cover
Contact Name
Edy Suryono
Contact Email
qwedys12@gmail.com
Phone
+6281567893460
Journal Mail Official
abdimasya59@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Solo Baki Km.2 Kwarasan, Solo Baru,Sukoharjo. Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Abdi Masya
ISSN : 27742881     EISSN : 27742849     DOI : 10.52561/abma
Abdi Masya merupakan jurnal pengabdian pada masyarakat tingkat nasional yang memfokuskan pada aplikasi dan pengembangan teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat luas yang dilakukan oleh para sivitas akademi internal dan eksternal STTW Surakarta. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, proses produksi, Teknologi Tepat Guna (TTG), desain, diseminasi teknologi (pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan). Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2" : 13 Documents clear
PEMBERDAYAAN ANGGOTA PKK MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN NUGGET TEMPE DI DESA KEPEK 1 KECAMATAN WONOSARI Purnaningsih, Sri
Abdi Masya Vol 6 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v6i2.454

Abstract

Gizi kurang pada balita merupakan permasalahan yang pelik di Indonesia dan berdampak terhadap balita stunting. Salah satu daerah yang memiliki angka gizi kurang yang tinggi adalah Kabupaten Gunung terutama di Desa Kepek I kecamatan Wonosari. Salah satu penyebab dari gizi kurang yang tinggi di daerah tersebut adalah pola makan yang belum diperhatikan secara optimal.pelatihan pe,buatan nugget tempe dilaksankan kepada ibu-ibu anggota PKK. Namun daerah ini memiliki keunggulan disbanding wilayah yang lain yaitu terdaapat 15 pabrik tempe. Tempe merupakan pangan lokal yang memiliki nilai gizi tinggi. Pemanfaatan tempe menjadi panganan yang lebih variatif sangatlah kurang. Pemanfaatan tempe menjadi nugget dapat meningkatkan ketertarikan tempe menjadi pangan yang menarik terutama untuk anak-anak. Nugget tempe memiliki kandungan gizi yang tinggi karena terdapat komposisi lainnya sehingga menunjang gizi pangan. Sebagai upaya mencegah kasus gizi kurang di daerah ini diadakan pengabdian masyarakat berupa pelatihan pengolahan nugget tempe yang inovatif guna meningkatkan konsumsi mkanan yang bergizi pada balita. Metode yang digunakan berupa demonstrasi. Kegiata pegabdian berjala dengan lancar dan peserta sagat antusias mengikuti pengolahan nugget tempe. Tujua dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan ibu-ibu dalam mengolah hidangan yang bergizi melalui pemanfaatan tempe. Kata Kunci: Pelatihan;Ibu-ibu PKK;Nugget,;Tempe.
PELATIHAN PENGGUNAAN BENDA UKUR DAN JANGKA SORONG PADA GURU FISIKA SMA NEGERI 2 SURAKARTA Rosyid Al Hassany, Ibnu; Syamsudin, Arif; Sutiyoko; Munadi, Muhammad; Nugrahani, Mita; Wahyuningsih, Tuti; Dwi Ratnawati, Yunie
Abdi Masya Vol 6 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v6i2.460

Abstract

Kegiatan praktikum yang meliputi pengamatan dan pengukuran merupakan salah satu kewajiban yang harus dipenuhi pada mata pelajaran fisika. Berdasarkan hasil wawancara dengan Guru Fisika SMA Negeri 2 Surakarta mengenai materi pengukuran jangka sorong, terdapat masalah dimana benda ukur yang dipakai siswa untuk praktek berbeda - beda bentuk dan ukurannya. Hal tersebut menyulitkan guru dalam proses evaluasi kemampuan siswa. Sebagai solusi, dilakukan pembuatan benda ukur dan pelatihan penggunaannya kepada Guru Fisika SMA Negeri 2 Surakarta. Kegiatan diawali dengan pembuatan beberapa benda ukur dengan bentuk dan dimensi yang sama, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan penggunaan benda ukur dan jangka sorong. Kegitan pelatihan diawali dengan pemberian soal pre-test, paparan materi, praktek pengukuran, dan diskusi. Pelatihan ditutup dengan mengerjakan soal post-test. Hasil pre-test menunjukkan mayoritas guru belum menguasai tata cara penggunaan jangka sorong dengan tepat. Akan tetapi setelah paparan materi dan praktek langsung, terjadi perbaikan pemahaman. Hal tersebut ditunjukkan dengan peningkatan presentase guru yang menjawab dengan benar ketika post-test. Secara kumulatif, pemahaman guru mengenai fungsi dan penggunaan jangka sorong meningkat sekitar 24,24%. Benda ukur yang diproduksi menjawab harapan guru yaitu mampu digunakan untuk pengukuran diameter luar, diameter dalam, kedalaman suatu lubang, dan perbedaan ketinggian suatu obyek.
SEKOLAH WIRAUSAHA ‘ASIYIYAH MENUJU KEMANDIRIAN DAN PEREKONOMIAN YANG KUAT BAGI PEREMPUAN Wijaya, Chayanita Sekar; Purnaningsih, Sri
Abdi Masya Vol 6 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v6i2.516

