cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,573 Documents
Gambaran Keluhan Telinga dan Letak Perforasi Membran Timpani pada Pasien dengan Otitis Media Supuratif Kronis Tenty, Tenty; Nathaniel, Fernando; Wijaya, Dean Ascha; Firmansyah, Yohanes
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i10.11205

Abstract

ABSTRACT Chronic Suppurative Otitis Media (CSOM) is a persistent inflammation of the middle ear. It is one of the most common ear infections worldwide, leading to hearing impairment and affecting people's quality of life. This study, conducted at Ciawi General Hospital in July 2023, is a cross-sectional investigation aiming to outline the ear-related complaints and the location of tympanic membrane perforations in patients with CSOM. The participants were selected based on total sampling criteria. The variables examined in this research include age, gender, perceived symptoms, and physical examination of both ears to identify the type of perforation in the tympanic membrane. The data is presented descriptively. Out of the 53 respondents, 56.6% were between 18 and 64 years old, with a higher proportion being female (52.8%). The most commonly reported symptoms by respondents (>50% of cases) with CSOM were a sense of fullness in the ear, hearing loss, tinnitus, otorrhea, and itching in the ear. According to the results of the physical examination, the most prevalent type of perforation was central perforation, occurring in 98.1% of cases, and 88.7% of cases showed ear discharge. The conclusion in this study is that CSOM has general symptoms accompanied by central perforation and symptoms of ear discharge. Keywords: Chronic Suppurative Otitis Media, Hearing Loss, Otorrhea, Perforation  ABSTRAK Otitis media supuratif kronis (OMSK) merupakan suatu peradangan pada telinga tengah yang berlangsung kronis. OMSK termasuk infeksi telinga paling umum yang menyebabkan gangguan pendengaran dan mempengaruhi kualitas hidup seseorang di seluruh dunia. Penelitian potong lintang ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keluhan telinga dan letak perforasi membran timpani pada pasien dengan OMSK di RSUD Ciawi yang dipilih sesuai kriteria secara total sampling pada periode waktu Juli 2023. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu usia, jenis kelamin, gejala yang dirasakan, serta pemeriksaan fisik pada kedua telinga untuk melihat jenis perforasi pada membran timpani. Data disajikan dalam bentuk deskriptif. Dari 53 responden, 56,6% responden berusia 18 – 64 tahun dan didominasi oleh perempuan (52,8%). Gejala yang paling sering dirasakan oleh responden (>50% kasus) dengan OMSK adalah telinga terasa penuh, penurunan pendengaran, tinnitus, otorea, serta telinga yang terasa gatal. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik didapatkan bahwa jenis perforasi yang paling dominan adalah perforasi sentral pada 98,1% kasus dan terdapat sekret telinga pada 88,7% kasus. Kesimpulan pada penelitian ini adalah OMSK memiliki gejala yang umum disertai dengan perforasi sentral dan gejala sekret telinga Kata Kunci: Otitis Media Supurativa Kronis, Otorea, Penurunan Pendengaran, Perforasi
Pengujian Dan Perbandingan Efektifitas Antimikroba Dari Hand Sanitizer In-House (Tahap Optimasi Kadar Etanol Terbaik untuk Membunuh Bakteri E. Coli.) S, Donatila Mano; Sidarta, Erick; Chris, Arlends
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i9.11053

Abstract

ABSTRACT Hand hygiene is an easy way to prevent the transmission of various infectious diseases. The presence of hand sanitizer has a major impact on the ease of accessing hand hygiene. Hand sanitizer is an alternative to washing hands when water and soap are not available. However, it is important to evaluate the antimicrobial effect of hand sanitizers in the market and in-house products. This study conducted a comparative research by comparing different formulations of ingredients on bactericidal effect. This study focuses on hand sanitizer and the comparative concentration of ethanol and tea tree oil to eliminate E. coli bacteria. The best alcohol concentration was 70%, compared to absolute, 80%, and 60% and there was no difference in the effectiveness of the tested hand sanitizers. Hand sanitizers manufacturing is highly dependent on active ingredients and concentrations. It is important to be thoughtfull about choosing and making hand sanitizer, so that the product can have adequate function. Hand sanitizer with optimal content and effect can reduce the incidence of infectious diseases. Keywords: Antimicrobial, Ethanol, Hand Hygine, Hand Sanitizer  ABSTRAK Hand hygine merupakan cara mudah untuk mecegah transmisi berbagai macam penyakit menular. Hadirnya hand sanitizer memberikan dampak besar dalam kemudahan akses hand hygine. Hand sanitizer menjadi alternatif mencuci tangan saat tidak tersedianya air dan sabun. Meski demikian pentingnya untuk mengevaluasi efek antimikroba yang terkandung dalam hand sanitizer yang beredar di pasar maupun produk sendiri. Studi ini melakukan penelitian komparatif dengan membandingkan formulasi bahan yang berbeda terhadap efek bakterisidal. Penelitian ini berfokus pada hand sanitizer dan tahap perbandingan kadar etanol dan konsentrasi tea tree oil untuk membunuh bakteri E. coli. Konsentrasi alkohol terbaik berdara di angka 70%, dibandingkan kengan kadar absolut, 80%, dan 60% serta tidak didapatkan perbedaan efektivitas terhadap produk hand sanitizer yang diuji. Pembuatan Hand sanitizer sangat bergantung pada bahan aktif dan konsentasi. Pentingnya untuk memperhatikan aturan dalam memilih dan membuat hand sanitizer, agar produk bisa memiliki fungsi yang adekuat. Hand sanitizer dengan kandungan dan efek yang optimal mampu menurunkan kejadian infeksi menular.Kata Kunci: Antimikroba, Etanol, Hand Hygine, Hand Sanitizer
Analisis Dukungan Keluarga Pada Respon Cemas Anak yang Terpasang Infus Fatriansari, Asih; Lestari, Indah Dwi; Astuti, Lenny
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i11.11310

Abstract

ABSTRACT Children are very susceptible to disease so that it can cause children to be hospitalized. One of the nursing actions carried out in the hospital is the installation of infusions, so many infusions are performed on most of the patients being treated. Anxiety that arises in children because of a sense of pressure and fear, support from the family is needed, because the family is an important element in care. Determine family support on the anxious response of children who are infusions. Research uses descriptive analytical method. Sampling in this study used the Accidental Sampling technique. Data was collected by using the questionnaire method. The population in this study were all inpatients in the Medina Room of Siti Khadijah Hospital Palembang in 2022 with a total sample of 32 respondents. Result of this study showed that of the 32 respondents who had good family support, there were 21 respondents (65.6%), more when compared to respondents who had poor family support, namely 11 respondents (34.4%). That good family support is more than bad family support. It is hoped that this research hospital can provide health education to parents of children who are hospitalized. Keywords: Family Support, Anxiety Response, Intravenous ABSTRAK Anak sangat rentan terkena penyakit sehingga dapat menyebabkan anak harus dirawat di Rumah Sakit. Salah satu tindakan keperawatan yang dilakukan di Rumah Sakit adalah pemasangan infus, tindakan pemasangan infus begitu banyak dilakukan pada sebagian besar pasien yang dirawat. Kecemasan yang timbul pada anak karena adanya rasa tertekan dan ketakutan maka, dukungan dari keluarga sangat di perlukan, karena keluarga adalah unsur penting dalam perawatan. Untuk mengetahui dukungan keluarga pada respon cemas anak yang terpasang infus. Menggunakan metode Desktipstif Analitik. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat inap di Ruang Madinah RSI Siti Khadijah Palembang Tahun 2022 dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden. Penelitian didapatkan bahwa dari 32 responden yang memiliki dukungan keluarga baik sebanyak 21 responden (65,6%), lebih banyak jika dibandingkan dengan responden yang memiliki dukungan keluarga kurang baik yaitu 11 responden (34,4%). Dukungan keluarga baik lebih banyak dari pada dukungan keluarga kurang baik. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Respon Cemas, Terpasang Infus
Pengaruh Kegiatan Edukasi Standar Antropometri Anak dalam Deteksi Dini Stunting Terhadap Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu Sari, Ninuk Permata; Apriani, Dina; Farsida, Farsida
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i10.11114

