri, Kodri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.354 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i5.10302

Abstract

ABSTRACT Gout or gout is a disease that often occurs in society. The results of basic health research (Riskesdas) in 2018 recorded the prevalence of gout in Indonesia at 7.3% and in Lampung Province at 7.61%. Uric acid is a compound that exists in the human body. Normal values are 2.6 – 6.0 mg/dl in women and 3.4 – 7.0 mg/dl in men. In normal conditions, uric acid will not be harmful to health, but if it is excessive (hyperuricemia), it will cause severe pain in the joint area. In this study, to reduce pain due to accumulation of uric acid crystals, cold water compresses, deep breathing relaxation and bay leaf decoction were applied. To determine the effect of warm water compresses, deep breathing relaxation and bay leaf decoction on pain in gout patients. The design of this study uses a nursing care approach. The research objects were two elderly people, a man (Mr. D) and a woman (Ny. S). The research site was in the village of Pecallan Natar, South Lampung. Data collection was carried out by interviews, documentation and physical examination. The research instrument was the researcher himself with tools for measuring vital signs and GCU Easy Touch examination tools as well as gerontic nursing care formats. There was a decrease in the pain scale from a pain scale of 6 (moderate) to a scale of 4 (mild), as well as a decrease in uric acid levels in the blood, namely in Tn.D, which was initially 11.2 mg/dl to 4.5 mg/dl and in Ny.S, which was originally 7.1 mg/dl to 6.1 mg/dl. Giving warm water compresses, deep breathing relaxation and giving bay leaf decoction showed a change in both patients as evidenced by a decrease in the pain scale and a decrease in uric acid levels in the blood. Keywords: Uric acid, Pain, Compress, Relaxation, Bay Leaf  ABSTRAK  Penyakit asam urat atau gout merupakan penyakit yang sering terjadi pada masyarakat. Hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2018 tercatat prevalensi penyakit asam urat di Indonesia sebesar 7,3% dan di Provinsi Lampung sebesar 7,61%. Asam urat merupakan senyawa yang ada di dalam tubuh manusia. Nilai normal 2,6  – 6,0 mg/dl  pada wanitadan  3,4 – 7,0 mg/dl pada pria. Dalam kodisi normal asam urat tidak akan berbahaya bagi kesehatan, namun jika berlebihan (hiperurisemia) akan menimbulkan rasa nyeri yang hebat di area sendi. Pada studi ini, untuk menurunkan rasa nyeri akibat penumpukan kristal asam urat, dilakukan kompres hangat, relaksasi nafas dalam dan rebusan daun salam. Untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres air hangat, relaksasi nafas dalam dan rebusan daun salam terhadap rasa nyeri pada pasien asam urat. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan asuhan keperawatan. Obyek penelitian adalah dua orang lansia, laki-laki (Tn.D) dan perempuan (Ny.S). Tempat penelitian di desa Pemanggilan Natar Lampung Selatan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi dan pemeriksaan fisik. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dengan alat bantu alat pengukuran tanda-tanda vital dan alat pemeriksaan Easy Touch GCU serta format asuhan keperawatan gerontik. Didapat penurunan skala nyeri dari skala nyeri 6 (sedang) ke skala 4 (ringan), serta adanya penurunan kadar asam urat dalam darah yaitu pada Tn.D yang awalnya 11,2 mg/dl menjadi 4,5 mg/ dl dan pada Ny.S yang awalnya 7,1 mg/dl menjadi 6,1 mg/dl. Pemberian kompres air hangat, relaksasi nafas dalam dan air rebusan daun salam menunjukan adanya perubahan pada kedua pasien terbukti dari adanya penurunan skala nyeri dan penurunan kadar asam urat dalam darah. Kata Kunci: Asam Urat, Nyeri, Kompres, Relaksasi, Daun Salam
Pengaruh Pemberian Susu Kedelai terhadap Peningkatan Produksi Asi pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Johan Pahlawan Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat Juliani, Sri; Listiarini, Utary Dwi; Wulan, Mayang; Keresnawati, Evi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.645 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i4.10097