Abstract

Permasalahan kemandirian ekonomi masih menjadi tantangan signifikan bagi banyak perempuan, terutama di tingkat akar rumput. Ketergantungan ekonomi sering kali membatasi ruang gerak perempuan dalam mengambil keputusan strategis di lingkup keluarga maupun masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi perempuan melalui program “Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah”, yang dirancang sebagai wadah edukasi, pelatihan, dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Muhammadiyah Program Khusus Banaran, Boyolali, dengan peserta sebanyak 32 orang yang berasal dari 18 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Kabupaten Boyolali. Mitra utama dalam program ini adalah organisasi perempuan ‘Aisyiyah sebagai bagian dari gerakan perempuan Muhammadiyah. Metode yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan peserta, pelatihan kewirausahaan (meliputi manajemen usaha, pemasaran digital, dan literasi keuangan), pendampingan usaha, serta evaluasi kegiatan. Pendekatan partisipatif dan kontekstual menjadi strategi utama untuk menjamin keterlibatan aktif peserta serta keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan peserta. Beberapa peserta mulai merintis usaha secara mandiri, serta terbentuk jejaring antaranggota yang mendukung penguatan usaha. Selain itu, kegiatan ini mendorong peningkatan kepercayaan diri dan peran aktif perempuan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Kesimpulannya, program “Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah” terbukti menjadi model efektif dalam pemberdayaan ekonomi perempuan dan berpotensi direplikasi di wilayah lain. Keberlanjutan dan pendampingan lanjutan sangat dianjurkan untuk memperkuat dampak jangka panjang. Kata Kunci: pemberdayaan perempuan; kewirausahaan; kemandirian ekonomi; pelatihan; ‘Aisyiyah Boyolali
PENGARUH STRATEGI PJBL TERHADAP MATA PELAJARAN IPA KELAS 4 UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Billah, Salsa; Rahmansyah, Syahrul
Abdi Masya Vol 6 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v6i2.517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh strategi Project-Based Learning (PJBL) terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas IV di Madrasah Ibtidaiyah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya motivasi belajar siswa dalam memahami konsep-konsep IPA yang cenderung abstrak jika disampaikan secara konvensional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dan desain pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari dua kelas yang dipilih secara purposive, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan strategi PJBL dan kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah. Data diperoleh melalui angket motivasi belajar yang disusun berdasarkan teori McClelland dan dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, di mana skor motivasi belajar siswa di kelas PJBL mengalami peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Hal ini mengindikasikan bahwa strategi PJBL mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan bermakna bagi siswa. Oleh karena itu, penerapan PJBL direkomendasikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran IPA di tingkat Madrasah Ibtidaiyah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa secara efektif.
Perbaikan Mekanisme Otomasi Toolpost Mesin Bubut di SMK Karya Teknika Pratama, Riza Arif; Harwijayanti , Widyanita; Ikhsan, Muhammad; Setiajit, Sahid Bayu
Abdi Masya Vol 6 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v6i2.534

Abstract

The community service activity conducted by the Aircraft Maintenance Engineering (TPP) team of UTP took place at SMK Karya Teknika, located in Colomadu, Karanganyar Regency. The school encountered an issue with the malfunctioning automation system of the tool post on its lathe machine. This malfunction disrupted students' practical activities during machine operation. The repair process involved fabricating a new half-nut, as the original component had worn out based on inspection and problem identification. The replacement half-nut was made using bronze material due to its durability against friction and resistance to corrosion. This choice ensures a longer service life for the component, making it suitable for continuous student practice sessions. After replacing the worn-out part with the newly manufactured half-nut, the lathe machine resumed regular operation, thereby restoring the smooth running of teaching and learning activities. SMK Karya Teknika expressed its appreciation for the community service efforts in addressing the lathe machine issue.
DEVELOPMENT OF A SPACE-EFFICIENT AND LIGHTWEIGHT STUDY TABLE FOR ISLAMIC BOARDING SCHOOL STUDENTS Raharjo, Wijang Wisnu; Diharjo, Kuncoro; Ariawan, Dody; Raharjo, Wahyu Purwo; Kusharjanta, Bambang; Triyono
Abdi Masya Vol 6 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v6i2.571

Abstract

This study presents the design, fabrication, and evaluation of a space-efficient, lightweight, and foldable study table intended to enhance learning conditions in Islamic boarding school (pesantren) environments. The table was designed using Computer-Aided Design (CAD) software with a focus on ergonomic principles, particularly a recommended working height of 70 cm to support proper posture. The final product features a durable steel tube frame, a plywood tabletop, and a collapsible leg mechanism, enabling compact storage in limited dormitory spaces. The fabrication process included precision cutting, Shielded Metal Arc Welding (SMAW), and the application of rust-resistant enamel paint, resulting in a total weight of approximately 6.5 kg with a load capacity of 40 kg.To evaluate its effectiveness, five students participated in comparative study sessions using both the old and the new table under controlled conditions. Concentration duration, used as the primary performance indicator, increased from an average of 264 seconds with the old table to 359 seconds with the new one—an improvement of 95 seconds or 36.43%. This enhancement is attributed to improved ergonomic posture, structural stability, and positive psychological effects stemming from user involvement and aesthetic design. The foldable design also allows better space utilization in multifunctional boarding school rooms. Overall, the table demonstrates significant functional and educational benefits and offers a scalable, low-cost solution for learning environments in resource-constrained settings. Future improvements may include using lighter materials and integrating storage or seating features to further improve user experience and usability.
RANCANG BANGUN MESIN SPINNER PENIRIS MINYAK HASIL PENGGORENGAN GUNA MENINGKATKAN PRODUKSI OLAHAN MAKANAN GORENGAN DI UKM IKITELA GROUP, POLOKARTO SUKOHARJO Kristiawan, Yulianto; Margono, Bambang; Suhartoyo, Suhartoyo
Abdi Masya Vol 6 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v6i2.596

Abstract

Olahan gorengan termasuk kategori makanan yang memerlukan banyak minyak dimana salah satu proses pengolahannya dengan metode deep frying (makanan yang terendam minyak) sehingga makanan menjadi renyah dan gurih. Proses produksi makanan menggunakan minyak goreng masih mendominasi sampai saat ini. Makanan  dengan  kandungan  minyak  yang  tinggi  sangatlah  tidak  baik  untuk  dikonsumsi  secara  terus  menerus  dan  juga  akan  membuat  makanan  tersebut  mudah  basi  atau  tidak  tahan  lama.  Maka dibutuhkan  suatu  proses  penirisan  minyak  goreng  yang  efektif  guna  meminimalisasi  kandungan  minyak  pada  makanan. UKM Ikitela, yang bergerak di bidang pengolahan makanan seperti produk berbasis ketela, selama ini menggunakan cara konvensional untuk meniriskan minyak hasil penggorengan. Waktu yang lama dan masih banyak mengadung minyak pada produk gorengan menjadi masalj utama bagi UKM Ikitela. Permasalahan ini juga dirasakan bagi UKM Iketela Group yang berbasis pada olahan makanan produk gorengan dimana salah satu produk unggulannya adalah gorengan ketela. Selama ini cara penirisan masih menggunakan konvesional dan memerlukan waktu lebih lama. Dengan menggunakan metode tersebut produk kurang awet dikarenakan kandungan minyak yang masih terlalu tinggi. Sehingga diperlukan sebuah mesin Spinner peniris minyak untuk mengurangi kadar minyak dalam makanan gorengan dengan waktu singkat. Prinsip utama penggunaan spinner adalah mengurangi kandungan minyak menggunakan teknik putaran tinggi sehingga mampu membuang sebagian minyak keluar. Metode rancang bangun  dimulai  dengan tahapan menetapkan kebutuhan, mekanisme, pemilihan bahan material, perancangan komponen, gambar design dan hasilnya memenuhi kualitas produk sesuai dengan fungsinya,  berkurangnya minyak hasil penggorengan dan mudah di operasikan, demikian juga perawatannya. Mesin spinner peniris minyak memiliki tinggi tabung 40 cm daya tampung 5 kg, dengan putaran motor 800 rpm. Kapasitas produksi mesin peniris dibanding  dengan  penirisan konvensional lebih eefektif dan efisien  yaitu untuk 1kg hasil penggorengan mmerlukan waktu 3 menit  dengan menggunakan mesin sedangkan dengan penirisan konvensional waktu yang di butuhkan  10 menit berarti terjadi efisien si waktu 7 menit.
PEMBERDAYAAN PETERNAK IKAN PATIN DENGAN SAVE ENERGY AND SAFETY OF WATER PUMP ELECTRICAL SWITCH SYSTEM DI KABUPATEN SUKOHARJO Raharjo, Imanuel Budi; prihatin, joko; Ardiyanto, Farit; Titok, Febrian
Abdi Masya Vol 6 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v6i2.598

