cover
Contact Name
Chaidir Adam
Contact Email
chaidir.adam03@gmail.com
Phone
+6282170290640
Journal Mail Official
ejournal@upr.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Palangka Raya, Jl. Damang Salilah I Kampus UPR Palangka Raya Kalimantan Tengah
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
BiosciED: Journal of Biological Science and Education
ISSN : 27469786     EISSN : 27756777     DOI : https://doi.org/10.37304/bed.v1i1
BioscieED is a Peer-Reviewed journal that is published 2 (two) times a year in June and December. BiosciED is an acronym for Biological Science and Education which represents the focus and scope of the Biology Education journal. The focus and scope of the journal include research related to the field of biological sciences and the field of biology education. It is hoped that this BiosciED journal can become a forum for publishing quality and innovative scientific works with new information and knowledge (New Insights). BiosciED is published in English and Bahasa Indonesia. Focus & Scope: Biological Sciences: Biology, Microbiology, Ethnobiology, Ecology & Conservation, Biosystematics, Bioinformatics, Genetics, Enviromental Science, Cell Biology, etc. Biology Education: Learning Models, Learning Materials, Learning Media, 21st Century Learning, Distance Learning, Digital, Learning, R&D, etc.
Articles 69 Documents
Kajian Potensi Ekologis Dan Ekonomis Budidaya Burung Walet (Collocalia Fuciphaga) Di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat Diyah Anjani; Mawardi; Fahmy Armanda
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 7 No. 1 (2026): BiosciED June 2026
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v7i1.25973

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekologis dan ekonomis budidaya walet (Collocalia fuciphaga) di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat. Penelitian ini dilakukan dari Oktober-November 2025 di tiga rumah walet aktif yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara semi terstruktur. Potensi ekologis meliputi estimasi populasi berdasarkan sarang aktif, karakteristik bangunan, dan faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya. Estimasi populasi menggunakan metode perhitungan sarang, sedangkan data lingkungan dianalisis menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Potensi ekonomi dinilai menggunakan pendekatan Nilai Manfaat Langsung berdasarkan produksi tahunan dan harga pasar sarang burung walet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lokasi 2 memiliki populasi tertinggi dengan 230 sarang aktif sekitar 575 individu sebelum panen dan tetap dominan setelah panen. PCA menunjukkan bahwa suhu, lama bangunan, dan jumlah lantai merupakan faktor utama yang mempengaruhi populasi. Kondisi lingkungan berada pada kisaran yang optimal, dengan suhu 27,8–28,7°C, kelembapan udara 86–90%, dan intensitas cahaya mendekati 0 lux. Potensi ekonomi menunjukkan bahwa pendapatan tahunan dari budidaya burung walet berkisar antara Rp33.566.000 hingga Rp41.450.500, dengan nilai tertinggi diperoleh pada Lokasi 2. Temuan ini menunjukkan bahwa budidaya walet di Secanggang memiliki kesesuaian ekologis yang baik dan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan mendukung potensinya untuk pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Tinjauan Literatur: Keanekaragaman Jenis Flora pada Berbagai Ekosistem Hutan Tropis di Pulau Kalimantan: Literature Review: Flora Diversity in Various Tropical Forest Ecosystem On The Island Of Kalimantan Juliyanti; Taqiyaturrohmah; Salsa Nabila Ramadhani
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 6 No. 2 (2025): BiosciED December 2025
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v6i2.23412