Abstract

ABSTRACT Global Breastfeeding evaluates 194 countries, and only 40% of babies get exclusive Breastfeeding. Soy milk contains acids, polyphenols, steroids, and flavonoids which can stimulate oxytocin and prolactin hormonally to produce breast milk. This study aimed to determine the effect of soy milk on increasing milk production in postpartum mothers in the Work Area of the Johan Pahlawan Health Center.The research design in this study was to use a Quasy Experimental approach design with the form of One Group Pre-test and Post-test. The sampling technique in this study was a purposive sampling technique with criteria, namely postpartum mothers who were willing to be respondents, postpartum mothers who were three until seven days, not sick, did not use breast milk boosters, and the sample size was 15 people, the bivariate test used in this study was the paired t-test. The data obtained are the pre-test minimum value of 25, a maximum of 55, and a standard deviation of 0.9804, while the post-test minimum of 50 has a maximum of 67 and a standard deviation of 0.5632. From the statistical test results, namely the paired t-test with a confidence level of 95%, it is known that the P-value = 0.000 <0.05. This study concludes that giving soy milk increases milk production in postpartum mothers in the Working Area of the Johan Pahlawan Health Center. It is hoped that the results of this study can be a choice for postpartum mothers to expedite Breastfeeding in a non-pharmacological way, namely by using soy milk. Keywords: Soybeans, Breast Milk Production, Postpartum Mothers  ABSTRAK The Global Breastfeeding mengevaluasi 194 negara, hanya 40% bayi yang mendapatkan ASI ekslusif. Susu kedelai mengandung alkoid, polifenol, steroid, flavonoid yang dapat merangsang oksitosin dan prolaktin secara hormonal untuk memproduksi ASI.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh susu kedelai terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Johan Pahlawan. Desain penelitian dalam penelitian ini adalah menggunakan desain pendekatan Quasy Eksperiment dengan bentuk One Group Pre-test and Post-test. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu ibu nifas yang bersedia menjadi responden, ibu nifas 3-7 hari, tidak sedang sakit, tidak menggunakan pelancar ASI jumlah sampel sebanyak 15 orang, uji bivariat yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji paired t test. Data yang diperoleh yaitu pre-test nilai minimum 25 maksimum 55 dan standard deviasi 0,9804 sedangkan post-test minimum 50 maksimum 67 dan standard deviasi sebesar 0,5632. Dari hasil uji statisik yaitu dengan uji uji paired t test dengan tingkat kepercayaan 95%, diketahui nilai P-value= 0,000 < 0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah adanya pengaruh pemberian susu kedelai terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Johan Pahlawan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi pilihan ibu nifas untuk melancarkan ASI dengan cara non farmakologi yaitu menggunakan susu kedelai. Kata Kunci: Kacang Kedelai, Produksi ASI, Ibu Nifas
Tingkat Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Terhadap Pencegahan Penyakit Demam Berdarah di Desa Gla Dayah Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar Raisah, Putri; Rahmayanti, Yuni; Zahara, Hafni; Nurmila, Nurmila
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.164 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i5.10251

Abstract

ABSTRAK Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan satu dari sekian banyak penyakit infeksi yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang banyak ditemui di daerah yang beriklim tropis dan subtropis di seluruh dunia. Penyakit ini dapat terjadi sepanjang tahun dan menyerang setiap individu tanpa memandang umur. penyakit ini muncul berkaitan dengan kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat. Untuk mengetahui pengetahuan dan sikap masyarakat tentang pencegahan penyakit demam berdarah dengue DBD di Desa Gla Dayah Kecamatan Krueng Baronna Jaya Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan desain analitik cross sectional. Populasi adalah semua masyarakat di Desa Gla Dayah Kecamatan Krueng Barona Jaya sebanyak 690 orang. Sampel penelitian yaitu 74 orang. Teknik pengambilan sampel dengan cara random sampling, data dianalisis dan diuji dengan menggunakan uji chi-square dengan nilai p ≤ 0.05. Menunjukkan responden yang berpengetahuan baik sebanyak 51 (68,9%) dan responden yang berpengetahuan kurang baik sebanyak 23 (31,1%). Kemudian responden yang memiliki sikap baik sebanyak 52 (70,3%) dan responden yang memiliki sikap kurang baik sebanyak 22 (29,7%). Ada hubungan pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pencegahan penyakit DBD di Desa Gla Dayah Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue DBD

Page 23 of 158 | Total Record : 1573


Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026) Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026) Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026) Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue