cover
Contact Name
Chaidir Adam
Contact Email
chaidir.adam03@gmail.com
Phone
+6282170290640
Journal Mail Official
ejournal@upr.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Palangka Raya, Jl. Damang Salilah I Kampus UPR Palangka Raya Kalimantan Tengah
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
BiosciED: Journal of Biological Science and Education
ISSN : 27469786     EISSN : 27756777     DOI : https://doi.org/10.37304/bed.v1i1
BioscieED is a Peer-Reviewed journal that is published 2 (two) times a year in June and December. BiosciED is an acronym for Biological Science and Education which represents the focus and scope of the Biology Education journal. The focus and scope of the journal include research related to the field of biological sciences and the field of biology education. It is hoped that this BiosciED journal can become a forum for publishing quality and innovative scientific works with new information and knowledge (New Insights). BiosciED is published in English and Bahasa Indonesia. Focus & Scope: Biological Sciences: Biology, Microbiology, Ethnobiology, Ecology & Conservation, Biosystematics, Bioinformatics, Genetics, Enviromental Science, Cell Biology, etc. Biology Education: Learning Models, Learning Materials, Learning Media, 21st Century Learning, Distance Learning, Digital, Learning, R&D, etc.
Articles 58 Documents
Survei Persepsi Mahasiswa S1 Pendidikan Biologi yang Telah Menempuh Mata Kuliah Botani Tumbuhan Tinggi terhadap Konsepsi Tumbuhan Tinggi: Survey of Biology Education Undergraduate Students’ Perceptions in Higher Plant Botany Courses Regarding the Concept of Higher Plants Akhmadi, Akhmadi
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 4 No. 2 (2023): BiosciED December 2023
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v4i2.12525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi persepsi mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Palangka Raya yang telah menempuh mata kuliah Botani Tumbuhan Tinggi (BTT) terhadap pemahamannya tentang konsepsi Tumbuhan Tinggi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik survei eksploratif yang dilakukan dengan cara memberikan angket kepada semua mahasiswa (responden) yang telah menempuh mata kuliah Botani Tumbuhan Tinggi. Intrumen pengumpulan data menggunakan angket digital dengan aplikasi Google Form. Angket bersifat bebas, yang terdiri dari 17 butir pertanyaan tentang konsepsi materi pokok Tumbuhan Tinggi yang dijawab dengan cara memberi tanda “cek list” (√) pada 4 alternatif jawaban. Data hasil angket dari responden mahasiswa dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Biologi yang telah menempuh mata kuliah Botani Tumbuhan Tinggi (BTT) terhadap pemahamannya tentang konsepsi Tumbuhan Tinggi secara umum adalah baik, yaitu untuk konsepsi Ciri-ciri Tumbuhan Tinggi dan konsepsi Keselarasan Silabus Botani Tumbuhan Tinggi. Sedangkan untuk konsepsi Klasifikasi Tumbuhan Tinggi adalah kurang baik.
Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII pada Materi Fotosintesis di SMP Negeri 16 Palangka Raya: The Influence of the Problem Based Learning Model on the Learning Outcomes of Class VII Students on Photosynthesis Material at SMP Negeri 16 Palangka Raya Wijaya, Nuriman
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 4 No. 2 (2023): BiosciED December 2023
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v4i2.12641

Abstract

Ilmu pengetahuan berperan sangat penting dalam meningkatkan kehidupan manusia. Salah satu ilmu pengetahuan yang berperan penting dalam meningkatkan kehidupan manusia adalah ilmu biologi. Jika diajarkan dengan benar, sesuai metode ilmiah, ilmu biologi berpotensi untuk meningkatkan kemampuan kognitif, terutama kemampuan berpikir kritis peserta didik, meningkatkan sikap yang baik dan luhur serta dapat meningkatkan keterampilan peseta didik dalam berbagai aspek kehidupan. Namun sayang, hasil pembelajaran IPA (biologi) saat ini berbanding terbalik dengan harapan yang diinginkan. Hal itu terjadi karena kekeliruan yang terjadi pada pembelajaran biologi itu sendiri. Akhir-akhir ini pembelajaran biologi lebih banyak menekankan pada penguasaan konsep semata, tidak diimbangi dengan penekanan sikap dan keterampilan yang memadai. Dalam menyongsong abad 21 salah satu kemampuan yang dituntut dari siswa adalah kemampuan bepikir kritis. Oleh karena itu guru sebaiknya berupaya semaksimal mungkin dalam mengelola pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk bisa berpikir kritis. Model pembelajaran berbasis masalah dipercaya bisa mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Di kelas VII SMP Negeri 16 Palangkaraya tidak pernah dilakukan pembelajaran yang menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model belajar Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar siswa pada materi fotosintesis kelas VII SMP Negergi 16 Palangka Raya.
Efektivitas Konsentrasi Ekstrak Daun Tembakau (Nicotiana tabacum L.) terhadap Mortalitas Lalat Rumah (Musca domestica): The Effectiveness of Tobacco Leaf Extract (Nicotiana tabacum L.) against the Mortality of House Flies (Musca domestica) Samaritana Prazedes Corte , Real; Blasius Atini; Ludgardis, Ledheng
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 5 No. 1 (2024): BiosciED June 2024
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v5i1.12898

