cover
Contact Name
Muhammad Yunus
Contact Email
comdev.idpub@gmail.com
Phone
+6281907755024
Journal Mail Official
info@idpublishing.org
Editorial Address
Indonesian Journal Publisher Yogyakarta 55253, Indonesia Telp. +62 821-4089-8548 Email : info@idpublishing.org Web: https://idpublishing.org
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Community Development
ISSN : -     EISSN : 27472760     DOI : https://doi.org/10.47134/comdev.v1i1
Journal of Community Development is officially registered in the Centre for Data and Scientific Documentation (PDDI), Indonesia Institute of Science with ISSN Number 2747-2760 (online). Journal of Community Development is published biannually (October and April) by Indonesian Journal Publisher. Journal of Community Development a scientific journal, double-blind peer-reviewed and open-access journal. Journal of Community Development (Comdev) is an academic journal organized and operated by Indonesian Journal Publishing which aims at publishing conceptual thought or idea and research findings that have been achieved in the field of community development.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 433 Documents
Aksi Donor Darah sebagai Diakonia Transformatif: Kemitraan GPdI Murung Pudak Tanjung dan RSUD Datu Kandang Haji Yanti Yanti; Satya Mega Ywana; Victor Deak
Journal of Community Development Vol. 7 No. 1 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v7i1.1950

Abstract

Ketersediaan darah merupakan kebutuhan penting dalam pelayanan kesehatan, namun partisipasi masyarakat dalam donor darah sukarela masih perlu terus ditingkatkan melalui edukasi, pendampingan, dan kolaborasi komunitas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi jemaat dalam donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan aktualisasi diakonia transformatif gereja. Kegiatan dilaksanakan melalui kemitraan langsung antara Gereja Pantekosta di Indonesia Murung Pudak Tanjung dan RSUD Datu Kandang Haji melalui Unit Transfusi Darah Rumah Sakit. Gereja berperan sebagai fasilitator komunitas dan penggerak partisipasi jemaat, sedangkan rumah sakit bertanggung jawab atas proses medis, meliputi skrining kesehatan, pengambilan darah, pemeriksaan infeksi menular lewat transfusi darah, penyimpanan, dan pengelolaan darah. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif dengan empat tahap, yaitu koordinasi dan persiapan, penyuluhan kesehatan dan refleksi teologis, pelaksanaan donor darah, serta evaluasi dan tindak lanjut. Berdasarkan daftar pendaftaran, terdapat 58 peserta yang tercatat hadir atau mendaftar dalam kegiatan donor darah. Namun, berdasarkan rekap resmi Unit Transfusi Darah RSUD Datu Kandang Haji, peserta yang masuk dalam rekap donor berjumlah 32 orang. Dari jumlah tersebut, diperoleh 24 kantong darah non-reaktif yang terdiri atas 4 kantong golongan darah A positif, 7 kantong golongan darah B positif, dan 13 kantong golongan darah O positif. Selain itu, tercatat 1 kantong reaktif sifilis, 3 peserta tidak memenuhi syarat karena Hb kurang, dan 5 kantong mengalami kendala teknis atau macet. Kegiatan ini menunjukkan bahwa donor darah berbasis gereja dapat berkontribusi pada pelayanan kesehatan sekaligus membangun kesadaran jemaat bahwa kepedulian terhadap kehidupan sesama merupakan bagian dari tanggung jawab iman dan pelayanan kasih.
Penguatan Budaya K3 Melalui Implementasi Aplikasi Sibala pada Nelayan di Sukolilo Baru, Bulak Surabaya Vella Rohmayani; Nurhidayatullah Romadhon; Sabda Alam
Journal of Community Development Vol. 7 No. 1 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v7i1.1763

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek krusial bagi nelayan, mengingat tingginya risiko kecelakaan dan bahaya di laut. Nelayan di Kelurahan Sukolilo Baru, Kecamatan Bulak, Surabaya, umumnya masih mengandalkan pengetahuan tradisional dan minim akses terhadap informasi K3 yang terstruktur dan cepat. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk menguatkan budaya K3 di kalangan nelayan melalui pendekatan inovatif berbasis teknologi. Metode yang digunakan adalah edukasi interaktif dan pendampingan implementasi Aplikasi Siaga Bahaya Laut (Sibala). Aplikasi Sibala dirancang untuk menyediakan informasi tentang kondisi cuaca secara real time, jenis Alat Pelindung Diri (APD) nelayan, prosedur penanganan luka akibat kecelakaan kerja dan kontak darurat. Hasil evaluasi signifikan dengan rata-rata nilai pengetahuan meningkat dari 55 menjadi 83 poin. Peningkatan pemahaman terjadi pada materi K3 dan risiko di laut (26%), jenis dan fungsi APD (28%), serta cara pertolongan pertama kecelakaan di laut (25%). Kesimpulan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah implementasi aplikasi Sibala terbukti dapat menjadi media yang efektif dalam meningkatkan pemahaman tentang informasi K3, sekaligus membentuk perilaku preventif yang lebih baik yang berkelanjutan dan terintegrasi dalam aktivitas melaut sehari-hari
Pemberdayaan dan Peran Masyarakat pada Pengembangan Desa Pariwisata di Desa Mayangan Kec. Gumukmas Kab. Jember Rudianto; Wazirotus Sakinah; Hery Indria Dwi Puspita; Kusnadi; L. Dyah Purwita Wardani SWW; Akhmad Ganefo; Abul Haris Suryo Negoro; Didin Erma Indahyan; Prehatin Trirahayu Ningrum; Yanuar Nurdiansyah
Journal of Community Development Vol. 7 No. 1 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v7i1.1911

Abstract

Mitra pengabdian kepada masyarakat "Pemberdayaan dan Peran Masyarakat Pada Pengembangan Desa Pariwisata" adalah Pemerintah Desa dan kelompok sadar wisata (POKDARWIS) Tri Bahari Lestari, yang berlokasi di Desa Mayangan Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember. Letak geografis Desa Mayangan dialiri Sungai yang bermuara di Kali Tanggul, dimana lokasi tersebut dapat dijadikan area wisata yang bisa di nikmati oleh warga sekitar maupun pendatang. Hasil observasi dan wawancara di lapangan menunjukkan bahwa area wisata di Desa Mayangan pada dasarnya sudah hampir terbentuk, namun ada terkendala beberapa hal terutama terkait pemasaran khususnya digital marketing. Sehingga tempat wisata belum banyak dikunjungi oleh warga maupun penduduk, serta minimnya fasilitas pendukung area wisata. Oleh karena itu diperlukan adanya sosialisasi serta pendampingan bagaimana cara menanggulangi hal tersebut, selain itu diperlukan jug pelatihan terkait pemasaran khususnya digital marketing. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mitra dapat memahami pengembangan potensi desa pariwisata terutama daerah muara sungai dan digital marketing melalui branding potensi pariwisata lokal pada media sosial serta website. Secara umum, Pokdarwis dan dan Pemerintah Desa siap untuk membuka destinasi wisata di Desa Mayangan. Selain itu dari masyarakat juga berkenan dibuatnya destinasi wisata di Desa Mayangan dan mendukung kegiatan tersebut, karena hal ini dapat meningkatkan perekonomial lokal dan perekonomian kawasan pesisir khususnya.