Abstract

ABSTRACT The low level of knowledge of posyandu cadres on early detection of stunting led to efforts to hold educational activities. This study aimed to evaluate the impact of educational activities on the knowledge of Posyandu cadres regarding early detection of stunting based on Child Anthropometric Standards in PERMENKES No. 2 of 2020, which is implemented nationally. The study employed a within-group experimental design, with 32 respondents who were cadres of the Harjamekar Posyandu within the working area of the Mekarmukti Cikarang Utara Health Center. The research instrument used was a g-form questionnaire, and a nonprobability sampling technique was utilized. Data normality was assessed using the Shapiro-Wilk test, indicating that the data were not normally distributed (p < 0.05). The analysis was conducted using the Wilcoxon Sign Rank Test, which revealed a significant improvement in respondents' knowledge before and after education (p < 0.001, p < 0.05). Keywords: Cadres, Posyandu, Health Center, Education, Stunting, Early Detection  ABSTRAK Rendahnya pengetahuan kader posyandu terhadap deteksi dini stunting memunculkan upaya diadakannya suatu kegiatan edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kegiatan edukasi terhadap pengetahuan kader Posyandu tentang deteksi dini stunting berdasarkan Standar Antropometri Anak dalam PERMENKES No. 2 Tahun 2020 yang diterapkan secara nasional. Penelitian ini menggunakan within-group experimental design, dengan 32 responden yang merupakan kader Posyandu Harjamekar di wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti Cikarang Utara. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner g-form dengan teknik nonprobability sampling. Normalitas data dinilai menggunakan uji Shapiro-Wilk yang menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi secara normal (p <0.05). Analisis dilakukan dengan uji Wilcoxon Sign Rank Test yang menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pengetahuan responden sebelum dan sesudah edukasi (p < 0.001, p < 0.05). Kata Kunci: Kader, Posyandu, Puskesmas, Edukasi, Stunting, Deteksi Dini
Hubungan Pengetahuan dan Jarak Kehamilan dengan Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi Ardela, Okta Pika; Riya, Rosa; Sulastri, Sulastri; Ningsih, Nisa Kartika
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i9.11002

Abstract

ABSTRACT The direct causes that contribute to maternal death are bleeding (28%), preeclampsia (24%), infection (11%), while the indirect causes are anemia in pregnant women (40%), chorionic energy deficiency (37%) and pregnant women with energy consumption below the minimum requirement (44,2%). One of the causes of bleeding due to anemia during pregnancy. The prevalence of anemia in pregnant women in Indonesia in 2013 was 37.1%, increased by 48.9% in 2018. The impact of anemia can cause prolonged labor, uterine atony which results in bleeding, premature labor, abortion, uterine inertia, while the impact on the fetus can be IUFD, LBW, stiilbirth, congenital defect, less cognitive ablility, weak baby’s immune system, and stunting. To determine the relationship between knowledge and pregnancy spacing with the prevention of anemia in pregnant women the the Putri Ayu Health Center, Jambi City. This study used descriptive analytic with a cross-sectional approach using primary data obstained directly from the respondents. The sampel use all pregnant women who had a hemoglobin check at the Putri Ayu Health Center, Jambi City, as many as 826. The sampel was taken by simple of 83 people who wet the selection and exclusion criteria. The instrument used is a questionnaire. Data analysis using chi-square. Most of the respondents aged 20-35 years were 44 respondents (53.0%), most of the respondents were included in the category of good knowledge of 48 respondents (57.8%), and most of the respondents were included in the category ≤2 years of 64 respondents (77.1%). The statistical test result showed that there was no relationship between knowledge (p-value 0,218) and there was a relationship between pregnancy spacing and anemia prevention at the Putri Ayu Health Center, Jambi City. There is a relationship between pregnancy spacing and prevention of anemia in pregnant women at the Putri Ayu helath Center, jambi City. Knowledge is not statistically related in this study, this could be due to other factors that may have more influence on knowledge such as experience, education and mother’s occupation. Keywords: Knowledge, Pregnancy Distance, Anemia  ABSTRAK Penyebab langsung yang berkontribusi dalam kematian ibu adalah perdarahan (28%), preeklamsia (24%), infeksi (11%), sedangkan penyebab tidak langsung disebabkan anemia pada ibu hamil (40%), KEK (37%) dan ibu hamil dengan konsumsi energi di bawah kebutuhan minimal (44,2%). Salah satu penyebab perdarahan akibat anemia selama kehamilan. Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia tahun 2013 sebesar 37,1% meningkat tahun 2018 sebesar 48,9%. Dampak anemia dapat menyebabkan partus lama, atonia uteri yang berakibat perdarahan, persalinan premature, abortus, inersia uteri, sedangkan dampak untuk janin dapat mengalami IUFD, BBLR, still birth, cacat kongenital, kemampuan kognitif kurang, daya tahan tubuh bayi lemah, dan stunting. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan jarak kehamilan dengan pencegahan anemia pada ibu hamil di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan data primer yang diperoleh langsung dari responden. Populasi menggunakan seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan hemoglobin di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi sebanyak 826. Pengambilan sampel dengan simple random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 83 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan chi-square. Sebagian besar responden berumur 20-35 tahun sebanyak 44 responden (53,0%), Sebagian besar responden termasuk dalam kategori pengetahuan baik sebanyak 48 responden (57,8%), dan sebagian besar responden termasuk dalam kategori ≤2 tahun sebanyak 64 responden (77,1%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan pengetahuan (p-value 0,218) dan terdapat hubungan jarak kehamilan dengan pencegahan anemia di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi. Terdapat hubungan jarak kehamilan dengan pencegahan anemia pada ibu hamil di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi. Pengetahuan tidak berhubungan secara statistic dalam penelitian ini, hal ini dapat terjadi karena faktor lain yang mungkin lebih berpengaruh terhadap pengetahuan seperti pengalaman, pendidikan dan pekerjaan ibu. Kata Kunci: Pengetahuan, Jarak Kehamilan, Anemia
Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Menstruasi dengan Kesiapan Menghadapi Menstruasi Pertama pada Siswi Kelas VI SDN Jakamulya V Bekasi Selatan Fiah, Zahwa Alip; Futriani, Elfira Sri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i8.10721

Abstract

ABSTRACT Adolescence is also known as puberty for early adolescents, namely the transition period from childhood to early adulthood where the first menstruation will occur. The average age for first menstruation in Indonesia is between 12-14 years. There are also some people who menstruate at the age of 9 but the population is still small. To find out the relationship between the level of knowledge about menstruation and readiness for the first menstruation in class VI students at SDN Jakamulya V South Bekasi in 2023. The method in this study used an analytic survey design with a cross sectional approach. From the results of the study of 40 respondents, the results obtained were less knowledge (50%), and readiness for the first menstruation, most of the respondents were in the unprepared category (85%). Then the P-Value = 0.018 < a = 0.05 then Ho is rejected and Ha is accepted. There is a significant relationship related to the level of knowledge and readiness for first menstruation in class VI students at SDN Jakamulya V South Bekasi. Keywords: Knowledge, Readiness for First Menstruation  ABSTRAK Masa remaja juga dikenal sebagai masa pubertas bagi remaja awal, yaitu masa transisi dari kanak-kanak menjadi dewasa awal dimana akan terjadi menstruasi pertama.  Usia menstruasi pertama di Indonesia rata-rata antara 12-14 tahun ada juga beberapa orang yang menstruasi pada usia 9 tahun tetapi masih sedikit populasinya. Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang menstruasi dengan kesiapan menghadapi menstruasi pertama pada siswi kelas VI di SDN Jakamulya V Bekasi Selatan Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain survey analitik, cross sectional. Hasil penelitian dari 40 responden, didapatkan hasil pengetahuan kurang (50%), dan kesiapan menghadapi menstruasi pertama sebagian besar responden dengan kategori tidak siap (85%). Maka didapatkan nilai P-Value = 0,018 < a = 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Ada hubungan yang signifikan terkait tingkat pengetahuan dengan kesiapan menghadapi menstruasi pertama pada siswi kelas VI di SDN Jakamulya V Bekasi Selatan. Kata kunci: Pengetahuan, Kesiapan Menstruasi Pertama
Pengaruh Terapi Kognitif terhadap Penurunan Tingkat Halusinasi Ikhsan, Muhamad Arif; Suara, Mahyar
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i10.10913

Abstract

ABSTRACT Mental health is still a significant health problem in the world, including in Indonesia. According to WHO (2019) the prevalence of schizophrenia patients is 20 million people in the world. Mental disorder is a disease that tends to become chronic and is often accompanied by a decrease in function (disability) in the field of work, social relations and the ability to care for oneself so that it tends to depend as an aspect of life on the surrounding environment. Based on data from the results of a withdrawal study conducted by researchers at RSJ Islam Kelender in the last 3 years in 2020 there were 18 schizophrenic patients with GSP:Hallucinations, in 2021 there were 20 schizophrenic patients with GSP:Hallucinations and in 2022 until now there are 21 schizophrenic patients with GSP:Hallucinations. To determine the effect cognitive therapy for reducing the level of hallucinations. This research is an analytic research, meaning a study that aims to see a relationship or influence in the form of experimental research using the cross-sectional method, namely the type of dependent variable (dependent) and independent variable (Independent) measured in time the same as using the T-test. There is an effect on the level of hallucinations in schizophrenic patients with hallucinations after being given cognitive therapy Keywords: Hallucinations, Cognitive Therapy (2018-2021)  ABSTRAK Kesehatan jiwa masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang signifikan di dunia, termasuk di Indonesia. Menurut WHO (2019) bahwa prevlansi pasien Skizofrenian 20 juta orang di dunia. Gangguan jiwa merupakan salah satu penyakit yang mempunyai kecenderungan untuk menjadi kronis dan sering disertai dengan adanya penurunan fungsi (disability) dibidang pekerjaan, hubungan sosial dan kemampuan merawat diri sehingga cenderung menggantungkan sebagai aspek kehidupannya pada lingkungan sekitar, Berdasarkan data hasil study pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di RSJ Islam Kelender dalam 3 tahun terakhir pada tahun 2020 terdapat 18 pasien skizofrenia dengan GSP:Halusinasi, pada tahun 2021 terdapat 20 pasien skizofrenia  dengan GSP:Halusinasi dan pada tahun 2022 sampai sekarang terdapat 21 pasien skizofrenia dengan GSP:Halusinasi. Untuk mengetahui pengaruh terapi kognitif terhadap penurunan tingkat halusinasi. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat analitik artinya suatu penelitian yang bertujuan untuk melihat adanya hubungan atau pengaruh  dalam bentuk penelitian eksperimen menggunakan metode crossectional yaitu jenis variabel terikat (dependen)  maupun variabel  bebas ( Independen ) diukur dalam waktu yang bersamaan dengan menggunakan uji T-test. Ada pengaruh pada tingkat halusinasi pasien skizofrenia dengan halusinasi setelah diberikan terapi kognitif Kata Kunci: Halusinasi, Terapi Kognitif (2018-2021)
Kecemasan Keluarga Pasien saat Menunggu Anggota Keluarga yang Dirawat di Ruang ICU Pitoy, Frendy Fernando; Manoppo, Mutiara Wahyuni; Hutagalung, Irene Hana
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i9.10930

Abstract

ABSTRACT Anxiety can arise automatically as a result of excessive internal and external stimuli that exceed the individual's ability to handle. Anxiety disorders are often experienced by the family members while waiting for the patients to be treated in the ICU. Lack of knowledge and limited information often affect thoughts and motivation so that family members are not able to develop the roles and functions. This study aims to determine the anxiety level among the family members of patients while waiting patients who are being treated in the ICU at a Government Hospital in North Sulawesi. Quantitative descriptive design was used in this study. The research sample was taken using the Convenient Sampling technique with a total of 30 respondents. Data collection used the HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) instrument. Data analysis showed that most of the majority of respondents were in the category of very severe anxiety with a total of 19 respondents (63.3%) and severe anxiety amounted to 11 respondents (36.7%). The patient's family members while waiting for patients who are being treated in the ICU room at a Government Hospitals in North Sulawesi, most of them have a very severe level of anxiety. It is recommended for the health workers to be able to pay attention for the patient family members who are waiting by providing good advocacy so that the anxiety can be reduced. For further research, it is suggested to be able to study the interventions that can reduce anxiety for family members while waiting for patients who are being treated. Keywords Anxiety, Family Members, Intensive Care Unit  ABSTRAK Kecemasan dapat timbul secara otomatis akibat dari stimulus internal dan eksternal yang berlebihan sehingga melampaui kemampuan individu untuk menanganinya. Gangguan kecemasan seringkali dialami oleh anggota keluarga yang menunggu pasien dirawat di ruang ICU. Pengetahuan yang kurang dan informasi yang terbatas sering kali mempengaruhi pikiran dan motivasi sehingga anggota keluarga tidak mampu mengembangkan peran dan fungsinya yang bersifat mendukung terhadap proses penyembuhan dan pemulihan pasien yang di rawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecemasan Anggota keluarga pasien saat menunggu pasien yang sedang dirawat di ruang ICU salah satu Rumah Sakit Pemerintah di Sulawesi Utara.  Deskriptif kuantitatif merupakan design penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik Convenient Sampling dengan jumlah responden yang terkumpul sebanyak 30 orang. Pengumpulan data menggunakan instrument HARS (Hamilton Anxiety rating Scale). Analisis data menunjukan bahwa sebagian besar mayoritas responden merasakan kecemasan sangat berat dengan jumlah 19 responden (63,3%) dan kecemasan berat berjumlah 11 responden (36.7%). Anggota keluarga pasien saat menunggu pasien yang sedang dirawat di ruang ICU salah satu Rumah Sakit Pemerintah di Sulawesi Utara sebagian besar memiliki tingkat kecemasan sangat berat. Direkomendasaikan kepada tenaga kesehatan untuk dapat memperhatikan anggota keluarga pasien yang menunggu dengan cara memberikan advokasi secara baik sehingga kecemasan dapat menurun. Bagi penelitian selanjutnya, disarankan untuk dapat meneliti intervensi yang dapat menurunkan kecemasan bari anggota keluarga yang menunggu pasien yang sedang di rawat. Kata Kunci: Kecemasan, Anggota Keluarga, Intensive Care Unit
Pengaruh Sari Buah Mengkudu terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Ibu Hamil Penderita Diabetes Gestasional di Wilayah Puskesmas Gunungsari Nisa, Mihrun; Ramadhena, Melisa Putri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i10.10979

