cover
Contact Name
Muhammad Yunus
Contact Email
comdev.idpub@gmail.com
Phone
+6281907755024
Journal Mail Official
info@idpublishing.org
Editorial Address
Indonesian Journal Publisher Yogyakarta 55253, Indonesia Telp. +62 821-4089-8548 Email : info@idpublishing.org Web: https://idpublishing.org
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Community Development
ISSN : -     EISSN : 27472760     DOI : https://doi.org/10.47134/comdev.v1i1
Journal of Community Development is officially registered in the Centre for Data and Scientific Documentation (PDDI), Indonesia Institute of Science with ISSN Number 2747-2760 (online). Journal of Community Development is published biannually (October and April) by Indonesian Journal Publisher. Journal of Community Development a scientific journal, double-blind peer-reviewed and open-access journal. Journal of Community Development (Comdev) is an academic journal organized and operated by Indonesian Journal Publishing which aims at publishing conceptual thought or idea and research findings that have been achieved in the field of community development.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 416 Documents
Sosialisasi Public Speaking dan Presentasi Efektif untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa SD Sabrang 02 Ambulu Jember Fauziyah; Pramukhtiko Suryokencono; Muh Iman
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1883

Abstract

Kegiatan sosialisasi komunikasi, percaya diri, public speaking, dan presentasi yang baik dilaksanakan untuk mengatasi rendahnya keberanian siswa berbicara di depan umum. Program ini bertujuan menumbuhkan kepercayaan diri, memperkenalkan teknik dasar public speaking, dan melatih penyusunan presentasi sederhana pada siswa kelas 6 SD Sabrang 02 Ambulu Jember. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan latihan praktik langsung. Sebanyak 40 siswa terlibat dan diminta memperkenalkan diri, menceritakan pengalaman, serta menyampaikan presentasi singkat. Berdasarkan observasi, sekitar 70% siswa menunjukkan peningkatan keberanian dan kelancaran berbicara setelah mengikuti kegiatan ini. Selain itu, siswa mulai mampu menyusun isi pembicaraan lebih runtut dan menjaga kontak mata saat berbicara di depan kelas. Hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman efektif membantu siswa mengatasi rasa gugup dan mempersiapkan mereka menghadapi tuntutan komunikasi di jenjang pendidikan selanjutnya. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi ini dapat diterapkan sebagai strategi praktis dalam meningkatkan keterampilan komunikasi dan membentuk karakter percaya diri pada siswa sekolah dasar.
Edukasi Forward Head Posture dan Pencegahan Nyeri Leher Pada Pelajar di SDN 149 Palembang Wardiansah; Suciati, Tri; Rulan, Msy; Nindela, Rini; Asmara, Sima; Odiesta, Ramadhan; Zahrotunnisa, Citra
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1885

Abstract

Forward Head Posture (FHP) adalah kondisi kelainan postural ditandai kepala maju yang semakin banyak dijumpai pada anak-anak usia sekolah dasar akibat kebiasaan belajar yang kurang ergonomis, penggunaan gawai secara berlebihan, serta kurangnya aktivitas fisik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meberikan edukasi kepada siswa terkait faktor risiko FHP, dampak, dan cara pencegahannya dengan harapan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa untuk memiliki kebiasaan postur tubuh yang ergonomis. Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, meliputi sosialisasi program, pemberian edukasi dan pelatihan dengan bantuan media poster, serta evaluasi yang dilakukan menggunakan pretest dan posttest. Terdapat 54 siswa SDN 149 Palembang yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest siswa adalah 2,78, dan meningkat 5,12 pada posttest. Kenaikan skor sebesar 2,34 menunjukkan bahwa materi edukasi yang disampaikan kepada siswa dapat meningkatkan pengetahuan mengenai topik yang disampaikan. kegiatan ini terbukti memberikan dampak yang positif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga postur tubuh yang ergonomis saat beraktivitas.
Penguatan Literasi Kelautan Melalui Edukasi Oseanografi dan Instrumentasi Kelautan pada Siswa Sekolah Menengah Atas Nur, Muhamad; Barus, Beta Susanto; Agustriani, Fitri; Diansyah, Gusti; Purwiyanto, Anna Ida Sunaryo; Ningsih, Ellis Nurjuliasti; Febrianti, Amanda Astri Pratiwi; Utami, Risnita Tri
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1886

Abstract

  Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi sumber daya laut yang besar dan strategis, sehingga memerlukan sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki pemahaman memadai tentang sistem kelautan. Oseanografi dan instrumentasi kelautan berperan penting dalam memahami dinamika laut, pemantauan kualitas perairan, serta pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan. Namun, pemahaman dan minat generasi muda, khususnya siswa sekolah menengah atas (SMA), terhadap bidang tersebut masih tergolong rendah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, membentuk persepsi positif, serta menumbuhkan minat siswa terhadap oseanografi dan instrumentasi kelautan. Kegiatan dilaksanakan pada Mei 2025 di SMA Nurul Yakin Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, dengan melibatkan dosen dan mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Sriwijaya. Metode yang digunakan meliputi edukasi melalui presentasi dan diskusi interaktif, demonstrasi alat kelautan sederhana, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Evaluasi difokuskan pada tiga dimensi, yaitu tingkat pengetahuan, persepsi terhadap urgensi dan daya tarik bidang oseanografi, serta minat siswa dalam kegiatan lanjutan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh dimensi yang diukur. Tingkat pengetahuan siswa pada kategori Sangat Mengetahui meningkat dari 2% menjadi 71%, sementara kategori Tidak Mengetahui menurun dari 87% menjadi 7%. Persepsi siswa terhadap urgensi bidang oseanografi menunjukkan peningkatan kategori Sangat Perlu dari 11% menjadi 73%. Selain itu, minat siswa pada kategori Sangat Tertarik meningkat dari 9% menjadi 69%. Hasil ini menegaskan bahwa pendekatan edukatif berbasis interaksi dan praktik sederhana efektif dalam meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan motivasi siswa terhadap bidang kelautan, serta berpotensi menjadi model pengenalan ilmu dan karier kelautan di tingkat sekolah menengah.
Peningkatan Kemandirian Pembudidaya Ikan Melalui Pelatihan Dan Pendampingan Pembuatan Pakan Buatan Berbasis Bahan Baku Lokal Amal, Ikhlasul; Riris Aryawati; T. Zia Ulqodry; Hendri, Muhammad; Isnaini
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1887

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai respons atas tantangan struktural yang dihadapi pembudidaya ikan di Desa Marga Sungsang, Kabupaten Banyuasin, khususnya tingginya ketergantungan terhadap pakan komersial dan belum optimalnya pemanfaatan potensi sumber daya lokal. Dalam praktik budidaya, pakan komersial menempati porsi terbesar dalam struktur biaya produksi, yakni sekitar 60–80%, sehingga berdampak pada terbatasnya margin keuntungan serta meningkatnya risiko keberlanjutan usaha. Situasi tersebut kontras dengan kondisi lingkungan setempat yang memiliki ketersediaan bahan baku lokal, seperti keong mas, limbah kepala udang, dan ikan rucah, yang sejatinya berpotensi dikembangkan sebagai pakan mandiri bernilai ekonomis namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas pembudidaya ikan melalui pendekatan peningkatan pengetahuan dan pemahaman konseptual, sekaligus pengembangan keterampilan dalam memproduksi pakan buatan yang efisien, bermutu, dan berbasis sumber daya lokal. Proses pelaksanaan dilakukan secara bertahap melalui pengenalan program, penyampaian materi mengenai prinsip dasar formulasi pakan dan pemanfaatan limbah lokal, diskusi partisipatif, serta evaluasi pembelajaran menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Sebanyak 31 orang pembudidaya ikan berpartisipasi dalam kegiatan yang dilaksanakan pada 19 Oktober 2025. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan, tercermin dari kenaikan skor rata-rata peserta dari 49,9 sebelum kegiatan menjadi 87,3 setelah pelatihan. Selain peningkatan aspek kognitif, peserta juga memperlihatkan sikap positif dan komitmen untuk mulai mengembangkan pakan mandiri sebagai strategi pengendalian biaya produksi. Luaran kegiatan meliputi laporan kemajuan, dokumentasi pelaksanaan, serta perencanaan tindak lanjut berupa pelatihan praktik lanjutan dan pengujian mutu pakan pada periode berikutnya, dengan harapan mendorong efisiensi dan keberlanjutan usaha budidaya ikan di wilayah pesisir.
Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Lip Balm berbasis Bahan Alami sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Bibir di Desa Bandarjo, Kabupaten Semarang Agustin, Eny; Tumangger, Mia; Rengga, Wara; Widowati, Trisnani; Afifah, Indah
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1888

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan berdasarkan kebutuhan dan minat masyarakat terkait penggunaan dan peluang bisnis pembuatan lip balm. Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan cara membuat lip balm menggunakan bahan-bahan alami yang mudah didapat, aman, dan terjangkau. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pendidikan dan keterampilan praktis kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, dalam mencampur dan memproduksi lip balm alami secara mandiri. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif, yaitu dengan melibatkan masyarakat secara aktif melalui lokakarya dan demonstrasi langsung. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu: Tahap persiapan, termasuk perencanaan kegiatan, penyediaan bahan di RT 01 RW 01 Desa Bandarjo, Kabupaten Semarang. Tahap pendidikan, tahap pelatihan, dan tahap evaluasi, untuk menilai hasil pembuatan produk dan pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan. Tahap tindak lanjut, berupa pendampingan dan motivasi agar masyarakat dapat mengembangkan produk menjadi peluang bisnis mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari 15 peserta yang mengikuti pelatihan, semuanya berpartisipasi aktif dan antusias dalam proses pembuatan lip balm61,70% responden memiliki tingkat pengetahuan yang tergolong baik sebelum diberikan edukasi. Setelah edukasi dilaksanakan, persentase responden dengan pengetahuan baik meningkat signifikan menjadi 89,36%.
Education Through Poster Media “Flu Is Not The Same as The Common Cold” For Patients at Azim Farma Pharmacy Larasati, Gandis; Ramatillah, Diana; Khan, Kashif
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1898

Abstract

Myths and misconceptions about flu and the common cold are widespread in society, including the assumptions that flu is the same as the common cold, that influenza vaccination causes illness, or that flu is only a mild illness. These myths are suspected to affect the ability to differentiate between the two illnesses. This counseling activity aims to provide education about the differences between influenza and the common cold, their appropriate management, and to correct misconceptions and myths circulating within the community.. The session was held on Sunday, November 30, 2025, from 10:30 AM to 12:30 PM WIB. The primary target of this counseling was patients at Azim Farma Pharmacy, with a target of 82 participants. The method of implementation was in the form of direct face-to-face interaction, providing education using poster media. The success indicator was measured by comparing pre-test and post-test scores. The results of the activity showed that before the education was given, the majority of respondents (34 respondents, 41.5%) were in the good knowledge category. After the education, the majority (64 respondents, 75.6%) were in the good knowledge category, indicating that the counseling participants were able to receive and understand the information and knowledge well. Statistical analysis using the Wilcoxon test on these results yielded a p-value = 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference before and after the education. This shows that overall, the intervention can be considered successful in improving respondents' understanding of the difference between influenza and the common cold. This counseling has positive implications for health education and promotion efforts in increasing public awareness in differentiating and managing coughs and colds.
Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Mencegah Preeklampsia Melalui Olahan Edamame Azza, Awatiful; Wardhana, Danu Indra; Lestari, Tini Dwi; Septiana, Tarissa Issa; Maulana, Muhammad Andrian
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1600

Abstract

Preeclampsia is a pregnancy complication that contributes to maternal morbidity and mortality, while the knowledge of posyandu cadres and pregnant women regarding preeclampsia prevention remains limited, particularly in the utilization of local nutritious food. The main problem faced by the community partners was the low level of understanding among cadres and pregnant women about preeclampsia and the suboptimal use of edamame as an alternative nutritional source for its prevention. This community service program aimed to empower posyandu cadres through health education and training in processing edamame into an easy-to-consume beverage for pregnant women. The methods applied included socialization, education on preeclampsia and the nutritional benefits of edamame, as well as demonstrations and hands-on training in preparing edamame latte. The activity involved 6 posyandu cadres, 2 midwives, 4 pregnant women, and 17 mothers with toddlers at Posyandu Dahlia 35, Glagahwero Village, Jember Regency. The results showed an increase in knowledge regarding preeclampsia prevention among participants by 95% and an improvement in skills related to edamame processing by 95%. This program had a positive impact on strengthening the role of posyandu cadres as community health educators and promoting the utilization of local food resources as a supportive strategy for preventing preeclampsia at the community level.
Pemberdayaan LKSA Muhammadiyah Al-Iman Wuluhan dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi melalui Program B2SA Wardhana, Danu Indra; Nurina Aulia, Anisa; Putra Setiawan, Andika; Wijaya, Insan; Suroso, Bejo; Bagus Mananda, Afan; Syafia, Fina; Wata Alim Ronita, Alda; Dwi Anggraeni, Diana; Setiadi Plaikol, Ryan; Juvitasari
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1678

Abstract

The availability of diverse, nutritious, balanced, and safe food (B2SA) is a fundamental need, especially for children in child welfare institutions. This community service program aimed to enhance food security and economic self-sufficiency at Muhammadiyah Al-Iman Child Welfare Institution in Wuluhan through yard utilization and aquaponic-based food processing training. The program involved 25 participants, including 2 caregivers, 3 administrators, and 20 foster children.  The activities included nutrition counseling, aquaponic cultivation training (catfish and water spinach), food processing training (catfish nuggets and water spinach sticks), and product marketing and branding management. Evaluation results showed a significant improvement in participants’ knowledge and skills, indicated by an increase in the average pre-test score from 40 to 80 in the post-test (100% improvement).  The physical outputs included three drum-based aquaponic units, packaged value-added food products with labels, and simple promotional media. The program successfully improved nutritious food availability and generated additional income opportunities. Ongoing mentoring and collaboration with local government agencies ensure sustainability. This model is effective in strengthening both food security and economic resilience and has potential for replication in similar institutions.
Implementasi Pakan Wafer dengan Selenium Organik pada Domba Cross Merino Kelompok Ternak Sido Makmur Jember Andriani, Mira; Nurkholis, Nurkholis; Siswantoro, Dharwin; Syahniar, Theo Mahiseta
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1813

Abstract

Abstrak Selenium (Se) merupakan mikro mineral penting yang sering ditambahkan dalam pakan ternak domba untuk meningkatkan efisiensi reproduksi. Selenium organik memiliki keunggulan karena dapat tersimpan dalam jaringan tubuh sehingga berperan lebih optimal dalam mendukung produktivitas ternak. Selain kandungan nutrisi, bentuk pakan juga memengaruhi efektivitas dan efisiensi pemberian pakan. Pakan dalam bentuk wafer memiliki kelebihan dalam kemudahan penanganan, penyimpanan, serta menjamin keseimbangan nutrisi sesuai komposisi pakan, sehingga dapat mengoptimalkan produktivitas ternak. Pemberian pakan wafer dengan penambahan selenium organik diharapkan mampu meningkatkan reproduktivitas induk domba Cross Merino sekaligus menurunkan tingkat mortalitas.Implementasi pakan wafer dengan selenium organik juga menjadi solusi dalam pemanfaatan bahan pakan lokal serta menjaga kualitas pakan agar dapat tersedia sepanjang tahun. Metode kegiatan pengabdian meliputi sosialisasi, pelatihan dan praktik, penerapan teknologi, pendampingan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peternak Kelompok Ternak Sido Makmur mengalami peningkatan pemahaman mengenai penggunaan selenium organik sebesar 0,2 mg/kg pakan yang diaplikasikan dalam bentuk pakan wafer menggunakan teknologi hydraulic press. Peningkatan pemahaman ini menjadi indikator keberhasilan kegiatan pengabdian. Dengan demikian, teknologi pakan wafer berbasis selenium organik berpotensi diterapkan secara berkelanjutan untuk menurunkan mortalitas ternak dan mendukung keberlanjutan usaha ternak domba di Kelompok Ternak Sido Makmur.
Integrasi Virtual Assistant untuk Edukasi Digital Penderita Diabetes Mellitus Wijayanti, Rossalina; Nuraini, Novita; Dewi, Riskha Dora Candra
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1818

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi yang membutuhkan pengelolaan berkelanjutan. Kelompok Prolanis menghadapi kendala berupa keterbatasan akses edukasi, tenaga kesehatan, dan literasi digital lansia. Nutrition Care Center (NCC) Politeknik Negeri Jember sebagai Teaching Factory (TeFa) berpotensi menjadi pusat edukasi kesehatan, namun layanan masih bersifat konvensional. Program pengabdian ini bertujuan mengintegrasikan edukasi digital dan pemberdayaan masyarakat melalui Virtual Assistant (VA) bagi penderita DM kelompok Prolanis, sekaligus memperkuat peran TEFA NCC sebagai pusat pembelajaran kesehatan digital. Kegiatan berlangsung Mei–Desember 2025, mencakup pengembangan VA berbasis chatbot, penyusunan materi edukasi, pelatihan penggunaan VA, pembuatan media penunjang, pemeriksaan kesehatan, serta promosi melalui media sosial. Evaluasi dilakukan melalui pre–post test, observasi, dan monitoring kader. Hasil menunjukkan VA mampu menjawab lebih dari 80% pertanyaan dasar DM, digunakan lebih dari 20 peserta, dan materi tervalidasi dengan kelayakan >75%. Pelatihan meningkatkan literasi digital 20–30%, pemeriksaan mendorong kesadaran monitoring rutin, dan publikasi memperkuat branding TEFA NCC. Program ini efektif meningkatkan akses informasi, literasi digital, serta perilaku sehat penderita DM lansia.