Abstract

Permasalahan utama pada UKM pembibitan ikan patin Bapak Priyanto muncul ketika menggunakan water level control pabrikan umum adalah sengatan atau hubung singkat di air, usia sensor terbatas 3 bulan saja dan usia pompa air terbatas hanya 1 tahun. Tujuan utama dari penerapan alat pengendali pompa air 2 pk sistem mikrokontroler ini adalah untuk menentukan kenaikan debit pompa yang efektif. Metode yang dilaksanakan adalah dengan merumuskanmasalah bersama tim dan mitra dalam menentukan alat pengendali otomatis memanfaatkan sensor ketinggian air untuk mementukan kondisi kerja pompa air dengan proses transmisi arus DC menuju pengolah mikrokontroler untuk menggerakkan antarmuka elektromekanik. Hasil yang dicapai adalah volume tandon air bisa dipantau dengan cermat dan penyalaan pompa berdaya besar tidak mengganggu kinerja sensor, sehingga debit pompa naik 28%. Dengan dilengkapi instalasi yang sinkron antara kebutuhan listrik dengan kemampuan daya listrik di mitra, maka temperatur switch dan tekanan air terkendali baik dan pompa, instalasi alat lebih tahan lama (harapan efektif maksimal 18.000 jam pemakaian). 
EDUKASI EFEK BIOLOGI RADIASI DI DESA KARANGSUNO KECAMATAN CEPIRING KABUPATEN KENDAL Andriani, Intan; Suraningsih, Nanik
Abdi Masya Vol 6 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v6i2.600

Abstract

Knowledge about the dangers of radiation during radiological examinations remains low among the people of Karangsuno village, Cepiring sub-district, Kendal district. Therefore, education is necessary for the community to minimise biological effects. The Community Service team provides information on radiation dangers that need to be known and what can be done when in the vicinity of X-ray radiation sources. The Community Service team will employ a method that involves administering a pre-test, providing education, and administering a post-test. The results of the community service activities conducted on Saturday, June 14, 2025, at Karangsuno village, Cepiring sub-district, Kendal district, show that the residents have understood the material provided. This is indicated by an increase in knowledge after the education session regarding radiation dangers, radiation protection, and the application of personal protective equipment (PPE) during radiological examinations[1].
Peningkatan Produktivitas Peternak Unggas Melalui Penerapan Alat Penetas Telur Otomatis di Kelurahan Jabungan Kholis, Nur; Respati, Sri Mulyo Bondan; Hasan, Muhammad Nur; Albab, Muhammad Ulil
Abdi Masya Vol 6 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v6i2.616

Abstract

Jabungan Village is one of the areas with great potential in the poultry farming sector in Semarang City. Most farmers still use traditional methods in the egg hatching process, which depends on the mother hen. This method has limitations in terms of capacity, success rate, and time efficiency. This community service activity aims to increase poultry farmers' productivity through the application of automatic egg incubators based on temperature and humidity control systems. The implementation methods include a partner needs survey, tool design, training in use, and operational assistance. The results of the activity show a 26% increase in hatchability, a reduction in hatching time from 21 to 20 days, and an increase in farmers' knowledge of modern hatching management. This program has had a positive impact on the efficiency and sustainability of small farmers' businesses in Jabungan.

Page 1 of 2 | Total Record : 13