Abstract

ABSTRACT Gestational Diabetes Mellitus (DMG) is a state of glucose intolerance in pregnant women who have never previously been diagnosed with diabetes mellitus resulting in an increase in blood sugar levels during pregnancy. The prevalence of gestational diabetes mellitus in Indonesia is 1.9%-3.6% in general pregnancies and in pregnant women with a family history of diabetes mellitus, the prevalence of gestational diabetes is 5.1%. A pregnant woman who has high blood sugar levels is especially at risk. Namely, consuming noni juice is one way to lower blood sugar levels. Research objectives to Know The Effect Of Noni Juice On Reducing Blood Sugar Levels In Pregnant Women With Gestational Diabetes.Research method quasi-experimental with pre-test post-test control group design. The sample of this study were 26 pregnant women with 13 experimental groups and 13 control groups. Research results the results showed that there was a significant difference between the pre-test post-test in the experimental and control groups of 0.000 (<0.05) so that the alternative hypothesis (Ha) was accepted and the results were significant. Conclusions and suggestions noni extract has an effect on reducing blood glucose levels in pregnant women with gestational diabetes in the Gunungsari Health Center area. His advice is for pregnant women to routinely check their blood sugar levels and for health authorities to provide education and treatment related to blood sugar levels, especially consuming noni regularly. Keywords : Gestational Diabetes Mellitus (DMG), Pregnant Women, Noni Juice  ABSTRAK Diabetes Melitus Gestasional (DMG) merupakan suatu keadaan intoleransi glukosa pada ibu hamil yang sebelumnya belum pernah didiagnosis menderita diabetes melitus sehingga terjadi peningkatan kadar gula darah selama kehamilan. Prevalensi diabetes melitus gestasional di Indonesia sebesar 1,9%-3,6% pada kehamilan umumnya dan pada ibu hamil dengan riwayat keluarga diabetes melitus, prevalensi diabetes gestasional sebesar 5,1% Seorang ibu hamil yang mengalami kadar gula darah tinggi sangat beresiko maka dari itu dengan mengkonsumsi sari buah mengkudu menjadi salah satu cara untuk menurunkan kadar gula darah.  Tujuan penelitian diketahuinya Pengaruh Sari Buah Mengkudu Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Ibu Hamil Penderita Diabetes Gestasional. Metode penelitian eksperimental kuasi dengan desain pretest-post-control dua kelompok. Sampel penelitian ini adalah 26  ibu hamil, 13  kelompok eksperimen dan 13  kelompok kontrol. Hasil penelitian hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan sebesar 0,000 (dan lt; 0,05) antara pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kontrol, sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hasilnya signifikan. Kesimpulan dan saran sari buah mengkudu berpengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah pada ibu hamil penderita diabetes gestasional di wilayah Puskesmas Gunungsari. Saran nya untuk ibu hamil rutin cek kadar gula darah dan untuk pihak kesehatan dapat memberikan edukasi dan penangan terkait kadar gula darah khususnya konsumsi rutin sari buah mengkudu. Kata Kunci : Diabetes Melitus Gestasional (DMG), Ibu Hamil, Sari Buah Mengkudu
Hipervolemia dan Keletihan pada Pasien Chronic Kidney Disease Stage 5: Sebuah Studi Kasus Sari, Yuyun Kartika; Sari, Eka Afrima; Pratiwi, Sri Hartati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i9.10878