Abstract

Kalimantan Island exhibits high plant diversity across various tropical forest ecosystems. This study aims to review previous research on plant species diversity in lowland rainforests, secondary forests, peat and swamp forests, and arboretums across Kalimantan. The method applied was a literature review of eleven national scientific articles published between 2015 and 2025. The results reveal a high diversity dominated by the families Dipterocarpaceae, Lauraceae, Myrtaceae, and Moraceae. Environmental factors such as humidity, light intensity, and soil conditions affect species distribution. Major threats include deforestation and habitat degradation; therefore, conservation efforts through arboretum establishment, phytochemical studies, and biodiversity-based education and ecotourism are essential to ensure sustainability.
The Influence of Self-Regulated Learning on the Learning Motivation of Eleventh-Grade Biology Students in Papua, Sorong City.: influence, Self Regulated ,Learning motivation. Priskila Snanggrafe; Hidayatussakinah Hidayatussakinah; Jaharudin
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 7 No. 1 (2026): BiosciED June 2026
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v7i1.23424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self regulated learning terhadap motivasi belajar siswa Biologi kelas XI SMA 1 Papua Kota Sorong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA 1 Papua yang berjumlah 163 siswa, sedangkan sampel penelitian berjumlah 15 siswa yang dipilih secara acak menggunakan teknik Stratified Cluster Random Sampling (SCRS). Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan skala Likert. Analisis data dilakukan dengan uji validitas, reliabilitas, dan regresi linier sederhana menggunakan SPSS versi 20.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self regulated learning berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Dengan demikian, hipotesis Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh self regulated learning terhadap motivasi belajar siswa Biologi kelas XI SMA 1 Papua Kota Sorong
Keanekaragaman Echinodermata Di Zona Intertidal Pantai Pemaron, Buleleng: Pemaron beach, Echinodermata, Bali beach, Buleleng I Kadek Agus Ripaldi; Komang Tri Damayani; Zefanya Kempbargin Ginting; Made Oka Riawan
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 7 No. 1 (2026): BiosciED June 2026
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v7i1.23446

Abstract

Pulau Bali memiliki banyak pantai dengan keragaman biota laut yang tinggi, salah satunya Pantai Pemaron di Kabupaten Buleleng yang dihuni berbagai spesies Echinodermata. Namun, hingga kini belum tersedia laporan ilmiah mengenai keanekaragamannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menginventarisasi keanekaragaman Echinodermata di Pantai Pemaron. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Metode pengambilan data dilakukan dengan teknik observasi secara transek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Pantai Pemaron terdapat lima spesies dari filum Echinodermata yang dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kelas yakni Asteroidea, Holothuroidea, dan Echinoidea. Kelas Echinoidea terdiri dari Echinothrix calamaris, Diadema setosum, Tripneustes gratilla dengan Diadema setosum yang paling banyak ditemui. Kelas Asteroidea dan Holothuroidea masing-masing hanya diwakili satu spesies, yaitu Linckia laevigata dan Holothuria nobilis, dengan Holothuria nobilis sebagai spesies paling melimpah.
Analisis Hasil Pengamatan Fermentasi Kombucha pada Media Jus Anggur & Tropicana dan Jus Jeruk & Madu: Analysis of Kombucha Fermentation Observation Results in Grape Juice & Tropicana and Orange Juice & Honey Media Fery Tri Mulia; Indri Dwi Mandasari; Eva Zuhriyatul Khoiriyah; Siti Nur Jannah; Intan Naura Aulia; Devi Kusuma Wardani; Dianatul Mutahhiroh; Anisa Nur Khofifah; Faisyah Tasya Amelia; Ulfa Zuhrotun Hasanah; Zulfa Qoiriyah; Hanik Matulfaizah; Nur Laily Yustriyana; Nur Diana Kholisoh; Afkarina Laily Hidayatun
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 7 No. 1 (2026): BiosciED June 2026
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v7i1.23803

Abstract

Praktikum ini bertujuan menganalisis proses fermentasi kombucha menggunakan dua media berbeda, yaitu jus Anggur & Tropicana dan jus Jeruk & Madu. Selama fermentasi, parameter penting diamati secara berkala, seperti perubahan pH, pergeseran warna, perkembangan aroma, dan pembentukan SCOBY sebagai indikator aktivitas mikroorganisme. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi komposisi nutrisi pada tiap substrat terhadap dinamika fermentasi. Hasil praktikum menunjukkan bahwa kedua media mampu mendukung fermentasi, tetapi memiliki laju perkembangan yang berbeda. Media jus Anggur & Tropicana menunjukkan fermentasi lebih cepat, sedangkan jus Jeruk & Madu mengalami perkembangan lebih stabil namun lebih lambat dalam pembentukan SCOBY. Perbedaan ini dipengaruhi kandungan gula dan asam alami masing-masing media. Secara keseluruhan, komposisi substrat berpengaruh terhadap karakter akhir kombucha dan bermanfaat dalam pembelajaran bioteknologi.
Analysis Of Macrofauna, and Fruit Body Populations of Ectomycorrhizal Fungi in Shorea leprosula Standing: Analisis Populasi Makrofauna, Mesofauna, dan Tubuh Buah Fungi Ektomikoriza Pada Tegakan Shorea leprosula Mesi Arisinta; Risma Maghfiroh; Eni Nuraeni
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 7 No. 1 (2026): BiosciED June 2026
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v7i1.23842

Abstract

The populations of macrofauna, mesofauna, and fruiting bodies of ectomycorrhizal fungi in Shorea leprosula stands in the Gunung Dahu Research Forest (HPGD) provide important insights into the relationship between forest restoration and edaphic community dynamics. This study reviews the results of this research by comparing findings from ten supporting journals that discuss aspects of soil ecology, soil fauna biodiversity, and ectomycorrhizal associations in tropical ecosystems. Based on the review results, the main study shows that the number and types of soil fauna increase along with the growth of from restoration, where 13 types of macrofauna and mesofauna and 10 types of ectomycorrhizal fruiting bodies dominated by the genus Russula were found. This review emphasizes that the success of ecosystem restoration is not only measured by vegetation growth, but also by the recovery of complex soil biotic functions.
Bridging Menjembatani Kesenjangan Teori-Praktik: Implementasi Problem-Based Learning Berbasis Genomik Kanker Payudara untuk Meningkatkan Penalaran Klinis Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Biologi: Bridging the Theory-Practice Gap: Implementation of Breast Cancer Genomics-Based Problem-Based Learning to Enhance Clinical Reasoning of Graduate Biology Education Students Ceffi Kurniati; Tomi Hidayat
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 7 No. 1 (2026): BiosciED June 2026
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v7i1.25958

Abstract

Pendidikan biologi pascasarjana menghadapi tantangan signifikan dalam mengintegrasikan konsep molekuler-genetika yang kompleks dengan aplikasi klinis nyata. Mahasiswa sering kali menguasai mekanisme molekuler secara teoritis, namun kesulitan menghubungkannya dengan skenario diagnostik dan terapeutik berbasis bukti, termasuk interpretasi profil genomik kanker payudara. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi efektivitas implementasi Problem-Based Learning (PBL) berbasis genomik kanker payudara dalam meningkatkan penalaran klinis mahasiswa pascasarjana pendidikan biologi. Pendekatan penelitian menggunakan rancangan kuasi-eksperimental dengan desain pretest posttest pada 32 mahasiswa. Intervensi dirancang dalam lima fase: (1) presentasi kasus pasien kanker payudara dengan riwayat keluarga signifikan dan hasil Next-Generation Sequencing (NGS); (2) identifikasi masalah terkait diferensiasi mutasi germline vs somatik; (3) riset mandiri berbasis basis data genomik digital (OMIM, GeneReviews, ClinVar); (4) integrasi diagnostik dan implikasi terapi, termasuk sensitivitas terhadap PARP inhibitor; dan (5) sintesis serta refleksi berbasis diskusi kelompok. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada skor penalaran klinis (p < 0,01; d = 0,82), kemampuan membedakan jenis mutasi, dan kepercayaan diri dalam menggunakan sumber daya genetika medis. Studi ini menyimpulkan bahwa PBL berbasis genomik kanker payudara merupakan pendekatan pedagogis yang efektif untuk membangun literasi genomik dan kemampuan berpikir kritis calon pendidik biologi.
Pengembangan Virtual Laboratory untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Mutasi Gen pada Mahasiswa Biologi Universitas Muhammadiyah Bengkulu: Research Article Pengembangan Virtual Laboratory untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Mutasi Gen pada Mahasiswa Biologi Universitas Muhammadiyah Bengkulu Development of A Virtual Laboratory to Improve Understanding of The Concept of Gene Mutation In Biology Students of Muhammadiyah University of Bengkulu Titin Septika
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 7 No. 1 (2026): BiosciED June 2026
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v7i1.25993

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan virtual laboratory berbasis web sebagai media pembelajaran konsep mutasi gen pada mahasiswa Program Studi Biologi Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Mutasi gen merupakan salah satu topik krusial dalam genetika molekuler yang memerlukan visualisasi proses-proses mikroskopis yang sulit diamati secara langsung. Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian adalah 60 mahasiswa semester IV yang sedang mengambil mata kuliah Genetika Molekuler, dibagi menjadi kelompok eksperimen (30 mahasiswa) menggunakan virtual laboratory dan kelompok kontrol (30 mahasiswa) menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan meliputi soal pretest-posttest konsep mutasi gen, angket respons mahasiswa, dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa virtual laboratory yang dikembangkan memperoleh penilaian ahli materi sebesar 87,5% (sangat layak) dan ahli media sebesar 91,2% (sangat layak). Uji efektivitas menunjukkan peningkatan pemahaman konsep mahasiswa pada kelompok eksperimen dengan nilai N-Gain sebesar 0,72 (tinggi) dibandingkan kelompok kontrol sebesar 0,41 (sedang). Respons mahasiswa terhadap penggunaan virtual laboratory sangat positif dengan skor rata-rata 88,3%. Berdasarkan hasil tersebut, virtual laboratory yang dikembangkan dinyatakan layak dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep mutasi gen pada mahasiswa biologi Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
Review Jurnal :Ekologi dan Pemanfaatan Nipah (Nypa fruticans) oleh Masyarakat di Kalimantan Barat Syamswisna; Ivan; Dinda Dwi Lestari; Anis Aulia Nabilah; Fingkie Febria Anggreany; Jumisa
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 7 No. 1 (2026): BiosciED June 2026
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v7i1.26058

Abstract

Nipah (Nypa fruticans) merupakan salah satu tumbuhan mangrove yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis bagi masyarakat pesisir di Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan nipah oleh masyarakat serta peran ekologisnya berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi literatur melalui pengumpulan data sekunder dari jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan sumber pustaka yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa hampir seluruh bagian tanaman nipah dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan bangunan, kerajinan, pangan olahan, pengobatan tradisional, dan pupuk organik. Produk yang dihasilkan meliputi atap, kajang, sapu lidi, bakul, tikar, gula nipah, tepung, selai, dodol, fruit leather, dan permen jelly yang memiliki potensi meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir. Secara ekologis, nipah berperan penting dalam mendukung siklus nutrien ekosistem mangrove melalui proses dekomposisi pelepah yang melibatkan Arthropoda, bakteri, dan protozoa sebagai pengurai bahan organik. Nipah tumbuh optimal pada habitat estuari dengan salinitas rendah, suhu 27,3–29,3°C, pH 6,2–7,8, dan substrat lumpur berpasir. Selain itu, nipah memiliki kemampuan regenerasi dan adaptasi yang baik terhadap lingkungan pesisir. Namun, keberadaan ekosistem nipah berpotensi terancam oleh aktivitas antropogenik seperti konversi lahan menjadi tambak, perkebunan, dan permukiman. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan dan pemanfaatan nipah secara berkelanjutan untuk mendukung kelestarian ekosistem mangrove dan peningkatan ekonomi masyarakat pesisir.