Abstract

Lalat rumah (Musca domestica) adalah lalat yang terdapat banyak di Indonesia dan sering dikenal sebagai vector penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun tembakau (Nicotina tabacum L.) yang efektif mematikan lalat rumah (Musca domestica), serta perlakuan (racun pernapasan dan racun perut) yang efektif membunuh lalat rumah (Musca domestica) Penelitian dilakukan di Laboratorium Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Timor. Metode penelitian ini adalah jenis eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 kelompok control tanpa perlakuan (control negative) dan 4 kelompok dengan perlakuan dan dilakukan ulangan sebanyak 3 kali, pada masing-masing ulangan berisi 10 ekor Musca domestica. Data yang diperoleh dilakukan uji analisisi regresi dengan menggunakan Microsoft excel untuk memperoleh nilai probit, dan juga digunakan aplikasi SPSS 22.0 dengan uji One-Way ANOVA untuk memperoleh nilai signifikan. Berdasarkan pengamatan dan analisis data diperoleh hasil untuk racun pernapasan dengan jumlah kematian Musca domestica paling tinggi yaitu 29 ekor pada konsentrasi 80%, sedangkan untuk racun perut dengan jumlah kematian paling tinggi yaitu 21 ekor pada konsentrasi 80%. Maka dapat disimpulkan bahwa racun pernapasan lebih banyak membunuh Musca domestica dibanding racun perut. Serta konsentrasi paling efektif membunuh yaitu konsentrasi 23% sebagai racun pernapasan. Houseflies (Musca domestica) are flies that are abundant in Indonesia and are often known as disease vectors. This study aims to determine the concentration of tobacco leaf extract (Nicotina tabacum L.) that is effective in killing houseflies (Musca domestica), as well as treatments (respiratory poison and stomach poison) that are effective in killing houseflies (Musca domestica). The study was conducted at the Biology Education Laboratory, Faculty of Education, Timor University. This research method is an experimental type using a completely randomized design (CRD) consisting of 1 control group without treatment (negative control) and 4 groups with treatment and repeated 3 times, each repetition containing 10 Musca domestica. The data obtained were subjected to regression analysis using Microsoft Excel to obtain probit values, and the SPSS 22.0 application was also used with the One-Way ANOVA test to obtain significant values. Based on observations and data analysis, the results for respiratory poison with the highest number of Musca domestica deaths were 29 at a concentration of 80%, while for stomach poison with the highest number of deaths were 21 at a concentration of 80%. So it can be concluded that respiratory poison kills more Musca domestica than stomach poison. And the most effective concentration to kill is 23% concentration as respiratory poison.
Komunitas Serangga Arboreal pada Lahan Sawah Tadah Hujan di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur: Arboreal Insect Communities in Rainfed Paddy Fields, Kutai Kartanegara, East Kalimantan Budiman; Sutra, Anang; Hariani, Nova
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 5 No. 1 (2024): BiosciED June 2024
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v5i1.13669

Abstract

Pemahaman terkait komunitas serangga arboreal, terutama perannya sebagai herbivor, predator, dan polinator, sangat diperlukan untuk mengelola lahan sawah tadah hujan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian eksploratif deskriptif ini dilakukan pada lahan sawah tadah hujan di Kutai Kartanegara untuk mengetahui struktur komunitas dan diversitas serangga arboreal yang dikoleksi dengan metode penyapuan menggunakan sweeping net, untuk serangga diurnal, dan light trap, untuk serangga nokturnal. Berdasarkan nilai indeks diversitas Shannon-Wiener (H), indeks dominansi Simpson (D), dan indeks keseragaman (1-D), ekosistem sawah tadah hujan di Kutai Kartanegara tersebut tergolong cukup stabil dengan ko-dominansi beberapa spesies serangga arboreal terdiri dari genera Apis, Leptocorisa, Orthetrum, Eurema, dan Melanoplus. Orthetrum berpotensi sebagai musuh alami pada agroekosistem sawah tadah hujan tersebut. Understanding arboreal insect communities, especially their role as herbivores, predators, and pollinators, is needed to manage rainfed paddy fields sustainably. Therefore, this descriptive exploratory research was conducted on rainfed paddy fields in Kutai Kartanegara to determine the community structure and diversity of arboreal insects collected by sweeping net method for diurnal insects and light traps for nocturnal insects. Based on the value of the Shannon-Wiener diversity index (H), Simpson dominance index (D), and uniformity index (1-D), the rainfed paddy field ecosystem in Kutai Kartanegara is relatively stable with the co-dominance of several arboreal insect species belonging to the genera Apis, Leptocorisa, Orthetrum, Eurema, and Melanoplus. Orthetum can potentially be a natural enemy in these rainfed paddy agroecosystems.
Pengaruh Ekstrak Angkak terhadap Fenotip dan Stomata Pakcoy (Brassica rapa L.) yang Dibudidaya dalam Sistem Hidroponik NFT: Effect Of Angkak Extract on Both Phenotype and Stomata of Brassica rapa Cultivated in Hydroponic NFT System Apriani, Ike; Nurdiah Hasanah
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 4 No. 2 (2023): BiosciED December 2023
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v4i2.13721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak angkak terhadap fenotip dan stomata dalam menghasilkan tanaman berpotensi poliploidi. Penelitian eksperimen dilakukan dengan menggunakan konsentrasi ekstrak, yaitu 0 (kontrol), 250 mgL-1,500 mgL-1, 750 mgL-1 dan 1000 mgL-1. Data parameter fenotif dianalisa secara kuantitatif menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan, sedangkan data kualitatif dideskripsikan. Ekstrak angkak tidak berpengaruh signifikan terhadap parameter fenotip seperti tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan tidak ada berat kering. Namun, berpengaruh signifikan pada parameter luas daun. Pengamatan kualitatif stomata menunjukkan bahwa ekstrak angkak dibandingkan dengan kontrol berdampak terhadap bentuk dan ukuran stomata. Potensi poliploidi ditunjukkan pada pengamatan stomata di konsentrasi 750 mgL-1 dan 1000 mgL-1.
Peran Praktikum untuk Meningkatkan Persepsi Mahasiswa Tentang Konsepsi Tumbuhan Tinggi di Program Studi Pendidikan Biologi: The Role of Practicum to Increase Students' Perceptions About the Conception of Higher Plants in Biology Education Study Programs Akhmadi, Akhmadi
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 5 No. 1 (2024): BiosciED June 2024
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v5i1.17190

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi peran praktikum untuk meningkatkan persepsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Palangka Raya terhadap pemahamannya tentang konsepsi Tumbuhan Tinggi. Praktikum yang diberikan berupa praktikum lapangan dan praktikum laboratorium yang relevan dengan materi teoritis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik survei eksploratif. Responden pada penelitian ini adalah semua mahasiswa program studi Pendidikan Biologi yang telah lulus mata kuliah Botani Tumbuhan Tinggi. Pengumpulan data menggunakan instrumen angket digital dengan aplikasi Google Form. Angket terdiri dari 22 butir pertanyaan yang bersifat bebas tentang konsepsi sistem klasifikasi dan ciri-ciri reproduksi Tumbuhan Tinggi. Angket berupa pertanyaan ataupun pernyataan yang dijawab dengan cara memberi tanda “cek list” (√) pada 4 alternatif jawaban. Data hasil angket dari responden mahasiswa dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menyimpulkan: Praktikum berperan penting untuk meningkatkan persepsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Palangka Raya tentang konsepsi Ciri-ciri Reproduksi Tumbuhan Tinggi, akan tetapi praktikum kurang mampu meningkatkan konsepsi Sistem Klasifikasi Tumbuhan Tinggi. Abstract. This study aims to describe the role of practical training in increasing the awareness of students of the Biology Education and Research Program, FKIP, Palangka Raya University in terms of understanding the concept of higher plants. The practical training provided is in the form of field and laboratory practices related to theoretical content. The research method used is descriptive with exploratory research techniques. All respondents in this study were students of the Biology Education Study Program who were accepted into the Advanced Plant Botany course. For data collection, we will use a digital survey tool with the Google Forms application. The questionnaire consists of 22 open-ended questions regarding the concept and characteristics of reproduction of the higher plant classification system. This survey is in the form of questions or short answers, with four choices marked with a "checklist" (√). The survey data of student respondents were analyzed descriptively. The results of the study concluded that: Although practical training has an important role in increasing the awareness of students of the Biology Education and Research Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Palangka Raya regarding the concept of reproductive characteristics of higher plants, not much can be done to improve the concept of reproductive characteristics. Higher plant classification system.
Catatan Tamang Mangkinang (Elaeocarpus glaber Blume) di Kalimantan Tengah: Records of Tamang Mangkinang (Elaeocarpus glaber Blume) in Central Kalimantan Lestari, Ria Windi; Rizki, Muhammad; Aziz, Fadhila; Fatiqin, Awalul; Irmawan, Muhammad
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 5 No. 2 (2024): BiosciED December 2024
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v5i2.18077

Abstract

Abstrak. Elaeocarpus glaber Blume merupakan tumbuhan buah liar dapat dimakan yang memiliki ciri khas endokarp yang berukiran dan baraluran. Saat ini, spesies Elaeocarpus glaber Blume telah mengalami perubahan status konservasi dari terancam menjadi resiko rendah pada laman jejaring IUCN, namun informasi yang diperoleh dilapangan bahwa masyarakat Desa Bukit Rawi telah menebang banyak tanaman dewasa. Sehingga, penelitian ini tetap bertujuan untuk memperkuat penentuan status dengan mengumpulkan data tentang keberadaan Elaeocarpus glaber di Kalimantan Tengah menggunakan metode jelajah dan wawancara. Hasil menunjukkan tercatat delapan lokasi pernah dilaporkan serta satu lokasi adalah terbaru, dikoleksi di habitat tanah liat di tepi sungai Kahayan Tengah di Desa Bukit Rawi. Abstract. Elaeocarpus glaber Blume is an edible wild fruit plant that characteristised by a sculptured to sulcate endocarp. Currently, the Elaeocarpus glaber Blume species has undergone a change in conservation status from Threatened to Least Concern on the IUCN website, even though the field information was obtained that the Bukit Rawi Village community has cut down many mature plants. Therefore, this study still purpose to strengthen the status determination by collecting data on the presence of Elaeocarpus glaber in Central Kalimantan using eksploration method and interviews. The results showed that eight locations were reported and one location was the most recent, which is collected in a clay habitat on the riverbanks of the Kahayan Tengah in Bukit Rawi Village
Karakteristik Abon Ikan Gabus Dengan Penambahan Limbah Kulit Pisang Kepok: Characteristics of Snakehead Fish Floss with the Addition of Kepok Banana Peel Waste Evnaweri, Evnaweri; Sulistyaningrum, Tyas Wara; Sianturi, Lastarida
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 6 No. 1 (2025): BiosciED June 2025
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v6i1.19278

Abstract

This research aims to determine the characteristics of snakehead fish floss with the addition of kepok banana peel waste. The experimental design was prepared from 4 treatments and 3 repetitions, namely: A (without the addition of kepok banana peel), B (with the addition of 75 grams of kepok banana peel), C (with the addition of 100 grams of kepok banana peel) and D (with the addition of 125 grams of kepok banana peel kepok banana). The data collected is based on the results of tests carried out objectively (chemical tests) including tests for water content, protein and fiber content. The addition of kepok banana peel waste to snakehead fish floss has a significant effect on good water and protein content, as well as contributing to the fiber content of snakehead fish floss. The addition of 75 grams of kepok banana peel from the weight of 250 pieces of snakehead fish meat gives a different character from normal shredded meat.  
Inventarisasi Jenis Burung dI Kampus A Universitas Negeri Jakarta: Inventory of Bird Species on Campus A, State University of Jakarta Fia, Alay; Ellen Rose, Arine; Aisyah Putri, Nabillah; Hemalia Putri, Najwa
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 6 No. 1 (2025): BiosciED June 2025
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v6i1.22129

Abstract

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan spesies burung yang sangat tinggi di tingkat dunia, dengan 1.720 spesies, termasuk 506 spesies endemik. Namun, tekanan terhadap populasi burung meningkat akibat perburuan, perdagangan ilegal, dan kerusakan habitat. Upaya konservasi burung tidak hanya dilakukan di kawasan lindung, tetapi juga perlu melibatkan ruang-ruang terbuka alternatif seperti kawasan pendidikan. Kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memiliki potensi sebagai habitat bagi berbagai jenis burung karena masih menyimpan ruang terbuka hijau dengan vegetasi yang cukup beragam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendata dan mengidentifikasi berbagai jenis burung yang ditemukan di lingkungan Kampus A UNJ guna mengetahui potensi ekologisnya. Pengamatan dilakukan pada tanggal 28 April 2025 dengan metode jelajah, yaitu menyusuri area pengamatan secara langsung pada pagi dan sore hari. Setiap burung yang terlihat atau terdengar dicatat berdasarkan jenis, jumlah individu, perilaku, serta lokasi dan waktu kemunculannya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 spesies burung yang ditemukan di Kampus A UNJ. Keberadaan spesies tersebut menunjukkan bahwa lingkungan kampus masih mampu mendukung kehidupan burung liar. Temuan ini memperkuat pentingnya pengelolaan ruang terbuka hijau kampus sebagai habitat satwa dan sarana edukasi lingkungan.  Indonesia is known as one of the countries with the highest bird species richness in the world, with 1,720 species, including 506 endemic species. However, pressure on bird populations is increasing due to hunting, illegal trade, and habitat destruction. Bird conservation efforts are not only carried out in protected areas but also need to involve alternative open spaces such as educational areas. The Jakarta State University (UNJ) campus has the potential to serve as a habitat for various bird species because it still retains green open spaces with fairly diverse vegetation. The objective of this study was to document and identify various bird species found in the UNJ Campus A environment to determine its ecological potential. Observations were conducted on 28 April 2025 using the exploration method, which involved directly traversing the observation area in the morning and afternoon. Every bird seen or heard was recorded based on species, number of individuals, behaviour, as well as location and time of appearance. The study results showed that 10 bird species were found on UNJ Campus A. The presence of these species Indicates that the campus environment can still support wild bird life. This finding reinforces the importance of managing campus green open spaces as wildlife habitats and environmental education facilities.  
Isolasi dan Identifikasi Staphylococcus aureus pada Air Liur Kucing di Lingkungan Kampus UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon : Isolation and Identification of Staphylococcus aureus in Cat Saliva in UIN Syekh Nurjati Cirebon Campus Environment Azzahra, Fatima; Muhamad Kahfi Rizal; Roviati, Evi
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 6 No. 1 (2025): BiosciED June 2025
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v6i1.22189

Abstract

Abstrak. Air liur kucing berpotensi menjadi sumber bakteri patogen yang dapat membahayakan manusia. Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri dari air liur kucing di Kampus UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Sampel diambil dari tiga kategori kucing: anak kucing sakit, kucing dewasa sehat, dan kucing dewasa sakit. Isolasi dilakukan menggunakan media Mannitol Salt Agar, dan identifikasi melalui morfologi koloni serta pewarnaan Gram. Hasil menunjukkan bahwa ketiga sampel mengandung Staphylococcus aureus Gram positif berbentuk kokus. Jumlah koloni terbanyak ditemukan pada anak kucing sakit (211 koloni), diikuti kucing dewasa sehat (26 koloni), dan dewasa sakit (8 koloni). Perbedaan jumlah koloni dipengaruhi oleh kondisi kesehatan hewan dan faktor teknis selama proses isolasi. Hasil ini menunjukkan bahwa air liur kucing dapat menjadi reservoir bakteri patogen yang berpotensi zoonosis. Abstract. Cat saliva has the potential to be a source of pathogenic bacteria that can harm humans. This study aims to isolate and identify bacteria from cat saliva at the UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Campus. Samples were collected from three categories of cats: sick kittens, healthy adult cats, and sick adult cats. Isolation was performed using Mannitol Salt Agar medium, and identification was conducted through colony morphology and Gram staining. The results showed that all three samples contained Gram-positive Staphylococcus aureus bacteria in coccus form. The highest number of colonies was found in sick kittens (211 colonies), followed by healthy adult cats (26 colonies), and sick adult cats (8 colonies). The difference in colony numbers was influenced by the animals' health conditions and technical factors during the isolation process. These results indicate that cat saliva can serve as a reservoir for pathogenic bacteria with potential zoonotic risks.