Abstract

ABSTRACT Chronic kidney disease leads to a progressive decline in kidney function. A decrease in kidney function leads to water and sodium retention, which subsequently causes hypervolemia. Mr. N came with complaints of shortness of breath to the hospital; the patient has undergone hemodialysis five times. In the process of examination, the presence of peripheral edema, pulmonary edema, and shortness of breath was found to be characterized by rapid and shallow breathing. According to the case, there was a problem of hypervolemia and fatigue in Mr. N. The aim of this study is to explore the application of nursing care in patients with chronic kidney disease stage 5 with hyperbolemia and fatigue. The method used is a case study descriptive of nursing care provision systematically starting from the examination, determination of diagnosis, planning, implementation, and evaluation of nurse care. The course was carried out for three days in a collaborative and independent manner. General interventions performed include hypervolemia management consisting of fluid restriction; edema and jugular venous pressure monitoring; interdialytic weight gain calculation; fluid intake and output control; monitoring of urea and creatinine levels; as well as co-administration of furosemide and hemodialysis. General interventions to overcome fatigue performed by giving semi-fowler positions; deep breathing relaxation; oxygen therapy; transfusion packed red cells, and relaxation foot massage. After the evaluation results were obtained for the problem of hypervolemia showed a decrease in the level of edema in the leg from degree 2 to degree 1, decreased jugular venous pressure, reduced blood pressure, interdialytic weight gain of 3.2%, improvement in the values of urea and creatinine, and a glomerular filtration rate post-hemodialysis of 8.28 ml/min/1.73 m2. As for the problem of fatigue, fatigue decreased from a score of 35 to 29, sickness decreased from a scale of 4 to 3, and breathing frequency was within the normal boundaries, so it can be concluded that the problems of nursing hyperbolemia and fatigue are partially overcome. Keywords: Chronic Kidney Disease, Hypervolemia, Fatigue  ABSTRAK Chronic Kidney Disease mengakibatkan penurunan fungsi ginjal secara progresif. Penurunan fungsi ginjal mengakibatkan retensi air dan natrium yang selanjutnya menimbulkan hipervolemia. Tn.N datang dengan keluhan sesak nafas ke RS, pasien telah menjalani hemodialisis sebanyak 5 kali. Pada proses pengkajian ditemukan adanya edema perifer, edema paru, serta sesak nafas yang ditandai pernafasan cepat dan dangkal. Berdasarkan kasus ditemukan adanya masalah hipervolemia dan keletihan pada Tn.N. Tujuan penelitian ini untuk mengekplorasi penerapan asuhan keperawatan pada pasien chronic kidney disease stage 5 dengan masalah keperawatan hipervolemia dan keletihan. Metode yang digunakan yaitu dengan studi kasus deskriptif pemberian asuhan keperawatan secara sistematis diawali dari pengkajian, penentuan diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Intervensi dilakukan selama 3 hari secara kolaborasi dan mandiri. Intervensi generalis dilakukan meliputi manajemen hipervolemia yang terdiri atas pembatasan cairan, pemantauan edema dan jugular venous pressure, perhitungan interdialytic weight gain, pemantauan intake dan output cairan, pemantauan kadar ureum dan kreatinin, serta kolaborasi pemberian furosemide, dan tindakan hemodialisis. Adapun intervensi generalis untuk mengatasi keletihan dilakukan dengan pemberian posisi semi fowler, relaksasi nafas dalam, terapi oksigen, transfusi packed red cells, dan relaksasi pijat kaki. Setelah dilakukan evaluasi didapatkan hasil untuk masalah hipervolemia, terdapat penurunan tingkat edema pada kaki dari derajat 2 menjadi derajat 1, penurunan jugular venous pressure, penurunan tekanan darah, interdialytic weight gain 3,2%, perbaikan pada nilai ureum dan kreatinin dengan glomerular filtration rate post-hemodialisis 8,28 ml/min/1,73m2. Adapun untuk masalah keletihan, kelelahan berkurang dari skor 35 menjadi 29, sesak berkurang dari skala 4 menjadi 3, frekuensi nafas dalam batas normal, sehingga dapat disimpulkan masalah keperawatan hipervolemia dan keletihan teratasi sebagian. Kata Kunci: Chronic Kidney Disease, Hipervolemia, Keletihan

Page 44 of 158 | Total Record : 1573


Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026) Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026) Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026) Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue